• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Penyediaan Data

Penelitian akan terlaksana dengan adanya data, untuk itu perlu dilakukan penyediaan data yang sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Penyediaan data yang baik membutuhkan teknik yang relevan dalam pelaksanaannya. Teknik penyediaan data disebut juga dengan tahap penyediaan data.

Tahap penyediaan data merupakan upaya sang peneliti menyediakan data secukupnya. Data di sini dimengerti sebagai fenomenon lingual khusus yang mengandung dan berkaitan langsung dengan masalah yang dimaksud. Data yang

demikian itu, substansinya dipandang berkualifikasi valid atau sahih dan reliable

atau terandal. Upaya penyediaan data itu dilakukan semata-mata untuk dan demi kepentingan analisis (Sudaryanto, 1993:5).

Teknik atau tahap penyediaan data yang sesuai dengan penelitian sistem verba BBA dari morfem dasar ini menggunakan tiga teknik, yaitu teknik rekam, teknik pustaka dan teknik kerjasama dengan informan. Teknik rekam digunakan untuk meneliti fonem-fonem beserta sejumlah kata (kelompok kata) yang telah dipersiapkan (Edi Subroto, 1992:37). Teknik rekam menggunakan kaset rekaman

Pabuat Boru Marbagas Vol. 1 yang berisi kesenian Tapanuli Selatan (masyarakat

Batak Angkola), dan rekaman interview dengan seorang Informan,

Bapak H. Mahmud Fauzi Hasibuan, yang menguasai BBA. Kemudian ditanskripsi secara fonetis dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Teknik pustaka yaitu data tulisan yang bersumber dari beberapa buku BBA.

Edi Subroto (1992:42) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan teknik pustaka adalah mempergunakan sumber-sumber tertulis untuk memperoleh

data. Sumber-sumber tertulis yang digunakan dipilih yang mencerminkan pemakaian bahasa sinkronis. Dengan demikian, sumber tertulis dan sumber rekaman ini akan menghasilkan data yang saling mendukung pemakaian dari BBA tersebut.

Selanjutnya, teknik kerjasama dengan informan yaitu pembicaraan asli yang berkemampuan memberi informasi kebahasaan kepada peneliti, khususnya mengenai segi-segi tertentu suatu bahasa (Edi Subroto, 1992:37). Dalam hal ini informan membantu memberikan informasi data bahasa yang dimunculkan dari memori informan berdasarkan permintaan dan keinginan peneliti dengan beberapa pertanyaan yang akan diperlukan untuk kepentingan penelitian.

Setelah sumber data tersedia dengan mempergunakan teknik rekam, teknik pustaka dan teknik kerjasama dengan informan tadi, selanjutnya peneliti ini menggunakan metode simak beserta teknik-tekniknya. Menurut Sudaryanto (1993:133-136), metode simak atau penyimakan dilakukan dengan menyimak, yaitu menyimak penggunaan bahasa. Metode ini kemudian dilanjutkan dengan teknik dasar yang disebut dengan teknik sadap, yaitu kegiatan menyadap. Dalam penelitian ini yang disadap adalah data tulis yang berhubungan dengan objek penelitian. Selanjutnya, dilakukan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap. Dalam teknik ini alat yang digunakan adalah diri peneliti sendiri, namun peneliti tidak dilibatkan langsung untuk ikut menentukan pembentukan dan pemunculan calon data kecuali hanya sebagai pemerhati saja – pemerhati terhadap calon data yang terbentuk dan muncul dari peristiwa kebahasaan yang berada

commit to user

di luar dirinya. Teknik lanjutan berikutnya adalah teknik catat yaitu pencatatan pada kartu data yang segera dilanjutkan dengan klasifikasi/pengelompokan data.

Sumber data tertulis yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku-buku berbahasa daerah yaitu BBA yang diambil dari berbagai jenis buku

mulai dari buku pelajaran bahasa daerah, seperti Tulus 1 (SD Kelas 5), Udutna 1

(SD Kelas 3), Napuran 1 & Napuran 2 (Sekolah Menengah Kelas 1 dan 2),

Pelajaran Bahasa Daerah Tapanuli Selatan (SD Kelas 1 caturwulan 1, 2 & 3), Bahasa Angkola (siswa, mahasiswa, dan umum), sampai dengan buku tentang

adat dan budaya, seperti: Andung tarsingot di tano hatubuan, Baen Dongan

Angkup Matobang, Djop ni roha pardomuan, Burangir na hombang, Horja

godang mangupa di na haroan boru, Poda-poda ni adat, Burangir Barita, dan

Tutur Poda. Sumber-sumber tertulis yang dipilih diambil berdasarkan tahun 1956

sampai tahun 2009 agar peneliti dapat mengambil data yang akurat karena diambil dari tahun yang berbeda. Adapun, judul buku yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

A. Andung-Tarsingot di Tano Hatubuan (Datuk Satia Radja Siregar, 1956)

B. Tutur Poda (Sutan Tinggibarani, 2009)

C. Burangir na Hombang (Tinggibarani Perkasa Alam, 1977)

D. Baen Dongan Angkup Matobang (B.B. Pulungan, 1965)

E. Djop ni Roha Pardomuan (Baginda Marakub M., 1969)

F. Burangir Barita (G. Baumi Siregar, 2007)

G. Udutna 1 (D. Muhd. Siregar, dkk., 1976)

I. Napuran 1 (Dinggol Siregar dan Loekman H. Siregar, 1981)

J. Napuran 2 (Dinggol Siregar dan Loekman H. Siregar, )

K. Napuran 1 (Dinggol Siregar dan Loekman H. Siregar, 1982)

L. Horja Godang Mangupa di na Haroan Boru (G. Baumi Siregar, 1980)

M. Tulus 1 (D.M. Siregar, dkk., 1969)

N. Pelajaran Bahasa DaerahTapanuli Selatan (Z. Pangaduan Lubis, 1994)

O. Bahasa Angkola (Sutan Tinggibarani, 2008)

Penomoran dari teknik penyediaan data ini dilakukan tidak berdasarkan urutan tahun, tetapi secara acak karena peneliti ingin menyediakan data dengan cara yang tidak monoton. Di samping tebal dan tipisnya data sekunder ini, dengan cara acak, akan membantu mengurangi rasa jenuh yang dialami oleh peneliti.

Sumber rekamannya terdiri atas dua jenis, yang pertama berupa rekaman interview mengenai sejarah dan perkembangan bahasa Batak Angkola dahulu dan saat sekarang, sementara yang kedua berupa rekaman tentaang proses upacara adat seperti ceramah, lagu, dan sebagainya. Adapun kedua sumber rekaman tersebut adalah:

P. Interview dengan bapak Mahmud Fauzi Hasibuan

Q. Pabuat Boru Marbagas (Kesenian Tapanuli Selatan)

Untuk mengatasi kekurangan data maka Kamus Modern Bahasa Angkola Mandailing (R) digunakan sebagai rujukan berikutnya. Selain itu, seorang informan dari daerah Angkola, Bapak H. Batara Murni Pulungan, juga menyediakan diri kapan saja untuk pengecekan data yang ditemukan.

commit to user

Berdasarkan sumber tertulis dan sumber rekaman yang disediakan di atas, data diharapkan dapat dijaring dan ditemukan sampai lengkap sehingga dapat memenuhi kepentingan dari penelitian ini.

Selanjutnya, jenis afiks yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah afiks yang berdasarkan pendapat dari Sohuturon (1960), namun peneliti telah memilah afiks yang hanya bisa diikuti oleh verba saja. Adapun, jenis afiks tersebut adalah sebagai berikut:

a. Prefiks

1) {ma-} {man- ~ mam- ~ mang- ~ manga- ~ many- ~ mangka-}

2) {pa-} {pan- ~ pam- ~ pang- ~ panga- ~ pany-}

3) {par-} 4) {parpa-} 5) {mar-} 6) {marpar-} / {mampar-} 7) {marpa-} 8) {di-} ~ {ni-}

9) {dipa-} ~ {nipa-} {nipan- ~ nipam- ~ nipang-}

10){dipar-} ~ {nipar-}

11){diparpa-} ~ {niparpa-}

12){tar-}

13){tarpa-} {tarpan- ~ tarpam- ~ tarpang-}

14){halim-}

16){marsipa-} ~ {marsiha-}

b. ‘Infiks’

Infiks BBA yaitu:

1) {–in-}

2) {–um-}

c. ‘Sufiks’

Sufiks BBA yaitu:

1) {–an}

2) {–on}

3) {–i}

4) {–hon} ~ {-kon}

Dengan demikian, teknik penyediaan data yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini adalah:

1) Teknik rekam

2) Teknik pustaka

3) Teknik kerjasama dengan informan

Kemudian ketiga teknik ini akan dilanjutkan dengan:

a) Teknik simak

b) Teknik sadap

c) Teknik simak bebas libat cakap

commit to user

Dokumen terkait