BAB I PENDAHULUAN
1.7. Metodologi Penelitian
1.7.2. Teknik Pengumpulan Data
Topik tentang MEA 2015 dan topik tentang industri otomotif merupakan topik yang cukup umum.Ada banyak literatur yang membahas tentang topik MEA 2015, demikian juga yang membahas tentang industri otomotif. Namun, sejauh pengamatan penulis, literatur-literatur yang membahas tentang Pengaruh Pasar Tunggal MEA terhadap Industri otomotif di Asia tenggara yaitu Indonesia dan Thailand 2014-2017 masih amat langka. Berikut akan disajikan beberapa literatur yang memiliki keterkaitan tema, namun dalam beberapa hal cukup berbeda dengan penelitian yang hendak penulis lakukan .
Pertama, kajian yang dilakukan oleh Bank Indonesia berjudul “Outlook Ekonomi Indonesia; Integrasi Ekonomi ASEAN dan Prospek Perekonomian Nasional”18
18 Bank Indonesia, Outlook Ekonomi Indonesia; Integrasi Ekonomi ASEAN dan Prospek Perekonomian Nasional, Biro Riset Ekonomi Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter, Bank Indonesia, Jakarta, Januari 2008.
.Kajian ini disusun berdasar pada roundtable discussion padaberbagai Focus Group Discussion yang dilakukan antara berbagai pihak, diantaranya Departemen Keuangan, Departemen Perdagangan, BAPPENAS, IPB, LIPI, CSIS,
KADIN, GAIKINDO, dan API. Pendekatan analisis penelitian ini merupakan analisis ekonomi dan merupakan kesimpulan dari tim peneliti ekonomi.
Paparan tentang peta ekonomi beserta tantangan dan peluang ekonomi Indonesia nampak jelas dalam penelitian ini. Titik lemah dalam kajian ini, meski peta-peta tampak dijelaskan akan tetapi belum ada rumusan upaya-upaya strategis dalam bentuk kebijakan. Kebijakan diserahkan kepada otoritas kebijakan sehingga kajian ini lebih tepat disebut peta ekonomi.Sebagai peta, paparan dalam temuan kajiannya harus dikembangkan.Selain itu, kajian ini juga tidak mengangkat secara khusus tentangdampak pengaruh pasar tunggal MEA terhadap Industri otomotif Indonesia pasca MEA 2014-2017.
Kedua, kajian berjudul “Integrasi Ekonomi Regional Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015: Kajian mengenai kesiapan Indonesia menghadapi Free Flow of Goods sebagai implementasi dari Single Market and Production Base” oleh Solikhatun Isnaini19
19Solikhatun Isnaini , Integrasi Ekonomi Regional Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015:
Kajian mengenai kesiapan Indonesia menghadapi Free Flow of Goods sebagai implementasi dari Single Market and Production Base, Fakultas Hukum, Universitas Jendral Sudirman, Purwokerto, 2013.
. Penelitian ini berupaya untuk melihat pengaturan integrasi ekonomi regional ASEAN menurut Hukum Internasional. Fokus laindalam pendekatan hukum ini juga untuk melihat bagaimana persiapan pemerintah Indonesia menghadapi integrasi ekonomi regional dalam mempersiapakan dasar hukum pemberlakuannya. Hasilnya, diantara negara-negara ASEAN, pemerintah Indonesia menjadi negara-negara yang cukup terlambat dalam mempersiapkan aturanhukum dalam persaingan ekonomi ASEAN tersebut.Karena berfokus pada kajian hukum, penelitian ini pun luput untuk
mengangkat tema dampak pengaruh pasar tunggal MEA terhadap Industri otomotif Indonesia dan Thailand pasca MEA 2014-2017.
Ketiga,penelitian yang berjudul Implementasi Integrasi Ekonomi ASEAN 2015 Terhadap Ekonomi Indonesia yang ditulis oleh Jose Fernandes dan Roos K.
Andadari20
Keempat, buku “Menuju ASEAN Economic Community” yang diterbitkan oleh Kementrian Perdagangan
.Kajian ini juga melakukan kajian tentang implementasi integrasi ekonomi ASEAN terhadap ekonomi Indonesia. Kajian yang dilakukan bersifat futuristik atau berdasar pada prediksi-prediksi masa depan ekonomi Indonesia pasca diberlakukannya MEA 2015. Namun, buku ini juga tidak menyinggung tentang bagaimana dampak pengaruh pasar tunggal MEA terhadap Industri otomotif Indonesia pasca MEA 2014-2017.
21
20Jose Fernandes dan Roos K. Andadari, Dampak Integrasi Ekonomi ASEAN 2015 Terhadap Ekonomi Indonesia, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana, Semarang, 2013.
21Kementrian Perdagangan RI, Menuju ASEAN Economic Community 2015, Direktur Jendral Perdagangan Internasional, Jakarta 2013.
.Seperti halnya kajian Jose Fernandes dan Roos K.
Andadari, buku Kementrian Perdagangan ini juga bersifat futuristik, tetapi agak bertolak belakang. Kajian Jose Fernandes dan Roos K. Andadari lebih banyak menyampaikan tentang kekhawatiran akan masa depan ekonomi Indonesia karena pemerintah belum dianggap serius, maka sebaliknya Kementrian perdagangan justru lebih menampilkan optimisme masa depan ekonomi Indonesia dalam berbagai sektor dengan upaya-upaya yang sudah dilakukan. Seperti juga kajian futuristik sebelumnya buku ini tidak membahas secara spesifik tentangdampak
pengaruh pasar tunggal MEA terhadap Industri otomotif Indonesia dan Thailand pasca MEA 2014-2017.
Kelima,penelitian Patrick Kuntara Harpranata Silangit yang berjudul
“Langkah Strategis Ekonomi Indonesia Menghadapi ME ASEAN 2015“.22
22Kuntara Harpranata Silangit, Langkah Strategis Ekonomi Indonesia Menghadapi ME ASEAN 2015, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 2013.
Patrick mengungkapkan strategi kebijakan berkaitan dengan peningkatan daya saing produk Indonesia dalam menghadapi MEA ASEAN 2015 berdasar analisis dari roadmap HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), setidaknya terdapat tiga indikator yang digunakan untuk meraba posisi Indonesia di ekonomi ASEAN.
Pertama, pangsa ekspor Indonesia ke negara-negara ASEAN cukup besar. Nilai ekspor Indonesia ke Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand mencapai 13,9 % dari total ekspor Indonesia pada 2005.
Kedua, daya saing ekonomi Indonesia lebih buruk dibandingkan negara ASEAN lainnya. Sebagaimana yang dilaporkan olehWorld Economic Forum dalam Global Competitiveness Index 2011-2012, peringkat Indonesia turun menjadi peringkat 46 dari peringkat 44 pada 2010. Ketiga, percepatan investasi di Indonesia tertinggal bila dibandingkan negara ASEAN lainnya.Selain akibat dari sisa krisis ekonomi, rendahnya investasi dipicu pula oleh buruknya infrastruktur ekonomi, kelambanan birokrasi dan mahalnya izin usaha.Namun, penelitian ini juga masih belum membahas secara memadai tentangbagaimana dampak pengaruh pasar tunggal MEA terhadap Industri otomotif Indonesia pasca MEA 2014-2017.
Keenam,tesis Muhtar Rasyid yang berjudul Kinerja sektor industri otomotif berdasarkan indiaktor price-cost margin di Indonesia, 1999-2006.23
Ketujuh, tesis Enggar Furi Herdianto yang berjudul Industri Otomotif Thailand Dan Indonesia: Analisis Rent.
Tesis ini menganalisis trend kinerja industri otomotif dan menguji pengaruh market share, intensitas kapital, intensitas impor serta produktivitas tenaga kerja terhadap kinerja industri otomotif nasional. Indikator price-cost margin digunakanuntuk mengukur kinerja industri otomotif Indonesia tahun 1999-2006. Namun, meski sudah membahas tentang indutri otomotif Indonesia, tesis tersebut sama sekali tidak mengulas tentang keterkaitan industri otomotif dengan MEA 2015, terlebih tentangbagaimana dampak pengaruh pasar tunggal MEA terhadap Industri otomotif Indonesia pasca MEA 2014-2017.
24
Melihat tidak adanya literatur yang membahas secara spesifik tentang, bagaimana dampak pengaruh pasar tunggal MEA terhadap Industri otomotif Tesis ini membahas efektivitas upgrading industri otomotif Thailand dan Indonesia melalui prespektif global value chain, serta pelajaran apa yang dapat Indonesia dapat pelajari dari perkembangan Thailand. Namun, karena berfokus pada upgrading industri otomotif Thailand dan Indonesia, tema tentangbagaimana dampak pengaruh pasar tunggal MEA terhadap Industri otomotif Indonesia pasca MEA 2013-2017.
23Muhtar Rasyid, Kinerja sektor industri otomotif berdasarkan indiaktor price-cost margin di Indonesia, 1999-2006, Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan UGM, 2009.
24Enggar Furi Herdianto, Industri Otomotif Thailand Dan Indonesia: Analisis Rent, Hubungan Internasional UGM, 2013.
Indonesia dan Thailand pasca MEA 2014-2017maka penelitian ini pun menjadi amat relevan untuk dilakukan.