• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknologi Industri Pertanian Dan Nilai Tambah

Dalam dokumen Pengantar Teknologi Industri Pertanian. (Halaman 93-96)

BAB V. SUMBER DAYA ALAM, TEKNOLOGI DAN INDUSTRI 5.1 Sumber Daya Alam Di Bidang Per tanian

5.2. Teknologi Industri Pertanian Dan Nilai Tambah

Di neger a kita Indonesia industri masih didominasi oleh industr i pertanian dengan pr oduk pr imer pertanian sebagai pr oduk utamanya, sejalan dengan hal ini sebagian besar angkatan ker ja Indonesia masih beker ja di bidang per tanian. Rahar di (2000) mengemukakan bahw a tr ansfor masi ekonomi dan industri per tanian (pr imer) ke agr oindustr i atau industri sekunder lainnya, akan melibatkan pr oses per geser an adat kebiasaan dan tatanan nilai. Per geser an ini menuntut adanya r ealokasi sumber daya ser ta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kelembagaan yang memadai.

Selain itu industri di negar a kita sebagian besar industr i kecil, w alaupun sampai pada tahap r ancang bangun yang menggunakan teknologi masih belum dapat dikatakan industr i besar .Pemer intah ber sama-sama dengan sw asta selalu ber mitr a untuk secar a ber tahap mengembangkan industri kecil menjadi industr i menengah maupun industr i tinggi. Str ategi pentahapan industr i ini ter us dikembangkan dengan ber bagai macam

82

pendekatan dan tujuan. Per an institusi yang selalu mengembangkan r iset dan pengembangan seper ti per gur uan tinggi atau institusi penelitian dan pengembangan baik sw asta maupun pemer intah selalu ditunggu hasil penelit iannya yang konkr et agar dapat diser ap oleh pengguna teknologi. Industr ialisasi dapat diar tikan per ubahan budaya dar i masyar akat agr ar is menjadi masyar akat industr i. Industr ialisasi har us dibar engi dengan penguasaan teknologi yang telah ber akar dar i sosial budaya masyar akat setempat. Indonesia adalah negar a agr ar is yang ar tinya sebagian besar r akyat beker ja disektor per tanian, dan sangat besar peluangnya untuk mengembangkan teknologi yang menuju ke sektor i ndustr i.

Disadar i bahw a pr oduk-pr oduk agr oindustri kita masih kalah ber saing dengan pr oduk dar i negar a-negar a lain misalnya saja dengan tetangga kita yang ter dekat yaitu Malaysia. Contoh konkr it yang dilihat adalah membanjir nya pr oduk-pr oduk pangan dar i Malaysia dengan kualitas baik , r asa dan kemasan yang lebih baik dar i pr oduk kita. Sampai saat ini industri pangan sangat menjanjikan dan sangat ber peluang untuk dikembangkan; beber apa alasan untuk hal ini menur ut Tan (2002) adalah adalah:

a. Pr oduk hasil per tanian ter utama sektor pangan cukup potensial,

b. Pr oduk pangan mempunyai peluang tinggi kar ena menyangkut kebutuhan sehar i-har i untuk pasar domestik maupun untuk diekspor ke negar a-negar a tetangga seper ti Malaysia, Singapur a dan Austr alia c. Pr oduk pangan r elatif mur ah dan mudah pembuatannya, bahan baku

mudah didapat dan tidak memer lukan teknologi tinggi ser ta kualitas SDM yang mempunyai spesifikasi tidak ter lalu r umit.

d. Pr oduk pangan dengan inovasi pr osesnya akan member ikan nilai kumulatif yang lebih besar unt uk menyer ap tenaga ker ja.

83

Teknologi tepat guna yang diter apkan dengan baik akan dapat ber per an dalam memicu ter bentuknya industr i UKM , baik pada tatar an teknologi hulu atau pr a panen maupun pada tatar an teknologi panen atau teknologi pasca panen. Teknologi cepat usang ,sama halnya dengan industr i; per kembangan industr i juga sangat cepat ber ubah sesuai dengan per kembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Per ubahan industri di masa mendatang sangat cepat per kembangannya; contoh konkr it adalah industr i pangan; selain r asa dan bentuk juga r ekayasa kemasan sangat cepat ber kembang yang pada gilir annya akan menaikkan nilai tambah pr oduk.

Filosopi Habibie mengenai tr ansfor masi industri di Indonesia adalah : To star t fr om the end and to end fr om the bigeningatau ber aw al dar i akhir dan ber akhir dar i aw al. Makna dar i tr ansfor masi industr i ini adalah bahw a bila negar a kita belum mampu menciptakan teknologi yang dibutuhkan maka selayaknya kita mengadopsi teknologi dar i luar untuk sementar a sampai bangsa kita sudah mampu untuk menghasilkan teknologi yang dibutuhkan.

Filosofi tr ansfor masi yang dimaksudkan Habibie ini adalah teknologi yang kita adopsi dar i luar dan akan dapat langsung digunakan tanpa har us melakukan penelitian dasar terlebih dahulu yang akan menghasilkan teknologi yang memakan w aktu lama. Secar a par alel pengembangan penelitian dasar di dalam neger i serta r iset dan pengembangan teknologi yang dibutuhkan masyar akat luas tetap ber jalan. Str ategi transfor masi teknologi ini akan mengur angi biaya penelitian dan pengembangan yang membutuhkan biaya besar dan dihar apkan pada gilir annya akan mendor ong kapasitas teknologi sejajar dengan negar a maju. Rahar di (2008) mengungkapkan bahw a agar pr oses alih t eknologi dapat ber hasil

84

maka per lu diper hatikan hal-hal sebagai ber ikut: (i).kepentingan pengalih dan pener ima teknologi har us diselar askan; (ii).per siapan yang matang guna mengatasi kendala-kendala baik dipihak pengalih maupun pihak pener ima ser ta (iii).pihak pengalih dan pener ima har us ber sikap ber sahabat.

Kebutuhan masyar akat sangat mendesak untuk memiliki teknologi yang sangat dibutuhkan dan tidak dapat menunggu hasil r iset yang dimulai dar i r iset dasar sampai pada r iset yang aplikatif. Bidang ilmu ter utama i lmu yang menggunakan teknologi tinggi (high t ech) sebaiknya mentr ansfer dulu teknologi dar i luar . Tent unya tr ansfer teknologi dimaksud tidak dapat ber jalan selamanya, dengan perkataan lain bila kita sudah tidak memer lukan alih teknologi dar i luar maka har us member hentikan mentr ansfer teknologi dar i luar . Tentunya alih teknologi dar i luar har us memper timbangkan apakah teknologi ter sebut sesuai dengan kondisi yang dihar apkan oleh masyar akat Indonesia.

5.3.Beberapa Aplikasi Teknologi Industri Pertanian Menggunakan

Dalam dokumen Pengantar Teknologi Industri Pertanian. (Halaman 93-96)