BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Teknologi Short Message Service (SMS)
Short Message Service (SMS) adalah dasar layanan yang menyediakan pertukaran pesan singkat antar pelanggan. Pesan singkat yang pertama telah digunakan pada tahun 1992 melalui saluran sinyal komunikasi pada jaringan GSM Eropa. Semenjak percobaan yang berhasil ini, penggunaan SMS telah menjadi suatu pokok persoalan yang tumbuh dengan sukses. Data Mobile Association melaporkan bahwa jumlah total pengiriman pesan orang ke orang melalui empat jaringan GSM UK pada tahun 2003 mencapai 20,5 milyar (Gwenaël Le Bodic, 2005 : 47).
Short Message Service (SMS) adalah suatu fasilitas dari teknologi GSM yang memungkinkan mengirim dan menerima pesan-pesan singkat berupa text dengan kapasitas maksimal 160 karakter dari Mobile Station (MS). Kapasitas maksimal ini tergantung dari alphabet yang digunakan, untuk alphabet latin maksimal 160 karakter, dan non – Latin misalnya alphabet Arab atau China maksimal 70 karakter (Sugiono, 2007 : 10).
1. Cara kerja SMS
SMS merupakan suatu metode store dan forward. Keuntungan yang didapat dari metode ini adalah pada saat telepon selular penerima tidak dapat dijangkau, dalam arti tidak aktif atau diluar service area, penerima tetap dapat menerima SMS-nya apabila telepon selular tersebut sudah aktif kembali. SMS menyediakan mekanisme untuk mengirimkan (storage) pesan singkat dari dan menuju media-media wireless dengan menggunakan sebuah Short Messaging Service Center (SMSC), yang bertindak sebagai sistem yang berfungsi menyimpan dan mengirimkan (forward) kembali pesan -pesan singkat. Jaringan
wireless menyediakan mekanisme untuk menemukan station yang dituju dan mengirimkan pesan singkat antara SMSC dengan
wireless station. SMS mendukung banyak mekanisme input
sehingga memungkinkan adanya interkoneksi dengan berbagai sumber dan tujuan pengiriman pesan yang berbeda (Romzi 2004 : 2).
Gambar 2.1 Mekanisme store dan forward pada pengiriman pesan SMS(Ray, 2001)
Keuntungan lain dari SMS yaitu memiliki biaya penggunaan yang murah. Beban biaya dihitung dari penggunaan satu frame melalui kanal frekuensi. Ukuran frame pada sistem GSM adalah 1250 bit (kurang lebih 160 byte). SMS dikirim menggunakan
signalling frame pada kanal frekuensi atau time slot frame GSM yang biasanya digunakan untuk mengirimkan pesan untuk kontrol dan sinyal setup panggilan telepon, seperti pesan singkat tentang kesibukan jaringan atau pesan CLI (Caller Line Identification). Frame ini bersifat khusus dan ada pada setiap panggilan telepon serta tidak dapat digunakan untuk membawa voice atau data dari pelanggan.
2. Kelebihan Utama SMS
Kelebihan utama dari SMS ini antara lain adalah sebagai berikut (Lekkad : 2008, 2):
a. Pengriman pesan antara mobile-phone, adalah fungsi umum dari SMS.
b. Mengurangi kemungkinan miss dalam pengiriman informasi.
c. SMS dapat diterima secara langsung, yang menjadikan SMS solusi yang ideal untuk menyebarkan informasi.
d. 94% SMS dibaca oleh para penerima.
e. Pengiriman pesan ke beberapa orang secara bersamaan. f. Pengiriman pesan yang cepat, kurang dari 1 menit.
g. Layanan Informasi.
h. Sebagai pemberitahuan dan iklan, seperti informasi cuaca, pembukaan outlet baru, kurs mata uang, ataupun horoskop.
2.1.2. SMS Gateway
SMS Gateway dibuat dari beberapa perangkat yang minimal terdiri dari PC dan Modem GSM/CDMA. Sebuah kartu GSM/CDMA dengan nomor direct/premium, dan sebuah program aplikasi yang berfungsi untuk menerima atau mengirim sms secara bersamaan. Aplikasi SMS Gateway mampu mengintegrasikan antara teknologi ponsel dengan komputer atau PC (Rozidi, 2004 : 35).
Gambar 2.2 SMS Gateway (http://www.gecko.web.id/)
SMS Gateway merupakan pintu gerbang bagi penyebaran informasi dengan menggunakan SMS, anda dapat menyebarkan pesan ke ratusan nomor secara cepat yang langsung terhubung dengan
nomor dan pesan diponsel anda karena semua nomor akan diambil secara otomatis dari database tersebut.
Berikut dijelaskan fungsi-fungsi SMS Gateway : 1. Massage management dan Delivery
a. Pengaturan pesan yang meliputi manajemen prioritas pesan, manajemen pengiriman pesan, dan manajemen antrian.
b. Pesan yang dilakukan harus sedapat mungkin fail safe. Artinya, jika terdapat gangguan pada jaringan telekomunikasi, maka sistem secara otomatis melakukan pengiriman ulang.
2. Korelasi
Berfungsi untuk melakukan korelasi data untuk menghasilkan data baru hasil korelasi. Pada sistem yang terpasang saat ini, arsitektur lalu lintas data melalui SMS sudah terjalin cukup baik. Hanya saja, keterbatasan akses data dan tujuan informasi SMS yang belum terfokus menyebabkan banyaknya jawaban standar (default replies) masih banyak terjadi. SMS Gateway banyak digunakan dalam berbagai proses bisnis dan usaha. Proses bisnis dan bidang layanan yang bisa ditangani oleh aplikasi SMS
Gateway. Fitur-fitur standar SMS Gateway, yaitu komunikasi SMS interaktif dua arah, SMS info on demand,
SMS service settings, SMS Automatic Registration, polling SMS, pengiriman SMS Broadcast, pengiriman SMS ke Call Group, pengiriman SMS terjadwal, personalisasi SMS, antarmuka aplikasi berbasis web, buku alamat dan call group, manajemen pengguna, sistem security access, serta sistem parameter. Fitur-fitur advance SMS Gateway, yaitu antarmuka dinamis untuk integrasi ke database perusahaan, SMS Remote Control, E-mail to SMS, SMS to Email, ekspansi modem GSM, dan koneksi langsung ke SMSC via SMPP.
2.1.3. AT Command
AT Command adalah perintah-perintah yang digunakan dalam komunikasi dengan Serial Port (Wahana Komputer, 2005 : 26). AT Command digunakan pada handphone server untuk mengetahui vendor atau perusahaan pembuat handphone yang digunakan, kekuatan sinyal, membaca pesan yang ada pada SIM Card, mengirim pesan, mendeteksi pesan baru yang masuk secara otomatis, menghapus pesan pada SIM Card dan masih banyak lagi. Pada software gammu, handphone-handphone yang sudah menggunakan USB pada umumnya menggunakan AT Command sebagai pembentuk gateway.
2.1.4. Global System for Mobile Communication (GSM)
Global System for Mobile Communication (GSM) merupakan standar yang diterima secara global untuk komunikasi selular digital. GSM adalah nama group standardisasi yang di mapankan pada tahun 1982 untuk menghasilkan standar telepon bergerak di eropa, digunakan sebagai formula spesifikasi untuk pan-eropa sistem selular radio bergerak yang bekerja pada frekuensi 900 MHz. Dan diperkirakan banyak negara lainnya diluar eropa akan turut menggunakan teknologi GSM (faiz, 2005 : 1).
2.2. Konsep Dasar Sistem Informasi