BAB II. DESKRIPSI TEORETIS, KERANGKA PIKIR DAN
B. Teknik-teknik Pembelajaran Kooperatif
1. Teknik Think Pair Share
a. Pengertian Think Pair Share
Kepandaian peserta didik sangat ditentukan oleh pendidik bagaimana mengarahkan siswa dalam berpikir serta dalam menyampaikan pendapatnya sendiri meskipun pendapatnya kurang tepat akan tetapi hal tersebut merupakan satu tolak ukur siswa dalam menyampaikan pendapatnya sendiri. Strategi diskusi yang melibatkan siswa-siswa berpikir secara individual dan berbagi ke seluruh kelas guna menjawab pertanyaan, mencari solusi dari suatu masalah atau mengerjakan tugas pelajaran itulah yang dimaksud dengan Think-Pair-Share.18 Think-Pair-Share adalah sebuah strategi sederhana untuk melibatkan kelas.19 Teknik ini mendorong siswa untuk berpikir tingkat tinggi dan mensyaratkan siswa untuk berpikir terlebih dahulu sebelum berdiskusi dengan temannya.20 Prof. Frank Lyman dan asosiasinya (University of Maryland Howard County Southern Teacher Education Center, MD) telah mengembangkan suatu konsep yang sederhana tetapi memiliki daya guna yaitu konsep keahlian berpikir, Think-Pair-Share. Dalam Think-Pair-Share sebuah masalah dimunculkan, siswa berpikir sendiri tentang masalah yang dimunculkan itu dalam waktu yang telah ditentukan kemudian siswa berpasangan untuk mendiskusikan masalah dengan pasangannya. Selama waktu yang yang diberikan oleh guru untuk berbagi, siswa tergerak untuk berbagi solusi/jawaban dengan seluruh kelas.21
Dalam penerapan pembelajaran kooperatif (Cooperative learning) teknik Think Pair Share pada kelas X-D ini terlebih dahulu diawali dengan pemberian pertanyaan oleh guru kepada seluruh siswa yang ada dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) yang kemudian
18
http://www.ilstu.edu/~hefishe/websitedoc/thinkpairshare.doc, May, 10 2007 19
Susan Ledlow, Using Think pair share in the college classroom, (Arizona state
university: center for learning and teaching excellence, 2001), h.1 20Ian Clark, ….., h. 4
21
Spencer Kagan, Cooperative Learning, (Resources for theachers, Inc. 1(800) Wee Co-op,2000), h. 11:2
masing siswa diinstruksikan supaya berpikir secara mandiri [“think”], berpikir dalam mencari jawaban atas pertanyaan tersebut. Hal ini penting untuk merangsang daya pikir masing-masing siswa sebelum sampai pada tahap [“Pair”] yaitu proses bertukar jawaban atau gagasan sesama pasangan sebagai output dari proses berpikir pada tahapan sebelumnya. Selama tahap ini, siswa mendiskusikan jawaban mereka secara bersama-sama dari setiap pasangan kemudian mengisi jawaban mereka di Lembar Kerja Siswa yang telah disediakan.
Berikutnya adalah tahapan yang terakhir yaitu [“share”], setiap pasangan yang terpilih bertugas untuk mengemukakan hasil diskusinya kepada teman kelasnya sebagai kesempurnaan dari keseluruhan prosedur pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Pada tahap [”think”] dalam Think Pair Share, inilah segala kenyataan bahwa 100% dari pelajar secara serempak bersama berjuang berfikir secara aktif. Pada tahap [“pair”], ada kemungkinan besar ditentukan oleh waktu, 50% siswa berbincang-bincang memecahkan permasalahan secara aktif.22 Think-Pair-Share merupakan suatu cara yang efektif untuk membuat variasi suasana pola diskusi kelas. Dengan asumsi bahwa semua resitasi atau diskusi membutuhkan pengaturan untuk mengendalikan kelas secara keseluruhan, dan prosedur yang digunakan dalam think-pair-share dapat memberi siswa lebih banyak waktu berpikir, untuk merespon dan saling membantu. Guru hanya melengkapi penyajian singkat atau siswa membaca tugas, atau situasi yang menjadi tanda tanya. Guru menginginkan siswa mempertimbangkan lebih banyak apa yang telah dijelaskan dan dialami. Guru memilih menggunakan think-pair-share untuk membandingkan tanya jawab kelompok keseluruhan.
22
James L. Cooper & Pamela Robinson, Getting Started: Informal Small-Group Strategies in Large Classes, (New direction for teaching and learning, no. 81, 2000), h. 18
Menurut Tom Creed, sebagaimana yang dikutip oleh Vera Apnia Handayani bahwa think pair share memiliki ciri-ciri sebagai berikut:23
1) Keadaan saling tergantung positif. 2) Siswa dapat belajar dari temannya.
3) Siswa bertanggung jawab secara individu.
4) Siswa dapat bertanggung jawab terhadap temannya dan berbagi ide. Siswa juga wajib membagi idenya kepada pasangan lain atau ke seluruh kelompok.
5) Adanya partisipasi yang sama.
6) Tiap siswa dalam kelompok memiliki kesempatan yang sama untuk berbagi. Guru harus mengontrol agar tidak terjadi dominasi dari salah satu siswa saja.
7) Interaksi bersama.
8) Derajat interaksi yang tinggi. Hal ini terlihat pada saat seluruh siswa aktif dalam berbicara dan mendengarkan.
b. Langkah-langkah Think Pair Share
Prosedur pelaksanaan teknik Think Pair Share sangat sederhana yaitu setelah mengajukan sebuah pertanyaan, beritahu murid untuk memikirkannya secara diam, sebagai variasinya siswa boleh menulisnya secara diam (tergantung kompleksitasnya seorang guru dalam memberi waktu antara 10 detik-5 menit) kemudian murid berpasangan untuk membandingkan jawaban masing-masing dan pada tahap akhir guru memanggil siswa secara acak untuk memberikan kesimpulan tentang diskusi mereka.24 Langkah-langkah dasar dalam
23
Vera Apnia Handayani, upaya meningkatkan hasil belajar kimia siswa dengan metode pembelajaran kooperatif teknik Think Pair Share (TPS) pada konsep hidrokarbon, (Jakarta: Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan IPA-Fakultas Ilmu Tarbiyah & Keguruan-UIN Syarif Hidayatullah, 2009), Skripsi
Think Pair Share memiliki banyak persepsi, beberapa diantaranya adalah:
Menurut Deborah Allen & Kimberly Tanner:25 1) Berikan sebuah pertanyaan tentang sebuah topik.
2) Beri kesempatan kepada siswa untuk memikirkannya secara individu. Beri sekitar 30 detik atau lebih (tergantung kompleksitasnya).
3) Bentuk pasangan, untuk mendiskusikan jawaban individual mereka. Buat catatan yang ada dari jawaban masing-masing.
4) Undang salah satu pasangan untuk membaginya kepada semua siswa di kelas, kemudian tanyakan apakah ada pasangan lain yang memiliki jawaban berbeda.
5) Tuliskan dan siapkan kesimpulan akhir dari semua respon yang ada.
Menurut Trianto:26
Langkah 1: Berpikir (Thinking)
Guru mengajukan suatu pertanyaan atau masalah yang dikaitkan dengan pelajaran, dan meminta siswa menggunakan waktu beberapa menit untuk berpikir sendiri jawaban atau masalah.
Langkah 2: Berpasangan (Pairing)
Selanjutnya guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh. Interaksi selama waktu yang disediakan dapat menyatukan jawaban jika suatu pertanyaan yang diajukan atau menyatukan gagasan apabila suatu masalah khusus yang diidentifikasi. Secara normal guru memberi waktu tidak lebih dari 4 atau 5 menit untuk berpasangan.
25
Deborah Allen & Kimberly Tanner, Approaches in Cell Biology Teaching, (Cell Biol Educ 1(1): 3-5, 2002)
26
Langkah 3: Berbagi (Sharing)
Pada langkah akhir, guru meminta pasangan-pasangan untuk berbagi dengan keseluruhan kelas yang telah mereka bicarakan. Hal ini efektif untuk berkeliling ruangan dari pasangan ke pasangan dan melanjutkan sampai sekitar sebagian pasangan mendapat kesempatan untuk melaporkan.
Pada akhir pembelajaran guru memberi pertanyaan kuis untuk mengevaluasi ketercapaian kompetensi dan pengayaan pengetahuan siswa. Namun dalam mengerjakan kuis yang diberikan para peserta didik dilarang bekerja sama meskipun mereka masih tergabung dengan kelompoknya.
Menurut Yustini Yusuf:27
1) Thinking. Guru mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan pelajaran, kemudian siswa diminta untuk memikirkan pertanyaan tersebut secara mandiri dalam beberapa saat.
2) Pairing. Guru meminta siswa berpasangan dengan siswa yang lain untuk mendiskusikan apa yang telah diperkirakannya, disini pasangan akan memberikan berbagai jawaban dan berbagai ide jika persoalan khusus telah diidentifikasi.
3) Sharing. Guru meminta kepada pasangan untuk berbagi dengan seluruh kelas tentang hal yang telah mereka bicarakan, dilakukan bergiliran pasangan demi pasangan sampai lebih kurang seperempat pasangan yang ada di kelas mendapatkan kesempatan untuk melaporkannya.
Dari berbagai pendapat para ilmuan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa langkah-langkah teknik think pair share sebagai berikut:
1) Proses pemberian pertanyaan atau masalah oleh guru. 2) Think
Siswa diwajibkan memikirkan jawaban secara individual terhadap pertanyaan yang diajukan oleh guru.
27
Yustini Yusuf & Mariani Natalina, Upaya peningkatan hasil belajar biologi melalui pembelajaran kooperatif dengan pendekatan struktur di kelas 1.7 SLTPN 20 Pekanbaru, jurnal biogenesis vol. 2(1): program studi pendidikan biologi FKIP Universitas Riau, 2005, h. 9
3) Pair
Siswa berpasangan untuk mendiskusikan jawaban yang telah diperoleh dari proses ”think”.
4) Share
Pasangan yang terpilih berbagi jawaban dengan teman sekelas.