BAB II LANDASAN TEORI
2.10 Teknologi Mobile dan Nirkabel
Teknologi mobile (bergerak) dan wireless (nirkabel) dianggap secara signifikan mengubah generasi sistem informasi selanjutnya. Komputer genggam atau personal data assistant (PDA, HP Ipaq, Palm dan RIM Blackberry) telah menjadi hal-hal umum bagi pekerja informasi. Alat-alat ini telah memanfaatkan telah kemampuan nirkabel yang menyediakan akses web dan email. Telepon seluler juga memuat fitur kemampuan internet dan email. Dan sekarang, alat-alat terintegrasi pada smart phone (telepon pintar) bermunculan dan mengintegrasikan PDA dan telepon seluler ke dalam satu alat. Untuk yang memilin alat-alat terpisah, teknologi seperti bluetooth bermunculan dan memungkinkan alat-alat yang terpisah untuk berantar operasi sebagai satu alat logis sambil mempertahankan form factordan kelebihan masing-masing alat.
Komputer laptop dilengkapi dengan kemampuan nirkabel dan mobile yang memungkinkan para pekerja informasi berpindah dengan mudah sambil mempertahankan koneksi ke sistem informasi. Tren-tren teknis ini secara signifikan akan berdampak pada analisa dan desain sistem informasi baru (Whitten, 2004 : 26).
2.10.1 Perkembangan GSM
Global System for Mobile Communication (GSM) merupakan sebuah teknologi komunikasi seluler yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada mobile communication, khususnya
(id.wikipedia.org/wiki/Global_System_for_Mobile_ Communications).
Dalam konferensi WARC (World Administrative Radio Converence) tahun 1979, ditetapkan bahwa frekuensi 860 Mhz-960 Mhz dialokasikan untuk komunikasi seluler di kemudian hari dengan penetapan ini berarti band frekuensi selebar 2 x 25 Mhz khususnya disiapkan untuk sistem seluler digital. Tahun 1982, dengan dipelopori oleh Jerman dan Prancis, maka CEPT (Conference Europeance d’Administration de Post et Telecommunication) menetapkan GSM sebagai standar digital seluler untuk Eropa. Dan tahun 1985, Jerman, Prancis, Itali dan Inggris bersatu untuk mengembangkan standarisasi GSM. Tahun 1987 ditanda tangani Memorandum of Understanding pemakaian GSM oleh 14 negara Eropa. (Yuliarso, www. elektroindonesia.com)
2.10.2 Jaringan GSM
Jaringan-jaringan yang terdapat pada GSM seluler, terdiri atas: 1. Mobile Switching Center(MSC)
MSC merupakan inti dari jaringan seluler, dimana MSC berperan untuk inter koneksi hubungan pembicaraan, baik antar customer seluler maupun antar seluler dengan jaringan telepon kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data.
Karena fungsinya yang sangat kompleks, maka MSC dilengkapi dengan :
a. Home Location Register (HLR) untuk menyimpan data permanen dari customer.
b. Visitor Location Register (VLR) untuk menyimpan data customer yang bersifat temporer disesuaikan dengan area tempat customerberada.
c. Authentication Register (AuC) untuk keperluan pemeriksaan validasi customer.
d. Equipment Identity Register (EIR) untuk menyimpan nomor identitas customer.
2. BSS (Base Station Subsystem), sebagai pengirim dan penerima sinyal radio dari dan ke customer.
3. OS (Out Standing), sebagai terminal customer yang bersifat bergerak. (Yuliarso, www.elektroindonesia.com).
2.10.3 Pengertian SMS Gateway
SMS gateway merupakan sistem aplikasi untuk mengirim dan/atau menerima SMS, terutama digunakan dalam apliksi bisnis, baik untuk kepentingan promosi, servis kepada customer, pengadaan content produk atau jasa dan seterusnya. (
www.warna-warni.net/2008/04/27/konsep-pembuatan-sms-gateway).
langsung terhubung dengan database nomor-nomor ponsel tanpa harus mengetik ratusan nomor, dan pesan dari nomor akan diambil secara otomatis dari databese tersebut. (cs.uad.ac.id/riadi/2006/04/13/membangun-sms-gateway-dengan-gnokii-mysql).
Alasan-alasan kenapa SMS banyak digunakan diantaranya (Zakaria, 2006 : 7):
1. Membatasi interaksi langsung antar pengguna dan mengurangi beban emosi yang biasanya disalurkan lewat suara.
2. Kemampuan untuk disebarkan secara cepat dan akurat.
3. Kemampuan sebagai media layanan informasi singkat dan murah, biasanya berupa pemberitahuan, peringatan, pengingat, iklan dan lain sebagainya.
4. Murah, meski batasannya adalah relatif antara biaya atas jumlah SMS yang dikirim berbanding biaya percakapan langsung antar mobile phone.
2.10.4 Sistem Kerja SMS
SMS merupakan salah satu fitur dari GSM yang dikembangkan dan distandarisasi ETSI. Pada saat mengirim pesan SMS melalui ponsel, maka pesan SMS tersebut tidak langsung dikirim ke ponsel tujuan, tetapi akan terlebih dahuli terkirim ke SMS center (SMSC) dengan prinsip Storedan Forward(simpan dan teruskan) setelah itu baru dikirim ke ponsel yang dituju.
Dengan adanya SMSC ini, kita dapat mengetahui status dari SMS yang dikirim, apakah telah sampai atau gagal diterima oleh ponsel tujuan. Apabila ponsel tujuan dalam keadaan aktif dan menerima SMS yang dikirim, ponsel tersebut akan mengirim kembali pesan konfirmasi ke SMSC yang menyatakan bahwa SMS telah diterima. Kemudian SMSC mengirimkan kembali status tersebut kepada si pengirim. Tetapi jika ponsel tujuan dalam keadaan mati atu diluar jangkauan, SMS yang dikirim akan disimpan pada SMSC sampai periode validitas terpenuhi. Jika periode validitas terlewati maka SMS itu akan dihapus dari SMSC dan tidak dikirimkan ke ponsel tujuan. Disamping itu, SMSC akan mengirimkan pesan informasi ke nomor pengirim yang menyatakan pesan yang dikirim belum diterima atau gagal (Purnomo, 2007:5).
Sumber:Purnomo, 2007:5 Gambar 2.5Skema cara kerja SMS
Beberapa fitur yang umum dikembangkan dalam apliksi SMS gatewayadalah (www.warna-warni.net/2008/04/27/konsep-pembuatan-sms-gateway) :
1. Auto-reply
SMS gateway secara otomatis akan membalas SMS yang masuk, dimana pengirim mengirimkan dengan format tertentu yang dikenali aplikasi, kemudian dapat melakukan auto-reply dengan membalas SMS tersebut berisikan informasi yang dibutuhkan. 2. Pengiriman massal
Disebut juga dengan istilah SMS broadcast, bertujuan untuk mengirimkan ke banyak tujuan sekaligus.
2.10.5 Arsitektur dan Teknologi SMS
Layanan SMS dibangun dari berbagai entitas yang saling terkait dan mempunyai fungsi dan tugas masing-masing. Tidak ada satu pun dalam sistem SMS yang dapat bekerja secara parsial. Entitas dalam jaringan SMS ini disebut juga elemen jaringan SMS. Secara umum arsitektur sistem SMS, khususnya untuk sistem yang diintegrasikan dengan jaringan wireless, adalah sebagai berikut (Rozidi, 2004:6).
Sumber:Rozidi, 2004:6 Gambar 2.6Arsitektur jaringan SMS
1. External Short Messaging Entities
Dapat dikatakan bahwa Short Message Entities(SME) merupakan entitas dalam sistem SMS yang dapat berada pada jaringan, berupa perangkat bergerak, atau merupakan service center yang berada diluar jaringan.
2. SMSC
Terminologi SMSC mengacu pada sesuatu yang berupa hardware dan software. SMSC merupakan sebuah entitas yang bertanggung
dari satu titik ke titik lain yang merupakan tujuan , misalnya dari satu SME ke perangkat telepon bergerak.
2.10.6 Format Protocol Description Unit (PDU)
Format SMS yang digunakan oleh ponsel/modem GSM adalah format PDU (Protocol Description Unit). Format PDU dituliskan dengan heksadesimal, terbagi atas 8 header, yaitu :
1. Nomor SMS Center 2. Tipe SMS.
3. Nomor referensi SMS. 4. Nomor ponsel penerima. 5. Bentuk SMS.
6. Skema encoding data I/O. 7. Jangka waktu sebelum expired.
8. Isi SMS, terbagi dua subheader dan isi pesan dalam heksadesimal.
Delapan header ini kemudian digabungkan menjadi sebuah paket PDU yang lengkap. Jika menggunakan format PDU, dibutuhkan function/tools yang dapat melakukan konversi format
PDU ke text dan sebaliknya.
2.11 SoftwarePengembangan Sistem