• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tempat Pembuangan Akhir ( TPA )

AIR LIMBAH DOMESTIK

3. Sampah Industri

3.3.5 Tempat Pembuangan Akhir ( TPA )

Tempat pembuangan akhir sampah yang ada di Kota Nanga Pinoh, terletak di Desa Tanjung Tengang yang berada di Kecamatan Nanga Pinoh sendiri. Luas TPA Tanjung Tengang adalah seluas ± 4,00 Ha. Kondisi TPA ini juga memerlukan lahan tambahan untuk menampung sampah yang ada. Mobilisasi sampah yang diangkut sehari sebanyak 7-8 truk yang masuk dari wilayah Kota Nanga Pinoh.

Sampah yang sudah menumpuk ditangani dengan cara dilakukan landfill dan sebagian tumpukan terbakar sendiri sehingga turut mengurangi volume sampah. Selain itu peran serta pemulung disekitar TPA turut mengurangi volume sampah yang ada. Saat ini tercatat ada 10 - 20 orang pemulung di TPA Tanjung Tengang ini. Setiap pemulung mengambil sampah sebanyak ± 25 kg/orang/hari dan hasil pemilahannya ditumpuk di sekitar area TPA.

TPA Tanjung Tengang berjarak lebih kurang ± 5 Km ke arah barat dari pusat Kota Nanga Pinoh dengan memiliki luas lahan seluas ± 4 Ha, lahan yang telah terpakai oleh

Gambar 3.23

Papan nama TPA di Jalan Masuk ke Lokasi TPA Tanjung Tengang

Gambar 3.24

Kondisi Jalan masuk ke Lokasi TPAS Tanjung Tengang

POKJA PPSP KABUPATEN MELAWI TAHUN ANGGARAN 2013 III - 101 sampah saat ini baru mencapai ± 2,0 Ha, dengan demikian masih tersisa lahan seluas 2,0

Ha.

Adapun batas wilayah dari TPA Tanjung Tengang adalah sebagai berikut : Sebelah Utara : Lahan Kosong, kebun karet

Sebelah Selatan : Kebun karet dan bangunan ternak ayam

Sebelah Timur : Jalan masuk/ jalan desa, kebun karet dan beberapa rumah penduduk

Sebelah Barat : Jalan desa, bangunan ternak ayam dan kebun karet

Status Kepemilikan lahan TPA Tanjung Tengang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Melawi. Guna menunjang kegiatan operasional di TPA Tanjung Tengang didukung dengan beberapa orang petugas yang merupakan bagian dari Dinas Kebersihan, Pemadam Kebakaran dan Pertamanan Kabupaten Melawi. Sarana jalan yang ada di sekitar jalan menuju ke TPA Tanjung Tengang sudah cukup gbaik, kondisi Jalan menuju lokasi merupakan jalan aspal, dengan lebar jalan 4 – 5 meter.

Dari segi aspek kebisingan dan bau tidak terasa dan nampak karena dasar timbunan berada pada morlofogi dataran dengan zona penyangga pada daerah sekitar yang mengelilingi timbunan sampah. Dari Aspek estetika tidak akan begitu kelihatan secara langsung dari jalan, karena berada pada daerah kebun karet, dan jauh dari daerah permukiman.

Sarana drainase yang terdapat di lokasi TPA Tanjung Tengang tidak begitu tertata dengan baik, terdapat beberapa saluran drainase/ kali kecil yang ada berada di bagian selatan ke lokasi TPA Tanjung Tengang. Aliran drainase/ kali kecil mengandalkan morfologi lahan yang ada di lokasi TPA Tanjung Tengang dengan mengarah ke tengah dari tumpukan sampah.

Gambar 3.25

Sebuah Minidozer di Lokasi TPAS Tanjung Tengang

POKJA PPSP KABUPATEN MELAWI TAHUN ANGGARAN 2013 III - 102 Gambar 3.26

Kondisi TPAS Tanjung Tengang

Aliran pelimpahan air hujan yang ada di lokasi TPA Tanjung Tengang terkonsentrasi pada sebelah selatan lokasi penimbunan sampah yang lahannya lebih rendah dengan kemiringan sekitar 8 – 15 %. Apabila terjadi hujan maka air mengalir ke arah selatan atau ke jalan masuk dari dibagian timur. Terdapat beberapa sarana pendukung yaitu sarana bangunan yang ada di TPA Tanjung Tengang , fungsi dari sarana bangunan ini adalah untuk menunjang dan memperlancar kegiatan operasional yang ada di TPA Tanjung Tengang, adapun sarana bangunan yang ada di TPA Tanjung Tengang adalah sebagai berikut :

 Jalan untuk menuju ke lokasi tersebut melalui jalan beraspal. Secara umum daerah penyelidikan menampakkan bentang alam pedataran . Daerah pedataran umumnya menempati wilayah TPA Tanjung Tengang dengan kemiringan lereng antara 0 - 15% dan jauh dari pemukiman penduduk.

 Bangunan pengolah sampah termasuk adanya bangunan untuk tempat pencacah sampah dan lainya

POKJA PPSP KABUPATEN MELAWI TAHUN ANGGARAN 2013 III - 103

 Bangunan kantor pengelola  Bangunan gudang peralatan

Berdasarkan hasil sampling 2012, komposisi sampah di TPA Tanjung Tengang didominasi oleh sampah organik. Komposisi sampah organik sebesar 87,44%, sedangkan sampah anorganik sebesar 12,56% yang terdiri dari 8,41% residu (tidak terpakai) dan 4,15% barang lapak (bernilai jual). Rendahnya komposisi sampah anorganik diakibatkan adanya reduksi sampah di tingkat sumber dan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) oleh pemulung.

Gambar 3. 27

Beberapa fasilitas pengolahan sampah yang ada di TPAS Tanjung Tengang

POKJA PPSP KABUPATEN MELAWI TAHUN ANGGARAN 2013 III - 104

Gambar 3. 28

Kondisi Lapak Pemulung di TPAS Tanjung Tengang

POKJA PPSP KABUPATEN MELAWI TAHUN ANGGARAN 2013 III - 105 Sedangkan pengangkutan sampahnya menggunkan pola sebagai berikut :

Gambar 3.29

Konsep Pengangkutan Sampah

Sumber: Masterplan Pengelolaan sampah nanga pinoh

Sedangkan untuk kegiatan jalan pengelolaan sampahnya dengan pola pengumpulan massal yang terkoordinasi di pusat/sub pusat wilayah, sedangkan tempat lainnya dilakukan secara individual. Untuk penanganan persampahan kedepannya, maka sistem pengelolaan persampahan di Kabupaten Melawi dibedakan berdasarkan perwilayahan. Secara umum penanganan sampah dilakukan dengan sistem :

 Open dumping

Sistem pengelolaan sampah di kawasan perdesaan yang sebelumnya dengan cara dibakar dan dibuang langsung ke sungai maka sebaiknya tidak diperkenankan. Sistem pengelolaan sampah di pedesaan yang diajukan adalah dengan ditimbun atau dengan pengomposan. Pada sisi lain di kawasan perdesaan kecenderungannya

POKJA PPSP KABUPATEN MELAWI TAHUN ANGGARAN 2013 III - 106 sampah tersebut dapat diolah menjadi kompos (pupuk organik) yaitu dengan cara

memisahkan jenis sampah yang dapat diuraikan bakteri (dimanfaatkan untuk kompos) dan sampah yang tidak dapat diuraikan bakteri (proses dibakar).

Dalam operasionalnya sistem ini memerlukan sarana dan prasarana pendukung yang antara lain terdiri dari :

o Tong Sampah (keranjang/tempat sampah atau bin sampah) sebagai sarana pengumpulan sampah di lokasi sumber sampah.

o Gerobak Sampah atau Gerobak Motor Sampah untuk memindahkan sampah keluar lokasi sumbernya.

o Tranfer Depo dan atau Tempat Penampungan Sementara (TPS), yang dapat berupa bak permanen maupun kontainer.

o Truk Sampah (truk kontainer) berupa Arm-Roll dan Dump-Truck untuk mengangkut sampah dari Tranfer Depo atau TPS ke Tempat Pemrosesan Akhir. o Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sebagai lokasi akhir pembuangan sampah yang

selanjutnya diolah dengan metode sanitary landfill.

Sedangkan Rencana jaringan persampahan sebagaimana meliputi:  Penyusunan rencana induk pengelolaan persampahan kabupaten;

 Pengembangan sistem pengelolaan sampah secara sanitary open dumping di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) berada di Kecamatan Nanga Pinoh;

 Pengembangan TPS (Tempat Penampungan Sementara) pada wilayah perkotaan;  Pengelolaan sampah dengan cara komposting; dan

POKJA PPSP KABUPATEN MELAWI TAHUN ANGGARAN 2013 III - 107 Gambar 3.30 Peta cakupan layanan persampahan Nanga Pinoh

POKJA PPSP KABUPATEN MELAWI TAHUN ANGGARAN 2013 III - 108 Input User Interfac e Pengumpulan Setempat Penampungan Sementara (TPS) Pengangkutan (Semi) Pengolah an Akhir Terpusat Daur Ulang/Pe mbuangan Akhir Kode/ Nama Aliran Sampa h Rumah Tangga Tong Sampah Tozza Tempat Penampungan Sementara (TPS)

Truk Sampah - Open

Dumping -Sampa h Plastik Tong Sampah Gerobak Tempat Penampungan Sementara (TPS)

Dump Truck - Open

Dumping

-Sumber ; Dinas Kebersihan Kabupaten Melawi

Tabel 3.22 ; Sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Melawi

Kelompok Fungsi Teknologi yang

digunakan

Jenis Data Sekunder

(Perkiraan)

Nilai Data Sumber Data

A B C D E

Pembuangan TPA Jumlah 1 Dinas

Kebersihan Penampungan

Sementara TPS Jumlah 14

Dinas Kebersihan

Penampungan Awal Kontainer Jumlah - Dinas

Kebersihan Pengangkutan Dump Truck Arm Roll Kontainer Gerobak Jumlah

Dokumen terkait