• Tidak ada hasil yang ditemukan

Temuan/Hasil Penelitian

BAB IV DESKRIPSI, ANALISI DATA, INTERPRETASI HASIL

B. Temuan/Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan selama penelitian, diketahui bahwa pada siklus I peneliti masih kurang maksimal mengunakan model l cooperative learning tipe CIRC selama proses pembelajaran, sehingga hasil yang diperoleh dalam penilitian ini belum mencapai target yang diharapkan. Hasil yang didapatkan dari Tes Kemampuan Membaca Pemahaman pada siklus I dapat dilihat seperti tabel di bawah ini.

Tabel 4.1

Hasil Tes Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Kebon Bawang 05 Pagi Jakarta Utara Siklus I

No Nilai Frekuensi Presentase

1 57 1 2,5% 2 60 3 7,5% 3 63 6 15% 4 67 5 12,5% 5 70 1 2,5% 6 77 4 10% 7 80 3 7,5% 8 83 5 12,5% 9 87 5 12,5% 10 90 3 7,5% 11 93 4 10% Jumlah 40 100%

Berdasarkan tabel, pada siklus I menunjukan bahwa hanya 62,5% dari 40 siswa yang mendapatkan nilai > 70 (25 orang). Nilai tertinggi yang didapatkan siswa yaitu 93, sedangkan nilai terendah yaitu 57. Hasil tersebut belum mencapai target penelitian yang peneliti targetkan, yaitu siswa yang memeroleh nilai > 70 minimal 80% (32 siswa). Berikut ini adalah sajian grafik data hasil Tes Kemampuan Membaca Pemahaman siswa pada siklus I

Gambar. 4.44. Grafik Batang Hasil Tes Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Kebon Bawang 05 Pagi Jakarta Utara Siklus I

Terdapat beberapa catatan dari observer pada siklus I, yaitu: pelaksanaan pembelajaran sudah cukup baik, peneliti mampu menciptakan suasana yang menyenangkan, peneliti mampu mengondisikan kelas menjadi lebih kondusif, kemampuan membaca pemahaman siswa juga sudah meningkat dibandingkan sebelum diberi tindakan. Hal ini terlihat dari siswa yang sudah mampu untuk memberikan komentar pada bacaan, mencari makna kata sulit dan membuat satu kalimat. Namun, ada beberapa kekurangan yang ditemukan pada siklus I, yaitu: peneliti kurang mengalokasikan waktu dengan baik sehingga pembelajaran belum optimal, peneliti belum sepenuhnya mengomentari dan memberikan masukan terhadap semua kelompok saat presentasi, peneliti kurang membimbing

0 2 4 6 8 10 12 57-62 63-68 69-74 75-80 81-86 87-92 93-98 fr e ku e n si

siswa saat diskusi kelompok. Sedangkan pada aktivitas siswa, ada beberapa kekurangan yang masih terlihat, yaitu: banyak kelompok yang belum bisa bekerjasama saat berdiskusi, sebagian siswa masih belum bisa menceritakan kembali cerita yang telah dibaca dengan menggunakan bahasa sendiri, siswa masih belum menggunakan bahasa yang baik dan benar saat bertanya maupun presentasi. Selain catatan dari observer, terdapat juga kendala yang terjadi pada setiap pertemuannya, diantaranya: siswa masih suka memilih anggota kelompok yang sama setiap pembelajaran, siswa kurang aktif dalam bertanya, dan fasilitas di dalam ruang kelas yang kurang memadai.

2. Siklus II

Pada siklus II, peneliti sudah lebih siap dalam melaksanakan penelitian, sehingga aktivitas pembelajaran berjalan dengan baik. Hal ini berpengaruh terhadap kesiapan siswa dalam melaksanakan setiap kegiatan dalan pembelajaran. Siklus II ini kemampuan membaca pemahan siswa meningkat dibandingkan dengan siklus I. Presentase keberhasilan siswa mencapai 92,5%. Hasil tes kemampuan membaca pemahaman siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.2

Hasil Tes Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Kebon Bawang 05 Pagi Jakarta Utara Siklus II

No Nilai Frekuensi Presentase

1 60 1 2,5% 2 67 2 5% 3 70 1 2,5% 4 77 1 2,5% 5 80 1 2,5% 6 83 7 17,5% 7 87 11 27,5% 8 90 6 15% 9 93 8 20% 10 97 2 5% Jumlah 40 100%

Berdasarkan tabel di atas, pada siklus II menunjukan bahwa tingkat ketuntasan belajar siswa sudah mencapai 92,5%. Artinya ada 37 orang siswa yang mendapatkan nilai di atas > 70. Hasil tersebut telah melampaui target standar keberhasilan yang telah ditentukan oleh peneliti sehingga peneliti dan observer menyimpulkan bahwa penelitian ini telah berhasil dan tidak perlu dilanjutkan ke silkus berikutnya. Berikut ini adalah sajian grafik data hasil Tes Kemampuan Membaca Pemahaman siswa pada siklus II.

Gambar. 4.45. Grafik Batang Hasil Tes Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Kebon Bawang 05 Pagi Jakarta Utara Siklus II

Ada beberapa temuan yang dicatat oleh observer selama tindakan pada siklus II, yaitu: peneliti mampu mengoptimalkan penggunaan model cooperative learning tipe CIRC dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan pada setiap pertemuan, peneliti mengoptimalkan waktu pembelajaran dengan baik, peneliti mampu menciptakan suasana belajar yang tenang, peneliti membimbing siswa berdiskusi dengan baik, kemampuan membaca pemahaman siswa meningkat dibandingkan siklus I, siswa bekerjasama dengan baik saat diskusi, siswa sudah aktif bertanya kepada guru, dan siswa sudah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar saat presentasi maupun bertanya. 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 60-65 66-67 72-77 78-84 85-90 91-96 97-102 fr e ku e n si

3. Analisi Data Penelitian

Analisis data penelitian dilakukan untuk melihat terpenuhinya indikator ketercapaian yang telah direncanakan sebelumnya dalam penelitian ini. Analisis data penelitian ini meliputi analisis tes kemampuan membaca pemahaman yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus II. Menganalisis data penelitian dengan mengacu pada kriteria yang telah ditentukan sebelumnya sebagiaman telah dikemukakan di bab III. Bahwa tindakan dikatakan berhasil apabila presentase keberhasilan minimal 80% dari 40 siswa yang mendapatkan nilai > 70.

Data yang diperoleh dari Tes Kemampuan Membaca Pemahaman siswa kelas IV SDN Kebon Bawang 05 Pagi Jakarta Utara pada pra-siklus yang mendapat nilai > 70 hanya 18 siswa dari 40 siswa. Adapun cara perhitungan presentase siswa yang sudah mencapai ketuntasan belajar dengan nilai 70 adalah sebagai berikut:

Pra Siklus =Banyaknya siswa yang telah mencapai target ketuntasan belajar

jumlah seluruh siswa kelas IV x 100%

= 18

40

x 100% = 45%

Dari data tersebut diperoleh presentase keberhasilan pada pra-siklus sebesar 45%. Presentase keberhasilan tersebut belum mencapai target keberhasilan pembelajaran yang telah ditentukan yaitu 80%.

Data yang diperoleh dari Tes Kemampuan Membaca Pemahaman siswa kelas IV SDN Kebon Bawang 05 Pagi Jakarta Utara pada siklus I

menunjukan bahwa hasil yang diperoleh belum mencapai target yang diharapkan. Adapun yang mendapatkan nilai > 70 hanya 26 orang siswa dari 40 siswa. Adapun cara perhitungan keberhasilannya adalah sebagai berikut:

Presentase Siklus I =Banyaknya siswa yang telah mencapai target ketuntasan belajar

jumlah seluruh siswa kelas IV x 100%

= 25

40

x 100% = 62,5%

Data yang diperoleh pada siklus II menunjukan bahwa hasil tes kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Kebon Bawang 05 Pagi Jakarta Utara sudah mencapai target yang diharapkan. Siswa yang mendapat nilai > 70 sebanyak 37 siswa dari 40 siswa. Adapun cara perhitungan keberhasilannya adalah sebagai berikut:

Presentase Siklus II =Banyaknya siswa yang telah mencapai target ketuntasan belajar

jumlah seluruh siswa kelas IV x 100%

=37

40 x 100% = 92,5%

Berikut ini adalah sajian tabel hasil Tes Kemampuan Membaca Pemahaman yang diperoleh siswa dari siklus I dan siklus II.

Tabel 4.3

Hasil Analisis Data Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Kebon Bawang 05 Pagi Jakarta Utara

No Rentang Nilai

Jumlah Siswa yangTuntas Belajar Presentase Keberhasilan Belajar Pra-Siklus Siklus I Siklus II Target Pra- Siklus Siklus I Siklus II Target 1 > 70 18 25 37 32 45% 62,5% 92,5% 80% 2 < 70 22 14 3 55% 35% 7,5%

Berdasarkan tabel di atas, pada pra-siklus siswa yang mendapat nilai > 70 hanya mencapai 45% dari 40 siswa (18 siswa) dan siswa yang mendapat nilai < 70 sebesar 55% (22 siswa). Pada Siklus I, siswa yang mendapat nilai > 70 mencapai 62,5% dari 40 siswa (25 siswa) dan yang mendapat nilai < 70 sebesar 35% (14 siswa). Pada Siklus II siswa yang mendapat nilai > 70 mencapai 92,5% dari 40 siswa (37 siswa) dan yang mendapat nilai < 70 hanya sebesar 7,5% (3 orang). Hasil data pada tabel dan grafik di atas dapat diketahui bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Kebon Bawang 05 Pagi Jakarta Utara dikatakan berhasil. Hal ini ditujnjukan dengan tercapainya target keberhasilan yang telah ditetapkan.

Bagi siswa yang masih belum mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman, peneliti akan lebih memotivasi siswa dan

memberikan semangat agar siswa terus semangat belajar dan tidak pernah berhenti untuk membaca. Selain itu, karena penelitian ini dilakukan dalam waktu yang singkat, maka peneliti tidak mungkin melakukan tindak lanjut bagi siswa yang masih belum mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman. Oleh karena itu, peneliti meminta guru kelas untuk memberikan treatment lebih lanjut dengan melatih kemampuan membaca pemahaman siswa.

4. Analisis Data Pemantauan Tindakan

Analisis data pemantau tindakan dilakukan guna melihat tercapainya indikator sebagaimana yang telah direncanakan dalam penelitian ini. Analisis data dari penelitian ini meliputi data dari hasil lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa yang diamati oleh observer. Tindakan dikatakan berhasil apabila seluruh indikator terlaksana dan mencapai presentase 90%

Pada siklus I, presentase lembar pengamatan aktivitas guru pada pertemuan pertama didapatkan presentase lembar pengamatan aktivitas guru mencapai 66,7%, pertemuan kedua mencapai 73,3%, dan pertemuan ketiga mencapai 86,6%. Dengan kata lain, rata-rata presentase lembar pengamatan aktivitas guru pada siklus I mencapai 75,5%. Sedangkan presentase lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa siklus I pada pertemuan pertama mencapai 60%, pertemuan kedua mencapai 66,7%, dan pertemuan ketiga mencapai 80%. Dengan demikian, rata-rata presentase

lembar pengamatan aktivitas siswa pada siklus I yaitu 68,9%. Berikut ini adalah sajian grafik data lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa siklus I.

Gambar 4.46. Hasil Analisis Data Lembar Pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa dalam Penggunaan Model Cooperative learning Tipe CIRC Siklus I

Berdasarkan grafik di atas, dapat dideskripsikan bahwa lembar pengamatan aktivitas guru dan aktivitas siswa yang diamati dan dinilai oleh observer selama siklu I belum mencapai hasil yang diharapkan dengan target keberhasilan yaitu 90%.

Pada siklus II, presentase lembar pengamatan aktivitas guru pada pertemuan pertama mencapai 93,3%, pertemuan kedua mencapai 100%, dan pertemuan ketiga mencapai 100%. Dengan kata lain, presentase

rata-0,0% 10,0% 20,0% 30,0% 40,0% 50,0% 60,0% 70,0% 80,0% 90,0%

Pertemuan Ke-1 Pertemuan Ke-2 Pertemuan Ke-3

Guru Siswa

rata lembar pengamatan aktivitas guru pada siklus II mencapai 97,7%. Sedangkan presentase lembar aktivitas siswa sikulus II pada pertemuan pertama mencapai 86,7%, pertemuan kedua mencapai 93,3%, dan pertemuan ketiga mencapai 100%. Dengan demikian presentase rata-rata lembar aktivitas siswa pada siklus II mencapai 93,3%, Berikut ini adalah sajian diagram data lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa siklus II.

Gambar 4.47. Hasil Analisis Data Lembar Pengamatan Aktivitas Guru dan Siswa dalam Penggunaan Model Cooperative learning Tipe CIRC Siklus II

Berdasarkan grafik di atas, dapat dideskripsikan bahwa lembar pengamatan aktivitas guru dan aktivitas siswa yang diamati dan dinilai oleh observer sudah mencapai hasil yang diharapkan, yaitu pada Siklus II pertemuan ketiga sudah mencapai 100% dengan rata-rata presentase

80,0% 82,0% 84,0% 86,0% 88,0% 90,0% 92,0% 94,0% 96,0% 98,0% 100,0%

Pertemuan Ke-1 Pertemuan Ke-2 Pertemuan Ke-3

Guru Siswa

aktivitas guru mencapair 97,7% dan presentase aktivitas siswa mencapai 93,3%. Presentase ini menunjukan bahwa penelitian sudah mencapai hasil yang diharapkan dengan target keberhasilan yaitu 90%. Jadi, dapat dikemukakan bahwa penggunaan model cooperative learning tipe CIRC dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Kebon Bawang 05 Pagi Jakarta Utara, sehingga model cooperative learning tipe CIRC ini dapat diigunakan sebagai model pembelajaran yang efektif dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia maupun pembelajaran lainnya.