otonom baru selama ini, terdapat 2 jalur mekanisme pengusulan yaitu melalui pemerintah dan DPR.
Terdapat kecenderungan yang kuat bahwa proses pembentukan daerah otonom baru diproses melalui jalur politik yakni melalui mekanisme pengusulan RUU oleh DPR.
Kondisi ini berimplikasi terhadap berbagai persyaratan pembentukan daerah otonom baru sebagaimana yang diatur dalam peraturan
perundang-undangan terabaikan
DPR dan Pemerintah harus mengacu secara konsisten terhadap DESERTADA yang sudah ditetapkan.
Sebelum DESERTADA ditetapkan, DPR dan Pemerintah harus
melaksanakan Parameter tentang pemekaran daerah sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan yang ada (UU dan PP-nya).
55 Wantimpres
Temuan dan Rekomendasi
Parameter dan Pembobotan Pembentukan Daerah
Otonom berdasarkan PP 78/2007 dalam kenyataan belum mencerminkan
kebutuhan obyektif dari suatu daerah yang akan
dimekarkan.
Perlu peninjauan kembali paramater dan pembobotan pembentukan daerah otonom sebagaimana diatur dalam
PP 78/2007
Parameter dan pembobotan ini sebaiknya dimasukan di dalam substansi materi
kebijakan DESERTADA.
Temuan dan Rekomendasi
Adanya bagian desa atau kecamatan yang mempunyai aspirasi untuk bergabung
masuk kewilayah daerah otonom kab/kota tetangga, baik dalam satu provinsi maupun antar provinsi tetangga (kasus Sulteng-Gorontalo dan Bandung Barat-Cimahi)
Harus ada kejelasan tentang batas wilayah daerah
otonomi baru sebelum
ditetapkan sebagai daerah otonom baru.
57 Wantimpres
Temuan dan Rekomendasi
Terdapat permasalahan penentuan batas wilayah pasca pemekaran daerah otonom provinsi dan
kabupaten /kota yang berimplikasi terhadap ketidakefektifan
penyelenggaraan
pemerintahan daerah otonom baru.
Harus ada kejelasan tentang batas wilayah daerah
otonomi baru sebelum ditetapkan UU tentang
pembentukan daerah otonom baru.
Temuan dan Rekomendasi
Terdapat permasalahan pengalihan aset pasca
pemekaran daerah otonom provinsi dan kab/kota yang berimplikasi terhadap
terganggunya sistem pencatatan aset pada
pemerintah daerah otonom baru yang masih ditangani oleh daerah induk atau K/L.
Harus ada kejelasan tentang penataan dan pengalihan aset sebelum dilakukan pemekaran daerah.
Harus segera disusun manajemen aset daerah.
59 Wantimpres
Temuan dan Rekomendasi
Terdapat permasalahan pasca pemekaran daerah otonom baru terkait
pengalihan status SDM
Aparatur (PNS) yang berasal dari daerah induk yang
dialihkan kepada daerah otonom baru Pembentukan daerah otonom perlu mempertimbangkan ketersediaan SDM Aparatur Kebijakan manajemen SDM Aparatur sebaiknya diatur secara terpusat satu NIP oleh pemerintah pusat sehingga memudahkan
distribusi kepegawaian pada setiap daerah otonom.
Temuan dan Rekomendasi
Daerah otonomi baru masih mengandalkan sumber
pembiayaan
penyelenggaraan
pemerintahan dari alokasi anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat.
Rata2 PAD hanya 18,33% dari APBD.
Daerah otonom baru perlu memiliki kemampuan
finansial (PAD) minimal
sebagai dasar pembentukan daerah otonom.
61 Wantimpres
Temuan dan Rekomendasi
Sebagian besar daerah otonom baru dalam
pembentukan organisasi pemerintah daerah masih menggambarkan:
- Sosok organisasi yang cenderung membesar
- Dengan kebutuhan jumlah aparatur yang banyak
- Dalam keterbatasan belanja pegawai.
Perlu kebijakan yang
mengatur parameter minimal: - besaran organisasi,
- jumlah aparatur, dan
- besaran anggaran untuk belanja pegawai
daerah otonom baru yang diprakarsai oleh daerah induk dengan memberdayakan
secara optimal aparat
pemerintah dari daerah induk
Temuan dan Rekomendasi
Terdapat daerah otonom
baru yang secara nyata tidak memiliki kemampuan
sebagai daerah otonom dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Untuk daerah otonom baru yang dinilai tidak mampu
mencapai parameter standar, harus secara konsisten
diterapkan kebijakan penggabungan kembali dengan daerah induk.
63 Wantimpres
Temuan dan Rekomendasi
Pembentukan daerah
otonom baru yang marak dewasa ini juga dipicu oleh adanya insentif fiskal yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom baru.
Kebijakan insentif fiskal diberikan setelah calon
daerah otonom baru dinilai telah mencapai kemampuan standar sebagai daerah
otonom berdasarkan
parameter penilaiain fiskal.
Sebelum mencapai
kemampuan standar, daerah tersebut difasilitasi anggaran dari daerah induknya.
Temuan dan Rekomendasi
Daerah otonom baru banyak yang kurang sesuai dengan standar penyelenggaraan pemerintah yang efektif. Hal ini disebabkan oleh
kurangnya pembinaan, pengawasan, supervisi,
asistensi, dan evaluasi dari pemerintah pusat.
Perlu mengefektifkan pembinaan, pengawasan supervisi, asistensi, dan evaluasi kepada daerah
otonom baru yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
Perlu tindak lanjut hasil
Monev daerah otonom baru yang dilakukan pemerintah pusat.
65 Wantimpres
Kesimpulan
Belum adanya kebijakan
nasional yang dirumuskan oleh Pemerintah dan DPR terkait dengan DESERTADA dalam bentuk Undang-Undang.
Pengaturan ini dimaksudkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembentukan daerah otonom yang secara
komprehensif sebagaimana
yang dihasilkan dalam kajian ini.
Kesimpulan
a. Aspirasi Masyarakat (Bottom-up).
Pembentukan daerah otonom baru merupakan aspirasi murni masyarakat sesuai dengan kondisi obyektif daerah dan menghindari pertimbangan yang bersifat politis.
b. Kepentingan Strategis Nasional (Top Down). Pembentukan daerah otonom
baru merupakan kewenangan
pemerintah dengan mempertimbangkan kepentingan strategis nasional dalam rangka penguatan NKRI dan percepatan pemerataan kesejahteraan masyarakat secara nasional.
Wantimpres 67
Kesimpulan
Sebelum pembentukan daerah otonom baru perlu melalui
tahapan-tahapan persiapan suatu daerah yang bakal
menjadi daerah otonom baru.
Kebijakan persiapan calon daerah otonom baru
dimaksudkan untuk memberikan proses pembelajaran
berpemerintahan bagi calon daerah otonom baru.
Kesimpulan
Perlu komitmen Pemerintah Pusat (DPR & Pemerintah) untuk
melakukan tindakan kebijakan penggabungan daerah otonom baru yang berdasarkan hasil penilaian tidak memiliki
kemampuan untuk
menyelenggarakan pemerintahan daerah yang memiliki kemampuan berotonomi.
Perlu kebijakan insentif bagi daerah otonom yang terkena kebijakan
penggabungan daerah otonom.
Wantimpres 69
70
W