• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

G. Tahap-Tahap Penelitian

2. Temuan Data

Temuan data dipaparkan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian dan hasil analisis data yang diperoleh melalui hasil wawancara ataupun dokumentasi. Perntanyaan-pertanyaan dalam penelitian berupa bentuk-bentuk kegiatan dari program peningkatan prestasi Mahasiswa Bidikmisi FTIK IAIN Salatiga.

39

Terkait dengan program peningkatan prestasi belajar mahasiswa IAIN Salatiga EK selaku Ketua Sub Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama menjelaskan:

“Kan organisasi mereka (Mahasiswa Bidikmisi) ada organisasi tingkat agkatan. Mereka (Mahasiswa Bidikmisi) membuat program kerja tiap angkatan. Mereka juga punya organisasi institut, namanya Ya Bismillah”.

(Wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.45 di IAIN Salatiga). Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan IAK selaku Mahasiswa Bidikmisi yang menyatakan:

“Nah, itu tadi kan kegiatan angkatan ya? Ada kegiatan institut juga.”.

(Wawancara tgl. 29 September 2018 pukul 13.55 di Pondok Pesantren API al-Mansyur Jombor).

Maka berdasarkan hasil wawancara di atas, bentuk kegiatan dari program peningkatan prestasi belajar mahasiswa bidikmisi di IAIN Salatiga dalam pelaksanaanya dibagi kedalam dua macam, yaitu kegiatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa bidikmisi dalam satu angkatan dan kegiatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa bidikmisi dalam satu institut. a. Bentuk Program Kegiatan Angkatan

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, dapat ditemukan data sebagai berikut:

1) Program Wajib Ma’had

Program wajib Ma’had ini terlihat dari pernyataan HN selaku Staf Sub Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama:

40

“Jadi untuk meningkatkan perolehan ipk ini ya. Ipk dulu. Di

bidikmisi itu mereka ada wajib ma’had atau pondok. Jadi mereka

wajib tinggal disana sesuai dengan yang ditunjuk oleh lembaga.

Mereka mengikuti kegiatan dan juga pembelajaran”. (Wawancara

tgl. 25 September 2018 pukul 11.45 di IAIN Salatiga).

HN selaku Staf Sub Bidang Kemahasiswaan juga mengungkapkan:

“Kalau mahasiswa bidikmisi dari lembaga masing-masing penyelenggaraanya itu kan caranya berbeda yaa. Mungkin di kampus lain, kampus umum itu tidak ada yang namanya wajib pesantren, begitukan? Kalo di IAIN Salatiga sendiri masih wajib pesantren. Artinya dengan begitu kita harapkan mahasiswa bidikmisi IAIN Salatiga lebih dibandingkan dengan kemampuan mahasiswa yag lain. Diharapkan dengan kewajiban itu, kemampuan pengetahuan agamanya dapat kita kembangkan”.

(Wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.00 di IAIN Salatiga). Hal ini sesuai dengan pernyataan IAK selaku Mahasiswa Bidikmisi yang tinggal di Pondok Pesantren API al-Mansyur Jombor, yang menyatakan:

“Jadi intinya itu tinggal di pondok, tidak boleh ngekos, ataupun di

rumah. Tapi angkatan kita itu cuma 1,5 tahun di ma’had ya?.”

(Wawancara tgl. 29 September 2018 pukul 13.50 di Ponpes API al-Mansyur Jombor).

DD yang juga merupakan Mahasiswa Bidikmisi yang tinggal di Pondok Pesantren API al-Mansyur Jombor menambahi pernyataan IAK dengan menyatakan:

“Iya, kita sempet di ma’had waktu itu. Jadi, mahasiswa bidikmisi angkatan 2014, semuanya selama 1,5 tahun itu di ma’had, kecuali

41

pindah ke pondok pesantren.”. (Wawancara tgl. 29 September 2018 pukul 13.50 di Ponpes API al-Mansyur Jombor).

Ketika peneliti mewawancarai secara lebih mendalam mengenai bentuk kegiatan yang mereka ikuti, IAK menyatakan sebagai berikut:

“Ya seperti di pondok pada umumnya. Kita mengikuti aturan yang

ada di pondok. Kalo misalnya ngaji ya ngaji, harus shalat jamaah

ya jamaah. Begitu”. (Wawancara tgl. 29 September 2018 pukul 13.50 di Ponpes API al-Mansyur Jombor)

2) Program Penunjang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

Kegiatan program penunjang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dinyatakan oleh EK sebagai berikut:

“Di bidikmisi itu mereka ada wajib ma’had atau pondok. Jadi

mereka wajib tinggal disana sesuai dengan yang ditunjuk oleh lembaga. Mereka mengikuti kegiatan dan juga pembelajaran. Di bidikmisi juga ada pelatihan karya tulis ilmiah. KTI itu kan

mendukung cara menulis makalah yang baik.” (WAWANCARA TGL. 25 SEPTEMBER 2018 PUKUL 11.45 DI IAN SALATIGA)

HN juga menyampaikan:

“Kedua, program peningkatan IPK. Kan di sini mahasiswa

bidikmisi setidaknya harus memperoleh IPK 3,00 atau bahkan sekarang 3,25 ya... Jadi, yang IPKnya di bawah itu, ya mohon

maaf. Beasiswanya bisa kita cabut”. (Wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.00 di IAIN Salatiga).

42

Ketika peneliti menggali lebih dalam mengenai pelatihan karya tulis ilmiah ini, EK menjelaskan lebih lanjut beserta bentuk kegiatan lain yang dilaksanakan. Berikut pernyataannya:

“Cara membuat karya tulis yang baik ya ini. Tentunya melalui pelatihan yaaa.. bukan seminar. Jadi, mahasiswa bidikmisi dilatih untuk membuat itu. Ada juga namanya pelatihan desain. Ini kan penting bagi mahasiswa tarbiyah. Desain grafis. Jadi mereka dikasih bagaimana mereka membuat pake photoshop. Kan ini penting, bisa dibuat untuk membuat media pebelajaran ya tooo? Untuk mendukung mata kuliah media pembelajaran. Disini nanti ada yang namanya... kegiatan penulisan proposal. Penulisan proposal penelitian. Ini sampai dia (mahasiswa bidikmisi) itu targetnya sampai proposal penelitian yang akan diajukan untuk

skripsi”. (Wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.45 di IAIN Salatiga).

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada Mahasiswa Bidikmisi pada tanggal 29 September 2018. Dimana IAK menyatakan sebagai berikut:

“Trus di semester dua kita ada pembekalan karya tulis. Intinya sih bikin karya tulis yang benar itu gimana,gitu. Di semester 4 desain grafis sama pembekalan proposal. Waktu itu sih dibagi dua, jadi

yang Syariah kuantitatif, yang Tarbiyah kualitatif“. (Wawancara tgl. 29 September 2018 pukul 13.50 di Ponpes API al-Mansyur Jombor).

3) Program Pengembangan Bahasa

Program pengembangan bahasa sebagai salah satu program peningkatan prestasi belajar Mahasiswa Bidikmisi IAIN Salatiga terlihat dari pernyataan EK selaku Ketua Sub Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama:

43

“Kalo softskill itu kan ada seperti bahasa, pelatihan bahasa arab-inggris. Ini pelatihan intensif di Pare. Kamu kan angkatan 2014 to? Nah, itu ada pelatihan intensif bahasa arab-inggris”. (wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.45 di IAIN Salatiga).

HN juga mengungkapkan hal yang sama mengenai kegiatan program pengembangan bahasa di Pare, sebagai berikut:

“Yang ketiga, ada program pengembangan bahasa. Seperti kemarin itu kan pengembangan bahasa yang terakhir tahun 2017 itu di Pare”. (wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.00 di IAIN Salatiga).

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara pada tanggal 29 September 2018 yang dilakukan kepada tiga orang Mahasiswa Bidikmisi. IAK selaku Mahasiswa Bidikmisi jurusan PBA menyatakan:

“Terus masuk semester 3 kita ke Pare”. (Wawancara tgl. 29

September 2018 pukul 13.50 di Ponpes API al-Mansyur Jombor). DH selaku Mahasiswa Bidikmisi jurusan PAI juga menjelaskan hal yang sama:

“Disana kita 1 bulan kegiatannya belajar bahasa inggris kayak

bimbel. Apa ya? Semacem kursus bahasa inggris di Egypt, Pare,

Kediri”. (Wawancara tgl 29 September 2018 pukul 13.50 di Ponpes API al-Mansyur Jombor).

44

“Terus di semester 5 kita di pare lagi. Berarti yang semester 5 ini

kita kursus bahasa arab”. (Wawancara tgl. 29 September 2018 pukul 13.50 di Ponpes al-Mansyur Jombor).

4) Pelatihan TOEFL

Kegiatan pelatihan TOEFL yang diselenggarakan oleh lembaga IAIN Salatiga sebagai penyelenggara program beasiswa bidikmisi terlihat dari pernyataan EK berikut:

“Ada juga pelatihan TOEFL sampai ujian. Ujian TOEFL ya? Ujian TOEFL ITP”. (Wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.45 di IAIN Salatiga).

NH juga menyampaikan hal yang sama mengenai adanya kegiatan pelatihan TOEFL bagi Mahasiswa Bidikmisi IAIN Salatiga:

“Terakhir, ada juga pelatihan TOEFL bagi Mahasiswa Bidikmisi”.

(Wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.00 di IAIN Salatiga). Hal ini sesuai dengan pernyataan Mahasiswa Bidikmisi yang peneliti wawancara pada tanggal 29 September 2018 di Ponpes API al-Mansyur Jombor. Dimana LNH menyatakan sebagai berikut:

“Oiya, semester 7, Mbak. Ada itu. Sampai ujian TOEFLnya. Jadi modelnya pembelajaran aktif. Yaaa... mirip pembelajaran kampus atau gimana ya? Ya kita bimbel TOEFL gitu selama 1 bulan sih.”.

(Wawancara tgl. 29 September 2018 pukul 13.50 di Ponpes API al-Mansyur Jombor).

45 5) Kegiatan KMD dan KML

Adanya kegiatan KMD dan KML terlihat dari pernyataan EK selaku Ketua Sub Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama:

“Ini yang kegiatan ini (non-akademik) ada KMD-KML. Kan FTIK to? Ini ada disini (kegiatan peningkatan non-akademik). KMD itu biasanya di semester ganjil. Kalo KML di semester genap.”

(Wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.45 di IAIN Salatiga). Setelah peneliti melakukan wawancara lebih mendalam, NH juga menyatakan hal yang sama:

“Pada dasarnya program peningkatan prestasi untuk Mahasiswa Bidikmisi itu sama ya. Hampir sama. Cuma ada.. apa ya? Kemarin itu yang fakultas syariah tidak ikut. KMD dan KML di pramuka itu. Jadi mereka wajib ikut KMD-KML ini”. (Wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.00 di IAIN Salatiga).

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang peneliti lakukan kepada Mahasiswa Bidikmisi pada tanggal 29 September 2018.

IAK menyatakan:

“Ada KMD. Kalo nggak salah itu kita semester satu”. (Wawancara tgl. 29 September 2018 pukul 13.50 di Ponpes API al-Mansyur Jombor).

Selanjutnya IAK menambahkan adanya kegiatan KML di angkatan 2014, sebagai berikut:

46

“Semester 4 kita KML”. (Wawancara tgl. 29 September 2018 pukul 13.50 di Ponpes API al-Mansyur Jombor).

b. Bentuk Program Kegiatan Institut

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, dapat ditemukan bentuk program kegiatan peningkatan prestasi Mahasiswa Bidikmisi dalam tingkatan institut adalah dalam bentuk Seminar Enterpreneurship dan Scholarship.

HN selaku Staf Bidang Kemahasiswaan menyampaikan hal berikut:

“Kemudian eee enterpreneur itukan kewirausahaan, Mahasiswa Bidikmisi dilatih kemandiriannya. Kemudian ada seperti pelatihan-pelatihan softskillnya. Seperti kemarin itu membatik, kemudian pelatihan corel editing yang sifatnya menambah skill lah, begitu”.

(Wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.00 di IAIN Salatiga). EK menjelaskan lebih lanjut mengenai kegiatan enterpreneurship dan scholarship:

“Ada program kerja Ya Bismillah, Ya Bismillah itu untuk enterpreneur tujuannya untuk membantu mahasiswa dapat bertahan hidup. Kemudian ada scholarship untuk mengetahui tentang perkembangan beasiswa, lewat kegiatan ini mereka jadi tahu bagaiana cara mereka untuk mendapatkan beasiswa, cara mereka untuk melanjutkan

pendidikan yang lebih tinggi”. (Wawancara tgl. 25 September 2018 pukul 11.45 di IAIN Salatiga).

Hal ini sesuai dengan pernyataan Mahasiswa Bidikmisi yang peneliti wawancara pada tanggal 29 September 2018 di Ponpes API al-Mansyur Jombor.

47

“Ada kegiatan juga institut. Setiap satu semster itu kita ada seminar.

Ada seminar scholarship atau enterpreneurship khusus untuk bidikmisi. Untuk kedepannya. Jadi setiap semester itu dapat seminar yaaa misal pembekalan beasiswa, seminar interpreneur. Itu buat seluruh

angkatan”. (Wawancara tgl. 29 September 2018 pukul 13.50 di Ponpes API al-Mansyur Jombor).

B. Analisis Data

Pada bagian analisis data, peneliti menguraikan gagasan peneliti dengan berusaha menjelaskan dan menjawab temuan hasil penelitian dari beberapa data yang ditemukan melalui hasil wawancara maupun dokumentasi. Hasil penelitian dideskripsikan sebagai berikut:

1. Bentuk Program Peningkatan Prestasi Belajar Akademik

IAIN Salatiga merupakan satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri di Salatiga dan memiliki lima Fakultas dengan beberapa Program Studi. Fakultas tersebut adalah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK);

Fakultas Syari’ah; Fakultas Dakwah; Fakultas Ushuluddin, Adab, dan

Humaniora; serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri yang ada di kota Salatiga dan Perguruan Tinggi yang ditunjuk dan dipercaya oleh pemerintah untuk menyelenggarakan program beasiswa bidikmisi, maka IAIN Salatiga berupaya menyelenggarakan pendidikan, penelitian, pengabdian, pengembangan budaya masyarakat kampus, dan penggelolaan pendidikan tinggi yang mencerminkan nilai-nilai Islam-Indonesia untuk mewujudkan Masyarakat Damai Bermartabat sesuai dengan Misi IAIN Salatiga.

48

Berdasarkan hal tersebut, maka IAIN Salatiga sebagai penyelenggaraan program beasiswa bidikmisi melakukan upaya untuk menyelenggarakan program peningkatan prestasi akademik sebagai berikut: a. Program Wajib Pesantren

IAIN Salatiga mewajibkan Mahasiswa Bidikmisinya untuk

bertempat tinggal di Ma’had ataupun Pondok Pesantren sesuai dengan

yang telah ditunjuk oleh lembaga IAIN Salatiga. Dengan bertempat

tinggal di Ma’had atau Pondok Pesantren, maka tentunya Mahasiswa Bidikmisi juga harus mengikuti aturan dan pembelajaran yang ada di

dalam Ma’had atau Pondok Pesantren. Dengan hal ini kemudian

diharapkan Mahasiswa Bidikmisi memperoleh kemampuan akademik lebih, baik secara bahasa maupun keagamaan dari program

pembelajaran di Ma’had atau Pondok Pesantren tersebut.

Pelaksanaan program wajib ma’had bagi Mahasiswa Bidikmisi

FTIK angkatan 2014 dimulai dengan bertempat tinggal di Ma’had

Mahasiswa IAIN Salatiga selama kurang lebih 1,5 tahun sebelum dipindahkan untuk menetap di Pondok Pesantren yang ditunjuk oleh lembaga sampai studinya selesai. Tentunya selama bertempat tinggal di

Ma’had atau Pondok Pesantren, mahasiswa bidikmisi harus mengikuti

aturan dan proses pembelajaran yang ada.

b. Program Penunjang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, prestasi belajar akademik adalah kemampuan yang diperoleh dari usaha belajar

49

dalam bidang keahliannya dan hasilnya dapat diukur dan dinilai menggunakan tes berstandar. Karena prestasi belajar akademik diperoleh melalui usaha belajar dalam bidang keahlian tertentu, maka pencapaian ini harus dilakukan dengan mengikuti kegiatan belajar yang ditetapkan dalam kurikulum yang pada umumnya lebih bersifat kognitif dan diakhiri dengan penentuan melalui pengukuran dan penilaian untuk mengukur penguasaan pengetahuan yang biasanya diukur dengan tes, seperti ulangan, tes tengah semester, ataupun tes akhir semester.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka tolak ukur dari prestasi belajar akademik mahasiswa tergambar dalam nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperolehnya sebagai hasil pengukuran penguasaan materi pelajaran selama mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas.

Sebagai lembaga penyelenggara program beasiswa bidikmisi, IAIN Salatiga berupaya memberikan pembelajaran khusus kepada Mahasiswa Bidikmisinya guna menunjang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Bentuk kegiatan dari Program Penunjang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) bagi Mahasiswa Bidikmisi FTIK angkatan 2014 adalah sebagai berikut:

1) Pelatihan Karya Tulis Ilmiah

Dalam kegiatan pelatihan karya tulis ilmiah ini, Mahasiswa Bidikmisi dilatih untuk membuat Karya Tulis Ilmiah yang baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmiah. Tentunya hal ini penting bagi

50

mahasiswa, baik bagi mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) maupun mahasiswa dari fakultas lain. Dalam dunia kampus, seorang mahasiswa dituntut kemandirian dan pola pikir yang lebih daripada siswa sekolah menengah. Perkuliahan yang terjadipun merupakan proses belajar mengajar tatap muka dalam kelas, praktikum, dan pemberian tugas akademik lainnya. Pemberian tugas ini dapat berupa pembuatan karya tulis ilmiah atau makalah tentang suatu permasalahan akademik. Sehingga kegiatan pelatihan karya tulis ilmiah ini tentunya dapat meningkatkan prestasi belajar akademik Mahasiswa Bidikmisi.

2) Pelatihan Desain Grafis

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang di masa depan akan terjun di dunia pendidikan dimana media pembelajaran merupakan suatu hal yang penting untuk dapat menciptakan pembelajaran yang kondusif. Sehingga pelatihan desain grafis ini diharapkan dapat membantu mahasiswa di dunia yang akan mereka hadapi. Dalam kurikulum IAIN Salatiga yang berlaku pada tahun 2014, Media Pembelajaran termasuk Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) yang ada dalam seperangkat matakuliah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.

Berdasarkan hal tersebut, maka pelatihan desain grafis ini dapat membantu Mahasiswa Bidikmisi dalam menunjang prestasi belajar akademiknya terutama dalam matakuliah Media

51

Pembelajaran dan pengembangan media pembelajaran dalam ruang lingkup yang lebih luas.

3) Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian

Proposal penelitian ini biasanya berupa dokumen perencanaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti. Dalam jenjang studi S-1 disebut sebagai skripsi.

Mahasiswa Bidikmisi sebagai mahasiswa yang juga memiliki tugas akhir yang sama dengan mahasiswa lain, pada akhirnya juga harus menyusun skripsi. Agar kemudian dapat melakukan Munaqosah Skripsi dan pada akhirnya dinyataka lulus dari program studi yang ditempuhnya.

Tentunya pelatihan penulisan proposal penelitian ini memberikan manfaat kepada Mahasiswa Bidikmisi untuk dapat memahami lebih lanjut tentang dasar-dasar penelitian sebelum merambah ke skripsi. Terlebih di dalam kegiatan pelatihan penulisan proposal penelitian, Mahasiswa Bidikmisi juga diberi bekal mengenai metode penelitian dan analisis data. Dimana target yang ingin dicapai oleh lembaga adalah sampai dengan pengajuan proposal penelitian untuk skripsi. Sehingga Mahasiswa Bidikmisi dapat lulus tepat waktu atau bahkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

52

2. Bentuk Program Peningkatan Prestasi Belajar Non-Akademik

Selain melakukan upaya untuk menyelenggarakan program peningkatan prestasi belajar akademik, IAIN Salatiga juga melakukan upaya untuk meningkatkan prestasi belajar non-akademik Mahasiswa Bidikmisi. Bentuk kegiatan dari program peningkatan prestasi belajar non-akademik tersebut adalah sebagai berikut:

a. Program Pengembangan Bahasa

Pelaksanaan program pengembangan bahasa dimaksudkan agar kemampuan berbahasa Mahasiswa Bidikmisi ini berkembang lebih baik dan lebih luas lagi. Salah satu faktor pendorong yang menyebabkan tuntutan global terus menerus berubah untuk mengembangkan pendidikan adalah pendidikan bahasa asing. Peningkatan penguasaan bahasa asing tentunya dirasa perlu dilakukan bagi Mahasiswa Bidikmisi di IAIN Salatiga karena penguasaan bahasa asing dapat memberikan pilihan karier yang kompetitif.

Menurut Tim Pengembang Ilmu Pendidikan UPI (2007: 144) penguasaan bahasa asing bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan daya saing, serta merespon berbagai tantangan perubahan zaman. Jadi, dengan adanya program pengembangan bahasa ini, khususnya bahasa arab dan bahasa inggris, Mahasiswa Bidikmisi diharapkan dapat menjadikan penguasaan kebahasaan yang diperolehnya sebagai salah satu sarana utama dalam rangka meningkatkan kualitas diri, masyarakat, bangsa, dan negara. Di dalam

53

dunia kerja diharapkan Mahasiswa Bidikmisi nantinya mampu merespon dengan baik segala tantangan yang dihadapinya dengan kemampuan bahasa yang dimilikinya.

Program pengembangan bahasa bagi Mahasiswa Bidikmisi FTIK IAIN Salatiga angkatan 2014 dilaksanakan dalam bentuk kegiatan pelatihan intensif yang dilakukan di Pare, Kediri, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali, yang pertama kegiatan pelatihan intensif Bahasa Inggris (English Course) dan yang kedua kegiatan pelatihan intensi Bahasa Arab (Arabic Course).

b. Program Pelatihan TOEFL

Pada dasarnya, IAIN Salatiga memiliki UPT Pengembangan Bahasa yang memberikan layanan berupa studi bahasa arab dan bahasa inggris. UPT Pengembangan Bahasa juga memberikan fasilitas pelayanan lain berupa Test of English as Foreign Language (TOEFL). Namun secara khusus lembaga IAIN Salatiga memberikan program pelatihan TOEFL ini mulai dari bimbingan pelatihannya sampai dengan ujian TOEFL ITP nya. Fokus dari program pelatihan TOEFL ini adalah TOEFL ITP (Institutional Testing Program) yang merupakan jenis TOEFL yang menggunakan media cetak berupa kertas sebagai tempat soal dan jawabannya. TOEFL ITP inilah yang kemudian paling banyak menjadi syarat beasiswa di Indonesia, seperti LPDP (dalam negeri), DIKTI dan untuk melamar kerja di BUMN hingga CPNS.

54

Sehingga program pelatihan TOEFL ini menjadi salah satu program yang dilaksanakan oleh IAIN Salatiga untuk meningkatkan prestasi belajar Mahasiswa Bidikmisinya. Program pelatihan TOEFL pada Mahasiswa Bidikmisi FTIK angkatan 2014 dilaksanakan dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan dengan bentuk pembelajaran aktif. Program ini dimaksudkan untuk menunjang kemampuan berbahasa inggris Mahasiswa Bidikmisi, dimana TOEFL diperlukan untuk tujuan akademik dan pekerjaan serta hal umum lainnya, seperti halnya melamar beasiswa dalam negeri maupun luar negeri dan untuk melamar pekerjaan.

c. Program Pelatihan KMD dan KML

KMD (Kursus Pembina Pramuka Tigkat Dasar) adalah kursus yang diselenggarakan bagi anggota dewasa dan Pramuka Pandega yang akan membina anggota muda di Gudep. Sedangkan KML (Kursus Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan) adalah jenjang pendidikan tertinggi bagi Pembina Pramuka sebagai lanjutan dari KMD (at-Taubany, 2017: 342). Sehingga KMD dan KML ini pada dasarnya merupakan kursus yang dilakukan agar seorang individu dapat menjadi seorang Pembina Pramuka.

Dalam implementasi Kurikulum 2013, Pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib dan hal tersebut diatur dalam undang-undang dimana Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib pada satuan pendidikan dasar dan menengah untuk berbagai jenis dan jenjang pedidikan.

55

Melalui program KMD dan KML ini, Mahasiswa Bidikmisi khususnya mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) yang nantinya akan terjun dalam dunia pendidikan diharapkan mampu ikut seta dalam menyukseskan implementasi yang dilakukan pemerintah dengan menaruh perhatian lebih dalam kepramukaan di masing-masing Gugus Depan yang nantinya menjadi tempat mengabdi. Terlebih untuk menjadi pembina pramuka di Gugus Depan.

d. Program Enterpreneurship dan Scholarship

Enterpreneurship dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis ataupun non-bisnis secara mandiri (Ghani, 2014: 5). Sedangkan Scholarship adalah sejumlah dana yang diberikan oleh lembaga tertentu kepada seseorang untuk keperluan melanjutkan pendidikan (Utami, 2017: 208).

Program enterpreneurship dan scholarship yang dilaksanakan bagi Mahasiswa Bidikmisi FTIK IAIN Salatiga angkatan 2014 dilaksanakan dalam wadah pertemuan khusus dalam bentuk seminar. Seminar tersebut dilakukan dengan megusung tema enterpreneurship ataupun scholarship khusus bagi Mahasiswa Bidikmisi seluruh angkatan.

Seminar Enterpreneurship bertujuan untuk memberikan studi menyeluruh tentang kewirausahaan, kemandirian, dan cara bertahan hidup selama menjadi mahasiswa maupun untuk kedepannya. Seminar

56

Scholarship bertujuan untuk memberikan studi menyeluruh kepada Mahasiswa Bidikmisi untuk memperoleh segala bentuk informasi tentang beasiswa dan cara memperoleh beasiswa agar nantinya diharapkan dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi melalui program beasiswa.

57 BAB V PENUTUP

A. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dan paparan data yang ditemukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sebagai lembaga penyelenggara program beasiswa bidikmisi, IAIN Salatiga memiliki program guna meningkatkan prestasi belajar Mahasiswa Bidikmisi.

Adapun program kegiatan untuk meningkatkan prestasi belajar Mahasiswa Bidikmisi di IAIN Salatiga adalah sebagai berikut: (1) Program Wajib Pesantren; (2) Program Penunjang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) berupa: Pelatihan Karya Tulis Ilmiah, Pelatihan Desain Grafis, Pelatihan

Dokumen terkait