METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Dan Tipe Penelitian
3.4 Teknik dan Proses Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini cara pengumpulan data menggunakan metode yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara adalah percakapan dan tanya jawab dengan maksud tertentu.(Yusuf, 2005:27).
3.4.1 Observasi
Observasi adalah proses langsung mengamati subjek dan objek penelitian secara langsung. Dengan metode ini dimungkinkan melihat perilaku serta kejadian yang telah tampak atau terjadi sebenarnya. Pada dasarnya, melalui metode ini memungkinkan peneliti merasakan apa yang dirasakan oleh objek penelitian pada waktu sehingga menutupi kemungkinan apabila penelitian menjadi sumber data. Memungkinkan membentuk pengetahuan yang diketahui bersama, baik dari pihak subjek(Moleong, 2010:175).
Observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi tidak langsung yaitu peneliti mengamati dimana pada saat sekarang ini umumnya mahasiswa STKIP PGRI Sumatra Barat memanfaatkan media sosial instagram, mereka menggunakan instagram untuk mencaritahu atau mendapatkan informasi terbaru. Peneliti hanya mengamati kegiatan informan melalui akun media sosial instagram tersebut dan peneliti mengikuti akun-akun instagram mahasiswa tersebut. Kemudian data yang didapat menggunakan panca indra lalu dituangkan kedalam kertas putih kosong.
Observasi adalah pengamatan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penggindraan (Sugiyono, 2012:145). Observasi dapat dibedakan menjadi dua bentuk yaitu non participant observation dan non participan observation adalah suatu bentuk observasi yang dilakukan dengan tidak terlibat langsung pada aktifitas orang-orang yang sedang diamati. Observasi partisipan adalah suatu proses pengamatan bagian dalam dilakukan
31 observasi dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang diobservasi.
Observasi yang penelitia lakukan yaitu dengan cara mengamati kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa STKIP. Observasi peneliti lakukan mulai dari tangga 05 juni sampai 10 Juli 2019. Observasi pertama peneliti lakukan pada tanggal 05 Juni 2019 dimana observasi yang peneliti lakukan yaitu pada siang hari, peneliti mengamati mahsiswa yang sedang bersantai di taman dan juga di depan kantor BAAK. Peneliti mengamati kegaitan mahasiswa saat dia sedang memganag hp. Dari hasil observasi yang peneliti amati terlihat bahwa masing-masing dari mahssiwa memilki hp android, dan mereka semua pada fokus dengan hp masing-masing, meskipun sesekali mereka berbincang dengan temannya, namun mereka masih saja memegang hp, bahkan mereka saling memperlihatkan hp mereka dan melihat postingan yang ada di HP tersebut secara bersama.
Observasi selanjutnya peneliti lakukan pada tanggal 8 Juli 2019, observasi yang peneliti lakukan yaitu mengamati kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa. Mahasiswa yang penulis amati adalah disaat mereka sedang makan di kantin, dalam hasil pengamatan peneliti melihat ketika mereka sedang makan, mereka juga masih menggunakan hp, bahkan ada dari mereka yang tidak bisa lepas dari hp tersebut. Peneliti mengamati berapa lama mereka mengakses hp dalam satu jam, dan apa saja konten yang mereka buka saat mebuka sosila media. Observasi ini dilakukan agar peneliti mendapat gambaran sejauh mana pemahaman siswa terhadap UU ITE terhadap pemanfaatan sosial media.
3.4.2 Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengam maksud tertentu. Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya (Bugin,2005:67). Serta dalam melakukan wawancara ada beberapa langkah wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (In-depath Interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan tanya jawab, bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang akan diwawancarai, tampa menggunakan pedoaman wawancara, dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama (Bugin, 2011:111).
Dalam hal ini wawancara dilakukan secara bebas dan selalu menurut kronologis yang disusun, namun demikian penelitian tetap pada arah dan tujuan penelitian ini. Melalui teknik ini juga dapat mengetahui dan memperoleh pengalaman informasi secara mendalam dan menggali informasi-informasi secara akurat sesuai dengan kaidah penelitian. Dimana wawancara ini peneliti lakukan dengan informan yaitu dengan tanya jawab langsung kepada mahasiswa yang menggunkan media sosial instagram, apakah mereka bisa dan bersedia untuk di wawancarai.
Wawancra yang penuli lakukan yaitu mulai dari tanggal 06 sampai dengan 13 Juli 2019. Wawancara pertama penulis lakukan pada tanggal 06 Juli 2019 dengan mahasiswa. Wawancara dilakukan pada saat siswa tidak sedang beraktivitas atau lagi sedang santai dan duduk-duduk di depan BAAK atau dekat tangga depan aula gedung B. Kemudian peneliti mendekati mahasiswa tersebut
33 lalu mengajaknya berkenalan dan berbincang-bincang dengan mahasiswa yang akan di jadikan informan dalam penelitian ini, setelah itu lalu peneliti menanyakan kepada mahasiswa tersebut angkatan berapa, nama dan program studi apa. Pada saat wawancara peneliti membawa buku, pena dan juga alat perekam. Dari wawanacra tersebut penelti mempertanyakan setiap pertanyaan yang berhubungan dengan pengetahuan mahasiswa terhadap UU ITE. Dengan pendekatan awal tersebut peneliti lalu menanyakan apa yang dilakukan oleh mahasiswa ketika sedang membuka akun instagramnya. bagaimana mahasiswa tersebut tahu dan paham mengenai UU ITE dalam bermain media sosial dan jika mereka tahu dan paham lalu dengan cara apa mahasiswa tersebut menyikapi dengan adanya UU ITE tersebut.
Wawancara kedua peneliti lakukan pada tanggal 07 Juli 2019. Wawncara Wawancara dilakukan dengan informan dalam situasi yang santai dengan cara langsung mengunjungi informan disaat mereka lagi tidak berada dalam aktivitas perkuliahan. Selain bertanya dan menyimak, juga mencatat dan merekan informasi yang diperoleh dari informan tersebut guna untuk mendapatkan kedalaman data, wawancara juga dilakukan berulang-ulang kali sesuai dengan pertanyaan tentang kejelasan masalah yang diteliti. Wawnacar selanjutnya juga dilakukan pada tangal 8 Juli, dimana peneliti menyakan sejauh mana pengetahuan mereka terhadap UU ITE yang ada, maka hasil dari wawancara tersebut penuli rekan dan penuli catat, maka selanjutnya wawancara selanjutnya dilakukan pada tanggal 12 sampai dengan 13 Juli 2019. Wawancara dilakukan pada siag hari atau pada jam istirahat mahasiswa, penulis melakukan wawancara dengan
mempertanyakan pertanyaan yang telah disediakan dari rumah, maka pertanyan yang penulis tanyakan telah terarah dan tersusun, sehingga pada saat wawanbcara penulis dapat memcatat semua jawaban yang telah disampaikan oleh informan.
Pengumpulan data dengan teknik wawancara merupakan salah satu cara pokok dalam penelitian ini, guna untuk memperoleh data-data secara langsung dari informan. Informan yang di tuju adalah mahasiswa STKIP PGRI Sumatar Barat yaitu mulai dari mahasiswa yang terlibat aktif dalam keorganisasian sampai dengan mahasiswa yang non organisasi yang ada di kampus STKIP PGRI Sumatra Barat tersebut.
3.4.3 Studi Dokumen
Menurut(Arikunto, 2010:244). Studi dokumen merupakan metode penelitian yang dilakukan terhadap informasi yang didokumentasikan dalam rekaman, gambar, suarat kabar, foto, tulisan, dan lain-lain. Dalam penelitian ini diperlukan adanya dokumen sebagai bukti dari adanya suatu penelitian di daerah yang diteliti yaitu foto-foto yang terkait penelitian yaitu foto informan penelitian. Studi dokumen ini bertujuan untuk memperkuat data yang dikumpulkan, dokumentasi ini berupa foto-foto, gambar dan lain sebagainya. Dalam penelitian sosial ini, fungsi data berasal dari dokumentasi lebih banyak digunakan sebagai data pendukung dan pelengkap bagi data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam. Pada penelitian ini dokumentasi yang peneliti peroleh dilapangan yaitu berupa foto dengan mahasiwa yang menjadi informan dalam penelitian ini.