• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS

METODE PENELITIAN DAN HIPOTESIS

3.8 Teknis Analisis Data

Analisis data adalah cara mengolah data yang terkumpul kemudian dapat memberikan interpretasi. Hasil pengolahan data ini digunakan untuk menujukan masalah yang telah di rumuskan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1) Teknik Analisis Regresi Linear Berganda.

Teknik analisis data yang digunakan dalam memecahkan masalah dan untuk mencapai tujuan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan

analisis regresi linear berganda/majemuk dengan instrumen berupa progam SPSS (satistic package for social science). Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh jumlah modal kerja dan efektivitas penggunaan modal kerja (diukur dari tingkat perputaran modal kerja) terhadap profitabilitas (diukur dari ROI). Menurut Suyana (2004:52), model regresi linear berganda ditunjukkan dengan persamaan sebagai berikut:

Y = � + b1X1 + b2X2 + ei Keterangan :

Y = Profitabilitas X1 = Jumlah Modal Kerja X2 = Perputaran Modal Kerja α = Konstanta

b1-b2 = Koesifisien regresi X1-X2

ei = Variabel penggangu yang mewakili faktor lain yang berpengaruh pada Y tetapi tidak dimasukkan dalam model

Dari model regresi linear tersebut, agar model dapat diregresi serta untuk memperoleh penafsiran yang tidak bias linear terbaik (BLUE) dilakukan pengujian asumsi klasik sebagai berikut:

(1) Uji normalitas

Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dengan variabel bebas keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi data normal atau yang mendekati normal. Pengujian

normalitas dapat dilihat dan garis profitability plots pada hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS. Distribusi normal tercermin dari data yang tersebar disekitar garis diagonal.

(2) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas ini dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi diantara variabel bebas (Ghozali, 2002:57). Jika terjadi korelasi maka dinamakan terjadi problem multikolinearitas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independent. Pedoman suatu model regresi yang bebas problem multikolinearitas adalah jika mempunyai nilai VIF

(Varians Inflation Faktor) kurang dari 10 dan nilai tolerance lebih dari 10%.

(3) Uji Autokorelasi

Autokorelasi adalah korelasi atau hubungan yang terjadi diantara anggota-anggota dari serangkaian pengamatan yang tersusun dalam rangkaian waktu. Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada problem autokorelasi. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dan autokorelasi. Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi menurut Ghozali (2005 : 94) adalah sebagai berikut :

(a) Bila nilai Durbin-Watson (DW) terletak antara batas atas atau Upper Bound (DU) dan 4 – DU, maka koefisien autokorelasi sama dengan nol, berarti tidak ada autokorelasi.

(b) Bila nilai Durbin-Watson (DW) lebih rendah daripada batas bawah atau Lower Bound (DL) maka koefisien autokorelasi lebih besar daripada nol, berarti ada autokorelasi positif.

(c) Bila nilai Durbin-Watson (DW) lebih besar daripada (4 – DL), maka koefisien autokorelasi lebih kecil dari nol, berarti ada autokorelasi negatif.

(d) Bila nilai Durbin-Watson (DW) terletak antara batas atas (DU) dan batas bawah (DL) atau DW terletak antara (4 – DU) dan (4 – DL), maka hasilnya tidak dapat disimpulkan.

(4) Uji Heteroskedastisitas

Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dan residual dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya (Ghozali, 2002:69). Jika residual pengamatan satu ke pengamatan lainnya adalah tetap, maka disebut homoskedastisitas. Dan jika varians dari pengamatan satu ke pengamatan lainnya adalah berbeda, maka disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi apakah dalam model terjadi heteroskedastisitas dapat dilihat pada scaterplots

dimana apabila titik – titik tersebar secara acak dan tidak membentuk pola tetentu dapat dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas.

2) Pengujian Hipotesis (1) Uji Simultan (F - test)

Pengujian ini bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel bebas yaitu jumlah modal kerja (Xl), perputaran modal kerja (X2) yang diukur dari tingkat perputaran modal kerja terhadap variabel terikat profitabilitas (Y) yang diukur dari ROI pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara simultan atau serempak. Langkah - langkah dalam menguji hipotesis yang pertama ini adalah :

a) Merumuskan hipotesis

Ho : β1 – β2 = 0, artinya jumlah modal kerja dan perputaran modal kerja secara simultan tidak berpengaruh parsial terhadap profitabilitas pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011

H1 : paling sedikit salah satu β1 ≠ 0 (i = 1 – 2), artinya jumlah modal

kerja dan perputaran modal kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011

b) Menentukan Ftabel

Perhitungan Ftabel dengan penentuan taraf nyata (α) = 5 % dan df =

c) Menentukan Fhitung

Secara matematis Fhitung dapat diperoleh dengan rumus : R2 / K - 1 Fhitung = (1 – R2) / (n – k) Dimana : R2 = Koefisien determinasi n = Ukuran sampel

k = Jumlah variabel dalam model regresi d) Uji Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel Dimana,

Apabila Fhitung ≤ Ftabel atau signifikansi ≥ α (0,05), maka H 0 diterima dan H1 ditolak Apabila Fhitung ≤ Ftabel atau signifikansi ≥ α

(0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima

e) Kesimpulan

Jika Fhitung lebih besar dari Ftabel maka H0 ditolak yang berarti jumlah modal kerja dan perputaran modal kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011. Jika Fhitung lebih kecil sama dengan Ftabel maka H0 diterima yang berarti jumlah modal kerja dan perputaran modal kerja secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas

pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011.

(2) Uji Parsial (t - test)

Uji ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel bebas jumlah modal kerja (Xl), dan perputaran modal kerja (X2) terhadap variabel terikat profitabilitas (Y) yang diukur dari ROI pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semenyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011 secara parsial. Langkah- Iangkah dalam menguji hipotesis yang kedua ini adalah :

a) Pengaruh jumlah modal kerja (X1) diukur dari tingkat perputaran modal kerja terhadap profitabilitas (Y) yang diukur dari ROI pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011.

(a) Merumuskan hipotesis

H0 : β1 = 0 artinya jumlah modal kerja secara parsial tidak berpengaruh signikan terhadap profitabilitas pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011.

H1 : β1 ≠ 0, artinya jumlah modal kerja secara parsial

berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011

Dengan penentuan taraf nyata (α) = 5%/2 = 0,025 dan penentuan

derajat bebas (df) = n- k. Dengan demikian t tabel adalah sebesar t

α / 2 (df ). (c) Menentukan thitung bi – βi t = S bi Dimana :

bi = Koefisien regresi parsial yang ke-1 dari regresi sample

βi = Koefisien parsial yang ke-1 dari regresi populasi S bi = Kesalahan standar (standar error) koefisien sampel. (d) Uji hipotesis

Uji hipotesis dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel.

Apabila t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Apabila t hitung ≤ t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak.

(e) Apabila thitung lebih besar dari ttabel maka H0 ditolak. Ini berarti bahwa jumlah modal kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011

b) Pengaruh perputaran modal kerja (X2) diukur dari tingkat perputaran modal kerja terhadap profitabilitas (Y) yang diukur dari ROI pada

perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011

(a) Merumuskan hipotesis

Ho : β1 = 0, artinya perputaran modal kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011.

H1 : β1 ≠ 0, artinya perputaran modal kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdapat di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2007-2011

(b) Menentukan ttabel

Dengan penentuan taraf nyata (α) = 5%/2 = 0,025 dan penentuan

derajat bebas (df) = n- k. Dengan demikian ttabel adalah sebesar t

α / 2 (df ) (c) Menentukan thitung bi - βi t = S bi Dimana :

bi = Koefisien regresi parsial yang ke-1 dari regresi sampel βi = Koefisien parsial yang ke-1 dari regresi populasi S bi = Kesalahan standar (standar error) koefisien sampel

(d) Uji hipotesis

Uji hipotesis dilakukan dengan membandingkan thitung dengan ttabel

Apabila t hitung > t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Apabila thitung ≤ t tabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak.

(e) Kesimpulan

Apabila t hitung lebih besar dari t tabel, maka H0 ditolak. Ini berarti bahwa perputaran modal kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas pada perusahaan Manufaktur Logam dan Semen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2007-2011.

BAB IV

Dokumen terkait