MEDIA: (PODCAST, VIDEO, PRESENTASI) TEMA / POKOK BAHASAN
ILUSTRASI
Bisa berupa kisah, cerita, fakta menarik, human interest. Tentu saja nyambung dan mengantarkan poin yang ingin disampaikan.
ISI
Poin-poin inti yang disampaikan. Bisa berupa teori, data, dalil Quran, hadis, sejarah. Sebaiknya dibuat dalam bentuk poin-poin inti tidak lebih dari 3 poin.
AKSI
Ajakan konkret apa yang harus dilakukan. Bisa berupa tips praktis, panduan.
Harus konkret dan mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
KELAS: WAKTU
TEMPLATE SKENARIO
MEDIA: (PODCAST, VIDEO, PRESENTASI) TEMA / POKOK BAHASAN
66
KELAS: WAKTU
ILUSTRASI
Sejak muda jauh sebelum menjadi rasul, Muhammad sudah berperan menjadi pendamai. Ketika akan terjadi perang antar kabilah di kalangan suku Qurays, Muhammad muda dengan gagah berani pergi ke tempat yang disepakati sebagai medan perang. Saat dua pasukan sudah saling berhadapan,
Muhammad dengan kudanya mengambil posisi di tengah-tengah dua pasukan lalu berpidato,
”Wahai kaumku, kalian adalah manusia-manusia bersaudara yang semestinya saling membantu dan saling mengasihi, lalu mengapakah kalian ingin saling menghancurkan?”
Melihat anak muda berpidato, pemimpin pasukan itu berkata, ”Hai anak kecil, lebih baik engkau pulang ke rumah dan biarkan kami menuntaskan urusan kami!”Muhammad tak gentar, lalu menjawab, ”Wahai kaumku, semestimnya kalianlah yang kembali pulang, karena pertikaian ini hanya akan menjadikan kalian semakin lemah dan rapuh. Maka bersatulah karena persatuan
menjadikan kalian semakin kuat dan semakin aman dari gangguan kelompok lain.”
Kali ini dua pasukan terkesima dengan pekataan Muhammad. Mereka sadar akan kebenaran perkataan anak muda bernama Muhamamd ini. Hingga
akhirnya mereka kembali menyarungkan senjata dan sepakat untuk berdamai.
67
ISI
Dari kisah tadi kita mendapat gambaran bahwa Islam adalah agam yang emmabwa ajaran perdamaian. Setidaknya ada 5 hal yang menjadi alasan:
1. Sejarah hidup nabi kita ternyata sejarah seorang pendamai. Pesan pertama nabi saat tiba di madinah juga adalah afsyussalam sebarkan kedamaian.
2. Nama agama kita juga Islam yang berasal dari kata salam yang berbarti damai. Orang yang memeluk Islam disebut Muslim yang artinya orang yang mendamaikan. Setiap bertemu sesama muslim kita mengucap salam yang artinya doa kedamaian. Setiap tasyahud dalam solat kita mengucap salam/damai lebih dari 17 kali!
3. Tugas mendamaikan adalah tugas setiap muslim yang merupakan warisan dari nabi kita dan perintah Allah sperti disebutkan pada ayat berikut:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan bisikan mereka, kecuali bisikan- bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar” (QS. An-Nisaa: 114).
4. Untuk tugas mulia ini, Rasul memberikan janji pahala yang besar bagi orang yang mengerjakannya: "Maukah kalian aku kabarkan tentang derajat yang lebih mulia dari puasa, solat dan sedekah?" Mereka menjawab, "Ya, wahai Rasulullah." Rasul pun bersabda, "Yaitu mendamaikan antarsesama (yang berselisih)."
5. Mendamaikan juga adalah salah satu bentuk shadaqah seperti sabda nabi dalam hadis yang diterima oleh Abu Hurairah ini: Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Setiap ruas tulang tubuh manusia wajib dikeluarkan shadaqahnya setiap hari ketika matahari terbit. Mendamaikan secara adil dua orang yang bertikai adalah shadaqah, membantu orang lain menaiki
kendaraan atau mengangkatkan barang ke atas kendaraannya adalah shadaqah, kata-kata yang baik adalah shaqadah, tiap-tiap langkah
untuk mengerjakan shalat [di masjid] adalah shadaqah, dan menyingkirkan duri dari jalan adalah shadaqah.” (HR Bukhari dan Muslim).
68
AKSI
Konflik bukan untuk dihindari atau diselesaikan dengan kekerasan. Jika kita melihat orang berkonflik, itu adalah ladang amal kita untuk melakukan sunnah rasul, yaitu mendamaikan orang. Khatib ingin memberikan tips praktis untuk menjadi pendamai:
1. Jangan memposisikan orang sebagai pelaku atau korban. Kebanyakan orang yang berkonflik semuanya adalah korban. Setidaknya korban kesalahfahaman.
Atau korban ego masing-masing.
2. Sayangi mereka, seperti seorang ibu yang mendamaikan dua orang anaknya yang dua-duanya dia cintai.
3. Jadilah pendengar yang sabar. Kebanyakan konflik disebabkan kedua belah pihak merasa tidak dihargai dan tidak didengar. Tetapi pada waktu yang sama mereka ingin berbicara. Saat semua bicara, tak ada yang mendengar. Karena tidak saling mendengar, mereka saling berteriak. Posisi kita sebagi pendamai adalah sebagai orang yang siap mendengarkan. Terkadang, hanya dengan memberi kesempatan mereka bica dan didengarkan, bagia meeka sudah megurangi 50% dari masalah yang mereka perselisihkan.
4. Fahami kepentingan orang yang berselisih, bukan posisinya. Suami istri yagn berselisih seringkali berkutat pada posisi mereka sebagai suami dan posisi sebagai istri. Mereka masing-masing mempertahankan posisi mereka. Padahal di balik posisi itu ada kepentingan yang sama, tetapi mereka lupa akan
kepentingan bersam aitu karena saling mempertahankan posisi. Tugas kita sebagai pendamai mengajak mereka untuk pindah dari saling
mempertahankan posisi untuk menemukan kepentingan bersama.
5. Jaga jarak, jangan ikut terlibat secara emosi dalam perselisihan. Pertahankan sikap sabar. Karena kadang meneylesaikan konflik perlu waktu yang lama.
Tetapi ingatlah bahwa ini adalah tugas mulia seorang Muslim yang besar pahalanya. Sebagai penutup, ada kisah Jafar Ashadiq mungkin bisa
menginspirasi kita untuk selalu mendamaikan. Ja’far Ashadiq sering menitipkan sejumlah uang kepada murid-muridnya. Mereka pun bertanya, "untuk apa ini ya imam?" Beliau pun menjawab, "Untuk persiapan jika ada yang berselisih,
damaikan dengan uang ini."
TEMPLATE SKENARIO
MEDIA: (PODCAST, VIDEO, PRESENTASI) TEMA / POKOK BAHASAN
AKSI
Ajakan konkret apa yang harus dilakukan. Bisa berupa tips praktis, panduan.
Harus konkret dan mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
ILUSTRASI
Bisa berupa kisah, cerita, fakta menarik, human interest. Tentu saja nyambung dan mengantarkan poin yang ingin disampaikan.
Poin-poin inti yang disampaikan. Bisa berupa teori, data, dalil Quran, hadis,
ISI
sejarah. Sebaiknya dibuat dalam bentuk poin-poin inti tidak lebih dari 3 poin.
KELAS: WAKTU
TEMPLATE SKENARIO
MEDIA: (PODCAST, VIDEO, PRESENTASI) TEMA / POKOK BAHASAN
AKSI
Ajakan konkret apa yang harus dilakukan. Bisa berupa tips praktis, panduan.
Harus konkret dan mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
ILUSTRASI
Bisa berupa kisah, cerita, fakta menarik, human interest. Tentu saja nyambung dan mengantarkan poin yang ingin disampaikan.
Poin-poin inti yang disampaikan. Bisa berupa teori, data, dalil Quran, hadis,
ISI
sejarah. Sebaiknya dibuat dalam bentuk poin-poin inti tidak lebih dari 3 poin.
KELAS: WAKTU
TEMPLATE SKENARIO
MEDIA: (PODCAST, VIDEO, PRESENTASI) TEMA / POKOK BAHASAN
AKSI
Ajakan konkret apa yang harus dilakukan. Bisa berupa tips praktis, panduan.
Harus konkret dan mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
ILUSTRASI
Bisa berupa kisah, cerita, fakta menarik, human interest. Tentu saja nyambung dan mengantarkan poin yang ingin disampaikan.
Poin-poin inti yang disampaikan. Bisa berupa teori, data, dalil Quran, hadis,
ISI
sejarah. Sebaiknya dibuat dalam bentuk poin-poin inti tidak lebih dari 3 poin.
KELAS: WAKTU
TEMPLATE SKENARIO
MEDIA: (PODCAST, VIDEO, PRESENTASI) TEMA / POKOK BAHASAN
AKSI
Ajakan konkret apa yang harus dilakukan. Bisa berupa tips praktis, panduan.
Harus konkret dan mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
ILUSTRASI
Bisa berupa kisah, cerita, fakta menarik, human interest. Tentu saja nyambung dan mengantarkan poin yang ingin disampaikan.
Poin-poin inti yang disampaikan. Bisa berupa teori, data, dalil Quran, hadis,
ISI
sejarah. Sebaiknya dibuat dalam bentuk poin-poin inti tidak lebih dari 3 poin.
KELAS: WAKTU