BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.6. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan beberapa teknik berikut ini.
a) Observasi
Observasi yaitu pengumpulan data dengan cara mengamati langsung kegiatan yang ingin diteliti. Untuk melakukan observasi, peneliti dituntut berperan serta dalam kegiatan-kegiatan atau aktifitas subjek sesuai dengan fokus masalah yang ingin diteliti. Melalui data hasil observasi, maka dapat ditentukan rencana tindakan selanjutnya.
b) Wawancara
Teknik wawancara merupakan teknik pengumpulan data kualitatif dengan menggunakan instrumen berupa pedoman wawancara. Wawancara ini berisi pertanyaan yang diajukan kepada orang yang dianggap dapat memberikan informasi yang diperlukan peneliti.
c) Catatan Lapangan
Catatan lapangan merupakan deskripsi atau paparan tentang latar yang diteliti baik mengenai kelas, siswa, dan aktivitas pembelajaran. Pembuatan catatan lapangan ini dilakukan oleh peneliti pada setiap berlangsungnya
25
kegiatan pembelajaran. Catatan yang dibuat terutama tentang interaksi belajar dan pembelajaran baik yang terjadi di antara guru dengan siswa, maupun siswa dengan siswa.
d) Portofolio
Portofolio adalah kendaraan atau media yang digunakan dalam menilai dan mengukur prestasi siswa dengan mengantisispasi perbedaan-perbedaan antarsiswa. Melalui proses ini siswa diberdayakan untuk mengembangkan kreativitas masing-masing. Portofolio merupakan kegiatan dan proses memilih, membandingkan, mengevaluasi, dan berbagai tujuan pembelajaran lainnya.
3.7. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
a) Lembar Pengamatan Siswa
Lembar pengamatan siswa akan diberikan pada siswa setiap akhir pembelajaran yang berisi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui gambaran mengenai tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan dan proses mengajar guru.
b) Lembar Observasi
Lembar observasi menyangkut beberapa kriteria penilaian yang dijadikan parameter untuk mengukur kemampuan menulis puisi siswa dan juga lembar observasi yang akan digunakan untuk menilai penampilan guru dalam mengajar.
26
Instrumen wawancara ini meliputi beberapa pertanyaan yang ditujukan pada guru mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII-C dan pertanyaan yang ditujukan pada siswa kelas VIII-C.
3.8. Teknik Pengolahan Data a) Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan menelaah seluruh data yang diperoleh dari hasil wawancara, lembar penilaian, hasil observasi, lembar penilaian siswa, dan hasil menulis puisi siswa. Dalam menganalisis data, baik kualitatif mau pun kuantitatif terlebih dahulu dianalisis kemudian dideskripsikan dengan menampilkan hasil data yang digambarkan menggunakan bagan atau tabel yang selanjutnya dipresentasikan kemudian direfleksikan untuk menarik kesimpulan.
1. Kriteria Penilaian Puisi Bebas yang Digunakan
Adapun kriteria dari penilaian puisi bebas adalah dengan menggunakan rambu-rambu analisis berikut.
Tabel 3.1
Rambu-rambu Analisis Proses Menulis Puisi Bebas
No Tahap Pembel Fokus Kemampu an Prosedur Pembentukan Kemampuan Skor Bobot 1 2 3 4 5 1 PKMJP Ketepatan menulis judul puisi - Menentukan daftar ide sesuai gambar yang diberikan - Membuat judul
sesuai gambar yang diberikan
- Mengembangkan
2
2
27
Diadaptasi dari Resmini (1998) judul menjadi
sebuah puisi sesuai
gambar yang diberikan 2 PKMPD Ketepatan menentuk an diksi yang akan digunakan dalam puisi - Menentukan dan memilih diksi/kata sesuai unsur auditif - Menentukan dan memilih diksi/kata sesuai unsur kinestetik - Menentukan dan memilih diksi/kata sesuai unsur visual
2 2 2 3 PKMKM Ketepatan menusun dan merangkai kata sesuai kesatuan makna puisi - Menyusun kata dalam menjadi larik sesuai makna setiap larik
- Menyusun larik sesuai kesatuan makna dalam setiap bait - Menyusun bait sesuai kesatuan makna puisi 2 2 2 Skor Ideal 90
28
Keterangan:
PKMJP : Pembentukan Kemampuan Menggarap Judul Puisi PKMPD : Pembentukan Kemampuan Menggarap Pemilihan Diksi PKMKM : Pembentukan Kemampuan Menggarap Kesatuan Makna
Tabel 3.2
Rambu-rambu Analisis Hasil Proses Menulis Puisi Bebas
No
Tahap Pembel
dan hasil
Kriteria Indikator Deskriptor
Skor
Bobot 1 2 3 4 5
1
PPJP-PJP HKJP Tepat
- Ide puisi sesuai gambar yang diberikan
-Judul yang dibuat sesuai gambar yang diberikan -Hasil pengembangan judul sesuai gambar 2 2 2 2 PPDP-PDP HKDP Tepat -Penentuan dan pemilihan diksi/kata sesuai unsur auditif -Penentuan dan pemilihan diksi/kata sesuai unsur kinestetik 2 2 2
29
Diadaptasi dari Resmini (1998)
Keterangan:
PPJP : Pembentukan Pemahaman Judul Puisi PJP : Pemahaman Judul Puisi
PPDP : Pembentukan Pemahaman Diksi Puisi PDP : Pemahaman Diksi Puisi
PPKM : Pembentukan Pemahaman Kesatuan Makna PKM : Pemahaman Kesatuan Makna
HKJP : Hasil Karangan Judul Puisi HKDP : Hasil Karangan Diksi Puisi HKKM : Hasil Karangan Makna Puisi
-Pennetuan dan pemilihan diksi/kata sesuai unsur visual 3 PPKM-PKM HKMP Tepat -Penyusunan kata dalam larik sesuai makna setiap larik -Penyusunan larik sesuai kesatuan makna dalam setiap bait -Penyusunan bait sesuai kesatuan makna puisi 2 2 2 Skor Ideal 90
Jumlah Bobot Ideal
30
2. Penilaian aktivitas guru
Untuk menganalisis aktivitas guru dalam mengajar dilakukan dengan menganalisa data hasil observasi pada proses pembelajaran puisi dikelas.
b) Deskripsi Data dan kategorisasi data
Data yang diperoleh dideskripsikan dan dikategorikan berdasarkan fokus penelitian sebagai berikut.
1. Mendeskripsikan perencanaan pelaksanaan tindakan 2. Mendeskripsikan perencanaan setiap siklus
Tabel 3.3
Rencana dan Prosedur Penelitian Setiap Siklus
Siklus 1 Perencanaan Tindakan: Identifikasi masalah dan penetapan alternatif pemecahan masalah
1) Merencanakan proses pembelajaran yang akan diterapkan di kelas
2) Menentukan pokok bahasan 3) Mengembangkan sekenario
pembelajaran
4) Menyiapkan sumber belajar 5) Mengembangkan format evaluasi 6) Mengembangkan format evaluasi
pembelajaran
Pelaksanaan Tindakan Menerapkan tindakan yanga mengacu pada sekenario rencana tindakan Pengamatan Tindakan 1) Melakukan observasi sesuai
format
2) Menilai hasil tindakan dengan menggunakan format penilaian yang telah direncanakan
31
Refleksi Tindakan 1) Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan
2) Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi sekenario pembelajaran 3) Memperbaiki pelaksanaan
tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus selanjutnya
Siklus 2
Perencanaan Tindakan 1) Identifikasi masalah dan
penetapan alternatif pemecahan masalah
2) Pengembangan program perencanaan tindakan tahap 2 Pelaksanaan Tindakan Pelaksanaan tindakan tahap 2
Pengamatan Tindakan Pengumpulan data tahap 2 Refleksi Tindakan Evaluasi tahap 2
Siklus 3, dan seterusnya
Kesimpulan, saran, dan rekomendasi
Sumber: Iskandar (2011:50)
Berdasarkan nilai yang menjadi acuan dalam rambu-rambu analisi data, nilai siswa dari setiap aspek akan dijumlahkan dan dikualifikasikan dengan kriteria sebagai berikut:
Tabel 3.4
Kriteria Penilaian Kuantitatif Puisi Siswa
Rentang Nilai Kategori Keterangan
32
60-79 B Baik
46-59 C Cukup Baik
30-45 D Kurang
0-29 E Amat Kurang
3. Menentukan rata-rata nilai hasil puisi siswa pada setiap siklus dengan rumus:
∑ ∑
4. Menganalisis data observasi aktivitas guru, hal ini dilakukan untuk menilai aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran menulis puisi bebas dengan mengggunakan teknik kepala bernomor.
Tabel 3.5
Format Observasi Aktivitas Guru
No Penampilan Mengajar Nilai
1 2 3 4 5 1 Perencanaan
a. Kelengkapan RPP b. Kelengkapan Instrumen 2 Kemampuan Membuka Pembelajaran
a. Menarik perhatian siswa b. Memotivasi siswa
c. Membuat kaitan materi ajar sebelumnya dengan materi yang akan diajarkan
d. Memberi acuan materi yang akan diajarkan 3 Sikap Praktikan dalam Proses Pembelajaran
33
siswa
b. Tidak melakukan gerakan atau ungkapan yang kurang pantas
c. Antusiasme mimik dalam penampilan d. Mobilitas posisi tempat dalam kelas 4 Penguasaan Materi Pembelajaran
a. Kejelasan memposisikan materi ajar dengan materi lain yang terkait
b. Kejelasan menerangkan berdasarkan tuntutan aspek kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor)
c. Kejelasan memberikan contoh sesuai kompetensi
d. Mencerminkan penguasaan materi ajar 5 Implementasi Langkah-langkah Pembelajaran
a. Penyajian materi sesuai dengan langkah-langkah dalam RPP
b. Proses pembelajaran mencerminkan komunikasi guru-siswa dan berpusat pada siswa
c. Antusias dalam menanggapi respon siswa d. Pemanfaatan waktu sesuai dengan alokasi
dalam RPP
6 Penggunaan Media Pembelajaran
a. Memperhatikan prinsip penggunaan jenis media
b. Tepat saat penggunaan
c. Terampil dalam mengoperasikan
d. Membantu kelancaran proses pembelajaran 7 Evaluasi
34
a. Melakukan evaluasi sesuai kompetensi
b. Melakukan evaluasi sesuai dengan butir soal dalam RPP
c. Melakukan evaluasi sesuai waktu yang direncanakan dalam RPP
d. Melakukan evaluasi sesuai bentuk dan jenis yang direncanaakan dalam RPP
8 Kemampuan Menutup Pembelajaran
a. Meninjau kembali/menyimpulkan materi yang diajarkan
b. Memberi kesempatan bertanya c. Menugaskan kegiatan ko-kurikuler d. Menginformasikan materi ajar berikutnya Jumlah Nilai Ideal = 150
Nilai aktivitas guru = ∑01+ ∑02 2
Keterangan:
∑01=
hasil pengamatan observer 1
∑02 = hasil pengamatan observer 2
Tabel 3.6
Kriteria Nilai Aktivitas Guru
Rentang Nilai Kategori Keterangan
120-150 A Amat Baik
90-119 B Baik
60-89 C Cukup Baik
35
0-29 E Amat Kurang
5. Menganalisis lembar pengamatan siswa.
Tabel 3.8
Format Lembar Pengamatan Siswa terhadap Aktivitas Guru
No Aspek yang Dinilai Nilai Bobot
1 2 3 4
1 Kejelasan dan kedalaman materi yang disampaikan guru
5
2 Kejelasan suara guru saat menyampaikan materi
5
3 Respon guru terhadap kesulitan siswa 5
4 Kemenarikan dan kesesuaian teknik yang digunakan guru dalam
pembelajaran
5
5 Pemahaman siswa setelah melaksanakan pembelajaran
5
Jumlah Nilai Ideal 100
Jumlah Bobot Ideal 25
Nilai = ∑01+ ∑02+ ∑03 + ∑04+ ∑05 5
36 ∑01 = Penilaian siswa 1 ∑02= Penilaian siswa 2 ∑03 = Penilaian siswa 3 ∑04 = Penilaian siswa 4 ∑05 = Penilaian siswa 5 Tabel 3.9
Kriteria Nilai Kualitatif Hasil Pengamatan Siswa terhadap Aktivitas Guru
Rentang Nilai Kategori Keterangan
85-100 A Amat Baik
75-84 B Baik
60-74 C Cukup Baik
40-59 D Kurang
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai penggunaan teknik numbered heads together dalam pembelajaran menulis puisi bebas di kelas VIII-C SMP Negeri 29 Bandung, bisa dikemukakan beberapa simpulan dan saran sebagai berikut.
5.1 Simpulan
Simpulan yang dapat diambil berdasarkan penelitian ini adalah:
a) teknik numbered heads together baik digunakan dalam pembelajaran menulis puisi bebas karena dengan menggunakan teknik ini seluruh siswa akan sigap untuk menulis dan mengerjakan tugas. Siswa sigap dalam menulis karena melalui teknik ini setiap siswa memperoleh tugas masing-masing dengan jelas. Penugasan yang diberikan haruslah secara terstruktur dan dipaparkan secara jelas agar siswa mengerti. Selain itu, teknik ini mengajarkan siswa untuk mampu bertanggung jawab terhadap tugas individual mau pun tugas kelompok. Akan tetapi media yang digunakan dalam menulis puisi contohnya media gambar, haruslah dipiih gambar yang dekat dengan lingkungan mereka agar gambaran mengenai objek tersebut memudahkan siswa untuk mencari dan mendata kata-kata yang akan siswa gunakan untuk menulis puisi.
b) pelaksanaan pembelajaran menulis puisi bebas siklus I dan II diawali dengan pemberian pemahaman kepada siswa mengenai materi puisi dan cara mendata kata-kata berdasarkan objek yang akan digunakan menulis puisi. pelaksanaan pembelajaran dilanjutkan dengan pengelompokan kata-kata ke dalam unsur auditif, visual, dan kinestetik yang terkait dengan diksi puisi. Adapun pelaksanaan siklus III diawali dengan pemberian pemahaman mengenai kesatuan makna puisi dan cara menyunting puisi agar siswa bisa menyunting puisi yang telah dibuat. Sedangkan pelaksanaan siklus IV diawali dengan
98
pemberian pemahaman mengenai kesatuan makna dan cara mengganti kata-kata atau diksi agar lebih puitis. Selain itu, dalam setiap siklusnya siswa sebaiknya diberikan contoh puisi dari objek yang akan digunakan agar siswa memperoleh gambaran yang jelas. Siswa pun dibimbing untuk bisa memadatkan ide dan diberikan motivasi agar siswa terus berlatih menulis puisi. c) hasil pembelajaran menulis puisi bebas dengan menggunakan teknik kepala
bernomor ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi bebas. Setiap siklusnya penelitian ini mengalami peningkatan yang semakin baik. Pada siklus I diperoleh rata-rata kemampuan siswa 60,4,; siklus II 62,1; siklus III 66,3; dan siklus IV 74,5. Artinya keadaan tersebut menggambarkan bahwa penggunaan teknik kepala bernomor ini baik dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran menulis puisi bebas. Selain hasil menulis puisi siswa yang semakin meningkat, kemampuan guru dalam mengajar pun turut meningkat.
5.2 Saran
Berdasarkan simpulan penelitian di atas, maka penulis menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:
a) penggunaan teknik numbered heads together bisa dijadikan teknik alternatif dalam pembelajaran menulis puisi bebas. Dengan menggunakan teknik numbered heads together, guru dapat membuat seluruh siswa aktif dalam poses pembelajaran dan dalam menyelesaikan tugas baik tugas individual mau pun kelompok. Dengan penomoran pada setiap siswa, guru dengan leluasa memanggil nomor-nomor baik secara runtut mau pun acak sehingga setiap siswa akan mempersiapkan dan menyelesaikan tugas mereka dengan baik. b) sebelum melaksanakan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan
teknik numbered heads together, guru sebaiknya menjelaskan secara jelas mengenai teknis pelaksanaan teknik tersebut. Guru pun sebaiknya
99
mendemonstrasikan contoh puisi dan cara mendata diksi berdasarkan objek yang diberikan.
c) guru sebaiknya mempersiapkan materi serta media yang akan digunakan dengan baik agar mampu menunjang penggunaan teknik numbered heads together. Selain itu, langkah-langkah pembelajaran pun harus dipersiapkan dengan baik agar penggunaan teknik numbered heads together dalam pelaksanaannya bisa berlangsung dengan baik.
100
DAFTAR PUSTAKA
Alwasilah, A. Chaedar dan Senny Suzanna Alwasilah. 2007. Pokoknya Menulis. Bandung: PT Kiblat Buku Utama.
Aminuddin. 2009. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Depdikbud. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Haryani, Yani. 2011. Penggunaan Teknik Numbered Head Together untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS di Sekolah Dasar. Skripsi UPI. Tidak diterbitkan.
Hidayat, Tofik Saeful. 2011. Penerapan Pembelajaran Kooperatif Teknik Numbered Heads Together Melalui Media Globe untuk Mengatasi Kesulitan Siswa pada Pokok Bahasan Mengidentifikasi Benua-Benua. Skripsi UPI. Tidak diterbitkan.
Iskandar. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press Jakarta
Pradopo, Rachmat Djoko. 2009. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Resmini, Novi dan Dadan Juanda. 2007. Pendidikan Bahasa dan Sastra di Kelas Tinggi. Bandung: UPI PRESS
Resmini, Novi, dkk. 2009. Pembinaan dan Pengembangan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: UPI PRESS
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suprijono, Agus .2013. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Tarigan, H.G. (1994). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Wirajaya, Asep Yudha dan Sudarmawati. 2008. Berbahasa dan Bersastra Indonesia. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.