BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Temuan Penelitian
1. Perencanaan Strategi Inkuiri pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan Materi Pokok Sifat–Sifat Cahaya bagi Siswa Kelas V SDN 1 Getasrejo Grobogan
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 1 Getasrejo Grobogan mengacu pada kurikulum yang telah ada. Ibu Rubiyanti, selaku Kepala Sekolah SDN 1 Getasrejo Grobogan menjelaskan mengenai kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebagai berikut
“ Kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 1 Getasrejo Grobogan menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dengan penggunaan KTSP pada
mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bertujuan untuk
meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif
sekolah dalam mengembangkan kurikulum, mengelola dan
memberdayakan sumberdaya yang tersedia”. ( CL 1 hal 95 )
Penjelasan tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Ibu Sutanti, guru kelas SDN 1 Getasrejo Grobogan menjelaskan mengenai kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sebagai berikut
“ Kurikulum yang pakai di SDN 1 Getasrejo Grobogan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam adalah Kurikulum Tingkat Satuan
kesempatan kepada setiap sekolah khususnya SDN 1 Getasrejo Grobogan untuk mengembangkan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sesuai dengan karakteristik sekolah. Untuk itulah sekolah dituntut melakukan inisiatif dalam menggali secara mandiri berbagai potensi dan sumber daya untuk mendukung pembelajaran yang digunakan”. ( CL 2 hal 98 )
Dari beberapa penjelasan diatas memberikan informasi bahwa kurikulum yang dipakai di SDN 1 Getasrejo Grobogan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan kurikulum KTSP memberikan kesempatan kepada setiap sekolah khususnya SDN 1 Getasrejo Grobogan untuk mengembangkan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sesuai dengan karakteristik sekolah. Untuk itulah sekolah dituntut melakukan inisiatif dalam menggali secara mandiri berbagai potensi dan sumber daya untuk mendukung pembelajaran yang digunakan.
Kegiatan menyusun rencana pembelajaran merupakan salah satu tugas penting guru dalam memproses pembelajaran siswa. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional yang dituangkan dalam Permendiknas RI No. 41 Tahun 2008 tentang Standar Proses disebutkan bahwa salah satu komponen dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu adanya tujuan pembelajaran yang di dalamnya menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. Tujuan pembelajaran hendaknya diletakkan dan dijadikan titik tolak berfikir guru dalam menyusun sebuah Rencana
Pembelajaran, yang akan mewarnai komponen-komponen perencanan lainnya.
Rencana pembelajaran merupakan langkah-langkah penting untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran. Apabila rencana pembelajaran disusun secara baik maka tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Di dalam rencana pembelajaran guru telah menentukan strategi yang akan digunakan. Strategi yang digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 1 Getasrejo Grobogan dijelaskan oleh Ibu Sri Lestari sebagai berikut.
“ Dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan strategi inkuiri, kami selaku guru kelas di SDN 1 Getasrejo Grobogan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP ) mengacu pada silabus yang ada, kami meyusun RPP untuk setiap Kompetensi Dasar.”
( CL 3 hal 105 )
Penjelasan di atas memberikan informasi bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam guru SDN 1 Getasrejo Grobogan dengan menggunakan strategi inkuiri, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP ) mengacu pada silabus yang ada, guru SDN 1 Getasrejo Grobogan meyusun RPP untuk setiap Kompetensi Dasar.
Penjelasan tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Ibu Sutanti Guru SDN 1 Getasrejo Grobogan sebagai berikut.
“ Saya menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetuhuan Alam dengan menggunakan strategi inkuiri berdasarkan dengan silabus yang telah ditetapkan oleh Dinas
Pendidikan, Kami menyususn rencana pelakasanaan pembelajaran untuk setiap Kompetensi Dasar “( CL 2 hal 98 )
Penjelasan guru diatas memberiakan informasi bahwa guru SDN 1 Getasrejo Grobogan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran untuk mata pelajaran Ilmu Pengetuhuan Alam dengan menggunakan strategi inkuiri berdasarkan dengan silabus yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan, guru menyusun rencana pelakasanaan pembelajaran untuk setiap Kompetensi Dasar.
Mengenai komponen-komponen yang terdapat dalam rencana pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan alam di SDN 1 Getasrejo Grobogan dijelaskan oleh Ibu Sri Lestari sebagai berikut.
“Dalam perencanaan pembelajaran kami menguraikan segala sesuatu yang akan kami laksanakan dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam. Komponen-komponen yang terdapat didalamnya antara lain adalah Standar Kompetensi,
Kompetensi Dasar, Indikator, Tujuan Pembelajaran, materi
pembelajaran, strategi yang digunakan dalam penyampaian materi, rincian pembelajaran, media yang digunakan dan sumber belajar. Di dalamnya juga kami cantumkan tentang penilaian yang kami gunakan, penilaian yang digunakan disesuaikan dengan materi dan strategi yang digunakan sehingga dapat mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan khususnya dengan strategi inkuiri”. ( CL 3 hal 105)
Wawancara di atas memberikan informasi bahwa dalam perencanaan pembelajaran guru SDN 1 Getasrejo Grobogan menguraikan segala sesuatu yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran khususnya pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam. Komponen-komponen yang terdapat didalam rencana pelaksanaan pembelajaran antara lain adalah Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, Tujuan Pembelajaran, materi pembelajaran, commit to user
strategi yang digunakan dalam penyampaian materi, rincian pembelajaran, media yang digunakan dan sumber belajar. Di dalamnya juga dicantumkan tentang penilaian yang kami gunakan, penilaian yang digunakan disesuaikan dengan materi dan strategi yang digunakan sehingga dapat mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan khususnya dengan strategi inkuiri
Penjelasan tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Ibu Sutanti guru SDN 1 Getasrejo Grobogan sebagai berikut
“ RPP disusun untuk setiap Kompetensi Dasar yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Kami merancang RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan jam pelajaran yang ada di jadwal. Komponen utama RPP adalah tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. ( CL 2 hal 98 )
Penjelasan diatas memberikan informasi bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran disusun untuk setiap Kompetensi Dasar yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang rencana pelakasanaan pembelajaran (RPP) untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan jam pelajaran yang ada di jadwal. Komponen utama rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, strategi pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.
Perencanaan pembelajaran dengan menerapkan strategi inkuri pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 1 Getasrejo Grobogan juga
memperhatikan ketersediaan sarana dan prasarana sebagai penunjang pembelajaran. Ibu Sri Lestari menjelaskan sebagai berikut. ( CL 3 hal 105 )
“ Ketersediaan sarana prasarana sebagai penunjang pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menerapkan strategi inkuiri yang perlu diperhatikan salah satunya adalah ketresediaan alat peraga yang digunakan oleh guru untuk membantu melaksanakan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan penerapan strategi inkuiri, sejauh ini sarana dan prasarana yang ada di SDN 1 Getasrejo Grobogan sudah cukup baik untuk pelaksanan pembelajaran dengan mengguanakan strategi inkuiri, siswa juga membawa alat peraga dari rumah”.
Wawancara diatas memberikan informasi bahwa ketersediaan sarana prasarana sebagai penunjang pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menerapkan strategi inkuiri yang perlu diperhatikan salah satunya adalah ketresediaan seperti alat peraga yang digunakan oleh guru untuk membantu melaksanakan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan penerapan strategi inkuiri, sejauh ini sarana dan prasarana yang ada di SDN 1 Getasrejo Grobogan sudah cukup baik untuk pelaksanan pembelajaran dengan menggunakan strategi inkuiri, siswa juga membawa alat peraga dari rumah.
2. Pelaksanaan strategi inkuiri pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi pokok sifat –sifat cahaya bagi siswa kelas V SDN 1 Getasrejo Grobogan
Pelaksanaan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif, nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan siswa. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah
dirumuskan sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai. Proses pelaksanaan pembelajaran merupakan suatu kegiatan intraksi antara guru dan murid dimana akan diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar.
Strategi pembelajaran inkuiri merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Pembelajaran inkuiri adalah kegiatan pembelajaran di mana siswa didorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan siswa menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.
Dalam pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 1 Getasrejo Grobogan dengan menggunakan strategi inkuiri siswa dibagi dalam tiap kelompok untuk memudahkannya dikelompokkan berdasarkan urutan absen, seperti yang dijelaskan oleh Ibu Sutanti sebagai berikut
“ Sebelum pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan strategi inkuiri dilaksanakan, saya membagi siswa kedalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 2 - 3 orang siswa tiap kelompok, siswa diarahkan untuk menggunakan langkah inkuiri dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan” ( CL 2 hal 98 )
Penjelasan di atas memberikan informasi bahwa sebelum pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan strategi inkuiri dilaksanakan, guru SDN 1 Getasrejo Grobogan membagi siswa kedalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 2 - 3 orang siswa
tiap kelompok, siswa diarahkan untuk menggunakan langkah inkuiri dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
Penjelasan tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Wahyu, siswa kelas V SDN 1 Getasrejo Grobogan sebagai berikut.
“Guru membagi siswa kedalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 2-3 orang siswa tiap kelompok, tiap kelompok diurutkan berdasarkan urutan absensi, kemudian kami bekerjasama untuk menyelesaikan masalah yang disampaikan oleh guru” ( CL 4 hal 109 )
Penjelasan siswa diatas memberikan informasi bahwa guru SDN 1 Getasrejo Grobogan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil yang masing-masing terdiri dari 2-3 orang siswa tiap kelompok, tiap kelompok diurutkan berdasarkan urutan absensi, kemudian kami bekerjasama untuk menyelesaikan masalah yang disampaikan oleh guru
Kegiatan awal pembelajaran adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk menyiapkan siswa yang langsung berkaitan dengan materi yang akan dibahas. Selain itu kegiatan awal dilaksanakan untuk membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran, menjelaskan kegiatan yang akan dilalui siswa, dan menunjukkan hubungan antara pengalaman anak dengan materi yang akan dipelajari.
Mengeni kegiatan awal pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 1 Getasrejo Grobogan dijelaskan oleh Ibu Sutanti sebagai berikut.
“ Kami mengawali pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan strategi inkuri dengan memeberikan motivasi kepada siswa, saya bercerita mengenai contoh-contoh yang perlu diteladani oleh siswa, setelah itu saya memberikan apresiasi kepada siswa seperti dengan mengulas materi pelajaran yang sebelumnya diterangkan, commit to user
kemudian saya merangkan materi yang akan saya ajarakan dengan mangaitkan dengan pengalaman-pengalaman sehari yang pernah dialami oleh siswa” (CL 2 hal 98 )
Penjelasan tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Ibu Sri Lestari sebagai berikut
“ saya mengawali pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggukan strategi inkuri dengan memeberikan motivasi kepada siswa, setelah itu saya memberikan apresiasi kepada siswa seperti dengan mengulas materi pelajaran yang sebelumnya diterangkan, kemudian saya merangkan materi yang akan saya ajarakan dengan mangaitkan dengan pengalaman-pengalaman sehari yang pernah dialami oleh siswa” ( CL 3 hal 109 )
Dari beberapa penjelasan diatas memeberikan informasi bahwa guru SDN 1 Getasrejo Grobogan mengawali pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggukan strategi inkuri dengan memberikan motivasi kepada siswa, guru SDN 1 Getasrejo Grobogan bercerita mengenai contoh-contoh yang perlu diteladani oleh siswa, setelah itu guru SDN 1 Getasrejo Grobogan memberikan apresiasi kepada siswa seperti dengan mengulas materi pelajaran yang sebelumnya diterangkan, kemudian guru mangaitkan materi dengan pengalaman-pengalaman sehari yang pernah dialami oleh siswa.
Pengajaran berdasarkan inkuiri adalah suatu strategi yang berpusat pada siswa di mana kelompok siswa inkuiri ke dalam suatu isu atau mencari jawaban-jawaban terhadap isi pertanyaan melalui suatu prosedur yang digariskan secara jelas dan struktur kelompok. Mengenai pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 1 Getasrejo Grobogan
menggunakan strategi inkuiri dijelaskan oleh Ibu Rubiyanti kepala sekolah SDN 1 Getasrejo Grobogan sebagai berikut.
“ model pembelajaran inkuiri adalah sebuah strategi yang langsung terpusat pada peserta didik yang mana nantinya kelompok-kelompok siswa tersebut akan dibawa dalam persoalan untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pernyataan atas permasalahan tersebut. Model pembelajaran ini dapat melatih para siswa untuk belajar mulai dari menyelidiki dan menemukan masalah hingga menarik kesimpulan. menjadikan siswa akan lebih banyak belajar mandiri untuk memecahkan permasalahan yang telah diberikan oleh guru. Kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Oleh sebab itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan.” ( CL 1 hal 95 )
Penjelasan Kepala sekolah diatas memberikan informasi bahwa model pembelajaran inkuiri adalah sebuah strategi yang langsung terpusat pada peserta didik yang mana nantinya kelompok-kelompok siswa tersebut akan dibawa dalam persoalan untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pernyataan atas permasalahan tersebut. Model pembelajaran ini dapat melatih para siswa untuk belajar mulai dari menyelidiki dan menemukan masalah hingga menarik kesimpulan. menjadikan siswa akan lebih banyak belajar mandiri untuk memecahkan permasalahan yang telah diberikan oleh guru. Kemampuan siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari proses berpikir. Oleh sebab itu, kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langah inkuiri sangat diperlukan.
Penjelasan tersebut sejalan dengan yang disamapaikan oleh Ibu Sutanti guru SDN 1 Getasrejo Grobogan sebagai berikut.
“ Pembelajaran inkuiri adalah kegiatan pembelajaran di mana siswa didorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan siswa menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri” (CL 2 Hal 98 )
Penjelasan tersebut memberikan informasi bahwa pembelajaran inkuiri adalah kegiatan pembelajaran di mana siswa didorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan percobaan yang memungkinkan siswa menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka sendiri.
Mengenai langkah-langkah pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan strategi inkuiri dijelaskan oleh Ibu Sri Lestari SDN 1 Getasrejo Grobogan sebagai berikut.
“Langkah-langkah pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dilakukan melalui beberapa siklus, yaitu observasi bertanya, mengajukan hipotesis, pengumpulan data pembahasan, dan penyimpulan yang dialakukan oleh siswa dan guru “(CL 3 hal 109 ) Penjelasan di atas memberikan informasi bahwa langkah-langkah pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dilakukan melalui beberapa siklus, yaitu observasi bertanya, mengajukan hipotesis, pengumpulan data pembahasan, dan penyimpulan yang dialakukan oleh siswa dan guru.
Penjelasan tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Ibu Sutanti sebagai berikut
“Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1) orientasi, 2) merumuskan masalah, 3) merumuskan hipotesis, 4) mengumpulkan data, 5) menguji hipotesis, dan 6) merumuskan kesimpulan”. ( CL 2 hal 98 )
Dari beberapa penjelasan diatas memberikan informasi bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran inkuiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1) orientasi, 2) merumuskan masalah, 3) merumuskan hipotesis, 4) mengumpulkan data, 5) menguji hipotesis, dan 6) merumuskan kesimpulan.
Guru mempunyai peranan yang sangat penting agar pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menggunakan strategi inkuiri dapat berjalan efektif, Ibu Sutanti menjelaskan mengenai prinsip-prinsip yang harus dicermati agar pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan strategi inkuiri dapat berjalan efektif.
“ Prinsip-prinsip yang perlu menjadi fokus perhatian bagi seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan strategi inkuiri antara lain adalah : 1) berorientasi pada pengembangan intelektual: siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu. 2)Prinsip interaksi: Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru sebagai pengatur lingkungan yang mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka. 3) Prinsip bertanya: kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan, baik bertanya untuk melacak maupun bertanya untuk menguji kemampuan. 4) Prinsip belajar untuk berpikir: belajar merupakan proses mengembangkan potensi seluruh kemapuan otak bukan hanya sekedar bukan hanya mengingat. 5) Prinsip keterbukaan: guru menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesisnya dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan.” ( CL 2 hal 98 )
Penjelasan diatas memberikan informasi bahwa prinsip-prinsip yang perlu menjadi fokus perhatian bagi seorang guru dalam melaksanakan commit to user
pembelajaran dengan menggunakan strategi inkuiri antara lain adalah: 1) berorientasi pada pengembangan intelektual: siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu. 2) Prinsip interaksi: Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru sebagai pengatur lingkungan yang mengarahkan agar siswa bisa mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui interaksi mereka. 3) Prinsip bertanya: kemampuan guru untuk bertanya dalam setiap langkah inkuiri sangat diperlukan, baik bertanya untuk melacak maupun bertanya untuk menguji kemampuan. 4) Prinsip belajar untuk berpikir: belajar merupakan proses mengembangkan potensi seluruh kemapuan otak bukan hanya sekedar bukan hanya mengingat. 5) Prinsip keterbukaan: guru menyediakan ruang untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesisnya dan secara terbuka membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan.
3. Evaluasi strategi inkuiri pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi pokok sifat–sifat cahaya bagi siswa kelas V SDN 1 Getasrejo Grobogan dan hasil yang dicapai
Evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta keefektifan pengajaran guru.
Pelaksanaan evaluasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan strategi inkuiri di SDN 1 Getasrejo Grobogan dijelaskan oleh Ibu Sutanti sebagai berikut.
“ Pelaksanaan evaluasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan strategi inkuiri di SDN 1 Getasrejo Grobogan, kami melaksanakan evaluasi setelah selesai pelaksanan pembelajaran dengan penerapan strategi inkuri, dengan memberikan soal untuk dikerjakan oleh siswa secara mandiri untuk mengetahui pemahaman siswa setelah diberikan materi dengan menggunakan strategi inkuiri”. ( CL 2 hal 98 )
Penjelasan diatas memberikan informasi bahwa pelaksanaan evaluasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan strategi inkuiri di SDN 1 Getasrejo Grobogan, Guru SDN 1 Getasrejo Grobogan melaksanakan evaluasi setelah selesai pelaksanan pembelajaran dengan penerapan strategi inkuri, dengan memberikan soal untuk dikerjakan oleh siswa secara mandiri untuk mengetahui pemahaman siswa setelah diberikan materi dengan menggunakan strategi inkuiri.
Ibu Sutanti Guru SDN 1 Getasrejo Grobogan menambahakan
mengenai pelaksanaan evaluasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan strategi inkuiri sebagai berikut.
“ Saya melaksanakan evaluasi disetiap akhir pembelajaran, saya meminta siswa untuk mengerjakan soal secara mandiri, dari hasil jawaban siswa tersebut, saya mempunyai gambaran mengenai sejauhmana pemahaman siswa ketika melaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan penerapan strategi inkuiri”. ( CL 2 hal 102)
Penjelasan diatas memberikan informsi bahwa Guru SDN 1 Getasrejo Grobogan melaksanakan evaluasi disetiap akhir pembelajaran, Guru SDN 1 Getasrejo Grobogan meminta siswa untuk mengerjakan soal secara mandiri, commit to user
dari hasil jawaban siswa tersebut, Guru SDN 1 Getasrejo Grobogan mempunyai gambaran mengenai sejauh mana pemahaman siswa ketika melaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan penerapan strategi inkuiri.
Ibu Sutanti Guru SDN 1 Getasrejo Grobogan juga menjelaskan
mengenai bentuk soal yang diguanakan untuk melaksanakan evaluasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan strategi inkuiri sebagai berikut.
“ Bentuk soal yang kami gunakan untuk mengevaluasi pelaksaaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan strategi inkuri menggunakan bentuk soal bentuk pilihan ganda dan dalam
bentuk essay, saya memberikan waktu 45 menit untuk
mengerjakannya”. ( CL 2 hal 98 )
Penjelasan tersebut memberikan informasi bahwa bentuk soal yang digunakan untuk mengevaluasi pelaksaaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan menggunakan strategi inkuri menggunakan bentuk soal bentuk pilihan ganda dan dalam bentuk essay, guru memberikan waktu 45 menit untuk mengerjakannya.
Efektivitas pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan
menggunakan strategi inkuiri di SDN 1 Getasrejo Grobogan berdasarkan hasil belajar yang telah dicapai dijelaskan oleh Ibu Rubiyanti selaku kepala sekolah sebagai berikut.
“ Berdasarkan hasil ulangan yang dilaporkan oleh guru kelas didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan jika dibandingkan ketika guru hanya melaksanakan pembelajaran dengan strategi ceramah, sekitar 90% hasil belajar siswa telah mencapai
pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SDN 1 Getasrejo Grobogan adalah 7”. ( CL 1 hal 95 )
Penjelasan kepala sekolah diatas memberikan informasi bahwa berdasarkan hasil ulangan yang dilaporkan oleh guru kelas didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan jika dibandingkan ketika guru