• Tidak ada hasil yang ditemukan

Temuan dan Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah (Halaman 70-81)

HASIL PENELITIAN

C. Temuan dan Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam mengolah data yang dilaksanakan pada lampiran dapat dideskripsikan sebagai berikut :

1. Data Nilai Matematika Siswa Kelas III sebelum tindakan

Dari daftar nilai matematika yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa penjumlahan tanpa menyimpan:

a. Jumlah nilai penjumlahan, siswa yang mendapat nilai 40 ada 3 siswa; nilai 50 ada 4 siswa; nilai 60 ada 3 siswa; nilai 70 ada 2 siswa, nilai 80 ada 1 siswa. Sehingga nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 80 dan nilai terendah adalah 40 dengan demikian rata-rata yang diperoleh siswa adalah 47,69. Siswa yang mendapat nilai di atas KKM sebanyak 6 siswa dari 13 siswa atau 46,15%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 7 siswa dari 13 siswa atau 53,84%.

b. Jumlah nilai pengurangan, siswa yang mendapatkan nilai 30 ada 1 siswa nilai 40 ada 1 siswa; nilai 50 ada 5 siswa; nilai 60 ada 4 siswa; nilai 70 ada 1 siswa. nilai 80 ada 1 siswa. Sehingga nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 80 dan nilai terendah adalah 30 dengan demikian nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 58,46. Siswa yang mendapat nilai antara diatas KKM sebanyak 6 siswa. Siswa yang mendapat nilai kurang dari KKM sebanyak 7 siswa. Siswa yang telah dinyatakan memiliki ketuntasan belajar sebanyak 6 siswa dari 13 siswa atau 46,15%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 7 siswa dari 13 siswa atau 53,84%.

c. Jumlah nilai penjumlahan teknik menyimpan, siswa yang mendapat nilai 90 ada 1 siswa, dan nilai 80 ada 1 siswa 70 ada 0 siswa, nilai 60 ada 2 siswa, nilai 50 ada 4 siswa, nilai 40 ada 3 siswa, nilai 30 ada 2 siswa. Sehingga nilai yang tertinggi yang diperoleh siswa adalah 90 dan nilai terendah adalah 30 dengan demikian nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 51,53. Siswa yang telah dinyatakan memiliki ketuntasan belajar sebanyak 4 siswa dari 13 siswa atau 30,77%, sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 9 siswa dari 13 siswa atau 69,23%.

d. Jumlah nilai pengurangan dengan satu kali teknik meminjam, siswa yang mendapatkan nilai 70 ada 2 siswa, nilai 60 ada 3 siswa, nilai 50 ada 4 siswa, nilai 40 ada 3 siswa, nilai 30 ada 1 siswa. Sehingga nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 70 dan nilai terendah adalah 30 dengan demikian nilai rata-rata yang dapat dicapai siswa sebesar 51,53. Siswa yang telah dinyatakan memiliki ketuntasan belajar sebanyak 5 siswa dari 13 siswa atau 38,46%, sedangkan siswa yang belum tuntas sebanyak 8 siswa atau 61,54%.

2. Data Nilai Matematika Siswa Kelas III Siklus I

a. Dari tabel daftar nilai yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa nilai penjumlahan pada pertemuan ke-1:

Jumlah siswa yang mendapat nilai 50 ada 1 siswa nilai 60 ada 3 siswa; nilai 70 ada 4 siswa; nilai 80 ada 2 siswa, mendapat nilai 90 ada 1 siswa dan nilai 100 ada 2 siswa, sehingga nilai tertinggi adalah 100 dan

nilai terendah adalah 50 dengan demikian nilai rata-rata kelas adalah 73,84. Siswa yang telah dinyatakan memiliki ketuntasan belajar (dengan nilai 60 ke atas) sebanyak 12 siswa dari 13 siswa atau 92,30%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 1 siswa dari 13 siswa atau 7,69%. Menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media abakus yang dilakukan pada siklus I pertemuan 1 berhasil.

b. Dari daftar nilai yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa nilai penjumlahan dengan menyimpan pada pertemuan ke-2

Jumlah siswa yang mendapatkan nilai 40 ada 1 siswa; nilai 50 ada 3 siswa; nilai 60 ada 3 siswa; nilai 70 ada 1 siswa, nilai 80 ada 3 siswa, nilai 90 ada 1 siswa dan nilai 100 ada 1 siswa. Sehingga nilai tertinggi adalah 100 dan terendah adalah 40 , dengan demikian nilai rata-rata kelas adalah 66,92. Siswa yang telah dinyatakan tuntas sebanyak 9 siswa dari 13 siswa atau 69,23%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 4 siswa dari 13 siswa atau 30,76%. Menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media abakus pada siklus I pertemuan ke-2 sudah berhasil. c. Dari daftar nilai yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa nilai

pengurangan pada pertemuan ke-3

Jumlah siswa yang mendapatkan nilai 40 ada 1 siswa; nilai 50 ada 1 siswa; nilai 60 ada 3 siswa; nilai 70 ada 4 siswa; nilai 80 ada 1 siswa, nilai 90 ada 1 siswa dan nilai 100 ada 2 siswa. Sehingga nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah adalah 40 dengan demikian nilai rata-rata kelas adalah 70,76. Siswa yang telah dinyatakan memiliki ketuntasan belajar sebanyak 11 siswa dari 13 siswa atau 84,61%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 2 siswa dari 13 siswa atau 15,38%. Menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media abakus yang dilakukan pada siklus I pertemuan ke-3 berhasil.

d. Dari daftar nilai yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa nilai pengurangan dengan meminjam pada pertemuan ke-4

Jumlah siswa yang mendapatkan nilai 40 ada 1 siswa; nilai 50 ada 3 siswa; nilai 60 ada 2 siswa nilai 70 ada 5 siswa; nilai 80 ada 2 siswa, dan

nilai 90 ada 1 siswa. Sehingga nilai tertinggi adalah 90 dan terendah adalah 40, dengan demikian nilai rata-rata kelas adalah 66,15. Siswa yang telah dinyatakan tuntas sebanyak 10 siswa dari 13 siswa atau 76,92%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 3 siswa dari 13 siswa atau 23,07%. Menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media abakus pada siklus I pertemuan ke-4 sudah berhasil.

3. Daftar Nilai Matematika Siswa Kelas III Siklus II

a. Dari daftar nilai yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa nilai penjumlahan dengan menyimpan pada pertemuan ke-1:

Jumlah siswa yang mendapatkan nilai 20 ada 1 siswa; nilai 40 ada 2 siswa nilai 50 ada 4 siswa; nilai 60 ada 3 siswa; nilai 70 ada 2 siswa; nilai 80 ada 1 siswa. Sehingga nilai tertinggi adalah 80 dan terendah adalah 20 , dengan demikian nilai rata-rata kelas adalah 53,84. Siswa yang telah dinyatakan tuntas sebanyak 6 siswa dari 13 siswa atau 46,15%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 7 siswa dari 13 siswa atau 53,84%. Menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media abakus pada siklus II pertemuan ke-1 belum berhasil.

b. Dari daftar nilai yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa nilai pengurangan dengan meminjam pada pertemuan ke-2:

Jumlah siswa yang mendapatkan nilai 20 ada 1 siswa; nilai 40 ada 2 siswa; nilai 50 ada 4 siswa; nilai 60 ada 3 siswa; nilai 70 ada 1 siswa dan nilai 80 ada 2 siswa. Sehingga nilai tertinggi adalah 80 dan terendah adalah 20 , dengan demikian nilai rata-rata kelas adalah 55,38. Siswa yang telah dinyatakan tuntas sebanyak 5 siswa dari 13 siswa atau 38,46%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 8 siswa dari 13 siswa atau 61,54%. Menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media abakus pada siklus II pertemuan ke-2 belum berhasil.

4. Daftar Nilai Siswa Kelas III siklus III

a. Dari daftar nilai yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa nilai penjumlahan dengan menyimpan pada pertemuan ke-1:

Jumlah siswa yang mendapatkan nilai 50 ada 2 siswa; nilai 60 ada 3 siswa; nilai 70 ada 4 siswa; dan nilai 80 ada 2 siswa; nilai 90 ada 1 siswa dan nilai 100 ada 1 siswa. Sehingga nilai tertinggi adalah 100 dan terendah adalah 40 , dengan demikian nilai rata-rata kelas adalah 70. Siswa yang telah dinyatakan tuntas sebanyak 11 siswa dari 13 siswa atau 84,62%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 2 siswa dari 13 siswa atau 15,38%. Menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media abakus pada siklus III pertemuan ke-1 berhasil.

b. Dari daftar nilai yang ada di lampiran dapat diketahui bahwa nilai penjumlahan dengan menyimpan pada pertemuan ke-2:

Jumlah siswa yang mendapatkan nilai 40 ada 1 siswa; nilai 50 ada 2 siswa; nilai 60 ada 2 siswa; nilai 70 ada 4 siswa; nilai 80 ada 1 siswa, nilai 90 ada 2 siswa, nilai 100 ada 1 siswa. Sehingga nilai tertinggi adalah 100 dan terendah adalah 40 , dengan demikian nilai rata-rata kelas adalah 69,23. Siswa yang telah dinyatakan tuntas sebanyak 10 siswa dari 13 siswa atau 76,92%, sedangkan anak yang belum tuntas sebanyak 3 siswa dari 13 siswa atau 23,08%. Menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media abakus pada siklus III pertemuan ke-2 berhasil.

Secara rinci perkembangan kemampuan menghitung siswa kelas III SD N 1 Butuh dalam penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut:

Tabel 7. Rekapitulasi Nilai Rata-rata Mata Pelajaran Matematika Siswa Kelas III Sebelum dan Sesudah Tindakan Siklus I

Rata-rata Nilai Tes Hasil Belajar No Materi Matematika

Sebelum Sesudah

Keterangan

1. Penjumlahan tanpa menyimpan 47,69 73,84 Berhasil 2. Penjumlahan dengan satu kali

teknik menyimpan

51,53 66,92 Berhasil

3. Pengurangan tanpa meminjam 58,46 70,76 Berhasil 4. Pengurangan dengan satu kali

meminjam

51,53 66,15 Berhasil

Rata-rata 52,30 69,41

Tabel 8. Prosentase Siswa yang Memperoleh Nilai Lebih dari atau Sama dengan KKM Sebelum dan Sesudah Tindakan Siklus I

Jumlah Siswa yang memperoleh nilai

lebih dari KKM

Prosentase

No Materi Matematika

Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah

Keteranga n 1. Penjumlahan tanpa menyimpan 6 12 46,15% 92,30% Meningkat 2. Penjumlahan Dengan satu kali menyimpan 4 9 30,77% 69,23% Meningkat 3. Pengurangan tanpa menyimpan 6 11 46,15% 84,61% Meningkat 4. Pengurangan dengan satu kali meminjam

5 10 38,46% 76,92% Meningkat

Dari tabel 7 dan 8 dapat dilihat bahwa pembelajaran dengan menggunakan media abakus yang dilaksanakan pada siklus I sudah memperlihatkan hasil peningkatan prestasi belajar matematika pada siswa kelas III, karena secara klasikal baik perolehan nilai rata-rata kelas maupun persentase siswa mendapat nilai lebih dan sama dengan KKM sudah mengalami peningkatan, meskipun ada dua materi yang belum menunjukkan peningkatan sesuai dengan ketentuan penelitian ini. Pembelajaran dengan menggunakan media abakus pada keempat materi ini sudah dinyatakan berhasil, sedangkan materi yang belum sesuai dengan ketentuan penelitian ini akan dilanjutkan pada siklus ke II. Materi tersebut adalah penjumlahan dengan dua kali teknik menyimpan dan pengurangan dengan dua kali teknik meminjam.

Setelah dilaksanakan tindakan untuk materi penjumlahan dengan dua kali teknik menyimpan dan pengurangan dengan dua kali teknik meminjam pada siklus II yang belum sesuai dengan KKM terlihat adanya perkembangan prestasi belajar antara sebelum dan sesudah tindakan siklus II. Adapun hasilnya terlihat pada tabel 9, berikut :

Tabel 9. Nilai Rata-rata Kelas Mata Pelajaran Matematika Sebelum dan Sesudah Tindakan Siklus II.

Rata-rata Nilai Tes Hasil Belajar No Materi Matematika

Sebelum Sesudah

Keterangan

1. Penjumlahan dengan dua kali tgeknik menyimpan.

51,53 53,84 Meningkat

2. Pengurangan dengan dua kali teknik meminjam.

51,53 55,38 Meningkat

Rata-rata 51,53 54,61 Sama

Selanjutnya dari perhitungan jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas rata-rata pada siklus II, dapat peneliti paparkan dalam tabel berikut :

Tabel 10. Prosentase Siswa yang Memperoleh Nilai Lebih dari atau Sama dengan KKM Sebelum dan Sesudah Tindakan Siklus II.

Jumlah Siswa yang memperoleh nilai lebih dari KKM Prosentase N o Materi Matematika

Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah

Keteranga n

1. Penjumlahan dengan dua kali teknik menyimpan

4 6 30,77% 46,15% Meningkat

2. Pengurangan dengan dua kali teknik meminjam

5 5 38,46% 38,46% tetap

Berdasarkan perhitungan nilai rata-rata kelas pada tabel 9 dan jumlah siswa yang mendapat nilai di atas KKM pada tabel 10, menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media abakus yang dilaksanakan pada siklus II untuk materi penjumlahan dengan dua kali teknik menyimpan dinyatakan belum berhasil, karena secara klasikal belum menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar matematika siswa kelas III. Sedangkan materi pengurangan dengan dua kali teknik meminjam juga belum menunjukkan peningkatan yang berarti, dengan demikian penelitian dilanjutkan pada siklus III.

Setelah dilaksanakan tindakan untuk materi penjumlahan dengan dua kali teknik menyimpan dan pengurangan dengan dua kali teknik meminjam pada

siklus III yang belum sesuai dengan KKM terlihat adanya perkembangan prestasi belajar antara sebelum dan sesudah tindakan siklus III. Adapun hasilnya terlihat pada tabel 11, berikut :

Tabel 11. Nilai Rata-rata Kelas Mata Pelajaran Matematika Sebelum dan Sesudah Tindakan Siklus III.

Rata-rata Nilai Tes Hasil Belajar

No Materi Matematika

Sebelum Sesudah

Keterangan

1. Penjumlahan dengan dua kali teknik menyimpan

51,53 70 Meningkat

2 Pengurangan dengan dua kali teknik meminjam.

51,53 69,23 Meningkat

Tabel 12. Prosentase Siswa yang Memperoleh Nilai Lebih dari atau Sama dengan KKM Sebelum dan Sesudah Tindakan Siklus III.

Jumlah Siswa yang memperoleh nilai lebih dari KKM Prosentase N o Materi Matematika

Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah

Keterangan

1. Penjumlahan dengan dua kali teknik menyimpan

4 11 30,77% 84,61% Meningkat

2 Pengurangan dengan dua kali teknik meminjam

5 10 38,46% 76,92% Meningkat

Berdasarkan tabel 11 dan 12 pembelajaran pada siklus III menunjukkan adanya peningkatan nilai prestasi belajar matematika siswa kelas III SD N 1 Butuh Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali dengan menggunakan media abakus. Hal ini tampak jelas dengan adanya peningkatan-peningkatan nilai yang diperoleh siswa baik perorangan maupun klasikal pada setiap siklus sebagaimana terlihat pada tabel7, tabel 8, tabel 9, tabel 10, tabel 11 dan tabel 12.

Dengan demikian dapat diajukan rekomendasi bahwa pembelajaran dengan media abakus efektif untuk meningkatkan kemampuan menghitung

penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas III SD N 1 Butuh Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali tahun pelajaran 2009/2010.

D. Pembahasan

Berdasarkan hasil pelaksanaan pada siklus I, II dan III dapat dinyatakan bahwa pembelajaran Matematika menggunakan madia abakus dapat meningkatkan kemampuan menghitung penjumlahan dan pengurangan siswa kelas III SDN I Butuh, baik hasil belajar kognitif, afektif maupun psikomotorik. 1. Perkembangan hasil belajar afektif siswa sebagai berikut :

a. Siswa memperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh. b. Kemauan untuk menerima pelajaran dari guru meningkat.

c. Perhatian, minat, dan motivasi terhadap penjelasan guru meningkat. d. Siswa aktif dalam pembelajaran.

e. Siswa aktif mengajukan pertanyaan dan pendapat. f. Kerjasama dalam kelompok meningkat.

g. Tugas individu atau tugas kelompok terlaksana dengan baik.

h. Siswa sudah berani mempresentasikan hasil observasi ke depan kelas. 2. Perkembangan hasil belajar psikomorik siswa sebagai berikut :

a. Tidak ada siswa yang terlambat masuk kelas. b. Menyiapkan kebutuhan belajar tanpa disuruh.

c. Mau mencatat dan merangkum bahan pelajaran dengan baik dan sistematis.

d. Siswa sudah berani bertanya dan meminta saran kepada guru mengenai bahan pelajaran yang masih belum jelas.

e. Banyak siswa yang mengangkat tangan mengajukan pertanyaan. f. Segera membentuk kelompok diskusi.

g. Akrab dan mau berkomunikasi dengan guru. 3. Perkembangan hasil belajar kognitif siswa.

Pada siklus I setelah diadakan tes kemampuan awal dilanjutkan dengan siswa menerima materi penjumlahan dan pengurangan dengan indikator : (a) melakukan operasi penjumlahan tanpa teknik menyimpan, (b) melakukan

operasi penjumlahan dengan teknik menyimpan, (c) melakukan operasi pengurangan tanpa teknik meminjam, (d) melakukan operasi pengurangan dengan teknik meminjam. Proses pembelajaran disampaikan dengan strategi dan terencana dimulai dari kegiatan awal, inti dan penutup. Kegiatan ini terfokus mengaktifkan siswa mulai dari memperhatikan penjelasan, melakukan pengamatan untuk memperoleh kesimpulan, mendemonstrasikan, tugas kelompok, berdiskusi, tugas individual yang diakhiri dengan LKS. Setelah dilaksanakan siklus I dan dievaluasi dapat dilihat adanya peningkatan hasil belajar siswa yaitu masih ada 3 siswa memperoleh nilai kurang dari 60, namun masih ada beberapa siswa yang masih keliru memasukkan manik-manik atau tidak sesuai dengan warnanya, guru memberi bimbingan langsung kepada anak tersebut agar tidak terjadi kesalahan lagi saat menghitung dengan abakus.

Siklus II merupakan lanjutan dari siklus sebelumnya untuk memantapkan dan mencapai tujuan penelitian. Pada siklus ini guru membuat media nilai tempat dengan kertas karton yang di pajang di papan tulis. Pembelajaran yang disampaikan tentang penjumlahan dan pengurangan dengan indikator : (a) melakukan operasi penjumlahan dengan dua kali teknik menyimpan, (b) melakukan operasi pengurangan dengan dua kali teknik meminjam. Pada siklus II siswa sering kali lupa menambahkan maupun mengurangkan manik-manik saat proses menyimpan maupun meminjam, sehingga pada siklus ke III guru lebih menekankan tentang menyimpan dan meminjam dengan membuat tulisan himbauan jangan lupa menyimpan maupun meminjam pada kertas karton yang di pajang di papan tulis agar anak tidak lupa lagi saat menyimpan maupun meminjam. kemudian dilanjutkan ke siklus III dengan indikator yang sama untuk lebih memantapkan dan mencapai tujuan penelitian sehingga hasil belajar mencapai KKM. Kegiatan belajar mengajar disampaikan dengan strategi terencana sebagaimana siklus I dan kegiatan pembelajaran dilaksanakan lebih optimal. Hasil siklus II belum menunjukkan peningkatan. Hasil siklus III sudah menunjukkan peningkatan kemampuan menghitung siswa yaitu pada pertemuan pertama nilai rata-rata

siswa 70 dan pada pertemuan ke-2 nilai rata-rata siswa 69,23. Siswa belajar tuntas mencapai 100%.

Kemampuan menghitung siswa meningkat pada siklus III, baik hasil belajar kognitif, afektif maupun psikomotorik. Dengan demikian penggunaan media abakus pada pembelajaran matematika konsep penjumlahan dan pengurangan dapat meningkatkan kemampuan menghitung siswa kelas III SD N I Butuh Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali.

BAB V

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah (Halaman 70-81)

Dokumen terkait