• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telahaan RenstraK/L dan Renstra Provins

Dalam dokumen renstra dinas pendidikan terbaru (Halaman 9-53)

BAB I PENDAHULUAN

3.3. Telahaan RenstraK/L dan Renstra Provins

Hidup Strategis.

3.5. Penentuan Isu-isu Strategis.

BAB. IV. VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1. Visi dan Misi SKPD

4.2. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah 4.3. Strategi dan Kebijakan

BAB. V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF.

BAB. VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD.

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KOTA PAYAKUMBUH

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi

Tugas Pokok Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh adalah tugas pokok Kepala Dinas Pendidikan berdasarkan struktur organisasi dengan Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 02 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Payakumbuh. Kepala Dinas Pendidikan mempunyai tugas pokok adalah membantu Walikota dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pembantuan bidang pendidikan.

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, mempunyai fungsi serta Struktur Orgnisasi sebagai berikut :

1. Kepala Dinas dengan fungsinya :

a. Pengkoordinasian dan pengawasan tugas kesekretariatan Dinas

b. Pengkoordinasian perencanaan, penyelenggaraan, pengendalian dan pengawasan tugas-tugas bidang.

c. Pengkoordinasian evaluasi kinerja dan penyusunan pelaporan tugas-tugas Dinas Pendidikan.

d. Pengkoordinasian perencanaan, penyelenggaraan, pengendalian dan pengawasan tugas-tugas sekretariatan dan bidang dengan prisip-prinsip pelayanan prima yang terhindar dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

2. Sekretaris

Mempunyai Tugas Pokok :

Mengkoordinasikan tugas-tugas kedinasan dan penyusunan produk hukum daerah yang terkait dengan Dinas Pendidikan, menyelenggarakan administrasi umum, surat menyurat dan perlengkapan, kepegawaian, keuangan serta mengkoordinasikan penyusunan rencana kerja tahunan dan anggaran serta mengkoordinasikan evaluasi kinerja dan pelaporan. Mempunyai Fungsi :

a. Pengkoordinasiaan tugas-tugas kedinasan dengan seluruh bidang di Dinas Pendidikan.

b. Penyelenggaraan tugas ketatausahaan dinas meliputi administrasi kepegawaian, administrasi keuangan, administrasi umum dan perlengkapan.

c. Pengkoordinasian penyusunan program kerja dinas

d. Pengkoordinasian penyusunan rencana kerja tahunan dan rencana kerja dan anggaran.

e. Pengkoordinasian pelaksanaan evaluasi kinerja dan pelaporan tugas-tugas Dinas sebagai laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.

f. Sekretaris dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dibantu oleh

- Sub Bagian Kepegawaian

- Sub Bagian Keuangan

- Sub Bagian Umum & Perlengkapan

3. Bidang Kendali Program Mempunyai Tugas Pokok :

Menyusun program kerja dinas, melaksanakan pengendalian mutu pendidikan sesuai standar nasional serta melaksanakan monitoring dan evaluasi program kerja dinas

Mempunyai Fungsi :

a. Penyusunan program kerja dinas dan perencnaann teknis bidang.

b. Penyelenggara penyusunan dan pengembangan jaringan sistem informasi pendidikan.

c. Pelaksana pengendalian dan evaluasi proram kerja.

d. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja serta penyusunan laporan pelaksanaan program kerja dan evaluasi kinerja satuan kerja.

e. Pelaksanaan evaluasi terhadap tugas pokok dan fungsi, serta penyusunan dan penyampaian laporan hasil evaluasi.

Bidang kendali program dibantu dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya dibantu oleh :

- Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data

- Seksi Perencanaan Program

- Seksi Monitoring dan Evaluasi

4. Bidang Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar Mempunyai Tugas Pokok :

Menyelenggarakan koordinasi pengembangan, sosialisasi kerangka dasar kurikulum, melaksanakan peningkatan kapasitas, sarana dan prasarana jenjang pendidikan taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Mempunyai Fungsi :

a. Pelaksanaan koordinasi dan supervise pengembangan, sosialiasi kerangka dasar dan struktur kurikulum Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Dasar.

b. Pelaksanaan sosialisasi dan pemantauan pelaksanaan standar nasional Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Dasar.

c. Pelaksanaan peningkatan kapasitas serta sarana dan prasarana jenjang pendidikan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.

d. Bidang Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Dasar dibantu oleh : - Seksi Kurikulum

- Seksi Peningkatan Kapasitas, Pendidikan Dasar dan Pendidikan khusus

- Seksi Peningkatan Sarana dan Prasarana TK, SD dan SLB

5. Bidang SMP, SMA dan SMK Mempunyai Tugas Pokok :

Menyelenggarakan koordinasi pengembangan, sosialisasi kerangka dasar kurikulum, melaksanakan peningkatan kapasitas, sarana dan prasarana jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK.

Mempunyai Fungsi :

a. Pelaksanaan koordinasi dan supervise pengembangan, sosialiasi kerangka dasar dan struktur kurikulum jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK.

b. Pelaksanaan sosialisasi dan pemantauan pelaksanaan standar nasional jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK.

c. Pelaksanaan peningkatan kapasitas serta sarana dan prasarana jenjang pendidikan SMP, SMA dan SMK.

Bidang SMP, SMA dan SMK dibantu oleh : - Seksi Kurikulum

- Seksi Peningkatan Kapasitas, SMP, SMA dan SMK

- Seksi Peningkatan Sarana dan Prasarana SMP, SMA dan SMK

6. Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal Mempunyai Tugas Pokok :

Melaksanakan pendataan, pemantauan dan pembinaan pendidikan non formal dan informal.

Mempunyai Fungsi :

a. Pelaksanaan pendataan dan pembinaan kelembagaan, kuantitas, kualitas, sarana dan prasarana pendidikan non formal dan informal.

b. Pemberian izin pendirian dan pencabutan satuan pendidikan dan pelaksanaan pemantauan kegiatan pendidikan non formal dan informal.

c. Pelaksanaan Pembinaan organisasi kesiswaan. Bidang Non Formal dan Informal dibantu oleh :

- Seksi Pendidikan Luar Sekolah

- Seksi Organisasi dan Kesiswaan

- Seksi Pembinaan PAUD dan Kelembagaan

2.2 Sumber Daya SKPD

Dalam menjalan tugas pokok dan fungsinya Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh didukung dengan sumberdaya yang ada sesuai dengan tugasnya masing-masing yaitu sumber daya aparatur dan sumber daya sarana dan prasarana.

Potensi aparatur pada Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dibagi atas 2 kelompok jabatan yang terdiri :

1. Kelompok Jabatan Struktural, dan Fungsional Umum  Jumlah Pegawai yang ada : 54 orang  Jumlah Pegawai yang dibutuhkan : 72 orang

 Kekurangan pegawai : 18 orang

Dengan uraian sebagai berikut :

Tabel 2.1

Jumlah Personil Dinas Pendidikan ( Struktural dan F. Umum ) Uraian Jml. Yg

Ada

Dibutuhkan Kurang Keterangan

Kepala 1 1 -Sekretaris 1 1 -Kabid 4 4 -Kasi/Kasubag/UPTD 21 21 -Staf 27 45 18 Jumlah 54 72 18

Sumber Data: Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2012

Dari data yang ada, bisa dilihat Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh masih kekurangan personil terutama untuk jabatan staf/fungsional umum seperti operator program dan caraka. Tingginya tuntutan penggunaan teknologi dan akses online program dan pendataan pendidikan seperti pengelolaan Jardiknas, pengolahan Dapodik, tunjangan sertifikasi, pelaksanaan UKG dan system aplikasi lainnya mengharuskan tersedianya tenaga teknis yang menguasai sistem jaringan internet dan aplikasinya.

2. Tenaga Fungsional Guru dan Pengawas

Jumlah tenaga fungsional guru atau tenaga pendidik Kota Payakumbuh saat ini adalah ( kondisi 31 Desember 2012 ) :

Guru SD sebanyak 1.006 orang dengan jumlah murid 17.198 orang dengan rasio guru dan murid 1:17 yang berarti secara akumulasi, tidak

ada kekurangan guru untuk Kota Payakumbuh, tetapi jika dibandingkan dengan rombel yang ada masih terdapat kekurangan guru kelas lebih kurang 6 orang

Guru SMP berjumlah 753 orang dengan murid sebanyak 8.467 orang dan rombel .. rasio guru dan murid 1:11 menunjukan jumlah guru untuk jenjang pendidikan SMP sudah mencukupi.

Guru SMA/SMK berjumlah 1.112 orang dengan jumlah murid 11.064 orang. Rasio guru dan murid 1:10 menunjukan ketersediaan guru SMA/SMK untuk Kota Payakumbuh cukup/telah memadai.

Berikut data jumlah murid, guru dan pengawas dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh :

Tabel 2.2

Jumlah Murid, Rombel, Guru dan Pengawas

Uraian Jml

Sekolah

Jml Murid

Rombel Jml. Guru Pengawas

TK/RA 50 2.018 160 313 2 SD/MI 74 17.198 613 1.006 6 SMP/MTs 21 8.467 288 753 6 SMA/MA/SMK 21 11.064 376 1.112 8 SLB 8 326 39 85 1 Jumlah 174 29.073 1.476 3.269 23

Sumber Data: Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Tahun 2012 b. Potensi Sarana dan Prasarana

Disamping potensi sumber daya manusia dalam pelayanan kepada masyarakat juga didukung dengan potensi sarana dan prasarana berdasarkan tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan memiliki sumber daya dan ketersediaan kelembagaan

Tabel 2.3

Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun 2007 s.d 2012 Kota Payakumbuh

No Jenjang Pendidikan 2007 2008 2009 2010 2011 2012

1 SD/MI

1.1. Jumlah gedung sekolah 73 73 73 73 74 74

1.2. Jumlah penduduk kelompok usia 7-12 tahun 12.083 12.177 12.270 14.388 14.388 16.585 1.3. Rasio 166 167 168 169 194 224 2 SMP/MTs

2.1. Jumlah gedung sekolah 19 19 19 19 20 21

2.2. Jumlah penduduk kelompok usia 13-15 tahun 7.009 7.064 7.118 7.273 7.273 7.429 2.3. Rasio 369 372 375 377 364 353 3 SMA/MA/SMK

3.1. Jumlah gedung sekolah 19 19 19 19 20 21

3.2. Jumlah penduduk kelompok usia 16-18 tahun 7.942 8.001 8.065 6.563 6.563 7.594 3.3. Rasio 418 421 424 427 328 361

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

Tabel 2.4

Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun 2012 Menurut Kecamatan Kota Payakumbuh

No Kecamatan SD/MI SMP/MTs SMA/MA/SMK Jml gedung sekolah Jml penduduk usia 7-12 th Rasio Jml gedung sekolah Jml penduduk usia 13-15 th Rasio Jml gedung sekolah Jml penduduk usia 16-18 th Rasio 1 Payakumbuh Utara 24 6.269 261 9 2.678 297 5 2.743 548 2 Payakumbuh Barat 19 3.351 176 5 1.432 286 9 1.466 162 3 Payakumbuh Timur 17 3.899 229 5 1.666 333 4 1.706 426 4 Payakumbuh Selatan 6 1.282 213 0 548 0 1 561 561 5 Lamposi Tigo Nagori 8 1.184 148 2 505 252 2 518 259 Jumlah 74 16.585 224 21 7.429 353 21 7.594 361

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

Tabel 2.5

Ketersediaan Sarana Prasarana Sekolah Tahun 2012

Uraian Ruang Kelas Mobiler

B RR RB B RR RB TK/RA 143 19 3 SD/MI 549 44 12 SMP/MTs 245 22 32 SMA/MA/SMK 140 13 30 SLB 46 4 0 Jumlah 1224 155 77

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

Dari data menunjukan potensi sarana dan prasarana pendidikan Kota Payakumbuh cukup memenuhi kemampuan dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

 Sarana Prasarana Kantor 1. Gedung Kantor 2. Aula

3. Kendaraan operasiona 4. Peralatan Kerja

5. Sarana Penunjang lainnya

Tabel 2.6

Ketersediaan Sarana Prasarana dan Perlengkapan Kantor

Uraian Sarana Prasarana Keterangan

Jml Butuh Kurang

Gedung Kantor Diknas 1 1

-Gedung Kantor UPTD 3 3

-Aula 1 1 -Kend. operasionall Roda 2 Roda 4 2 5 3 40 1 35 Meja Kerja 70 72 2 Kursi Kerja 72 72

-Kursi Tamu 3 set 5 2

Laptop 3 10 7

Komputer (PC) 5 10 5

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD

Kinerja pelayanan SKPD adalah perwujudan kewajiban suatu Instansi Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk mempertangungjawabkan keberhasilan/ kegagalan pelaksanaan misi unit kerja dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan awal Tahun Anggaran.

Pengukuran capaian kinerja dilakukan dengan mengunakan metode capaian pembanding kinerja sasaran, metode pembanding capaian kinerja (Performance Plant) yang di inginkan dengan Realisasi Kinerja (Performance Result) yang dicapai Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh.

Selanjutnya akan di lakukan Analisa terhadap penyebab terjadinya celah kinerja (Performance Gap) yang terjadi serta tindakan perbaikan yang diperlukan pada masa yang akan datang metode ini terutama bermanfaat untuk memberikan gambaran kepada pihak – pihak eksternal tentang sejauh mana pelaksanaan visi dan misi Dinas Pendidikan dalam mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Kinerja pelayanan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh dilaksanakan dalam bentuk 13 kelompok pelayanan yang tergambar dalam Program Kerja Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh sebagai berikut :

1. Pelayanan Administrasi Perkantoran  Jenis Pelayanan

Jenis pelayan administrasi perkantoran meliputi semua bentuk pelayanan administrasi pendukung kegiatan yang meliputi penatausahaan, pelayanan administrasi keuangan, pemeliharaan dan pengadaan perlengkapanan sarana prasarana kantor dan kegiatan administrasi umum lainnya.

 Prosedur Pelayanan

Prosedur pelayanan berdasarkan system dan prosedur yang berlaku dalam pengelolaan administrasi Negara atau administrasi pemerintahan serta prosedur ketatausahaan dan tata kelola administrasi keuangan yang diatur dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Persyaratan pelayanan dalam pengelolaan administrasi perkantoran adalah melengkapi semua kelengkapan dan berkas administrasi yang disyaratkan dalam pelaksanaan administrasi pemerintahan, penatausahaan dan pengelolaan keuangan Negara.

2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur  Jenis Pelayanan

Meliputi pengadaan sarana dan prasarana aparatur yang terdiri dari pengadaan kendaraan dinas operasional berikut dengan pemeliharaannya, pengadaan dan perbaikan perlengkapan kantor, pemeliharaan serta rehabilitasi gedung kantor serta pengadaan sarana penunjang lainnya.

 Prosedur Pelayanan

Melakukan inventarisasi kebutuhan sarana prasarana, pengajuan usulan pengadaan dan perbaikan, persetujuan dan ditindak lanjuti dengan kegiatan pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana aparatur/kantor.

 Persyaratan Pelayanan

Data inventarisasi dan kebutuhan sarana prasarana aparatur 3. Peningkatan Disiplin Aparatur

 Jenis Pelayanan

Pelayanan disiplin aparatur berupa kegiatan pembinaan disiplin kerja dan pengadaan pakaian dinas aparatur yang bertujuan peningkatan kualitas kinerja dan disiplin aparatur itu sendiri.

 Prosedur Pelayanan

Pembinaan berkala, dan penyediaan kebutuhan pakaian dinas aparatur beserta perlengkapannya.

 Persyaratan Pelayanan

Laporan kinerja, data pegawai dan informasi kebutuhan peningkatan disiplin pegawai

4. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Jenis pelayan berupa kegiatan peningkatan kapasitas aparatur dalam bentuk bimteks dan sosialisasi peraturan perundang-undangan

Urusan Wajib : Pendidikan

Tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menentukan tingkat kecerdasan dan keterampilan serta sikap manusia. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang dicapai, maka kualitas sumber daya manusia juga semakin tinggi. Pemerintah dalam setiap rencana pembangunan selalu menetapkan pendidikan sebagai salah satu urusan yang harus mendapat perhatian penting. Hal ini berkaitan dengan penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas secara intelegensia maupun skill yang mampu menunjang kebutuhan pada era sekarang ini.

Program pemerintah dalam jangka pendek adalah dengan meningkatkan tingkat partisipasi sekolah, sehingga diharapkan seluruh masyarakat dapat mengenyam pendidikan secara formal.Tujuan akhir dari kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam menghadapi era globalisasi yang semakin berkembang.

5. Pendidikan Anak Usia Dini

Jenis pelayanan meliputi pembangunan sarana dan prasarana PAUD, Pengadaan alat peraga ( APE ) PAUD, Pelatihan Kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan PAUD, Pengembangan PAUD dan Penyelenggaraan PAUD

Tabel 2.7

Jumlah Lembaga, Siswa Dan Tenaga Pendidik PAUD Non Formal Tahun 2009 - 2012

No Lembaga PAUD Non Formal 2009 2010 2011 2012 1 Taman Penitipan Anak (TPA)

1.1. Jumlah Lembaga 20 20 25 17

1.2. Jumlah Pendidik (Orang) 70 75 95 56

1.3. Jumlah Peserta Didik Menurut Umur (Orang) 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6 138 97 39 199 73 7 205 89 16 250 93 18 2 Kelompok Bermain (KB) 2.1. Jumlah Lembaga 40 52 71 72

2.2. Jumlah Pendidik (Orang) 190 202 215 161

2.3. Jumlah Peserta Didik Menurut Umur (Orang)

0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4

>4-6 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6 250 159 150 334 622 268 424 635 421 430 325 241

3 Satuan PAUD Sejenis (SPS)

3.1. Jumlah Lembaga 11 11 15 27

3.2. Jumlah Pendidik (Orang) 40 43 64 69

3.3 Jumlah Peserta Didik Menurut Umur (Orang)

0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6th 0-2 >2-4 >4-6 0-2 >2-4 >4-6th

172 182 40 73 149 129 125 285 166 320 244 674

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

Dari tabel di atas memperlihatkan perkembangan data PAUD Non Formal dari tahun 2009 dan tahun 2012, dimana jumlah TPA pada tahun 2009 adalah 20 lembaga dengan jumlah peserta didik usia 1-2 tahun 199 orang, usia >2 - 4 tahun sebanyak 73 orang dan usia >4-6 tahun sebanyak 7 orang, pada Kelompok Bermain (KB) tahun 2009 jumlah lembaga 52 dengan peserta didik usia 1-2 tahun 334 orang, usia >2-4 tahun sebanyak 622 orang dan usia>4-6 tahun sebanyak 368 orang berikuynya pada Satuan PAUD Sejenis (SPS) tahun 2009 terdapat 8 lembaga dengan jumlah peserta didik usia 1-2 tahun 62 orang, usia >2-4 tahun sebanyak 119 orang dan usia >4-6 tahun sebanyak 82 orang.

Pada tahun 2010 jumlah TPA adalah 20 lembaga dengan jumlah peserta didik usia 1-2 tahun 199 orang dan usia >2-4 tahun sebanyak 73 orang dan usia >4-6 tahun sebanyak 7 orang, kemudian Kelompok Bermain (KB) tahun 2010 jumlah lembaga 52 dengan jumlah peserta didik usia 1-2 tahun 334 orang dan usia >2-4 tahun sebanyak 622 orang dan usia >4-6 tahun sebanyak 368 orang dan selanjutnya pada Satuan PAUD Sejenis (SPS) tahun 2010 terjadi kenaikan jumlah lembaga menjadi 8 dengan jumlah peserta didik usia 1-2 tahun 73 orang, usia >2-4 tahun sebanyak 149 orang dan usia >4-6 tahun sebanyak 129 orang.

Tabel 2.15

Perkembangan Data PAUD Formal (TK dan RA) Jumlah Lembaga, Murid,Guru Tahun 2007 s.d 2012 Kota Payakumbuh

No PAUD Formal Tahun

2007 2008 2009 2010 2011 2012

1. Jumlah TK/RA ( Lembaga) 42 43 45 44 45 50

2. Jumlah Guru (Orang) 257 241 266 276 282 313

3. Jumlah Murid (Orang) 2.477 2.399 2.438 2.726 2.809 2.018

4. Jumlah Rombongan Belajar 125 137 139 154 163 160

Sumber : Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh

Dari tabel di atas terlihat perkembangan PAUD Formal baik dari segi jumlah TK/RA, jumlah guru, jumlah murid dan jumlah rombongan belajar seperti

jumlah TK/RA pada tahun 2007 adalah 42 menjadi 44 lembaga di tahun 2010, tahun 2011 menjadi 45 lembaga, tahun 2012 menjadi 50 lembaga jumlah guru tahun 2007 sebanyak 257 orang dan tahun 2010 menjadi 276 orang kemudian diperkirakan tahun 2011 menjadi 282 orang,dan tahun 2012 menjadi 313 orang berikutnya jumlah murid tahun 2007 adalah 2.477 orang menjadi 2.726 orang di tahun 2010, tahun 2011 menjadi 2.809 tahun 2012 menjadi 2.018 orang selanjutnya jumlah rombongan belajar tahun 2007 adalah 125 menjadi 154 di tahun 2010 dan diperkirakan tahun 2011 menjadi 163 rombongan belajar, sedangkan di tahun 2012 menjadi 160 rombongan belajar

6. Penuntasan wajib belajar Dikdas

Jenis pelayanan wajib belajar Dikdas meliputi pengadaan sarana prasarana, rehab berat/sedang, pengadaan buku-buku teks dan peningkatan mutu kapasitas, akses pelayanan dan pemerataan pendidikan dasar

7. Pendidikan Menengah

Jenis pelayanan pendidikan menengah meliputi pengadaan sarana prasarana, rehab berat/sedang, pengadaan buku-buku teks dan peningkatan mutu kapasitas, akses pelayanan dan pemerataan pendidikan menengah termasuk peningkatan daya saing lulusan dalam menghadapi dunia kerja bagi lulusan SMK.

8. Pendidikan Non Formal

Jenis layanan pendidikan non formal disamping meningkatan sarana prasarana, kualitas layanan pendidikan non formal juga peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pelatihan keterampilan hidup dan berusaha.

9. Pendidikan Luar Biasa

Pelayanan pendidikan berupa pemerataan akses pelayanan pendidikan luar biasa diikuti dengan perluasan akses pendidikan inklusi di sekolah umum disetiap satuan pendidikan

10. Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Terdiri dari Pembinaan KKG dan MGMP, Pendidikan lanjutan bagi pendidik untuk memenuhi standar kualifikasi, Pengembangan mutu dan kualitas program pendidikan dan pelatihan bagi pendidik dan tenaga

kependidikan, Pelaksanaan dan pengelolaan sertifikasi guru, dan Pengembangan system perencanaan dan pengelolaan BOS.

11. Manajemen Pelayanan Pendidikan

Meliputi pelayanan evaluasi kinerja bidang pendidikan, pelaksanaan kerjasama secara kelembagaan di bidang pendidikan, Pembinaa Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah

12. Pengembangan kebijakan dan manajemen olahraga

Terdiri dari Pelaksanaan identifikasi bakat dan potensi pelajar dalam olah raga, Peningkatan mutu organisasi dan tenaga keolahragaan, Pelaksanaan turnamen ISSB Kota Payakumbuh

13. Pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan

Jenis pelayanan terdiri dari pengembangan minat dan budaya baca masyarakat, pembinaan dan pengembangan TBM dan perpustakaan. Prosedur dan persyaratan pelayanan diatur dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, juklak dan juknis yenag telah ditetapkan, regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dengan memperhatikan persyaratan administrasi dan data.

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

Dalam rangka pencapaian visi dan misi Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh yang dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan dilakukan analisa SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats). Analisa dilakukan terhadap faktor-faktor kunci dari Kekuatan, Kelemahan, Tantangan dan Kendala yang dihadapi dalam pencapaian tujuan dan misi SKPD secara efektf dan efisien.

Analisis Lingkungan Internal

6. Kekuatan (strengths)

 Regulasi yang menjadi payung hukum keberaan Dinas Pendidikan  Dukungan dari sumber daya manusia dan personil lainnya

profesional

 Sarana dan prasarana yanag dapat digunakan sebagai sistem informasi dan operasional

 Perhatian yang sangat dari Pemerintah terhadap pelaksanaan pembangunan pendidikan

 Dukungan/alokasi dana yang besar untuk pelaksanaan program kerja melalui, APBD dan APBN

7. Kelemahan (Weaknesses)

Kelemahan yang dirasakan adalah sebagai berikut:

 Jumlah SDM/personil yang terbatas terutama untuk tenaga teknis dan staf pelaksana

 Lemahnya sinergi antara regulasi yang ditetapkan Pemerintah dengan Pemerintah Daerah

 Intergitas dan kualitas pelayanan aparatur dilingkungan Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh masih rendah

 Lemahnya pemahaman personil dalam pengelolaan administrasi pemerintahan dan manajemen

Analisis Lingkungan Eksternal

Lingkungan eksternal yang memberikan pengaruh dalam penyusuanan rencana straegis ini adalah sebagai berikut:

1. Peluang (Opportunities)

 Tingkat kepedulian masyarakat yang cukup tinggi terhadap pendidikan

 Dukungan stakeholder dan swasta dalam pengembangan pendidikan  Berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan formal dan non formal  Berkembangan teknologi, informasi dan komunikasi

 Antusias pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan pendidikan berkarakter ( berahlak mulia ).

2. Ancaman (Threats)

 Tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap pelayanan dan kualitas pendidikan

 Era globalisasi menimbulkan pendidikan biaya tinggi

 Kemerosotan moral dan ahlak budi perkerja generasi muda peserta didik

Strategi Analisa Strenght, Weaknesses, Opportunities dan Threats (SWOT)

Dari analisis internal dan eksternal di atas, strategi swot yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Optimalisasi kekuatan untuk memanfaatkan dukungan masyarakat untuk pengembangan akses dan pelayanan pendidikan

2. Pemanfaatan sumber daya manusia yang profesional dengan dukungan teknologi dan informasi guna peningkatan mutu, kualitas dan kesetaraan pelayanan pendidikan

3. Penggunaan alokasi dana yang cukup besar untuk perluasan akses pendidikan dan pembinaan lembaga pendidikan serta pembentukan karakter generasi bangsa.

Disamping hal tersebut, strategi mengoptimalkan kekuatan untuk mencegah dan mengatasi ancaman, melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

1. Membentuk regulasi yang jelas terhadap pelaksanaan sistem pendidikan

2. Menetapan standar pelayanan minimal, SOP dan meningkatkan indeks kepuasan masyarakat

3. Penggunaan alokasi dana jelas dan transparan untuk mencegah tingginya biaya pendidikan

Strategi mengurangi kelemahan untuk memanfaafkan peluang, dapat kita rinci sebagai berikut :

1. Mengantisipasi kekurangan ketersediaan sumber daya manusia dengan pemanfaatan IT.

2. Peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan

3. Manfaat kontrol masyarakat untuk meningkatkan kinerja

Sedangkan Strategi mengurangi kelemahan (weaknesses) untuk mencegah dan mengatasi ancaman (Threats), terlihat dengan beberapa langkah sebagai berikut :

1. Gunakan tuntutan masyarakat terhadap mutu dan kualitas pendidikan untuk meningkatkan integritas dan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan

2. Pemanfaat era globalisasi dan TI untuk pembentukan karakter generasi muda dan peserta didik

3. Pemanfaat era globalisasi dan TI dalam mensinergikan regulasi antara pemerintah dan pemerintah daerah.

Berdasarkan analisis faktor eksternal, internal, potensi, dan permasalahan pendidikan dapat diidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam melaksanakan pembangunan pendidikan lima tahun ke depan. Tantangan-tantangan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Melengkapi peraturan turunan yang diamanatkan undang-undang di bidang pendidikan;

2. Memenuhi komitmen global untuk pencapaian sasaran-sasaran

Millenium Development Goals (MDGs), Education For All (EFA), dan

Education for Sustainable Development (EfSD);

3. Menjamin keberpihakan terhadap masyarakat miskin untuk memperoleh akses pendidikan bermutu seluas-luasnya pada semua satuan pendidikan;

4. Menerapkan Standar Nasional Pendidikan dengan menekankan keseimbangan antara olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olahraga; 5. Mengembangkan kebijakan pemberdayaan tenaga pendidik dan

kependidikan dengan memperhatikan profesionalisme;

6. Mempertahankan peningkatan kualitas pendidikan dalam upaya pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) antargender dan antarwilayah;

7. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan kejuruan/vokasi untuk memenuhi kebutuhan lokal dan nasional serta mampu bersaing secara global;

8. Menghasilkan SDM kreatif melalui pendidikan yang diperlukan dalam pengembangan ekonomi kreatif;

9. Menyusun struktur biaya total pendidikan setiap satuan pendidikan dengan mempertimbangkan indeks daya beli masyarakat;

Dalam dokumen renstra dinas pendidikan terbaru (Halaman 9-53)

Dokumen terkait