• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI RADIO ANDIKA FM KEDIRI DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK PROPOSAL SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI RADIO ANDIKA FM KEDIRI DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK PROPOSAL SKRIPSI"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI RADIO ANDIKA FM KEDIRI DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana S1 Komunikasi pada Program Studi S1 Hubungan Masyarakat

PROGRAM STUDI DIGITAL PUBLIC RELATIONS FAKULTAS KOMUNIKASI DAN BISNIS

UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG

2022

(2)

1

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR ... 2

DAFTAR TABEL ... 3

BAB I ... 4

1.1 Latar Belakang ... 4

1.2 Tujuan Penelitian ... 9

1.3 Pertanyaan Penelitian ... 9

1.4 Manfaat Penelitian ... 9

1.4.1 Manfaat teoritis ... 9

1.4.2 Manfaat Praktis ... 9

1.5 Waktu dan Lokasi Penelitian ... 9

1.5.1 Waktu Penelitian ... 9

1.5.2 Tempat Penelitian ... 10

BAB II ... 11

2.1 Kajian Pustaka ... 11

2.1.1 Strategi Komunikasi ... 11

2.1.2 Radio ... 14

2.1.3 New Media ... 15

2.1.4 Media Sosial ... 16

2.1.6 Media Sosial Sebagai Media Pendamping Radio ... 19

2.2 Penelitian Terdahulu ... 20

2.3 Kerangka Pemikiran ... 29

BAB III ... 30

3.1 Metode Penelitian ... 30

3.2 Subjek dan Objek Penelitian ... 30

3.2.1 Subjek Penelitian... 30

3.2.2 Objek Penelitian ... 31

3.3. Alat Analisis Penelitian ... 31

3.4 Informan Penelitian ... 32

3.5 Metode Pengumpulan Data ... 33

3.6 Teknik Analisis Data ... 34

3.7 Teknik Keabsahan Data ... 35

(3)

2 Daftar Pustaka ... 37 Lampiran ... 39

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. 1 Presentase Ragam Informasi Yang Paling Banyak di Akses Masyarakat ... 5 Gambar 1. 2 Presentase Ragam Informasi Yang Paling Banyak di Akses Masyarakat ... 6 Gambar 1. 3 Analytics Ag243 melalui socialblade.com ... 7

(4)

3

DAFTAR TABEL

Tabel 2 1 Penelitian Terdahulu Jurnal Nasional ... 21

Tabel 2 2 Penelitian Terdahulu Jurnal Internasional... 24

Tabel 3. 1 Alat Analisis Penelitian... 31

Tabel 3. 2 Informan Penelitian ... 32

(5)

4 BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Radio Andika FM merupakan perusahaan radio siaran di Kota Kediri yang berdiri pada tahun 1989 dengan frekuensi siaran 105,7 Mhz. Radio Andika FM merupakan stasiun radio siaran di wilayah Kediri Raya yang pertama kali menggunakan jalur FM (frequency modulation) untuk saluran nya. Pada awal berdiri Radio Andika FM memiliki format yang sama dengan radio pada umumnya yaitu radio hiburan berupa lagu, kirim salam, dan sebagainya. Tetapi perubahan besar terjadi pada tahun 2014 saat peristiwa gunung Kelud meletus, dimana pada saat itu kebutuhan akan informasi meningkat tajam sehingga Radio Andika FM memanfaatkan momentum tersebut dengan cara membuka kesempatan untuk masyarakat menyuarakan kebutuhan mereka. Peristiwa tersebut merupakan titik balik Radio Andika yang awalnya memiliki format siaran hiburan kemudian bertransformasi menjadi radio dengan format berita (news radio).

Radio Andika FM hanya memiliki satu segmen yaitu “Delmaga Raya” yang berlangsung dari jam 5 pagi hingga jam 1 dini hari. Pada segmen Delmaga Raya didominasi oleh berita, pemutaran musik hanya sebagai selingan biasanya dalam satu jam lagu akan diputar empat kali. Pada segmen ini penyiar berhubungan dengan pendengar yang ingin memberikan informasi ataupun live report peristiwa di sekitar mereka melalui sambungan telepon maupun WhatsApp.

Perkembangan teknologi dan informasi saat ini membawa perubahan besar dalam penyebaran informasi melalui media massa. Cangara (2002) menyatakan bahwa media massa adalah suatu alat untuk menyampaikan pesan dari sumber pesan ke penerima pesan atau khalayak umum menggunakan alat komunikasi mekanis. Dengan semakin berkembangnya teknologi, masyarakat akan semakin mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan melalui berbagai media massa salah satunya adalah radio.

Radio merupakan bentuk dari media massa satu arah yang memiliki peran untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat luas. Informasi yang disampaikan bermacam-macam seperti hiburan, pendidikan, berita, dan sebagainya. Hal ini telah di atur di dalam Undang - Undang Penyiaran Tahun 2003 yang berbunyi: “Penyiaran radio adalah media komunikasi massa dengar, yang menyalurkan gagasan dan

(6)

5 informasi dalam bentuk suara secara umum dan terbuka, berupa program yang teratur dan berkesinambungan”.

Pesatnya perkembangan teknologi memiliki dampak bagi radio. Perlahan eksistensi radio menjadi menurun, dengan media lain seperti televisi dan internet.

Berdasarkan hasil survei indikator sosial budaya Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018 menunjukan bahwa persentase jangkauan pendengar radio di Indonesia berada di presentase 13%, angka ini cukup memprihatinkan karena dua tahun sebelumnya pada 2016 jangkauan pendengar radio di Indonesia masih berada pada presentasi 38%. Halik (2013) mengungkapkan bahwa menurunya orang yang memiliki radio membuat masyarakat cenderung tidak lagi menjadikan radio media favorit mereka dalam memperoleh informasi. Hal ini mungkin disebabkan oleh tidak berdayanya radio menghadapi persaingan televisi untuk merebut pasar khalayaknya.

Tetapi juga untuk menikmati radio dapat dilakukan melalui internet dan telepon seluler. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa radio masih tetap diminati walau angka pendengarnya menurun.

Gambar 1. 1 Presentase Ragam Informasi Yang Paling Banyak di Akses Masyarakat

Sumber: katadata.com

(7)

6 Hal ini juga didukung oleh hasil survei literasi digital yang dilakukan oleh Katadata Insight Center (KIC) yang bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada oktober 2021 yang melibatkan 10.000 responden di 34 provinsi dengan rentang usia 13-70 tahun. Hasil survey menunjukan bahwa masyarakat lebih banyak memanfaatkan media sosial untuk mendapat informasi dengan persentase mencapai 73% sedangkan persentase masyarakat mendengarkan radio dibawah 10%.

Gambar 1. 2 Presentase Ragam Informasi Yang Paling Banyak di Akses Masyarakat

Maka dari itu radio harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang ada agar tidak ditinggalkan pendengarnya. Salah satunya adalah dengan melakukan strategi komunikasi dengan memanfaatkan media sosial. Cheng dkk (2016) berpendapat bahwa selain memiliki kapasitas untuk berkomunikasi melalui pesan, media sosial juga memiliki kemampuan untuk merubah pola penyebaran informasi dari monolog menjadi dialog. Trinoviana (2017) mengungkapkan bahwa media sosial bisa mengembangkan hubungan yang bersifat saling melengkapi dengan radio.

(8)

7 Sehingga radio bisa memanfaatkan media sosial untuk lebih dekat dengan pendengarnya dan juga memudahkan pendengar untuk mencari informasi radio kesukaanya.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Radio Andika FM. Selain melakukan siaran on air Radio Andika FM juga memanfaatkan sosial media seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube sebagai sarana pendukung untuk menyebarkan informasi yang sebelumnya sudah disiarkan melalui radio. Diantara empat sosial media yang dimiliki oleh Radio Andika FM, Facebook menempati urutan teratas media sosial yang memiliki pengikut paling banyak, per tanggal 21 Mei 2022 Facebook Radio Andika memiliki 677.394 pengikut dan 538.500 likes. Fanpage Radio Andika di Facebook bernama “Ag243”. Nama Ag243 diambil dari AG yang merupakan plat nomor kendaraan untuk wilayah karesidenan Kediri sedangkan 243 merupakan nomor rumah dari alamat studio Radio Andika FM yaitu Jl. Semeru no.

243, kota Kediri. Konten yang disajikan di Ag243 didominasi oleh berita. Berita yang disajikan seputar lalu lintas, kriminal, cuaca, kehilangan, dan apa-apa saja peristiwa yang terjadi di sekitar Kediri.

Facebook Radio Andika FM “Ag243” mempunyai data pertumbuhan media sosial yang baik jika dilihat melalui Socialblade.com. Socialblade.com merupakan tools analisis media sosial untuk mengetahui pertumbuhan dari sebuah akun sosial media. Data yang disajikan berupa grafik dan data statistik. Berikut data untuk Facebook Radio Andika FM “Ag243”

Gambar 1. 3 Analytics Ag243 melalui socialblade.com

Sumber: Socialblade.co.id

(9)

8 Lewat data diatas dapat dilihat bahwa likes Facebook Radio Andika FM

‘Ag243’ mengalami peningkatan. Grafik bergerak naik secara konsisten sejak Januari 2019 hingga Januari 2022. Hal ini membuktikan bahwa semakin banyak yang menyukai halaman Ag243 maka banyak pula kemungkinan interaksi yang akan muncul disana. Hal ini juga didukung dengan deskripsi yang ada di profile laman Ag243 yang berbunyi ‘Berbagi informasi untuk menemukan solusi. Sekecil apapun informasi yang Anda bagikan akan banyak berarti bagi kita bersama’ kata-kata tersebut bagaikan stimulus yang mendorong para audiens untuk saling membantu satu sama lain melalui memberi, menerima, dan menyebarkan informasi. Kemudian pada grafik total talking about bergerak naik dan turun yang menandakan tidak stabil nya pembicaraan di tentang Radio Andika FM di Facebook.

Selain itu media sosial juga dimanfaatkan oleh Radio Andika FM untuk berinteraksi dengan para pendengar. Hal ini juga didukung dengan pernyataan yang mengatakan bahwa media sosial digunakan stasiun radio untuk membangun loyalitas melalui konten, termasuk gambar, video, dan sebagainya (prca.org.uk, n.d.). Pertiwi (2009) mengungkapkan bahwa fenomena ini mengakibatkan terbukanya arus informasi baru yang berbeda dari media massa konvensional yang sudah ada sebelumnya seperti televisi, radio, maupun media cetak..

Maka dari itu Radio Andika agar tetap bisa dekat dengan audiens nya maka perlu menggunakan strategi komunikasi yang bisa mengikuti perkambangan zaman tersebut. Salah satu cara melakukan stategi komunikasi adalah dengan memanfaatkan media sosial Facebook. Melihat eksistensi radio yang semakin menurun saat ini maka harus ada upaya yang dilakukan agar radio tetap bisa bertahan di era disrupsi teknologi, salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial sebagai media untuk melakukan strategi komunikasi agar tercipta hubungan baik dengan para pendengar.

Dengan memanfaatkan media sosial maka diharapkan hubungan dengan pendengar tetap terjalin. Berdasarkan paparan yang sudah disebutkan maka peneliti melihat adanya urgensi untuk melakukan penelitian tentang bagaimana Radio Andika memanfaatkan Facebook mereka yang memiliki ratusan ribu pengikut dalam melakukan strategi komunikasi dengan judul “Strategi Komunikasi Radio Andika Dengan Memanfaatkan Media Sosial Facebook”

(10)

9 1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh Radio Andika FM Kediri dengan memanfaatkan media sosial Facebook.

1.3 Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang disampaikan diatas maka pertanyaan penelitian adalah sebagai berikut “Bagaimana strategi komunikasi dilakukan oleh Radio Andika FM Kediri dengan memanfaatkan media sosial Facebook?

1.4 Manfaat Penelitian

Adaapun manfaat teoritis dan praktis dari penelitian ini, yaitu sebagau berikut:

1.4.1 Manfaat teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai wawasan dan referensi untuk penelitian yang akan dilakukan di masa mendatang dan juga dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sejenis.

1.4.2 Manfaat Praktis

Manfaat praktis penelitian ini adalah sebagai sarana belajar dalam mengeksplorasi pentingnya melakukan strategi audience engagement pada sebuah perusahaan, selain itu penelitian ini merupakan syarat untuk kelulusan untuk tingkat Strata 1 (S1) program studi Digital Public Relations, Telkom University.

Selain itu Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai masukan ataupun saran bagi perusahaan terkait.

1.5 Waktu dan Lokasi Penelitian 1.5.1 Waktu Penelitian

Tabel 1. 1 Waktu Penelitian

Tahapan

Waktu Pengerjaan

Maret April Mei Juni Juli Agust us

(11)

10 Menentukan topik, judul dan

objek penelitian

Proses Penyusunan BAB I Proses Penyusunan BAB II Proses Penyusunan BAB III

Desk Evaluation

Pengumpulan dan

pengolahan data

1.5.2 Tempat Penelitian

Peneliti melakukan penelitian di studio Radio Andika FM yang berada di Jl.Semeru 243 Kota Kediri, Jawa Timur.

(12)

11 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Strategi Komunikasi

Strategi komunikasi merupakan perencanaan dan manajemen komunikasi untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Tetapi di dalam upaya mewujudkan tujuan tersebut strategi bukan hanya digunakan untuk arahan tetapi juga taktik operasionalnya. Definisi lain dari strategi komunikasi menurut Cangara (2013) adalah suatu rancangan mentransfer ide-ide baru yang dibuat untuk mengubah perilaku khalayak dalam skala yang lebih besar. Komunikator, pesan, media, komunikan, dan efek yang ditimbulkan merupakan elemen-elemen di dalam strategi komunikasi menghasilkan kombinasi yang baik untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal.

Definisi lain dari strategi komunikasi juga diungkapkan oleh Anwar Arifin (2010) yakni strategi komunikasi adalah putusan bersyarat tentang tindakan yang perlu diambil untuk mencapai suatu tujuan. Singkatnya, ketika mengembangkan strategi komunikasi harus ada pertimbangkan mengenai situasi-situasi yang mungkin akan dihadapi untuk mencapai perubahan pada publik. Fred David (1998) mengungkapkan bahwa dengan strategi yang baik maka akan tercipta citra yang menguntungkan yang dihasilkan oleh persepsi dan tindakan dari khalayak sebagai sasaran dari sebuah strategi. Hal ini dapat dilihat bahwa opini publik akan lebih mudah untuk dipengaruhi dalam mencapai tujuan. Pelaksanaan strategi sering dianggap sebagai tahap yang paling sulit karena diperlukan komitmen, sikap disiplin, dan pengorbanan.

Strategi komunikasi bertujuan untuk menciptakan pengertian dalam berkomunikasi dan juga memotivasi agar dapat mencapai tujuan. R. Wayne Pace, Brent D. Peterson, dan M. Dallas Burnet dalam Rusady Ruslan (2008) menjelaskan ada empat tujuan strategi komunikasi, yaitu:

1. To secure understanding, Memastikan bahwa terjadi suatu pengertian dalam berkomunikasi. Memberikan pengaruh melalui pesan-pesan yang disampaikan kepada komunikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

(13)

12 2. To establish acceptance, Bagaimana cara penerimaan itu terus dibina dengan baik. Setelah komunikan menerima dan mengerti pesan yang disampaikan, pesan tersebut perlu dikukuhkan dalam benak komunikan agar menghasilkan feedback yang mendukung pencapaian tujuan komunikasi.

3. To Motive Action. To motivate action yaitu penggiat untuk memotivasi.

Komunikasi selalu memberi pengertian yang diharapkan dapat mempengaruhi atau mengubah perilaku komunikan sesuai dengan keinginan komunikator. Jadi strategi komunikasi ditujukan untuk mengubah perilaku komunikan

4. The goals which the communicator sought to achieve, Artinya bagaimana mencapai tujuan yang hendak dicapai oleh pihak komunikator dari proses pesan tersebut.

a. Perumusan Strategi Komunikasi

Dalam menyusun sebuah strategi komunikasi ada empat langkah yang harus diperhatikan agar tercipta komunikasi yang efektif. Berikut empat langkah menyusun strategi komunikasi menurut Anwar Arifin (2008):

1. Menegnal Khalayak

Memahami khalayak merupakan langkah awal dalam menyusun strategi komunikasi. Mengenal dan memahami sikap khalayak akan mempermudah komunikator dalam menentukan model komunikasi apa yang tepat dan sesuai sehingga pesan yang disampaikan akan diterima dengan baik oleh komunikan. Mengenal khalayak dapat dilakukan dengan mencari informasi tentang bagaimana tingkat pengetahuan khalayak mengenai topik yang akan dibahas dan media apa yang biasa mereka gunakan untuk menerima pesan.

2. Menyusun Pesan

Setelah memahami khalayak seperti apa dan bagaimana situasinya maka langkah selanjutnya adalah menyusun pesan apa yang akan disampaikan kepada khalayak. Pesan disampaikan secara langsung maupun melalui media

(14)

13 komunikasi. Wilbur Schramm dalam Anwar Arifin (2008) mengungkapkan agar pesan yang disampaikan efektif maka harus memenuhi syarat-syarat berikut :

1. Perancangan pesan harus dibuat sebaik mungkin agar dapat menarik perhatian target khalayak.

2. Pesan perlu menggunakan simbol atau tanda tertentu yang diketahui dan dipahami oleh target khalayak sehingga pesan akan lebih mudah untuk dimengerti.

3. Pesan harus membangkitkan kebutuhan khalayak dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut.

4. Pesan yang dibuat untuk membangkitkan perhatian khalayak diharapkan dapat memberi timbal balik atau feedback.

3. Menentukan Metode

Menentukan metode dalam proses penyampaian pesan merupakan salah satu hal yang penting karena akan membantu komunikasi menjadi efektif dan efisien. Terdapat metode komunikasi yang efektif, yaitu:

1. Metode Repetition

Teknik mempengaruhi khalayak dengan cara mengulang- ulang pesan. Selain akan menarik perhatian, metode ini dapat membuat khalayak akan lebih mengingat pesan yang disampaikan.

2. Metode Canalizing

Metode ini memaham bagaimana pengaruh kelompok terhadap suatu individu. Kemudian penyampaian pesan disesuaikan dengan sikap, kepribadian, dan motif khalayak.

3. Metode Informatif

Pesan yang disampaikan bertujuan untuk memberi penerangan dan mempengaruhi khalayak. Penerangan yang dimaksud adalah menyampaikan suatu informasi apa adanya dan merupakan fakta.

4. Metode Persuasif

(15)

14 Merupakan metode untuk mempengaruhi dengan cara membujuk. Metode ini tidak menggunakan pemikiran yang kritis sehingga target khalayak secara tidak sadar akan terpengaruh.

5. Metode Edukatif

Psan disampaikan secara terstruktur, terencana, dan sistematis dengan cara memberikan suatu pendapat, fakta, ide, ataupun pengalaman yang dapat dipertanggungjawabkan untuk memberikan pengaruh mendalam terhadap target khalayak.

6. Metode Koersif

Metode ini menggunakan paksaan untuk mempengaruhi target khalayak. Dalam hal ini khalayak dipaksa untuk menerima suatu ide maupun gagasan yang didalam pesan nya tidak hanya ada pendapat tapi terkadang juga ancaman.

4. Seleksi dan Penggunaan Media

Pemilihan media dalam melakukan strategi komunikasi harus selektif, komunikator harus bisa mengetahui dan menyesuaikan media apa yang cocok untuk digunakan. Media komunikasi yang tepat akan membuat pesan bisa diterima dengan baik. Media komunikasi merupakan alat yang digunakan untuk menjalankan proses komunikasi. Setiap media komunikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing maka dari itu memilih media komunikasi yang tepat perlu dilakukan agar komunikasi bisa berjalan dengan efektif

2.1.2 Radio

Radio merupakan media massa yang menggunakan gelombang elektromagnetik di dalam pengiriman dan penerimaan pesan nya. Gelombang tersebut dipancarkan melalui stasiun kemudian diterima di berbagai tempat yang memiliki radio seperti dirumah, di mobil, dan lain sebagainya. Radio bersifat audial yakni menyampaikan pesan di radio menggunakan suara atau kata-kata. Ahmad (2015) mengungkapkan bahwa radio adalah media yang

(16)

15 dapat menguasai ruang karena siaran radio dapat diterima dimana saja asalkan dalam jangkauan tetapi suaranya tidak dapat diulang kembali disebabkan oleh sifatnya yang satu arah. Dibandingkan dengan media massa yang lain, radio dinilai jauh lebih efektif dari segi biaya dan penyebaran jangkauan audiens.

Siahaan (2015) mengungkapkan bahwa radio unggul dalam hal kecepatan dan perluasan penyebaran pesan, serta proses produksi radio lebih sederhana dibanding media yang lain. Keunggulan lain dari radio adalah kemampuan untuk menciptakan imajinasi atau gambaran mengenai suatu hal melalui kata- kata yang diungkapkan oleh penyiar radio, istilah ini disebut dengan theatre of mind. Menurut Siahaan (2015) radio merupakan media massa yang memiliki ciri khas yang tak akan tergantikan yaitu blind medium karena hanya bisa dinikmati melalui suara dan memiliki tiga komponen utama yaitu kata yang diucapkan, musik, dan efek suara.

Sebagai media publik radio memiliki peran sebagai media informasi publik yang menyalurkan informasi dari satu pihak ke pihak lain, radio sebagai media diskusi untuk mencari solusi perbedaan pendapat, radio juga sebagai penyalur aspirasi rakyat terhadap kebijakan, dan radio sebagai sarana untuk menumbuhkan kejujuran dan kebersamaan dalam semangat kemanusiaan, oleh Masduki (2001).

2.1.3 New Media

New Media atau media baru adalah istilah yang digunakan untuk teknologi komunikasi yang semakin berkembang seiring berkembangnya zaman. McQuail (2001) mengungkapkan bahwa ciri khas dari new media adalah saling terhubung, akses terhadap individu sebagai peneriima maupun pengirim pesan, interaktivitas, kegunaanya yang bermacam-macam, dan sifatnya yang terbuka. New media saat ini merupakan bentuk perkembangan dari internet yang juga merupakan perkembangan teknologi pada awal tahun 2000. Namun bukan berarti media lama seperti radio, televise, surat kabar, dan sebagainya serta merta mati melainkan dengan adanya new media ini dapat dimanfaatkan untuk media konvensional untuk beradaptasi dalam bentuk media yang baru.

(17)

16 Dengan hadirnya new media membuat penyajian informasi menjadi lebih beragam, informasi tidak hanya berupa tulisan saja namun bisa berupa visual, audio, maupun audio visual. Flew (2005) menjelaskan bahwa new media memakai format media yang merupakan kombinasi data yang berupa teks, gambar, suara, dan sebagainya dalam format digital. Maka dari itu new media dapat dikatakan sebagai sebuah bentuk digitalisasi.

Pada new media khalayak tidak hanya sebagai penerima pesan tetapi juga dilibatkan didalamnya sehingga muncul interaksi dan komunikasi yang interaktif anatara komunikator dengan komunikan. Hal tersebut termasuk kedalam salah satu karateristik new media yang diungkapkan oleh Nicolas Gane dan David Beer (2008), berikut karateristik lainya dari new media:

1. Network, yaitu semua bentuk komunikasi dilakukan dengan cara digital atau terhubungan dengan jaringan internet.

2. Information, yaitu khalayak berpeluang besar untuk memeperolah informasi sebanyak-banyaknya dan memungkinkan mereka untuk mengoblah kembali pesan dan menyebarkanya.

3. Interface, komunikasi bisa dilakukan melalui tatap muka melalui internet dan memungkinkan adanya feedback.

4. Archive, khalayak dapat mengakses informasi yang mereka butuhkan dari media yang mempublish informasi di berbagai platform mereka.

5. Interactivity, di media baru khalayak dilibatkan dan dapat berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang baru.

2.1.4 Media Sosial

Media sosial merupakan media yang memiliki berbagai fungsi seperti alat untuk berkomunikasi dan menggali informasi. Van Dijk (2013) mengungkapkan bahwa media sosial merupakan platform media yang berfokus pada memberikan fasilitas kepada pengguna untuk beraktivitas dan berkolaborasi di dalamnya. Karena itu, media sosial dianggap sebagai fasilitator online yang dapat menguatkan hubungan antar pengguna untuk menciptakan ikatan sosial.

(18)

17 Sedangkan menurut Philip Kotler dan Kevin Keller (2012) Media sosial dapat digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk memberikan berbagai macam konten kepada audiensnya dan begitu juga sebaliknya. Konten dapat berupa informasi teks, gambar, video, maupun audio. Di dalam media sosial perusahaan maupun organisasi berinteraksi dengan audiensnya sehingga tercipta hubungan baik antar kedua pihak.

Media sosial memiliki beberapa karakteristik khusus yang berbeda dengan media yang lainya yang diungkapkan oleh Nasrullah (2016):

1. Jaringan, yakni media sosial membentuk jaringan antar penggunanya agar terhubung satu sama lain secara mekanisme teknologi (internet).

2. Informasi, informasi merupakan hal yang penting karena aktivitas yang berdasar pada sosial media seperti konten hingga interaksi yang berdasarkan pada informasi.

3. Arsip, yaitu informasi dapat disimpan dan diakses kapanpun dengan menggunakan perangkat apapun karena informasi tersebut tidak akan hilang jika tidak dihapus.

4. Interaksi, hal ini berhubungan dengan jaringan antar pengguna, dimana interaksi dapat memperluas relasi dan berupa memberi komentar dan lain sebagainya.

5. Simulasi sosial, simulasi yang dimaksud adalah apa yang terjadi di sosial media adalah bentuk virtual dari kehidupan nyata dimana biasanya melibatkan keterbukaan atas diri dan identitas.

6. Konten, dalam hal ini seseorang dapat memproduksi konten mereka sendiri dan mengonsumsi konten yang diproduksi oleh orang lain.

7. Penyebaran, yaitu seseorang tidak hanya mengonsumsi konten namun juga secara aktif menyebarkan konten tersebut agar menjangkau lebih banyak orang.

(19)

18 2.1.5 Facebook

Facebook merupakan situs situs jejaring sosial yang didirikan oleh Mark Zuckerberg, alumni Harvard pada 4 Februari 2004. Teda dan Smith (2010) mengungkapkan definisi ejaring sosial adalah sekelompok orang, atau komunitas, yang memiliki minat, perspektif, atau latar belakang yang sama. Sebanyak kami ingin berbicara tentang jejaring sosial dalam konteks layanan online populer seperti Facebook, jaringan ini ada secara offline sama seperti yang mereka lakukan secara online.

Awalnya Facebook hanya diperuntukan untuk mahasiswa dari Harvard saja tetapi beberapa bulan selanjutnya diperluas ke perguruan tinggi lain yang berada di wilayah Boston. Kemudian dalam jangka waktu satu tahun Facebook mengalami perkembangan yang pesat hingga paa 26 September 2006 tidak hanya mahasiswa dari perguruan tinggi saja yang bisa menggunakan Facebook tetapi siapapun yang memiliki email juga dapat bergabung di Facebook.

Menurut Ulfah (2017) Facebook merupakan jejaring sosial yang didalamnya pengguna dapat menambahkan foto, kontak, maupun informasi lainya pada profil mereka. Selain itu pengguna juga dapat bergabung dengan komunitas untuk memperluas koneksi dan berinteraksi dengan pengguna lainnya. Facebook menyediakan fitur yang terdiri dari gabungan social networking seperti chatting, blogging, sharing, dan email yang bisa dilakukan dalam satu akun. Fitur tersebut yakni profil, news, feed, wall, applications, photo, video, poke, group, events, marketplace, post notes, dan gift.

Facebook memiliki beberapa kelebihan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, menurut Wati dan Rizky (2009) berikut merupakan kelebihan Facebook:

1. Lebih informatif karena pengguna dapat memantau apa yang sedang terjadi dengan menggunakan fitur status update, news feed, photos, dan lain-lain sehingga pengguna dapat mengikuti perkembangan informasi yang terjadi.

2. Mempermudah berkomunikasi dengan orang lain.

3. Dapat memilah foto atau informasi apa yang dapat dilihat orang lain.

4. Media membangun komunitas, memperluas relasi, dan media promosi untuk mewujudkan suatu hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama.

(20)

19 5. Sistem perlindungan akun saat ada yang mencoba masuk maupun meretas dengan cara mengkonfirmasi terlebih dahulu ke alamat email yang lain.

Selain kelebihan yang disebutkan diatas, Facebook sebagai media sosial juga memiliki beberapa fungsi yang dijelaskan oleh Tenia (2017) yaitu :

1. Tempat utuk mencari informasi, yaitu di dalam media sosial terdapat banyak informasi, pengetahuan, dan berita terkini yang dapat memenuhi kebutuhan informasi

2. Hiburan, yaitu media sosial dapat memberikan hiburan dengan konten- konten yang ada di dalamnya.

3. Komunikasi online, yaitu media sosial dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi secara online seeperti chat, membagikan status, dan sebagainya.

4. Menggerakan masyarakat, yaitu dengan munculnya sesuatu yang ramai maka akan mengundang banyak tanggapan dan berpotensi menggerakan banyak orang.

5. Sarana berbagi, yaitu dengan memggunakan media sosial persebaran infromasi menjadi lebih luas dan lebih bisa menjangkau khalayak luas.

2.1.6 Media Sosial Sebagai Media Pendamping Radio

Sebagai media massa, radio memiliki peran besar sebagai media informasi.

Namun seiring berkembangnya zaman dan dengan hadirnya media baru perlahan merubah cara seseorang dalam menyampaikan dan menerima informasi. Salah satunya dengan hadirnya media sosial yang saat ini tengah popluer digunakan oleh banyak orang untuk mendapat informasi yang mereka butuhkan. Kehadiran media sosial perlahan menggeser popularitas radio yang dahulu banyak dituju oleh masyarakat ketika mereka ingin mendapatkan infromas.

Dengan hadirnya media sosial tak serta merta membuat radio menjadi mati.

Radio tetap eksis namun tidak se populer dahulu. Media sosial bagaikan pisau bermata dua bagi radio. Di satu sisi adanya media sosial dapat mengancam kehadiran radio, tetapi di sisi lain media sosial dapat dijadikan sebagai media pendukung radio. Hal ini

(21)

20 berarti radio harus bisa beradaptasi dengan kebaruan teknologi agar tetap berdiri dan tidak tergerus oleh media-media baru yang akan muncul.

Media sosial saat ini merupakan media yang banyak digemari masyarakat untuk mencari informasi karena aksesnya yang mudah, cepat, dan informasi yang disajikan up to date. Hal dapat dimanfaatkan oleh radio yaitu menjadikan media sosial sebagai media pendamping. Karena radio memiliki sifat komunikasi satu arah yang artinya apa yang disampaikan saat siaran acara radio tidak bisa diulang, maka dengan menggunakan media sosial maka informasi bisa disajikan kembali di platform tersebut dan khalayak bisa mengaksesnya kapanpun dan dimanapun.

2.2 Penelitian Terdahulu

Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu Jurnal Nasional Literatur Review 1 (Jurnal Nasional)

Judul Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi Bagi Radio Mersi 93.9 FM

Peneliti Ita Suryani, Liliyana, Muhammad Handar, Ratnasari Ekasuci

Tahun 2020

Sumber PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PROMOSI BAGI RADIO MERSI 93.9 FM | Suryani | Jurnal Komunikasi (bsi.ac.id) Hasil Hasil penelitian menunjukan bahwa media social Mersi 93.3 FM

memiliki ikatan dengan pendengarnya terlihat dari adanya komunikasi dua arah. Hal ini terlihat dari pendengar banyak me- request lagu dan berkirim salam melalui media social Mersi 93.3 FM (Facebook, Intagram, Twitter). Hal tersebut dimanfaatkan oleh Radio Mersi 93.9 FM untuk melakukan promosi program on air dan off air, tetapi hasil penelitian menunjukan pengikut jarang memberikan tanggapan mereka terhadap postingan program off air yang berlangsung. Selain itu tidak ada tim media social khusus, tugas untuk memantau media sosial diserahkan ke penyiar sehingga interkasi tidak efektif.

(22)

21 Perbedaan Perbdaan penelitian terdapat pada objek penelitian, penelitian

ini berfokus pada penggunaan Instagram, Facebook, dan Twitter sebagai media promosi untuk program on air dan off air, sedangkan peneliti memilih meneliti pemanfaatan Facebook sebagai media untuk melakukan strategi komunikasi.

Tabel 2 1 Penelitian Terdahulu Jurnal Nasional

Literatur Review 2 (Jurnal Nasional)

Judul Strategi Komunikasi Radio PTPN 99.60 FM Solo Dalam Meningkatkan Brand Image (Studi Deskriptif Kualitatif Menegnai Strategi Komunikasi Radio PTPN 99.60 FM Solo dalam Meningkatkan Brand Image Melalui Instagram

Peneliti Siti Madiana Putri

Tahun 2020

Sumber Jurnal Kommas

Hasil Radio PTPN Solo mengenal khalayak melalui database, interaksi dengan pendengar, dan juga tren dengan menggunakan Instagram sebagai media utnuk melakukan strategi komunikasi ke pendengarnya. Radio PTPN Solo memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Instagram dan masukan dari pendengar untuk meningktkan brand image. Tetapi SDM yang kurang, alat-alat pendukung siaran yang sudah tua, regulasi dalam pembuatan konten di social media, serta persaingan dengan kompetitor menjadi penghambat bagi Radio PTPN Solo dalam menerapkan strategi komunikasi untuk membangun brand image mereka.

Perbedaan Perbedaan penelitian terletak pada media sosial yang digunakan, dimana peneliti berfokus pada strategi komunikasi yang dilakukan di Facebook. Sedangkan penelitian diatas berfokus pada strategi komunikasi melalui Instagram.

(23)

22 Literatur Review 3 (Jurnal Nasional)

Judul Pemggunaan Media Sosial “Instagram” Jeje Radio Dalam Meningkatkan Kepuasan Pendengar

Peneliti Hikmatul Maani

Tahun 2018

Sumber PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM JEJE

RADIO DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN

PENDNEGAR | MAANI | Commercium (unesa.ac.id)

Hasil Menurut survei yang dilakukan kepada 105 follower aktif instagram Jeje Radio Surabaya yang mayoritas berusia 15-25 tahun (77.1%) dan 26-6 tahun (22.9%) didapatkan hasil penggunaan Instagram berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pendengar Jeje Radio. Kepuasan ini dipengaruhi oleh tampilan Instagram dan foto Jeje Radio menarik, informasi yang berguna, dan kedekatan antara penyiar dengan pendengar. Dari teori 4C (context, communication, collaboration, connection) semua memberikan pengaruh kepuasan kepasa pendengar kecuali collaboration.

Perbedaan Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti menggunakan metode kualitatif. Selain itu peneliti akan meneliti penggunaan media sosial Facebook sebagai media untuk melakukan startegi komunikasi, sedangkan penelitian diatas berfokus pada pengaruh media sosial terhadap kepuasan pendengar.

Literatur Review 4 (Jurnal Nasional)

Judul Strategi Komunikasi Radio Hard Rock FM Surabaya Dalam Mengelola Program Siaran Pada Masa Pndemi COVID-19 Peneliti Goldhi Gumilang

Tahun 2021

(24)

23 Sumber STRATEGI KOMUNIKASI RADIO HARD ROCK FM

SURABAYA DALAM MENGELOLA PROGRAM SIARAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 | The Commercium (unesa.ac.id)

Hasil Pandemi Covid-19 berdampak pada radio sehingga mengharuskan Radio Hard Rock FM Surabaya mengubah strategi komunikasi mereka dalam mengelola program siaran agar tetap bisa bertahan yaitu menonaktifkan dua program siaran dan melakukan produksi program siaran dari rumah. Proses rekaman materi siaran dilakukan oleh penyiar masing-masing dengan menggunakan ponsel dan mixer tetapi cara ini juga memiliki kendala seperti chemistry yang kurang karena tidak bias berinteraksi secara langsung dan ganguan teknis seperti sinyal yang tidak stabil.

Perbedaan Penelitian ini berfokus pada strategi komunikasi untuk pengelolaan program siaran selama masa pandemi sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti berfoksu pada pemanfaatan madia sosial Facebook untuk melakukan strategi komunikasi.

Literatur Review 5 (Jurnal Nasional)

Judul Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Membangun Hubungan Dengan Pendengar MS Radio

Peneliti Yusran Yunus dan Mahpuddin

Tahun 2020

Sumber PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN PENDENGAR MS RADIO (researchgate.net)

(25)

24 Hasil MS Radio memiliki tiga media sosial (Instagram, Facebook,

Twitter) tetapi diantara ketiga media sosial tersebut Instagram menghasilkan lebih banyak feedback. Dua media sosial yang lain dinilai kurang memberi feedback karena MS Radio merasa fiturnya terbatas. MS Radio memanfaatkan Instagram kaena penyeberan informasi melalui Instagram dinilai lebih cepat daripada media sosial yang lain, selain itu dapat dengan mudah mengkomunikasikan dan memberikan infromasi dalam waktu yang singkat. Selain itu lebih mudah mengukur efektivitas promosi dan informasi melalui respon audiens.

Perbedaan Penelitian diatas berfokus pada pemaksimalan fitur Instagram untuk lebih dekat dengan pendengar, sedangkan peneliti akan lebih berfokus pada strategi komunikasi yang dilakukan di media sosial Facebook.

Tabel 2 2 Penelitian Terdahulu Jurnal Internasional Literatur Review 6 (Jurnal Internasional)

Judul The role of local radio in promoting creative engagement for healthy ageing

Peneliti T.(Patricia) Vella-Burrows, N. Ewbank, J. Philips

Tahun 2021

Sumber The role of local radio in promoting creative engagement for healthy ageing - PubMed (nih.gov)

(26)

25 Hasil Di Inggris seperempat orang dewasa berusia 50 tahun keatas

mendengarkan radio local BBC setiap minggu. Mereka lebih menyukai mendengarkan radio daripada menggunakan media digital untuk mencari informasi kesehatan, kesejahteraan, dan gaya hidup. Penyampaian pesan kesehatan melalui radio dinilai lebih efektif untuk menjangkau populasi masyarakat dengan kesehatan yang rentan (orang tua).

Perbedaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran radio lokal layanan publik untuk mempromosikan keterlibatan kreatif untuk lebih memahami kesehatan masyarakat sedangkan peneliti berfokus pada melihat bagaimana strategi komunikasi radio dijalankan di media sosial.

Literatur Internasional 7 (Jurnal Interasional) Judul Impact of FM Radio on The Audience in Small City

Peneliti Dawood Shah Tareen dan Dr. Yasmeen Sultana Farooqui

Tahun 2020

Sumber Impact Of Fm Radio On The Audience In Small City (repec.org)

Hasil Di Quetta, Pakistan radio FM masih tetap eksis karena banyak disukai oleh anak muda. Program RJ berperan aktif dalam memberikan hiburan dan memberikan motivasi kepada anak muda di Quetta untuk memperbaiki diri mereka dengan membangkitkan kesadaran sosial antar sesama. Radio FM memenuhi kebutuhan kaum muda dengan menyiarkan program- program yang menarik sehingga popularitas radio semakin meningkat.

(27)

26 Perbedaan Penelitian diatas menggunakan metode kuantitatif untuk

mengetahui faktor apa yang menyebabkan radio FM di Quetta melampaui populatritas media komunikasi lainya sedangkan peneliti menggunakan metode kualitatif dan berfokus pada bagaimana pemanfataan Facebook sebagai media yang digunakan radio untuk menjalankan strategi komunikasi.

Literatur Internasional 8 (Jurnal Interasional)

Judul The Power of the “Audience-Public” : Interactive Radio in Africa

Peneliti Sharath Srinivasan dan Stephanie Diepeveen

Tahun 2018

Sumber The Power of the “Audience-Public”: Interactive Radio in Africa - Sharath Srinivasan, Stephanie Diepeveen, 2018 (sagepub.com)

Hasil Siaran radio interaktif memungkinkan public untuk bertanya langsung pada tamu tokoh politik. Tokoh otoritas dapat menghundaru mediasi yang lebih berat dari bentuk-bentuk publikasi jurnalistik yang lainya seperti surat kabar cetak dengan berbicara langsung kepada warga dan melakukan diskusi.

Karena bersifat interaktif maka politisi dapat menggunakanya untuk meyakinkan pendengar tentang legitimasi otoritas mereka. Namun dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang salah oleh partai oposisi.

Perbedaan Penelitian ini menganalisis tentang peran dan sifat partisipasi pendengar (audience) di radio bagi keberhasilan persaingan politik dalam program bincang-bincang politik interaktif sedangkan penliti menganalisis bagaimana media sosial digunakan sebagai strategi komuikasi untuk menarik partisipasi pendengar.

(28)

27 Literatur Internasional 9 (Jurnal Interasional)

Judul Radio Journalism and Women's Empowerment in Niger

Peneliti Emma Heywood

Tahun 2020

Sumber Radio Journalism and Women's Empowerment in Niger:

Journalism Studies: Vol 21, No 10 (tandfonline.com)

Hasil Di Nigeria perempuan mengalami ketidaksetaraan gender.

Radio menjadi sumber informasi terpenting bagi perempuan Nigeria. Radio memberikan kesadaran wanita tentang hak-hak mereka. Mereka mengakui program-program radio telah memberi mereka informasi yang dapat mengklarifikasi kebingungan mereka. Radio berkontribusi secara signifikan dalam memperkuat kepercayaan diri pendengar perempuan di Nigeria melalui program siaran dengan tema pemberdayaan perempuan secara ekonomi, politik, dan di dalam masyarakat.

Perbedaan Penelitian ini mengalisis peran radio dalam meningkatkan kesadaran perempuan dan bagaimana penyediaan informasi radio dapat berkontribusi dalam pembentukan keyakinan dan nilai perempuan di mata masyarakat, sedangkan penliti menganalisis bagaimana peran sosial media sebagai media pendamping radio agar tetap bisa dekat dengan pendengarnya.

Literatur Internasional 10 (Jurnal Interasional)

Judul The Most Tunning Radio Frequencies Among Tamil University Student Community: A Users and Gratification Study on The Radio Audience

Peneliti Sivapriya Sriram, K.G.L.A.N.S.Jayawardhana, J.Jairus3

Tahun 2020

(29)

28 Sumber (PDF) THE MOST TUNING RADIO FREQUENCIES

AMONG TAMIL UNIVERSITY STUDENTS COMMUNITY:

A USERS AND GRATIFICATION STUDY ON THE RADIO AUDIENCE (researchgate.net)

Hasil Hasil survey yang dilakukan kepada 100 peserta (50 siswa tamil dan 50 siswa muslim) menunjukan bahwa sebagian besar responden lebih sua mendengarkan radio pada saat bersantai di malam hari. Mereka lebih banyak mendengarkan radio melalui aplikasi radio FM di ponsel mereka daripada melalui radio yang berbentuk fisik. Mayoritas responden mendengarkan saluran radio swasta daripada radio milik negara. Radio berperan sebagai pendamping ketika pendengarnya merasa kesepian.

Perbedaan Penelitian pada jurnal ini menggunakan metode kuantitatif dan mengeskplorasi sejauh mana radio dapat memenuhi kebutuhan pendengar serta untuk menyelidiki minat saluran di radio FM diantara pendengar Tamil di Tamil di Universitas Trincomalee.

Sedangkan peneliti menggunakan metode kualitatif dan mengeksplorasi bagaimana pemanfaatan sosial media bagi radio untuk melakukan strategi komunikasi

(30)

29 2.3 Kerangka Pemikiran

Radio Andika FM sebagai radio siaran berita menggunakan platform gelombang radio namun saat ini peminat pendengar radio menurun dan berkembangnya teknologi membuat cara penyampaian dan penerimaan pesan menjadi berubah, sehingga Radio Andika FM perlu melakukan strategi komunikasi. Strategi komunikasi dilakukan dengan memanfatakan media sosial Facebook dikarenakan saat ini media sosial tengah menjadi trend.

Radio Andika FM Kediri sebagai radio siaran berita yang masih menggunakan platform gelombang

radio.

Strategi komunikasi radio andika gara dapat diminati audiens

 Mengenal khalayak

 Menyusun pesan

 Menentukan metode

 Seleksi dan penguunaan media Anwar Arifin (2008)

Penggunana media soaial Facebook sebagai platform alternative radio andika fm

Analisis Strategi Komunikasi Radio Andika FM Dengan Memanfaatkan Media Sosial

Facebook

(31)

30

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut Moleong (2014) penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk memahami fenomena yang dialami oleh subjek penelitian dengan cara deskripsi bahasa maupun kata-kata pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan menggunakan berbagai. Analisis kualitatif deskriptif merupakan kegiatan menggambarkan, meringkas, dan menganalisis berbagai situasi dan kondisi dai data yang dikumpulkan dengan cara wawancara maupun pengamatan terhadap permasalahan yang diangkat, oleh I Made Winartha (2006). Dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif fenomena dijelaskan secara mendalam dengan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Semakin detail data yang didapat maka kualitas penelitian semakin baik. Maka dari itu peneliti akan berusaha memberikan pemaparan menyeluruh tentang bagaimana strategi komunikasi oleh Radio Andika dengan memanfaatkan media sosial Facebook

Paradigma merupakan cara pandang ataupun pola pikir peneliti terhadap suatu fenomena. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan paradigma post-positivisme.

Menurut Salim (2016) paradigma post-positivisme merupakan paradigma yang menganggap bahwa manusia tidak selalu benar dalam memandang sebuah realitas.

Untuk itu dibutuhkan metode untuk mengecek kebenaran informasi dari sudut pandang yang berbeda. Dalam hal ini peneliti diharuskan untuk terlibat langsung dengan realitas dan bersifat netral sehingga dapat meminimalisir subjektivitas. Peneliti menggunakan paradigma post-positivisme karena dianggap sinkron dengan apa yang akan diteliti. Peneliti ingin membangun pemahaman tentang bagaimana pemanfaatan media sosial Facebook untuk melakukan strategi komunikasi oleh Radio Andika.

3.2 Subjek dan Objek Penelitian 3.2.1 Subjek Penelitian

Subjek penelitian menurut Yusuf (2007) merupakan sesuatu yang penting di dalam sebuah penelitian, subjek penelitian dapat berupa benda, manusia, atau suatu hal. Subjek pada penelitian ini adalah Divisi New Media pada Radio Andika yang memiliki jobdesc untuk mengelola Facebook dan memantau aktivitas didalamnya.

(32)

31 3.2.2 Objek Penelitian

Sedangkan Objek penelitian menurut Sugiyono (2004) objek penelitian merupakan kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti yang kemudian dipelajari untuk ditarik kesimpulannya. Objek pada penelitian ini adalah strategi komunikasi dijalankan oleh Radio Andika dengan memanfaatkan media sosial Facebook.

3.3. Alat Analisis Penelitian

Tabel 3. 1 Alat Analisis Penelitian

ANALISIS ALAT ANALISIS INDIKATOR

Perumusan Strategi Komunikasi

Arifin (2008)

Mengenal Khalayak Mengenal dan memahami sikap khalayak sehingga model komunikasi bisa ditentukan

Menyusun Pesan Merancang pesan dengan kriteria yang sudah ditentukan

 Pesan dirancang sebaik mungkin

 Menarik, menggunakan simbol tertentu

 Membangkitkan kebutuhan khalayak,

 Feedback

Menentukan Metode Menentukan metode agar komunikasi berjalan efektif dan efisien. Ada berbagai macam metode yang bisa digunakan yaitu:

 Repetition

 Canalizing

(33)

32

 Informatif

 Persuasif

 Edukatif

 Koersif Seleksi dan Penggunaan

Media

Memilih media komunikasi yang sesuai dengan target khalayak

3.4 Informan Penelitian

Adapaun informan penelitian dalam penelitian ini yaitu:

Tabel 3. 2 Informan Penelitian

No Nama Keterangan Deskripsi

1. Adnan Tulus Rahardja (Station Manager Radio Andika FM)

Informan Kunci Beliau dinilai memahami dan meguasai karena membawahi tim new media, tim redaksi, dan tim bisnis yang memiliki

hubungan dengan pengelolaan informasi yang nantinya akan di

publish di

Facebook Radio Andika FM 2. Arta Soemarto

(Producer di Tim New Media Radio Andika FM)

Informan Kunci Beliau dianggap memahami dan menguasai karena

(34)

33 memiliki jobdesc untuk

mengkonsep dan mengelola konten, juga memantau Facebook Radio Andika FM.

3. Slamet Parsono ,S.sos M.I.Kom

Informan Ahli Karena beliau merupakan dosen prodi Digital PR dan memiliki pengalaman bekerja di media massa.

3.5 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data merupakan langkah penting dalam penelitian agar data yang diperoleh dapat diolah untuk penelitian. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan tiga metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.

1. Observasi, Tersiana (2018) mengungkapkan bahwa observasi merupakan proses mengamati dan mencermati sesuatu pada kondisi tertentu. Observasi bertujuan untuk menjelaskan objek, peristiwa, aktivitas, maupun individu.

Dengan melakukan observasi maka peneliti dapat mempelajari makna dan tingkah laku. Peneliti melakukan pengamatan dan pengumpulan data yang dapat memenuhi kebutuhan penelitian melalui Facebook Radio Andika.

2. Wawancara, Menurut Sugiyono (2013) teknik pengumpulan data dengan wawancara peneliti dapat mengetahui hal-hal yang lebih mendalam dan detail tentang narasumber yang berkaitan dalam menginterpretasikan situasi yang terjadi yang tidak dapat ditemukan melalui observasi. Dalam teknik wawancara ini peneliti akan melakukan dialog tanya jawab dengan para

(35)

34 informan penelitian sehingga dapat terjadi pertukaran informasi. Peneliti akan melakukan wawancara dengan (informan) secara langsung maupun via online (WhatsApp, Zoom / Google Meet).

3. Dokumentasi, teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang mengarah kepada subjek penelitian dalam rangka memperoleh informasi mengenai objek penelitian. Dokumen bisa berupa gambar, video, tulisan, dan sebagainya. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan dokumentasi konten maupun publikasi yang ada pada postingan Facebook Radio Andika.

3.6 Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono (2013) teknik analisis data merupakan proses menyusun sistematis data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan cara mengelompokan data kedalam kategori tertentu kemudian menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesis, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari kemudian menyusun ke dalam pola, yang terakhir membuat kesimpulan sehingga akan mudah dipahami bagi diri sendiri maupun yang pembaca. Menurut Miles dan Huberman (1994) ada tiga langkah dalam teknik analisis data pada penelitian kualitatif, yaitu:

1. Reduksi Data

Setelah data terkumpul maka peneliti akan memilah data kemudian memfokuskan data sesuai bidang atau kategori. Data akan diseleksi kemudian rangkuman dalam satuan analisis akan dibuat. Kemudian setelah itu data akan diperiksa kembali sebelum dikelompokan sesuai dengan masalah yang diteliti.

Setelah direduksi maka data yang sesuai dengan penelitian akan dideskripsikan dalam bentuk kalimat sehingga akan diperoleh gambaran utuh tentang masalah penelitian.

Pada penelitian ini setelah melakukan observasi dan wawancara dengan narasumber di Radio Andika FM maka peneliti akan memilah data mana yang akan digunakan. Data yang diperoleh akan dikategorikan menurut indikator yang sudah ditetapkan.

2. Penyajian Data

(36)

35 Dalam penyajian data, analisis dilakukan dengan cara menyajikan data dalam bentuk narasi, jadi peneliti menggambarkan hasil temuan data dalam bentuk uraian kalimat dan di deskripsikan secara jelas dan sistematis.

Setelah melakukan reduksi data dari hasil wawancara bersama Radio Andik FM, peneliti akan menyajikan data kedalam bentuk narasi sehingga akan lebih mudah memahami temuan yang di dapat.

3. Penarikan Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat melalui reduksi data bersifat sementara dan bisa berubah karena masih ada kemungkinan terjadi penambahan ataupun pengurangan. Maka pada tahap ini kesimpulan ditemukan sesuai dengan bukti yang ditemukan secara faktual dan akurat. Dimulai dari pengelompokan data menurut kategori, deskripsi data, kemudian kesimpulan dapat ditarik.

Setelah melakukan reduksi dan menyajikan data maka peneliti akan menarik kesimpulan.

3.7 Teknik Keabsahan Data

Menurut Sugiyono (2013) setelah data sudah terkumpul maka pengujian keabsahan data perlu dilakukan untuk melihat apakah data yang disajikan oleh peneliti sama dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Maka dari itu peneliti menggunakan teknik triangulasi dalam menguji keabsahan data. Menurut Sugiyono (2013) Teknik triangulasi terbagi menjadi 3 yaitu:

1. Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas dilakukan dengan mengecek data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Data tersebut kemudian dideskripsikan, dikategorikan mana pandangan yang sama, yang berbeda, dan mana yang spesifik dari tiga sumber tersebut. Data yang telah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan yang selanjutnya dimintakan kesepakatan dengan sumber data tersebut.

2. Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Bila teknik yang digunakan menghasilkan data yang berbeda-beda maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain

(37)

36 untuk memastikan mana data yang dianggap paling benar. Hal ini juga tidak menutup kemungkinan semua data tersebut benar karena dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

3. Triangulasi Waktu

Waktu mempengaruhi kredibilitas data. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi, atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda.

Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya.

(38)

37

Daftar Pustaka

Arifin, A. (2008). Strategi Komunikasi. Bandung: Armico Bandung.

Dawood Shah Tareen, D. Y. (2020). Impact of FM Radio on The Audience in Small City. ILMA Journal of Social Sciences & Economics (IJSSE), 1.

Gumilang, G. (2021). Strategi Komunikasi Radio Hard Rock FM Surabaya Dalam Mengelola Program Siaran Pada Masa Pndemi COVID-19. Journal Unesa, 4 Heywood, E. (2020). Radio Journalism and Women's Empowerment in Niger.

Hikmatul Maani, D. T. (2018). PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM JEJE RADIO DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PENDNEGAR.

Jurnal Mahasiswa Unesa, 1.

Nasrullah, R. (2016). Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, Sosioteknologi.

Bandung: Simbiosa Rekatama Bandung.

Nicholas Gane, D. B. (2008). NEW MEDIA The Key Concepts. New York: Berg.

Nursapiah. (2020). Penelitian Kualitatif. Medan: Wal Ashri Publishing.

Sharath Srinivasan, S. D. (2018). The Power of the “Audience-Public” : Interactive Radio in Africa. Sage Journal.

Siti Madania Putri, F. R. (2020). STRATEGI KOMUNIKASI RADIO PTPN 99.60 FM SOLO DALAM MENINGKATKAN BRAND IMAGE. Jurnal

Komunikasi Massa, 1.

Sivapriya Sriram, K. J. (2020). The Most Tunning Radio Frequencies Among Tamil University Student Community: A Users and Gratification Study on The Radio Audience. International Journal of Research Science & Management.

Sugiyono, P. D. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta .

Suryani, I. ((2020)). Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi Bagi Radio Mersi 93.9 FM. Komunikasi, Vol 11, No 1.

(39)

38 T.(Patricia), V.-B. N. (2021). The Role of Local Radio in Promoting Creative

Engagement for Healthy Ageing. National Library of Medicine.

Yunus, Y. (2020). Pemanfaatan Media Sosial Instagram Dalam Membangun Hubungan Dengan Pendengar MS Radio. e-journal Kinesik, 7.

(40)

39

Lampiran

Daftar Pertanyaan Wawancara

1. Dari semua sosial media Radio Andika FM, mana media sosial yang paling diminati oleh masyarakat?

2. Apakah ada factor tertentu yang membuat Facebook lebih banyak diminati daripada media sosial yang lain?

3. Dalam satu hari biasanya ada berapa postingan?

4. Darimana sumber berita yang di posting di Facebook di dapatkan?

5. Bagaimana proses verfikasi informasi sebelum dijadikan berita dan di posting di Ag243?

6. Bagaimana segmentasi audiens Ag243?

7. Jenis informasi apa yang paling banyak mendapat komentar maupun likes?

8. Bagaimana perancangan infromasi sebelum di dijadikan postingan di Ag243?

9. Adakah kata atau simbol tertentu yang menjadi ciri khas Ag243 yang juga dipahami oleh audiens?

10. Metode apa yang digunakan dalam proses penyampaian informasi di Ag243?

11. Bagaimana seleksi dalam penggunaan media agar informasi dapat tersampaian dengan baik?

(41)

40

Referensi

Dokumen terkait

(3) Kriteria variabel teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b ditetapkan berdasarkan beban tugas utama pada setiap Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan

Menyadari hal tersebut, Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI DM) menyusun suatu program yang dinamai “Gemar Membaca.” Program ini, pada awalnya, dihajatkan

Kondisi itu terjadi baik ketika Islam menjadi penguasa di Sicilia ataupun ketika penguasa Kristen berkuasa di Sicilia (Ahmad, 1975: 1).Kawasan-kawasan itu menentukan dalam

Telah dilakukan penelitian tentang efektifitas pelaksanaan perkuliahan berdasarkan analisis instruksional pada mata kuliah fisika sekolah II.. Tujuan penelitiannya

Pengaruh harga, PDB Amerika Serikat dan kurs Rupiah terhadap volume ekspor pakaian jadi Indonesia tahun 2000-2014?... =>

Analisis Pengintegrasian Asas Keadilan Dalam Pemeriksaan Perkara Perdata di Persidangan Pengadilan Berdasarkan Hukum Acara Perdata yang Pluralistik. Dalam ilmu hukum tujuan hukum

Selama melakukan penelitian dan pembuatan laporan penelitian skripsi saya tidak melakukan tindak pelanggaran etika akademik dalam bentuk apapun, seperti penjiplakan, pembuatan

Kondisi tersebut potensial untuk dikembangkannya media pembelajaran berbasis internet, sehingga sumber belajar bagi mahasiswa calon guru dalam penyusunan perangkat