BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan cara peneliti untuk mengumpulkan data yang akan dilakukan dalam penelitian (Hidayat, 2007). Menurut Arikunto (2010), data adalah hasil pencatatan peneliti, baik yang berupa fakta maupun angka.
Berdasarkan cara memperoleh data dibagi menjadi 2 yaitu data primer dan data sekunder (Riwidikdo, 2013).
1. Data Primer
Data primer adalah secara langsung diambil dari objek / objek penelitian oleh peneliti perorangan maupun organisasi (Riwidikdo, 2013).
a. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik dipergunakan untuk mengetahui keadaan pasien secara sistematis, antara lain :
1) Inspeksi
Inspeksi adalah suatu tindakan pemeriksa dengan menggunakan indera penglihatannya untuk mendeteksi karakteristik normal atau tanda tertentu dari bagian tubuh atau fungsi tubuh pasien. Inspeksi digunakan untuk mendeteksi bentuk, warna, posisi, ukuran, tumor dan lainnya dari tubuh pasien (Ambarwati dan Sunarsih, 2009). Pada kasus ibu hamil dengan
abortus inkomplit mengalami perdarahan sedang hingga banyak,
kadang-kadang keluar gumpalan darah (Pudiastuti, 2012). Pada kasus ini ibu mengeluarkan darah, nyeri perut bagian bawah dan keluar jaringan seperti gajih.
2) Palpasi
Palpasi adalah suatu tindakan pemeriksaan yang dilakukan dengan indera perabaan dan penekanan bagian tubuh dengan menggunakan jari atau tangan. Palpasi dapat digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh, adanya getaran, pergerakan, bentuk, konsistensi dan ukuran (Ambarwati dan Sunarsih, 2009). Pada kasus abortus inkomplit pada pemeriksaan leopold I uterus sesuai masa kehamilan (Rukiyah dan Yulianti, 2010). Pada kasus ini tinggi fundus uterus tidak teraba.
3) Auskultasi
Auskultasi adalah suatu tindakan pemeriksaan dengan cara mendengarkan bunyi yang terbentuk didalam organ tubuh. Hal ini dimaksudkan untuk mendeteksi adanya kelainan dengan cara membandingkan dengan bunyi normal. Auskultasi yang dilakukan di dada untuk mendengar suara napas dan bila dilakukan di abdomen mendengarkan suara bising usus (Ambarwati dan Sunarsih, 2009). Pada kasus ini DJJ tidak terdengar.
4) Perkusi
Perkusi adalah suatu tindakan pemeriksaan dengan mendengarkan bunyi getaran/ gelombang suara yang dihantarkan kepermukaan tubuh dari bagian tubuh yang diperiksa. Pemeriksaan dilakukan dengan ketokan jari atau tangan pada permukaan tubuh (Ambarwati dan Sunarsih, 2009). Pada kasus ini Reflek Patella kanan dan kiri positif.
b. Wawancara
Wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data, di mana peneliti mendapatkan keterangan atau informasi secara lisan dari seseorang sasaran penelitian (responden), atau bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang tersebut (face to face) (Notoatmodjo, 2012).
Wawancara pada kasus ini dilakukan pada pasien, keluarga dan tenaga kesehatan dengan menggunakan format asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan Abortus Inkomplit.
c. Observasi
Observasi adalah suatu hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya rangsangan. Mula-mula rangsangan dari luar mengenai indra, dan terjadilah pengindraan, kemudian apabila rangsangan tersebut menarik perhatian akan dilanjutkan dengan adanya pengamatan (Notoatmodjo, 2012).
Pelaksanaan Observasi meliputi Keadaan Umum, Kesadaran, Tekanan darah, nadi, respirasi, suhu dan pengeluaran pervaginam.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian. Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun non komersial (Riwidikdo, 2013).
a) Dokumentasi
Dokumentasi adalah semua bentuk sumber informasi yang berhubungan dengan dokumentasi resmi maupun dokumentasi tidak resmi (Notoatmodjo, 2012). Dalam pengambilan kasus abortus
inkomplit menggunakan dokumentasi dari catatan rekam medis di
b) Studi kepustakaan
Studi kepustakaan adalah memperoleh berbagai informasi berita berupa teori-teori, generalisasi maupun konsep yang dikemukakan oleh berbagai ahli dan buku-buku sumber yang ada (Notoatmodjo, 2012). Studi kepustakaan yang digunakan dalam pembuatan studi kasus ini diambil dari referensi tahun 2007 - 2014. G. Alat – alat yang dibutuhkan
Dalam penelitian ini terdiri dari berbagai tindakan, sehingga alat yang digunakan berbeda-beda dalam setiap tindakan.
1. Pemeriksaan dan anamnesis a. Lembar panduan observasi b. Tensi meter dan stetoskop c. Thermometer
2. Curretage
a. Speculum dua buah b. Sonde uterus
c. Cunam muzeum atau cunam porsio d. Berbagai ukuran busi (dilatators) Hegar
e. Bermacam-macam ukuran sendok kerokan (kuret) f. Cunam abortus kecil dan besar
g. Pinset dan klem h. Kain steril
3. Wawancara
a) Lembar pengkajian b) Buku tulis
c) Alat tulis
H. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian adalah dalam bagian ini diuraikan langkah-langkah kegiatan dari mulai menyusun proposal penelitian, sampai dengan penulisan laporan penelitian, beserta waktu berjalan atau berlangsungnya tiap kegiatan tersebut (Notoatmodjo, 2012). Jadwal pelaksanaan studi kasus terlampir.
50 BAB IV
TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN
A. Tinjauan Kasus
Asuhan Kebidanan Ibu Hamil Pada Ny. E G1P0A0 Umur 23 Tahun Hamil 9+5 Minggu Dengan Abortus Inkomplit
Di RSU Assalam Gemolong Sragen
Ruang : VK
Tanggal masuk : 15 April 2015 No. Register : 092789 1. PENGKAJIAN
a. IDENTITAS PASIEN IDENTITAS SUAMI
1) Nama : Ny. E Nama : Tn. F
2) Umur : 23 tahun Umur : 23 tahun
3) Agama : Islam Agama : Islam
4) Suku Bangsa : Jawa,Indonesia Suku Bangsa : Jawa,Indonesia 5) Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
6) Pekerjaan ; Swasta Pekerjaan : Swasta 7) Alamat : Giriroto RT 01 Girimargo, Miri
b. ANAMNESA (DATA SUBYEKTIF)
Tanggal : 15 April 2015 Pukul : 04.30 WIB 1) Keluhan utama pada waktu masuk :
Ibu mengatakan keluar darah, nyeri perut bagian bawah dan keluar jaringan seperti gajih.
2) Riwayat menstruasi
a) Menarche :Ibu mengatakan haid pertama umur 12 tahun
b) Siklus : Ibu mengatakan siklus haidnya ± 28 hari c) Lama : Ibu mengatakan lama haidnya 7 hari d) Banyaknya : Ibu mengatakan ganti pembalut 2x sehari e) Teratur / tidak : Ibu mengatakan haidnya teratur
f) Sifat darah : Ibu mengatakan sifat darah haidnya encer g) Dismenorhoe :Ibu mengatakan tidak nyeri perut saat
menstruasi yang sampai mengganggu aktivitas.
3) Riwayat hamil ini
a) HPHT : Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir tanggal 6 Februari 2015.
b) Gerakan janin : Ibu mengatakan belum merasakan ada gerakan janin.
c) Vitamin / jamu yang dikonsumsi :
Ibu mengatakan mengkonsumsi vitamin dari bidan dan tidak mengkonsumsi jamu.
d) Keluhan-keluhan pada
Trimester I : Ibu mengatakan mual dan pusing. Trimester II : Belum dilakukan
Trimester III : Belum dilakukan
e) ANC :Ibu mengatakan 1x di bidan pada umur kehamilan 6 minggu
f) Penyuluhan yang pernah didapat :
Ibu mengatakan belum mendapatkan penyuluhan apapun g) Imunisasi TT :
Ibu mengatakan sudah mendapatkan imunisasi TT 1x pada saat mau menikah (capeng)
h) Kekhawatiran khusus :
Ibu mengatakan cemas karena keluar darah dari jalan lahirnya.
4) Riwayat penyakit
a) Riwayat penyakit sekarang :
Ibu mengatakan saat ini tidak sedang tidak menderita penyakit apapun seperti demam, flu, dan batuk
b) Riwayat penyakit sistemik
(1) Jantung :Ibu mengatakan tidak sering berdebar-debar di dada bagian kiri, tidak pernah merasakan nyeri pada dada bagian kiri dan tidak keluar dingin pada telapak tangan saat beraktifitas ringan
(2) Ginjal :Ibu mengatakan tidak pernah nyeri tekan pada pada pinggang kanan dan kiri serta tidak nyeri saat buang air kecil
(3) Asma / TBC :Ibu mengatakan tidak pernah mengalami sesak nafas dan tidak pernah batuk yang berkepanjangan dalam waktu lebih dari 2 minggu (4) Hepatitis :Ibu mengatakan tidak pernah
mengalami perubahan warna kuning pada mata, kulit dan kuku
(5) DM :Ibu mengatakan tidak pernah sering lapar, haus dan buang air kecil lebih dari 6 kali dalam waktu semalam (6) Hipertensi :Ibu mengatakan tidak pernah
140/90 mmHg dan sakit kepala yang menetap
(7) Epilepsi :Ibu mengatakan tidak pernah mengalami kejang sampai mengeluarkan busa dari mulutnya (8) Lain-lain : Ibu mengatakan tidak pernah
menderita penyakit lainnya, seperti malaria, demam berdarah dan HIV/AIDS
c) Riwayat penyakit keluarga :
Ibu mengatakan dari pihak keluarga maupun keluarga suami tidak ada yang memiliki riwayat penyakit menurun (DM, hipertensi, jantung) dan penyakit menular (hepatitis, TBC, epilepsi)
d) Riwayat keturunan kembar :
Ibu mengatakan dari pihak keluarga maupun keluarga suami tidak ada yang memiliki keturunan kembar
e) Riwayat operasi :
Ibu mengatakan belum pernah mengalami operasi apapun 5) Riwayat Perkawinan
a) Status perkawinan : Sah kawin 1 kali
b) Kawin I : Umur 23 tahun, dengan suami umur 23 tahun
Lamanya : 6 bulan 6) Riwayat Keluarga Berencana :
Ibu mengatakan belum pernah menggunakan alat kontrasepsi apapun
7) Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu No Tgl/thn partus Tempat partus UK (bln) Jenis partu s Peno
long Anak Nifas Keadaan anak
sekarang Jenis BB PB Keada an Lakta si 1 Hamil sekarang
8) Pola kebiasaan sehari-hari a) Nutrisi
Sebelum hamil : Ibu mengatakan makan 3 kali sehari porsi sedang menu nasi, sayur, lauk dan minum air putih ± 8 gelas per hari Selama hamil : Ibu mengatakan makan sedikit tapi
sering menu nasi, sayur, lauk dan minum air putih ± 8 gelas per hari dan minum 1 gelas susu.
b) Eliminasi
Sebelum hamil : Ibu mengatakan BAB 1 kali sehari konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan dan BAK 3-4 kali sehari warna kuning jernih , bau khas urine
Selama hamil : Ibu mengatakan BAB 1 kali sehari konsistensi lunak, warna kuning kecoklatan dan BAK 5-7 kali sehari warna kuning jernih, bau khas urine c) Aktifitas
Sebelum hamil : Ibu mengatakan sebelum hamil mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari
Selama hamil : Ibu mengatakan saat hamil mengurangi pekerjaan rumah
d) Istirahat / Tidur
Sebelum hamil : Ibu mengatakan tidur siang 1 jam dan tidur malam 7 jam
Selama hamil : Ibu mengatakan tidur siang 2 jam dan tidur malam 8 jam
e) Seksualitas
Sebelum hamil : Ibu mengatakan melakukan hubungan seksual 2 kali dalam seminggu
Selama hamil : Ibu mengatakan tidak melakukan hubungan seksual selamaa hamil
f) Personal Hygiene
Sebelum hamil : Ibu mengatakan mandi, gosok gigi, ganti pakaian luar dan dalam 2 kali sehari dan keramas seminggu 3 kali Selama hamil : Ibu mengatakan mandi, gosok gigi,
ganti pakaian luar dan dalam 2 kali sehari dan keramas seminggu 3 kali g) Psikososial budaya
(1) Perasaan tentang kehamilan ini :
Ibu mengatakan cemas dengan kehamilan ini (2) Kehamilan ini direncanakan / tidak :
Ibu mengatakan kehamilan ini direncanakan (3) Jenis kelamin yang diharapkan :
Ibu mengatakan jenis kelamin yang diharapkan laki-laki (4) Dukungan keluarga terhadap kehamilan ini :
Ibu mengatakan suami dan keluarga sangat mendukung kehamilannya
(5) Keluarga lain yang tinggal serumah :
Ibu mengatakan tinggal dengan orang tuanya (6) Pantangan makanan :
(7) Kebiasaan adat istiadat dalam kehamilan :
Ibu mengatakan ada adat istiadat dalam kehamilan yaitu mitoni pada usia kehamilan 7 bulan
h) Penggunaan obat-obatan / rokok :
Ibu mengatakan tidak mengkonsumsi obat-obatan kecuali dari bidan dan ibu tidak merokok tetapi suami merokok.
c. PEMERIKSAAN FISIK (DATA OBYEKTIF) 1) Status Generalis
a) Keadaan Umum : Baik
b) Kesadaran : Composmentis c) TTV : TD : 100/80 mmHg N : 80 x/m R :20 x/m S : 36 0C d) TB : 165 cm e) BB sebelum hamil : 51 kg f) BB sekarang : 52 kg g) LLA : 24 cm 2) Pemeriksaan Sistematis a) Kepala
(1) Rambut : Bersih, hitam, lurus, tidak ada ketombe
(2) Muka : Bersih, tidak oedema, tidak ada
(3) Mata
(a) Oedema : Tidak oedema (b) Conjungtiva : Merah muda (c) Sklera : Putih
(4) Hidung : Bersih, tidak ada benjolan, tidak ada sekret
(5) Telinga : Simetris, tidak ada serumen (6) Mulut / gigi / gusi : Bersih, tidak stomatitis, tidak ada
caries dan gusi tidak berdarah
b) Leher
(1) Kelenjar Gondok : Tidak ada pembesaran (2) Tumor : Tidak ada benjolan (3) Pembesaran : Tidak ada pembesaran
Kelenjar Limfe c) Dada dan Axilla
(1) Mammae
(a) Membesar : Normal
(b) Tumor : Tidak ada benjolan (c) Simetris : Kanan dan kiri simetris (d) Areola : Hiperpigmentasi (e) Puting susu : Menonjol (f) Kolostrum : Belum keluar
(2) Axilla
(a) Benjolan : Tidak ada benjolan (b) Nyeri : Tidak ada nyeri tekan d) Ekstremitas
(1) Atas : Simetris, tidak oedema, jari tangan lengkap, tidak ada kelainan
(2) Bawah
(a) Varices : Tidak ada varices (b) Oedema : Tidak ada oedema (c) Reflek Patella : Kanan dan Kiri Positif
(d) Kuku : Bersih, pendek dan berwarna merah muda
3) Pemeriksaan Khusus Obstetri (Lokalis) a) Abdomen
(1) Inspeksi
(a) Pembesaran Perut :Sesuai dengan umur kehamilan (b) Bentuk perut : Memanjang
(c) Linea alba / nigra : Tidak ada linea (d) Strie albican / livide : Tidak ada strie (e) Kelainan : Tidak ada kelainan
(f) Pergerakan janin : Tidak ada pergerakan janin (2) Palpasi
(b) Leopold I : Tidak dilakukan (c) Leopold II : Tidak dilakukan (d) Leopold III : Tidak dilakukan (e) Leopold IV : Tidak dilakukan (f) TFU Mc Donald : Tidak teraba
(g) TBJ : Tidak dilakukan
(3) Auskultasi
DJJ : Punctum maximum : Tidak dilakukan Frekuensi : Tidak dilakukan Teratur / Tidak : Tidak dilakukan b) Pemeriksaan Panggul
(1) Kesan panggul : Tidak dilakukan (2) Distantia Spinarum : Tidak dilakukan (3) Distantia Kristarum : Tidak dilakukan (4) Konjugata Eksterna : Tidak dilakukan (5) Lingkar Panggul : Tidak dilakukan c) Anogenital
(1) Vulva Vagina
(a) Varices : Tidak ada varices
(b) Luka : Tidak ada luka
(c) Kemerahan : Tidak ada kemerahan (d) Nyeri : Tidak ada nyeri tekan (e) Kelenjar Bartolini : Tidak ada pembesaran
(f) Pengeluaran Pervaginam : Keluar jaringan/sebagian (2) Pemeriksaan Dalam
(a) Dinding Vagina : Normal
(b) OUE : Terbuka
(c) Portio : Lunak
(3) Perineum
(a) Bekas Luka : Tidak ada bekas luka (b) Lain – lain : Tidak ada kelainan (4) Anus
(a) Haemoroid : Tidak ada haemoroid (b) Lain – lain : Tidak ada kelainan 4) Pemeriksaan Penunjang
a) Pemeriksaan Laboratorium : Pemeriksaan Hb 13,7 gr/dL b) Pemeriksaan penunjan lain :
Pemeriksaan USG pada cavum uteri terdapat gambaran amorf yang menyokong adanya sisa abortus, DJJ negatif
2. INTERPRETASI DATA
Tanggal :15 April 2015 Pukul:05.00 WIB A. Diagnosa Kebidanan
Ny.E G1P0A0 umur 23 tahun umur kehamilan 9+5 minggu dengan
Data Dasar : DS :
1. Ibu mengatakan bernama Ny. E dan berumur 23 tahun 2. Ibu mengatakan ini kehamilan yang pertama
3. Ibu mengatakan hari pertama haid terakhir pada tanggal 6 Februari 2015
4. Ibu mengatakan tadi pagi jam 04.30 WIB mengeluarkan darah, nyeri perut bagian bawah, keluar jaringan seperti gajih
DO :
1. Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
TTV : TD :100/80 mmHg N : 80 x/menit R : 20 x/menit S : 36 0C 2. Pemeriksaan Abdomen : TFU tidak teraba, massa negatif
DJJ : Negatif
3. Pemeriksaan Dalam
Dinding Rahim : Normal
OUE : Terbuka
Portio : Lunak
4. Pemeriksaan USG : Pada cavum uteri terdapat gambaran amorf yang menyokong adanya sisa abortus, DJJ negatif
B. Masalah
Ibu mengatakan cemas karena ada darah yang keluar dari jalan lahir dan perutnya terasa nyeri
C. Kebutuhan
Memberi dukungan moril dan memberitahu tentang abortus inkomplit
3. DIAGNOSA POTENSIAL
Terjadi syok hipovolemik dan perdarahan
4. TINDAKAN SEGERA
Melakukan Kolaborasi dengan dokter Sp.OG untuk tindakan curretage
5. RENCANA TINDAKAN
Tanggal : 15 April 2015 Pukul : 05.10 WIB
1. Jelaskan pada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan dan tindakan yang akan dilakukan
2. Berikan motivasi dan dukungan moril kepada ibu
3. Lakukan informed consent untuk melakukan tindakan curretage 4. Observasi Keadaan umum dan Vital sign
5. Observasi perdarahan
6. Siapkan pra tindakan curretage a. Puasakan pasien
c. Siapkan tindakan curretage
d. Siapkan anastesi (Ketalar 20 mg dan ketamin 20 mg)
e. Tindakan curretage akan dilakukan pukul 10.10 WIB oleh dokter SpOG
6. IMPLEMENTASI / PELAKSANAAN
Tanggal : 15 April 2015 Pukul : 05.20 WIB
1. Menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu mengalami abortus inkomplit yaitu pengeluaran hasil konsepsi (janin) sebelum umur kehamilan 20 minggu dan masih ada sisa yang tertinggal di dalam rahim dan tindakan yang akan dilakukan yaitu Curretage
2. Memberikan motivasi dan dukungan moril kepada ibu dengan keadaan yang sedang dialaminya
3. Melakukan informed consent untuk melakukan tindakan curretage 4. Mengobservasi Keadaan umum dan Vital sign
5. Mengobservasi perdarahan
6. Menyiapkan pra tindakan curretage
a. Menganjurkan pasien untuk puasa mulai pukul 08.00-10.00 WIB
b. Memasang infus RL 20 tetes per menit c. Menyiapkan alat untuk tindakan curretage
2) Spekulum sym anterior dan sym posterior 3) Sonde uterus 4) Tampon tang 5) Tang abortus 6) Kassa steril 7) Kapas steril 8) Air savlon 9) Kom betadine 10) Lampu sorot 11) Sarung tangan steril 12) Duk steril
d. Menyiapkan anastesi (Ketalar 20 mg dan Ketamin 20 mg) e. Tindakan curretage akan dilakukan pukul 10.10 WIB oleh
dokter Sp.OG
7. EVALUASI
Tanggal : 15 April 2015 Pukul : 07.30 WIB
1. Ibu dan keluarga sudah mengetahui hasil pemeriksaan dan mengerti bahwa akan dilakukan tindakan curretage
2. Motivasi dan dukungan moril pada ibu telah dilakukan dan ibu menerima keadaan yang sedang dialaminya
3. Keluarga sudah menyetujui dan menandatangani informed consent untuk dilakukan curretage
4. Hasil observasi keadaan umum dan Vital sign pukul 07.00 WIB : a. Keadaan Umum : Baik
b. Kesadaran : Composmentis c. Vital Sign : TD : 100/70 mmHg Nadi : 84 x/menit Respirasi : 24 x/menit Suhu : 36,6 0C 5. Jumlah perdarahan ± 50 cc
6. Telah disiapkan tindakan pra curretage
a. Pasien akan puasa dari pukul 08.00 – 10.00 WIB b. Telah terpasang infus RL 20 tpm pada tangan kiri c. Alat curretage sudah disiapkan
1) Sendok curretage
2) Spekulum sym anterior dan sym posterior 3) Sonde uterus 4) Tampon tang 5) Tang abortus 6) Kassa steril 7) Kapas steril 8) Air savlon 9) Kom betadine 10) Lampu sorot
11) Sarung tangan steril 12) Duk steril
d. Obat anastesi sudah siap (ketalar 20 mg dan ketamin 20 mg) e. Curretage akan dilaksanakan pukul 10.10 WIB oleh dokter
DATA PERKEMBANGAN I
Tanggal : 15 April 2015 Pukul : 09.30 WIB
S : Data Subyektif
1. Ibu mengatakan siap untuk dilakukan curretage 2. Ibu mengatakan sudah puasa mulai pukul 08.00 WIB 3. Ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah
4. Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah O : Data Obyektif
1. Keadaan Umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. Vital Sign : TD : 100/80 mmHg Nadi : 80 x/menit Respirasi : 20 x/menit Suhu : 36 0C
4. Abdomen : TFU tidak teraba, massa negatif 5. Pengeluaran pervaginam: Darah ± 50 cc
6. Infus RL masih terpasang 20 tetes per menit A : Assesment
P : Planning
Tanggal : 15 April 2015 Pukul : 10.05 WIB
1. Mengobservasi pengeluaran pervaginam sebelum dilakukan
curretage
2. Melakukan kolaborasi dengan dokter anastesi untuk segera dilakukan anastesi (Katalar 20 mg dan ketamin 20 mg)
3. Melakukan tindakan curretage : a) Memposisikan pasien litotomi
b) Mengintruksikan asisten untuk memberikan sedatif dan analgetik c) Memastikan kandung kemih kosong
d) Cuci tangan
e) Menyalakan dan mengarahkan lampu sorot ke arah genetalia f) Memakai sarung tangan
g) Melakukan vulva hygiene h) Memasang spekulum
i) Mengusap vagina dan serviks dengan larutan antiseptik menggunakan tampon tang
j) Menjepit serviks dengan tenakulum k) Mengeluarkan spekulum atas
m) Memegang gagang sendok kuret dengan ibu jari dan telunjuk lalu masukkan ujung sendok kuret melalui kanalis servikalis ke dalam uterus hingga menyentuh fundus uterus
n) Melakukan kerokan dinding uterus hingga bersih o) Mengeluarkan semua jaringan dan bersihkan darah yang
mengenai lumen vagina bagian belakang p) Melepaskan jepitan tenakulum pada serviks q) Melepas spekulum bawah
r) Membereskan alat dan membersihkan pasien s) Melepas sarung tangan
t) Cuci tangan
4. Mengobservasi post curretage 5. Membereskan alat dan tempat tidur 6. Membersihkan ibu
Evaluasi :
Tanggal : 15 April 2015 Pukul : 10.20 WIB 1. Jumlah perdarahan sebelum curettage ± 50 cc
2. Curretage sudah selesai pukul 10.20 WIB dengan hasil tindakan
curretage berupa stosel dan pasien masih dalam pengaruh obat
anastesi
3. Hasil post curretage : a) Keadaan Umum : Baik
b) Kesadaran : Pasien masih dalam pengaruh obat anastesi c) PPV : ± 20 cc
DATA PERKEMBANGAN II
Tanggal : 15 April 2015 Pukul : 13.00 WIB
S : Data Subyektif
1. Ibu mengatakan perutnya terasa mules 2. Ibu mengatakan kepalanya sedikit pusing O : Data Obyektif
1. Keadaan Umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. Vital Sign : TD : 100/80 mmHg Respirasi : 20 x/menit Nadi : 86 x/menit Suhu : 36 0C 4. Abdomen : Kontraksi uterus keras 5. Pengeluaran pervaginam : Darah ± 30 cc 6. Infus RL masih terpasang 20 tetes per menit A : Assesment
Ny. E P0A1 umur 23 tahun post curretage abortus inkomplit P : Planning
1. Mengobservasi pengeluaran pervaginam 2. Mengobservasi tetesan infus
3. Memindahkan pasien ke bangsal 4. Memberikan terapi oral post curretage :
a. Amoxcillin 500 mg 3x1 b. Sanmol 500 mg 3x1 c. Sulfat Ferosus 500 mg 3x1 d. Metil ergometrin 500 mg 3x1
Evaluasi :
Tanggal : 15 April 2015 Pukul : 14.00 WIB
1. Jumlah pengeluaran pervaginam ± 30 cc 2. Infus masih terpasang 20 tetes per menit 3. Pasien sudah pindah ke bangsal
4. Terapi telah diberikan kepada ibu dan ibu bersedia untuk minum secara teratur :
a. Amoxcillin 500 mg 3x1 b. Sanmol 500 mg 3x1 c. Sulfat Ferosus 500 mg 3x1 d. Metil ergometrin 500 mg 3x1
DATA PERKEMBANGAN III
Tanggal : 16 April 2015 Pukul : 09.00 WIB
S : Data Subyektif
1. Ibu mengatakan perutnya masih mules 2. Ibu mengatakan masih mengeluarkan darah O : Data Obyektif
1. Keadaan Umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. Vital Sign : Tekanan Darah : 110/80 mmHg Respirasi : 20 x/menit Nadi : 88 x/menit Suhu : 36,5 0C 4. Abdomen : Kontraksi uterus keras
5. Pengeluaran pervaginam : Darah ± 30 cc dengan warna merah kehitaman dan encer
6. Infus RL masih terpasang 20 tetes per menit A : Assesment
Ny. E P0A1 umur 23 tahun 1 hari post curretage abortus inkomplit P : Planning
Tanggal : 16 april 1015 Pukul : 09.10 WIB 1. Mengobservasi pengeluaran pervaginam
2. Memantau tetesan infus
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan post curretage yaitu ibu harus menjaga kebersihan genetalianya, tidak melakukan aktifitas terlalu berat, tidak melakukan hubungan intim untuk jangka waktu yang tertentu sampai keluhannya benar-benar hilang, dan meminum obat secara teratur
4. Menganjurkan ibu untuk banyak istirahat 5. Memberikan terapi oral :
a. Amoxcillin 500 mg 3x1 b. Sulfat ferosus 500 mg 3x1 c. Metil ergometrin 500 mg 3x1
6. Menganjurkan ibu dan keluarga untuk menghubungi petugas kesehatan apabila sewaktu-waktu ada keluhan
Evaluasi :
Tanggal : 16 April 2015 pukul : 09.45 WIB
1. Jumlah pengeluaran pervaginam ± 30 cc 2. Infus masih terpasang 20 tetes per menit
3. Ibu sudah mengerti tentang perawatan post curretage 4. Ibu bersedia untuk istirahat
5. Terapi telah diberikan kepada ibu dan ibu bersedia untuk minum secara teratur :
a. Amoxcillin 500 mg 3x1 b. Sulfat ferosus 500 mg 3x1 c. Metil ergometrin 500 mg 3x1
6. Ibu dan keluarga bersedia untuk menghubungi petugas kesehatan apabila sewaktu-waktu ada keluhan
DATA PERKEMBANGAN IV
Tanggal : 17 April 2015 Pukul : 08.00 WIB
S : Data Subyektif
1. Ibu mengatakan perutnya masih sedikit mules
2. Ibu mengatakan mengatakan masih mengeluarkan darah berupa flek-flek
3. Ibu mengatakan ingin pulang O : Data Obyektif
1. Keadaan Umum : Baik
2. Kesadaran : Composmentis
3. Vital Sign : Tekanan Darah : 110/70 mmHg Nadi : 86 x/menit Respirasi : 20 x/menit Suhu :36 0C 4. Abdomen : Uterus teraba keras
5. Inspeksi : Pengeluaran pervaginam berupa flek-flek A : Assesment
P : Planning
Tanggal : 17 April 2015 Pukul : 08.10 WIB 1. Mengobservasi pengeluaran pervaginam
2. Menganjurkan ibu untuk tetap menjaga kebersihan alat genetalianya 3. Melepas infus
4. Memberitahu ibu boleh hamil kembali apabila kondisi organ reproduksi nya sudah baik yaitu 3 bulan pasca keguguran, ditambah dengan masa subur yang tidak bermasalah dan jika ibu sudah siap hamil lagi
5. Melanjutkan terapi oral : a. Amoxcillin 500 mg 3x1 b. Sulfat ferosus 500 mg 3x1 c. Metil ergometrin 500 mg 3x1 6. Membantu ibu untuk persiapan pulang
Evaluasi :
Tanggal : 17 April 2015 Pukul : 08. 20 WIB 1. Pengeluaran pervaginam berupa flek-flek
2. Ibu bersedia untuk tetap menjaga kebersihan genetaliannya 3. Infus telah dilepas
4. Ibu sudah mengerti kapan dapat hamil kembali yaitu 3 bulan