• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori

2.1.6. Telinga

2.1.6.1 Anatomi Dan Fisiologi Telinga

Telinga terdiri atas tiga bagian besar yaitu telinga luar yang berfungsi untuk mengumpulkan gelombang bunyi dan meneruskannya ke dalam telinga, telinga tengah yang berfungsi mengirimkan getaran bunyi ke tingkap oval dan telinga dalam yang merupakan lokasi dari reseptor pendengaran dan keseimbangan.22

Telinga luar terdiri atas aurikula, kanal auditori eksterna dan gendang telinga. Aurikula merupakan bagian penutup dari tulang rawan kartilago yang elastis, berbentuk seperti ujung terompet dan diselimuti oleh kulit. Bagian ini dibagi lagi menjadi helix (bagian yang melingkar) dan lobule (bagian bawah). Ligamen dan otot mengikatkan aurikula ke kepala. Kanal auditori eksterna adalah sebuah tuba melengkung sepanjang 2.5 cm yang terletak di tulang temporal dan mengarah ke gendang telinga. Membran timpani atau gendang telinga adalah sekat tipis dan semi transparan diantara kanal auditori eksterna dan telinga tengah. Membran timpani ini dilapisi oleh epidermis dan epitel kubus selapis. Antara lapisan epitelial tersebut terdapat jaringan ikat yang tersusun atas kolagen, serat elastis dan fibroblas. 22

Didekat bagian paling luar, kanal auditori eksterna mengandung sedikit rambut dan kelenjar keringat khusus yang disebut kelenjar seruminosa yang mensekresi lilin telinga atau serumen. Kombinasi antara rambut dan serumen tersebut membantu mencegah debu dan benda asing untuk masuk ke dalam telinga. Serumen juga mencegah kerusakan bagian kulit yang lembut dari kanal telinga luar yang disebabkan air dan serangga. 22

Telinga tengah adalah ruangan berisi udara yang berukuran kecil di bagian tulang temporal dan dilapisi oleh epitelium. Bagian ini dipisahkan dari telinga luar oleh membran timpani dan telinga dalam dengan tingkap oval da tingkap bulat yang berbentuk membran. Terdapat osikel berupa tiga tulang kecil yang dihubungkan oleh sendi sinovial. Tulang tulang ini dinamakan berdasarkan bentuk nya, yaitu maleus, inkus dan stapes. Gagang dari maleus menempel pada permukaan internal membran timpani. Bagian kepala maleus bersambung dengan bagian badan inkus. Inkus bersambung dengan bagian stapes. Bagian dasar stapes sesuai dengan tingkap oval. Tepat dibawah tingkap oval terdapat tingkap bulat yang diselubungi oleh membran yang disebut membran timpani sekunder.

Selain ligamen, dua otot rangka kecil juga melekat pada osikel. Otot tensor timpani yang berasal dari mandibular membatasi perpindahan dan peningkatan tekanan gendang telinga saat adanya suara keras.

Bagian anterior dari telinga tengah memiliki lubang yang mengarah pada tuba auditori yang disebut tuba eustasius. Tuba ini terbuka selama menelan dan menguap dan menyebabkan udara dapat masuk ke dalam telinga sehingga tekanan dalam atmosfer dan telinga sama. Telinga dalam juga disebut labirinth karena terdiri atas banyak kanal yang membingungkan. Secara struktur, bagian ini terdiria atas dua bagian utama yaitu bagian luar yang menutupi bagian dalam. 22

Tulang labirin ini merupakan gabungan dari rongga yang terdiri atas kanal semisrkular, vestibuli yang memiliki reseptor untuk keseimbangan dan koklea yang memiliki reseptor pendengaran. Tulang labirin ini dilapisi oleh periosteum dan mengandung perilimf. Cairan ini mengelilingi membran labirin. Epitel dari membran labirin juga mengandung endolimf. Level kalium dari endolimf biasanya tinggi dan memiliki peran dalam proses sinyal auditori.22

Di tengah labirin tulang, terdapat vestibulum yang merupakan tabung berbentuk oval. Labirin membranosa pada vestibulum mengandung dua saluran yang mirip kantung yakni utrikulus dan sakulus. Di bagian superior dan posterior dari vestibulum terdapat tiga tulang kanalis semisirkularis, yang masing-masing terletak pada sudut yang sama antara satu sama lain. Berdasarkan posisinya, tiga tulang kanalis semisirkularis tersebut disebut kanalis semisirkularis anterior, posterior, dan lateral. Kanalis semisirkularis anterior dan posterior terletak vertikal, sedangkan kanalis semisirkularis lateral terletak horizontal. Di ujung setiap kanal terdapat pelebaran yang disebut ampula. Bagian labirin membranosa yang terletak di dalam tulang kanalis semisirkularis disebut duktus semisirkularis.22

Struktur ini terhubung dengan utrikulus pada vestibulum. Cabang vestibular dari nervus vetibulokoklearis (VIII) terdiri dari nervus ampular, utrikular, dan sakular. Bagian anterior dari vestibulum adalah koklea, sebuah saluran tulang yang berbentuk spiral yang mirip dengan rumah siput. Koklea terbagi menjadi tiga bagian yakni duktus koklearis (skala media), skala vestibuli, dan skala timpani. Duktus koklearis adalah terusan dari labirin membranosa ke arah koklea yang teirisi oleh endolimfe. Di atas duktus koklearis terdapat skala vestibuli yang berujung di oval window. Sedangkan di bawahnya terdapat skala timpani yang berujung di round window. Skala vestibuli dan skala timpani merupakan bagian dari labirin tulang pada koklea, maka dari itu ruang tersebut terisi oleh perilimfe. Seluruh bagian skala vestibuli dan skala timpani dipisahkan oleh duktus koklearis, kecuali pada bagian apeks koklea yang disebut helikotrema.22

Skala vestibuli dan duktus koklearis dipisahkan oleh membran vestibular (membran Reissner), sedangkan duktus koklearis dan skala timpani dipisahkan oleh membran basilar. Membran basilar mengandung 20.000 sampai 30.000 serat basilar yang keluar dari sumbu tulang di koklea, yaitu modiolus, menuju ke dinding luar. Serat ini kaku dan elastis pada salah satu ujung bebasnya sehingga dapat bergetar seperti buluh harmonika.22

Pada membran basilar terdapat organ Corti. Organ Corti mengandung 16000 sel rambut yang merupakan reseptor pendengaran. Terdapat dua kelompok sel rambut, yakni sel rambut dalam yang terdiri dari satu baris dan sel rambut luar yang terdiri dari tiga baris. Pada ujung apikal setiap sel rambut, terdapat 40-80 stereosilia yang menyentuh atau tertanam pada endolimfe duktus koklearis. Pada ujung basal, sel rambut dalam dan sel rambut luar bersinaps dengan neuron sensorik orde pertama dan dengan neuron motorik dari cabang koklear nervus vestibulokoklearis (VIII). Walaupun sel rambut luar lebih banyak dari sel rambut dalam, tetapi sel rambut dalam bersinaps lebih banyak dengan neuron sensorik

orde pertama yakni sekitar 90-95%. Sebaliknya, 90% neuron motorik bersinaps dengan sel rambut luar.22

Gambar 2.5 Stimulasi Reseptor Pendengaran

Sumber: Principles of Anatomy and Physiology, Tortora, 2009 2.1.6.2 Definisi Pendengaran

Pendengaran adalah persepsi energi suara oleh saraf yang terdiri atas dua aspek yaitu identifikasi suara dan lokalisasinya.23

2.1.6.3 Mekanisme Mendengar

Proses mendengar melalui beberapa tahap kejadian berikut:

1. Aurikula menangkap gelombang suara dan diteruskan ke saluran pendengaran eksternal.

2. Ketika gelombang suara sampai ke gendang telinga, pergantian tekanan tinggi dan rendah membuat gendang telinga bergetar maju dan mundur. Jarak perpindahannya bergantung pada intensitas dan frekuensi gelombang suara. Gendang telinga bergetar pelan terhadap frekuensi suara yang rendah dan bergetar kencang terhadap frekuensi suara yang tinggi.

3. Area tengah gendang telinga terhubung oleh tulang maleus yang juga ikut bergetar. Getaran itu kemudian diteruskan ke tulang inkus dan kemudian ke tulang stapes.

4. Ketika tulang stapes bergerak ke luar dan ke dalam, tulang stapes membuat tingkap oval tertarik ke luar dan terdorong ke dalam. Tingkap oval bergetar 20 kali lebih keras daripada gendang telinga karena osikel secara efisien mentransmisikan getaran kecil yang tersebar di di area

permukaan yang luas (gendang telinga) menjadi getaran besar pada permukaan yang lebih kecil (tingkap oval).

5. Pergerakan tingkap oval menghasilkan gelombang tekanan cairan perilimfe di koklea. Tingkap oval yang terdorong ke dalam membuat perilimfe pada skala vestibuli ikut terdorong.

6.Gelombang tekanan ditransmisikan dari skala vestibuli ke skala timpani kemudian ke tingkap bulat, menyebabkan tingkap bulat terdorong keluar ke telinga tengah.

7. Selama gelombang tekanan mendorong dinding skala vestibuli dan skala timpani, gelombang tekanan tersebut juga mendorong membran vestibular ke depan dan ke belakang, sehingga membentuk gelombang tekanan di endolimfe pada duktus koklearis.

8. Gelombang tekanan di endolimfe menyebabkan membran basilar bergetar, yang kemudian menyebabkan sel-sel rambut pada organ Corti bergerak ke arah yang berlawanan dari membran tektorial. Hal ini menyebabkan membengkoknya stereosilia yang kemudian menciptakan potensial reseptor dan mengaktifkan impuls saraf.

Gambar 2.6 Stimulasi Reseptor Pendengaran

Sumber: Principles of Anatomy and Physiology, Tortora, 2009 2.1.6.4 Jaras Pendengaran

Serabut saraf dari ganglion spiralis korti memasuki nukleus koklearis dorsalis dan ventralis yang terletak di bagian atas medulla. Pada titik ini, semua serabut sinaps dan neuron tingkat dua berjalan terutama ke

sisi yang berlawanan dari batang otak dan berakhir di nukleus olivarius superior. Beberapa serabut tingkat kedua lainnya juga berjalan ke nukleus olivarius superior pada sisi yang sama. Dari nukleus olivarius superior , jaras pendengaran kemudian berjalan ke atas melalui lemnikus lateralis. Beberapa serabut terakhir di nukleus lemnikus lateralis, tetapi sebagian melewati nukleus ini dan berjalan ke kolikulus inferior, temat semua atau hampir semua serabut pendengaran bersinaps. Dari sini jaras berjalan ke nukleus genikulatum medial, tempat semua serabut bersinaps. Akhirnya, jaras berlanjut melalui radiasio auditorius ke korteks audiotorik, yang terutama terletak pada girus superior lobus temporalis. 24

Ada 3 hal penting dalam penyaluran impuls pada jaras pendengaran, yaitu:

1. Sinyal dari kedua telinga dijalarkan melalui dua jaras kedua sisi otak, dengan penjalaran sedikit lebih besar pada jaras kontralateral. Mereka juga bersilangan di korpus trapezoid, dalam komisura di antara dua inti lemnikus lateralis dan dalam komisura yang menghubungkan dua kolikulus inferior.

2. Banyak serabut kolateral dari traktus auditorik berjalan langsung ke dalam sistem aktivasi retikular di batang otak. Sistem ini menonjol secara difus ke atas dalam batang otak dan ke bawah ke dalm medula spinalis dan mengaktivasi seluruh sistem saraf untuk memberi respon terhadap suara yang keras. Koateral lain menuju ke vermis serebelum yang juga aktif jika ada suara keras yang timbul mendadak.

3. Orientasi spasial dengan derajat tinggi dipertahnakan dalam traktus serabut yang berasal dari koklea sampai ke korteks. 24

Gambar 2.7 Jaras pendengaran utama.

Sumber : Guyton, Arthur C.2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran-Edisi 11. Jakarta : EGC

2.1.6.5 Fisika Pendengaran

Gelombang suara adalah getaran udara yang merambat yang terdiri dari daerah-daerah bertekanan tinggi akibat kompresi (pemadatan) molekul udara bergantian dengan daerah-daerah bertekanan rendah akibat penjarangan (peregangan) molekul udara. Setiap alat yang mampu menghasilkan gangguan pola molekul udara disebut sumber suara. 23

Nada suara ditentukan oleh frekuensi getaran. Semakin besar frekuensi getaran maka nada akan semakin tinggi juga. Telinga manusia mampu mendeteksi gelombang suara dengan frekuensi dari 20 sampai 20.000 siklus perdetik tetapi paling peka untuk frekuensi antara 1000 dan 4000 siklus perdetik. 23

Intensitas atau kekuatan suara bergantung pada amplitudo gelombang suara atau perbedaan tekanan antara daerah bertekanan tinggi dan daerah bertekanan rendah. Dalam rentang pendengaran, semakin besar amlitudo, semakin keras suara. Telinga manusia dapat mendengar intensitas suara dengan kisaran yang lebar, dari bisikan paling lemah hingga bunyi pesawat lepas landas yang memekakkan telinga. Kekuatan suara diukur dalam desibel(db), yaitu ukuran logaritmik intensitas dibandingkan dengan suara paling lemah yang masih terdengar (ambang dengar). 23

Gambar ini menunjukkan bahwa suara 3000 siklus perdetik dapat didengar bahkan bila intensitasnya serendah 70 desibel di bawah 1 dyne /cm2 tingkat tekanan suara, yaitu satu per sepuluh juta mikrowatt per sentimeter persegi . Sebaliknya suara 100 siklus per detik dapat dideteksi hanya jika intensitas nya 10.000 kali lebih besar dari ini.

2.1.6.6 Rentang Frekuensi Pendengaran

Frekuensi suara yang dapat didengar oleh orang muda adalah antara 20-20.000 siklus perdetik. Namun, rentang suara bergantung pada perluasan kekerasan yang sangat besar. Jika kekerasannya 60 db dibawah 1 dyne /cm2 tingkat tekanan suara, rentang suara adalah 500 sampai 5000 siklus perdetik yang artinya hanya dengan suara keras rentang 20 sampai 20.000 siklus dapat dicapai secara lengkap. 22

2.1.7 Kuosioner Penelitian

2.1.7.1 Wawancara pada penelitian Adolescent’s Perceptions of Loud Music and Hearing Conservation

Item pada daftar pertanyaan asli memiliki format pertanyaan semi-structured yang berpedoman pada literatur review dan diskusi para ahli yang dihubungkan dengan protection motivation theory (PMT). Hanya beberapa item yang diambil dan dimodifikasi pada penelitian ini.12 (Lampiran 4)

Gambar 2.8 Hubungan antara ambang pendengaran dan persepsi somestatik (ambang taktil dan tusukan) terhadap tingkat energi suara pada setiap frekuensi suara

2.1.7.2 Kuosioner gambaran pemakaian peranti dengar

Merupakan kuosioner yang menunjukkan identitas pasien, gambaran pemakaian peranti dengar yang meliputi frekuensi, intensitas bunyi, lama pemakaian, jenis peranti dengar, sumber bunyi dan kemampuan responden mendengar bising lingkungan saat memakai peranti dengar dengan kondisi menyala. Kuosioner ini mengikuti kuosioner pada penelitian terdahulu oleh Herman NWP tahun 2011. 25 (Lampiran 4)

2.1.7.3 Kuosioner Youth Attitude to Noise Scale (YANS)

Kuosioner YANS terdiri atas 19 item yang dikembangkan oleh Widen et al.(2004) untuk mengeksplorasi sikap remaja terhadap bising. Setiap item dinilai dengan lima poin yang dimulai dengan pilihan sangat setuju (5 poin) sampai sangat tidak setuju (1 poin). Pertanyaan-pertanyaan dalam kuosioner ini dikategorikan lagi menjadi empat subdivisi yaitu, item yang menilai sikap terhadap kebudayaan remaja (item 1, 4, 6, 9, 10, 12, 15 dan 18), item yang menilai sikap terhadap kemampuan responden untuk berkonsentrasi dalam kondisi bising (item 2, 5 dan 8), item yang menilai sikap terhadap bising sehari-hari seperti bising lalu lintas (item 11, 14, 16 dan 17) dan item yang menilai sikap terhadap mempengaruhi lingkungan (item 3, 7, 13 dan 19). Kuosioner ini telah divalidasi ulang oleh Keppler tahun 2010 dan didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,71 untuk keseluruhan kuosioner. 26 (Lampiran 5)

Dalam dokumen PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP SISWA SMA (Halaman 23-33)

Dokumen terkait