BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN
B. Temuan Penelitian
Temuan atau hasil dalam penelitian ini didapat berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang diberikan oleh pihak sekolah diantaranya kepala sekolah, guru Bimbingan dan Konseling, guru mata pelajaran, wali kelas, dan peserta didik yang berkaitan dengan perilaku agresif negatif peserta didik di SMP Negeri 3 Selat Kuala Kapuas.
Sebelum melakukan penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan observasi ke SMP Negeri 3 Selat Kuala Kapuas. Pada hari Rabu tanggal 29 April 2015 peneliti bertemu kepala sekolah dan guru Bimbingan dan Konseling untuk meminta izin melaksanakan penelitian di sekolah
93
tersebut. Setelah diberi izin oleh kepala sekolah, peneliti kembali bertemu dengan guru Bimbingan dan Konseling untuk meminta arahan melaksanakan penelitian yang berhubungan dengan perilaku agresif peserta didik, dalam melaksanakan penelitian di SMP Negeri 3 Selat Kuala Kapuas peneliti diizinkan mulai penelitian pada hari Kamis tanggal 30 April 2015.
Berdasarkan arahan dari guru Bimbingan dan Konseling, peneliti diperbolehkan melaksanakan penelitian dan pendekatan kepada peserta didik yang memiliki kecenderungan perilaku agresif pada kelas VIII.4 SMP Negeri 3 Selat Kuala Kapuas. Selama melaksanakan penelitian, peneliti melakukan observasi rutin sekali dalam seminggu untuk mengamati perilaku agresif negatif peserta didik kelas VIII.4.
Selama penelitian, tidak ada kendala yang berarti karena peneliti dapat melakukan observasi di manapun, baik itu di kelas, maupun di luar kelas seperti kantin. Hanya saja peneliti mengalami sedikit kendala ketika memasuki bulan kedua yaitu bulan Juni, dikarenakan saat itu peserta didik sudah mulai sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Ulangan Akhir Semester sehingga peneliti pun menjadi kurang bisa begitu leluwasa dalam mengamati peserta didik terutama kelas VIII.4.
Di samping melakukan observasi, peneliti juga melakukan teknik pengumpulan data yang lain seperti wawancara dan dokumentasi yang dalam hal ini peneliti melakukan wawancara kepada 1 kepala sekolah, 1 wali kelas, 1 guru mata pelajara, dan 6 peserta didik. Untuk dokumentasi,
94
peneliti melakukan dokumentasi dengan cara mengumpulkan data-data tentang sekolah dan foto-foto sebagai bukti telah melakukan penelitian di sekolah seperti dalam melaksanakan wawancara, peneliti melakukan foto bersama narasumber dan merekam pembicaraan yang dilakukan.
1. Hasil Observasi Terhadap Peserta Didik
Secara umum, selama peneliti melakukan observasi terhadap peserta didik kelas VIII.4, peneliti mendapati peserta didik yang senang mengejek temannya dalam bentuk candaan maupun sindiran, melontarkan pandangan sinis apabila ada teman yang tidak mau mengikuti apa yang ia perintahkan, melakukan perlakuan fisik seperti mencubit, memukul, maupun mendorong sampai terjatuh, dan bersikap senang menggangu teman yang sedang melakukan sesuatu.
Adapun hasil observasi terhadap peserta didik yang memiliki kecenderungan berperilaku agresif negatif dapat dipaparkan sebagai berikut.
a. HAP (inisial)
HAP merupakan anak yang cenderung aktif dalam bergaul. Ia banyak mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah seperti pramuka dan kegiatan olahraga. Di samping itu dia juga di percaya menjadi ketua kelas di kelas VIII.4. Selama peneliti mengamati, peserta didik ini menunjukkan sikap senang menggertak teman-temannya apabila kondisi kelas dalam keadaan ribut sehingga ada teman yang kadang merasa tersinggung dan tidak menyenangi dengan sikapnya
95
tersebut. Ia juga punya ambisi untuk menguasai teman-temannya di kelas karena merasa mempunyai jabatan di kelas.
b. HD (inisial)
HD merupakan anak yang tergolong nakal, senang menggangu teman, ia juga pernah membajak temannya, melontarkan kata-kata yang tidak baik, dan mempunyai emosi yang meledak-ledak. Selama peneliti mengamati, HD senang memberikan perlakuan fisik kepada temannya seperti mendorong teman, berbicara kasar kepada teman, dan tidak senang diatur. c. HR (inisial)
HR merupakan anak yang cenderung bersikap keras kepala dan bersikap seenaknya saja. Selama peneliti mengamati, HR ini cenderung senang membentak temannya yang lain apabila tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan, bersikap seenaknya saja seperti yang pernah peneliti temui tidak mau mengikuti senam dengan berbagai alasan yang ia buat-buat, dan juga sering terlambat.
d. RW (inisial)
RW merupakan anak yang mudah tersinggung dan cenderung mempunyai emosi yang meledak-ledak. Ia cenderung akan menanggapi dengan serius perkataan orang lain sehingga membuat dia kurang disenangi teman. Selama peneliti mengamati,
96
RW cenderung akan melontarkan kata-kata yang tidak baik apabila ia marah dan mudah tersinggung.
e. WJ (inisial)
WJ merupakan anak yang cenderung terlihat kalem namun sedikit ceroboh. Ia duduk di posisi paling belakang di kelas. Ia tidak mempunyai banyak teman yang akrab dikarenakan ia adalah anak pindahan dari sekolah lain. Selama peneliti mengamati, dalam melakukan kegiatannya di sekolah, ia sering melakukannya sendiri dan terkadang ia menerima perlakuan tidak menyenangkan dari temannya yang lain seperti dijadikan bahan ejekan dan disuruh-suruh. Di samping itu, WJ ini merupakan peserta didik yang ceroboh dan kurang hati-hati dalam berbicara sehingga membuat teman yang lain kurang mempercayainya.
f. YM (inisial)
YM merupakan anak yang senang memberikan sindiran pedas kepada orang yang tidak ia senangi. Selama peneliti mengamati, ia suka memberikan sindiran dan pandangan sinis kepada teman yang tidak ia senangi. Kemudian, cenderung membalas perbuatan yang tidak menyenangkan dari orang lain dan tidak mau di atur karena merasa dirinya paling benar.
97 2. Hasil Wawancara
a. Bentuk Perilaku Agresif Negatif Peserta Didik 1) Kepala Sekolah
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
… kalau jawaban secara exactly tidak dapat saya katakan tidak ada peserta didik yang berperilaku selalu membenarkan dirinya sendiri karena kita belum mencek anak satu persatu, tapi kalau jawaban secara global atau keseluruhan bahwa kita disini dengan jumlah peserta didik 637 orang atau 640 orang, pasti 1 dari 10 orang atau 1 dari 20 orang pasti ada. (KS, 08-06-2015) … untuk sementara yang ada laporan tapi bukan keluhan tentang peserta didik yang berperilaku selalu membenarkan dirinya sendiri … (KS, 08-06-2015)
… yang pertama yang perlu digaris bawahi bahwa tidak semua siswa yang berperilaku mau berkuasa dalam setiap situasi, dan bagi mereka yang berperilaku seperti itu cenderung menganggap adik-adik kelas mereka atau bahasa kasarnya mereka yang menguasai wilayah karena mereka kakak kelas, jadi mereka merasa harus dihargai, disegani, dituruti, dan sebagainya. (KS, 08-06-2015)
Bentuk perilaku agresif yang ditunjukkan peserta didik di SMP Negeri 3 Selat Kuala Kapuas yang nampak adalah membenarkan dirinya sendiri dan mau berkuasa seperti dalam kegiatan belajar mengajar dikelas biasanya ada beberapa peserta didik yang merasa bahwa tindakan yang ia lakukan paling benar di antara teman serta mendominasi teman yang lain, dan untuk perkelahian serius itu jarang terjadi, hanya saja perkelahian kecil yang masih bisa di atasi.
98 2) Wali Kelas
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
… peserta didik menunjukkan rasa ingin selalu berkuasa itu bisa juga saat kerja kelompok, bisa juga waktu pembagian tugas terutama untuk piket kelas, kadang karena dia merasa lebih sehingga membuat dia enggan untuk mengerjakan tugasnya. (WK, 09-06-2015)
… secara spesifik di kelas VIII.4 itu ada 2 sampai 3 orang yang yang cenderung menunjukkan sikap mendominasi teman-temannya, yang pertama mungkin si RW, ada juga AD, atau juga A. (WK, 09-06-2015)
… ada memang, tapi biasanya itu mengolok teman dan itu biasanya karena dia punya jabatan di kelas atau merasa lebih dari temannya yang lain sehingga bisa saja sikap itu muncul … Kira-kira bisa dari ketua kelas si HAP, kemudian bisa juga dari yang bukan ketua kelas tapi dia merasa lebih seperti HR itu. (WK, 09-06-2015)
Kalau yang suka menggangu teman itu HD dan WJ biasanya yang suka menggangu teman, yang usil seperti itu. (WK, 09-06-2015)
… kadang-kadang bisa ribut, kadang mengganggu teman dengan pura-pura meminjam pulpen padahal teman yang lain sedang serius belajar … (WK, 09-06-2015)
Kalau perkelahian yang serius ya tidak pernah, paling yang sering itu main-main saja … Biasanya menyebut nama orang tua sehingga ada yang tersinggung … (WK, 09-06-2015) Ya memang ada peserta didik yang bertindak sesuka hatinya … (WK, 09-06-2015)
Bentuk perilaku agresif yang ditunjukkan di kelas VIII.4 adalah menunjukkan rasa ingin berkuasa seperti dalam kegiatan kerja kelompok, waktu pembagian tugas terutama untuk piket kelas, merasa lebih dibanding teman yang lain,
99
berperilaku suka menggangu atau usil seperti ribut dan pura-pura meminjam pulpen saat yang lain sedang serius belajar, untuk perkelahian tidak ada yang serius tapi untuk main-main seperti suka mengolek-olek nama orang tua teman sehingga ada yang tersinggung, dan ada juga yang bertindak sesuka hatinya di kelas seperti tidak mau piket kelas dan membuang sampah sembarangan.
3) Guru Mata Pelajaran
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
... bisa disaat diskusi kelas atau mereka merasa mereka bisa dan benar sehingga mereka ingin menguasai dan mengatur. (GMP, 10-06-2015)
… di kelas VIII.4 itu biasanya ketua kelas mereka si HAP, kalau dari yang cewek itu S mungkin karena dia merasa pintar, kemudian lagi RW, HR, itu saja sih, lebih cenderung ke ceweknya. (GMP, 10-06-2015)
… kalau peserta didik yang menunjukkan sikap menggertak baik ucapan maupun perbuatan itu ada sih biasanya. Biasanya yang agak kasar dengan teman-temannya, nyeletuk-nyeletuk itu si HR dan RW. (GMP, 10-06-2015)
Ya ada untuk peserta didik yang cenderung menunjukkan sikap keras kepala … Seperti HR itu agak keras kepala. (GMP, 10-06-2015)
Ada. Kalau senang menggangu atau usil itu lebih cenderung ke cowok ya, seperti HAP dan HD biasanya yang suka bercanda sama temannya, ganggu temannya, apalagi saat jam olaharaga biasanya mereka suka menakut-nakuti temannya dengan melempar bola. (GMP, 10-06-2015)
100
Kalau di jam pelajaran saya, perkelahian adu fisik tidak pernah ya, tapi biasanya kalau ada adu mulut saja … Biasanya siapa yang benar siapa yang salah … (GMP, 10-06-2015)
Kalau yang bersikap seenaknya itu ada beberapa orang. Pernah dulu A sama RW jam olahraga kan seharusnya mereka memakai baju olahraga tapi tidak memakai baju olahraga. Kemudian, kami sudah baris di lapangan, seharusnya yang tidak memakai baju olahraga bisa melihat duduk di selasar atau apa tapi mereka semaunya saja, tidak meminta maaf kepada saya, tidak bilang kapan bisa mengambil nilai susulan, setelah itu mereka juga seenaknya saja istirahat di dalam kelas. (GMP, 10-06-2015)
Bentuk perilaku agresif yang ditunjukkan peserta didik di kelas VIII.4 adalah menunjukkan perilaku ingin berkuasa seperti dalam diskusi kelas ada beberapa peserta didik yang menunjukkan sikap semua orang harus menuruti apa yang ia perintahkan, kecenderungan dari mereka ada yang mendominasi teman, menggertak teman seperti berkata kasar, menyindir, keras kepala, menunjukkan sikap usil atau senang menggangu seperti melempar-lempar bola kepada teman untuk menakuti, saling beradu mulut untuk menunjukkan siapa yang benar dan siapa yang salah, dan bersikap seenaknya seperti tidak mengikuti pelajaran dengan baik, serta enggan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan.
4) Guru Bimbingan dan Konseling
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
101
.. kalau disekolah kita ini ada, seperti membentak-bentak kepada temannya. (GBK, 11-06-2015)
… kalau disekolah kita ini tidak ada peserta didik yang menunjukkan senang mengambil barang milik temannya secara paksa atau tanpa izin tapi tidak menutup kemungkinan memang ada yang mengganggu, yang mengambil punya temannya lah. Yaa ada lah tapi hanya beberapa orang saja. (GBK, 11-06-2015)
… yang paling sering itu ya mengolok-olok, mendorong teman. (GBK, 11-06-2015)
… kalau merusak barang atau fasilitas karena marah seperti itu ada tapi tidak banyak juga. Yang mungkin kita temukan disini sampai merusak papan tulis dan kursi karena dipukul atau sebagainya. (GBK, 11-06-2015)
Bentuk perilaku agresif yang ditunjukkan peserta didik di kelas VIII.4 adalah ada beberapa orang yang meminjam atau memngambil barang teman secara paksa atau tanpa seizin pemiliknya, sering membentak teman dengan berkata kasar dan tidak baik, mengolok-olok, melakukan tindakan fisik seperti mendorong, dan ada beberapa orang yang melampiaskan rasa marah dengan merusak barang atau fasilitas sekolah.
5) Peserta Didik a) HAP (inisial)
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
… Ada dan sering sekali bu ambisi untuk menguasai teman-teman yang ada dikelas … kalau lagi ribut, ditegur, pas sekali ditegur diam, habis itu ribut lagi tidak bisa ditegur, terus aku biarin, mereka bilang ketua kelas tidak
102
becus. Terus aku tegur sampai aku marah-marah. (HAP, 12-06-2015)
… Menggertak HD pernah bu. Pokoknya semua teman yang ada dikelas pernah saya gertak bu … Waktu menegur HD itu kan mau berkelahi bu, terus saya bilang, coba kamu jangan berkelahi, aku disini cuman mau menenangkan, kalau sampai aku yang marah susah nanti. (HAP, 12-06-2015)
… Saya sering mengganggu teman seperti megang telinganya dan menendang kakinya saat berjalan. (HAP, 12-06-2015)
Saya pernah menantangi orang berkelahi tapi tidak sampai berkelahi … Gara-gara membela teman. (HAP, 12-06-2015)
… untuk berkelahi tidak pernah tapi hampir berkelahi pernah. Waktu itu sama HD, saya pelorotin celananya, terus ditamparnya bahu kananku bu, mau berkelahi bu, terus dia lapor sama kakak kelas IX bu, tidak jadi berkelahi. (HAP, 12-06-2015)
Saya pernah berperilaku seenaknya seperti membuang sampah sembarangan dan tidak mau piket kelas. (HAP, 12-06-2015)
Peserta didik berinisial HAP menunjukkan perilaku berambisi untuk menguasai atau mendominasi teman-temannya di kelas, menggertak teman, menggangu teman atau usil seperti memegang telinga dan menendang kaki teman saat berjalan, terlibat perkelahian yang berawal dari tindakan bercanda yang keterlaluan, dan berperilaku seenaknya dikelas seperti membuang sampah dan tidak mau piket kelas.
103 b) HD (inisial)
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
Saya merasa bahwa pendapat saya yang paling benar … misalnya membahas sesuatu saya bilang ada, kata teman saya gak ada, padahal yang sebenarnya memang ada. (HD, 13-06-2015)
Saya pernah menggertak teman, waktu dulu saya sama RZ membajak DM … (HD, 13-06-2015)
Pernah aja bu. Saat itu saya pinjam pulpen teman, dia cuman punya satu tapi tetap saja saya pinjam … (HD, 13-06-2015)
Saya suka usil sama teman yang di kelas maupun yang diluar kelas … Waktu teman yang lain lagi duduk, saya main bola dikelas, ya saya tendang-tendang mereka. (HD, 13-06-2015)
Saya pernah berkelahi, itu sama DM, saya suruh dia piket kelas tapi dia tidak mau terus dia dorong saya bu, saya tampar saja dia. Kemudian pernah juga berkelahi sama DV gara-gara kata RZ si DV mengolok-olok saya, saya kesal jadi saya tantang dia untuk berkelahi. (HD, 13-06-2015) Pernah bu. Dulu di AD merobek buku saya bu. Awalnya dia mencubit saya bu, terus saya robek sedikit bukunya, ternyata dia balas bu, dirobek-robeknya buku tulis saya bu, saya marah, saya dorong lah dia, terus dia tampar, saya tampar papan tulis bu sampai mau jatuh. (HD, 13-06-2015)
Perserta didik berinisial HD menunjukkan perilaku bahwa pendapatnya yang paling benar diantara teman yang lain, menggertak atau mengancam untuk membajak teman, meminjam barang teman tanpa persetujuan pemiliknya, bersikap usil terhadap teman di kelas maupun di luar kelas seperti menendang-nendang kaki teman, dan pernah terlibat
104
perkelahian karena orang lain tidak menuruti perkataannya, emosi karena diolok-olok, dan bercanda yang berlebihan.
c) HR (inisial)
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
Pernah bu menggertak teman … Paling ngancam, apa? Berani ? seperti itu … (HR, 15-06-2015)
… yang sering itu bersikap keras kepala sama guru … disuruh upacara dan senam saya tidak mau ikut .. saya duduk dikantin saja … (HR, 15-06-2015)
Iya, saya tipe orang yang cenderung membalas perbuatan yang tidak menyenangkan dari orang lain … YL mukul biasanya, jadi saya balas pukul juga bu.. Kalau mencubit, saya balas cubit lagi. (HR, 15-06-2015)
… pernah berkelahi bu, sama RW kemarin. (HR, 15-06-2015)
Saya sering berbuat seenaknya saja seperti tidak mau ikut upacara … (HR, 15-06-2015)
Kalau marah biasanya saya paling berdiri berhadap-hadapan dan saling dorong … (HR, 15-06-2015)
Peserta didik berinisial HR menunjukkan perilaku menggertak dan mengancam teman dengan melontarkan kata-kata kasar dengan tujuan agar orang mau menuruti apa yang ia perintahkan, bersikap keras kepala seperti tidak mau mengikuti perintah guru, cenderung membalas perbuatan yang tidak menyenangkan dari orang lain seperti di cubit balas mencubit atau dipukul balas memukul,
105
terlibat perkelahian, berbuat seenaknya saja, dan melakukan tindakan fisik apabila sedang marah.
d) RW (inisial)
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
Pernah bu mengancam WJ … waktu itu WJ berkelahi sama HR, jadi aku bela HR, aku ancam WJ … saya juga pernah berkelahi sama YM dan nantangin dia buat berkelahi… (RW, 15-06-2015)
Kalau berbuat seenaknya itu jarang, hanya pada hari-hari tertentu saja … Misalkan ada hari yang mood buat ribut ya ribut bu, kalau ada yang menegur ya aku bilang terserah aku saja … (RW, 15-06-2015)
Biasanya kalau saya marah sama orang, saya pendam dalam hati … (RW, 15-06-2015)
Perserta didik berinisial RW menunjukkan perilaku mengancam dan menantang berkelahi bagi yang tidak menyukai tindakan yang ia lakukan, bersikap seenaknya pada hari-hari tertentu seperti ribut di kelas, dan cenderung memendam rasa marah yang dirasakan.
e) WJ (inisial)
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
… pernah bu ingin memiliki barang teman tapi tidak sampai mengambil atau mencuri. (WJ, 10-06-2015)
Saya pernah berkelahi dengan HR, sama AL dan HM juga pernah … HR itu karena saya salah berbicara sehingga dia
106
marah, kalau AL dan HM karena saya belum membayar hutang jadi mereka marah. (WJ, 10-06-2015)
Kalau saya sudah sangat marah biasanya saya pukul meja untuk melampiaskn rasa marah saya. (WJ, 10-06-2015)
Perserta didik berinisial WJ menunjukkan perilaku memiliki hasrat untuk memiliki barang orang lain, terlibat perkelahian, dan melampiaskan rasa marah dengan memukul meja.
f) YM (inisial)
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
… biasanya saya suka menyindir teman apabila saya tidak senang dengan teman tersebut seperti sama RW kemarin. (YM, 13-06-2015)
… biasanya usilnya itu seperti mengejutkan teman, dicubit, dipukul, dan di tarik-tarik bajunya. (YM, 13-06-2015) Pernah berkelahi sama RW, dia bilang aku punya kutu terus aku lawan kenapa kamu bilang gitu, ya langsung aku tampar saja di pipi . (YM, 13-06-2015)
Saya tipe orang yang membalas perbuatan yang tidak menyenangkan dari teman seperti dipukul dibalas pukul, di sindir ku balas sindir juga. (YM, 13-06-2015)
… kalau lagi marah biasanya saya diam tapi bisa juga memukul meja. (YM, 13-06-2015)
Perserta didik berinisial YM menunjukkan perilaku suka menyindir teman, menggangu teman atau usil seperti mengejutkan teman, mencubit, memukul dan menarik-narik baju teman, pernah terlibat perkelahian, tipe orang yang
107
membalas perbuatan yang tidak menyenangkan dari orang lain, dan melampiaskan rasa marah dengan memendam atau memukul meja.
b. Penyebab Perilaku Agresif Negatif Peserta Didik 1) Kepala Sekolah
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
… berperilaku seperti itu cenderung menganggap adik-adik kelas mereka atau bahasa kasarnya mereka yang menguasai wilayah karena mereka kakak kelas, jadi mereka merasa harus dihargai, disegani, dituruti, dan sebagainya. (KS, 08-06-2015)
Penyebab perilaku agresif peserta didik di SMP Negeri 3 Selat Kuala Kapuas adalah dikarenakan merasa berkuasa, memiliki jabatan sehingga merasa harus dihargai, disegani dituruti, dan sebagainya.
2) Wali Kelas
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
… biasanya anak-anak yang kurang ada perhatian dan kasih sayang orang tua. Bisa karena ikut orang, bisa karena broken
home, di kelas itu ada beberapa orang yang seperti itu, mungkin
karena sering diperintah atau sebagainya sehingga menimbulkan perilaku seperti itu. (WK, 09-06-2015)
… seperti HR itu kan ikut orang, jadi tergantung kepada orang, kalau tidak disuruh dia tidak mau, disuruh pun kalau tidak sesuai dengan dirinya pun tetap bisa tidak mau, terus kalau yang broken home itu ada bapak agak kenal itu ya ada dua orang, RW dan S, itu yang saya kenal, tapi tidak menutup kemungkinan ada lagi yang lain, seperti itu. (WK, 09-06-2015)
108
Penyebab perilaku agresif peserta didik kelas VIII.4 adalah kurang perhatian dari orang tuanya karena ada yang ikut keluarga bahkan ada yang orang tuanya bercerai sehingga anak cenderung kekurangan kasih sayang dan cenderung berperilaku memberontak.
3) Guru Mata Pelajaran
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan di temukan data bahwa:
… mungkin karena kurang perhatian orang tua, orang tuanya kan tidak ada, disini dia ikut tantenya … kemudian karena dia merasa pintar atau punya jabatan di kelas. (GMP, 10-06-2015)
Penyebab perilaku agresif peserta didik kelas VIII.4 adalah kurang perhatian dari orang tua karena disini tinggal bersama keluarga seperti tante atau ikut orang dan karena