• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS PERANGKAT DAERAH

2. Identifikasi Faktor-Faktor Eksternal

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Bab III/6-16

lahan TPA di Desa Mrican Kecamatan Jenangan sudah hampir penuh, sehingga diperlukan lahan kosong/pengadaan relokasi lahan. Kondisi lainnya yaitu sarana prasarana di TPA masih kurang memadai, alat – alat berat sudah mulai rusak, bak pemrosesan air lindi tidak berfungsi dan juga belum terdapat instalasi pengolahan gas methan (CH4) serta kurangnya tenaga/SDM di TPA.

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Visi-Misi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Ponorogo terpilih periode 2016 – 2021 adalah sebagai berikut :

VISI :

"Kabupaten Ponorogo Lebih Maju, Berbudaya dan Religius” Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu pintu masuk menuju Propinsi Jawa Timur yang terletak di sebelah timur dan berbatasan langsung dengan Provinsi Tengah yaitu Kabupaten Wonogiri. Sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam serta budaya yang beraneka ragam menjadi cermin bahwa visi tersebut sudah tepat, dimana peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ponorogo ke depan harus didasarkan pada potensi dan sumber daya yang dilandaskan pada nilai – nilai budaya dan religiusitas. Penjelasan dari masing – masing elemen visi di atas adalah sebagai berikut :

Lebih maju : Suatu tata kehidupan dan penghidupan masyarakat Ponorogo yang lebih maju, lebih unggul dan lebih memiliki daya saing dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya dimana masyarakat memiliki rasa aman, damai

Bab III/7-16

dan tenteram lahir dan batin terpenuhi memenuhi kebutuhan pokok dasar secara jasmani dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri dan lingkunganya dengan menjunjung tinggi hak asasi serta kewajiban manusia. Kondisi lebih maju yang akan diwujudkan adalah suatu kondisi kehidupan masyarakat Ponorogo modern yang lebih sejahtera.

Berbudaya : Suatu tatanan kehidupan yang dicirikan dengan semakin menguatnya budaya lokal sehingga berdampak terhadap mantapnya kepribadian

dan daya saing daerah dalam rangka

menghadapi persaingan global. Penguatan budaya lokal akan mendorong penguatan karakter dan jatidiri bangsa secara keseluruhan.

Religius : Suatu kondisi kehidupan yang dicirikan dengan meningkatnya akhlak mulia, baik secara individual maupun sosial, dalam konteks spiritual. Kesejahteraan yang sesungguhnya wajib ditopang dengan akhlak dan moral yang mantap. Akhlak merupakan budi pekerti, perangai, tabiat, atau moralitas luhur yang terutama bersumber dari kesalehan individual sesuai ajaran agama yang diyakini, yang pada gilirannya akan melahirkan kesalehan sosial, yang ditandai oleh semakin meningkatnya empati sosial, toleransi sosial, solidaritas sosial, dan sikap demokratis dalam menghadapi perbedaan, serta menjunjung tinggi supremasi hukum, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, yang akan bermuara pada terciptanya

Bab III/8-16

harmoni sosial dalam kehidupan masyarakat sehari-hari .

MISI :

1. Membentuk budaya keteladanan pemimpin yang efektif, guna mengembangkan manajemen pemerintahan daerah yang

amanah, tanggap dan berkemampuan andal dalam

memecahkan masalah;

2. Mengelola sumber daya daerah menjadi lebih berdayaguna, unggul, produktif dan berkelanjutan, serta bermanfaat luas secara ekonomi dan sosial melalui investasi, industri, perdagangan, dan pengembangan pariwisata menjadi lokomotif penggerak perekonomian daerah;

3. Mewujudkan pengelolaan infrastruktur strategis secara professional, agar memiliki daya dukung yang kokoh untuk menyokong produktivitas masyarakat, kemajuan wilayah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat;

4. Membangun pertanian sebagai pengembangan model berbasis ekonomi kerakyatan yang berdaya saing tangguh;

5. Menata kawasan yang nyaman untuk semua, dengan

ketersediaan ruang publik yang memadai dan berwawasan lingkungan;

6. Membangun prinsip kemandirian dalam upaya pemberdayaan masyarakat dan desa miskin, pengangguran serta perluasan kesempatan kerja, dan melindungi hak – hak masyarakat yang berlandaskan pada penegakan hukum yang berkeadilan;

7. Meningkatkan peran aktif Pemerintah Daerah dalam memajukan sistem pelayanan pendidikan dan kesehatan masyarakat guna mendorong kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, mempunyai kompetensi yang cukup. Membangun jiwa bangsa melalui pemberdayaan pemuda dan olahraga yang bertaqwa, berbudaya dan berkepribadian.

Bab III/9-16

Berdasarkan urusan dan kewenangan yang dimiliki, dalam rangka pencapaian Misi Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo memiliki kontribusi untuk mewujudkan sebagian Misi dalam RPJMD Kabupaten Ponorogo Tahun 2016 – 2021 sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, yaitu sebagai berikut :

Misi 5, “Menata kawasan yang nyaman untuk semua, dengan ketersediaan ruang publik yang memadai dan berwawasan lingkungan”

Misi tersebut memprioritaskan pada penyediaan kawasan permukiman yang nyaman bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Kawasan permukiman yang nyaman yang dimaksud dalam misi tersebut mengandung makna bahwa kawasan tersebut mampu memenuhi kebutuhan dasar warga masyarakat yang tinggal di daerah tersebut, mulai dari tersedianya air bersih yang memadai, sanitasi yang sehat hingga tersedianya ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan sesame dalam berbagai aktifitas. Misi tersebut juga mencakup upaya pemerintah daerah bersama masyarakat untuk menjaga kelestarian nilai – nilai budaya dan agama yang selama ini hidup, tumbuh dan berkembang di tengah – tengah warga masyarakat.

Misi ke-5 tersebut bertujuan “Mewujudkan kawasan yang nyaman bagi warga masyarakat”. Adapun sasaran dari Misi ke-5 tersebut yang secara langsung diperankan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo adalah “Meningkatnya kualitas lingkungan hidup”.

Untuk mengarahkan rumusan strategis yang dipilih agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran maka strategi

Bab III/10-16

kebijakan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ponorogo antara lain :

a). Meningkatkan kualitas aparatur dan pelayanan publik di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;

b). Menurunkan dampak pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan akibat kegiatan/usaha;

c). Meningkatkan akses informasi lingkungan hidup dan juga kesadaran dan peran serta masyarakat dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup;

d). Meningkatkan upaya pemulihan kerusakan lingkungan dan lahan kritis serta pelestarian sumber mata air;

e). Meningkatkan konservasi keenakaragaman hayati;

f). Meningkatkan fungsi ruang terbuka hijau kawasan perkotaan (RTH KP);

g). Mengembangkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan;

h). Meningkatkan upaya pengelolaan sampah skala kabupaten sesuai dengan norma, standar, prosedur dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah;

Strategi kebijakan tersebut di atas diwujudkan melalui program pembangunan sebagai berikut :

a). Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan;

b). Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH);

c). Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan

Lingkungan Hidup;

d). Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam;

e). Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup;

f). Program Pengelolaan Sampah dan Pertamanan;

g). Program Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup;

Bab III/11-16

h). Program Penataan dan Penaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;

i). Program Pembinaan Lingkungan Sosial

3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Dinas Lingkungan

Dokumen terkait