• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

2. GALANGAN KAPAL 1 Keadaan Umum Lokasi

2.3 Tenaga kerja

1). Jumlah tenaga kerja:

 Tenaga kerja tetap:  Tenaga kerja tidak tetap: 2). Pendidikan terakhir tenaga kerja:

 Tenaga kerja tetap:  Tenaga kerja tidak tetap:

3). Apakah ada pembagian kerja secara khusus kepada setiap tenaga kerja : (Ya/ Tidak). Jika Ya, sebutkan:

4). Apakah ada keahlian lain atau pekerjaan lain selain pembuat kapal : (Ya/ Tidak). Jika Ya, sebutkan:

5). Bagaimana prosedur pemberian upah kepada tenaga kerja (perhari/ perminggu):

 Tenaga kerja tetap:  Tenaga kerja tidak tetap: 6). Berapa upah yang diterima tenaga kerja:

 Tenaga kerja tetap:  Tenaga kerja tidak tetap: 7). Kesejahteraan tenaga kerja:

 Tenaga kerja tetap:  Tenaga kerja tidak tetap:

2.4 Teknologi

1). Berdasarkan apa ukuran dimensi utama kapal ditetapkan:  Perhitungan pengrajin kapal/ kepala tukang:  Permintaan pemesanan:

 Lainnya, sebutkan: 2). Dimensi utama kapal:

 GT :  LOA :  LPP :  LWL :  B :  D :  d :

 Jenis mesin (inboard/ outboard):  Kekuatan mesin:

3). Apakah pembangunan kapal dilengkapi dengan gambar perencanaan (Ya/Tidak):

 Rancangan umum (Ya/Tidak)  Lines plan (Ya/Tidak)

 Detail konstruksi (Ya/Tidak)  Perhitungan kapal (Ya/Tidak)

 Data fisik (gambar dan dokumentasi) perencanaan pembangunan kapal (Blue print lines plan)

4). Jika dilengkapi perencanaan, siapa yang membuat:

6). Bagaimana tahapan pembangunan kapal tersebut:

7). Ukuran konstruksi kapal ditetapkan berdasarkan apa:  Peraturan

 Kebiasaan/pengalaman  Lainnya, sebutkan: 8). Berapa jumlah gading-gading kapal:

9). Bagaimana cara pembuatan setiap gading-gading:  Dari satu kayu

 Dari dua kayu  Lainnya:

10). Bagaimana teknik pemotongan setiap gading-gading:  Searah serat

 Memotong arah serat  Tidak ada aturan

11). Bagaimana cara membuat lengkungan gading-gading:

 Gambar lengkung gading-gading dicetak ke batang kayu kemudian di potong

 Batang kayu langsung dipotong sesuai ukuran yang diinginkan  Lainnya:

12). Alat-alat apa saja yang digunakan dalam pembangunan kapal secara keseluruhan:

13). Alat-alat apa yang digunakan untuk membuat gading-gading:

14). Cara penyambungan bagian gading-gading, apakah menggunakan:  Lem :

 Baut :  Paku :  Pasak :

 Lainnya, sebutkan:

(Jawaban dapat lebih dari satu)

15). Metode yang digunakan untuk membengkokkan/ melengkungkan kayu pada pembuatan gading-gading kapal:

 Pemanasan:

 Penjepitan dengan klep besi atau clamp:  Lainnya, sebutkan:

16). Apakah pernah terjadi kesalahan ketika pemotongan gading-gading dilakukan : (Ya/Tidak). Jika Ya, sebutkan jenis kesalahannya:

 Potongan terlalu lengkung  Potongan terlalu pendek  Lainnya:

17). Jika terjadi kesalahan seperti pada no. 12, tindakan apa yang dilakukan:  Mengganti dengan kayu yang baru

 Menambah potongan dengan potongan kayu lainnya  Lainnya:

18). Cara membuat kelengkungan gading-gading baik menggunakan busur, klep, pemanasan, atau alat bantu lainnya:

19). Berapa panjang lunas kapal:

20). Cara penyambungan gading-gading ke lunas yang dilakukan, apakah menggunakan:  Lem :  Baut :  Paku :  Pasak :  Lainnya, sebutkan: (Jawa dapat lebih dari satu)

21). Apakah terdapat perbedaan ukuran antara konstruksi gading-gading yang direncanakan dengan yang telah dibuat (Ya/Tidak):

Jika Ya, sebutkan bagian yang mana saja :  Lebar gading-gading  Tinggi gading-gading

22). Perbedaan apa yang terjadi antara konstruksi jadi dengan yang konstruksi direncanakan (lebih besar/kecil), berapa cm perbedaannya:

 Lebar:  Tinggi:  Lainnya:

23). Jika terjadi ketidaksesuaian ukuran gading-gading, apa yang dilakukan:  Pemakalan

 Penambalan atau penyusupan  Lainnya, sebutkan:

24). Jika terjadi kelebihan ukuran pada gading-gading terhadap gading-gading lainnya, tindakan apa yang dilakukan:

25). Jika terjadi kekurangan atau ukuran gading-gading lebih kecil dari yang sebenarnya, tindakan apa yang dilakukan:

26). Apakah pernah terjadi kesalahan pada saat pemasangan gading-gading pada lunas: (Ya/tidak). Jika Ya, sebutkan jenis kesalahannya:

27). Apa tindakan yang dilakukan ketika terjadi kesalahan seperti pada no. 26:  Membongkar gading-gading kemudian memasang kembali  Gading-gading dipaksa miring sesuai yang dikehendaki  Gading-gading bawah tetap, hanya gading-gaing atas yang

dibongkar lalu dipasang kembali  Lainnya:

28). Bagaimana pengaruh perbedaan ukuran konstruksi gading-gading berdasarkan gambar rencana dengan bentuk jadinya terhadap kekuatan konstruksi kapal:

29). Data konstruksi gading-gading:

No. Posisi gading-gading

Dimensi utama

Lebar Tebal Jarak antar gading-gading

Rencana Terpasang Rencana Terpasang Jarak antar gading-gading bersisian

Jarak antar gading-gading berhadapan

Rencana Terpasang Rencana Terpasang

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Dst. 68

Lampiran 3 Alat yang digunakan dalam pembangunan kapal di UD. Semangat Untung

a) Kapak

b) Gergaji kayu

c) Gergaji besi d) Pahat

Lampiran 3 Lanjutan

g) P

h) Golok i) Alat ukur

i) G

j) Singkolo k) Bacci

Lampiran 4 Kayu yang digunakan untuk membuat gading-gading di galangan yang diteliti

a) Kayu untuk gading-gading bentuk V

Lampiran 5 Pengertian dari dimensi-dimensi kapal

1) LOA (length over all).

LOA adalah panjang kapal yang diukur dari ujung haluan sampai ujung buritan.

2) LWL (length water line)

LWL adalah panjang garis air yang diukur antara titik perpotongan Lwl pada badan kapal bagian haluan dan buritan

3) LPP (length between perpendicular)

LPP adalah panjang kapal yang diukur dari fore perpendicular (FP) sampai

after perpendicular (AP). FP adalah garis tegak lurus pada perpotongan

antara Lwl dan badan kapal pada bagian haluan. AP adalah garis tegak lurus pada perpotongan antara Lwl pada bagian buritan kapal

4) B (breadth)

Breadth adalah lebar maksimum kapal yang diukur antara sisi lambung kapal

pada bagian terlebar. 5) D (depth)

Depth adalah dalam kapal yang diukur secara vertikal dari dasar (base line)

sampai deck freeboard pada penampang melintang tengah kapal. 6) d (draugth)

Draugth adalah dalam benam kapal (sarat) yang diukur dari base line sampai load water line.

Lampiran 6 Foto pencetakan mal besi ke batang kayu lengkung pada proses pembuatan gading-gading

Lampiran 7 Foto-foto konstruksi gading-gading

a) Konstuksi gading-gading bagian haluan kapal

b) Konstruksi gading-gading bagian tengah kapal Gading-gading

Lampiran 7 Lanjutan

c) Konstruksi gading-gading bagian buritan kapal Gading-gading

Lampiran 8 Kulit kayu (barru) yang digunakan sebahai bahan pakal pada kapal yang dibuat di galangan UD. Semangat Untung

Lampiran 9 Contoh perhitungan tingkat keakuratan dan persentase selisih a) Tingkat keakuratan lebar penampang gading-gading

Posisi gading-gading 1, bentuk U bottom Lebar rencana = 8 cm ; lebar terpasang = 8 cm

Dimensi gading-gading terpasang

Tingkat keakuratan = x 100% Dimensi gading-gading rencana

8 cm

= x 100% 8 cm

= 100% (Tingkat keakuraian = 100%).

b) Persentase selisih lebar penampang gading-gading

Posisi gading-gading 1, bentuk U bottom Lebar rencana = 8 cm ; lebar terpasang = 8 cm

Gading-gading rencana – Gading-gading terpasang

Persentase selisih = x 100% Gading-gading rencana 8 cm – 8 cm = x 100% 8 cm = 0%

Dokumen terkait