PELAYANAN SKPD
C. TELAAH VISI, MISI DAN PROGRAM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH TERPILIH
Visi Pembangunan Kota Mataram Tahun 2010-2015 adalah terwujudnya Kota Mataram yang maju, religios dan berbudaya. dengan makna yang terkandung dalam Visi Kota Mataram adalah:
a. Visi tersebut mengandung arti Kota Mataram yang ingin diwujudkan dalam lima tahun kedepan adalah kota yang memiliki masyarakat maju, riligius , dan berbudaya
b. Maju mengandung makna bahwa dalam lima tahun kedepan terjadi peningkatan kualitas SDM Kota Mataram yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk didalamnya seni dan social budaya, sehingga kemajuan yang dicapai yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal untuk mewujudkan masyarakat gumi Mentaram yang sejahtera. Kemajuan ini dapat diukur berdasarkan perbaikan angka Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ).
c. Religius mengandung makna dalam lima tahun kedepan akan terjadi peningkatan kualitas masyarakat kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan, mengedepankan kebersamaan serta toleransi yang tinggi antar umat beragama dalam suasana harmonis dalam kerangka penciptaan masyarakat madani. Nilai-nilai religius menjadi spirit dalam menentukan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan.
d. Berbudaya mengandung makna dalam lima tahun kedepan terjadi peningkatan kualitas masyarakat yang memiliki keseimbangan antara kemajuan dan religiusitas yang saling berterima dalam kemajemukan, bermoral dan bermartabat. Masyarakat berbudaya tidak hanya dapat dilihat dari berkembangnya adat istiadat, melainkan juga pada berkembangnya infrastruktur yang bekarakter kearifan lokal
Tujuan dan Sasaran:
a. Misi Pertama : Meningkatkan rasa “AMAN” masyarakat Kota mataram yang ditujukan dengan kehidupan yang kondusif, dinamis, dan harmonis yang dilandasi nilai agama dan budaya. Misi ini dijabarkan kedalam tujuan yaitu : Menciptakan suasana Kota Mataram yang kondusif, dinamis dan harmonis yang dilandasi nilai agama dan budaya , dengan sasaran:
1. Tumbuh dan berkembangnya kerukunan hidup beragama dan bermasyarakat.
2. Terwujudnya keamanan dan kepastian dalam berinvestasi.
3. Terlaksananya penyelenggaraan pemerintahan yang baik dalam suasana yang kondusif dan produktif.
b. Misi Kedua : Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang handal dan religius untuk mendorong daya saing daerah. Misi ini bertujuan mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Sedangkan sasaran dari Misi ini adalah:
1. Peningkatan kualitas pendidikan dan produktivitas seni dan budaya masyarakat yang relevan, efisien, dan efiktif.
2. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat
3. Pengembangan lapangan usaha dan penciptaan lapangan pekerjaan 4. Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat miskin perkotaan.
5. Peningkatan pengarusutamaan gender diberbagai aspek pembangunan
c. Misi Ketiga : memberdayakan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian daerah..
Misi ini bertujuan untuk :
1. Meningkatkan kesejateraan masyarakat.
2. Meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi daerah, 3. Meningkatkan investasi.
Sedangkan sasaran dari misi ini adalah: 1. Peningkatan kesejahteraan masyarakat
2. Peningkatan pemerataan pendapatan masyarakat
3. Pengembangan sistem ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan daerah 4. Penguatan sistem dan akses permodalan bagi UMKM
5. Perluasan lapangan usaha dan kerja
6. Pertumbuhan ekonomi yang stabil dan kondusif
d. Misi Keempat: Meningkatkan kualitas pelayanan public dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berdasarkan prinsip tata pemerintahan yang baik (Good Governance). Misi ini bertujuan untuk:
1. Peningkatan kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan swasta dalam pelayanan public dan pemenuhan kebutuhan dasar
2. Peningkatan kualitas pelayanan publik berdasarkan prinsip tata pemerintahan yang baik (Good Governance).
3. Perluasan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan, air bersih, persampahan, sanitasi, perijinan, transportasi, kependudukan dan catatan sipil.
Sedangkan sasaran dari Misi ini adalah:
1. Integrasi dan sinkronisasi pelaksanaan pembangunan 2. Pelayanan publik yang handal
3. Tersusunya Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan Standar Pelayanan Publik (SPP)
4. Terselenggaranya penerapan SPM dan SPP dibidang pendidikan, kesehatan, perijinan, Kebersihan, air bersih, kependudukan, catatan sipil dan lingkungan hidup.
5. Peningkatan pemerataan dan kualitas pelayanan publik, dibidang pendidikan, Kesehatan, perijinan, kependudukan, dan catatan sipil
e. Misi Kelima: meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana perkotaan. Misi ini bertujuan untuk
1. Mengurangi luas wilayah genangan dan abrasi di wilayah kota
2. Meningkatkan kualitas lingkungan padat, kumuh dan miskin (PAKUMIS) 3. Meningkatkan media ekspresi dan ruang public
4. Mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan Sedangkan sasaran dari misi ini adalah:
1. Terbangun dan terpeliharanya saluran drainase perkotaan 2. Terwujudnya pengembangan kawasan resapan air
3. Tersedianya media ekpresi dan ruang public dalam bentuk sarana olahraga, seni dan budaya
4. Terwujudnya pemanfaatan dan pengendalian tata ruang 5. Tertatanya kawasan sempadan sungai dan pantai.
6. Terbentuknya dan berfungsinya kelembagaan penanggulan bencana daerah 7. Terbangunnya dan terpeliharanya sarana dan prasarana dasar lingkungan 8. Terwujudnya perumahan dan pemukiman yang layak huni.
Agar tujuan dan sasaran dari visi dan misi Kota Mataram terwujud dalam rentang tahun 2011 – 2015, maka Dinas Koperasi , Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram perlu menyusun program kerja yang selaras dan bersinergis dengan Visi Misi dan program Kota Mataram sesuai dengan misi kedua, misi ketiga, dan misi keempat dengan sasaran: Pengembangan lapangan usaha dan penciptaan lapangan pekerjaan dan Peningkatan kualitas kehidupan masyarakat miskin perkotaan, Peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pengembangan sistem ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan daerah, Penguatan sistem dan akses permodalan bagi UMKM, Perluasan lapangan usaha dan kerja, Pelayanan publik yang handal, Tersusunya Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan Standar Pelayanan Publik (SPP), Terselenggaranya penerapan SPM dan SPP dibidang perijinan, Peningkatan pemerataan dan kualitas pelayanan publik, perijinan,
D. PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS
Berdasarkan inventarisasi dan identifikasi permasalahan maka isu-isu strategis yang diangakat oleh Dinas Koperindag Kota Mataram adalah :
2. Gerakan koperasi belum diarahkan pada gerakan kewirausahaan yang berbasis pemerataan.
3. Kemiskinan yang tinggi
4. Pangsa pasar produk masih sangat rendah 5. Masih rendahnya daya saing dan produktivitas
6. Kualitas sumber daya manusia yang relatif masih rendah akibat tingkat pendidikan yang rendah maupun akibat sumber daya manusia yang sudah terlatih masih sedikit.
7. Masih tingginya angka pengangguran akibat dari ketidaksesuaian antara tingkat ketrampilan/kualitas pencari kerja dengan kebutuhan lapangan kerja, terbatasnya lapangan kerja formal, dan rendahnya jaminan perlindungan kerja.
BAB IV