• Tidak ada hasil yang ditemukan

samping mengacu pada visi dan isi kepala daerah, kebijakan rencana trategis Dinas Kehutanan dan Pekebunan Kabupaten Subang mengacu kepada kepada rencana strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,

(Direktorat Jenderal Perkebunan), Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat serta Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sehingga diharapkan dapat diwujudkan Renstra Dinas yang serasi, terpadu, sinkron, dan memberikan sinergitas terhadap pencapaian tujuan pembangunan kehutanan

an di tingkat provinsi dan pusat.

3.3.1. Telaahan Renstra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Rencana strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

(Kementerian L/H) mengacu pada arahan Presiden Republik Indonesia

visi dan misi pembangunan Tahun 2015-2019. Arahan tersebut merupakan peta jalan dalam merancang arah pembangunan, sasaran dan strategi yang akan dilaksanakan oleh Kementerian L/H. Arahan pembangunan Indonesia ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 2 Kehutanan erjadinya sistem agribisnis um diterapkan secara optimal serta faktor sebagai pendorong tercapainya visi misi kepala daerah adalah kondisi iklim dan geografis yang berkembang, naiknya nilai komoditas kehutanan termasuk peningkatan nilai jasa yang memiliki

samping mengacu pada visi dan isi kepala daerah, kebijakan rencana trategis Dinas Kehutanan dan Pekebunan Kabupaten Subang mengacu kepada Kehutanan, Dinas Kehutanan Perkebunan Provinsi Jawa Barat sehingga diharapkan dapat diwujudkan Renstra Dinas yang serasi, terpadu, sinkron, dan memberikan sinergitas terhadap pencapaian tujuan pembangunan kehutanan

3.3.1. Telaahan Renstra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Rencana strategis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

tentang merupakan rategi yang Arahan pembangunan Indonesia ini Menengah Nasional (RPJMN) 2019 yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 2

Visi pembangunan nasional Tahun 2015

yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”. Misi yang diemban untuk memenuhi visi yang telah dirumuskan adalah :

1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai neg kepulauan;

2. Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis

berlandaskan negara hukum;

3. Mewujudkan politik luar negeri bebas Negara maritim;

4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera;

5. Mewujudkan bangsa yang berdaya

6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional; dan,

7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Berangkat dari pandangan, harapan dan permasalahan yang ada, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merumuskan tujuan pembangunan Tahun 2015-2019, yaitu memastikan kondisi lingkungan berada

dibutuhkan untuk kehidupan manusia dan sumberdaya berada rentang populasi yang aman, serta secara paralel meningkatkan kemampuan sumberdaya alam untuk memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional

tujuan pembangunan tersebut

yang akan diusung, adalah : (1) Menjaga kualitas LH yang memberikan daya dukung, pengendalian pencemaran, pengelolaan DAS, keanekaragaman hayati serta pengendalian perubahan iklim; (2) Menjaga luasan dan fungsi

untuk menopang kehidupan, menyediakan hutan untuk kegiatan sosial, ekonomi rakyat, dan menjaga jumlah dan jenis flora dan fauna serta endangered species; (3) memelihara kualitas lingkungan hidup, menjaga hutan, dan merawat keseimbangan ekosistem dan

Sasaran strategis pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2015-2019 adalah

1. Menjaga kualitas lingkungan hidup untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, ketahanan air dan kesehatan masyarakat, dengan indikator Visi pembangunan nasional Tahun 2015-2019 adalah Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”. Misi yang diemban untuk memenuhi visi yang telah dirumuskan adalah :

Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai neg

Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis

berlandaskan negara hukum;

Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing;

Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional; dan,

Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Berangkat dari pandangan, harapan dan permasalahan yang ada, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merumuskan tujuan pembangunan Tahun

memastikan kondisi lingkungan berada pada toleransi yang dibutuhkan untuk kehidupan manusia dan sumberdaya berada rentang populasi yang aman, serta secara paralel meningkatkan kemampuan sumberdaya alam untuk memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional. Berdasarkan

ebut, peran utama Kementerian tahun 2015

yang akan diusung, adalah : (1) Menjaga kualitas LH yang memberikan daya dukung, pengendalian pencemaran, pengelolaan DAS, keanekaragaman hayati serta pengendalian perubahan iklim; (2) Menjaga luasan dan fungsi

untuk menopang kehidupan, menyediakan hutan untuk kegiatan sosial, ekonomi rakyat, dan menjaga jumlah dan jenis flora dan fauna serta endangered species; (3) memelihara kualitas lingkungan hidup, menjaga hutan, dan merawat keseimbangan ekosistem dan keberadaan sumberdaya.

asaran strategis pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun Menjaga kualitas lingkungan hidup untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, ketahanan air dan kesehatan masyarakat, dengan indikator 2019 adalah Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”. Misi yang diemban untuk memenuhi visi yang telah dirumuskan adalah :

Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara

Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis

aktif dan memperkuat jati diri sebagai Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan

Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat,

Berangkat dari pandangan, harapan dan permasalahan yang ada, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merumuskan tujuan pembangunan Tahun

pada toleransi yang dibutuhkan untuk kehidupan manusia dan sumberdaya berada rentang populasi yang aman, serta secara paralel meningkatkan kemampuan sumberdaya alam

Berdasarkan , peran utama Kementerian tahun 2015-2019 yang akan diusung, adalah : (1) Menjaga kualitas LH yang memberikan daya dukung, pengendalian pencemaran, pengelolaan DAS, keanekaragaman hayati serta pengendalian perubahan iklim; (2) Menjaga luasan dan fungsi hutan untuk menopang kehidupan, menyediakan hutan untuk kegiatan sosial, ekonomi rakyat, dan menjaga jumlah dan jenis flora dan fauna serta endangered species; (3) memelihara kualitas lingkungan hidup, menjaga hutan,

asaran strategis pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun Menjaga kualitas lingkungan hidup untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, ketahanan air dan kesehatan masyarakat, dengan indikator

kinerja Indeks Kualitas Lingkungan Hidup berada pada kisaran 66,5

angka pada tahun 2014 sebesar 63,42. Anasir utama pembangun dari besarnya indeks ini yang akan ditangani, yaitu air, udara dan tutupan hutan;

2. Memanfaatkan potensi Sumberdaya hutan dan lingkungan

lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadailan, dengan indikator kinerja peningkatan kontribusi SDH dan LH terhadap devisa dan PNBP. Komponen pengungkit yang akan ditangani yaitu produksi hasil hutan, baik ka

tumbuhan dan satwa liar) dan eksport; dan,

3. Melestarikan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta keberadaan SDA sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mendukung

pembangunan berkelanjutan, dengan indikator kiner

keberfungsian ekosistem meningkat setiap tahun. Kinerja ini merupakan agregasi berbagai penanda (penurunan jumlah hotpsot kebakaran hutan dan lahan, peningkatan populasi spesies terancam punah, peningkatan kawasan ekosistem esensial yang dikelol

konsumsi bahan perisak ozon, dan lain

Untuk memastikan pencapaian s

Kementerian Linkungan Hidup dan Kehutanan

pencapaiannya di setiap program yang relevan, sebagai sasaran program, sedemikian rupa sehingga seluruh program memiliki kontribusi yang relevan terhadap pencapaian sasaran strategis. Termasuk di dalamnya adalah peningkatan tata kelola pen

disadari merupakan komponen penting dalam pencapaian sasaran dan kinerja pembangunan. Sasaran strategis, indikator, program dan

program disajikan pada Tabel 3.1.

ks Kualitas Lingkungan Hidup berada pada kisaran 66,5

angka pada tahun 2014 sebesar 63,42. Anasir utama pembangun dari besarnya indeks ini yang akan ditangani, yaitu air, udara dan tutupan Memanfaatkan potensi Sumberdaya hutan dan lingkungan hutan secara lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadailan, dengan indikator kinerja peningkatan kontribusi SDH dan LH terhadap devisa dan PNBP. Komponen pengungkit yang akan ditangani yaitu produksi hasil hutan, baik kayu maupun non kayu (termasuk tumbuhan dan satwa liar) dan eksport; dan,

Melestarikan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta keberadaan SDA sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mendukung

pembangunan berkelanjutan, dengan indikator kinerja derajat

keberfungsian ekosistem meningkat setiap tahun. Kinerja ini merupakan agregasi berbagai penanda (penurunan jumlah hotpsot kebakaran hutan dan lahan, peningkatan populasi spesies terancam punah, peningkatan kawasan ekosistem esensial yang dikelola oleh para pihak, penurunan konsumsi bahan perisak ozon, dan lain-lain).

Untuk memastikan pencapaian sasaran strategis tahun 2015

Hidup dan Kehutanan menguraikan langkah-langkah pencapaiannya di setiap program yang relevan, sebagai sasaran program, sedemikian rupa sehingga seluruh program memiliki kontribusi yang relevan terhadap pencapaian sasaran strategis. Termasuk di dalamnya adalah peningkatan tata kelola pengurusan lingkungan hidup dan kehutanan, yang disadari merupakan komponen penting dalam pencapaian sasaran dan kinerja

Sasaran strategis, indikator, program dan indikator program disajikan pada Tabel 3.1.

ks Kualitas Lingkungan Hidup berada pada kisaran 66,5-68,6, angka pada tahun 2014 sebesar 63,42. Anasir utama pembangun dari besarnya indeks ini yang akan ditangani, yaitu air, udara dan tutupan hutan secara lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadailan, dengan indikator kinerja peningkatan kontribusi SDH dan LH terhadap devisa dan PNBP. Komponen pengungkit yang akan ditangani yu maupun non kayu (termasuk Melestarikan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta keberadaan SDA sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mendukung

ja derajat

keberfungsian ekosistem meningkat setiap tahun. Kinerja ini merupakan agregasi berbagai penanda (penurunan jumlah hotpsot kebakaran hutan dan lahan, peningkatan populasi spesies terancam punah, peningkatan a oleh para pihak, penurunan

asaran strategis tahun 2015-2019

langkah pencapaiannya di setiap program yang relevan, sebagai sasaran program, sedemikian rupa sehingga seluruh program memiliki kontribusi yang relevan terhadap pencapaian sasaran strategis. Termasuk di dalamnya adalah gurusan lingkungan hidup dan kehutanan, yang disadari merupakan komponen penting dalam pencapaian sasaran dan kinerja kinerja

Sasaran Strategis, Indikator Program SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA Menjaga kualitas lingkungan hidup untuk meningkatkan daya dukung lingkungan, ketahanan air dan kesehatan masyarakat Indeks kualitas lingkungan hidup berada pada kisaran 66,5 – 68,5 Memanfaatkan potensi sumberdaya hutan dan lingkungan hidup secara lestari untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan Peningkatan kontribusi Sumberdaya Hutan dan Lingkungan Hidup terhadap penerimaan devisa dan PNBP sebagai masukan Tabel 31.

Strategis, Indikator Kinerja, Sasaran Program dan Indikator Kinerja Program Kementerian LH/K

INDIKATOR

KINERJA SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA PROGRAM Indeks kualitas

hidup berada pada kisaran

Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Meningkatnya tutupan hutan di

hutan lindung dan lahan

Luas tutupan hutan lindung dan lahan meningkat setiap tahun Meningkatnya kesehatan DAS

prioritas

Kualitas DAS prioritas meningkat setiap tahun

Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan Meningkatnya tutupan hutan di

hutan produksi

Luas restorasi ekosistem di hutan produksi meningkat setiap tahun Pengendalian Perubahan Iklim

Meningkatnya efektifitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim

Persentase penurunan emisi GRK dari sektor kehutanan, gambut dan limbah sebesar 21,7%

Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (P7) Meningkatnya penanganan

pengaduan, penyelesaian sengketa dan penegakan hukum

Persentase penanganan kasus pengaduan, penyelesaian sengketa dan penegakan hukum meningkat setiap tahun

Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tersedianya iptek bidang

lingkungan hidup dan kehutanan yang mendukung pencapaian kualitas lingkungan hidup

Jumlah paket iptek untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup meningkat setiap tahun

Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkunga

Meningkatnya kualitas udara Indeks kualitas udara meningkat menjadi 84 di tahun 2019 Meningkatnya kualitas air Indeks kualitas air meningkat

menjadi 55 di tahun 2019 Meningkatnya kualitas tutupan

lahan

Indeks tutupan lahan meningkat menjadi 62 di tahun 2019 Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3

Meningkatnya kesehatan masyarakat dan kualitas

lingkungan dengan berkurangnya risiko akibat paparan B3, limbah B3, dan sampah

Jumlah bahan berbahaya dan beracun yang dikelola sebesar 3 juta ton selama 5 tahun

Jumlah limbah bahan berbahaya dan beracun yang dikelola sebesar 755.595.000 ton dalam 5 tahun

Hidup terhadap devisa dan PNBP

Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Meningkatnya penerimaan devisa

dan PNBP dari pemanfaatan jasa lingkungan kawasan konservasi dan keanekaragaman hayati

Sumbangan hutan konservasi pada devisa dan penerimaan negara (termasuk industri) meningkat setiap tahun

Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Meningkatnya sumbangan hutan lindung (dan industri) pada devisa dan penerimaan negara

Sumbangan hutan lindung (dan industri) pada devisa dan penerimaan negara meningkat setiap tahun Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan Meningkatnya sumbangan hutan

produksi (termasuk industri) pada

Sumbangan hutan produksi (termasuk industri) pada devisa dan

Kinerja

INDIKATOR KINERJA PROGRAM Luas tutupan hutan lindung dan lahan meningkat setiap tahun Kualitas DAS prioritas meningkat Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan

Luas restorasi ekosistem di hutan produksi meningkat setiap tahun Persentase penurunan emisi GRK dari sektor kehutanan, gambut dan limbah sebesar 21,7% Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (P7)

Persentase penanganan kasus pengaduan, penyelesaian sengketa dan penegakan hukum meningkat Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Jumlah paket iptek untuk mendukung peningkatan kualitas lingkungan hidup meningkat setiap n dan Kerusakan Lingkungan

Indeks kualitas udara meningkat menjadi 84 di tahun 2019 Indeks kualitas air meningkat menjadi 55 di tahun 2019 Indeks tutupan lahan meningkat menjadi 62 di tahun 2019 Jumlah bahan berbahaya dan beracun yang dikelola sebesar 3 juta ton selama 5 tahun

Jumlah limbah bahan berbahaya dan beracun yang dikelola sebesar 755.595.000 ton dalam 5 tahun Sumbangan hutan konservasi pada devisa dan penerimaan negara (termasuk industri) meningkat setiap Sumbangan hutan lindung (dan industri) pada devisa dan penerimaan negara meningkat setiap tahun Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan

Sumbangan hutan produksi (termasuk industri) pada devisa dan

SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA terhadap PDB Nasional Melestarikan keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta keberadaan sumberdaya alam sebagai sistem penyangga kehidupan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (S3) Derajat keberfungsian ekosistem meningkat setiap tahun INDIKATOR

KINERJA SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA PROGRAM terhadap PDB devisa dan penerimaan negara penerimaan negara meningkat setiap

tahun

Peningkatan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Meningkatnya daya saing SDM

lingkungan hidup dan kehutanan untuk mendukung peningkatan devisa dan penerimaan

Jumlah SDM lingkungan hidup dan kehutanan yang meningkat kompetensinya bertambah setiap tahun untuk mendukung

peningkatan devisa dan penerimaan negara

Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tersedianya iptek bidang

lingkungan hidup dan kehutanan yang mendukung pencapaian pada devisa dan penerimaan negara (S2.P8)

Jumlah paket iptek untuk

mendukung peningkatan kontribusi hutan dan lingkungan hidup pada devisa dan penerimaan negara meningkat setiap tahun keberfungsian

Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Meningkatnya efektivitas

pengelolaan hutan konservasi dan upaya konservasi keanekaragaman hayati

Indeks efektifitas pengelolaan kawasan konservasi meningkat setiap tahun

Populasi spesies terancam punah meningkat setiap tahun

Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Meningkatnya pengelolaan hutan lindung di tingkat tapak dan hutan rakyat

Jumlah unit pengelolaan hutan lindung yang beroperasi meningkat setiap tahun

Persentase pemenuhan kayu bulat dari hutan rakyat meningkat setiap tahun

Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan Meningkatnya pengelolaan hutan

Produksi di tingkat tapak secara lestari

Jumlah unit pengelolaan hutan produksi yang beroperasi meningkat setiap tahun

Jumlah unit pemanfaatan di hutan produksi yang bersertifikat PHPL meningkat setiap tahun

Perhutanan sosial dan Kemitraan Lingkungan Meningkatnya akses pengelolaan

hutan oleh masyarakat

Luas hutan yang dikelola masyarakat meningkat setiap tahun

Meningkatnya upaya penyelesaian konflik dan tenurial di kawasan hutan

Luas hutan yang diselesaikan konfliknya menin

Meningkatnya Perilaku Peduli Lingkungan dan Kehutanan

Jumlah role model peduli lingkungan hidup dan kehutanan meningkat setiap tahun

Peningkatan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Meningkatnya daya saing SDM

lingkungan hidup dan kehutanan mendukung peningkatan

keseimbangan ekosistem

Jumlah SDM lingkungan hidup dan kehutanan yang meningkat kompetensinya bertambah setiap tahun untuk mendukung

peningkatan keseimbangan ekosistem Pengendalian perubahan iklim

Menurunnya luas areal kebakaran hutan

Luas areal kebakaran hutan dan lahan menurun setiap tahun Meningkatnya wilayah yang

memiliki kapasitas adaptasi perubahan iklim

Jumlah wilayah yang memiliki kapasitas adaptasi perubahan iklim meningkat setiap tahun

Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan

INDIKATOR KINERJA PROGRAM penerimaan negara meningkat setiap Peningkatan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia

Jumlah SDM lingkungan hidup dan kehutanan yang meningkat kompetensinya bertambah setiap tahun untuk mendukung

peningkatan devisa dan penerimaan Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Jumlah paket iptek untuk

mendukung peningkatan kontribusi hutan dan lingkungan hidup pada devisa dan penerimaan negara meningkat setiap tahun Indeks efektifitas pengelolaan kawasan konservasi meningkat setiap Populasi spesies terancam punah meningkat setiap tahun

Jumlah unit pengelolaan hutan lindung yang beroperasi meningkat Persentase pemenuhan kayu bulat dari hutan rakyat meningkat setiap Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Usaha Kehutanan

Jumlah unit pengelolaan hutan produksi yang beroperasi meningkat Jumlah unit pemanfaatan di hutan produksi yang bersertifikat PHPL meningkat setiap tahun

Luas hutan yang dikelola masyarakat gkat setiap tahun

Luas hutan yang diselesaikan konfliknya meningkat setiap tahun Jumlah role model peduli lingkungan hidup dan kehutanan meningkat Peningkatan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia

Jumlah SDM lingkungan hidup dan kehutanan yang meningkat kompetensinya bertambah setiap tahun untuk mendukung

peningkatan keseimbangan ekosistem Luas areal kebakaran hutan dan lahan menurun setiap tahun Jumlah wilayah yang memiliki kapasitas adaptasi perubahan iklim meningkat setiap tahun

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR KINERJA

Berdasarkan telaahan restra Kementerian LH/K, beberapa isu strategis Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Subang memiliki kesesuaian

dengan Renstra Kementerian LH/K

program yang disusun dalam renstra kabupaten memberikan sinergitas terhadap pencapaian tujuan pembangunan kehutanan Kementerian LH/K. Beberapa isu strategis tersebut misalnya:

1. Meningkatnya kualitas tutupan lahan

2. Meningkatnya efektifitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim

INDIKATOR

KINERJA SASARAN PROGRAM INDIKATOR KINERJA PROGRAM Meningkatnya pencegahan dan

pengamanan hutan

Luas hutan yang dapat dipertahankan dari gangguan keamanan hutan meningkat setiap tahun

Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tersedianya iptek bidang

lingkungan hidup dan kehutanan yang mendukung keseimbangan ekosistem

Jumlah paket iptek untuk

mendukung peningkatan kontribusi hutan dan lingkungan hidup untuk mendukung keseimbangan ekosistem Planologi dan Tata Lingkungan

Seluruh kawasan hutan diakui secara legal dan aktual

Seluruh kawasan hutan ditetapkan sebagai kawasan hutan)

Jumlah konflik di dalam kawasan hutan turun setiap tahun Tersedianya data dan informasi

SDH

Seluruh SDH di up date di seluruh KPH setiap tahun

Terkendalinya penggunaan kawasan hutan

Persentase optimalisasi penatagunaan kawasan hutan mendukung

ketahanan pangan, energi dan air sebesar 100%

Meningkatnya upaya pencegahan dampak lingkungan terhadap kebijakan wilayah dan sektor serta usaha dan kegiatan untuk menjaga daya dukung dan daya tampung

Seluruh pencegahan dampak lingkungan terhadap kebijakan wilayah dan sektor usaha dan kegiatan

Tersedianya data dan informasi SDH

Seluruh SDH di up date di seluruh KPH setiap tahun

Terkendalinya penggunaan kawasan hutan

Persentase optimalisasi penatagunaan kawasan hutan mendukung

ketahanan pangan, energi dan air sebesar 100%

Meningkatnya upaya pencegahan dampak lingkungan terhadap kebijakan wilayah dan sektor serta usaha dan kegiatan untuk menjaga daya dukung dan daya tampung

Seluruh pencegahan dampak lingkungan terhadap kebijakan wilayah dan sektor usaha dan kegiatan

Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Menurunnya beban pencemaran

dan tingkat kerusakan wilayah pesisir dan laut

Kualitas pesisir dan laut meningkat setiap tahun

Meningkatnya kualitas pengelolaan lahan gambut

Luas lahan gambut terdegradasi yang dipulihkan meningkat setiap tahun

Berdasarkan telaahan restra Kementerian LH/K, beberapa isu strategis Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Subang memiliki kesesuaian, sinkron dengan Renstra Kementerian LH/K sehingga diharapkan tujuan, sasaran dan program yang disusun dalam renstra kabupaten memberikan sinergitas terhadap pencapaian tujuan pembangunan kehutanan Kementerian LH/K. Beberapa isu strategis tersebut misalnya:

Meningkatnya kualitas tutupan lahan

Meningkatnya efektifitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim

INDIKATOR KINERJA PROGRAM Luas hutan yang dapat

dipertahankan dari gangguan keamanan hutan meningkat setiap Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Jumlah paket iptek untuk

mendukung peningkatan kontribusi hutan dan lingkungan hidup untuk mendukung keseimbangan ekosistem Seluruh kawasan hutan ditetapkan sebagai kawasan hutan)

Jumlah konflik di dalam kawasan hutan turun setiap tahun

Seluruh SDH di up date di seluruh KPH setiap tahun

Persentase optimalisasi penatagunaan kawasan hutan mendukung

ketahanan pangan, energi dan air Seluruh pencegahan dampak lingkungan terhadap kebijakan wilayah dan sektor usaha dan Seluruh SDH di up date di seluruh KPH setiap tahun

Persentase optimalisasi penatagunaan kawasan hutan mendukung

ketahanan pangan, energi dan air Seluruh pencegahan dampak lingkungan terhadap kebijakan wilayah dan sektor usaha dan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

Kualitas pesisir dan laut meningkat Luas lahan gambut terdegradasi yang