BAB III METODE PENELITIAN
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan judul penelitian yaitu kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Menurut (Sugiyono, 2018) penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme. Hal tersebut digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu dengan teknik pengambilan sampel yang pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian kuesioner, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Pada penelitian ini nasabah Bank Syariah Mandiri merupakan sebagai objek penelitian. Penelitian ini dilakukan pada Bank Syariah Mandiri di Wilayah DKI Jakarta. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara empirik seberapa besar pengaruh antara variabel kualitas pelayanan (Compliance, Assurance, Reliability, Tangibles, Empathy, Responsiveness) terhadap kepuasan nasabah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 sampai dengan Januari 2021.
55 C. Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari responden yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang diberikan kepada nasabah Bank Syariah Mandiri yang berada di wilayah DKI Jakarta yang telah menggunakan Bank Syariah Mandiri selama 6 bulan terakhir.
1. Data Primer (Primary Data)
Menurut (Sugiyono, 2018) data primer yaitu sumber data yang didapatkan langsung kepada pengumpul data. Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh secara langsung dari pihak pertama dan yang menjadi subyek penelitian ini adalah seluruh nasabah Bank Syariah Mandiri yang berada di wilayah DKI Jakarta sehingga untuk memperoleh data primer metode pengumpulan data yang digunakan adalah berupa kuesioner. Kuesioner adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
2. Data Sekunder (Secondary Data)
Menurut (Sugiyono, 2018) data sekunder adalah data yang tidak diberikan secara langsung kepada pengumpul data, biasanya dalam bentuk file dokumen atau melalui orang lain. Sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber antara lain dari dokumen perusahaan, laporan, buku, artikel, jurnal dan informasi lainnya yang
56
mempunyai hubungan dan relevan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian ini.
D. Instrument Penelitian
Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analisis data kuantitatif deskriptif, yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan CARTER terhadap kepuasan nasabah pada Bank Syariah Mandiri wilayah DKI Jakarta. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket atau kuesioner yang dibuat peneliti sendiri untuk melakukan pengukuran dengan tujuan menghasilkan data kuantitatif yang akurat.
E. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai sumber dan berbagai cara. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Selanjutnya bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview, kuesioner maupun observasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuesioner berupa angket yang disebarkan kepada responden nasabah Bank Syariah Mandiri yang berdomisili di daerah DKI Jakarta. Dalam penelitian ini, skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat responden tentang fenomena sosial dengan acuan pengukuran pemberian skor sebagai berikut :
57
Tabel 3. 1 Skala Likert
Keterangan Skor
SS (Sangat Setuju) 5
S (Setuju) 4
N (Netral) 3
TS (Tidak Setuju) 2
STS (Sangat Tidak Setuju) 1 Sumber: Sugiyono (2018)
Berdasarkan tabel 3.1 dapat dilihat bahwa bobot kuesioner tersebut hanya memudahkan responden dalam menjawab pertanyaan atau pernyataan dari kuesioner yang telah diberikan.
F. Metode Analisis Data
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana jenis penelitian yang digunakan berbentuk numerik atau angka-angka seperti presentase tingkat pengangguran, data rasio keuangan dan lain sebagainya dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan program komputer yaitu SPSS 26 dan Microsoft Excel 2016. Berikut adalah metode-metode yang digunakan dalam menganalisis data:
1. Uji Kualitas Data a. Uji Validitas
58
Menurut (Sugiyono, 2017) bahwa Uji Validitas adalah derajat ketetapan antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek dengan data yang dikumpulkan oleh peneliti. Maka dari itu untuk mencari validitas sebuah item yaitu dengan cara melihat kolom corrected item, total correlation pada tabel item, total statistic hasil pengolahan data dengan menggunakan Statistical Program For Social Science (SPSS). Kriteria penilaian uji validitas adalah sebagai berikut:
Apabila r hitung > r tabel, maka item kuesioner tersebut valid.
Apabila r hitung < r tabel, maka item kuesioner tersebut tidak valid.
b. Uji Reliabilitas
Menurut (Sugiyono, 2017) bahwa Uji Reliabilitas adalah sejauh mana hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Suatu pengukuran kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Dalam penelitian ini alat ukur untuk mengukur reliabilitas adalah Cronbach Alpha, dengan kriteria sebagai berikut:
Apabila hasil α > 0,60 maka reliabel atau konsisten.
Apabila hasil α < 0,60 maka tidak reliabel atau tidak konsisten.
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal.
59
Seperti diketahui bahwa uji t dan F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar atau tidak terpenuhi, maka hasil uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil (Ghozali, 2018). Terdapat dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan melihat analisis grafik atau analisis statistik :
1) Analisis Grafik
Salah satu cara untuk melihat normalitas residual adalah dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Metode yang lebih handal adalah dengan melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal.
Distribusi normal akan membentuk suatu garis lurus diagonal dan ploting data akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika distribusi data normal, maka garis yang menggambarkan data sesungguhnya akan mengikuti garis diagonalnya.
Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Dan jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas (Ghozali, 2016).
2) Analisis Statistik
60
Secara visual mungkin terlihat normal, tetapi secara statistik bisa sebaliknya. Oleh karena itu, peneliti juga melakukan uji statistik pada uji normalitas ini. Peneliti menggunakan uji normalitas statistik dengan test Statistic Kolmogorov-Smirnov pada alpha sebesar 5%.
Jika nilai signifikan dari pengujian Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari 0,05 berarti data normal, jika tidak maka data tidak berdistribusi normal (Ghozali, 2016).
b. Uji Multikolinieritas
Menurut (Ghozali, 2018) Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah suatu model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel bebas. Untuk mendeteksi ada tidaknya mulitkolinieritas di dalam model regresi, dapat dilihat dari nilai tolerance value dan variance inflation factor (VIF). Tolerance mengukur variabel independen yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF yang tinggi (karena VIF = 1/tolerance). Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinieritas adalah nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF < 10.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu
61
pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2018).
Beberapa metode pengujian yang bisa digunakan diantaranya yaitu dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan nilai residualnya SRESID. Adapun cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat grafik scatterplot antara ZPRED dan SRESID. Dasar analisis kriterianya yaitu sebagai berikut:
Jika adanya pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
3. Analisis Regresi Linier Berganda
Menurut (Hasan, 2013) regresi linier berganda adalah suatu alat ukur mengenai hubungan yang terjadi antara variabel terikat (Y) yang dihubungkan atau dijelaskan lebih dari satu variabel dengan beberapa variabel bebas, namun masih menunjukkan diagram hubungan yang linier.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bentuk persamaan umum regresi berganda adalah sebagai berikut :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + b6X6 + e
62 Keterangan :
Y : Kepuasan Nasabah a : Konstanta
b : koefisien
X : Kualitas Pelayanan X1 : Compliance X2 : Assurance X3 : Reliability X4 : Tangibles X5 : Empathy X6 : Responsiveness 4. Uji Hipotesis
a. Uji t (Parsial)
Uji statistik t digunakan untuk menunjukkan seberapa besar pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali, 2018). Untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini secara parsial digunakan uji t dengan tingkat signifikan 5%. Dasar pengambilan keputusan berdasarkan nilai t hitung sebagai berikut:
1) Uji Hipotesis dengan membandingkan t hitung dan t tabel
Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima (ada pengaruh)
63
Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak (tidak ada pengaruh)
2) Uji Hipotesis berdasarkan signifikansi
Jika angka prob > 0.05, maka Ho diterima.
Jika angka prob < 0.05, maka Ho ditolak.
b. Uji F (Simultan)
Uji F pada dasarnya digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara bersama-sama antara variabel independen terhadap variabel dependen (Ghozali, 2018). Hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:
Nilai signifikansi F < 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini berarti bahwa semua variabel independen secara simultan dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.
Nilai signifikansi F > 0,05 berarti H0 diterima dan H1 ditolak, hal ini berarti bahwa semua variabel independen secara simultan dan signifikan tidak mempengaruhi variabel dependen.
Jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima hal ini berarti bahwa semua variabel independen secara simultan dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.
Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak hal ini berarti bahwa semua variabel independen secara simultan dan signifikan tidak mempengaruhi variabel dependen.
5. Koefisien Determinasi (R2)
64
Koefisien Determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 sampai 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amatlah terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Jika R2 semakin kecil, maka persentase perubahan variabel tidak bebas (Y) yang disebabkan oleh variabel bebas (X) semakin rendah, begitu pula sebaliknya (Ghozali, 2018).
Kelemahan dari koefisien determinasi (R2) adalah bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukan kedalam model. Apabila setiap satu penambahan variabel independen, akan berpengaruh terhadap R2 akan meningkat dan tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Oleh sebab itu banyak penelitian yang menganjurkan untuk menggunakan nilai adjusted R2 pada saat mengevaluasi yang mana model regresi terbaik. Nilai adjusted R2 dapat naik atau turun apabila satu variabel independen ditambahkan ke dalam model (Ghozali, 2016).
G. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati dari sesuatu yang didefinisikan tersebut, karakteristik yang dapat diukur itulah yang merupakan kunci dari definisi operasional (Nursalam, 2017). Variabel
65
yang terdapat pada penelitian ini terdiri dari variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen (X) yaitu kualitas pelayanan yang terdiri dari 6 dimensi yaitu Compliance, Assurance, Reliability, Tangible, Empathy, dan Responsiveness. Sedangkan variabel dependen (Y) adalah kepuasan nasabah.
Variabel-variabel tersebut akan dikembangkan menjadi beberapa indikator, yang selanjutnya indikator tersebut akan dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan atau pernyataan dalam kuesioner dengan menggunakan pengukuran skala likert.
Tabel 3. 2 Operasional Variabel Penelitian Variable
Penelitian Dimensi Indikator Skala
Ukur
Compliance
1. Bank Syariah Mandiri memberikan pelayanan dengan prinsip tolong-menolong
2. Membuka tabungan di Bank Syariah Mandiri bebas dari pungutan biaya
3. Membuka tabungan di Bank Syariah Mandiri bebas dari hal-hal yang tidak jelas (gharar) 4. Membuka tabungan di Bank Syariah Mandiri bebas dari spekulasi (maysir)
Likert
Assurance
5. Karyawan Bank Syariah Mandiri memiliki pengetahuan terhadap bank dan dapat dipercaya oleh nasabah
6. Karyawan Bank Syariah Mandiri memiliki sikap ramah dan sopan
7. Bank Syariah Mandiri dapat menjamin keamanan data nasabah
66
8. Bank Syariah Mandiri dapat menjamin kerahasiaan data nasabah
Reliability
9. Bank Syariah Mandiri menyediakan produk serta layanan yang luas
10. Karyawan Bank Syariah Mandiri dapat memahami keinginan dan kebutuhan nasabah
11. Karyawan Bank Syariah Mandiri memberikan informasi secara rinci dan jelas
12. Karyawan Bank Syariah Mandiri memberikan layanan secara cepat dan akurat
Likert
Tangible
13. Bank Syariah Mandiri memberikan fasilitas pelayanan yang baik
14. Karyawan Bank Syariah Mandiri berpenampilan rapih dan sopan
15. Bank Syariah Mandiri menggunakan mesin antrian, mesin penghitung uang serta peralatan yang modern
16. Lokasi Bank Syariah Mandiri strategis dan mudah dijangkau
Likert
Empathy
17. Karyawan Bank Syariah Mandiri tidak membedakan sikap dan pelayanan kepada semua nasabah
18. Karyawan Bank Syariah Mandiri melayani nasabah
penuh dengan rasa
67
Mandiri mampu menangani keluhan terkait pelayanan Syariah Mandiri karena pelayanan yang diberikan sesuai dengan harapan saya 27. Saya merasa puas dengan
fasilitas yang disediakan oleh Bank Syariah Mandiri
28. Saya tidak pernah melakukan keluhan atas pelayanan yang diberikan oleh Bank Syariah Mandiri
Likert
BAB IV TEMUAN PEN ELITIAN DAN PEMBAHA SA
68 BAB IV
TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Tentang Bank Syariah Mandiri
Sejak tahun 1999, keberadaan Bank Syariah Mandiri sebenarnya merupakan sebuah pelajaran dan berkah pasca krisis ekonomi dan moneter pada tahun 1997-1998. Sebagaimana kita ketahui bersama, krisis ekonomi dan moneter yang terjadi sejak Juli 1997 yang diikuti dengan krisis multidimensi termasuk di dunia politik nasional telah memberikan dampak negatif yang sangat besar pada semua aspek kehidupan masyarakat, termasuk dunia usaha. Dalam kondisi tersebut, industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa. Pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia. Pada saat bersamaan, pemerintah melakukan penggabungan empat bank yang terdiri dari Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo menjadisatu bank baru yang bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999. Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sebagai pemilik mayoritas baru BSB.
PT. Bank Mandiri (Persero) selaku pemilik baru mendukung sepenuhnya dan melanjutkan rencana perubahan PT. Bank Susila Bakti menjadi Bank Syariah, sejalan dengan keinginan PT. Bank Mandiri
69
(Persero) untuk membentuk unit Syariah. Langkah awal dengan merubah Anggaran Dasar tentang nama PT. Bank Susila Bakti menjadi PT. Bank Syariah Sakinah berdasarkan Akta Notaris: Ny. Macharani M.S. SH, No.
29 pada tanggal 19 Mei 1999. Kemudian melalui Akta No. 23 Tanggal 8 September 1999 Notaris: Sujipto, SH nama PT. Bank Syariah Sakinah Mandiri diubah menjadi PT. Bank Syariah Mandiri.
Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999 merupakan hari pertama beroperasinya PT. Bank Syariah Mandiri.
Kelahiran Bank Syariah Mandiri merupakan buah usaha bersama dari para perintis bank Syariah di PT. Bank Susila Bakti dan Manajemen PT. Bank Mandiri yang memandang pentingnya kehadiran bank Syariah dilingkungan PT. Bank Syariah Mandiri (Persero).
Bank Syariah Mandiri tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan keduanya, yang melandasi kegiatan operasionalnya. Harmonisasi idealisme usaha dan nilai-nilai spiritual inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. Saat ini Bank Syariah Mandiri memiliki 1 Kantor Pusat dan 1.736 jaringan kantor yang terdiri dari 129 kantor cabang, 398 kantor cabang pembantu, 50 kantor kas, 1000 layanan Syariah bank di Bank Mandiri dan jaringan kantor lainnya, 114 payment point, 36 kantor layanan gadai, 6 kantor mikro dan 3 kantor non operasional di seluruh propinsi di Indonesia, dengan akses lebih dari 200.000 jaringan ATM (Bank Syariah Mandiri, 2020).
70 2. Logo Perusahaan
Gambar 4. 1 Logo Bank Syariah Mandiri
Pada tahun 2009 terjadi perubahan sedikit logo pada Bank Syariah Mandiri, hal ini mencerminkan transformasi semangat dan kesiapan untuk meraih masa depan yang lebih baik gemilang. Adapaun perubahan ini menjadikan logo tersebut lebih memiliki makna yang dalam. Dari penggunaan warna logo menggunakan warna positif-negatif. Positif digunakan pada warna belakang yang terang dan cerah, sedangkan Negatif pada warna latar belakang yang redup atau cerah.
Adapun arti atau makna yang terdapat pada logo BSM diantaranya, penggunaan huruf kecil memiliki pengertian BSM merupakan bank yang ramah, rendah hati, dan memiliki aspirasi untuk semakin dekat dengan nasabah dan tetap bersikap membumi. Lambang logo divisualkan dalam bentuk gelombang berwarna emas yang merupakan lambang kemakmuran yang dicita-citakan pada nasabah yang mau bermitra dengan BSM. Posisi lambang logo diatas huruf logo
71
melambangkan sikap progresif menuju kemakmuran.
3. Visi dan Misi Bank Syariah Mandiri
Visi dari Bank Syariah Mandiri adalah “Bank Syariah Terdepan dan Modern”. Bank Syariah Terdepan yang berarti menjadi bank syariah yang selalu unggul diantara pelaku industri perbankan syariah di Indonesia pada segmen customer, micro SME, commercial, dan corporate. Bank Syariah Modern yang berarti menjadi bank syariah dengan sistem layanan dan teknologi mutakhir yang melampaui harapan nasabah (Bank Syariah Mandiri, 2020).
Adapun misi dari Bank Syariah Mandiri adalah (Bank Syariah Mandiri, 2020) :
a. Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan di atas rata-rata industry yang berkesinambungan.
b. Meningkatkan kualitas produk dan layanan berbasis teknologi yang melampaui harapan nasabah.
c. Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyaluran pembiayaan pada segmen ritel.
d. Mengembangkan bisnis atas dasar nilai-nilai syariah universal.
e. Mengembangkan manajemen talenta dan lingkungan kerja yang sehat.
f. Meningkatkan kepeduliaan terhadap masyarakat dan lingkungan.
4. Produk Bank Syariah Mandiri
Dalam menjalankan roda bisnis dalam perbankan syariah, Bank
72
Syariah Mandiri memiliki berbagai produk perbankan syariah untuk kebutuhan konsumen pribadi maupun bisnis. Mulai dari tabungan simpanan hingga produk pinjaman berbasis syariah. Adapun produk perbankan untuk konsumen yang ditawarkan Bank Syariah Mandiri adalah sebagai berikut (Bank Syariah Mandiri, 2020) :
a. Tabungan Simpanan
Bank Syariah Mandiri memiliki beberapa tabungan simpanan yang cocok untuk digunakan sehari-hari, diantaranya yaitu Tabungan Mudharabah, Tabungan Simpel IB, Tabungan Berencana, Tabungan Wadiah, Tabungan Investa Cendikia, Tabungan Dollar, Tabungan Pensiun dan Tabunganku.
b. Tabungan Haji dan Umrah
Bank Syariah Mandiri juga memiliki tabungan haji yang bernama tabungan mabrur. Dapat digunakan untuk perorangan dewasa maupun perorangan anak-anak dengan minimal usia 12 tahun, diantaranya yaitu Tabungan Mabrur dan Tabungan Mabrur Junior.
c. Deposito Syariah
Selain tabungan simpanan, Bank Syariah Mandiri juga mempunyai produk deposito syariah atau yang biasa disebut dengan tabungan berjangka yang dapat memberikan bagi hasil kompetitif. Adapun produknya yaitu BSM Deposito dan BSM Deposito Valas.
73 d. Investasi
Menabung sambil mencari keuntungan juga bias dilakukan bersama BSM dengan berbagai macam produk investasi diantaranya yaitu Reksadana, Sukuk Negara Retail, Pasar Perdana, Pasar Sekunder dan Sukuk Tabungan.
e. Mandiri Syariah Priority
Bank Syariah Mandiri juga memiliki program Mandiri Syariah Priority untuk nasabah istimewa. Dengan Priority Banking Officer yang didedikasikan untuk membantu pengelolaan kebutuhan perbankan nasabah dan memberikan solusi yang tepat untuk perencanaan keuangan secara menyeluruh.
f. Mandiri Syariah Debit
Bank Syariah Mandiri memiliki kartu debit pegangan untuk nasabah dengan 2 opsi yaitu kartu berlogo GPN dan kartu berlogo VISA yang bisa digunakan di atm mandiri terdekat.
B. Temuan Hasil Penelitian 1. Deskripsi Responden
Sebelum melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu pembahasan mengenai analisis data penelitian, peneliti akan menjelaskan gambaran mengenai karakteristik responden yang sudah berpartisipasi dalam penelitian ini.
Responden dalam penelitian ini yaitu nasabah Bank Syariah Mandiri yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Adapun uraian gambaran umum responden penelitian ini adalah sebagai berikut:
74
a. Karakteristik Responden menurut Jenis Kelamin
Dari pengumpulan data yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden, peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel 4. 1 Jenis Kelamin Responden
Sumber: Data diolah dengan SPSS 26, 2021
Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui bahwa responden penelitian dengan jenis kelamin laki-laki berjumlah 40 orang atau 40% sedangkan responden penelitian dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 60 orang atau 60%. Maka dengan demikian, responden penelitian ini didominasi oleh responden penelitian perempuan dengan hasil persentase 60%.
b. Karakteristik Responden menurut Jenis Usia
Dari pengumpulan data yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden, peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut:
75
Tabel 4. 2 Usia Responden
Sumber: Data diolah dengan SPSS 26, 2021
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa responden penelitian dengan usia 17-22 tahun berjumlah 46 orang atau 46%, usia 23-28 tahun berjumlah 43 orang atau 43%, usia 29-34 berjumlah 7 orang atau 7% dan usia >34 tahun berjumlah 4 orang atau 4%. Maka dengan demikian, responden penelitian ini didominasi oleh
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa responden penelitian dengan usia 17-22 tahun berjumlah 46 orang atau 46%, usia 23-28 tahun berjumlah 43 orang atau 43%, usia 29-34 berjumlah 7 orang atau 7% dan usia >34 tahun berjumlah 4 orang atau 4%. Maka dengan demikian, responden penelitian ini didominasi oleh