BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Observasi
30 Ibid., h. 81
Observasi diartikan sebagai pengalaman dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.31 Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa, sehingga observer berada bersama objek yang diselidiki, disebut observasi langsung. Sedangkan observasi tidak langsung adalah pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya suatu peristiwa yang akan diselidiki, misalnya peristiwa tersebut diamati melalui film, rangkaian slide, atau rangkaian foto.
Pelaksanaan teknik observasi dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Penentuan dan pemilihan cara tersebut sangat bergantung pada objek berikut ini:
a. Observasi Sistematik dan Observasi Nonsistematik
Observasi sistematik adalah observasi yang diselenggarakan dengan menentukan secara sistematik faktor-faktor yang akan diobservasi lengkap dengan kategorinya. Dengan kata lain, wilayah atau ruang lingkup observasi telah dibatasi secara tegas sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Sebaliknya, observasi yang dilakukan tanpa terlebih dahulu mempersiapkan dan membatasi kerangka yang akan diamati disebut observasi non sistematik.
b.Observasi Eksperimental
Observasi eksperimental adalah observasi yang dilakukan oleh observer dengan mengadakan pengendalian unsur-unsur penting dalam situasi sedemikian rupa sehingga situasi itu dapat diatur sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat dikendalikan untuk menghindari atau mengurangi timbulnya faktor-faktor yang secara tak diharapkan mempengaruhi situasi itu.
c. Observasi Partisipan dan Observasi Nonpartisipan
Observasi partisipan adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan cara ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi. Observer yang berlaku sungguh-sungguh seperti anggota kelompok yang akan diobservasi dinamakan quasi partisipasi. Observer yang tidak
31 Amirul Hadi dan Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2005), h. 129.
ikut dalam kehidupan orang yang diobservasi dan secara terpisah berkedudukan selaku pengamat, disebut observasi nonpartisipan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik observasi nonpartisipan, dimana peneliti melakukan pengamatan saja tanpa terlibat menjadi bagian dalam objek yang diteliti.
Tabel 3.2
Pedoman Observasi Taman Belajar (Literasi)
LEMBAR OBSERVASI TAMAN BELAJAR (LITERASI)
Tempat : ………
Waktu : ………
NO. ASPEK YANG DIAMATI KOMENTAR
I Kondisi Fisik Taman Belajar
II Fasilitas Taman Belajar
III Waktu Kunjungan Taman Belajar
IV Antusiasme Siswa Binaan
Tabel 3.3
Pedoman Observasi Kegiatan Minggu Belajar
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN MINGGU BELAJAR
Tempat : ………
Waktu : ………
NO. ASPEK YANG DIAMATI KOMENTAR I Ruang Belajar
II Fasilitas Belajar
1. Daftar Kehadiran 2. Modul Pembelajaran 3. Media Pembelajaran III Kegiatan Pembelajaran
IV Waktu Pelaksanaan Pembelajaran
V Target Siswa Binaan
2. Wawancara
Wawancara merupakan alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula.32 Ciri utama dari wawancara adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dan sumber informasi. Untuk memperoleh informasi yang tepat dan objektif, setiap pewawancara harus mampu menciptakan hubungan baik dengan responden atau mengadakan rapport, yaitu suatu situasi psikologis yang menunjukkan bahwa responden bersedia bekerja sama, bersedia menjawab pertanyaan dan memberi informasi sesuai dengan pikiran dan keadaan yang sebenarnya. Keadaan ini akan menciptakan suatu suasana di mana responden merasakan adanya kehangatan dan sikap simpatik merasakan kebebasan untuk berbicara bahkan terangsang untuk berbicara, dan yang penting bahwa kesan pertama dari penampilan pewawancara sangat penting untuk merangsang sikap kerjasama.
Wawancara dapat dibedakan dalam dua jenis berikut ini:
32 Ibid., hlm. 135.
a. Wawancara Berstruktur
Dalam wawancara berstruktur, pertanyaan dan alternatif jawaban yang diberikan kepada responden telah ditetapkan terlebih dahulu. Keuntungan pendekatan ini adalah pendekatan ini telah dibakukan. Oleh karena itu, jawabannya dapat dengan mudah dikelompokkan dan dianalisis. Kelemahannya, pendekatan ini kaku dan dapat menurunkan kemampuan responden mendalami persoalan yang diselidiki.
b. Wawancara Tak Berstruktur
Wawancara ini lebih bersifat informal. Pertanyaan-pertanyaan tentang pandangan, sikap, keyakinan subjek, atau tentang keterangan lainnya dapat diajukan secara bebas kepada subjek. Wawancara seperti ini bersifat luwes dan biasanya direncanakan agar sesuai dengan subjek dan suasana pada saat wawancara dilaksanakan. Teknik wawancara ini tidak dapat dipergunakan untuk pengukuran mengingat subjek mendapat kebebasan untuk menjawab sesuka hatinya dan pertanyaan yang diajukan pewawancara dapat menyimpang dari rencana semula.
Namun, wawancara seperti ini dapat membantu menciptakan dan menjelaskan dimensi-dimensi yang ada di dalam topik yang sedang dipersoalkan.
c. Wawancara Semiterstruktur
Jenis wawancara ini sudah termasuk dalam kategori in-dept interview, di mana dalam pelaksanaannya lebih bebas bila dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara jenis ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya. Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara semiterstruktur, yaitu wawancara dilakukan dengan maksud untuk menemukan permasalahan melalui penyampaian pendapat atau informasi dari narasumber secara mendalam menggunakan bantuan media perekam suara, kamera, dan pedoman wawancara yang dibuat untuk Pengurus ISBANBAN, relawan, siswa binaan, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Tabel 3.4
Instrumen Wawancara
NO. SUBJEK YANG DIWAWANCARA I Pengurus ISBANBAN
1. Siapakah nama sudara/i?
2. Apa jabatan anda dalam kepengurusan ISBANBAN?
3. Apa yang melatarbelakangi berdirinya ISBANBAN?
4. Apa tujuan ISBANBAN?
5. Apa saja yang menjadi program atau kegiatan unggulan ISBANBAN?
6. Berapa lama program atau kegiatan ini dilaksanakan?
7. Mengapa memilih Kampung Sanding, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan ISBANBAN?
8. Bagaimana sistem rekrutmen relawan ISBANBAN?
9. Bagaimana upaya yang dilakukan ISBANBAN dalam
meningkatkan kesadaran pendidikan masyarakat di Kabupaten Lebak?
10. Apa perubahan yang terjadi di masyarakat selama kegiatan ISBANBAN dilaksanakan?
11. Apa kendala yang didapatkan selama melaksanakan program tersebut?
12. Apakah ada kegiatan evaluasi program yang dilakukan oleh ISBANBAN?
II Relawan
1. Siapakah nama saudara/i?
2. Apa yang melatarbelakangi anda untuk bergabung menjadi relawan ISBANBAN?
3. Berapa lama anda menjadi relawan?
4. Mengapa anda memilih ISBANBAN dari sekian banyak kelompok sosial yang bergerak di bidang pendidikan?
5. Bagaimana perasaan anda ketika melakukan aktivitas sebagai relawan?
6. Apakah keluarga mendukung anda bergabung dengan ISBANBAN?
7. Bagaimana akses untuk sampai ke lokasi kegiatan ISBANBAN?
8. Apa pendapat anda tentang kondisi siswa binaan di Kampung Sanding?
9. Apa pendapat anda tentang ISBANBAN?
10. Apa upaya yang anda lakukan untuk meningkatkan kesadaran pendidikan masyarakat?
11. Apa perubahan yang terjadi pada siswa binaan setelah anda melaksanakan tugas sebagai relawan?
12. Apa kendala yang anda dapatkan di lapangan selama menjadi relawan ISBANBAN?
III Siswa Binaan
1. Siapakah nama saudara/i?
2. Bagaimana perasaan kalian dengan adanya ISBANBAN di daerah kalian?
3. Sudah berapa lama kalian mengikuti kegiatan ISBANBAN?
4. Apa pendapat kalian tentang kakak relawan yang membimbing kalian dalam belajar?
5. Apakah kehadiran kakak relawan memberikan semangat dan motivasi terhadap pentingnya pendidikan dalam diri kalian?
6. Bagaimana cara kakak relawan meningkatkan semangat dan motivasi kalian?
7. Kegiatan apa saja yang mereka berikan atau ajarkan kepada kalian?
8. Apa yang kalian rasakan setelah melakukan kegiatan dengan kakak relawan ISBANBAN?
9. Apakah ada perubahan pada nilai di sekolah setelah mengikuti kegiatan dengan kakak relawan ISBANBAN?
IV Pemerintah Daerah
1. Siapakah nama bapak/ibu?
2. Apa jabatan bapak/ibu dalam lembaga ini?
3. Bagaimana pandangan bapak/ibu tentang kondisi pendidikan di Kabupaten Lebak?
4. Apakah ada upaya ataupun program yang dilakukan pemerintah dalam mengentaskan angka putus sekolah di Kabupaten Lebak?
5. Berasal darimanakah dana untuk kegiatan tersebut?
6. Apakah bapak/ibu mengetahui kelompok sosial bernama ISBANBAN?
7. Apakah anda mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan ISBANBAN?
8. Apakah ISBANBAN memberikan dampak positif bagi masyarakat?
9. Apakah ada perubahan di lingkungan masyarakat anda setelah kehadiran ISBANBAN?
10. Apakah ISBANBAN memiliki peran dalam meningkatkan kesadaran pendidikan masyarakat?
11. Apa harapan anda untuk ISBANBAN kedepannya?
V Masyarakat
1. Siapakah nama bapak/ibu?
2. Apakah anda tahu apa itu ISBANBAN?
3. Bagaimana perasaan anda dengan kehadiran ISBANBAN?
4. Apa yang dilakukan ISBANBAN di daerah anda?
5. Apakah anda mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan ISBANBAN?
6. Bagaimana sikap relawan ISBANBAN terhadap masyarakat?
7. Apakah kegiatan yang dilakukan ISBANBAN membantu masyarakat khususnya anak-anak dalam bidang pendidikan?
8. Perubahan apa yang anda rasakan setelah adanya ISBANBAN di daerah anda?
9. Apakah yang dilakukan ISBANBAN membantu meningkatkan kesadaran pendidikan masyarakat?
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain tentang subjek. Dalam penelitian ini, dokumentasi yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan dokumen resmi berupa biografi ISBANBAN dan bahan-bahan informasi lainnya yang berasal dari sumber tertulis maupun online.