Tangan kir
4.3.2 Teknik Penjarian (fingering)
4.3.2.3. S tem Mol Dengan Nada Dasar As (Gb)
Pada stem-an mol bernada dasar As, formasi jari yang menekan hanya menggunakan jari telunjuk untuk nada do (as), sedangkan untuk nada yang lain dilakukan sama dengan system penjarian yang telah dijelaskan sebelumnya.
Dari penjelasan di atas kita dapat melihat periodesiasi penggunaan jari oleh Sarikawan Sitohang dalam memainkan sebuah komposisi musik sangat teratur, yaitu adanya pembagian fungsi yang tepat, konsisten dan rumit dengan penjangkauan interval nada yang luas.
Foto 4.10
Posisi jari dalam stem Mol dengan nada dasar As Sumber : dokumentasi penulis
Jari telunjuk menekan sen ar bawah dengan nada do (bes)
56 4.3.3 Teknik Mamiltik (picking)
Teknik mamiltik yang dimaksud di sini adalah cara memegang piltik (claver) dan arah gerak claver. Piltik yang sering digunakan Sarikawan Sitohang terbuat dari bahan plastik dengan ukuran 1, 20 ml. Berikut gambar untuk jenis claver yang sering digunakan oleh Sarikawan Sitohang:
:
Cara memegang claver adalah dengan menjepit bagian tengahnya menggunakan bagian permukaan kulit ibu jari dan bagian samping jari telunjuk. Pada saat memetik senar posisi piltik tegak lurus dengan senar hasapi.
Foto 4.11
Claver/pick
Sumber : dokumentasi penulis
Foto 4.12
Posisi mam iltik
57
Untuk menjelaskan teknik piltikan Sarikawan Sitohang, penulis menggunakan lambang untuk arah petikan ke atas, sedangkan lambang untuk arah petikan ke bawah. Untuk lebih jelas perhatikan contoh pola melodi
berikut:
Contoh Notasi 4.4 : melodi dasar mamiltik
Tabel 4.5
Piltik Pada Melodi Dasar Mamiltik
Tabel di atas menunjukan banyaknya teknik piltik yang ke bawah (down), khususnya untuk nada D dan nada C. Dapat dilihat Jumlah total piltikan ke bawah pada melodi lagu di atas adalah 57 kali petikan, sedangkan jumlah total piltikan ke
Nada Atas (up) Bawah (down)
C - 12
D - 19
E 13 6
F - 10
58
atas (up) adalah 21 kali petikan. Bila kita perhatikan setiap nada yang pertama sekali dibunyikan, pada umumnya selalu di-down-kan (dipetik ke bawah). Agar lebih jelas lagi, perhatikan contoh piltikan Sarikawan Sitohang di dalam contoh melodi berikut ini:
Contoh Notasi 4.5: Penutupan gondang
Tabel 4.6
Piltik Pada Penutupan Gondang
Tabel di atas menunjukan jumlah total piltikan keatas (up) dalam pembukaan
gondang adalah sebanyak 18 kali, sedangkan untuk piltikan kebawah (down) adalah sebanyak 20 kali. Jadi, jelas bahwa Sarikawan Sitohang lebih banyak menggunankan piltikan ke bawah. Sarikawan Sitohang mengatakan bahwa: “tidak ada aturan untuk setiap pergerakan piltik, namun diusahakan pergerakan piltik senyaman mungkin bagi jari untuk dapat bergerak cepat dan tepat pada saat memainkan sebuah lagu”.
Nada Atas (up) Bawah (down)
C - 1
D 4 7
E 5 8
F 1 1
59 4.3.4 Lundu Pahu
Lundu Pahu adalah salah satu teknik yang sangat penting dalam permainan
hasapi, yang di dalamnya terdapat beberapa ornamentasi. M enurut Sarikawan Sitohang lundu pahu adalah teknik permainan hasapi yang paling dasar dan harus dimiliki oleh setiap pemain hasapi, karena merupakan dasar keindahan warna suara dari hasapi Batak Toba.
. Lundu pahu dihasilkan dari variasi-varisasi ornamentasi penjarian (fingering). Pada saat memainkan melodi pokok lagu maka jari memainkan atau menyisipkan berbagai nada ornamentasi. Perhatiakan contoh pola melodi berikut: Contoh Notasi 4.6: M elodi dasar lundu pahu
Bila dilihat dari teori notasi musik barat maka lundu pahu terbentuk dari beberapa unsur yang berupa jenis ornamentasi musikal. Antara lain:
a. Not mati (dead note)
Not mati adalah not yang suaranya dihilangkan sebelum habis nilai ketukannya. Di dalam teknik bermain gitar maupun hasapi, untuk mendapatkan not mati maka sebelum habis nilai ketukan not yang telah dibunyikan secepat mungkin senar ditekan dengan tangan k anan maupun dengan jari tangan kiri, atau senar yang dipetik ditekan tidak pehuh/ setengah tenaga sehingga menghasilkan suara yang teredam atau mati. Seperti Pada contoh melodi diatas untuk not mati( dead note) diberi tanda (X). Ada beberapa jenis not mati yang sering dimainkan Sarikawan Sitohang pada
60
saat memainkan hasapi, yang pertama nada E (open string) yang dimatikan pada nada G (senar dua), yang ke dua nada F yang dimatikan pada nada G , yang ke tiga nada C (open String) yang dimatikan pada nada D, dan yang ke empat nada D yang dimatikan pada nada E (senar satu) .
b. Not hias (grace note)
Not hias adalah not-not yang dibunyikan di awal atau di akhir sebuah not. Dalam notasi barat, penulisannya dibuat dengan ukuran yang lebih kecil dari not lainnya. Not hias (grace note) tidak mempunyai nilai ketukan sendiri, karena dibunyikan dengan sangat cepat di sela-sela waktu masuknya atau selesainya not inti.
Not di atas bernilai 1/2 ketuk. Tampak di sebelah kiri not tersebut dua buah not yang bernilai ¼ ketuk, not tersebut dibunyikan sebelum jatuhnya ketukan pertama not setengah yang ada di depannya, atau dengan kata lain ada tiga jenis suara yang dibunyikan dalam satu not ½ ketuk.
Not inti Grace not
61 c. Slur
Teknik slur didalam gitar klasik juga dikenal dengan istilah legato vibrato.
Cara kerja teknik slur adalah: dalam satu kali petikan menghasilkan dua atau
lebih nada yang berbeda. Terdapat dua macam slur, yaitu slur naik dan s dan dan slur turun . Slur naik untuk nada yang lebih rendah
ke nada yang lebih tinggi dan begitu juga sebaliknya slur turun untuk nada yang lebih tinggi ke nada yang lebih rendah.
Untuk lebih jelas, perhatikan dua pola melodi dibawah ini, dimana melodi pertama dalam keadaan murni (belum diberi lundu pahu) dan kemudian pola melodi kedua setelah pola melodi pertama diberi lundu pahu,
Contoh Notasi 4.7: penutupan gondang sebelum dimasukan lundu pahu
62
Contoh Notasi 4.8: Penutupan gondang setelah dimasukan lundu pahu
4.3.5 Dobel Piltik
Dobel piltik yang adalah dua nada yang berbeda, dibunyikan secara bersamaan. Teknik dobel piltik dapat muncul di awal, di tengah dan di akhir sebuah melodi lagu. Untuk lebih jelas perhatikan contoh berikut:
Contoh Notasi 4.9: Cuplikan gondang “Sibuka Pikiran”
M elodi yang dilingkari dengan garis merah adalah teknik dobel piltik yang dimaksud. Ada tiga jenis dobel piltik berdasarkan nada yang ada di dalamnya: yang pertama dobel piltik dengan nada C (open string) dan nada G (senar dua), yang ke dua dobel piltik dengan nada D ( A’
63
senar satu) dan nada F (senar dua), kemudian yang ke tiga dobel piltik dengan nada D (senar satu) dan nada G (senar dua). Di dalam permainan teknik dobel piltik, sering memasukan teknik slur dan not hias (grace note).