BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.7 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini sebagai berikut :
3.7.1 Wawancara
Menurut Mulyana, (2008:180) wawancara adalah bentuk komunikasi
antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari
seseorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, berdasarkan tujuan
tertentu. Sedangkan menurut Bungin (2001: 88) wawancara dalam suatu
penelitian bertujuan untuk mengumpulkan keterangan tentang kehidupan manusia
dalam suatu masyarakat serta pendirian-pendirian itu merupakan suatu pembantu
utama dari metode utama (pengamatan). Oleh karena itu, wawancara dalam
penelitian kualitatif bersifat mendalam (In-dept Interview).
Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara
tak terstruktur. Jika dalam wawancara terstruktur, pewawancara menetapkan
sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, maka pada wawancara
tak terstruktur pertanyaan biasanya disesuaikan dengan keadaan dan ciri yang
unik dari informan, pelaksanaan tanya jawab mengalir seperti dalam percakapan
sehari-hari. Adapun kisi-kisi wawancara tak terstruktur pada penelitian ini adalah
berupa poin-poin pokok yang akan ditanyakan pada informan dan dikembangkan
pada saat wawancara berlangsung. Hal ini dimaksudkan agar proses wawancara
berlagsung secara alami dan mendalam seperti yang diharapkan dalam penelitian
kualitaitif.
Wawancara dilakukan dengan cara mempersiapkan terlebih dahulu
pedoman wawancara disusun dengan rapih dan terlebih dahulu dipahami peneliti
sebelum melakukan wawancara peneliti terlebih dahulu melakukan hal-hal
sebagai berikut :
1. menerangkan kegunaan serta tujuan dari penelitian.
2. menjelaskan alasan informan terpilih untuk diwawancarai.
3. Menjelaskan institusi atau badan yang melaksanakan penelitian.
Hal-Hal itu bertujuan untuk memberikan motivasi kepada informan untuk
melakukan wawancara dengan menghindari keasingan serta rasa curiga informan
untuk memberikan dengan jujur, selanjutnya peneliti mencatat
keterangan-keterangan yang diperoleh dengan cara pemendekan kata-kata dan merangkainya
kembali dalam bentuk kalimat. (Nazir, 1985:234-242).
Tabel 3.2
Pedoman Wawancara 1
SEKWAN DPRD Kabupaten Pandeglang
Indikator Sub Indikator Kisi-Kisi Wawancara
Kinerja (Dwiyanto,
1995:7)
Responsivitas
1. Bagaimana tindakan DPRD dalam mengenali kebutuhan masyarakat ?
2. Bagaimana respon DPRD terhadap aspirasi masyarakat dan apa bukti yang terealisasi ? 3. Apa saja Program-program
Pelayanan Publik yang dibuat oleh DPRD ?
4. Bagaimana kualitas dari hasil kerja DPRD ?
5. Upaya apa yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas kerja anggota DPRD ?
Responsibilias
1. Apa banleg berjalan sesuai dengan fungsinya ?
2. Apakah pelaksanaan kegiatan birokrasi public dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar ? 3. Apa saja kendala yang dihadapi
dalam proses pelaksanaan kegiatan birokrasi publik ? 4. Apakah proses pembuatan
kebijakan sudah sesuai dengan tahapan ?
Akuntabilitas
1. Bagaimana respon masyarakat terhadap kebijakan yang dibuat oleh DPRD ?
2. Bagaimana langkah Koordinasi yang dilakukan DPRD kepada masyarakat ?
3. Apakah setiap kebijakan yang dibuat oleh DPRD sudah sesuai dengan harapan masyarakat ? 4. Apa saja yang menjadi kendala
dalam proses pembuatan kebijakan ?
5. Apakah setiap kebijakan yang dibuat oleh DPRD sudah terealisasi ?
Tabel 3.3
Pedoman Wawancara 2
Anggota DPRD dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Pandeglang Indikator Sub Indikator Kisi-Kisi Wawancara
Kinerja (Dwiyanto, 1995:7)
Responsivitas
1. Bagaimana respon DPRD terhadap aspirasi masyarakat dan apa bukti yang terealisasi?
2. Apa saja Program-program Pelayanan Publik yang dibuat oleh DPRD?
3. Apakah program-program DPRD sudah selaras dengan aspirasi masyarakat?
Responsibilias
1. Apa banleg berjalan sesuai dengan fungsinya
2. Apakah pelaksanaan kegiatan birokrasi public dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip administrasi yang benar ?
3. Apakah proses pembuatan kebijakan sudah sesuai dengan tahapan
Akuntabilitas
1. Bagaimana respon
masyarakat terhadap kebijakan yang dibuat oleh DPRD
2. Bagaimana langkah
Koordinasi yang dilakukan DPRD kepada masyarakat 3. Apakah setiap kebijakan
yang dibuat oleh DPRD sudah sesuai dengan harapan masyarakat
4. Apakah setiap kebijakan yang dibuat oleh DPRD sudah terealisasi.
3.7.2 Pengamatan/Observasi
Observasi merupakan kegiatan yang meliputi pencatatan secara sistematik
kejadian-kejadian perilaku, objek-objek yang dilihat dan hal-hal lain yang
diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukan. Berdasarkan
konsep yang dikemukakan oleh Faisal (Sugiyono, 2005:64) yang
mengklasifikasikan observasi menjadi observasi berpartisipasi (participant
observation), observasi yang secara terang-terangan dan tersamar (overt
observation and covert observation), dan observasi yang tidak berstruktur
(unstructured observation). Maka, observasi yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah obeservasi secara terus terang dan tersamar, dimana peneliti dalam
melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data,
bahwa sedang melakukan penelitian. Sehingga mereka yang diteliti mengetahui
sejak awal sampai akhir tentang aktivitas peneliti. Tetapi, dalam suatu saat peneliti
juga tidak harus berterus terang atau tersamar dalam observasi. Tujuannya adalah
untuk menghindari kalau suatu data yang dicari merupakan data yang masih
dirahasiakan. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari kemungkinan bila
dilakukan terus terang, maka peneliti tidak akan diijinkan untuk melakukan suatu
observasi.
Observasi juga diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan
sistematis terhadap hal-hal yang diteliti. Dalam penelitian ini peneliti langsung
meninjau lokasi penelitian dan melakukan pengamatan langsung terhadap
obyek-obyek yang diteliti, kemudian dari pengamatan tersebut melakukan
3.7.3 Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi, yakni pengumpulan data yang bersumber dari
dokumen yang resmi dan relevan dengan penelitian yang sedang dilakukan.
Dokumen yang diperoleh tersebut dapat berupa tulisan, gambar, atau karya-karya
monumental dari seseorang.
Adapun alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini,
khususnya dalam melakukan wawancara adalah:
1. Buku catatan: untuk mencatat pencatatan dengan sumber data.
2. Tape recorder: untuk merekam semua percakapan karena jika hanya
menggunakan buku catatan, peneliti sulit untuk mendapatkan
informasi yang diberikan oleh informan.
3. Kamera: untuk memotret kegiatan yang berkaitan dengan penelitian.
Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan keabsahan penelitian.
Selanjutnya sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini terbagi atas
data primer. Data primer diambil langsung dari informan penelitian. Dalam hal
ini data primer diambil melalui wawancara (interview). Oleh karena itu, dalam
penelitian ini, data sekunder diperoleh melalui data-data dan dokumen-dokumen
yang relevan dengan masalah yang diteliti. Data-data tersebut merupakan data
yang diperlukan dalam menyelesaikan masalah yang dibahas penelitian ini.