BAB III PEMBAHASAN
B. Laporan Magang Kerja
2. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Magang Kerja
Tempat pelaksanaan magang kerja dilakukan di Agrowisata Sondokoro yang lokasi berada di Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar. Waktu pelaksanaan magang dimulai dari tanggal 18 januari
53
hingga 18 Februari 2012. Selain itu, jam kerja dimulai dari pukul 08.30 sampai dengan 13.00 ntuk hari senin hingga jum’at, sedangkan jam 08.30-15.30 untuk hari sabtu dan minggu serta hari-hari besar. Selain itu, dalam satu minggu kerja kami diberikan waktu untuk libur selama satu hari dengan syarat tidak mengambil hari libur diakhir pekan, dan hari libur yang kami pilih untu libur adalah hari senin.
C. Analisis dan Pembahasan
1. Bauran promosi yang Diterapkan Agrowisata Sondokoro Untuk Menarik Minat Pengunjung
a. Advertising (periklanan)
Dalam hal ini, media yang digunakan oleh pihak Agrowisata Sondokoro adalah:
1) Media cetak a) Surat kabar
Keberadaan Arowisata Sondokoro telah dimuat oleh beberapa surat kabar yang sifatnya nasional, regional, dan juga lokal. Surat kabar yang sifatnya nasional yaitu: Kompas, Seputar Indonesia, dan Agrobisnis. Selain itu, surat kabar yang sifatnya regional yaitu: Wawasan (Jateng), Jawa Pos, Suara Merdeka. Kemudian, surat kabar yang sifatnya lokal yaitu: Solopos, Joglo Semar, dan Kedaulatan Rakyat.
54
b) Majalah
Pada media ini, majalah yang sudah digunakan oleh Agrowisata Sondokoro adalah majalah Koran Tempo.
c) Iklan outdoor
Dalam hal ini, Agrowisata Sondokoro juga menggunakan baliho dan spanduk sebagai media promosi. Media ini digunakan dengan tujuan agar masyarakat dapat mengetahui adanya wisata didekat pabrik gula Karanganyar. Dalam hal ini, penempatan media tersebut adalah di area Solo Raya. Namun, penempatan itu tidak saja hanya terfokus di area tersebut, hal itu tergantung pada muatan dan bidikan segmen perusahaan. Biasanya, media tersebut sering digunakan pada saat adanya
event yang berupa Gebyar Lebaran Sondokoro.
d) Direct mail
Media lain yang digunakan oleh Agrowisata Sondokoro adalah berupa brosur dengan menampilkan berbagai produk wisata dan fasilitas untuk disebarkan kepada konsumen. Cara penyebarannya yaitu dengan memberikan kepada individu yang datang kelokasi, kepada kepala sekolah atau guru-guru yang datang untuk memesan paket wisata pendidikan, ataupun diberikan kepada masyarakat yang ditemui ketika karyawan berada diluar kota. Brosur juga disebarkan ditempat-tempat keramaian seperti: rumah makan dan hotel. Perusahaan juga
55
mencetak kalender yang bergambar wahana Agrowisata Sondokoro untuk dibagikan kepada pengunjung. Selain itu, perusahaan juga membuat T-Shirt, miniatur kereta, dan block note. Hal itu mereka lakukan dengan tujuan inovasi, sehingga para pengunjung tidak merasa bosan untuk tetap terus berkunjung ke Agrowisata Sondokoro.
2) Media elektronik a) Televisi
Informasi mengenai Agrowisata Sondokoro ini telah disiarkan dibeberapa stasiun televisi, diantaranya: Trans7, Trans TV, Indosiar, TPI, Antv, SCTV, dan juga Metro TV. Pada stasiun Trans TV, informasi mengenai Agrowisata Sondokoro diulas dalam acara jelang pagi, jelang sore, dan surat sahabat. Distasiun televisi lainnya pun biasanya dalam acara petualangan atau jalan wisata. Dengan media ini, informasi mengenai keberadaan obyek Agrowisata Sondokoro dapat tersebar luas hingga semua wilayah indonesia, bahkan dapat sampai ke mancanegara.
b) Radio
Pada media radio ini pun, informasi tentang Agrowisata Sondokoro pun juga telah disiarkan. Beberapa radio tersebut yaitu: Suiba (Karanganyar), Karapan, Solo Fm, dan Solopos Fm. Informasi ini pun disesuaikan dengan program yang
56
bersangkutan dengan tujuan bukan untuk hal penawaran, namun untuk tujuan kerjasama.
b. Personal Selling (penjualan perorangan)
Dalam strategi ini, Agrowisata Sondokoro memiliki seorang marketer yang bertugas mempromosikan produk wisata yang dimiliki, menjelaskan manfaat, dan fasilitas produk. Dalam hal ini, pihak perusahaan dituntut untuk bersikap luwes dalam berbicara, sopan, ramah, mampu menciptakan suasana yang nyaman sehingga konsumen dapat dengan mudah mengetahui informasi secara jalas dan lengkap. Oleh karena itu, pihak perusahaan berharap dengan memberikan pelayanan yang optimal akan menciptakan ketertarikan yang kuat kepada konsumen dan kepuasan berkunjung, sehingga konsumen berkeinginan untuk kembali lagi.
Setiap karyawan yang berada dimasing-masing wahana, wajib memberikan pelayanan dan informasi kepada pengunjung pada saat pengunjung merasa bingung, seperti tidak mengetahui salah satu tempat wahana. Selain itu, apabila ada salah seorang karyawan yang ditugaskan keluar kota, maka karyawan tersebut juga berkewajiban untuk mempromosikan Agrowisata Sondokoro tersebut. Karyawan tersebut juga akan meninggalkan brosur ditempat yang telah mereka kunjungi tersebut. commit to user
57
c. Sales Promotion (promosi penjualan)
Dalam hal ini, pihak Agrowisata Sondokoro memberikan potongan harga sebesar 10% kepada para pengunjung, baik dalam bentuk paket maupun individu. Namun, bagi para individu tersebut akan mendapatkan potongan sebesar 10% apabila individu tersebut membawa rombongan diatas 10 orang.
d. Public Relation (hubungan masyarakat)
Agrowisata Sondokoro melakukan kerjasama dengan berbagai instansi, diantaranya:
1) Organisasi pendidikan
2) agen travelling (borobudur travel, alam semesta tour, tugu muda tour, bintang tour, dan lain-lain)
3) PPWJ (paguyuban pelaku wisata jateng) 4) FOSIPA (forum silaturahmi insan pariwisata) 5) AWAI (asosiasi agrowisata indonesia)
6) IKAGI (ikatan ahli gula indonesia) 7) Ladie’s Program (ikatan istri ahli gula)
Dengan melakukan kerjasama dengan instansi-instansi tersebut, diharapkan dapat membantu pelaksanaan promosi dengan cepat. Misalkan, bekerja sama dengan agen travelling, yaitu dengan menitipkan brosur mngenai Agrowisata Sondokoro pada tiap-tiap agen tersebut. Sehingga apabila ada konsumen yang hendak
58
menggunakan jasa agen travelling untuk berwisata, agen tersebut dapat mempromosikan Agrowisata Sondokoro sebagai alternatif perjalanan wisata mereka.
2. Tingkat Jumlah Pengunjung Agrowisata Sondokoro
Pada tahun 2010, biaya promosi yang dikeluarkan oleh Agrowisata Sondokoro adalah sebesar Rp 25.440.710,-. Dan pada tahun 2011, jumalah biaya promosi yang dikeluarkan oleh Agrowisata Sondokoro adalah sebesar Rp 1.633.750.
Rekapitulasi jumlah pengunjung Agrowisata Sondokoro pada tahun 2010 yaitu sebanyak 413.471 orang, dan di tahun 2011 jumlah pengunjung sebanyak 326.172 orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah pengunjung dari tahun 2010 ke 2011 mengalami penurunan.
Dari data yang ada pada perusahaan Agrowisata Sondokoro, terlihat bahwa dengan biaya promosi yang besar maka jumlah pengunjung yang datang pun juga mengalami peningkatan. Begitu pula sebaliknya, dengan biaya promosi yang kecil maka jumlah pengunjung yang datang pun juga akan mengalami penurunan.
59
BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perusahaan jasa Agrowisata Sondokoro menggunakan media periklanan (advertising), penjualan perorangan (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), dan hubungan masyarakat (public relation) sebagai media promosi.
Selain itu, biaya promosi yang dikeluarkan dan banyaknya jumlah pengunjung perusahaan jasa Agrowisata Sondokoro selama dua tahun terakhir tidak mengalami peningkatan. Pada tahun 2010, biaya promosi dengan pengeluaran sebesar Rp 25.440.710,- tidak memberikan peningkatan yang begitu banyak terhadap jumlah pengunjung yang datang, jumlah pengunjungpun hanya sebanyak 413.471 orang. Dan pada tahun 2011, biaya promosi dengan pengeluaran sebesar Rp 1.633.750,- juga tidak memberikan peningkatan terhadap jumlah pengunjung yang datang. Namun sebaliknya, jumlah pengunjungpun menurun dan hanya berjumlah sebanyak 326.172 orang.
60
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pada perusahaan jasa Agrowisata Sondokoro, bauran promosi belum memberikan pengaruh terhadap peningkatan jumlah pengunjung .
B. SARAN
Dari penelitian yang sudah peneliti lakukan, hal yang harus dibenahi oleh pihak Agrowisata Sondokoro berkaitan dengan bauran promosi untuk perkembangan perusahaan kedepannya adalah pihak Agrowisata Sondokoro harus lebih mengoptimalkan media promosi sebagai sarana untuk menuju obyek wisata yang menarik dan banyak dikunjungi. Pengoptimalan media promosi tersebut berupa menggunakan seluruh media promosi yang ada, mulai dari periklanan (advertising), penjualan perorangan (personal selling), promosi penjualan (sales promotion), hubungan masyarakat (public relation), publisitas, dan pemasaran langsung (direct marketing).