• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Seperti : angket, wawancara, pengamatan atau observasi, tes, dan dokumentasi (Arikunto, 2010: 203).

3.5.1 Keaktifan

Untuk mengumpulkan data keaktifan belajar siswa peneliti menggunakan observasi dan wawancara.

3.5.1.1 Observasi/pengamatan

Sanjaya (2010: 357) mengatakan “observasi adalah teknik penilaian

dengan cara mengamati tingkah-laku pada situasi tertentu”. Sependapat dengan Sanjaya, Uno (2007: 74) mengatakan “observasi adalah metode pengumpulan data

dengan cara mengamati tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam

melakukan suatu pekerjaan” dan Sanjaya (2009: 86) juga mengatakan ”observasi

merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal-hal yang

akan diamati atau diteliti”. Observasi dipergunakan untuk mengumpulkan data

tentang keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran. Untuk mengukur keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, peneliti menggunakan instrumen berupa lembar observasi keaktifan. Seperti yang diungkapkan Arikunto (2010:

272) “dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau belangko pengamatan sebagai instrumen. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang

Format lembar observasi keaktifan yang digunakan untuk mengukur keaktifan belajar siswa dalam proses pembelajaran disusun bersama-sama kelompok studi keaktifan dengan menentukan indikator-indikator yang akan digunakan dalam lembar observasi keaktifan. Indikator keaktifan yang akan dilihat dan diukur dalam observasi adalah: (1) bertanya kepada guru dan teman tentang materi pembelajaran IPS saat proses pembelajaran yang ditandai dengan tingkah laku/aktivitas seperti: siswa yang bertanya kepada guru bila tidak memahami persoalan, siswa bertanya kepada siswa lain bila tidak memahami persoalan, dan siswa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, (2) mengemukakan pendapat ketika berdiskusi kelompok yang ditandai dengan tingkah laku/aktivitas siswa seperti: mengemukakan gagasan secara spontan, dan melaksanakan diskusi kelompok sesuai petunjuk guru, serta (3) mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dala proses pembelajaran IPS yang ditandai dengan tingkah laku/aktivitas seperti: turut serta dalam mengerjakan tugas, dan mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan persoalan.

Peneliti melakukan observasi dengan meminta bantuan 4 teman sejawat sebagai observer yang bertugas mengamati keadaan suasana kelas, khususnya kegiatan yang menunjukan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Observer mencatat indikator-indikator yang dilakukan oleh setiap siswa saat proses pembalajaran IPS berlangsung menggunakan lembar observasi keaktifan. Observer menggunakan lembar observasi dengan memberi turus pada nama siswa yang menunjukan aktivitas kegiatan yang sesuai dengan indikator keaktifan. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam

proses pembelajaran di kelas yang akan dicatat menggunakan turus oleh observer pada lembar observasi keaktifan.

3.5.1.2 Wawancara

Wawancara ini digunakan peneliti sebagai teknik pelengkap pengumpulan

data. Suparno (2008: 50) “wawancara/ interview adalah kegiatan yang menuntut

peneliti mengadakan pembicaraan terencana terhadap siswa atau subjek yang diteliti, dengan pertanyaan lisan yang telah disiapkan untuk mendapatkan data

yang diinginkan”. Sedangkan Kunandar (2008: 157) mengatakan “wawancara

merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat memberikan informasi atau penjelasan hal-hal yang dipandang perlu dan memiliki relevansi dengan permasalahan penelitian tindakan

kelas”. Secara sederhana, wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu

(Aunurrahman, 2010: 8-26).

Peneliti melakukan percakapan dengan guru kelas V dan siswa kelas V. Menurut Arifin (2008: 158) “wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi

secara langsung guna menjelaskan suatu hal atau situasi dan kondisi tertentu, serta untuk melengkapi suatu penyelidikan ilmiah dengan mengumpulkan data yang lebih lengkap dan rinci untuk melengkapi kekurangan data dari hasil observasi”.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada guru dan siswa berupa pertanyaan berkaitan dengan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Plaosan 1 Mlati pada mata pelajaran IPS.

3.5.2 Prestasi Belajar

Untuk mengumpulkan data prestasi belajar siswa peneliti menggunakan dokumentasi (tes objektif dan rubrik penilaian hasil kerja siswa).

3.5.2.1 Dokumentasi

Kunandar (2011: 185) “ada berbagai dokumen yang membantu peneliti

dalam mengumpulkan data penelitian yang ada relevansinya dengan permasalahan dalam penelitian tindakan kelas, seperti: silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), laporan-laporan diskusi, laporan tugas siswa dan

bagian-bagian dari buku teks yang digunakan dalam pembelajaran”. Data dokumen dapat

berupa foto-foto yang menunjukan aktivitas pembelajaran siswa dikelas serta dokumen-dokumen nilai siswa dan lembar kerja siswa. Dokumen ini dipergunakan untuk mengumpulakn data tentang prestasi belajar siswa. Salah satu dokumen yang digunakan adalah dokumen tes siswa. Kunandar (2011: 186) juga mengatakan

tes adalah sejumlah pertanyaan yang disampaikan pada seseorang atau sejumlah orang untuk mengungkapkan keadaan atau tingkat perkembangan salah satu atau beberapa aspek psikologis di dalam dirinya. Aspek psikologis itu dapat berupa prestasi atau hasil belajar dan lain sebagainya. Tes dilihat dari cara pelaksanaannya dibedakan menjadi dua, yaitu: tes lisan dan tes tertulis. Ada dua jenis tes yang termasuk ke dalam tes tertulis, yakni tes essay atau uraian dan tes objektif atau pilihan ganda.

Berdasarkan penjelasan di atas peneliti menggunakan tes pilihan ganda/objektif dan rubrik penilaian untuk mengukur tingkat perkembangan dan pemahaman siswa pada aspek prestasi belajar.

3.5.2.1.1 Tes objektif/pilihan ganda

Pengumpulan data tentang prestasi belajar siswa peneliti menggunakan instrumen penelitian tes tertulis berupa pilihan ganda/objektif. Tes objektif ini merupakan alat pengukur yang banyak dipergunakan di dalam penelitian termasuk PTK, karena dalam memberikan nilai berupa angka yang tidak dipengaruhi oleh subjektivitas tester atau penilai (Kunandar, 2011: 191). Sedangkan menurut

Sanjaya, 2009: 240) “tes objektif adalah bentuk tes yang mengharapkan siswa

memilih jawaban yang sudah ditentukan, misalnya tespilihan ganda (multiple choise)”. Perumusan tes pilihan ganda/objektif dirumuskan sendiri oleh peneliti

menggunakan kisi-kisi dari indikator-indikator yang telah ditentukan. Kisi-kisi soal tes pilihan ganda/objektif selengkapnya dapat dilihat pada tabel 5.

3.5.2.1.2 Rubrik penilaian

Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut siswa melakukan tugas tertentu seperti: bermain peran, praktek olahraga, membaca pusi, bernyanyi, dll (Lapono, 2010: 5-174). Selain itu Lapono (2010: 5-195) juga mengatakan penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan siswa membuat produk, seperti: hasil karya seni, barang-barang yang terbuat dari kayu,

dll. Pembuatan produk meliputi 3 tahap dan setiap tahap perlu diadakan penilaian yaitu: tahap persiapan, pembuatan produk, dan penilaian produk. Peneliti menggunakan rubrik penilaian hasil kerja siswa untuk mengumpulkan data tentang aspek kognitif (naskah darama), psikomotor (bermain peran/role playing), dan produk (papan target). Setiap aspek dinilai menggunakan rubrik penilaian yang sudah disediakan oleh peneliti, rubrik penilaian ini ada yang digunakan untuk penilaian kelompok dan untuk penilaian individu. Proses pembelajaran menggunakan metode role playing ada beberapa hal yang harus dinilai. Uno (2012: 221) mengatakan

untuk mengukur sejauh mana bermain peran memberikan manfaat kepada pemeran dan pengamatnya ditentukan oleh tiga hal, yakni (1) kualitas pemeranan, (2) analisis yang dilakukan melalui diskusi setelah pemeranan, (3) persepsi siswa terhadap peran yang ditampilkan dibandingkan dengan situasi nyata dalam kehidupan.

Jadi peneliti membuat rubrik penilaian psikomotor (bermain peran/role playing) sesuai dengan kriteria yang ditentukan di atas untuk mengukur nilai psikomotor. Selain itu peneliti juga membuat rubrik penilaian kognitif (naskah darama) dan produk (papan target). Serta untuk memberikan penilaian pada rubrik peneliti menggunakan rumus sebagai berikut (Lapono, 2010: 5-180).

Dokumen terkait