• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang.

2. Waktu penelitian

Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan pada Bulan November 2020.

C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran 1. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang variabel yang digunakan dalam penelitian. Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

e. Manajemen pendapatan adalah (revenue management) adalah proses memahami, mengantisipasi dan menanggapi perilaku konsumen dalam rangka memaksimalkan pendapatan (revenue) atau keuntungan (profit).

f. Kinerja keuangan adalah Kinerja keuangan adalah sebuah analisis atau penggambaran keberhasilan yang dinilai berdasarkan ukuran dalam satuan nilai. Adapun indikator dalam variabel kinerja keuangan adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atausubjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini seluruh data laporan keuangan pada BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakansampel yang diambil dari populasi itu. Sampel dalam penelitian ini adalah data laporan

keuangan 2016-2019 pada BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang.

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dan keterangan-keterangan lainnya dalam penelitian terhadap masalah yang menjadi objek penelitian. Untuk mendapatkan kelengkapan data dari informasi yang dibutuhkan, maka menggunakan datasebagai berikut:

1) Observasi yaitu penelitian mengumpulkan data melalui pengamatan langsung ditempat penelitian. Peneliti turun langsung melakukan pengamatan pada BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang.

2) Dokumentasiyaitu teknik pengumpulan data dengan cara menelaah dokumen-dokumen serta bahan-bahan yang diperoleh dari BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang yang berkaitan dengan data yang diperlukan peneliti.

F. Teknik Analisis Data

Menganalisis data penelitian merupakan suatu langkah yang sangat kritis, apakah menggunakan data statistic atau non statistic. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan rasiokeuangan, dengan langkah sebagai berikut:

a) Menghitung atau menganalisis laporan keuangan menggunakan rasio likuiditas yang meliputi:

b) Menghitung atau Menganalisis Laporan Keuangan Menggunakan Rasio Solvabilitas yang Meliputi:

c) Menghitung atau Menganalisis Laporan Keuangan Menggunakan Rasio Profitabilitas yang Meliputi:

d) Menghitung atau Menganalisis Laporan Keuangan Menggunakan Rasio Aktivitas yang Meliputi:

44

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Sejarah Singkat BUMDes Kolai Mangmesa 1. Gambaran Umum Bumdes Kolai Mangmesa

a. Profil Bumdes Kolai Mangmesa

Berdasarkan pertimbangan untuk meningkatkan kemampuan keuangan pemerintah desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai kegiatan usaha ekonomi masyarakat perdesaan, perlu didirikan Badan Usaha Milik Desa yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.

Badan Usaha Milik Desa yang selanjutnya disebut BUMDes didirikan berdasarkan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2010 Peraturan Daerah Kabupaten Enrekang Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa dan Peraturan Desa Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pembentukan dan Pengelolaan BUMDes karena itu, BUMDes adalah usaha desa yang dibentuk/didirikan oleh Pemerintah Desa yang kepemilikan modal dan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat.

Lembaga ini bernama Badan Usaha Milik Desa Kolai yang selanjutnya disebut BUMDes Kolai mangmesa. BUMDes Kolai merupakan usaha desa yang berupa Badan Usaha Milik Desa dengan perhatian khusus untuk meningkatkan kemampuan keuangan pemerintahan desa dan pendapatan masyarakat. Jangka waktu BUMDes Kolai mangmesa dibentuk pada tahun 2013 dan didirikan untuk waktu

yang tidak ditentukan, selama tidak menyalahi peraturan perUndang-undangan. BUMDes Kolai Mangmesa berkedudukan di Desa Kolai Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan Negara Republik Indonesia.

Adapun usaha desa adalah jenis usaha yang berupa pelayanan ekonomi desa seperti, usaha jasa, penyaluran sembilan bahan pokok, perdagangan hasil pertanian, serta industri dan kerajinan rakyat.

b. Visi dan Misi BUMDes Kolai Mangmesa

1) Visi BUMDes Kolai adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kolai.

2) Misi BUMDes Kolai adalah untuk memudahkan perputaran barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, memberantas paktekijon dan rentenir dan memudahkan masyarakat Desa Kolai dalam mendapatkan modal usaha dalam skala kecil dan berimbang sesuai dengan keberadaan modal yang dikelola BUMDes.

c. Maksud dan Tujuan

1) Maksud pendirian BUMDes Kolai adalah untuk menjadi penyedia barang dan jasa bagi masyarakat berupa pelayanan ekonomi guna meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.

2) Tujuan pendirian BUMDes Kolai adalah meningkatkan kemampuan keuangan pemerintah desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melaiui berbagai kegiatan usaha ekonomi masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa dengan wahana badan usaha milik desa.

d. Jenis-jenis usaha BUMDes Kolai Mangmesa

1) Jasa antara lainjasa keuangan mikro, jasa transportasi, jasa komunikasi, jasa konstruksi, jasa penyewaan peralatan dan jasa energi.

2) Penyaluran sembilan bahan pokok, antara lain beras, gula, garam,minyak goreng, kacang kedelai, dan bahan pangan lain yang dikelola melaluiwarung desa atau lumbung desa.

3) Perdagangan hasil pertanian, antara lain jagung, buah-buahan dan sayuran.

4) Industri kecil dan rumah tangga, antara lain makanan minuman kerajinan rakyat, bahan bakar alternatif dan bahan bangunan. e. Sumber Modal BUMDes Kolai Mangmesa

1) Modal BUMDes yang berasal dari pemerintah desa merupakan kekayaan desa yang dipisahkan.

2) Modal Bumdes yang berasal dari tabungan masyarakat merupakan simpanan masyarakat.

3) Modal Bumdes yang berasal dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dapat berupa dana tugas pembantuan. 4) Modal BUMDes yang berasal dari pinjaman lembaga keuangan

atau pemerintah daerah.

5) Modal BUMDes yang berasal dari kerja sama usaha dengan pihak lain dapat diperoleh dari pihak swasta atau masyarakat.

f. Susunan Kepengurusan Bumdes Kolai Mangmesa 1) Komisaris : Kepala Desa

3) Bendahara : Dammar Datma 4) Kepala Bidang:

a) Bidang Usaha Penyewaan Tenda Pengantin: Iskandar Dinata b) Bidang Usaha Jasa TV Kabel : Husain Muh. Irsyad c) Divisi Penyewaan Molen : Haidir Sabari

KOMISARIS KEPALA DESA BENDAHARA DAMMAR DATMA SEKRETARIS ALAMSYAH, S.P

USAHA PENYEWAAN TENDA PENGANTIN ISKANDAR DINATA

USAHA PENYEWAAN MOLEN HAIDIR SABARI DIREKTUR

RESKY

USAHA JASA TV KABEL HUSAIN MUHAMMAD IRSYAD

Gambar 4.1 Struktur Organisasi

B. Hasil Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis rasio keuangan dimana data yang diperoleh diolah sedemikian rupa menggunakan perhitungan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio aktivitas. Sehingga data yang diperoleh nantinya merupakan data yang akurat dan sistematis.

1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio yang digunakan peneliti dalam mengukur likuiditas yaitu Current Ratio.

Current Rasio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya dengan aktiva lancar. Berikut rumus yang digunakan dalam mengukur rasio lancar (Current Ratio): Current Ratio = Aktiva Lancar x 100% Utang Lancar Tahun 2016 = 43.501.500 x 100% 7.412.300 = 5,87%. Tahun 2017 = 39.968.000 x 100% 8.740.000 = 4,57% Tahun 2018 = 48.374.250 x 100% 12.806.500 = 3,78%.

Tahun 2019 =

37.640.000

x 100% 8.515.200

= 4,42%

Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh persentase rasio lancar tahun 2016 sebesar 5,87% sedangkan ditahun 2017 mengalami penurunan menjadi 4,57% dikarenakan adanya penurunan aktiva lancar sebesar Rp 43.501.000 menjadi Rp 39.968.000 kemudian mengalami penurunan lagi pada tahun 2018 menjadi 3,78% dikarenakan kenaikan utang lancar dari Rp. 8.740.000 menjadi Rp. 12.806.500 dan pada tahun 2019 mengalami penurunan sebesar Rp. 8.515.200 sehingga current ratio (asset lancar) naik menjadi 4,42%. Data diatas, dirangkum penulis pada tabel dibawah ini:

Tabel 1 Tabel Presentasi Current Ratio

Tahun Aktiva Lancar Hutang Lancar Hasil 2016 Rp. 43.501.500 Rp. 7. 412.300 5,87% 2017 Rp. 39.968.000 Rp. 8.740.000 4,57% 2018 Rp. 48.374.250 Rp.12.806.500 3,78% 2019 Rp. 37.640.000 Rp. 8.515.200 4,42% Sumber: hasil data yang diolah dari laporan keuangan tahunan BUMDes Kolai Mangmesa

Berdasarkantabel diatas, menunjukkan bahwa rasio lancar (Current Ratio)Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kolaipada tahun 2016-2019 adalah 5,87%, 4,57%, 3,78% dan 4,42%. Data tersebut mengindikasikan bahwa dari tahun ketahun tingkat rasio lancar (Current Ratio) dalam kondisi naik turun.

2. Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah usaha untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila usaha tersebut dilikuiditas. Rasio solvabilitas yang digunakan dalam penelitian ini yaituTotal Debt Asset Ratio. Total Debt Asset Ratio digunakan untuk membandingkan total hutang dengan total aset perusahaan.

Total Debt Asset Ratio=

Aktiva Lancar x 100% Utang Lancar Tahun 2016 = 7.412.300 x 100% 49.394.800 = 0,15%. Tahun 2017 = 8.740.000 x 100% 46.693.000 = 0,19% Tahun 2018 = 12.806.500 x 100% 53.093.250 = 0,24% Tahun 2019 = 8.515.200 x 100% 49.139.200 = 0,17%

Berdasarkan perhitungan mengenai rasio utang terhadap aset (Total Debt Asset Ratio), maka dapat diperoleh hasil analisis untuk tahun 2016 menunjukkan bahwa proporsi utang dengan aset yaitu 0,15% dan

tahun 2017 memperoleh 0,19% kemudian pada tahun 2018 naik menjadi 0,24% dan menurun 0,17% pada tahun 2019. Dari tahun 2016-2018 mengalami kenaikan dan pada tahun 2019 mengalami penurunan. Dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2 Tabel Presentasi Total Debt Asset Ratio

Tahun Total Hutang Total Aktiva Hasil 2016 Rp. 7. 412.300 Rp. 49.394.800 0,15% 2017 Rp. 8.740.000 Rp. 46.693.000 0,19% 2018 Rp.12 806.500 Rp. 53.093.250 0,24% 2019 Rp. 8.515.200 Rp. 49.139.200 0,17%

Sumber: hasil data yang diolah dari laporan keuangan tahunan BUMDes Kolai Mangmesa

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa rasio utang terhadap aset (Total Debt Asset Ratio) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kolai pada tahun 2016-2019 adalah 0,15%, 0,19%, 0,24% dan 0,17%. Data tersebut mengindikasikan bahwa dari tahun ketahun tingkat rasio utang terhadap aset (Total Debt Asset Ratio) dalam kondisi tidak stabil karena pada tahun 2016-2018 mengalami kenaikan dan pada tahun 2019 mengalami penurunan.

3. Rasio Profitabilitas

Rasio Profitabilitas merupakan rasio yang menunjukkan besarnya laba yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu. Dalam mengukur tingkat profitabilitas BUMDes Kolai Mangmesa, peneliti menggunakan ROA (Return On Asset). ROA (Return On Asset) adalah rasio yang

mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari penggunaan seluruh aset yang dimilikinya.

ROA (Return On Asset)= Laba Bersih Total Aset

Tahun 2016 = 41.982.500 = 0,85 49.394.800 Tahun 2017 = 37.953.000 =0,81 46.693.000 Tahun 2018 = 47.286.750 =0,89 53.093.250 Tahun 2019 = 40.624.000 =0,83 49.139.200

Berdasarkan perhitungan ROA (Return On Asset) maka dapat diperoleh hasil perhitungan analisis pada tahun 2016 tingkat profitabilitasBUMDes Kolaidengan jumlah laba bersih sebesar Rp. 41.982.500 dan total aset sebesar Rp. 49.394.800 sehingga dihasilkan presentasi sebesar 0,85. Pada tahun selanjutnya yakni 2017 mengalami penurunan dengan jumlah laba bersih sebesar Rp. 37.953.000 dan totalaset sebesar Rp. 46.693.000 sehingga menghasilkan 0,81dan ditahun 2018 jumlah laba bersih meningkat dengan perolehan sebesar Rp.47.286.750 dan total aset sebesar Rp. 53.093.250 sehingga diperoleh 0,89. Ditahun 2019 kembali menurun dengan perolehan laba bersih sebesar Rp. 40.624.000 dan total aset sebesar Rp. 49.139.200 sehingga menghasilkan 0,83.

Tabel 3Tabel Presentasi ROA (Return On Aset)

Tahun Laba Bersih Total aset Hasil

2016 Rp. 41.982.500 Rp. 49.394.800 0,85% 2017 Rp. 37.953.000 Rp. 46.693.000 0,81% 2018 Rp. 47.286.750 Rp. 53.093.250 0,89% 2019 Rp. 40.624.000 Rp. 49.139.200 0,83% Sumber: hasil data yang diolah dari laporan keuangan tahunan BUMDes Kolai Mangmesa

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa ROA (Return On Asset) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kolai pada tahun 2016-2019 adalah0,85%, 0,81%, 0,89% dan 0,83%. Data tersebut mengindikasikan bahwa dari tahun ketahun tingkat ROA dalam kondisi tidak stabil karena pada tahun 2016 meningkat lalu pada tahun 2017 menurun dan meningkat kembali pada tahun 2018 dan menurun pada tahun 2019. 4. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimiliki. Rasio aktiva yang digunakan peneliti dalam mengukur tingkat aktivitas BUMDes Kolai yaitu rasio Total Asset Turnover. Rasio ini menunjukkan bagaimana efektivitas perusahaan dalam menghasilkan penjualan dari jumlah aset yang dimiliki.

Total Asset Turn Over = Penjualan x 100% Total Aktiva Tahun 2016 = 41.982.500 x 100% 49.394.800 = 0,85%. Tahun 2017 = 37.953.000 x 100% 46.693.000 = 0,81% Tahun 2018 = 47.286.750 x 100% 53.093.250 = 0,89% Tahun 2019 = 40.624.000 x 100% 49.139.200 = 0,83%

Berdasarkan perhitungan mengenai Rasio Total Asset Turnover, maka dapat diperoleh hasil analisis untuk tahun 2016 adalah 0,85% dan mengalami penurunan pada tahun 2017 dengan presentasi 0,81% ditahun berikutnya 2018 mengalami kenaikan sebesar 0,89% dan ditahun 2019 mengalami penurunan kembali sebesar 0,83%. Dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4 Tabel Presentasi RasioTotal Asset Turnover

Tahun Penjualan Total Aktiva Hasil

2016 Rp. 41.982.500 Rp. 49.394.800 0,85% 2017 Rp. 37.953.000 Rp. 46.693.000 0,81% 2018 Rp.47.286.750 Rp. 53.093.250 0,89% 2019 Rp. 40.624.000 Rp. 49.139.200 0,83% Sumber: hasil data yang diolah dari laporan keuangan tahunan BUMDes Kolai Mangmesa

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kolai pada tahun 2016-2019 adalah 0,85%, 0,81%, 0,89% dan 0,83%. Data tersebut mengindikasikan bahwa dari tahun ketahun perputaran total aktiva (Total Asset Turnover) tidak stabil terkadang mengalami peningkatan dan juga penurunan.

C. Pembahasan

Berdasarkan perhitungan rasio likuiditas yang meliputi Current Ratio, rasio solvabilitas yang meliputi Total Debt Asset Ratio, rasio profitabilitas yang meliputi ROA (Return On Asset) dan aktivitas yang meliputi Total Asset Turnover pada BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang, maka hasil analisis dan intepretasi dalam penelitian ini akan diuraikan sebagai berikut:

1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban jangka pendeknya. Rasio yang digunakan peneliti dalam mengukur likuiditas yaitu Current Ratio. Current Rasio adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban lancarnya dengan aktiva lancar.

a. Pada tahun 2016 rasio likuiditas BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang sebesar 5,87%. Rasio ini meningkat disebabkan peningkatan saldo asset lancar. Pada tahun ini BUMDes Kolai Mangmesa mencatat saldo asset lancar sebesar Rp. 43.501.500 juta. Adapun total hutang lancar sebesar Rp. 7.412.300 juta yang menunjukkan angka 5,87%.

b. Pada tahun 2017 rasio likuiditas BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 4,57%. Rasio ini menurun disebabkan turunnya saldo aktiva lancar. Pada tahun ini BUMDes Kolai Mangmesa mencatat saldo asset lancar sebesar Rp. 39.968.000 juta. Adapun total hutang lancar sebesar Rp. 8.740.000 juta yang menghasilkan angka 5,87%.

c. Pada tahun 2018 rasio likuiditas BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang mengalami penurunan lagi dari tahun sebelumnya sebesar 3,78%. Rasio ini menurun disebabkan naiknya hutang lancar. Pada tahun ini BUMDes Kolai Mangmesa mencatat saldo asset lancar sebesar Rp. 48.374.250 juta. Adapun

total hutang lancar sebesar Rp. 12.806.500 juta sehingga menghasilkan penurunan menjadi 3,78%.

d. Pada tahun 2019 rasio likuiditas BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 4,42%. Hal ini disebabkan turunnya saldo hutang lancar. Pada tahun ini BUMDes Kolai Mangmesa mencatat saldo asset lancar sebesar Rp. 37.640.000 juta. Adapun total hutang lancar sebesar Rp. 8.515.200 juta sehingga menghasilkan peningkatan menjadi 4,42%.

2. Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah usaha untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila usaha tersebut dilikuiditas. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Total Debt Asset Ratio. Total Debt Asset Ratio digunakan untuk membandingkan total hutang dengan total aset perusahaan

a. Pada tahun 2016 rasio solvabilitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami penurunan sebesar 0,15%. Penurunan ini disebabkan total hutang sebesar Rp. 7.412.000 juta. Selain itu total asset BUMDes Kolai Mangmesa juga meningkat sebesar Rp. 49.394.800 juta sehingga diperoleh 0,15%.

b. Pada tahun 2017 rasio solvabilitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami peningkatan sebesar 0,19%. Peningkatan ini disebabkan total hutang sebesar Rp. 8.740.000 juta dan total asset menurun menjadi Rp. 46.693.000 juta sehingga diperoleh 0,19%.

c. Pada tahun 2018 rasio solvabilitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 0,24%. Peningkatan ini disebabkan total hutang sebesar Rp. 12.806.500 juta dan total asset meningkat menjadi sebesar Rp. 53.093.250 juta sehingga diperoleh 0,24%.

d. Pada tahun 2019 rasio solvabilitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 0,17%. Penurunan ini disebabkan menurunnya total hutang sebesar Rp. 8.515.200 juta. Selain itu total asset juga mengalami penurunan sebesar Rp. 49.139.200 juta sehingga diperoleh 0,17%.

3. Rasio Profitabilitas

Rasio Profitabilitas merupakan rasio yang menunjukkan besarnya laba yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu. Dalam mengukur tingkat profitabilitas BUMDes Kolai Mangmesa, peneliti menggunakan ROA (Return On Asset). ROA (Return On Asset) adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari penggunaan seluruh aset yang dimilikinya.

a. Pada tahun 2016 rasio profitabilitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami peningkatan sebesar 0,85. Hal ini dikarenakan laba bersih tercatat sebesar Rp. 41.982.500 juta dan total asset sebesar Rp. 49.394.800 juta sehingga menghasilkan presentasi sebesar 0,85. b. Pada tahun 2017 rasio profitabilitas BUMDes Kolai Mangmesa

mengalami penurunann sebesar 0,81. Hal ini dikarenakan laba bersih menurun sebesar Rp. 37.953.000 juta dan total asset sebesar Rp. 46.693.000 juta sehingga menghasilkan presentasi sebesar 0,81.

c. Pada tahun 2018 rasio profitabilitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 0,89. Hal ini dikarenakan laba bersih meningkat menjadi sebesar Rp. 47.286.750 juta dan total asset sebesar Rp. 53.093.250 juta sehingga menghasilkan presentasi sebesar 0,89.

d. Pada tahun 2019 rasio profitabilitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami penurunan kembali dari tahun sebelumnya sebesar 0,83. Hal ini dikarenakan laba bersih menurun sebesar Rp. 40.624.000 juta dan total asset sebesar Rp. 49.139.200 juta sehingga menghasilkan presentasi sebesar 0,83.

4. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas adalah rasio yang menunjukkan keefektifan perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimiliki. Rasio aktiva yang digunakan peneliti dalam mengukur tingkat aktivitas BUMDes Kolai yaitu rasio Total Asset Turnover. Rasio ini menunjukkan bagaimana efektivitas perusahaan dalam menghasilkan penjualan dari jumlah aset yang dimiliki. a. Pada tahun 2016 rasio aktivitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami peningkatan sebesar 0,85%. Total penjualan tercatat sebesar Rp. 41.982.500 juta dan total asset yang digunakan untuk melakukan penjualan selama tahun 2016 sebesar Rp. 49.394.800 juta sehingga dihasilkan 0,85%.

b. Pada tahun 2017 rasio aktivitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami penurunan sebesar 0,81%. Total penjualan tercatat sebesar Rp. 37.953.000 juta dan total asset yang digunakan untuk melakukan

penjualan selama tahun 2017 sebesar Rp. 46.693.000 juta sehingga dihasilkan 0,85%.

c. Pada tahun 2018 rasio aktivitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 0,89%. Total penjualan tercatat sebesar Rp. 47.286.750 juta dan total asset yang digunakan untuk melakukan penjualan selama tahun 2018 sebesar Rp. 53.093.250 juta sehingga dihasilkan 0,89%.

d. Pada tahun 2019 rasio aktivitas BUMDes Kolai Mangmesa mengalami penurunan lagi dari tahun sebelumnya sebesar 0,83%. Total penjualan tercatat sebesar Rp. 40.624.000 juta dan total asset yang digunakan untuk melakukan penjualan selama tahun 2019 sebesar Rp. 49.139.200 juta sehingga dihasilkan 0,83%.

Berdasarkan rasio likuiditas dengan perhitungan aktiva lancar (current ratio), rasio solvabilitas dengan perhitungan Total Debt Asset Ratio, rasio profitabilitas dengan perhitungan ROA (Return On Asset) dan rasio aktivitas dengan perhitungan total asset/aktiva (Total Asset Turnover) manajemen pendapatan terhadap kinerja keuangan pada BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang disimpulkan tidak stabil hal ini tidak sejalan dengan penelitian yang ditemukan.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Fransiska Rahmawati (2018) dengan judul Analisis manajemen pendapatan sebagai upaya peningkatan pendapatan wisata Simbat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang terjadi dalam pengembangan wisata baru dapat diselesaikan dengan menggunakan manajemen pendapatan yang tepat.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hilailatun Febryani (2018) dengan judul Keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sebagai penguatan ekonomi desa Abiatuwung dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa BUMDES Desa Abiatuwung telah berhasil memberi dampak yang positif bagi peningkatan perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Kadek Yudha Sutardi, Made Arie Wahyuni dan Ni Kadek Sinarwati (2017) dengan judul Analisis Kinerja Keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam proses penyaluran kredit desa Tanjun tahun 2011-2015 dengana hasil penelitian berdasarkan analisis rasio yang dilakukan menunjukkan bahwa dari presentasi dari nilai load to deposito adalah tidak efektif, asset to laon rasio adalah efektif, interest mergin on laon ratio sangat efektif, rate of return on load ratio adalah tidak efektif dan kredit risk ratio adalah sangat efektif.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Muhammad Elsa Tomisa (2020) dengan judul Pengaruh Badan Usaha Milik Desa terhadap Pendapatan Asli Desa di Desa Sukaji Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Badan Usaha Milik Desa terhadap Pendapatan Asli Desa di Desa Sukajadi Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Reno Irwansyah (2014) yang berjudul Analisis pendapatan BUMDes Rambah Muda Jaya Desa Rambah Muda Rokan Hulu dengan hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan pendapatan peda BUMDes Rambah

Muda Jaya di Desa Rambah Muda dan peningkatan yang terjadi disebabkan oleh faktor ekstern dan intern. Faktor ekstern meliputi indikator ekonomi masyarakat sedangkan faktor intern meliputi indikator promosi, hibah, prosedur kredit, bunga pinjaman, jangka waktu peminjaman kredit, besarnya dana yang dikuncurkan dan kinerja manajerial.

Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Hartini, Makmur, dan Asrori (2016) yang berjudul Analisis Kesehatan Kinerja Keuangan pada BUMDes Sumber Makmur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penilian aspek CAMEL pada sumber makmur desa pagar mayang kecamatan tambusai utara menunjukkan bahwa pada tahun 2011 s/d 2013 kesehatan kinerja keuangannya dinyatakan sehat, sedangkan pada tahun 2014 s/d 2015 kesehatan kinerja keuangannya dinyatakan cukup sehat.

63

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Rasio Likuiditas dengan perhitungan Current Rasio, manajemen pendapatan terhadap kinerja keuangan pada BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang setiap tahunnya tidak stabil dikarenakan pada tahun 2016 dengan jumlah 5,87% dan menurun pada tahun 2017 dengan perolehan 4,57% menurun kembali pada tahun 2018 dengan perolehan 3,78% dan meningkat pada tahun 2019 dengan perolehan 4,42%.

2. Rasio Solvabilitas dengan perhitungan Total Debt Asset Ratio, manajemen pendapatan terhadap kinerja keuangan pada BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang dari tahun 2016-2018 mengalami kenaikan yakni 0,15%, 0,19%, dan 0,24% dan menurun ditahun 2019 dengan 0,17%.

3. Rasio Profitabilitas dengan perhitungan ROA (Return On Asset), manajemen pendapatan terhadap kinerja keuangan pada BUMDes Kolai Mangmesa Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang setiap tahun tidak stabil. Pada tahun 2016 dengan perolehan 0,85%

Dokumen terkait