• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

TEORETIS PENDIDIKAN NILAI ISLAMI A.Pendidikan Nilai Islami

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan dalam menetapkan informan yaitu snowball, dimana informan berawal dari jumlah yang kecil (satu orang pada setiap daerah penelitian). Fokus utama penelitian ini ditujukan terhadap ketentuan aturan/nilai sosial dan keagamaan (Islam) yang berhubungan dengan nilai-nilai pendidikan Islam yang membentuk akhlak orang Aceh dalam kehidupan sehari-hari yang berlaku dalam kehidupan masyarakat toriolong. Penelitian ini mempelajari perilaku sosial yang dideskripsikan sebagaimana adanya, yakni berupaya memahami bagaimana warga masyarakat memandang, menjelaskan dan menggambarkan tata kehidupan mereka sendiri.

Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis.

18Satori, Djam’an dan Komariah, Aan. Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Alfabeta. 2010). hlm. 61.

Data skunder bersumber dari Badan Arsip Nasional Provinsi Aceh, penelusuran melalui internet, dan literatur-literatur tentang komunitas Aceh yang ditulis oleh para budayawan, sosiolog, antropolog, dan buku/kitab tentang nilai-nilai Islami.

b. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari informan melalui wawancara. Dalam menetapkan informan menggunakan teknik snowball sampling. Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan bantuan key – informan, dan dari key informan inilah akan berkembang sesuai petunjuknya.19 Data lapangan meliputi data yang diperoleh secara langsung melalui pengamatan terhadap gejala-gejala atau objek yang diteliti dilapangan dan dikaitkan melalui wawancara atau interview yang mendalam dengan ulama dan cendekiawan muslim serta tokoh lain yang dianggap kapabel dengan penelitian ini. Sedangkan klasifikasi dari sumber data tersebut, akan dipisahkan dalam data primer, data skunder dan data tersier.

Sesuai dengan jenis pendekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, maka peneliti sendiri merupakan instrumen penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Metode pengumpulan data ialah teknik atau cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data20. Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada kondisi alamiah, sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan

19 Joko Subagyo. Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktek.Rineka (Cipta. Jakarta. 2006) hlm. 31.

20 Riduwan. Metode dan Teknik Menyusun Tesis. (Bandung: Alfabeta. 2010). hlm. 97.

155 serta wawancara mendalam dan dokumentasi.21 Ketiga teknik pengumpulan data tersebut diharapkan dapat saling melengkapi, sehingga diperoleh suatu informasi yang diharapkan. Teknik pengumpulan data dijelaskan sebagai berikut:

1) Wawancara

Wawancara atau interview adalah suatu bentuk komunikasi verbal semacam percakapan yang bertujuan untuk memperoleh

informasi dari masyarakat. “wawancara adalah suatu cara

pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi

langsung dari sumbernya”22. Teknik wawancara ini sering dianggap sebagai sebuah percakapan dengan sebuah tujuan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua bentuk wawancara, yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Wawancara terstruktur peneliti menyiapkan berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan fokus permasalahan dalam penelitian, sedangkan teknik wawancara tidak terstruktur, wawancara dilakukan secara alamiah sesuai dengan konteks atau kondisi selama wawancara berlangsung, artinya bahwa bentuk pertanyaan tidak mengikuti tetapi masih dalam batasan fokus permasalahan dalam penelitian.

wawancara dilakukan secara terstruktur, dimana peneliti yang menetapkan sendiri masalah dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan23 . Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah : 1) Tokoh Adat, 2). Para Ulama, 3). Cendikiawan, 4). Pendidik/guru, 5). Organisasi masyarakat dan 6). Masyarakat. Dari subjek tersebut diharapkan dapat memperoleh jawaban yang menjadi rumusan dalam penelitian ini.

21Satori, Djam’an dan Komariah, Aan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. 2010) hlm. 146.

22 Riduwan, Metode dan Teknik Menyusun Tesis, (Bandung: Alfabeta.2010), hlm. 102.

23 Lexy J, Mekong, Mefodoiogs Penelitian, {Bandung: Remaja Rosdakarya. 2010), hlm. 190.

Observasi merupakan upaya pengamatan langsung untuk memperoleh data dalam observasi ini akan dilihat aktivitas pendidikan nilai-nilai Islami dalam keluarga perspektif Budaya Aceh. Syaodih mengatakan bahwa “observasi (observation) atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang

sedang berlangsung”24. Dalam observasi diperlukan ingatan terhadap yang telah dilakukan sebelumnya. Namun, manusia mempunyai sifat pelupa. Untuk mengatasi hal tersebut, maka diperlukan catatan-catatan (check list); alat-alat elektronik, seperti: kamera, video, tape recorder, dan sebagainya; lebih banyak melibatkan pengamat; memusat perhatian pada data-data yang relevan; mengklasifikasikan gejala dalam kelompok yang tepat; menambah bahan persepsi tentang objek yang diamati.

Teknik Observasi, proses ini dilakukan pada simbol-simbol yang mendukung dan menghambat nilai-nilai Islami Seperti pergaulan para remaja dan budaya-budaya luar yang merusak nilai-nilai Islami juga peneliti mengobservasi tempat-tempat wisata yang berpeluang sebagai wadah berbuat maksiat dan melanggar nilai-nilai Islami. Observasi peneliti lakukan dua kali, pertama: ketika proposal disertasi ini belum ditulis peneliti sudah melakukan observasi kebeberapa wilayah di Aceh. Kedua: ketika Disertasi ini mulai peneliti tulis. sasaran observasi peneliti untuk kedua kalinya meliputi tempat keramaian kota.

Tujuan dilakukan observasi adalah untuk melihat langsung keadaan sesungguhnya yang terjadi dilapangan misalnya tempat dilaksanakan pendidikan (dayah, menasah surau dan sebagainya)

Berdasarkan tujuan tersebut diatas maka yang menjadi objek kajian ini adalah tentang pendidikan nilai islami dalam budaya

24Satori, Djam’an dan Komariah, Aan. Metodologi Penelitian Kualitatif.

157 keluarga masyarakat Aceh. Salah satu model penelitiannya sebagaimana pendapat Abuddin Nata, bahwa objek kajian penelitian ilmu pendidikan islam, dilihat dari segi objek kajiannya, dapat dibagi tiga bagian. Pertama ada pengetahuan ilmu, yaitu pengetahuan tentang hal-hal atau ojek-objek yang empiris, diperoleh dengan melakukan penelitian ilmiah, dan teori-teorinya bersifat logis dan empiris. Pengujian teorinyapun diukur scara logis dan empiris. Bila logis dan empiris, teori ilmu itu benar dan inilah yang selanjutnya disebut science. Kedua pengetahuan filsafat, yaitu tentang objek-objek yang abstrak dan logis, diperoleh dengan berfikir dan teori-teorinya bersifat logis dan hanya logis (tidak empiris). Kebenaran atau kesalahan teori filsafat hanya diukur dengan logika; bila logis dinilai benar; bila tidak maka salah. Bila logis dan ada bukti empiris, teori itu bukan teori filsafat, melainkan teori ilmu (sains). Ketiga pengetahuan misik, yaitu pengetahuan yang objek-objeknya tidak bersifat empiris, dan tidak pula terjankau oleh logika.Objek pengetahuan ini bersifat abstrak, supra logis. Ojek ini dapat diketahui melalui dengan berbagai cara, misalnya dengan merasakan pengetahuan batin, dengan latihan atau cara lain. Pengetahuan kita tentang yang gaib, diperoleh dengan cara ini.25

3) Dokumentasi

Dokumentasi berarti suatu cara mencari data yang mengenai hal-hal atau tempat pengajian atau tempat pendidikan islami. Dokumentasi ini penulis peroleh dari kegiatan masyarakat di rumah tangga, sarana dan prasarana tempat pendidikan. “dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto, film dokumenter, data yang relevan

25Abuddin Nata, Modologi Studi Islam, ( PT. Raja Grafindo Persada), Jakarta,2014, hlm. 343-344

merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan

wawancara”27. Oleh karena itu, agar penelitian ini akurat, juga dilakukan pengumpulan data melalui penelusuran literatur-literatur yang terkait dengan permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini.