• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Supervisi Kelompok

Dalam dokumen M02 PSP KONSEP SUPERMAN 07092016 (Halaman 46-70)

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

I. Kunci Jawaban

2. Teknik Supervisi Kelompok

Teknik supervisi kelompok adalah cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih yang mengalami permasalahan yang sama. Kepala sekolah, guru, atau tenaga kependidikan dikelompokkan berdasarkan masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama sesuai hasil analisis kebutuhan. Mereka kemudian diberikan layanan supervisi sesuai dengan permasalahan atau kebutuhan yang mereka hadapi. Dalam supervisi kelompok ini disampaikan satu materi atau sekelompok materi kepada sekelompok guru, kepala sekolah, atau tenaga kependidikan lainnya yang menjadi sasaran supervisi. Materi

tersebut diterima bersama, dibahas bersama, dan disimpulkan bersama. Semua dilakukan di bawah bimbingan/bantuan supervisor. Dengan demikian, dalam waktu yang relatif singkat dapat dibina sejumlah guru, kepala sekolah, atau tenaga kependidikan lain dari sekolah binaan.

Beberapa teknik supervisi kelompok disajikan secara singkat berikut ini. a. Kepanitiaan/Rapat Staf Sekolah

Rapat adalah pertemuan formal suatu organisasi untuk membahas masalah tertentu agar menghasilkan keputusan atau solusi yang akan dilaksanakan oleh sekolah. Ciri-ciri rapat antara lain:

1) memiliki agenda yang disampaikan kepada peserta rapat beberapa hari sebelumnya baik melalui surat tertulis maupun melalui email.

2) secara khusus menyampaikan kepada peserta mengenai bahan-bahan yang mereka harus bawa/siapkan.

3) biasanya berlangsung sekitar 2 (dua) jam, jika akan berlangsung lama, guru peserta rapat harus menyiapkan pengganti jika mempunyai jadwal mengajar.

4) pengawas atau kepala sekolah bertindak sebagai fasilitator.

5) menyampaikan undangan dan memastikan yang diundang dapat hadir. 6) Memastikan kesiapan semua fasilitas rapat yang diperlukan.

Kelebihan rapat antara lain: (a) masalah yang dihadapi dapat dipecahkan bersama; (b) belajar, berbagi, dan menambah pengalaman dari peserta; (c) memperoleh informasi mengenai perkembangan baru atau inovasi dalam bidang kerja; (d) memperoleh umpan balik untuk perbaikan kinerja.

Di sisi lain, rapat juga memiliki kelemahan, antara lain: (a) jika berlangsung lama, peserta harus meninggalkan pekerjaan cukup lama; (b) memerlukan persiapan yang baik untuk tiap masalah yang akan dibahas; (c) jika cakupan masalah yang dibahas luas, seringkali rapat tidak dapat menyelesaikan masalah.

Dalam kaitannya dengan supervisi manajerial, rapat ini diadakan untuk membahas masalah-masalah yang terjadi pada aspek pengelolaan sekolah. Misalnya, pelaksanaan penerimaan peserta didik baru. Bentuk pelaksanaan teknik supervisi ini bertujuan menyatukan dan menyamakan pandangan dalam menyukseskan proses PPDB tersebut.

b. Diskusi/Kerja kelompok

Diskusi dan kerja kelompok adalah suatu teknik bimbingan yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka, yang di dalamnya peserta diskusi akan mendapatkan suatu kesempatan untuk menyumbangkan pikiran masing-masing, berbagi pengalaman dan informasi dalam memecahkan masalah bersama. Forum ini merupakan sarana pertukaran pendapat/pikiran antara peserta diskusi. Kesulitan dan masalah yang dihadapi oleh seorang kepala sekolah, guru, atau tenaga kependidikan dapat dibahas dalam kelompok dan secara bersama-sama membantu menemukan cara penyelesaian masalah itu. Yang penting diperhatikan oleh pengawas adalah memberikan kesempatan kepada semua peserta diskusi untuk terlibat secara aktif selama berlangsungnya diskusi. Sagala (2010:181) menekankan bahwa

dalam diskusi kelompok pengawas harus mampu “1) melihat bahwa setiap anggota diskusi senang dengan keadaan tempat yang disediakan, 2) melihat bahwa masalah yang dibahas dapat dimengerti oleh semua anggota diskusi, 3) melihat bahwa kelompok merasa diperlukan atau diikutsertakan untuk mencapai hasil bersama (peserta diperlakukan secara adil), dan 4) mengakui bahwa setiap anggota yang dipimpinnya mempunyai kontribusi dan peranan yang penting dalam merumuskan hasil diskusi.”

c. Lokakarya

Lokakarya adalah suatu usaha untuk mengembangkan kemampuan/ kompetensi berpikir dan bekerja bersama-sama menangani masalah pengelolaan sekolah yang dihadapi oleh kepala sekolah, guru, atau tenaga kependidikan untuk meningkatkan kualitas serta profesionalisme. Dalam lokakarya ada fasilitator yang membimbing dan memfasiltasi peserta dalam menemukan penyelesaian masalahnya. Fasilitator dapat berasal dari pengawas sekolah atau seorang yang ahli dan terampil dalam fokus masalah yang dibahas. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam lokakarya diterapkan oleh masing-masing kepala sekolah, guru, atau tenaga kependidikan peserta lokakarya sebagai bagian dari penyelesaian masalahnya.

d. Wawancara Kelompok

Wawancara kelompok adalah wawancara yang dilakukan terhadap lebih dari satu orang kepala sekolah, guru, atau tenaga kependidikan, antara 2 sampai dengan 10 orang. Dalam wawancara kelompok, jumlah dan komposisi kelompok perlu mempertimbangkan latar belakang, homogenitas, dan cakupan masalah yang akan dibahas/ diselesaikan oleh para kepala sekolah, guru, atau tenaga kependidikan.

e. Pertemuan Ilmiah (Seminar/Konferensi)

Pertemuan ilmiah adalah pertemuan yang menggunakan forum-forum ilmiah seperti seminar, konferensi. Dalam pertemuan ilmiah, seminar atau konferensi, berbagai karya tulis disajikan untuk menginformasikan gagasan, konsep, dan temuan penelitian. Dalam seminar, peserta belajar dan berbagi gagasan dan temuan-temuan penelitian yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan pengelolaan sekolah secara lebih baik.

f. Diskusi Panel

Diskusi panel merupakan forum diskusi pertukaran pikiran yang menampilkan panelis, pakar pada bidang masalah yang sedang dibahas yang bisa saja berasal dari guru, kepala sekolah, pengawas, dosen dari perguruan tinggi, atau praktisi yang menguasai bidang yang dibahas. Biasanya, di dalam suatu diskusi panel peserta terdiri dari: 1) panelis, yaitu 3 – 4 orang yang dinilai ahli dan menguasai pengetahuan dan keterampilan yang luas di bidangnya, 2) moderator, yaitu orang yang memandu dan mengatur jalannya diskusi tentang problem yang akan dibahas, 3) peserta, yaitu orang-orang yang mengikuti jalannya diskusi.

Secara ringkas langkah-langkah pelaksanaan diskusi panel sebagai berikut:

dicapai, baik tujuan yang bersifat umum maupun tujuan khusus; 3) mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan diskusi, misalnya ruangan dengan segala fasilitasnya, petugas-petugas diskusi seperti: moderator, notulis, dan tim perumus, jika diperlukan; 4) pelaksanaan paparan panelis; dan 5) diskusi panel. Pada akhir diskusi, peserta dapat membentuk kelompok kecil untuk mendiskusikan gagasan-gagasan yang telah dipaparkan oleh para panelis untuk memperoleh kesepahaman dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Kelebihan diskusi panel antara lain: 1) memperoleh gagasan yang beragam dan berbeda-beda, 2) mendorong untuk melakukan analisis lebih lanjut dan menemukan paduan gagasan yang kemungkinannya dapat diterapkan untuk menyelesaikan masalah, dan 3) memanfaatkan para ahli untuk berbagi pendapat yang dapat membelajarkan peserta. Di sisi lain, diskusi panel memiliki kelemahan, antara lain: 1) pembahasan dapat keluar fokus masalah jika moderator kurang terampil, 2) panelis cenderung berbicara terlalu banyak atau tampak seperti serial pidato pendek, dan 3) tidak memberi kesempatan kepada peserta untuk berbicara.

D. Aktivitas Pembelajaran

Kegiatan 3.1 Refleksi dan/atau Curah Pendapat (brainstorming) tentang Jenis-jenis Teknik Supervisi Manajerial (90 Menit)

Pada kegiatan ini, Saudara akan melakukan refleksi dan/atau curah pendapat dalam kelompok kecil (2 atau 3 orang rekan pengawas). Saudara atau kelompok Saudara melakukan urun rembuk untuk mengidentifikasi jenis-jenis teknik supervisi manajerial, kemudian ungkapkan pengalaman Saudara melakukan supervisi manajerial pada sekolah binaan. Tuliskan hasil refleksi dan/atau curah pendapat kelompok Saudara pada LK 3.1. Mulailah dengan merembukkan dan menuliskan pengertian teknik supervisi manajerial. Kemudian, tuliskan teknik-teknik supervisi manajerial yang pernah Saudara kerjakan. Tuliskan pula kelebihan dan kekurangan masing-masing teknik. Saudara dapat membaca kembali uraian materi di atas untuk menguatkan hasil refleksi dan/atau curah pendapat dalam kelompok.

LK 3.1 Mengidentifikasi Teknik Supervisi Manajerial 1. Apa yang dimaksud dengan teknik supervisi manajerial?

2. Teknik apa saja yang pernah Saudara gunakan dalam supervisi manajerial? a. ... b. ...

3. Bentuk teknik supervisi manajerial apa saja yang pernah Saudara lakukan dari teknik individu dan teknik kelompok?

Teknik Individu: a. ... . b. ... . c. ... d. ... . e. ... . Teknik Kelompok: a. ... b. ... c. ... d. ... e. ...

4. Tuliskan kelebihan dan kekurangan teknik supervisi manajerial yang pernah Saudara gunakan tersebut.

Teknik ... Teknik ... Kekuatan:

Kelemahan:

Kekuatan:

Kelemahan:

Berbagi antar kelompok: Sajikan hasil LK 3.1 dari satu atau dua kelompok, dan ditanggapi dan dibandingkan dengan hasil LK 3.1 kelompok lain untuk menyamakan pemahaman tentang jenis teknik supervisi.

Kegiatan 3.2 Memilih Teknik Supervisi Manajerial Sesuai Permasalahan Sekolah Binaan (90 Menit)

Pada kegiatan ini, Saudara akan bekerja secara perorangan. Jika ada sejawat Saudara yang mempelajari modul ini, Saudara dapat bekerja dalam kelompok kecil, 2-3 orang per kelompok. Saudara akan mengkaji kasus/masalah manajerial di salah satu sekolah (lihat Kasus 1a, 1b, dan 1c). Contoh-contoh kasus tersebut akan Saudara gunakan untuk berlatih menentukan teknik supervisi manajerial yang sesuai untuk membina dan

membimbing sekolah menyelesaikan masalah itu. Bacalah kasus tersebut dengan cermat, kemudian gunakan LK 3.2 untuk menyelesaikan tugas ini.

KASUS 1a (Kasus pada Jenjang SD/MI)

SDN Inpres Bontorawa berada di Desa Bontorawa yang sebagian besar penduduknya bertani. SD ini belum dapat mencairkan dana pendidikan gratis/biaya operasional sekolah (BOS) berhubung sekolah belum memiliki dokumen perencanaan yang dipersyaratkan. Untuk mempercepat pencairan dana, kepala sekolah SDN Inpres Bontorawa mengunjungi sekolah terdekat yang ternyata sudah memperoleh dana BOS. Dengan bantuan sekolah tetangganya tersebut, kepala SDN Inpres Bontorawa memperoleh dokumen RKAS dan RKT dan dijadikan sebagai dokumen perencanaan sekolahnya juga. Dengan dokumen tersebut, SDN Inpres Bontorawa dapat mencairkan dana BOS sekolahnya. Pada saat membelanjakan dana sekolah tersebut, kepala sekolah membelanjakan anggarannya sesuai dengan RKAS/RKT, yang kemudian disadarinya bahwa kegiatan dan sarana/prasarana yang dibiayai itu ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan sekolahnya. Misalnya, di dalam RKAS ada biaya pemeliharaan bangku siswa sebanyak 30 buah. Ternyata di sekolahnya, bangku kursi siswa tidak ada yang rusak (rusak ringan, apalagi rusak berat). Dilakukanlah ‘pemeliharaan’ sesuai dengan butir kegiatan dalam RKAS. Ada pula butir-butir kegiatan di dalam RKAS/RKT yang berkaitan dengan administrasi kurikulum, kesiswaan, personalia & ketenagaan, dan keuangan yang ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Kasus 1b (Kasus Pada Jenjang SMP)

Berdasarkan hasil analisis Evaluasi Diri Sekolah tahun pembelajaran 2014/2015 di Kabupaten X diperoleh data pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah sebagai berikut: 76% sekolah berada pada level 1 atau menuju SNP 1, 12% pada level 2 atau menuju SNP 2, dan 12% pada level 3 atau mencapai SNP. Data tersebut menggambarkan adanya permasalahan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling kepada peserta didik yang perlu segera di atasi. Terkait dengan supervisi manajerial, teknik apa yang sesuai untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi sekolah.

Kasus 1c (Kasus pada Jenjang Sekolah Dasar)

Berdasarkan analisis hasil supervisi manajerial melalui kegiatan pemantauan 8 Standar Nasional Pendidikan oleh pengawas terhadap sekolah binaan diperoleh data pelaksanaan Standar Sarana Prasarana, bahwa sejumlah 75% sekolah binaan belum melakukan pengelolaan sarana prasarana sekolah sesuai indikator standar sarana prasarana yang ditentukan. Pelakssanaan yang belum sesuai terdapat pada indikator pemanfaatan sarana prasarana, pemeliharaaan dan perawatan serta penghapusan sarana prasarana. Hal itu dibuktikan dengan tidak ditemukannya dokumen-dokumen bukti pemanfaatan, pemeliharaan dan perawatan serta penghapusan barang yang dilakukan pada sekolah binaan tersebut.

LK 3.2 Memilih Teknik Supervisi Manajerial

Pilihlah salah satu teknik yang menurut Saudara tepat digunakan untuk melaksanakan supervisi manajerial sesuai dengan kasus/skenario (Kasus 1a,1b, dan 1c). Tuliskan langkah-langkah yang Saudara akan lakukan sesuai teknik yang dipilih.

Kasus Teknik Supervisi Manajerial Langkah-langkah Penerapan

Kegiatan 3.3 Mengidentifikasi Permasalahan Manajerial pada Sekolah Binaan (90 Menit)

Untuk memulai suatu supervisi manajerial, Saudara harus terlebih dahulu mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan sekolah dan pembelajaran di sekolah. Pada kegiatan ini Saudara harus melakukan identifikasi masalah atau kasus pada sekolah binaan Saudara. Masalah/kasus tersebut bisa berkaitan dengan administrasi kurikulum, sarana & prasarana, kesiswaan, keuangan, personalia dan ketenagaan, hubungan sekolah dan masyarakat, budaya dan lingkungan sekolah, atau aspek-aspek administrasi persuratan dan pengarsipan. Saudara pasti sudah pernah melakukan supervisi manajerial pada sekolah binaan. Cobalah mengingat kembali pengalaman Saudara tersebut, kemudian tuliskanlah kasus/masalah manajerial tersebut pada LK 3.3.

Saudara diminta untuk menulis/mendeskripsikan 2 (dua) permasalahan/kasus manajerial sekolah binaan. Kasus pertama akan disupervisi dengan teknik supervisi manajerial individual sebagai pilihan teknik yang paling sesuai untuk menyelesaikan masalah sekolah binaan. Selanjutnya, kasus kedua dapat diselesaikan dengan menerapkan teknik supervisi kelompok.

LK 3.3 Identifikasi Masalah Manajerial Sekolah Binaan Aspek Supervisi

Kegiatan 3.4 Menyusun Perencanaan Penerapan Teknik Supervisi Manajerial sesuai Permasalahan Sekolah Binaan (90 Menit)

Pada kegiatan sebelumnya (Kegiatan 3.3), Saudara sudah menuliskan 2 (dua) masalah atau kasus yang terdapat pada sekolah binaan. Pilihlah satu kasus yang akan disupervisi dengan teknik individual atau teknik kelompok untuk disimulasikan.

Sebelumnya, Saudara harus menyusun skenario pelaksanaan teknik supervisi manajerial yang akan disimulasikan. Gunakan LK 3.4 berikut ini untuk menyusun skenarionya.

LK 3.4 Menyusun Skenario Pelaksanaan Teknik Supervisi Manajerial

Masalah/Kasus Teknik

Supervisi Langkah-Langkah Kegiatan

Persiapan:

Pelaksanaan:

Tindak lanjut:

Kegiatan 3.5 Simulasi Teknik Supervisi Manajerial Sesuai Permasalahan Sekolah Binaan (90 Menit)

Setelah menyusun skenario penerapan teknik supervisi manajerial, Saudara diminta untuk melakukan simulasi. Latihlah langkah-langkah yang telah Saudara susun. Apabila sudah merasa lancar dan nyaman, simulasikan teknik itu kepada rekan sejawat yang mengambil modul yang sama. Diskusikan hasil pelaksanaan simulasi tersebut untuk menemukan kelebihan dan kekurangan penerapan teknik supervisi manajerial tersebut, tuliskan pada LK 3.5

LK 3.5 Simulasi Teknik Supervisi Manajerial Teknik Supervisi : ...

Aspek

Penilaian Persiapan Pelaksanaan Simulasi Saran

Kelebihan

Kekurangan

Saudara telah melakukan serangkaian kegiatan pembelajaran tentang teknik supervisi manajerial. Selanjutnya, Saudara harus mengerjakan soal-soal latihan berikut ini.

Latihan ini bertujuan untuk menjadi umpan balik mengenai tingkat penguasaan Saudara tentang topik ini. Selamat bekerja!

E. Latihan/Kasus/Tugas

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D

1. Pertimbangan awal paling utama yang dilakukan pengawas dalam menentukan teknik supervisi manajerial yang akan diterapkannya adalah ….

A. tujuan supervisi manajerial yang direncanakan

B. hasil identifikasi masalah yang dihadapi masing-masing sekolah binaan C. kekuatan dan kelemahan masing-masing teknik supervisi manajerial D. laporan hasil supervisi manajerial tahun sebelumnya

2. Saat Saudara berkunjung ke salah satu sekolah binaan, Saudara menemukan sejumlah bangku/kursi siswa yang tidak bisa dipakai lagi, dan disimpan/ditumpuk begitu saja di dalam gudang (dekat toilet) sekolah. Kepala Sekolah tidak pernah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan, namun Kepala Sekolah juga tidak memahami aturan-aturan dan prosedur penghapusan aset/barang inventaris sekolah. Tentukan bentuk teknik supervisi manajerial yang Saudara bisa terapkan untuk menyelesaikan masalah sekolah binaan ini.

A. Teknik supervisi individual dalam bentuk kunjungan sekolah. B. Teknik supervisi kelompok dalam bentuk kerja kelompok. C. Teknik supervisi individual dalam bentuk dialog.

3. Dalam mengidentifikasi masalah dan kebutuhan pembinaan sekolah, Saudara sebagai pengawas melakukan kegiatan pemantauan pada sekolah binaan sebagai bagian lingkup dari kegiatan supervisi manajerial. Teknik supervisi manajerial yang sesuai untuk diterapkan adalah ….

A. kunjungan sekolah, wawancara, dan observasi B. wawancara, refleksi, dan pendampingan

C. kunjungan sekolah, refleksi, dan bimbingan teknis D. FGD, kunjungan sekolah, pendampingan

4. Dalam dua tahun ajaran terakhir, SMP XX, salah satu sekolah binaan Saudara, menerima peserta didik baru/siswa jauh di bawah jumlah tahun-tahun sebelumnya, sehingga tidak memenuhi kuota. Menjelang penerimaan siswa baru, Saudara diundang oleh Kepala SMP XX untuk membahas masalahnya. Oleh karena itu, Saudara akan melakukan supervisi manajerial dengan menerapkan gabungan antara teknik individual dan teknik kelompok dengan bentuk-bentuk penyelenggaraan berikut.

A. Reviu dokumen, FGD, wawancara, rapat staf sekolah/kepanitiaan B. Bimbingan teknis, dialog, kerja kelompok, refleksi

C. Rapat staf sekolah/kepanitiaan, refleksi, pendampingan, observasi D. FGD, observasi, bimbingan teknis, rapat staf sekolah/kepanitiaan

5. Setiap teknik supervisi manajerial memiliki kelebihan dan kekurangan yang mempertimbangkan masalah, sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. Pernyataan-pernyataan berikut ini merupakan kelebihan atau kekuatan dari teknik supervisi kelompok, kecuali….

A. efisiensi dalam hal waktu dan biaya

B. kaya informasi dan dapat berbagi pengalaman dan alternatif solusi

C. menunjukkan kemampuan diri dalam mengembangkan dan mengelola sekolah

D. kepala sekolah baru tidak merasa asing dan dapat belajar dari yang lain

F. Rangkuman

Teknik supervisi manajerial adalah cara atau kiat yang Saudara jalankan ketika melakukan pembinaan, penilaian, bimbingan kepada kepala sekolah, guru dan seluruh tenaga kependidikan lainnya di sekolah binaan Saudara yang berhubungan dengan pengelolaan sekolah dalam rangka meningkatkan kinerja khususnya kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan, dan kinerja sekolah pada umumnya. Dalam pelaksanaan supervisi manajerial, pengawas dapat menerapkan teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok.

Teknik supervisi individual dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk, misalnya kunjungan sekolah/observasi kelas, saling kunjung antar kepala sekolah, pendampingan, dialog/individual conference, wawancara, membaca terpimpin, buletin supervisi, dan refleksi. Teknik supervisi kelompok dapat dilaksanakan dalam bentuk-bentuk seperti: wawancara kelompok, kerja kelompok, pendampingan, kepanitiaan/rapat staf sekolah, diskusi panel, pertemuan ilmiah (seminar/konferensi), lokakarya, dan bimbingan teknis.

G. Umpan Balik

Cocokkanlah jawaban Saudara pada latihan di atas dengan kunci jawaban. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap materi Kegiatan Pembelajaran 3.

Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai: 90 – 100 = sangat baik

80 – 89 = baik 70 – 79 = cukup 60 – 69 = kurang

 60 = sangat kurang

Jika penguasaan Saudara berada pada tingkat “Baik” atau di atasnya, berarti Saudara telah mencapai tujuan pembelajaran pada topik ini. Selamat!

Jika tingkat penguasaan Saudara masih di bawah “Baik”, mohon Saudara mereviu bahan bacaan penguatan untuk menyegarkan pemahaman Saudara sehingga bisa mencapai tingkat penguasaan “Baik” atau di atasnya.

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

Saudara diminta untuk melakukan refleksi mengenai pemahaman tentang teknik-teknik supervisi manajerial setelah Saudara mengikuti kegiatan pembelajaran. Jika Saudara merasa sudah menguasai teknik supervisi manajerial yang dipelajari, berilah tanda cek (√) pada kolom “Tercapai” pada teknik supervisi manajerial yang sudah dikuasai. Sebaliknya berilah tanda cek (√) pada kolom “BelumTercapai” pada teknik supervisi manajerial yang belum dikuasai.

No Tujuan Pembelajaran Tercapai Belum

Tercapai Keterangan 1. Melakukan supervisi manajerial dengan

teknik individual sesuai dengan kebutuhan dan masalah pada sekolah binaan. 2. Melakukan supervisi manajerial dengan

teknik kelompok berdasarkan kebutuhan dan masalah sekolah binaan.

Tindak lanjut :

Tingkat Penguasaan = Jumlah Jawaban Benar X Jumlah Soal

Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif

Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan.

I. Kunci Jawaban

1. B 2. D 3. A 4. A 5. C

EVALUASI

Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D

1. Perhatikan pernyataan mengenai tindakan pengawas dalam melakukan supervisi manajerial berikut.

(1) Mendengarkan dengan sabar

(2) Mempertimbangkan reaksi, dan pemahaman dengan tepat (3) Menunjukkan keterampilan secara jelas

(4) Memberikan dorongan dengan jelas (5) Memuji secara simpatik

(6) Meningkatkan pengetahuan sendiri secara berkelanjutan

Tindakan pengawas pada pernyataan di atas, yang TIDAK sesuai dengan prinsip membangun hubungan kemanusiaan yang harmonis dalam berkomunikasi dengan guru, kepala sekolah, maupun tenaga kependidikan adalah....

A. (1) dan (2) B. (2) dan (5) C. (3) dan (6) D. (4) dan (6)

2. Mutu penyelenggaraan pendidikan nasional dapat dilihat berdasarkan pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan di setiap sekolah. Tugas yang harus dilakukan oleh pengawas sekolah adalah memantau pelaksanaan delapan standar nasional pendidikan di sekolah binaan. Metode supervisi manajerial yang sesuai adalah....

A. Refleksi dan Focused Group Discussion

B. Workshop dan Lokakarya C. Delphi dan Diskusi Panel D. Monitoring dan Evaluasi

3. Seorang pengawas sekolah melakukan supervisi manajerial terhadap tenaga perpustakaan pada salah satu sekolah binaannya, ditemukan pengelolaan administrasi perpustakaan yang dilakukan tidak sesuai dengan ketentuan. Tindakan yang sesuai digunakan pengawas sekolah adalah....

A. menyampaikan masalah tersebut kepada kepala sekolah binaan B. menunggu hasil supervisi petugas perpustakaan di sekolah lain

C. melakukan pembinaan kelompok bersama tenaga perpustakaan sekolah lain D. melakukan pembinaan individu kepada tenaga perpustakaan sekolah tersebut 4. Seorang pengawas melakukan supervisi manajerial yang diawali dengan perencanaan

supervisi, melaksanakan supervisi, kemudian merancang kegiatan tindak lanjut hasil supervisi merupakan penerapan prinsip supervisi yaitu....

A. supervisi dilaksanakan dengan mempertimbangkan peningkatan dan berkesinambungan

B. supervisi dilaksanakan pada semua komponen program, kegiatan dan standar yang ditetapkan

C. supervisi dilaksanakan dengan mempertimbangkan target kemajuan sekolah binaan D. supervisi dilaksanakan berdasarkan permasalahan dan kebutuhan sekolah binaan 5. Berdasarkan laporan hasil supervisi manajerial yang dibuat pengawas pada komponen

perencanaan sekolah, semua sekolah binaan sudah memiliki dokumen perencanaan sekolah seperti: RKJM, RKT dan RKAS, tetapi dalam proses penyusunan RKJM belum mengakomodir hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang dilakukan. Terkait dengan kasus tersebut, prinsip supervisi manajerial yang diterapkan adalah ....

A. supervisi Integral dengan program pendidikan B. supervisi dilakukan dengan prinsip berkelanjutan C. supervisi dilakukan dengan prinsip konstruktif D. supervisi secara objektif

6. Perhatikan tabel berikut.

No Deskripsi

1 Mengetahui tingkat keterlaksanaan dan keberhasilan program, serta mendapatkan masukan dan memberikan penilaian.

2 Menyatukan persepsi stakeholder mengenai realitas kondisi sekolah, menentukan langkah-langkah strategis/operasional sekolah.

3 Membantu pihak sekolah merumuskan visi, misi dan tujuan dalam pengembangan sekolah.

4 Pengembangan kurikulum, sistem administrasi, peran serta masyarakat, dan sistem penilaian.

Sesuai tabel di atas, tujuan pelaksanaan supervisi manajerial melalui metode Focused Group Discussion (FGD) adalah....

A. 1 B. 2 C. 3 D. 4

7. Ketika melaksanakan supervisi manajerial, seorang pengawas harus menunjukkan sikap demokratis seperti tindakan berikut.

A. Bersikap terbuka dan bersedia menerima pendapat guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan yang disupervisi.

B. Memberikan kebebasan kepada guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan melaksanakan kewajiban sesuai kemampuan.

C. Menjelaskan target pencapaian yang harus dipenuhi kepala sekolah, guru dan

Dalam dokumen M02 PSP KONSEP SUPERMAN 07092016 (Halaman 46-70)

Dokumen terkait