BAB IV TEMUAN PELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Temuan dan Hasil Analisis Data
Responden dalam penelitian ini adalah penyandang disabilitas tuna daksa yang beragama islam di Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitasi (BBRVPD) sebanyak 45 orang yang telah menjadi sampel penelitian.
Analisis data mengenai karakteristik responden berdasarkan usia, jenis kelamin dan pendidikan terakhir sebagai berikut. Selanjutnya akan dijelaskan dalam bentuk tabel dan uraiannya.
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Berikut adalah karakteristik responden berdasarkan usia:
Tabel 9. Karakteristik responden berdasarkan usia
No. Usia Jumlah Responden Persentase
1. 16 - 20 tahun 8 Responden 17,8%
2. 21 - 25 tahun 20 Responden 44,4%
3. 26 - 30 tahun 13 Responden 28,9%
4. 31 - 35 tahun 4 Responden 8,9%
Jumlah 45 Responden 100%
Berdasarkan tabel 9, diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan usia adalah sebanyak 8 responden berusia 16-20 tahun, kemudian sebanyak 20 responden berusia 21-25 tahun, kemudian sebanyak 13 responden berusia 26-30 tahun, dan 4 responden berusia 31-35 tahun. Berdasarkan jumlah tersebut, maka sebagian besar responden dalam penelitian ini berusia 21-25 tahun. Dengan demikian responden dalam penelitian ini berada dalam usia dewasa awal.
57
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berikut adalah karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin.
Tabel 10. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No. Jenis Kelamin Jumlah Presntase
1. Laki – laki 35 77,8%
2. Perempuan 10 22,2%
Jumlah 45 100%
Tabel 10 menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 35 orang (77,8%). Berdasarkan jumlah tersebut, maka sebagian besar sampel yang telah diambil terbanyak adalah responden berjenis kelamin laki-laki.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Berikut adalah karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir
Tabel 11. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
No Pendidikan Terakhir Jumlah Presentase
1. SD 1 2,22%
2. SMP 4 8,89%
4. Paket B 2 4,44% 5. Paket C 1 2,22% 6. SMA 15 33,33% 7. SMK 14 31,11% 8. MA 3 6,67% 9. SMALB 2 4,44% 10. D3 1 2,22% 11. S1 1 2,22% Jumlah 45 100%
Tabel 11 menunjukkan bahwa mayoritas responden yang telah menerima pendidikan formal mayoritas SMA dengan presentase sebesar 33,33%. Berdasarkan jumlah tersebut, maka sebagian besar sampel yang telah diambil terbanyak adalah responden yang telah menerima pendidikan secara formal dengan tingkat pendidikan SMA.
1. Deskripsi Hasil Penelitian a. Hasil Uji Validitas
Uji validitas penelitian ini dilakukan di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta. Dengan teknik
Product Moment yang di uji cobakan kepada 30 responden.
Berdasarkan data instrumen uji coba variabel dukungan sosial terdapat 19 butir pertanyaan, 18 dinyatakan valid dan 1 pertanyaan dinyatakan tidak valid. Sedangkan uji instrumen variabel kesadaran beribadah terdapat 20 butir pertanyaan, 18
59
dinyatakan valid dan 2 pertanyaan dinyatakan tidak valid. Sehingga item yang tidak valid atau yang dapat digunakan untuk uji inti (penelitian selanjutnya) adalah sebanyak 18 butir pertanyaan dari masing-masing variabel. Tabel 12. Menyatakan hasil uji validitas dukungan sosial dan kesadaran beribadah
Tabel 12. Hasil Uji Validitas Dukungan Sosial (X) dan Kesadaran Beribadah (Y)
No. Pertanyaan r hitung r tabel Valid/ Tidak valid Dukungan Sosial (X)
1. Saya sering diberikan ucapan semangat setiap pagi oleh petugas yang berada di balai
0,654 0,361 Valid
2. Setiap saya
memulai/melakukan kegiatan petugas tidak pernah mendukung
0,712 0,361 Valid
3. Petugas menunjukkan kasih sayang yang lebih terutama ketika saya sedang menghadapi masalah
0,692 0,361 Valid
4. Petugas menanyakkan keadaan saya bila saya
terlihat berbeda seperti biasanya
5. Jika saya berbuat salah/khilaf, petugas tidak pernah menegur atau menasehati saya
0,591 0,361 Valid
6. Ketika saya tertimpa masalah, petugas ikut merasakan prihatin
0,619 0,361 Valid
7. Petugas tidak
menghibur saya ketika saya merasa tertekan /bersedih
0,543 0,361 Valid
8. Jika saya tidak tahu, pasti petugas
memberitahu
0,618 0,361 Valid
9. Pada saat saya lalai mengerjakan sholat, petugas selalu mengingatkan
0,506 0,361 Valid
10. Saya merasa tidak nyaman menceritakan masalah pribadi saya kepada petugas
0,242 0,361 Tidak Valid
11. Petugas sering memberikan saya
61
nasehat tentang pentingnya membantu sesama
12. Ketika saya merasa kesulitan/kebingungan, petugas menyarankan saya untuk selalu mengingat dan meminta pertolongan kepada Allah 0,622 0,361 Valid 13. Petugas jarang memberikan dukungan agar saya bisa
bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari
0,460 0,361 Valid
14. Saya mendapatkan saran dari petugas saat saya merasakan bimbang untuk menentukan suatu pilihan dalam
melaksanakan suatu hal yan belum saya
mengerti
15. Petugas tidak pernah memberi arahan
tentang tata shalat yang benar
0,489 0,361 Valid
16. Sarana dan prasarana yang ada di balai sangat mendukung kegiatan ibadah saya
0,642 0,361 Valid
17. Semua peralatan yang saya butuhkan tersedia di balai
0,722 0,361 Valid
18. Saya tidak pernah mendapatkan hadiah ketika saya berhasil mengerjakan sesuatu
0,483 0,361 Valid
19. Petugas peduli dan turut membantu atas masalah yang saya hadapi
0,643 0,361 Valid
Kesadaran Beribadah (Y)
20. Saya meyakini Allah sebagai Tuhan semesta alam
0,685 0,361 Valid
21. Saya dapat mengerti makna dua kalimat syahadat
63
22. Saya mengetahui tata cara mengerjakan shalat dengan baik
0,633 0,361 Valid
23. Saya paham bahwa puasa wajib ramadhan dilakukan untuk melatih kesabaran
0,639 0,361 Valid
24. Saya memiliki pengetahuan bahwa zakat, infaq dan shodaqoh dapat mensucikan harta
0,725 0,361 Valid
25. Saya mengetahui bahwa haji adalah ibadah yang wajib dikerjakan jika mampu
0,644 0,361 Valid 26. Saya mengetahui bahwa islam mengajarkan berbuat baik ke sesama makhluk hidup 0,774 0,361 Valid 27. Saya melaksanakan ibadah semata-mata karena Allah SWT 0,734 0,361 Valid
28. Saya merasa biasa saja ketika saya
meninggalkan kewajiban saya terhadap Allah 29. Saya tidak membantu
kesulitan orang yang pernah menyakiti hati saya
0,434 0,361 Valid
30. Selama beribadah atau diwaktu lain saya berhubungan dengan Allah, saya merasa bebas dari
kekhawatiran dalam hidup sehari-hari
0,784 0,361 Valid
31. Saya tidak nyaman dengan ibadah yang saya lakukan setiap harinya
0,332 0,361 Tidak valid
32. Saya merasakan adanya manfaat setelah
melakukan kebaikkan kepada orang lain
0,419 0,361 Valid
33. Saya sadar bahwa kehidupan duniawi harus berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an
65
34. Saya hanya berdoa ketika saya sedang tertimpa masalah
0,173 0,361 Tidak valid
35. Berbuat baik kepada sesama menurut saya tidak memberikan pengaruh apapun dikehidupan saya
0,496 0,361 Valid
36. Saya sadar untuk tidak meninggalkan shalat 0,598 0,361 Valid 37. Saya berusaha mengerjakan shalat tepat waktu 0,473 0,361 Valid
38. Saya melakukan shalat berjamaah karena dorongan diri sendiri
0,492 0,361 Valid
39. Saya selalu berperilaku baik dimanapun saya berada karena saya selalu taat kepada Allah atas perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya
b. Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah uji yang digunakan untuk mengukur sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten1. Kuesioner dinyatakan relibel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaannya adalah konsistem atau stabil dari waktu ke waktu2. Tabel 13 menunjukan hasil Output Uji Reliabilitas Skala Dukungan Sosial (X)
Tabel 13 Hasil Output Uji Reliabilitas skala Dukungan Sosial (X)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,892 19
Pada tabel 13 menunjukkan bahwa hasil output uji reliabilitas Dukungan Sosial (X) memperoleh nilai alpha lebih besar dari nilai 0,6. Hasil dapat diketahui nilai Cronbach Alpha untuk variabel dukungan sosial sebesar 0.892 maka dapat disimpulkan bahwa variabel dukungan sosial relibel. Tabel 14 menunjukkan hasil Output Uji Reliabilitas skala Kesadaran Beribadah (Y).
1 Sofyan Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi dengan Pebandingan Perhitungan Manual dan SPSS, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2013) h. 55
2 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM
SPSS 19, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), cet,ke-5,
67
Tabel 14. Hasil Output Uji Reliabilitas skala Kesadaran Beribadah (Y)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,872 20
Dengan demikian dapat dilihat dari hasil output tabel 14 dapat diketahui nilai Cronbach Alpha untuk variabel Kesadaran Beribadah sebesar 0.872, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kesadaran Beribadah relibel.
2. Analisis Data Penelitian
a. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi atau tidak3.
a) Jika nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal.
b) Jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.
3 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Deserasi dan Karya Ilmiah, h. 132
Tabel 15: Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz ed Residual
N 45
Normal Parametersa,b
Mean 0E-7
Std.
Deviation 4,19555201 Most Extreme Differences
Absolute ,138
Positive ,123
Negative -,138
Kolmogorov-Smirnov Z ,929
Asymp. Sig. (2-tailed) ,354
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Dapat disimpulkan dari hasil uji normalitas kolmogorov-Smirnov di atas bahwa, hasil dari nilai signifikasi sebesar 0,354 dimana nilai ini lebih besar dari 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal.
b. Uji Korelasi
Uji koefisien korelasi dilakukan dalam penelitian ini dimaksud untuk mengetahui bagaimana kekuatan dan arah hubungan antar variabel independen yaitu dukungan sosial dan variabel dependen yaitu kesadaran beribadah penyandang disabilitas tuna daksa di Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) Cibinong. Uji tersebut untuk mengetahui
69
kekuatan hubungan yaitu dengan cara mengintrepertasikan nilai yang diperoleh dari uji koefisien korelasi dengan berpedoman pada tabel interval koefisien atau kekuatan hubungan.
Pengujian tersebut diolah menggunakan program
Statistical Package for the Social Sciences (SPSS 20.0) for windows adalah sebagai berikut:
Tabel 16. Hasil Uji Korelasi Pearson Product Correlations Dukungan Sosial Kesadaran Beribadah Dukungan Sosial Pearson Correlation 1 ,617** Sig. (2-tailed) ,000 N 45 45 Kesadaran Beribadah Pearson Correlation ,617** 1 Sig. (2-tailed) ,000 N 45 45
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson Product menggunakan SPSS 20 for windows diatas diketahui bahwa taraf signifikan sebesar 0,000 maka dimana 0,000 < 0,5 sehingga keputusannya adalah menerima hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Dukungan Sosial dengan Kesadaran Beribadah penyandang disabilitas tuna daksa.
Sedangkan r hitung dalam hasil ini sebesar 0,617** menujukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kesadaran beribadah, tingkat keeratan hubungan (korelasi) antara variabel dukungan sosial dengan variabel kesadaran beribadah adalah sedang dan tanda bintang (**).
Maka hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang siginifikan antara dukungan sosial dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas tuna daksa di Balai Besar Rehabilitas Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) - Cibinong diterima. Dengan demikian hipotesis nol (H0) yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas tuna daksa di Balai Besar Rehabilitas Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) – Cibinong ditolak.
Menurut penelitian Syifa Akmalia (2019) menyatakan bahwa bantuan yang nyata serta tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan individu didalam lingkungan sosialnya atau berupa kehadiran dalam hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional, informasi dan instrumental atau berpengaruh pada tingkah laku penerima hal ini dapat memunculkan kesadaran beribadah dengan cara memotivasi lansia untuk
71
melaksanakan urusan ibadah. Hasil penelitian ini menjadi bukti bahwa dukungan sosial penting bagi lansia sebagai upaya meningkatkan motivasi dalam beribadah dalam menjalankan kehidupannya4. Indikator dalam penelitian Syifa sejalan dengan penelitian ini dimana dukungan sosial meliputi dukungan emosional, informasi dan instrumental sedangkan dalam hal ibadah ialah menggerakkan, mengarahkan dan menopang.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dimana dukungan sosial yang dilakukan oleh petugas berhubungan dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas tuna daksa.
4 Syifa Akmalia, Skripsi: “Dukungan Sosial dan Motivasi dalam Beribadah pada Lansia di Pondok Lasia Berdikari Tangerang” (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019), h. 103
Tabel 17. Nilai Koefisien antara Bagian dari Dukungan Sosial dengan Kesadaran Beribadah Penyandang Disabilitas
Tuna Daksa Correlations Dukungan Emosional Dukungan Informasi Dukungan Instrumental Kesadaran Beribadah Dukungan Emosional Pearson Correlation 1 ,744** ,707** ,529** Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 N 45 45 45 45 Dukungan Informasi Pearson Correlation ,744** 1 ,624** ,632** Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 N 45 45 45 45 Dukungan Instrumental Pearson Correlation ,707** ,624** 1 ,465** Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 N 45 45 45 45 Kesadaran Beribadah Pearson Correlation ,529** ,632** ,465** 1 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 N 45 45 45 45
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson Product menggunakan SPSS 20 for windows diatas diketahui terdapat hubungan antara dukungan emosional, dukungan informasi dan dukungan instrumental dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas tuna daksa.
Pada bagian dukungan emosional diperolah angka koefisien .529** artinya tingkat keeratan hubungan (korelasi) antara bagian dukungan emosional pada dukungan sosial petugas dengan variabel kesadaran beribadah adalah sedang
73
dan tanda bintang (**) artinya terdapat hubungan yang signifikan sebesar .000. kemudian terdapat angka koefisien yang bernilai positif yaitu 0.529 sehingga terdapat hubungan antara dukungan emosional pada dukungan sosial dengan kesadaran beribadah yang bersifat searah. Maka semakin tinggi dukungan emosional maka semakin tinggi kesadaran beribadahnya atau semakin rendah dukungan emosional maka semakin rendah kesadaran beribadahnya. Lalu terdapat nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05, maka artinya ada hubungan yang signifikan antara bagian dukungan emosional pada dukungan sosial dengan variabel kesadaran beribadah.
Pada bagian dukungan informasi diperoleh angka .632 artinya tingkat keeratan hubungan (korelasi) antara bagian dukungan informasi pada dukungan sosial petugas dengan variabel kesadaran beribadah adalah sedang dan tanda bintang (**) artinya terdapat hubungan yang signifikan sebesar .000. kemudian terdapat angka koefisien yang bernilai positif yaitu 0.632 sehingga terdapat hubungan antara dukungan informasi pada dukungan sosial dengan kesadaran beribadah yang bersifat searah Maka semakin tinggi dukungan informasi maka semakin tinggi kesadaran beribadahnya atau semakin rendah dukungan informasi maka semakin rendah kesadaran beribadahnya. Lalu terdapat nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05, maka artinya ada hubungan yang signifikan antara bagian
dukungan informasi pada dukungan sosial dengan variabel kesadaran beribadah.
Pada bagian dukungan instrumental diperolah angka koefisien .465** artinya tingkat keeratan hubungan (korelasi) antara bagian dukungan instrumental pada dukungan sosial petugas dengan variabel kesadaran beribadah adalah sedang dan tanda bintang (**) artinya terdapat hubungan yang signifikan sebesar .001. kemudian terdapat angka koefisien yang bernilai positif yaitu 0.465 sehingga terdapat hubungan antara dukungan instrumental pada dukungan sosial dengan kesadaran beribadah yang bersifat searah. Lalu terdapat nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) 0.001 < 0.05, maka artinya ada hubungan yang signifikan antara bagian dukungan instrumental pada dukungan sosial dengan variabel kesadaran beribadah.
Menurut penelitian Lusi Widiastuti (2018), dimana dukungan keluarga berpengaruh terhadap kesadaran beribadah siswa di MA Muhammadiyah Bandar5. Penelitian Lusi sejalan dengan penelitian ini dimana indikator pada aspek dukungan sosial yang berasal dari rasa empati dan kepedulian berpengaruh cukup kuat terhadap kesadaran beribadah pada siswa di MA Muhammadiyah Bandar.
5 Lusi Widiastuti, Skrpsi: “Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Keaktifan Mengikuti Kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa Terhadap Kesadaran Beribadah Siswa di MA Muhammadiyah Bandar Pacitan” (Ponorogo: IAIN Ponorogo, 2018)
75 Score Variable X Nilai Ranking Score Variable Y Nilai Ranking Korelasi
57 Rendah 63 Rendah Positif
71 Tinggi 72 Tinggi Positif
72 Tinggi 71 Tinggi Positif
72 Tinggi 70 Tinggi Positif
56 Rendah 63 Rendah Positif
54 Rendah 64 Rendah Positif
57 Rendah 64 Rendah Positif
61 Tinggi 62 Rendah Negatif
59 Rendah 65 Rendah Positif
67 Tinggi 72 Tinggi Positif
72 Tinggi 72 Tinggi Positif
56 Rendah 64 Rendah Positif
72 Tinggi 72 Tinggi Positif
61 Tinggi 72 Tinggi Positif
68 Tinggi 70 Tinggi Positif
65 Tinggi 70 Tinggi Positif
64 Tinggi 72 Tinggi Positif
69 Tinggi 69 Tinggi Positif
58 Rendah 61 Rendah Positif
70 Tinggi 70 Tinggi Positif
51 Rendah 70 Tinggi Negatif
62 Tinggi 53 Rendah Negatif
54 Rendah 61 Rendah Positif
54 Rendah 68 Tinggi Negatif
54 Rendah 54 Rendah Positif
65 Tinggi 70 Tinggi Positif
59 Rendah 70 Tinggi Negatif
63 Tinggi 60 Rendah Negatif
48 Rendah 50 Rendah Positif
67 Tinggi 67 Tinggi Positif
69 Tinggi 68 Tinggi Positif
68 Tinggi 67 Tinggi Positif
69 Tinggi 70 Tinggi Positif
64 Tinggi 66 Tinggi Positif
59 Rendah 67 Tinggi Negatif
51 Rendah 68 Tinggi Negatif
68 Tinggi 67 Tinggi Positif
71 Tinggi 70 Tinggi Positif
65 Tinggi 70 Tinggi Positif
57 Rendah 57 Rendah Positif
65 Tinggi 69 Tinggi Positif
69 Tinggi 67 Tinggi Positif
60 Tinggi 66 Tinggi Positif
67 Tinggi 69 Tinggi Positif
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa korelasi setiap responden dari hasil skor yang didapat melalui hasil penelitian. Dalam tabel tersebut diketahui bahwa nilai skor variabel X Dukungan Sosial mempunyai dua kelompok skor tinggi dan rendah, hasil ini diperoleh dari pembagian menggunakan aplikasi Excel yaitu skor dengan nilai dari 48-60 adalah rendah dan 61-72 adalah tinggi. Sedangkan skor variabel Y Kesadaran Beribadah mempunyai dua kelompok skor tinggi dan rendah, hasil ini diperoleh dari pembagian menggunakan aplikasi Excel yaitu skor dengan nilai 50-65 adalah rendah dan 66-72 adalah tinggi.
Variable Score Nilai Ranking
Dukungan Sosial (X) 48-60 Rendah
61-72 Tinggi
Kesadaran Beribadah (Y) 50-65 Rendah
77
Selanjutnya tabel nilai korelasi menjelaskan bahwa nilai korelasi antara variabel Dukungan Sosial (X) dan Kesadaran Beribadah (Y) searah karena semakin tinggi nilai skor variabel Dukungan Sosial maka skor variabel Kesadaran Beribadah juga tinggi begitupun sebaliknya. Namun jika tidak searah ketika variabel Dukungan Sosial skornya tinggi tetapi skor variabel Kesadaran Beribadahnya rendah maka dikatakan negatif atau tidak berhubungan, begitupun sebaliknya.
Score Variabel X Score Variabel Y Korelasi
Tinggi Tinggi Positif
Rendah Rendah Positif
Tinggi Rendah Negatif
Rendaj Tinggi Negatiif
Kemudian untuk total dari keseluruhan sampel, didapat bahwa 8 responden dinyatakan tidak memiliki korelasi karena hasilnya negatif hal ini menunjukan bahwa 18% sampel tidak ditemukan hubungan korelasi searah dan 37 responden dinyatakan memiliki korelasi karena hasilnya positif, hal ini menunjukkan bahwa 82% sampel memiliki hasil korelasi yang berhubungan searah.
Positif (Berhubungan) Negatif (Tidak Berhubungan)
78
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Balai Besar Rehabilitas Vokasioal Penyandang Disabilitas (BBRVPD) – Cibinong mengenai “Hubungan Dukungan Sosial Petugas dengan Kesadaran Beribadah Penyandang Disabilitas tuna daksa” maka kesimpulan yang didapat adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial petugas dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji korelasi Pearson Product dimana nilai signifikan sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak dan Ha diterima.
Sementara tingkat keeratan hubungan antara dukungan sosial petugas dengan kesadaran beribadah mendapatkan hasil 0,617** menujukkan bahwa hubungan antara dukungan sosial petugas dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas tina daksa pada golongan sedang tetapi pasti. Artinya semakin tinggi dukungan sosial petugas yang diberikan maka semakin tinggi kesadaran beribadah penyandang disabilitas atau semakin rendah dukungan sosial petugas yang diberikan maka semakin rendah pula kesadaran beribadahnya.
79
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Untuk Balai Besar Rehabilitasi Vokasinal Penyandang Disabilitas (BBRVPD) – Cibinong hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukkan dan penambahan wawasan dalam mengambil kebijakan tentang betapa pentingnya peran dukungan sosial petugas untuk penyandang disabilitas tuna daksa dalam menumbuhkan kesadaran beribadah.
2. Bagi praktisi bimbingan dan penyuluhan islam, penelitian kajian keIslaman ini diharapkan dapat memberikkan ilmu terkait dukungan sosial dan kesadaran beribadah. Agar dengan itu, pembimbing dapat membantu meningkatkan kesadaran beribadah penyandang disabilitas.
3. Untuk penelitian selanjutnya, hendaknya penelitian ini dapat dijadikan konstribusi dan referensi dalam dukungan sosial petugas dan kesadaran beribadah penyandang disabilitas. Peneliti menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan yang ada pada penelitian ini. penulis menyarankan agar selanjutnya dilakukan penelitian lebih mendalam lagi kajian-kajian psikologis dan bimbingan agama Islam para penyandang disabilitas tuna daksa atau penyandang disabilitas lainnya.
80
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek. edisi revisi IV. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan
Praktek. Jakarta: PT rineka Cipta
Ahyadi, Abdul Aziz. 2011. Psikologi Agama Kepribadian Muslim
Pancasila. Cet ke-6. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Azwar, Saifuddin.2010. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Bart, Smet. 1994. Psikologi Kesehatan. PT. Gramedia Widiasarna Indonesia: Jakarta
Chaplin, J.P.. 2006. Kamus Lengkap Psikologi. Terjemah Dr. Kartini Kartono. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Corey Gerald. 2007. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi.
Bandung: Refika Aditama.
Dahlan, Abdul Aziz et. Al. 2006. Ensiklopedi Hukum Islam. Jilid 2. Jakarta: PT Ichtiar Baru
Daradjat, Zakiah. 1995. Pendidikan Islam Dalam Keluarga Dan Sekolah. Jakarta: Ruhama
Dedi Selamet, Dedi Riyadi. 2012. Buku Induk Rahasia Dan Makna
Ibadah. Jakarta : Zaman
Efendi, Mohammad. 2006. Pengantar Psikopedagogik Anak
Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara
Gazalba, Sidi. 1975. Masjid Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam. Jakarta : Pustaka Antara
Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivarians dengan
81
Gunawan, Iman. 2013 Metode Penelitian Kualitatif Teori dan
Praktik. Jakarta: Bumi Aksara
Geonifam, 2010. Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Gara Ilmu
Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research. Yogyakarta: Fakultas UGM
Hasan, Iqbal. 2002. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia
Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial:
Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: Erlangga
Indarawan, Rully dan Poppy Yuniawati. 2014. Metodologi
Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Campuran untuk Manajemen, Pembangunan dan Pendidikan. Bandung:
Refika Aditama
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2008. Edisi Ke empat.Jakarta Majieb, M. Abdul. 1995. Kamus Istilah Fikih. Jakarta: PT Pustaka
Firdaus
Malik, Imam. 2005. Pengantar Psikolgi Umum. Yogyakarta: Teras Masri dan Sofian Effendi. 1995. Metode Penelitian Survei. Jakarta:
LP3ES
Najati, Muhammad Utsman. 1997. Al-Qur’an Dan Ilmu Jiwa. Bandung; Pustaka
Neolaka, Amos. Kesadaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta Noor, Juliansyah. 2011 Metodelogi Penelitian Skripsi, Tesis,
Disertasi dan Karya Ilmiah. cet ke-1. Jakarta: Prenadmedia
Group
Qardhawi, Yusuf. 2002. Konsep Ibadah Dalam Islam. Bandung: Mizan
Rahayu, Sugi Dkk.. 2013. Pelayanan Publik Bidang Transportasi
Bagi Difabel Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta
Rahmat, Jalaludin. 1994. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya
Rahmat, Jalaludin. 1998. Psikologi Agama. Bandung: Raja Grafindo
Rajab, Khairunnas. 2018, Psikologi Ibadah: Memakmurkan
Kerajaan Ilahi di Hati Manusia. Jakarta: Amzah
Ramayulis. 2018. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia
Riyadi, Dedi Selamet. 2012. Buku Induk Rahasia dan Makna
Ibadah. Jakarta: Zaman
Robert L. solso, dkk. 2007. Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga Santosa dan Ayat. Analisis Statistika untuk Skripsi. Tesis dan
Disertasi Ekonomi
Solihin, Muhtar, dkk.. 2004. Hakikat Manusia. Bandung: CV Pustaka Setia
Subagyo, Pangestu dan Djarwanto. 2009. Statistik Induktif Cet
ke-2. Yogyakarta: BPFE
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan
Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Shiedieqy, Hasby Ash. 2000. Kuliah Ibadah. Semarang : PT Pustaka Rizki Putra
Sujihati, Somantri. 2006. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung : PT. Refika Aditama
Surbakti. 2013. Menata Kehidupan pada Usia Lanjut. Jakarta: Pranita Aksara
Sururin. 2004. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
83
Siregar, Syofiah. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif di Lengkapi