BAB III METODE PENELITIAN
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
` 2. Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2020 sampai bulan April 2020 C. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek penelitian ini terdiri dari:
a. Rektorat Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira
b. Dosen
c. Staf dari masing- masing Fakultas yang telah bekerja sejak tahun 2015 d. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) e. Petugas Kebersihan dan Sanitasi
2. Objek penelitian ini terdiri dari:
a. Kebijakan Kampus Hijau Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang terdapat pada UI Green Metric yaitu Penataan dan Infrastruktur, Energi dan Perubahan Iklim, Limbah, Air, Transportasi, Pendidikan dan Penelitian.
b. Implementasi Kampus Hijau Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang yang terdapat pada UI Green Metric yaitu Penataan dan Infrastruktur, Energi dan Perubahan Iklim, Limbah, Air, Transportasi, Pendidikan dan Penelitian.
c. Kendala-kendala yang dihadapi dalam Implementasi Kampus Hijau.
D. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil checklist peneilaian implementasi
`
elemen Kampus Hijau oleh pihak manajemen dan staf, kuesioner mahasiswa, wawancara dengan pihak rektorat dan staf universitas serta observasi lingkungan Universitas Katolik Widya Mandira dan Universitas Nusa Cendana. Selanjutnya, data sekunder diperoleh dari data dan dokumen asli milik pihak Universitas serta melalui media online berupa website resmi universitas dan media sosial.
a. Data primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama (Suliyanto, 2018). Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak manajemen, checklist penilaian implementasi berdasarkan kuesioner yang diadaptasi dari UI Green Metric pada Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira terkait dengan kebijakan Implementasi Kampus Hijau, upaya dalam pengimplementasian Kampus Hijau dan hambatan dalam penerapan Kampus Hijau.
b. Data Sekunder
Menurut Suliyanto (2018), data sekunder adalah data yang diperoleh tidak langsung dari subjek penelitian. Data sekunder penelitian ini terdiri dari data:
1) Profil Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira
`
2) Implementasi Kampus Hijau di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira dalam bentuk kegiatan maupun program kerja yang dilakukan.
3) Dokumentasi bukti implementasi Kampus Hijau di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira
4) Silabus mata kuliah Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira
E. Metode Pengumpulan Data a. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik mendapatkan data dengan cara mengadakan percakapan secara langsung antara pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dengan pihak yang diwawancarai (interviewer) yang menjawab pertanyaan (Djamal, 2015).
Wawancara semi terstruktur dilakukan kepada pihak manajemen pengambil kebijakan dalam hal ini Rektorat, Dosen dan Staf serta beberapa Petugas-petugas lain yang juga turut ambil bagian dalam implementasi Kampus Hijau. Dalam penelitian kualitatif, peneliti mengajukan pertanyaan terbuka sehingga partisipan dapat menyuarakan pengalaman mereka tanpa dibatasi oleh perspektif peneliti atau temuan sebelumnya. Wawancara dalam penelitian ini ditujukan kepada:
1) Rektorat Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira
` 2) Dosen
3) Staf dari masing- masing Fakultas yang telah bekerja sejak tahun 2015
4) Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) 5) Petugas Kebersihan dan Sanitasi
b. Observasi
Observasi adalah suatu metode pengumpulan data di mana peneliti mencatat setiap informasi sesuai dengan kenyataan yang mereka alami selama penelitian berlangsung (Sunyoto, 2013). Peneliti melakukan pengamatan secara langsung tentang pelaksanaan kegiatan Kampus Hijau di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira.
c. Dokumentasi
Dokumen mewakili sumber yang baik untuk data teks (kata) untuk studi kualitatif (Creswell, 2015). Dokumen adalah catatan tertulis mengenai berbagai kegiatan atau peristiwa pada waktu yang lalu (Sunyoto, 2013).
Dokumen yang digunakan adalah:
1. Rencana Strategis Universitas (dalam kurun waktu 5 tahun) 2. Kebijakan dan peraturan tertulis
3. Program Kerja/Kegiatan yang dilakukan
4. Pedoman Pengembangan Kurikulum Universitas 5. Silabus mata kuliah
` F. Kredibilitas Data
Secara kualitatif, kredibilitas data diuji dengan melakukan triangulasi sumber data dan teknik pengumpulan data. Triangulasi sebagai teknik mendapatkan data dari tiga sudut yang berbeda. Peneliti menggunakan berbagai teknik seperti pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Apabila peneliti menggunakan triangulasi sebagai teknik pengumpulan data, maka sebenarnya peneliti telah melakukan pengujian kredibilitas data karena menggunakan berbagai macam teknik pengumpulan data serta beragam sumber data (Djamal, 2015). Triangulasi dengan sumber dilakukan peneliti dengan cara menggali kebenaran informasi data yang diperoleh dari narasumber utama yaitu pihak rektorat, staf dan juga mahasiswa di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira kemudian akan dibandingkan dengan informasi lain yang peneliti peroleh dengan mewawancarai narasumber di luar informan (mahasiswa).
Triangulasi akan dilakukan kepada:
a. Pihak Rektorat Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira
b. Dosen
c. Staf dari masing- masing Fakultas yang telah bekerja sejak tahun 2015
d. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) e. Petugas Kebersihan dan Sanitasi
`
Sedangkan untuk triangulasi dengan metode atau teknik dilakukan peneliti dengan cara membandingkan informasi atau data dengan cara yang berbeda, misalnya wawancara, kuesioner atau checklist, observasi dan telaah dokumen untuk memperoleh kebenaran informasi yang handal. Triangulasi dengan metode akan dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen sebagai berikut:
a. Rencana Strategis Universitas (dalam kurun waktu 5 tahun) b. Kebijakan dan peraturan tertulis
c. Program Kerja/Kegiatan yang dilakukan.
b. Pedoman Pengembangan Kurikulum Universitas c. Silabus mata kuliah
G. Variabel Penelitian
Variabel adalah karakteristik atau atribut dari individu atau organisasi yang dapat diukur atau diamati oleh peneliti dan bervariasi di antara individu atau organisasi yang diteliti (Creswell, 2015). Variabel Kampus Hijau dalam penelitian ini mengacu pada Indikator UI Green Metric, hanya saja sifat penelitian kualitatif deskriptif sehingga peneliti tidak melakukan penilaian terhadap masing-masing indikator hanya berfokus pada identifikasi penerapan indikator kampus hijau yang terdapat pada UI Green Metric secara naratif. Variabel dalam penelitian ini antara lain meliputi variabel kebijakan, penerapan, hambatan dan strategi yang terdiri dari enam indikator UI Green Metric yaitu penataan
`
dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah, air, transportasi, pendidikan dan penelitian.
H. Pengukuran Variabel
1. Perbandingan Kebijakan Kampus Hijau
Kebijakan Kampus Hijau diukur menggunakan wawancara. Dalam kuesioner ini wawancara ini terdiri dari 11 pertanyaan tentang terwujudnya Kampus Hijau di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira.
Tabel 3. 1 Pertanyaan Kebijakan Universitas Dalam Penerapan Kampus Hijau
No. Pertanyaan
Formal Policy Kampus Hijau Initiative 1 Apakah Anda mengetahui mengenai Kampus Hijau?
2
Apakah universitas memiliki kebijakan terkait dengan Kampus Hijau? Apa saja kebijakan tersebut? (mis. Program penghematan energi, pencegahan limbah dan/atau skema manajemen, asrama ramah lingkungan, dll.)
3
Apakah universitas memiliki prosedur penghijauan kampus (mis.
Program penghematan energi, pengelolaan limbah dan / atau skema pengelolaan, asrama ramah lingkungan, dll.)?
4
Apakah universitas memiliki prosedur Kampus Hijau yang diintegrasikan ke dalam kurikulum pembelajaran di universitas?
Kalau ada matkul apa saja? Apakah ada di semua fakultas dan prodi?
5 Apakah universitas memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa prosedur untuk pelayanan penjangkauan komunitas di Kampus Hijau (mis.
Acara publik, seminar terbuka, dll.)?
6
Apakah universitas memiliki prosedur terkait dengan keterlibatan siswa dalam hal-hal terkait dengan Kampus Hijau? (mis.
Larangan merokok selain di area terbuka, klasifikasi pembuangan sampah, dll.?)
7
Apakah universitas memiliki prosedur untuk kegiatan Kampus Hijau bersama dengan aktor lokal (mis. LSM, pemkot, pemda, dll.?)
8
Apakah universitas memiliki jaringan Kampus Hijau yang didirikan secara sistematis untuk staf (mis. Penggunaan finger print, implementasi paperless, dll.)?
Sumber: Data diolah, 2019
`
2. Perbandingan Penerapan Kampus Hijau
Tabel 3. 2 Penerapan Kampus Hijau Berdasarkan UI Green Metric
No. Pertanyaan
1 Bagaimana pengelolaan infrastruktur di universitas?
2 Bagaimana pengelolaan energi di universitas?
3 Bagaimana pengelolaan air di universitas?
4 Bagaimana pengelolaan limbah di universitas?
5 Bagaimana pengelolaan transportasi di universitas?
6 Bagaimana pengelolaan pendidikan dan penelitian di universitas?
Sumber: Data diolah, 2019
3. Hambatan penerapan Kampus Hijau
Hambatan penerapan Kampus Hijau diukur menggunakan wawancara.
Dalam wawancara ini terdiri dari pertanyaan sebagai berikut:
Tabel 3. 3 Hambatan Penerapan Kampus Hijau untuk Manajemen Universitas
No. Pertanyaan
1 Apakah Anda mengetahui mengenai Kampus Hijau? Dan apa yang anda ketahui tentang program Kampus Hijau?
2 Bagaimana universitas mensosialisasikan Kampus Hijau kepada civitas akademika?
3 Apakah anda mengetahui kegiatan terkait dengan Kampus Hijau di kampus Anda? Jika Ya, dari mana sumber informasi yang anda dapatkan?
4 Apakah program Kampus Hijau berjalan dengan baik di universitas Anda? Apabila iya, bagaimana contoh konkritnya?
5 Dengan adanya Kampus Hijau, apakah ada manfaat yang didapatkan? sebutkan contoh-contoh manfaat yang telah didapatkan?
6 Apakah menurut Anda konsep Kampus Hijau penting bagi universitas Anda?
7 Apakah Anda berpartisipasi/mengorganisasikan kegiatan apa pun yang berkaitan dengan Kampus Hijau?
Sumber: Data diolah, 2019
`
Tabel 3.3 Hambatan Penerapan Kampus Hijau Untuk Manajemen Universitas (Lanjutan)
8 Jika ya, bagaimana contoh keterlibatan dan seberapa sering Anda berpartisipasi dalam kegiatan Kampus Hijau? Jika tidak, mengapa?
Hambatan Kampus Hijau
9 Apakah ada kendala/hambatanyang dihadapai universitas dalam upaya penerapan Kampus Hijau?
10 Apakah ada sanksi bagi anggota universitas yang tidak menerapkan atau mendukung Kampus Hijau dengan baik?
11 Apa harapan Anda dari penerapan Kampus Hijau?
Sumber: Data diolah, 2019
Tabel 3. 4 Hambatan Penerapan Kampus Hijau Untuk Dosen, Staf, dan Mahasiswa
No. Pertanyaan
1 Apakah Anda mengetahui mengenai Kampus Hijau?
2 Apakah ada sosialisasi Kampus Hijau kepada seluruh anggota universitas? Jika ada, bagaimana bentuk sosialisasinya?
3 Apakah anda mengetahui kegiatan terkait dengan Kampus Hijau di kampus Anda? Jika Ya, dari mana sumber informasi yang anda dapatkan?
4 Apakah program Kampus Hijau berjalan dengan baik di universitas Anda? Apabila iya, bagaimana contoh konkritnya?
5 Dengan adanya Kampus Hijau, apakah ada manfaat yang didapatkan? sebutkan contoh-contoh manfaat yang telah didapatkan?
6 Apakah menurut Anda konsep Kampus Hijau penting bagi universitas Anda?
7 Apakah Anda berpartisipasi/mengorganisasikan kegiatan apa pun yang berkaitan dengan Kampus Hijau?
8 Jika ya, bagaimana contoh keterlibatan dan seberapa sering Anda berpartisipasi dalam kegiatan Kampus Hijau? Jika tidak,
mengapa?
9 Apakah ada kendala/hambatanyang dihadapai universitas dalam upaya penerapan Kampus Hijau?
10 Apakah ada sanksi bagi anggota universitas yang tidak menerapkan atau mendukung Kampus Hijau dengan baik?
11 Apa harapan Anda dari penerapan Kampus Hijau?
Sumber: Data diolah, 2019
` I. Teknik Analisis Data
1. Dalam menjawab rumusan masalah yang pertama terkait dengan perbandingan kebijakan Kampus Hijau di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira terkait dengan aspek penataan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah, air, transportasi, pendidikan dan penelitian, maka akan dilakukan analisis dengan tahap-tahap sebagai berikut:
a. Mendeskrispsikan data responden wawancara kebijakan Kampus Hijau dan implementasinya
Deskripsi data akan menjelaskan Rektor, profil Wakil Rektor II, staf, dan dosen menjadi narasumber dalam wawancara kebijakan Kampus Hijau.
b. Menyajikan data kebijakan Kampus Hijau dan implementasinya Pada bagian ini akan disajikan data berupa hasil wawancara kebijakan Kampus Hijau dari Rektor. Disajikan pula kebijakan tertulis maupun tidak tertulis.
c. Melakukan konfirmasi data kebijakan Kampus Hijau
Pada bagian ini akan dilakukan konfirmasi hasil wawancara kebijakan Kampus Hijau dari Rektor dengan hasil wawancara dari Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Ketua LPPM, staf, dosen, dan mahasiswa. Kemudian akan Ditampilkan hasil observasi dan telaah dokumen-dokumen pendukung seperti kebijakan dan peraturan tertulis, Rencana Induk Pengembangan Universitas, Borang
`
Akreditasi Universitas, Pedoman Pengembangan Kurikulum, Evaluasi Diri Universitas, data publikasi ilmiah lingkungan, silabus mata kuliah. Konfirmasi data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, gambar, dan sejenisnya.
d. Melakukan penarikan kesimpulan (Verifikasi data)
Pada bagian ini dilakukan penarikan kesimpulan perbandingan kebijakan Kampus Hijau dengan melakukan verifikasi dari konfirmasi data. Penarikan kesimpulan perbandingan kebijakan Kampus Hijau berupa pernyataan yang telah memiliki landasan yang kuat dan telah ditunjang dengan literatur kebijakan Kampus Hijau serta implementasinya di Universitas Katolik Widya Mandira &
Universitas Nusa Cendana Kupang.
2. Dalam menjawab rumusan masalah yang kedua terkait dengan perbandingan penerapan Kampus Hijau di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira terkait dengan aspek penataan dan infrastruktur, energi dan perubahan iklim, limbah, air, transportasi, pendidikan dan penelitian, maka akan dilakukan analisis dengan tahap-tahap sebagai berikut:
a. Menyajikan data perbandingan penerapan Kampus Hijau
Pada bagian ini akan disajikan hasil wawancara penerapan Kampus Hijau dari seluruh civitas akademika yang turut ambil bagian dalam kegiatan kampus ataupun yang melaksanakan kegiatan pemeliharaan lingkungan.
`
b. Melakukan konfirmasi data perbandingan penerapan Kampus Hijau Pada bagian ini akan dilakukan konfirmasi data hasil wawancara hambatan penerapan Kampus Hijau dari Rektor dengan hasil wawancara Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Ketua LPPM, staf, dosen, mahasiswa dan petugas kebersihan dengan hasil konfirmasi data melalui observasi lapangan dan telaah dokumen. Selanjutnya ditampilkan hasil observasi lapangan dan telaah dokumen. Dokumen yang digunakan yaitu kebijakan dan peraturan tertulis, Rencana Induk Pengembangan Universitas, Borang Akreditasi Universitas, Pedoman Pengembangan Kurikulum, Evaluasi Diri Universitas, data publikasi ilmiah lingkungan, silabus mata kuliah. Konfirmasi data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, gambar, dan sejenisnya.
c. Melakukan penarikan kesimpulan (Verifikasi data)
Penarikan kesimpulan perbandingan penerapan Kampus Hijau dilakukan dengan melakukan verifikasi dari konfirmasi data.
Penarikan kesimpulan perbandingan penerapan Kampus Hijau berupa pernyataan yang telah memiliki landasan yang kuat dan telah ditunjang dengan literatur hambatan penerapan Kampus Hijau.
3. Dalam menjawab rumusan masalah yang ketiga terkait dengan perbandingan hambatan-hambatan yang ada dalam penerapan Kampus Hijau di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira terkait dengan aspek penataan dan infrastruktur, energi dan
`
perubahan iklim, limbah, air, transportasi, pendidikan dan penelitian, maka akan dilakukan analisis dengan tahap-tahap sebagai berikut:
a. Menyajikan data perbandingan hambatan-hambatan yang diperoleh dari hasil wawancara mulai dari pihak rektorat, staf, mahasiswa dan juga dosen di Universitas Nusa Cendana maupun Universitas Katolik Widya Mandira
b. Melakukan konfirmasi data hambatan-hambatan dalam penerapan kampus hijau
Pada bagian ini akan dilakukan konfirmasi hasil wawancara kebijakan Kampus Hijau dari Rektor dengan hasil wawancara dari Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Ketua LPPM, staf, dosen, dan mahasiswa. Kemudian akan Ditampilkan hasil observasi dan telaah dokumen-dokumen pendukung seperti kebijakan dan peraturan tertulis, Rencana Induk Pengembangan Universitas, Borang Akreditasi Universitas, Pedoman Pengembangan Kurikulum, Evaluasi Diri Universitas, data publikasi ilmiah lingkungan, silabus mata kuliah. Konfirmasi data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, gambar, dan sejenisnya.
c. Melakukan penarikan kesimpulan (Verifikasi data)
Pada bagian ini dilakukan penarikan kesimpulan perbandingan hambatan- hambatan penerapan Kampus Hijau yang ditemui dengan melakukan verifikasi dari konfirmasi data. Penarikan kesimpulan perbandingan kebijakan Kampus Hijau berupa pernyataan yang telah
`
memiliki landasan yang kuat dan telah ditunjang dengan literatur kebijakan Kampus Hijau serta implementasinya di Universitas Katolik Widya Mandira & Universitas Nusa Cendana Kupang.
`
Berdasarkan atas penjelelasan tersebut, maka kerangka berpikir dari penelitian ini disajikan peneliti dalam Gambar di bawah ini:
Gambar 3. 1 Kerangka Penelitian
KAMPUS HIJAU
1. Penataan dan Infrastruktur
2. Energi dan Perubahan Iklim
3. Limbah 4. Air
5. Transportasi 6. Pendidikan dan
Penelitian
Kebijakan Kampus Hijau
Kendala dalam Implementasi Kampus Hijau
IMPLEMENTASI KAMPUS HIJAU Penerapan Kampus Hijau
45 BAB IV
DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN A. Profil Universitas Nusa Cendana
1. Sejarah Singkat Universitas Nusa Cendana
Ide masyarakat untuk memiliki sebuah Perguruan Tinggi Negeri di kawasan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya terjawab melalui satu proses yang cukup panjang. Karena Universitas Nusa Cendana (Undana) dibangun atas dasar cita-cita besar masyarakat NTT untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak, karena itu Panitia pendiri mengusulkan adanya satu Universitas Negeri di daerah ini.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan llmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 111 Tahun 1962 tanggal 28 Agustus 1962, ditetapkan berdirinya Universitas Negeri yang berkedudukan di Kupang terhitung mulai tanggal 1 September 1962, sekaligus ditetapkan sebagai tanggal lahirnya (Dies Natalis) Universitas Negeri di Kupang.
Pendiri Universitas Nusa Cendana yang semula bernama Universitas Negeri Kupang, adalah W.J. Lalamentik yang pada saat itu menjabat sebagai Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kapten El Tari dan Drs. R.
Karsono Kramadiredja sebagai Sekretaris I dan II yang dilengkapi dengan lima seksi terdiri atas para pejabat dan tokoh masyarakat NTT. Sementara peresmian Universitas Negeri yang baru berdiri itu dilaksanakan pada tanggal 17 September1962 bertempat di ruang DPRD Tingkat I NTT.
`
Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri PTIP Nomor 111 Tahun 1962 diperkuat dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 1963, tanggal 23 April 1963, Universitas Nusa Cendana memiliki 4 (empat) Fakultas yakni Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FKK, 1962), menyusul Fakultas Peternakan (1964), berikut IKIP Malang Cabang Kupang yang kemudian dilebur dan diintegrasikan ke dalam Undana menjadi Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan (FKIP1964).
Pada tahun 1982 dikembangkan lagi Fakultas Hukum (FH), selanjutnya menyusul tahun 1983 dibuka Fakultas Pertanian. Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan selain dibuka di Kupang dengan jurusan llmu Hukum, Ekonomi dan llmu Hayat, juga terdapat cabang di Ende dengan jurusan llmu Pasti Alam, Pendidikan dan Bahasa Inggris.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0621/O/1967, Fakultas Hukum diintegrasikan ke Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan dan berubah menjadi Fakultas Ketatanegaraan, Ketataniagaan dan Hukum (FKKH) yang berstatus sebagai departemen dengan dua jurusan yaitu Hukum Perdata dan Hukum Pidana. Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 1982, FKKH dipecah menjadi dua Fakultas yaitu Fakultas Hukum dan Fakultas llmu Administrasi (FIA), dan beberapa tahun kemudian FIA berubah nama menjadi Fakultas llmu Sosial dan llmu Politik (FISIP) dengan tiga jurusan yaitu Jurusan Administrasi Negara, Niaga dan Jurusan Sosiologi. Tahun 2008, FISIP menambah lagi dua jurusan yaitu Jurusan llmu Komunikasi dan Jurusan llmu Politik. Tahun 2011,
`
Jurusan llmu Administrastrasi Niaga berubah menjadi Jurusan Administrasi Bisnis. Kemudian pada tahun 2012, FISIP menambah lagi Program Studi Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan sebagai cikal bakal Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Khusus Fakultas Peternakan, pada tahun 2009, menambah lagi satu Program Studi Kedokteran Hewan. Program Studi Kedokteran Hewan Undana ini merupakan Program Studi Kedokteran Hewan ketujuh di Indonesia. Pada tahun 1982, Fakultas Pertanian menerima mahasiswa baru dengan dua jurusan, yakni Jurusan Agronomi dan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, dan kemudian dibuka Fakultas Non Gelar Teknologi (FNGT) dengan dua jurusan yakni Jurusan Teknik Sipil dan Jurusan Penyuluh Pertanian Terpadu. Jurusan yang disebut terakhir ini sejak tahun 1989 dialihkan ke Fakultas Peternakan. Namun dua tahun kemudian tepatnya tahun 1991 FNGT ditutup dan Jurusan Penyuluh Pertanian Terpadu dialihkan ke Fakultas Pertanian.
Selanjutnya dibuka Unit Pelaksana Teknis (UPT) Teknik dengan Jurusan Teknik Sipil. Pada tahun 1994 dibuka pula UPT Perikanan dan Kelautan dengan Jurusan Perikanan dan Kelautan, sementara itu pada UPT Teknik bertambah dua Jurusan lagi yakni Jurusan Teknik Mesin dan Jurusan Teknik Elektro. Demikian pula halnya dengan Fakultas Pertanian bertambah dua Jurusan lagi, yaitu Jurusan llmu Hama dan Penyakit Tanaman serta Jurusan llmu Tanah.
`
Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan Surat Keputusan Pengesahan Direktur Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 2802/D/T/2001 tanggal 30 Agustus 2001 dibuka Fakultas Sains dan Teknik (FST) dengan 4 (empat) jurusan, yaitu Jurusan Matematika, Jurusan Biologi, Jurusan Fisika dan Jurusan Kimia. Beberapa tahun kemudian FST menambah lagi tiga jurusan baru yakni Jurusan llmu Pertambangan, Jurusan llmu Komputer dan Jurusan Teknik Arsitektur.
Dalam tahun yang sama, berdasarkan Surat Keputusan Pengesahan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor 194/0/2001 tanggal 28 Desember 2001 dibuka pula Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) dengan 5 (lima) Jurusan, yakni Jurusan Epidemilogi dan Biostatistika, Jurusan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan, Jurusan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Jurusan Pendidikan dan Kesehatan dan Perilaku, dan Jurusan Gizi Kesehatan Masyarakat.
Pada bulan Agustus 2001, Undana membuka Program Pascasarjana Strata 2 (S-2) dengan 3 (tiga) program studi yakni: Program Studi Manajemen Pembangunan Peternakan, Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, dan Program Studi Administrasi Publik.
Beberapa tahun kemudian bertambah lagi Program Studi llmu Hukum (tahun 2005), Program Studi Linguistik (tahun 2008), Program Studi IPS (tahun 2012), Program Studi llmu Ternak (S3) tahun 2012, Program Studi llmu Administrasi (S3) tahun 2013, Program Studi llmu Kesehatan Masyarakat
`
(tahun 2013) dan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (tahun 2013).
Dalam perkembangan, terjadi perubahan kodefikasi program studi srata 2 (S2) yaitu Program Studi Manajemen Pembangunan Peternakan menjadi llmu Peternakan, Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan menjadi llmu Lingkungan dan Program Studi Administrasi Publik menjadi llmu Administrasi.
Selanjutnya, berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Nomor 212/D/T/2008, tanggal 11 Juli 2008 tentang Ijin Penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Dokter (SI), dan Surat Keputusan Rektor Universitas Nusa Cendana Nomor 170/PP/2008, tanggal 20 September 2008 tentang Pendirian Fakultas Kedokteran yang disingkat FK. Dengan demikian, hingga saat ini Undana memiliki 1 (satu) Program Pascasarjana (PPs) dan 11 (sebelas) Fakultas.
Universitas Nusa Cendana memasuki usia ke-55 mengalami suatu transformasi dari perguruan tinggi yang berstatus Satker menjadi perguruan tinggi Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Universitas Nusa Cendana memasuki usia ke-55 mengalami suatu transformasi dari perguruan tinggi yang berstatus Satker menjadi perguruan tinggi Badan Layanan Umum (BLU) berdasarkan Surat Keputusan Menteri