• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.5 Waktu dan Lokasi Penelitian

1.5.2 Tempat Penelitian

Peneliti melakukan penelitian di studio Radio Andika FM yang berada di Jl.Semeru 243 Kota Kediri, Jawa Timur.

11 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Strategi Komunikasi

Strategi komunikasi merupakan perencanaan dan manajemen komunikasi untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Tetapi di dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut strategi bukan hanya digunakan untuk arahan tetapi juga taktik operasionalnya. Definisi lain dari strategi komunikasi menurut Cangara (2013) adalah suatu rancangan mentransfer ide-ide baru yang dibuat untuk mengubah perilaku khalayak dalam skala yang lebih besar. Komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek yang ditimbulkan merupakan elemen-elemen di dalam strategi komunikasi menghasilkan kombinasi yang baik untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal.

Definisi lain dari strategi komunikasi juga diungkapkan oleh Anwar Arifin (2010) yakni strategi komunikasi adalah putusan bersyarat tentang tindakan yang perlu diambil untuk mencapai suatu tujuan. Singkatnya, ketika mengembangkan strategi komunikasi harus ada pertimbangkan mengenai situasi-situasi yang mungkin akan dihadapi untuk mencapai perubahan pada publik. Fred David (1998) mengungkapkan bahwa dengan strategi yang baik maka akan tercipta citra yang menguntungkan yang dihasilkan oleh persepsi dan tindakan dari khalayak sebagai sasaran dari sebuah strategi. Hal ini dapat dilihat bahwa opini publik akan lebih mudah untuk dipengaruhi dalam mencapai tujuan. Pelaksanaan strategi sering dianggap sebagai tahap yang paling sulit karena diperlukan komitmen, sikap disiplin, dan pengorbanan.

Strategi komunikasi bertujuan untuk menciptakan pengertian dalam berkomunikasi dan juga memotivasi agar dapat mencapai tujuan. R. Wayne Pace, Brent D. Peterson, dan M. Dallas Burnet dalam Rusady Ruslan (2008) menjelaskan ada empat tujuan strategi komunikasi, yaitu:

1. To secure understanding, Memastikan bahwa terjadi suatu pengertian dalam berkomunikasi. Memberikan pengaruh melalui pesan-pesan yang disampaikan kepada komunikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

12 2. To establish acceptance, Bagaimana cara penerimaan itu terus dibina dengan baik. Setelah komunikan menerima dan mengerti pesan yang disampaikan, pesan tersebut perlu dikukuhkan dalam benak komunikan agar menghasilkan feedback yang mendukung pencapaian tujuan komunikasi.

3. To Motive Action. To motivate action yaitu penggiat untuk memotivasi.

Komunikasi selalu memberi pengertian yang diharapkan dapat mempengaruhi atau mengubah perilaku komunikan sesuai dengan keinginan komunikator. Jadi strategi komunikasi ditujukan untuk mengubah perilaku komunikan

4. The goals which the communicator sought to achieve, Artinya bagaimana mencapai tujuan yang hendak dicapai oleh pihak komunikator dari proses pesan tersebut.

a. Perumusan Strategi Komunikasi

Dalam menyusun sebuah strategi komunikasi ada empat langkah yang harus diperhatikan agar tercipta komunikasi yang efektif. Berikut empat langkah menyusun strategi komunikasi menurut Anwar Arifin (2008):

1. Menegnal Khalayak

Memahami khalayak merupakan langkah awal dalam menyusun strategi komunikasi. Mengenal dan memahami sikap khalayak akan mempermudah komunikator dalam menentukan model komunikasi apa yang tepat dan sesuai sehingga pesan yang disampaikan akan diterima dengan baik oleh komunikan. Mengenal khalayak dapat dilakukan dengan mencari informasi tentang bagaimana tingkat pengetahuan khalayak mengenai topik yang akan dibahas dan media apa yang biasa mereka gunakan untuk menerima pesan.

2. Menyusun Pesan

Setelah memahami khalayak seperti apa dan bagaimana situasinya maka langkah selanjutnya adalah menyusun pesan apa yang akan disampaikan kepada khalayak. Pesan disampaikan secara langsung maupun melalui media

13 komunikasi. Wilbur Schramm dalam Anwar Arifin (2008) mengungkapkan agar pesan yang disampaikan efektif maka harus memenuhi syarat-syarat berikut :

1. Perancangan pesan harus dibuat sebaik mungkin agar dapat menarik perhatian target khalayak.

2. Pesan perlu menggunakan simbol atau tanda tertentu yang diketahui dan dipahami oleh target khalayak sehingga pesan akan lebih mudah untuk dimengerti.

3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan khalayak dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut.

4. Pesan yang dibuat untuk membangkitkan perhatian khalayak diharapkan dapat memberi timbal balik atau feedback.

3. Menentukan Metode

Menentukan metode dalam proses penyampaian pesan merupakan salah satu hal yang penting karena akan membantu komunikasi menjadi efektif dan efisien. Terdapat metode komunikasi yang efektif, yaitu:

1. Metode Repetition

Teknik mempengaruhi khalayak dengan cara mengulang-ulang pesan. Selain akan menarik perhatian, metode ini dapat membuat khalayak akan lebih mengingat pesan yang disampaikan.

2. Metode Canalizing

Metode ini memaham bagaimana pengaruh kelompok terhadap suatu individu. Kemudian penyampaian pesan disesuaikan dengan sikap, kepribadian, dan motif khalayak.

3. Metode Informatif

Pesan yang disampaikan bertujuan untuk memberi penerangan dan mempengaruhi khalayak. Penerangan yang dimaksud adalah menyampaikan suatu informasi apa adanya dan merupakan fakta.

4. Metode Persuasif

14 Merupakan metode untuk mempengaruhi dengan cara membujuk. Metode ini tidak menggunakan pemikiran yang kritis sehingga target khalayak secara tidak sadar akan terpengaruh.

5. Metode Edukatif

Psan disampaikan secara terstruktur, terencana, dan sistematis dengan cara memberikan suatu pendapat, fakta, ide, ataupun pengalaman yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memberikan pengaruh mendalam terhadap target khalayak.

6. Metode Koersif

Metode ini menggunakan paksaan untuk mempengaruhi target khalayak. Dalam hal ini khalayak dipaksa untuk menerima suatu ide maupun gagasan yang didalam pesan nya tidak hanya ada pendapat tapi terkadang juga ancaman.

4. Seleksi dan Penggunaan Media

Pemilihan media dalam melakukan strategi komunikasi harus selektif, komunikator harus bisa mengetahui dan menyesuaikan media apa yang cocok untuk digunakan. Media komunikasi yang tepat akan membuat pesan bisa diterima dengan baik. Media komunikasi merupakan alat yang digunakan untuk menjalankan proses komunikasi. Setiap media komunikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing maka dari itu memilih media komunikasi yang tepat perlu dilakukan agar komunikasi bisa berjalan dengan efektif

2.1.2 Radio

Radio merupakan media massa yang menggunakan gelombang elektromagnetik di dalam pengiriman dan penerimaan pesan nya. Gelombang tersebut dipancarkan melalui stasiun kemudian diterima di berbagai tempat yang memiliki radio seperti dirumah, di mobil, dan lain sebagainya. Radio bersifat audial yakni menyampaikan pesan di radio menggunakan suara atau kata-kata. Ahmad (2015) mengungkapkan bahwa radio adalah media yang

15 dapat menguasai ruang karena siaran radio dapat diterima dimana saja asalkan dalam jangkauan tetapi suaranya tidak dapat diulang kembali disebabkan oleh sifatnya yang satu arah. Dibandingkan dengan media massa yang lain, radio dinilai jauh lebih efektif dari segi biaya dan penyebaran jangkauan audiens.

Siahaan (2015) mengungkapkan bahwa radio unggul dalam hal kecepatan dan perluasan penyebaran pesan, serta proses produksi radio lebih sederhana dibanding media yang lain. Keunggulan lain dari radio adalah kemampuan untuk menciptakan imajinasi atau gambaran mengenai suatu hal melalui kata-kata yang diungkapkan oleh penyiar radio, istilah ini disebut dengan theatre of mind. Menurut Siahaan (2015) radio merupakan media massa yang memiliki ciri khas yang tak akan tergantikan yaitu blind medium karena hanya bisa dinikmati melalui suara dan memiliki tiga komponen utama yaitu kata yang diucapkan, musik, dan efek suara.

Sebagai media publik radio memiliki peran sebagai media informasi publik yang menyalurkan informasi dari satu pihak ke pihak lain, radio sebagai media diskusi untuk mencari solusi perbedaan pendapat, radio juga sebagai penyalur aspirasi rakyat terhadap kebijakan, dan radio sebagai sarana untuk menumbuhkan kejujuran dan kebersamaan dalam semangat kemanusiaan, oleh Masduki (2001).

2.1.3 New Media

New Media atau media baru adalah istilah yang digunakan untuk teknologi komunikasi yang semakin berkembang seiring berkembangnya zaman. McQuail (2001) mengungkapkan bahwa ciri khas dari new media adalah saling terhubung, akses terhadap individu sebagai peneriima maupun pengirim pesan, interaktivitas, kegunaanya yang bermacam-macam, dan sifatnya yang terbuka. New media saat ini merupakan bentuk perkembangan dari internet yang juga merupakan perkembangan teknologi pada awal tahun 2000. Namun bukan berarti media lama seperti radio, televise, surat kabar, dan sebagainya serta merta mati melainkan dengan adanya new media ini dapat dimanfaatkan untuk media konvensional untuk beradaptasi dalam bentuk media yang baru.

16 Dengan hadirnya new media membuat penyajian informasi menjadi lebih beragam, informasi tidak hanya berupa tulisan saja namun bisa berupa visual, audio, maupun audio visual. Flew (2005) menjelaskan bahwa new media memakai format media yang merupakan kombinasi data yang berupa teks, gambar, suara, dan sebagainya dalam format digital. Maka dari itu new media dapat dikatakan sebagai sebuah bentuk digitalisasi.

Pada new media khalayak tidak hanya sebagai penerima pesan tetapi juga dilibatkan didalamnya sehingga muncul interaksi dan komunikasi yang interaktif anatara komunikator dengan komunikan. Hal tersebut termasuk kedalam salah satu karateristik new media yang diungkapkan oleh Nicolas Gane dan David Beer (2008), berikut karateristik lainya dari new media:

1. Network, yaitu semua bentuk komunikasi dilakukan dengan cara digital atau terhubungan dengan jaringan internet.

2. Information, yaitu khalayak berpeluang besar untuk memeperolah informasi sebanyak-banyaknya dan memungkinkan mereka untuk mengoblah kembali pesan dan menyebarkanya.

3. Interface, komunikasi bisa dilakukan melalui tatap muka melalui internet dan memungkinkan adanya feedback.

4. Archive, khalayak dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan dari media yang mempublish informasi di berbagai platform mereka.

5. Interactivity, di media baru khalayak dilibatkan dan dapat berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang baru.

2.1.4 Media Sosial

Media sosial merupakan media yang memiliki berbagai fungsi seperti alat untuk berkomunikasi dan menggali informasi. Van Dijk (2013) mengungkapkan bahwa media sosial merupakan platform media yang berfokus pada memberikan fasilitas kepada pengguna untuk beraktivitas dan berkolaborasi di dalamnya. Karena itu, media sosial dianggap sebagai fasilitator online yang dapat menguatkan hubungan antar pengguna untuk menciptakan ikatan sosial.

17 Sedangkan menurut Philip Kotler dan Kevin Keller (2012) Media sosial dapat digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk memberikan berbagai macam konten kepada audiensnya dan begitu juga sebaliknya. Konten dapat berupa informasi teks, gambar, video, maupun audio. Di dalam media sosial perusahaan maupun organisasi berinteraksi dengan audiensnya sehingga tercipta hubungan baik antar kedua pihak.

Media sosial memiliki beberapa karakteristik khusus yang berbeda dengan media yang lainya yang diungkapkan oleh Nasrullah (2016):

1. Jaringan, yakni media sosial membentuk jaringan antar penggunanya agar terhubung satu sama lain secara mekanisme teknologi (internet).

2. Informasi, informasi merupakan hal yang penting karena aktivitas yang berdasar pada sosial media seperti konten hingga interaksi yang berdasarkan pada informasi.

3. Arsip, yaitu informasi dapat disimpan dan diakses kapanpun dengan menggunakan perangkat apapun karena informasi tersebut tidak akan hilang jika tidak dihapus.

4. Interaksi, hal ini berhubungan dengan jaringan antar pengguna, dimana interaksi dapat memperluas relasi dan berupa memberi komentar dan lain sebagainya.

5. Simulasi sosial, simulasi yang dimaksud adalah apa yang terjadi di sosial media adalah bentuk virtual dari kehidupan nyata dimana biasanya melibatkan keterbukaan atas diri dan identitas.

6. Konten, dalam hal ini seseorang dapat memproduksi konten mereka sendiri dan mengonsumsi konten yang diproduksi oleh orang lain.

7. Penyebaran, yaitu seseorang tidak hanya mengonsumsi konten namun juga secara aktif menyebarkan konten tersebut agar menjangkau lebih banyak orang.

18 2.1.5 Facebook

Facebook merupakan situs situs jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg, alumni Harvard pada 4 Februari 2004. Teda dan Smith (2010) mengungkapkan definisi ejaring sosial adalah sekelompok orang, atau komunitas, yang memiliki minat, perspektif, atau latar belakang yang sama. Sebanyak kami ingin berbicara tentang jejaring sosial dalam konteks layanan online populer seperti Facebook, jaringan ini ada secara offline sama seperti yang mereka lakukan secara online.

Awalnya Facebook hanya diperuntukan untuk mahasiswa dari Harvard saja tetapi beberapa bulan selanjutnya diperluas ke perguruan tinggi lain yang berada di wilayah Boston. Kemudian dalam jangka waktu satu tahun Facebook mengalami perkembangan yang pesat hingga paa 26 September 2006 tidak hanya mahasiswa dari perguruan tinggi saja yang bisa menggunakan Facebook tetapi siapapun yang memiliki email juga dapat bergabung di Facebook.

Menurut Ulfah (2017) Facebook merupakan jejaring sosial yang didalamnya pengguna dapat menambahkan foto, kontak, maupun informasi lainya pada profil mereka. Selain itu pengguna juga dapat bergabung dengan komunitas untuk memperluas koneksi dan berinteraksi dengan pengguna lainnya. Facebook menyediakan fitur yang terdiri dari gabungan social networking seperti chatting, blogging, sharing, dan email yang bisa dilakukan dalam satu akun. Fitur tersebut yakni profil, news, feed, wall, applications, photo, video, poke, group, events, marketplace, post notes, dan gift.

Facebook memiliki beberapa kelebihan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, menurut Wati dan Rizky (2009) berikut merupakan kelebihan Facebook:

1. Lebih informatif karena pengguna dapat memantau apa yang sedang terjadi dengan menggunakan fitur status update, news feed, photos, dan lain-lain sehingga pengguna dapat mengikuti perkembangan informasi yang terjadi.

2. Mempermudah berkomunikasi dengan orang lain.

3. Dapat memilah foto atau informasi apa yang dapat dilihat orang lain.

4. Media membangun komunitas, memperluas relasi, dan media promosi untuk mewujudkan suatu hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

19 5. Sistem perlindungan akun saat ada yang mencoba masuk maupun meretas dengan cara mengkonfirmasi terlebih dahulu ke alamat email yang lain.

Selain kelebihan yang disebutkan diatas, Facebook sebagai media sosial juga memiliki beberapa fungsi yang dijelaskan oleh Tenia (2017) yaitu :

1. Tempat utuk mencari informasi, yaitu di dalam media sosial terdapat banyak informasi, pengetahuan, dan berita terkini yang dapat memenuhi kebutuhan informasi

2. Hiburan, yaitu media sosial dapat memberikan hiburan dengan konten-konten yang ada di dalamnya.

3. Komunikasi online, yaitu media sosial dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi secara online seeperti chat, membagikan status, dan sebagainya.

4. Menggerakan masyarakat, yaitu dengan munculnya sesuatu yang ramai maka akan mengundang banyak tanggapan dan berpotensi menggerakan banyak orang.

5. Sarana berbagi, yaitu dengan memggunakan media sosial persebaran infromasi menjadi lebih luas dan lebih bisa menjangkau khalayak luas.

2.1.6 Media Sosial Sebagai Media Pendamping Radio

Sebagai media massa, radio memiliki peran besar sebagai media informasi.

Namun seiring berkembangnya zaman dan dengan hadirnya media baru perlahan merubah cara seseorang dalam menyampaikan dan menerima informasi. Salah satunya dengan hadirnya media sosial yang saat ini tengah popluer digunakan oleh banyak orang untuk mendapat informasi yang mereka butuhkan. Kehadiran media sosial perlahan menggeser popularitas radio yang dahulu banyak dituju oleh masyarakat ketika mereka ingin mendapatkan infromas.

Dengan hadirnya media sosial tak serta merta membuat radio menjadi mati.

Radio tetap eksis namun tidak se populer dahulu. Media sosial bagaikan pisau bermata dua bagi radio. Di satu sisi adanya media sosial dapat mengancam kehadiran radio, tetapi di sisi lain media sosial dapat dijadikan sebagai media pendukung radio. Hal ini

20 berarti radio harus bisa beradaptasi dengan kebaruan teknologi agar tetap berdiri dan tidak tergerus oleh media-media baru yang akan muncul.

Media sosial saat ini merupakan media yang banyak digemari masyarakat untuk mencari informasi karena aksesnya yang mudah, cepat, dan informasi yang disajikan up to date. Hal dapat dimanfaatkan oleh radio yaitu menjadikan media sosial sebagai media pendamping. Karena radio memiliki sifat komunikasi satu arah yang artinya apa yang disampaikan saat siaran acara radio tidak bisa diulang, maka dengan menggunakan media sosial maka informasi bisa disajikan kembali di platform tersebut dan khalayak bisa mengaksesnya kapanpun dan dimanapun.

2.2 Penelitian Terdahulu

Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu Jurnal Nasional Literatur Review 1 (Jurnal Nasional)

Judul Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi Bagi Radio Mersi 93.9 FM

Peneliti Ita Suryani, Liliyana, Muhammad Handar, Ratnasari Ekasuci

Tahun 2020

Sumber PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PROMOSI BAGI RADIO MERSI 93.9 FM | Suryani | Jurnal Komunikasi (bsi.ac.id) Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa media social Mersi 93.3 FM

memiliki ikatan dengan pendengarnya terlihat dari adanya komunikasi dua arah. Hal ini terlihat dari pendengar banyak me-request lagu dan berkirim salam melalui media social Mersi 93.3 FM (Facebook, Intagram, Twitter). Hal tersebut dimanfaatkan oleh Radio Mersi 93.9 FM untuk melakukan promosi program on air dan off air, tetapi hasil penelitian menunjukan pengikut jarang memberikan tanggapan mereka terhadap postingan program off air yang berlangsung. Selain itu tidak ada tim media social khusus, tugas untuk memantau media sosial diserahkan ke penyiar sehingga interkasi tidak efektif.

21 Perbedaan Perbdaan penelitian terdapat pada objek penelitian, penelitian

ini berfokus pada penggunaan Instagram, Facebook, dan Twitter sebagai media promosi untuk program on air dan off air, sedangkan peneliti memilih meneliti pemanfaatan Facebook sebagai media untuk melakukan strategi komunikasi.

Tabel 2 1 Penelitian Terdahulu Jurnal Nasional

Literatur Review 2 (Jurnal Nasional)

Judul Strategi Komunikasi Radio PTPN 99.60 FM Solo Dalam Meningkatkan Brand Image (Studi Deskriptif Kualitatif Menegnai Strategi Komunikasi Radio PTPN 99.60 FM Solo dalam Meningkatkan Brand Image Melalui Instagram

Peneliti Siti Madiana Putri

Tahun 2020

Sumber Jurnal Kommas

Hasil Radio PTPN Solo mengenal khalayak melalui database, interaksi dengan pendengar, dan juga tren dengan menggunakan Instagram sebagai media utnuk melakukan strategi komunikasi ke pendengarnya. Radio PTPN Solo memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Instagram dan masukan dari pendengar untuk meningktkan brand image. Tetapi SDM yang kurang, alat-alat pendukung siaran yang sudah tua, regulasi dalam pembuatan konten di social media, serta persaingan dengan kompetitor menjadi penghambat bagi Radio PTPN Solo dalam menerapkan strategi komunikasi untuk membangun brand image mereka.

Perbedaan Perbedaan penelitian terletak pada media sosial yang digunakan, dimana peneliti berfokus pada strategi komunikasi yang dilakukan di Facebook. Sedangkan penelitian diatas berfokus pada strategi komunikasi melalui Instagram.

22 Literatur Review 3 (Jurnal Nasional)

Judul Pemggunaan Media Sosial “Instagram” Jeje Radio Dalam Meningkatkan Kepuasan Pendengar

Peneliti Hikmatul Maani

Tahun 2018

Sumber PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM JEJE

RADIO DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN

PENDNEGAR | MAANI | Commercium (unesa.ac.id)

Hasil Menurut survei yang dilakukan kepada 105 follower aktif instagram Jeje Radio Surabaya yang mayoritas berusia 15-25 tahun (77.1%) dan 26-6 tahun (22.9%) didapatkan hasil penggunaan Instagram berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pendengar Jeje Radio. Kepuasan ini dipengaruhi oleh tampilan Instagram dan foto Jeje Radio menarik, informasi yang berguna, dan kedekatan antara penyiar dengan pendengar. Dari teori 4C (context, communication, collaboration, connection) semua memberikan pengaruh kepuasan kepasa pendengar kecuali collaboration.

Perbedaan Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan metode kualitatif. Selain itu peneliti akan meneliti penggunaan media sosial Facebook sebagai media untuk melakukan startegi komunikasi, sedangkan penelitian diatas berfokus pada pengaruh media sosial terhadap kepuasan pendengar.

Literatur Review 4 (Jurnal Nasional)

Judul Strategi Komunikasi Radio Hard Rock FM Surabaya Dalam Mengelola Program Siaran Pada Masa Pndemi COVID-19 Peneliti Goldhi Gumilang

Tahun 2021

23 Sumber STRATEGI KOMUNIKASI RADIO HARD ROCK FM

SURABAYA DALAM MENGELOLA PROGRAM SIARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 | The Commercium (unesa.ac.id)

Hasil Pandemi Covid-19 berdampak pada radio sehingga mengharuskan Radio Hard Rock FM Surabaya mengubah strategi komunikasi mereka dalam mengelola program siaran agar tetap bisa bertahan yaitu menonaktifkan dua program siaran dan melakukan produksi program siaran dari rumah. Proses rekaman materi siaran dilakukan oleh penyiar masing-masing dengan menggunakan ponsel dan mixer tetapi cara ini juga memiliki kendala seperti chemistry yang kurang karena tidak bias berinteraksi secara langsung dan ganguan teknis seperti sinyal yang tidak stabil.

Perbedaan Penelitian ini berfokus pada strategi komunikasi untuk pengelolaan program siaran selama masa pandemi sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti berfoksu pada pemanfaatan madia sosial Facebook untuk melakukan strategi komunikasi.

Literatur Review 5 (Jurnal Nasional)

Judul Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Membangun Hubungan Dengan Pendengar MS Radio

Peneliti Yusran Yunus dan Mahpuddin

Tahun 2020

Sumber PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN PENDENGAR MS RADIO (researchgate.net)

24 Hasil MS Radio memiliki tiga media sosial (Instagram, Facebook,

Twitter) tetapi diantara ketiga media sosial tersebut Instagram menghasilkan lebih banyak feedback. Dua media sosial yang lain dinilai kurang memberi feedback karena MS Radio merasa fiturnya terbatas. MS Radio memanfaatkan Instagram kaena penyeberan informasi melalui Instagram dinilai lebih cepat daripada media sosial yang lain, selain itu dapat dengan mudah mengkomunikasikan dan memberikan infromasi dalam waktu yang singkat. Selain itu lebih mudah mengukur efektivitas promosi dan informasi melalui respon audiens.

Perbedaan Penelitian diatas berfokus pada pemaksimalan fitur Instagram untuk lebih dekat dengan pendengar, sedangkan peneliti akan lebih berfokus pada strategi komunikasi yang dilakukan di media sosial Facebook.

Tabel 2 2 Penelitian Terdahulu Jurnal Internasional Literatur Review 6 (Jurnal Internasional)

Judul The role of local radio in promoting creative engagement for healthy ageing

Peneliti T.(Patricia) Vella-Burrows, N. Ewbank, J. Philips

Tahun 2021

Sumber The role of local radio in promoting creative engagement for healthy ageing - PubMed (nih.gov)

25 Hasil Di Inggris seperempat orang dewasa berusia 50 tahun keatas

mendengarkan radio local BBC setiap minggu. Mereka lebih menyukai mendengarkan radio daripada menggunakan media

mendengarkan radio local BBC setiap minggu. Mereka lebih menyukai mendengarkan radio daripada menggunakan media

Dokumen terkait