• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi

Pemerintah Kota Tangerang Selatan 2016-2021

3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi

Renstra K/L Renstra Kementerian Pekerjaan Umum merumuskan perencanaan strategis berdasarkan isu-isu strategis sebagai berikut:

a.

Di bidang pengelolaan sumber daya air, potensi sumber air Indonesia sangat besar yaitu 3.9 triliun M3 namun yang dimanfaatkan baru mencapai ± 13,8 milyar M3 atau ± 58 M3 perkapita yang dapat dikelola melalui reservoir. Angka ini jauh lebih rendah dari Thailand 1.277 m3 perkapita dan satu tingkat di atas Ethiopia (38 m3/Kapita). Selanjutnya, kontribusi sektor irigasi terhadap produksi padi relatif besar yaitu ±85% terhadap total produksi padi nasional, namun apabila kerusakan jaringan irigasi tahun 2014 sebesar 16% dapat diatasi, akan lebih meningkatkan kontribusi irigasi terhadap produksi padi tersebut. ke depan masih terdapat permasalahan-permasalahan seperti: pertama, dampak negatif perubahan iklim terhadap ketersediaan dan kualitas sumber daya air yang terjadi diantaranya karena dinamika masyarakat. Dengan demikian, perlu adanya upaya mitigasi dan adaptasi. Perubahan iklim global yang disebabkan emisi gas rumah kaca juga telah mengubah pola dan intensitas hujan dan menaikan permukaan laut sehingga meningkatkan kerawanan kekeringan dan banjir.

b.

Di bidang penyelenggaraan jalan, Dukungan konektivitas nasional dalam penguatan daya saing masih menghadapai beberapa kendala. Kendala yang paling mendasar adalah kualitas daya sainginfrastruktur jalan yang masih rendah. Rendahnya kualitas infrastruktur jalan berimbas pada trip time (jam/100 Km) masih cukup tinggi yaitu 2,7 jam/100 Km, jika dibandingkan dengan negara tetangga, dimana 100 Km dapat dicapai kurang lebih dalam 1-1,5 jam. Meskipun kondisi jalan nasional sudah mencapai tingkat kemantapan yang relative

III - 26

tinggi, kondisi jalan daerah belum mampu mendukung fungsi jalan nasional. Tingkat kemantapan jalan daerah masih pada kisaran 70%. Padahal, sebagai sebuah system jaringan, jalan daerah memegang peran yang tidak kalah penting dari jalan nasional. Di kawasan perkotaan juga terjadi kemacetan yang diakibatkan oleh pertumbuhan kapasitas jalan yang tidak mampu mengikuti pertumbuhan kendaraan bermotor. Mengingat pada periode 2015-2020 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, diperkirakan kegiatan ekonomi akan meningkat, yang akan mendorong pertumbuhan pergerakan kendaraan bermotor. Tanpa adanya tindakan, hal ini dapat memperburuk kondisi kemacetan di kawasan perkotaan.

c.

Di bidang pembinaan industri konstruksi nasional, rendahnya mutu masih mewarnai penyelenggaraan konstruksi di Indonesia. Di bidang jalan misalnya, masih terjadi jalan mengalami kerusakan struktural sebelum umur rencana berakhir. Kegagalan konstruksi juga mulai terjadi dalam pengelolaan bending dan jembatan. Runtuhnya Bendung Situ Gintung tahun 2009 dan Jembatan Kutai Kartanegara pada tahun 2011 dapat menjadi contoh. Mutu sumber daya manusia sektor konstruksi tidak kurang memprihatinkan. Dari 6,9 juta pekerja, 60% adalah tenaga kasar, 30% tenaga terampil, dan hanya 10% tenaga ahli. Dari total tenaga kerja tersebut, kurang dari 10% yang telah disertifikasi.

Renstra teknokratis Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan umum Tahun 2015 – 2019 merumuskan perencanaan strategis mengacu pada arah kebijakan nasional, yaitu:

a.

Mempercepat pembangunan sistem transportasi multi moda

b.

Mempercepat pembangunan transportasi yang mendukung

sistem logistik nasional

c.

Melakukan upaya keseimbangan antara transportasi yang berorientasi nasional dengan transportasi yang berorientasi lokal dan kewilayahan

III - 27

Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum adalah sebagai berikut:

1.

Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

a.

Jaringan jalan sesuai RTRW dan dukungan pengembangan kawasan

b.

Menurunkan waktu tempuh pada koridor utama nasional (2,6 jam /100 km), menjadi 2,2 jam/kmmendukung sistem logistik nasional

c.

Mendukung jalur utama angkutan barang

2.

Meningkatkan Kualitas Infrastruktur Jalan

a.

Menerapkan skema berbasis kinerja

b.

Meningkatkan standar kualitas dan kinerja jalan

3.

Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Struktur Jalan

a.

Jalan yang handal

b.

Jaringan jalan mendukung domestik conektivity transportasi

4.

Menangani Kemacetan Perkotaan

a.

Mendukung layanan jalan nasional perkotaan untuk transportasi massal

b.

Peningkatan kapasitas jalan perkotaan (jalan tol dalam kota, jalan by pass)

5.

Alternatif Pembiayaan

a.

Meningkatakan efektivitas dan efisiensi APBN

b.

Partisipasi sektor swasta untuk mendukung skema KPS

6.

Jalan Berkesalamatan Dan Berwawasan Lingkungan

a.

Meningkatkan standar keamanan jalan

b.

Mengurangi black spot

c.

Jalan yang berwawasan lingkungan

Berdasarkan isu strategis tersebut, tujuan, sasaran strategis dan outcome serta output yang dirumuskan Dirjen Bina marga adalah sebagai berikut:

III - 28 Tabel 3.5

Struktur Perencanaan Ditjen Bina Marga Tahun 2015 - 2019

Tujuan Sasaran Outcome Output

Peningkatan penyelenggaraan jalan untuk meningkatkan daya saing melalui pertumbuhan ekonomi, industri pariwisata, mobilitas antar moda yang mendukung logistik Meningkatnya konektivitas jaringan yang handal, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan Menurunnya waktu tempuh pada lintas utama/ antar pusat kegiatan (jam/100 km) Meningkatnya kemantapan jalan nasional Panjang pembangunan jalan baru/ jalan tol Panjang pemeliharaan berkala/ rehab jalan nasional Panjang pemeliharaan rutin jalan nasional Meningkatnya layanan jalan perkotaan, metropolitan dan kota besar Menurunnya waktu tempuh pada jalan perkotaan,

metropolitasn, dan kota besar (jam/100 km) Panjang pembangunan jalan baru/FO/UP/jalan tol dalam kota Meningkatnya kemantapan jalan daerah Meningkatnya kemantapan jalan daerah Panjang pemeliharaan berkala/ rehab jalan dan jembatan Panjang

pemeliharaan rutin jalan dan jembatan

Untuk mencapai tujuan dan sasaran strategis tersebut Ditjen Bina Marga akan menjalankan program penanganan jalan tahun 2015 – 2019, yaitu:

a.

Peningkatan konektivitas, melalui peningkatan kemantapan dan kapasitas jalan nasional

b.

Preservasi, melalui pemeliharaan rutin jalan, pemeliharaan rutin jembatan, pemeliharaan berkala jalan, dan pemeliharaan berkala jembatan.

c.

Peningkatan kapasitas, melalui rekonstruksi/ peningkatan struktur, pelebaran jalan, dan penggantian jembatan.

d.

Pembangunan baru, melalui pembangunan jalan baru, ring road, fly over, under pass, dan jalan bebas hambatan.

Secara tematik, pembangunan jalan diarahkan sebagai berikut:

a.

Peningkatan konektivitas untuk mendukung pertumbuhan

ekonomi melalui peningkatan kemantapan dan kapasitas jalan.

III - 29

dukungan akses ke kawasan pariwisata.

c.

Dukungan transportasi antar moda melalui dukungan akses ke pelabuhan dengan skala utama dan pengumpul.

Renstra teknokratis Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan umum Tahun 2015 – 2019 merumuskan perencanaan strategis mengacu isu strategis peningkatan ketahanan air, yaitu:

a.

Peningkatan layanan jaringan irigasi/rawa

b.

Peningkatan cakupan pemenuhan dan kualitas layanan air baku

c.

Pengendalian daya rusak air

Target teknokratik tahun 2015 – 2019 terkait bidang sumber daya air adalah sebagai berikut:

a.

Areal irigasi yang dilayani waduk menjadi 20%

b.

Kapasitas air baku menjadi 109,50 m3 per detik. Telaah Renstra

Provinsi

Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten memiliki visi untuk periode 2012 – 2017 yaitu “Terwujudnya sistem jaringan jalan yang andal dan terpadu berbasis penataan ruang yang berkelanjutan”, dengan makna sebagai berikut:

Sistem Jaringan Jalan merupakan satu kesatuan jaringan

jalan yang terdiri dari sistem jaringan jalan primer dan sistem jaringan jalan sekunder yang terjalin dalam hubungan hierarki; Andal dan Terpadu, artinya sistem jaringan jalan di Provinsi

Banten yang mantap (kuantitas dan kualitas) dan berkesinambungan sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan tujuan penggunaan dan pemanfaatannya di berbagai sektor kehidupan masyarakat;

Penataan Ruang Berkelanjutan, adalah penyelenggaraan

pembangunan di Provinsi Banten yang berpedoman pada perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang dengan memperhatikan kondisi kualitas lingkungan tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan.

Terkait dengan kebinamargaan, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten mengarahkan program dan kegiatan

III - 30

untuk “mewujudkan jaringan jalan provinsi dalam kondisi 100 % mantap pada tahun 2017 dan peningkatan aksesibilitas kawasan melalui penambahan kapasitas jaringan jalan guna mendukung pengembangan wilayah”.Hal tersebut ditujukan untuk konektivitas pengembangan wilayah/kawasan guna percepatan dan perluasan pembangunan serta meningkatkan layanan dasar masyarakat dan meningkatkan daya saing daerah dengan prinsip pembangunan berkelanjutan serta untuk memperbaiki kinerja jaringan jalan provinsi di wilayah perkotaan yang padat dengan bekerja sama bersama pemerintah kota setempat.

Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman Provinsi Banten memiliki visi untuk periode 2012 – 2017 yaitu “Tersedianya infrastruktur sumber daya air dan pemukiman yang andal untuk mendukung Banten Sejahtera”.

Makna dari infrastruktur Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman yang andal merupakan perwujudan dari tingkat ketersediaan dan pelayanan bidang Sumber Daya Air dan Pemukiman yang penjabarannya meliputi :

a.

Kondisi dan fungsi sarana dan prasarana sumber daya air yang dapat memberikan pelayanan yang mendukung terwujudnya kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan;

b.

Pelayanan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yang menyediakan air minum yang memenuhi standar baku mutu dan kesehatan manusia dan dalam jumlah yang memadai serta jaminan pengaliran 24 (dua puluh empat) jam per hari;

c.

Pelayanan prasarana dan sarana sanitasi yang terpadu dan menggunakan metode yang ramah lingkungan serta sesuai standar teknis;

d.

Bangunan Gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan;

e.

Penyusunan program dan pelaksanaan pembangunan semua infrastruktur PU dan pemukiman yang andal tersebut berbasis penataan ruang

III - 31

Kondisi dan kualitas pelayanan tersebut di barengi dengan cangkupan pelayanan infrastruktur Sumber Daya Air dan Pemukiman yang semakin luas, merata dan berkeadilan, sehingga tercipta kehidupan yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan yang mencerminkan keadaan masyarakat yang semakin sejahtera.

Faktor yang mempengaruhi pelayanan Dinas

Ditinjau dari sasaran jangka menengah Ditjen Bina Marga dan Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2015 – 2019 tersebut, dan Renstra Dinas Bina marga dan Tata Ruang, serta Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman Provinsi Banten, faktor yang mempengaruhi pelayanan Dinas adalah keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia.

3.4. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Kajian Lingkungan Hidup