• Tidak ada hasil yang ditemukan

Temuan dan Hasil Analisis Data

Dalam dokumen Oleh: ALDA SYAVIRA NIM (Halaman 69-116)

BAB IV TEMUAN PELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Temuan dan Hasil Analisis Data

Responden dalam penelitian ini adalah penyandang disabilitas tuna daksa yang beragama islam di Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitasi (BBRVPD) sebanyak 45 orang yang telah menjadi sampel penelitian.

Analisis data mengenai karakteristik responden berdasarkan usia, jenis kelamin dan pendidikan terakhir sebagai berikut. Selanjutnya akan dijelaskan dalam bentuk tabel dan uraiannya.

a. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Berikut adalah karakteristik responden berdasarkan usia:

Tabel 9. Karakteristik responden berdasarkan usia

No. Usia Jumlah Responden Persentase

1. 16 - 20 tahun 8 Responden 17,8%

2. 21 - 25 tahun 20 Responden 44,4%

3. 26 - 30 tahun 13 Responden 28,9%

4. 31 - 35 tahun 4 Responden 8,9%

Jumlah 45 Responden 100%

Berdasarkan tabel 9, diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan usia adalah sebanyak 8 responden berusia 16-20 tahun, kemudian sebanyak 20 responden berusia 21-25 tahun, kemudian sebanyak 13 responden berusia 26-30 tahun, dan 4 responden berusia 31-35 tahun. Berdasarkan jumlah tersebut, maka sebagian besar responden dalam penelitian ini berusia 21-25 tahun. Dengan demikian responden dalam penelitian ini berada dalam usia dewasa awal.

57

b. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berikut adalah karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin.

Tabel 10. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No. Jenis Kelamin Jumlah Presntase

1. Laki – laki 35 77,8%

2. Perempuan 10 22,2%

Jumlah 45 100%

Tabel 10 menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 35 orang (77,8%). Berdasarkan jumlah tersebut, maka sebagian besar sampel yang telah diambil terbanyak adalah responden berjenis kelamin laki-laki.

c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Berikut adalah karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhir

Tabel 11. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

No Pendidikan Terakhir Jumlah Presentase

1. SD 1 2,22%

2. SMP 4 8,89%

4. Paket B 2 4,44% 5. Paket C 1 2,22% 6. SMA 15 33,33% 7. SMK 14 31,11% 8. MA 3 6,67% 9. SMALB 2 4,44% 10. D3 1 2,22% 11. S1 1 2,22% Jumlah 45 100%

Tabel 11 menunjukkan bahwa mayoritas responden yang telah menerima pendidikan formal mayoritas SMA dengan presentase sebesar 33,33%. Berdasarkan jumlah tersebut, maka sebagian besar sampel yang telah diambil terbanyak adalah responden yang telah menerima pendidikan secara formal dengan tingkat pendidikan SMA.

1. Deskripsi Hasil Penelitian a. Hasil Uji Validitas

Uji validitas penelitian ini dilakukan di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Jakarta. Dengan teknik

Product Moment yang di uji cobakan kepada 30 responden.

Berdasarkan data instrumen uji coba variabel dukungan sosial terdapat 19 butir pertanyaan, 18 dinyatakan valid dan 1 pertanyaan dinyatakan tidak valid. Sedangkan uji instrumen variabel kesadaran beribadah terdapat 20 butir pertanyaan, 18

59

dinyatakan valid dan 2 pertanyaan dinyatakan tidak valid. Sehingga item yang tidak valid atau yang dapat digunakan untuk uji inti (penelitian selanjutnya) adalah sebanyak 18 butir pertanyaan dari masing-masing variabel. Tabel 12. Menyatakan hasil uji validitas dukungan sosial dan kesadaran beribadah

Tabel 12. Hasil Uji Validitas Dukungan Sosial (X) dan Kesadaran Beribadah (Y)

No. Pertanyaan r hitung r tabel Valid/ Tidak valid Dukungan Sosial (X)

1. Saya sering diberikan ucapan semangat setiap pagi oleh petugas yang berada di balai

0,654 0,361 Valid

2. Setiap saya

memulai/melakukan kegiatan petugas tidak pernah mendukung

0,712 0,361 Valid

3. Petugas menunjukkan kasih sayang yang lebih terutama ketika saya sedang menghadapi masalah

0,692 0,361 Valid

4. Petugas menanyakkan keadaan saya bila saya

terlihat berbeda seperti biasanya

5. Jika saya berbuat salah/khilaf, petugas tidak pernah menegur atau menasehati saya

0,591 0,361 Valid

6. Ketika saya tertimpa masalah, petugas ikut merasakan prihatin

0,619 0,361 Valid

7. Petugas tidak

menghibur saya ketika saya merasa tertekan /bersedih

0,543 0,361 Valid

8. Jika saya tidak tahu, pasti petugas

memberitahu

0,618 0,361 Valid

9. Pada saat saya lalai mengerjakan sholat, petugas selalu mengingatkan

0,506 0,361 Valid

10. Saya merasa tidak nyaman menceritakan masalah pribadi saya kepada petugas

0,242 0,361 Tidak Valid

11. Petugas sering memberikan saya

61

nasehat tentang pentingnya membantu sesama

12. Ketika saya merasa kesulitan/kebingungan, petugas menyarankan saya untuk selalu mengingat dan meminta pertolongan kepada Allah 0,622 0,361 Valid 13. Petugas jarang memberikan dukungan agar saya bisa

bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari

0,460 0,361 Valid

14. Saya mendapatkan saran dari petugas saat saya merasakan bimbang untuk menentukan suatu pilihan dalam

melaksanakan suatu hal yan belum saya

mengerti

15. Petugas tidak pernah memberi arahan

tentang tata shalat yang benar

0,489 0,361 Valid

16. Sarana dan prasarana yang ada di balai sangat mendukung kegiatan ibadah saya

0,642 0,361 Valid

17. Semua peralatan yang saya butuhkan tersedia di balai

0,722 0,361 Valid

18. Saya tidak pernah mendapatkan hadiah ketika saya berhasil mengerjakan sesuatu

0,483 0,361 Valid

19. Petugas peduli dan turut membantu atas masalah yang saya hadapi

0,643 0,361 Valid

Kesadaran Beribadah (Y)

20. Saya meyakini Allah sebagai Tuhan semesta alam

0,685 0,361 Valid

21. Saya dapat mengerti makna dua kalimat syahadat

63

22. Saya mengetahui tata cara mengerjakan shalat dengan baik

0,633 0,361 Valid

23. Saya paham bahwa puasa wajib ramadhan dilakukan untuk melatih kesabaran

0,639 0,361 Valid

24. Saya memiliki pengetahuan bahwa zakat, infaq dan shodaqoh dapat mensucikan harta

0,725 0,361 Valid

25. Saya mengetahui bahwa haji adalah ibadah yang wajib dikerjakan jika mampu

0,644 0,361 Valid 26. Saya mengetahui bahwa islam mengajarkan berbuat baik ke sesama makhluk hidup 0,774 0,361 Valid 27. Saya melaksanakan ibadah semata-mata karena Allah SWT 0,734 0,361 Valid

28. Saya merasa biasa saja ketika saya

meninggalkan kewajiban saya terhadap Allah 29. Saya tidak membantu

kesulitan orang yang pernah menyakiti hati saya

0,434 0,361 Valid

30. Selama beribadah atau diwaktu lain saya berhubungan dengan Allah, saya merasa bebas dari

kekhawatiran dalam hidup sehari-hari

0,784 0,361 Valid

31. Saya tidak nyaman dengan ibadah yang saya lakukan setiap harinya

0,332 0,361 Tidak valid

32. Saya merasakan adanya manfaat setelah

melakukan kebaikkan kepada orang lain

0,419 0,361 Valid

33. Saya sadar bahwa kehidupan duniawi harus berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an

65

34. Saya hanya berdoa ketika saya sedang tertimpa masalah

0,173 0,361 Tidak valid

35. Berbuat baik kepada sesama menurut saya tidak memberikan pengaruh apapun dikehidupan saya

0,496 0,361 Valid

36. Saya sadar untuk tidak meninggalkan shalat 0,598 0,361 Valid 37. Saya berusaha mengerjakan shalat tepat waktu 0,473 0,361 Valid

38. Saya melakukan shalat berjamaah karena dorongan diri sendiri

0,492 0,361 Valid

39. Saya selalu berperilaku baik dimanapun saya berada karena saya selalu taat kepada Allah atas perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

b. Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah uji yang digunakan untuk mengukur sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten1. Kuesioner dinyatakan relibel jika jawaban seseorang terhadap pertanyaannya adalah konsistem atau stabil dari waktu ke waktu2. Tabel 13 menunjukan hasil Output Uji Reliabilitas Skala Dukungan Sosial (X)

Tabel 13 Hasil Output Uji Reliabilitas skala Dukungan Sosial (X)

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

,892 19

Pada tabel 13 menunjukkan bahwa hasil output uji reliabilitas Dukungan Sosial (X) memperoleh nilai alpha lebih besar dari nilai 0,6. Hasil dapat diketahui nilai Cronbach Alpha untuk variabel dukungan sosial sebesar 0.892 maka dapat disimpulkan bahwa variabel dukungan sosial relibel. Tabel 14 menunjukkan hasil Output Uji Reliabilitas skala Kesadaran Beribadah (Y).

1 Sofyan Siregar, Metode Penelitian Kuantitatif: Dilengkapi dengan Pebandingan Perhitungan Manual dan SPSS, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2013) h. 55

2 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM

SPSS 19, (Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2011), cet,ke-5,

67

Tabel 14. Hasil Output Uji Reliabilitas skala Kesadaran Beribadah (Y)

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

,872 20

Dengan demikian dapat dilihat dari hasil output tabel 14 dapat diketahui nilai Cronbach Alpha untuk variabel Kesadaran Beribadah sebesar 0.872, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kesadaran Beribadah relibel.

2. Analisis Data Penelitian

a. Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang berdistribusi atau tidak3.

a) Jika nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal.

b) Jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal.

3 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Deserasi dan Karya Ilmiah, h. 132

Tabel 15: Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardiz ed Residual

N 45

Normal Parametersa,b

Mean 0E-7

Std.

Deviation 4,19555201 Most Extreme Differences

Absolute ,138

Positive ,123

Negative -,138

Kolmogorov-Smirnov Z ,929

Asymp. Sig. (2-tailed) ,354

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Dapat disimpulkan dari hasil uji normalitas kolmogorov-Smirnov di atas bahwa, hasil dari nilai signifikasi sebesar 0,354 dimana nilai ini lebih besar dari 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal.

b. Uji Korelasi

Uji koefisien korelasi dilakukan dalam penelitian ini dimaksud untuk mengetahui bagaimana kekuatan dan arah hubungan antar variabel independen yaitu dukungan sosial dan variabel dependen yaitu kesadaran beribadah penyandang disabilitas tuna daksa di Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) Cibinong. Uji tersebut untuk mengetahui

69

kekuatan hubungan yaitu dengan cara mengintrepertasikan nilai yang diperoleh dari uji koefisien korelasi dengan berpedoman pada tabel interval koefisien atau kekuatan hubungan.

Pengujian tersebut diolah menggunakan program

Statistical Package for the Social Sciences (SPSS 20.0) for windows adalah sebagai berikut:

Tabel 16. Hasil Uji Korelasi Pearson Product Correlations Dukungan Sosial Kesadaran Beribadah Dukungan Sosial Pearson Correlation 1 ,617** Sig. (2-tailed) ,000 N 45 45 Kesadaran Beribadah Pearson Correlation ,617** 1 Sig. (2-tailed) ,000 N 45 45

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson Product menggunakan SPSS 20 for windows diatas diketahui bahwa taraf signifikan sebesar 0,000 maka dimana 0,000 < 0,5 sehingga keputusannya adalah menerima hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Dukungan Sosial dengan Kesadaran Beribadah penyandang disabilitas tuna daksa.

Sedangkan r hitung dalam hasil ini sebesar 0,617** menujukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kesadaran beribadah, tingkat keeratan hubungan (korelasi) antara variabel dukungan sosial dengan variabel kesadaran beribadah adalah sedang dan tanda bintang (**).

Maka hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan positif yang siginifikan antara dukungan sosial dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas tuna daksa di Balai Besar Rehabilitas Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) - Cibinong diterima. Dengan demikian hipotesis nol (H0) yang menyatakan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas tuna daksa di Balai Besar Rehabilitas Vokasional Penyandang Disabilitas (BBRVPD) – Cibinong ditolak.

Menurut penelitian Syifa Akmalia (2019) menyatakan bahwa bantuan yang nyata serta tingkah laku yang diberikan oleh orang-orang yang akrab dengan individu didalam lingkungan sosialnya atau berupa kehadiran dalam hal-hal yang dapat memberikan keuntungan emosional, informasi dan instrumental atau berpengaruh pada tingkah laku penerima hal ini dapat memunculkan kesadaran beribadah dengan cara memotivasi lansia untuk

71

melaksanakan urusan ibadah. Hasil penelitian ini menjadi bukti bahwa dukungan sosial penting bagi lansia sebagai upaya meningkatkan motivasi dalam beribadah dalam menjalankan kehidupannya4. Indikator dalam penelitian Syifa sejalan dengan penelitian ini dimana dukungan sosial meliputi dukungan emosional, informasi dan instrumental sedangkan dalam hal ibadah ialah menggerakkan, mengarahkan dan menopang.

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dimana dukungan sosial yang dilakukan oleh petugas berhubungan dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas tuna daksa.

4 Syifa Akmalia, Skripsi: “Dukungan Sosial dan Motivasi dalam Beribadah pada Lansia di Pondok Lasia Berdikari Tangerang” (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019), h. 103

Tabel 17. Nilai Koefisien antara Bagian dari Dukungan Sosial dengan Kesadaran Beribadah Penyandang Disabilitas

Tuna Daksa Correlations Dukungan Emosional Dukungan Informasi Dukungan Instrumental Kesadaran Beribadah Dukungan Emosional Pearson Correlation 1 ,744** ,707** ,529** Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 N 45 45 45 45 Dukungan Informasi Pearson Correlation ,744** 1 ,624** ,632** Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 N 45 45 45 45 Dukungan Instrumental Pearson Correlation ,707** ,624** 1 ,465** Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 N 45 45 45 45 Kesadaran Beribadah Pearson Correlation ,529** ,632** ,465** 1 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 N 45 45 45 45

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson Product menggunakan SPSS 20 for windows diatas diketahui terdapat hubungan antara dukungan emosional, dukungan informasi dan dukungan instrumental dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas tuna daksa.

Pada bagian dukungan emosional diperolah angka koefisien .529** artinya tingkat keeratan hubungan (korelasi) antara bagian dukungan emosional pada dukungan sosial petugas dengan variabel kesadaran beribadah adalah sedang

73

dan tanda bintang (**) artinya terdapat hubungan yang signifikan sebesar .000. kemudian terdapat angka koefisien yang bernilai positif yaitu 0.529 sehingga terdapat hubungan antara dukungan emosional pada dukungan sosial dengan kesadaran beribadah yang bersifat searah. Maka semakin tinggi dukungan emosional maka semakin tinggi kesadaran beribadahnya atau semakin rendah dukungan emosional maka semakin rendah kesadaran beribadahnya. Lalu terdapat nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05, maka artinya ada hubungan yang signifikan antara bagian dukungan emosional pada dukungan sosial dengan variabel kesadaran beribadah.

Pada bagian dukungan informasi diperoleh angka .632 artinya tingkat keeratan hubungan (korelasi) antara bagian dukungan informasi pada dukungan sosial petugas dengan variabel kesadaran beribadah adalah sedang dan tanda bintang (**) artinya terdapat hubungan yang signifikan sebesar .000. kemudian terdapat angka koefisien yang bernilai positif yaitu 0.632 sehingga terdapat hubungan antara dukungan informasi pada dukungan sosial dengan kesadaran beribadah yang bersifat searah Maka semakin tinggi dukungan informasi maka semakin tinggi kesadaran beribadahnya atau semakin rendah dukungan informasi maka semakin rendah kesadaran beribadahnya. Lalu terdapat nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05, maka artinya ada hubungan yang signifikan antara bagian

dukungan informasi pada dukungan sosial dengan variabel kesadaran beribadah.

Pada bagian dukungan instrumental diperolah angka koefisien .465** artinya tingkat keeratan hubungan (korelasi) antara bagian dukungan instrumental pada dukungan sosial petugas dengan variabel kesadaran beribadah adalah sedang dan tanda bintang (**) artinya terdapat hubungan yang signifikan sebesar .001. kemudian terdapat angka koefisien yang bernilai positif yaitu 0.465 sehingga terdapat hubungan antara dukungan instrumental pada dukungan sosial dengan kesadaran beribadah yang bersifat searah. Lalu terdapat nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) 0.001 < 0.05, maka artinya ada hubungan yang signifikan antara bagian dukungan instrumental pada dukungan sosial dengan variabel kesadaran beribadah.

Menurut penelitian Lusi Widiastuti (2018), dimana dukungan keluarga berpengaruh terhadap kesadaran beribadah siswa di MA Muhammadiyah Bandar5. Penelitian Lusi sejalan dengan penelitian ini dimana indikator pada aspek dukungan sosial yang berasal dari rasa empati dan kepedulian berpengaruh cukup kuat terhadap kesadaran beribadah pada siswa di MA Muhammadiyah Bandar.

5 Lusi Widiastuti, Skrpsi: “Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Keaktifan Mengikuti Kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa Terhadap Kesadaran Beribadah Siswa di MA Muhammadiyah Bandar Pacitan” (Ponorogo: IAIN Ponorogo, 2018)

75 Score Variable X Nilai Ranking Score Variable Y Nilai Ranking Korelasi

57 Rendah 63 Rendah Positif

71 Tinggi 72 Tinggi Positif

72 Tinggi 71 Tinggi Positif

72 Tinggi 70 Tinggi Positif

56 Rendah 63 Rendah Positif

54 Rendah 64 Rendah Positif

57 Rendah 64 Rendah Positif

61 Tinggi 62 Rendah Negatif

59 Rendah 65 Rendah Positif

67 Tinggi 72 Tinggi Positif

72 Tinggi 72 Tinggi Positif

56 Rendah 64 Rendah Positif

72 Tinggi 72 Tinggi Positif

61 Tinggi 72 Tinggi Positif

68 Tinggi 70 Tinggi Positif

65 Tinggi 70 Tinggi Positif

64 Tinggi 72 Tinggi Positif

69 Tinggi 69 Tinggi Positif

58 Rendah 61 Rendah Positif

70 Tinggi 70 Tinggi Positif

51 Rendah 70 Tinggi Negatif

62 Tinggi 53 Rendah Negatif

54 Rendah 61 Rendah Positif

54 Rendah 68 Tinggi Negatif

54 Rendah 54 Rendah Positif

65 Tinggi 70 Tinggi Positif

59 Rendah 70 Tinggi Negatif

63 Tinggi 60 Rendah Negatif

48 Rendah 50 Rendah Positif

67 Tinggi 67 Tinggi Positif

69 Tinggi 68 Tinggi Positif

68 Tinggi 67 Tinggi Positif

69 Tinggi 70 Tinggi Positif

64 Tinggi 66 Tinggi Positif

59 Rendah 67 Tinggi Negatif

51 Rendah 68 Tinggi Negatif

68 Tinggi 67 Tinggi Positif

71 Tinggi 70 Tinggi Positif

65 Tinggi 70 Tinggi Positif

57 Rendah 57 Rendah Positif

65 Tinggi 69 Tinggi Positif

69 Tinggi 67 Tinggi Positif

60 Tinggi 66 Tinggi Positif

67 Tinggi 69 Tinggi Positif

Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa korelasi setiap responden dari hasil skor yang didapat melalui hasil penelitian. Dalam tabel tersebut diketahui bahwa nilai skor variabel X Dukungan Sosial mempunyai dua kelompok skor tinggi dan rendah, hasil ini diperoleh dari pembagian menggunakan aplikasi Excel yaitu skor dengan nilai dari 48-60 adalah rendah dan 61-72 adalah tinggi. Sedangkan skor variabel Y Kesadaran Beribadah mempunyai dua kelompok skor tinggi dan rendah, hasil ini diperoleh dari pembagian menggunakan aplikasi Excel yaitu skor dengan nilai 50-65 adalah rendah dan 66-72 adalah tinggi.

Variable Score Nilai Ranking

Dukungan Sosial (X) 48-60 Rendah

61-72 Tinggi

Kesadaran Beribadah (Y) 50-65 Rendah

77

Selanjutnya tabel nilai korelasi menjelaskan bahwa nilai korelasi antara variabel Dukungan Sosial (X) dan Kesadaran Beribadah (Y) searah karena semakin tinggi nilai skor variabel Dukungan Sosial maka skor variabel Kesadaran Beribadah juga tinggi begitupun sebaliknya. Namun jika tidak searah ketika variabel Dukungan Sosial skornya tinggi tetapi skor variabel Kesadaran Beribadahnya rendah maka dikatakan negatif atau tidak berhubungan, begitupun sebaliknya.

Score Variabel X Score Variabel Y Korelasi

Tinggi Tinggi Positif

Rendah Rendah Positif

Tinggi Rendah Negatif

Rendaj Tinggi Negatiif

Kemudian untuk total dari keseluruhan sampel, didapat bahwa 8 responden dinyatakan tidak memiliki korelasi karena hasilnya negatif hal ini menunjukan bahwa 18% sampel tidak ditemukan hubungan korelasi searah dan 37 responden dinyatakan memiliki korelasi karena hasilnya positif, hal ini menunjukkan bahwa 82% sampel memiliki hasil korelasi yang berhubungan searah.

Positif (Berhubungan) Negatif (Tidak Berhubungan)

78

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Balai Besar Rehabilitas Vokasioal Penyandang Disabilitas (BBRVPD) – Cibinong mengenai “Hubungan Dukungan Sosial Petugas dengan Kesadaran Beribadah Penyandang Disabilitas tuna daksa” maka kesimpulan yang didapat adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial petugas dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji korelasi Pearson Product dimana nilai signifikan sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05 atau H0 ditolak dan Ha diterima.

Sementara tingkat keeratan hubungan antara dukungan sosial petugas dengan kesadaran beribadah mendapatkan hasil 0,617** menujukkan bahwa hubungan antara dukungan sosial petugas dengan kesadaran beribadah penyandang disabilitas tina daksa pada golongan sedang tetapi pasti. Artinya semakin tinggi dukungan sosial petugas yang diberikan maka semakin tinggi kesadaran beribadah penyandang disabilitas atau semakin rendah dukungan sosial petugas yang diberikan maka semakin rendah pula kesadaran beribadahnya.

79

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Untuk Balai Besar Rehabilitasi Vokasinal Penyandang Disabilitas (BBRVPD) – Cibinong hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukkan dan penambahan wawasan dalam mengambil kebijakan tentang betapa pentingnya peran dukungan sosial petugas untuk penyandang disabilitas tuna daksa dalam menumbuhkan kesadaran beribadah.

2. Bagi praktisi bimbingan dan penyuluhan islam, penelitian kajian keIslaman ini diharapkan dapat memberikkan ilmu terkait dukungan sosial dan kesadaran beribadah. Agar dengan itu, pembimbing dapat membantu meningkatkan kesadaran beribadah penyandang disabilitas.

3. Untuk penelitian selanjutnya, hendaknya penelitian ini dapat dijadikan konstribusi dan referensi dalam dukungan sosial petugas dan kesadaran beribadah penyandang disabilitas. Peneliti menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan yang ada pada penelitian ini. penulis menyarankan agar selanjutnya dilakukan penelitian lebih mendalam lagi kajian-kajian psikologis dan bimbingan agama Islam para penyandang disabilitas tuna daksa atau penyandang disabilitas lainnya.

80

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan

Praktek. edisi revisi IV. Jakarta: PT. Rineka Cipta

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan

Praktek. Jakarta: PT rineka Cipta

Ahyadi, Abdul Aziz. 2011. Psikologi Agama Kepribadian Muslim

Pancasila. Cet ke-6. Bandung: Sinar Baru Algensindo

Azwar, Saifuddin.2010. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Bart, Smet. 1994. Psikologi Kesehatan. PT. Gramedia Widiasarna Indonesia: Jakarta

Chaplin, J.P.. 2006. Kamus Lengkap Psikologi. Terjemah Dr. Kartini Kartono. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Corey Gerald. 2007. Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi.

Bandung: Refika Aditama.

Dahlan, Abdul Aziz et. Al. 2006. Ensiklopedi Hukum Islam. Jilid 2. Jakarta: PT Ichtiar Baru

Daradjat, Zakiah. 1995. Pendidikan Islam Dalam Keluarga Dan Sekolah. Jakarta: Ruhama

Dedi Selamet, Dedi Riyadi. 2012. Buku Induk Rahasia Dan Makna

Ibadah. Jakarta : Zaman

Efendi, Mohammad. 2006. Pengantar Psikopedagogik Anak

Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara

Gazalba, Sidi. 1975. Masjid Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam. Jakarta : Pustaka Antara

Ghozali, Imam. 2013. Aplikasi Analisis Multivarians dengan

81

Gunawan, Iman. 2013 Metode Penelitian Kualitatif Teori dan

Praktik. Jakarta: Bumi Aksara

Geonifam, 2010. Mengasuh Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: Gara Ilmu

Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research. Yogyakarta: Fakultas UGM

Hasan, Iqbal. 2002. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia

Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial:

Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: Erlangga

Indarawan, Rully dan Poppy Yuniawati. 2014. Metodologi

Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Campuran untuk Manajemen, Pembangunan dan Pendidikan. Bandung:

Refika Aditama

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2008. Edisi Ke empat.Jakarta Majieb, M. Abdul. 1995. Kamus Istilah Fikih. Jakarta: PT Pustaka

Firdaus

Malik, Imam. 2005. Pengantar Psikolgi Umum. Yogyakarta: Teras Masri dan Sofian Effendi. 1995. Metode Penelitian Survei. Jakarta:

LP3ES

Najati, Muhammad Utsman. 1997. Al-Qur’an Dan Ilmu Jiwa. Bandung; Pustaka

Neolaka, Amos. Kesadaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Cipta Noor, Juliansyah. 2011 Metodelogi Penelitian Skripsi, Tesis,

Disertasi dan Karya Ilmiah. cet ke-1. Jakarta: Prenadmedia

Group

Qardhawi, Yusuf. 2002. Konsep Ibadah Dalam Islam. Bandung: Mizan

Rahayu, Sugi Dkk.. 2013. Pelayanan Publik Bidang Transportasi

Bagi Difabel Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta

Rahmat, Jalaludin. 1994. Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya

Rahmat, Jalaludin. 1998. Psikologi Agama. Bandung: Raja Grafindo

Rajab, Khairunnas. 2018, Psikologi Ibadah: Memakmurkan

Kerajaan Ilahi di Hati Manusia. Jakarta: Amzah

Ramayulis. 2018. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia

Riyadi, Dedi Selamet. 2012. Buku Induk Rahasia dan Makna

Ibadah. Jakarta: Zaman

Robert L. solso, dkk. 2007. Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga Santosa dan Ayat. Analisis Statistika untuk Skripsi. Tesis dan

Disertasi Ekonomi

Solihin, Muhtar, dkk.. 2004. Hakikat Manusia. Bandung: CV Pustaka Setia

Subagyo, Pangestu dan Djarwanto. 2009. Statistik Induktif Cet

ke-2. Yogyakarta: BPFE

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan

Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Shiedieqy, Hasby Ash. 2000. Kuliah Ibadah. Semarang : PT Pustaka Rizki Putra

Sujihati, Somantri. 2006. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung : PT. Refika Aditama

Surbakti. 2013. Menata Kehidupan pada Usia Lanjut. Jakarta: Pranita Aksara

Sururin. 2004. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

83

Siregar, Syofiah. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif di Lengkapi

Dalam dokumen Oleh: ALDA SYAVIRA NIM (Halaman 69-116)

Dokumen terkait