• Tidak ada hasil yang ditemukan

Temu Teknis Budidaya Tanaman Padi Jarw o Super

Dalam dokumen Laporan Akhir Kegiatan Tahun 2016 (Halaman 47-59)

I V. HASI L DAN PEMBAHASAN

4.1. Meningkatkan sinergi, komunikasi dan diseminasi program strategis Balitbangtan dan kementerian pertanian dengan dinas

4.1.2. Temu Teknis Budidaya Tanaman Padi Jarw o Super

Salah satu faktor yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan petani adalah melalui penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Penyuluhan Pertanian merupakan suatu pendidikan non formal yang ditujukan kepada petani dan keluarganya untuk meningkatkan pengetahuannya di sektor pertanian. Keberhasilan penyelenggaraan penyuluhan pertanian sangat ditentukan oleh materi pendukung, seperti media penyuluhan pertanian dalam berbagai bentuk dan sesuai dengan kebutuhan. Media penyuluhan pertanian dalam berbagai bentuk dan sesuai dengan sasaran yang ingin dituju, mutlak diperlukan karena tingkat kemampuan maupun tingkat pendidikan petani berbeda. Pernyataan ini didukung oleh Mardikanto (1993), bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tergantung ataupun dipengaruhi oleh ketersediaan materi penyuluhan pertanian yang merupakan materi pendukung. Penyebarluasan informasi dalam penyuluhan pertanian mencakup penyebaran informasi yang berlangsung antar penentu kebijakan, antar peneliti, antar penyuluh, antar petani maupun antar pihak-pihak yang berkedudukan setingkat dalam proses pembangunan pertanian sehingga peningkatan produksi, pertambahan pendapatan/ keuntungan.

Pada kegiatan display/ demplot sistem tanam Jajar Legowo Super, inovasi teknologi yang diterapkan perlu di desiminasikan. Oleh karena itu pelaksanaan diseminasi dilakukan melalui Temu Teknis dan Sosialisasi. Dengan demikian penguasaan inovasi teknologi lebih lengkap, sehingga dimasa mendatang akan di peroleh produktivitas yang tinggi sebagai sumber peningkatan pendapatan petani.

Temu Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super dilaksanakan dengan tujuan untuk mendiseminasikan inovasi teknologi jajar legowo super padi sawah kepada petani dan Stakeholders.

Keluaran yang diharapkan dari temu teknis ini adalah t ersebarnya informasi inovasi teknologi jajar legowo super padi sawah kepada petani dan

Stakeholders dengan harapan dapat diadopsi guna mendukung percepatan swasembada pangan di Propinsi Bengkulu umumnya, di Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu khususnya.

Temu Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super dilaksanakan di Aula Pertemuan BP3K Kedurang Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan, pada hari Rabu 24 Agustus 2016 dengan materi yang disampaikan sebagai berikut :

a. I novasi Teknologi Budidaya Padi Jajar Legowo Super

b. Program Dinas Pertanian dalam Rangka Pengembangan dan Peningkatan Produksi Padi di Kabupaten Bengkulu Selatan.

c. Peran BP4K dalam Program Pengembangan dan Peningkatan Produksi Padi di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Sebelum dimulai Temu Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super semua peserta mengisi daftar hadir dan biodata, selanjutnya Temu Teknis dengan arahan dan sambutan selamat datang dari Camat Kecamatan Kedurang, BPTP Bengkulu, Kepala Bidang Pertanian dan dibuka secara resmi oleh Kepala BP4K yang diawali dengan pengarahan. Acara selanjutnya penyampaian materi dan diskusi.

Peserta yang hadir pada Temu Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super yaitu sebanyak 60 orang yaitu Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, BP4K Kabupaten Bengkulu Selatan, Seluruh PPL di Wilayah kerja BP3K Kedurang, Petugas dari BP3K Kedurang I lir, Camat Kecamatan Kedurang, Babinsa, Kepla Desa Tanjung Besar, KTNA Kecamatan Kedurang dan semua petani kooperator

display padi jajar legowo super di Desa Tanjung Besar Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu.

Komposisi peserta Temu Teknis Budidaya padi Jajar Legowo Super tertera pada Tabel . sebagai berikut :

Tabel 4. Komposisi peserta Temu Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super di Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan pada tanggal 24 Agustus 2016

No Asal Peserta Jumlah (orang)

1 Dinas Pertanian 1 2 BP4K 2 3 Camat 1 4 BP3K Kedurang 17 5 BP3K Kedurang I lir 2 6 Babinsa 2 7 Kepala Desa 1

8 KTNA Kecamatan Kedurang 1

9 Petani 26

10 BPTP Bengkulu 7

Jumlah 60

Sebelum acara Temu Teknis dimulai dilakukan pengisian kuisioner untuk semua peserta. Kuisioner ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta Temu Teknis terhadap inovasi teknologi jajar legowo super sebelum mengikuti acara Temu Teknis.

Acara Temu Teknis Budidaya Padi Jajar Legowo Super dimulai pukul 08.00-16.00 WI B dengan dipandu oleh Tim pelaksana Kegiatan BPTP Bengkulu. Mengawali acara Temu Teknis sambutan selamat datang dari Camat Kecamatan Kedurang, penjelasan pelaksanaan display/ demplot demplot Budidaya Padi Jajar Legowo Super BPTP Bengkulu, kepala bidang pertanian Dinas Pertanian Bengkulu Selatan dan dibuka secara resmi oleh Kepala BP4K setelah memberikan pengarahan. Acara selanjutnya penyampaian materi, diskusi dan Kunjungan Lapangan ke lahan display padi jajar legowo super di Desa Tanjung Besar.

a. Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan

Materi dari Dinas Pertanian disampaikan oleh Kepala Bidang Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu Haroni, SP. Adapun tema materi yang disampaikan ” Program Dinas Pertanian dalam Rangka Pengembangan dan Peningkatan Produksi Padi di Kabupaten Bengkulu Selatan”. Ringkasan materi yang disampaikan sebagai berikut :

a. Fokus Utama pencapaian sasaran produksi padi tahun 2016 adalah peningkatan produktivitas padi melalui penerapan teknologi tanam jajar legowo. Sejalan dengan hal tersebut, maka pada tahun 2016 upaya peningkatan produksi padi akan diarahkan pada kegiatan intensifikasi (peningkatan produktivitas) dan kegiatan ekstensifikasi (perluasan areal tanam). Seluruh kegiatan intensifikasi diwajibkan menerapkan teknologi tanam jajar legowo, sementara untuk kegiatan ekstensifikasi diharapkan dapat menerapkan teknologi tanam jajar legowo atau disesuaikan dengan kondisi setempat.

b. Adapun program kegiatan pengembangan tanaman padi di Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2016 yaitu : 1) Gerakan Tanaman Padi dengan Penerapan Jajar Legowo seluas 3.000 ha, 2) Pengembangan Desa Pertanian Organik seluas 20 ha, 3) Pengembangan Padi dengan Teknologi Hazton seluas 25 ha.

c. Untuk mendukung penerapan teknologi tanam jajar legowo maka akan difasilitasi bantuan benih dan alat tanam antara lain caplak kepada petani/ kelompok tani/ gapoktan/ LMDH pelaksana kegiatan serta fasilitasi biaya pembuatan papan nama, dukungan pembinaan, bimbingan, pemantauan, evaluasi pengelolaan produksi padi, kegiatan ubinan bersama serta gerakan tanam dan panen.

d. Penyuluh Pertanian/ PPL, POPT, PBT, Aparat (TNI -AD) tetap harus melakukan pengawalan dan pendampingan pada areal tanam di luar program. Pada prinsipnya semua dana yang ada dan dikelola oleh Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota dan Bakorluh/ Bapeluh ditujukan untuk meningkatkan produksi padi baik di areal program maupun di luar areal non program.

e. Pos simpul koordinasi (POSKO) pelaksanaan pengembangan teknologi tanam jajar legowo padi dapat memanfaatkan Pokja yang ada di masing-masing daerah antara lain seperti Pokja UPSUS. Sedangkan mekanisme dan hubungan kerja antar lembaga dalam rangka UPSUS peningkatan produksi padi dalam pencapaian swasembada

berkelanjutan padi mengacu pada Permentan

131/ Permentan/ OT.140/ 12/ 2014 tentang Mekanisme dan Hubungan Kerja antar Lembaga yang Membidangi Pertanian dalam Mendukung Peningkatan Produksi Pangan Nasional.

f. Fasilitasi yang diberikan untuk pelaksanaan kegiatan peningkatan produktivitas padi adalah benih dan alat tanam antara lain caplak.

g. Fasilitasi pemerintah untuk pelaksanaan kegiatan budidaya padi dengan teknologi Hazton selain bantuan benih dan alat tanam antara lain caplak, juga diberikan bantuan berupa pupuk organik, pupuk organik cair (POC) lengkap, decomposer dan agensia hayati. Penggunaan bantuan sarana produksi tersebut, jenis dan jumlah/ dosis, di tingkat lapangan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah (spesifik lokasi) dan secara Teknis disesuaikan dengan anjuran teknologi di lokasi masing-masing.

h. Fasilitasi yang diberikan untuk pelaksanaan kegiatan pengembangan Desa pertanian organik padi selain benih dan alat tanam antara lain caplak, juga diberi bantuan berupa pupuk organik, pestisida nabati, MOL, dan fasilitasi pendukung pertanian organik. Penggunaan bantuan sarana produksi seperti benih, pupuk, dan pestisida nabati (jenis dan jumlah/ dosis, dll) disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah(spesifik lokasi).

i. Teknologi budidaya yang akan diterapkan pada lokasi peningkatan produktivitas maupun lokasi perluasan areal tanam hendaknya dikomunikasikan dan atau dikonsultasikan dengan BPTP setempat dan sesuai dengan kondisi di lapangan (spesifik lokasi) guna menjamin keberhasilan pelaksanaan kegiatan sehingga diharapkan

dapat menjadi mengungkit peningkatan produktivitas dan produksi padi.

j. Guna mendukung pencapain tujuan tersebut di atas, maka pembinaan, pendampingan dan pengawalan yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya perlu lebih ditingkatkan dengan melibatkan petugas dinas dan aparat. Untuk itu, Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota dan atau Dinas Pertanian Provinsi perlu melakukan koordinasi yang lebih intensif, sosialisasi serta sinergi kegiatan dengan instansi terkait baik di lingkup Kementerian Pertanian, TNI -AD (Pangdam, Dandim, Kodim, Korem, Babinsa) dan stakeholders lainnya.

k. Pendampingan dan pengawalan dilakukan oleh Petugas Dinas Provinsi dan Kabupaten/ Kota termasuk Penyuluh/ PPL, POPT, PBT, KCD, Mantri Tani atau petugas lain sesuai kebutuhan di masing-masing lokasi; dan Aparat (TNI -AD beserta jajarannya/ BABI NSA, Camat dan Kades atau lainnya) serta petugas Pusat. Pengawalan pengembangan teknologi tanam jajar legowo padi dilakukan pula oleh para Peneliti BPTP di masing- masing lokasi yang penugasannya melalui Surat Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

b. BP4K Kabupaten Bengkulu Selatan

Materi dari BP4K disampaikan langsung Kepala BP4K yaitu I r. Trisman, M.Si, adapun tema materi yang disampaikan “ Peran BP4K dalam Program Pengembangan dan Peningkatan Produksi Padi di Kabupaten Bengkulu Selatan”. Ringkasan materi yang disampaikan adalah sebagai berikut :

a. Permentan Nomor 45 Tahun 2011 merupakan salah satu instrument kebijakan dengan maksud untuk memberikan acuan bagi kelembagaan Teknis, kelembagaan penelitian dan pengembangan serta kelembagaan penyuluhan pertanian di pusat, propinsi, Kabupaten/ kota dan Kecamatan dalam mendukung program P2BN.

b. Sesuai dengan Permenten No. 45 Th. 2011 adapun tugas dari BP4K/ BP2KP adalah

1) Menyusun programa penyuluhan Kab/ Kota untuk mendukung pencapaian target produksi padi yang telah ditetapkan Dinas Pertanian di tingkat Kab/ Kota

2) Menyusun materi penyuluhan dan menyebarluaskan teknologi spesifik lokasi yang direkomendasikan BPTP di Provinsi.

3) Melakukan penyuluhan melalui media cetak/ elektronik

4) Menyusun pengalokasian penugasan tenaga penyuluh pertanian berdasarkan lokasi SL-PTT dan sentra produksi

5) Meningkatkan kapasitas dan kinerja penyuluh melalui pelatihan di BPP dalam rangka peningkatan produksi padi

6) Menetapkan lokasi demplot, demfarm, demarea SL-PTT berdasarkan usulan BPP

7) Merencanakan dan melaksanakan rembug/ forum perTemuan petani, Temu Teknis, dan Temu tugas

8) Melakukan seleksi dan mengusulkan calon penerima penghargaan bagi penyuluh, petani berprestasi yang behasil dalam peningkatan produksi beras tingkat Kab/ Kota.

c. Operasionalisasi permentan perlu didukung oleh semua pihak khususnya dinas/ instansi terkait didaerah untuk mendorong optimalisasi pencapaian produktivitas.

c. BPTP Bengkulu

Penyampaian materi dari BPTP Bengkulu disampaikan oleh I r. Ahmad Damiri, M.Si, dengan tema ” I novasi Teknologi Budidaya Padi Jajar Legowo Super”. Adapun ringkasan materi yang disampaikan sebagai berikut :

a. Teknologi jajar legowo super adalah t eknologi budidaya terpadu padi sawah irigasi Berbasis Tanaman Jajar Legowo.

b. Bagian-bagian penting dari jajar legowo super adalah : 1) Varietas Unggul baru (VUB) Potensi Hasil tinggi, 2) Biodekomposer, diberikan sebelum pengolahan tanah, 3) Pupuk Hayati sebagai seed treatment, 4) Pemupukan berimbang berdasarkan PUTS, 5) Pengendalian OPT menggunakan pestisida hayati, 5) Alat dan mesin pertanian, khususnya untuk tanam (jarwo transplanter) dan panen (combine harvester)

1. Persemaian :

a) Persemaian Sistem Dapok untuk penanaman menggunakan I ndo Jarwo Transplanter:

- Benih diperam selama 2 hari lalu ditiriskan - Campurkan pupuk hayati 500g/ 25 kg benih

- Benih disebar pada kotak Dapok ukuran 18 x 56 cm dengan benih 100-125 g/ dapok

- Penanaman saat umur benih 14-17 hss (tinggi 10-15 cm dan 2-3 helai daun)

- Kebutuhan bibit 200-230 dapok/ hektar. b) Sistem Persemaian biasa Transplanter:

- Benih diperam selama 2 hari lalu ditiriskan - Campurkan pupuk hayati 500g/ 25 kg benih - Benih disebar pada petak persemaian - Ukuran persemaian 400-500 m2

- Penanaman saat umur benih 15-18 hss 2. Penyiapan Lahan

a) Olah Tanah Basah

- Tanah digenangi 2-5 cm selama 2-3 hari

- Bajak pertama sedalam 15-20 cm dg bajak singkal lalu biarkan 3-4 hari

- Perbaikan pematang dan cangkul bagian sudut yg tdk terbajak - Bajak kedua (pelumpuran, pembenaman gulma) dan aplikasi

Biodekomposer

- Peratan tanah menggunakan balok/ papan b) Olah Tanah Kering

- Semprot Biodekomposer pada tunggul jerami (4 bks @ 500 g pada 400 liter air)

- Tanah dibajak menggunakan Traktor sedalam 20 cm, biarkan lembab selama 7 hari.

- Tanah digaru untuk menghancurkan bongkahan tanah

- Peratan tanah menggunakan balok/ papan setelah tersedia air 3. Varietas

Kriteria I npari 10 I npari 30 I npari 32 HDB I npari 33

Umur 112 hari 111 hari 120 hari 107 hari

Rasa Nasi Pulen Pulen Sedang Sedang

Rata Hasil 4,8 t/ ha 7,2 t/ ha 6,30 t/ ha 6,6 t/ ha Potensi Hasil 7,0 t/ ha 9,6 t/ ha 8,42 t/ ha 9,8 t/ ha

Anjuran Cocok utk

musim kemarau n Datara rendah – 400 m dpl Datara rendah – 600 m dpl Datara rendah – 600 m dpl 4. Tanam

a) Sistem Tanam Jajar Legowo 2: 1

- Jarak Tanam [ (25 x 12,5) x 50 cm)]

Jumlah tanaman 213.333 tanaman (meningkat 33,3% ) dibandingkan Tegel 25 x 25 cm (160.000 tanaman)

- Jarak Tanam [ (20 x 10) x 40 cm)]

Jumlah tanaman 333.333 tanaman (meningkat 33,3% ) dibandingkan Tegel 20 x 20 cm (250.000 tanaman)

b) Bibit umur < 21 hari, Berdaun 5-6 helai, tinggi 22-25 cm dan Satu lubang ditanam 2-3 bibit kedalaman 2 cm

5. Pemupukan

Pemupukan sebaiknya dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pada umur 10 HST, 24 HST dan 40 HST denga ndosis masing masing 150 Kg Phonska dan kedua 200 Kg phonska. Pemupukan ure juga dilakukan pada tiga tahapan yaitu 40 kg, 25 kg dan 85 kg.

6. Penyemprotan Pestisida (Bio Protector)

- Pestisida Nabati berdaya racun rendah, berbahan aktif senyawa: Eugenol, sitronelol, dan geraniol, Efektif untuk mengendalikan Wereng Batang Coklat, Keong Mas, dan Walang Sangit.

- Pengenceran:

- Satu botol BioProtector (290 ml) dengan satu liter Solar, atau untuk setiap tangki (15 L) diisi campuran 15 ml Solar dengan 4 ml BioProtector dan penyemprotan sesuai petunjuk pada masing-masing petani

7. Panen

- Padi siap panen pada umur sesuai deskripsi, 95% gabah berwarna kuning.

- Pengubinan bersama untuk mendapatkan hasil produktivitas Keunggulan Jajar Legowo Super :

- Pemberian Biodekomposer pada saat pengolahan tanah mampu mempercepat pengomposan jerami

- Pemberian pupuk hayati sebagai seed treatment yg dpt menghasilkan fitohormon (pemacu tumbuh tanaman), penambat nitrogen, pelarut fosfat, peningkat kesuburan dan kesehatan tanah

- Penggunaan pestisida nabati yg efektif dlm pengendalian hama seperti wereng coklat

- Penggunaan mesin pertanian utk penghematan tenaga kerja serta penguranga kehilangan hasil panen.

Diskusi

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan diskusi terhadap materi yang disampaikan oleh pemateri kepada peserta Temu Teknis budidaya jajar legowo super. Adapun pertanyaan dan saran-saran yang disampaikan peserta Temu Teknis Jarwo Super beserta tanggapan dari narasumber adalah sebagai berikut :

Pertanyaan : 1. Petani (Kurianto)

a. Dengan adanya kegiatan display pada kelompok di Desa Kedurang sudah merasa senang namun belum puas karena masih berkeinginan petakan sawah luas seperti di Kabupaten Seluma untuk itu mohon bantuan pemerintah mendistribusikan hand traktor di hamparan sawah di Desa Tanjung Besar guna memperbaiki petakan sawah yang masih kecil tersebut.

b. Sebagai laporan bahwa dilahan yang jarak tanam { (20x10) x 40} bibit kurang ?

2. Petani (Elman)

a. Ungkapan rasa senang terhadap ukuran petak persemaian yang luas karena dengan petak semai yang luas sudah dirasakan sendiri bibit 1 batang sudah menghasilkan anakan 2-3 batang sehingga benih yang

dijadikan bibit kemaren menjadi lebih. Hal tersebut baru pengalaman yang pertama untuk petak semai yang luas.

b. Selanjutnya untuk cara tanam legowo ini cukup menyenangkan tinggal menunggu hasil, jika hasil nanti tinggi sistem tanam jajar legowo selanjutnya akan diterapkan secara terus menerus.

3. Kepala Desa Tanjung Besar (I ril Dianto)

a. Rasa terima kasih kepada BPTP Bengkulu telah mengadakan display di Desa Tanjung Besar khususnya di kelompok tani Cugung Malu

b. Dalam pelaksanaan display ini sangat diperlukan kerja sama yang baik dan lebih maksimal, karena Besar harapan jika kegiatan ini berhasil kita akan mengadakan panen raya.

c. Untuk pelaksanaan program jajar legowo 2: 1 ini perlu kesabaran dan ketekunan bagi tukang tanam dan pemilik lahan, namun untuk mendukung kegiatan ini mohon bantuan caplak roda.

4. Ketua KTNA (Jokson)

Untuk Desa Karang Agung semua fasilitas pertanian mendukung seperti jalan usaha tani, handtraktor, mesin tanam, irigasi sehingga berharap tahun depan jika ada kegiatan dari BPTP Bengkulu di Desa Karang Agung siap menjadi kooperator kegiatan.

Tanggapan :

Semua pertanyaan diajukan kepada pemateri Temu Teknis, selanjutnya tanggapan yang diberikan adalah sebagai berikut :

1. BPTP Bengkulu

a) untuk petakan yang kecil tersebut memang sangat berpengaruh terhadap hasil dikarenakan mengurangi jumlah populasi tanaman. Untuk itu diharapkan kepada petani yang petak lahannya masih kecil secara berangsur-angsur diubah (BPTP Bengkulu).

b) Sedangkan jumlah bibit yang kurang mungkin saat dipersemaian dimakan hama seperti tikus dan burung, karena jumlah benih yang dibagikan itu sudah berdasarkan luasan lahan yang akan ditanami. c) Untuk perbanyak caplak silakan dari petani sendiri kalau dari BPTP

Bengkulu hanya membantu 4 buah caplak saja. Untuk ukuran roda disesuaikan dengan caplak yang sudah ada.

d) Untuk permohonan ketua KTNA pelaksanaan kegiatan display teknologi dari BPTP Bengkulu tahun depan, kami tidak dapat berjanji karena sebelum memutuskan lokasi kegiatan BPTP berkoordinasi kepada Dinas Pertanian dan BP4K diKabupaten tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut maka lokasi ditetapkan.

2. Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan

a) Untuk bantuan hand traktor setiap tahun ada, namun persyaratan yang harus dipenuhi yaitu bahwa kelompok tani yang mengusulkan dalam waktu 5 tahun terakhir belum mendapatkan bantuan serupa. Jika kelompok tani Cugung Malu memenuhi persyaratan tersebut silakan buat proposal yang diketahui petugas pertanian dan kepala Desa setempat.

b) Untuk bantun caplak roda, pada tahun 2016 ada program pengembangan padi jajar legowo 2: 1. Pada kegiatan tersebut jika kelompok tani yang mendapatkan program tersebut, paket bantuan berupa caplak roda sudah termasuk di dalmnya.

3. BP4K Kabupaten Bengkulu Selatan

a) Diharapkan kepada petugas yang ada dilapangan agar memperbaiki manajemen kelompok tani, sehingga manajemen kelompok tani terdata dengan baik.

b) Jika keompok tani manajemennya sudah baik nanti akan di usulkan mengikuti perlombaan.

c) Kegiatan BPTP Bengkulu berhasil, merupakan keberhasilan untuk kita semua terutama petugas lapangan sebagai pendamping.

Peningkatan pengetahuan peserta temu teknis

Tabel 6. Rata Rata Peningkatan Pengetahuan Peserta Temu Teknis budidaya padi jarwo super

Rata-rata umur responden (% ) Rata-rata pendidikan (% ) Rata –rata Nilai pengetahua n sebelum T. T Rata-rata Nilai pengetahuan setelah T T Peningkatan pengetahuan (% ) < 20 3 < 55 60 80 33,3

th SLTP 22 – 49 th 47 SLTA 25  50 th 3 Sarjan a 20

Data primer diolah tahun 2016

Dari table dapat dilihat bahwa terjadi perubahan pengetahuan peserta temu teknis sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan dan diskusi tentang teknologi budidaya padi jarwo super yaitu meningkat 33,3 % lebih baik dari pada sebelum dilakukan temu teknis dan penjelasan materi.

Adanya temu teknis dapat meningkatkan pengetahuan petani yang cukup signifikan karena pada pelaksanaan temu teknis ada unsur penyampaian informasi oleh berbagai pihak yang berkompeten, peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi kepada narasumber. Peningkatan pengetahuan ini merupakan pertanda baik bagi penerapan teknologi karena pengetahuan merupakan tahap awal dari persepsi yang kemudian mempengaruhi sikap dan pada gilirannya melahirkan perbuatan atau tindakan (keterampilan). Dengan adanya wawasan petani yang baik tentang suatu hal, akan mendorong terjadinya sikap yang pada gilirannnya mendorong terjadinya perubahan perilak (Astuti dan Honorita, 2013)

Dalam dokumen Laporan Akhir Kegiatan Tahun 2016 (Halaman 47-59)