• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tenaga Kesehatan

Dalam dokumen DINAS KESEHATAN PERIODE (Halaman 45-59)

Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) merupakan salah satu subsistem dalam Sistem Kesehatan Nasional yang mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan sebagai pelaksana upaya dan pelayanan kesehatan. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional, sumber dayamanusia kesehatan adalah tenaga kesehatan (termasuk tenaga kesehatan strategis) dan tenaga pendukung/penunjang kesehatan yang terlibat dan bekerja serta mengabdikan dirinya dalam upaya dan manajemen kesehatan. Penyelenggaraan subsistem sumber daya manusia kesehatan terdiri dari perencanaan, pengadaan, pendayagunaan, pembinaan, dan pengawasan mutu sumber daya manusia kesehatan.

Tenaga di bidang kesehatan terdiri dari tenaga kesehatan dan asisten tenaga kesehatan. Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan,tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yangjenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan sedangkan asisten tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui pendidikan bidang kesehatan di bawah jenjang Diploma Tiga. Tenaga kesehatan dikelompokkan menjadi beberapa rumpun dan subrumpun. Rumpun tenaga kesehatan menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan Pasal 11 adalah tenaga medis, tenaga psikologi klinis, tenaga keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, tenaga keteknisian medis, tenaga teknik biomedika, tenaga kesehatan tradisional, dan tenaga kesehatan lain.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

45

1. Tenaga Kesehatan di Puskesmas

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang PusatKesehatan Masyarakat, puskesmas adalah fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Untuk mendukung fungsi dan tujuanPuskesmas diperlukan sumber daya manusia kesehatan baik tenaga kesehatan maupun tenaga penunjang kesehatan. Pada peraturan yang sama di Pasal 16 Ayat 3 disebutkan bahwa minimal tenaga kesehatan di puskesmas terdiri dari dokter atau dokter layanan primer, dokter gigi, perawat,bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli teknologi laboratorium medik, tenaga gizi dan tenaga kefarmasian.

Sedangkan tenaga penunjang kesehatan harus dapat mendukung kegiatan ketatausahaan, administrasi keuangan, sistem informasi, dan kegiatan operasional lainnya.

a. Kecukupan Dokter di Puskesmas

Pada puskesmas non rawat inap, minimal jumlah dokter adalah satu orang,sedangkan pada puskesmas rawat inap minimal jumlah dokter dua orang, baik pada wilayah perkotaan, perdesaan, maupun kawasan terpencil dan sangat terpencil.

Tabel 2.1 Distribusi Dokter Umum di Puskesmas Tahun 2017

No Puskesmas Jumlah Dokter Umum Jumlah

PNS THL

L P L P

1 Nunukan 1 5 1 7

2 Sedadap 3 3

3 Long Bawan 1 1 2

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

46

4 Long Layu 1 1

5 Mansalong 2 2

6 Binter 1 1

7 Sanur 1 1 2

8 Pembeliangan 4 1 5

9 Tanjung Harapan

1 1

10 Atap 1 1 2

11 Aji Kuning 1 2 3

12 Sungai Nyamuk 1 3 4

13 Lapri 1 1

14 Sungai Taiwan 1 1

15 Setabu 1 2 3

16 Seimenggaris 1 1 2

Jumlah 17 21 1 1 40

Pada tabel 2.1 diketahui bahwa jumlah dokter umum yang betugas di Puskesmas tahun 2017 berjumlah 40 orang yang tersebar di 16 Kecamatan. 38 dokter umum berstatus PNS dan 2 dokter umum berstatus THL (Tenaga Harian Lepas). Puskesmas Nunukan merupakan Puskesmas yang paling banyak memiliki dokter umum yaitu 7 orang, Puskesmas Pembeliangan 5 orang dan Puskesmas Sungai Nyamuk berjumlah 4 orang. Puskesmas Binter, Puskesmas Tanjung Harapan, Puskesmas Lapri dan Puskesmas Sungai Taiwan masing-masing memiliki 1 dokter umum.

Jumlah dokter umum yang bertugas di Puskesmas tahun 2017 mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Tiga tahun terakhir terjadi trend penurunan jumlah

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

47

dokter umum di Puskesmas. Rendahnya retensi dokter umum di Kabupaten Nunukan khususnya di Puskesmas menyebabkan dokter umum berpindah tugas ke daerah lain.Pengembangan karir seperti Tugas Belajar merupakan salah satu penyebab penurunan jumlah dokter umum di Puskesmas karena setelah selesai Tugas Belajar, maka dokter yang bersangkutan akan ditugaskan di pelayanan kesehatan tingjat sekunder yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nunukan. Penurunan jumlah dokter umum disebabkan oleh mutasi dan tugas belajar.

Jumlah dokter umum yang berstatus PNS dalam tiga tahun terakhir dapat dilihat seperti grafik berikut:

Grafik 1 Jumlah Dokter Umum PNS

b. Kecukupan Dokter Gigi di Puskesmas

Jumlah dokter gigi di Puskesmas minimal satu orang, baik di puskesmas rawat inap dan non rawat inap dan di wilayah perkotaan, perdesaan, maupun di kawasan terpencil dan sangat terpencil.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

48

Tabel 2.2 Distribusi Dokter Gigi di Puskesmas Tahun 2017

No Puskesmas Jumlah Dokter Gigi Jumlah

PNS THL

L P L P

1 Nunukan 2 2

2 Sedadap 1 1

3 Long Bawan 1 1

4 Long Layu 0

5 Mansalong 1 1

6 Binter 0

7 Sanur 1 1 2

8 Pembeliangan 1 1

9 Tanjung Harapan

1 1

10 Atap 1 1

11 Aji Kuning 1 1

12 Sungai Nyamuk 1 1

13 Lapri 1 1

14 Sungai Taiwan 2 2

15 Setabu 1 1

16 Seimenggaris 1 1 2

Jumlah 9 5 3 1 18

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

49

Pada tabel 2.2 diketahui bahwa jumlah dokter gigi yang bertugas di Puskesmas berjumlah 18 orang yang tersebar di 16 Kecamatan. 14 dokter gigi berstatus PNS dan 4 dokter gigi berstatus THL. Puskesmas Nunukan, Puskesmas Sungai Taiwan dan Puskesmas Seimenggaris merupakan Puskesmas yang paling banyak memiliki tenaga dokter gigi yaitu masing-masing berjumlah 2 dokter gigi. Puskesmas Sedadap, Mansalong, Sanur, Pembeliangan, Tanjung Harapan, Atap, Aji Kuning, Sungai Nyamuk, Lapri, Setabu dan Seimenggaris masing-masing memiliki tenaga dokter gigi berjumlah 1 orang. Puskesmas Long Bawan, Long Layu dan Binter tidak memiliki dokter gigi.

Jumlah dokter gigi di Pukesmas Kabupaten Nunukan tidak banyak mengalami perubahan dalam tiga tahun terakhir. Dokter gigi tahun 2015 dan tahun 2016 berjumlah 16 orang dan pada tahun 2017 berjumlah 14 orang.

Grafik 1 Jumlah Dokter Gigi PNS

c. Kecukupan Bidan di Puskemas tahun 2017

Jumlah bidan di puskesmas non rawat inap minimal empat orang dan di puskesmasrawat inap minimal tujuh orang. Kondisi ini merupakan standar minimal di wilayahperkotaan, perdesaan, dan kawasan terpencil dan sangat terpencil. Pada tahun 2017 Kecukupan bidan di Puskesmas memenuhi standar. Sebaran bidan dapat dilihat pada tabel 2.2

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

50

Tabel 2.2 Distribusi Bidan di Puskesmas tahun 2017

No Puskesmas Jumlah Bidan Jumlah

PNS THL

L P L P

1 Nunukan 14 11 25

2 Sedadap 13 9 22

3 Long Bawan 7 18 25

4 Long Layu 5 2 7

5 Mansalong 6 5 11

6 Binter 5 3 8

7 Sanur 9 8 17

8 Pembeliangan 6 21 27

9 Tanjung Harapan

2 5 7

10 Atap 4 7 11

11 Aji Kuning 3 8 11

12 Sungai Nyamuk 8 5 13

13 Lapri 2 7 9

14 Sungai Taiwan 1 11 12

15 Setabu 3 11 14

16 Seimenggaris 6 11 17

Jumlah 94 142 236

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

51

Tabel 2.2 dapat dilihat bahwa jumlah bidan di Puskesmas Kabupaten Nunukan berjumlah 236 orang yang tersebar di 16 Kecamatan. 94 Bidan berstatus PNS dan 142 bidan berstatus THL. Bidan terbanyak ada di Puskesmas Pembeliangan yang berjumlah 27 orang. Puskesmas Nunukan dan Puskesmas Long Bawan masing-masing berjumlah 25 orang. Sebaran bidan paling rendah ada di Puskesmas Long Layu dan Tanjung Harapan yakni 7 orang.

Jumlah bidan yang berstatus PNS dalam tiga tahun terakhir dapat dilihat seperti grafik berikut:

Grafik 3 Jumlah Bidan PNS

d. Kecukupan Perawat di Puskesmas Tahun 2017

Perawat pada puskesmas non rawat inap minimal berjumlah lima orang sedangkanpada Puskesmas rawat inap minimal berjumlah delapan orang. Kondisi ini merupakan standar minimal di wilayah perkotaan, perdesaan, dan kawasan terpencil dan sangat terpencil.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

52

Tabel 2.4 Distribusi Perawat di Puskesmas tahun 2017

No Puskesmas Jumlah Perawat Jumlah

PNS THL

L P L P

1 Nunukan 7 10 1 11 29

2 Sedadap 2 13 2 8 25

3 Long Bawan 2 1 4 10 17

4 Long Layu 2 1 1 4 8

5 Mansalong 10 3 4 17

6 Binter 2 5 3 10

7 Sanur 1 3 7 3 14

8 Pembeliangan 1 2 5 10 18

9 Tanjung Harapan

2 2 3 5 12

10 Atap 3 1 7 11

11 Aji Kuning 2 3 3 9 17

12 Sungai Nyamuk 5 6 5 11 27

13 Lapri 3 3 2 8 16

14 Sungai Taiwan 2 1 4 5 12

15 Setabu 2 3 2 8 15

16 Seimenggaris 3 4 4 5 16

Jumlah 47 58 48 111 264

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

53

Tabel 2.4 diketahui bahwa jumlah perawat yang bertugas di Kabupaten Nunukan pada tahun 2017 adalah 264 orang yang tersebar di 16 Kecamatan. 105 perawat berstatus PNS dan 159 perawat berstatus THL. Puskesmas Nunukan paling banyak memiliki tenaga perawat dibandingkan dengan Puskesmas lain yaitu 29 orang disusul Puskesmas Sungai Nyamuk berjumlah 27 orang. Perawat paling sedikit ada di Binter berjumlah 11 orang.

Jumlah perawat yang berstatus PNS dalam tiga tahun terakhir dapat dilihat seperti grafik berikut:

Grafik 4 Jumlah Perawat PNS

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, bahwa tenaga kesehatan di puskesmas tidak hanya tenaga medis tetapi juga tenaga promotif dan preventif untuk mendukung tugas puskesmas dalam melaksanakan upaya kesehatan masyarakat. Salah satu indikator dalam meningkatkan ketersedian dan mutu SDMK sesuai dengan standar pelayanan kesehatan yaitu jumlah puskesmas yang memiliki lima jenis tenaga kesehatan promotif dan preventif. Tenaga kesehatan yang dimaksud adalah tenaga kesehatan lingkungan, tenaga kefarmasian, tenaga gizi, tenaga kesehatan masyarakat, dan analis kesehatan.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

54

c. Kecukupan Tenaga Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Tahun 2017 Tabel 2.5 Distribusi Tenaga Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Tahun 2017

No Puskesmas Jumlah Tenaga Kesmas Jumlah

PNS THL

L P L P

1 Nunukan 1 2 3

2 Sedadap 2 1 3

3 Long Bawan 2 2

4 Long Layu 1 1

5 Mansalong 1 1

6 Binter 3 3

7 Sanur 1 1 2

8 Pembeliangan 3 2 5

9 Tanjung Harapan

1 1 2 4

10 Atap 1 1 1 3

11 Aji Kuning 1 1 1 3

12 Sungai Nyamuk 1 3 4

13 Lapri 1 2 3

14 Sungai Taiwan 2 2

15 Setabu 1 1 2 4

16 Seimenggaris 1 1 1 3

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

55

Jumlah 6 8 10 22 46

Pada tabel 2.5 diketahui bahwa jumlah tenaga kesehatan masyarakat di Puskesmas Kabupaten Nunukan tahun 2017 berjumlah 46 orang yang tersebar di 16 Puskesmas yang terdiri dari 14 PNS dan 32 THL. Jumlah tenaga kesehatan masyarakat terbanyak ada di Puskesmas Tanjung Harapan, Sungai Nyamuk dan Setabu.

d. Kecukupan Apoteker di Puskesmas tahun 2017 Tabel 2.6 Distribusi Apoteker di Puskesmas Tahun 2017

No Puskesmas Jumlah Apoteker Jumlah

PNS THL

L P L P

1 Nunukan 1 2 3

2 Sedadap 2 1 3

3 Long Bawan 2 2

4 Long Layu 1 1

5 Mansalong 1 2 3

6 Binter 3 3

7 Sanur 1 1 2

8 Pembeliangan 3 2 5

9 Tanjung Harapan

1 1 2 4

10 Atap 1 1 1 3

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

56

11 Aji Kuning 1 1 2

12 Sungai Nyamuk 1 3 4

13 Lapri 1 2 3

14 Sungai Taiwan 2 2

15 Setabu 1 1 2 4

16 Seimenggaris 1 1 3

Jumlah 6 7 10 24 47

Tabel 2.6 diketahui bahwa jumlah seluruh apoteker yang bekerja di Puskesmas tahun 2017 berjumlah 47 orang tersebar di 16 Kecamatan yang terdiri dari 13 PNS dan 34 THL. Seluruh Puskeskmas telah memiliki apoteker. Jumlah Apoteker terbanyak ada di Puskesmas Pembeliangan yaitu 5 apoteker dan paling sedikit ada di Long Layu yaitu 1 apoteker.

2. Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.

Rumah sakit dapat didirikan dan diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan swasta sedangkan menurut pelayanan yang diberikan, rumah sakit terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus.

Tabel 2.7 Tenaga Kesehatan di RSUD Kabupaten Nunukan Tahun 2017 No Tenaga Kesehatan Jenis Kelamin Jumlah

L P

1 Dokter Spesialis 8 8 16

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

57

2 Dokter Umum 1 4 5

3 Dokter gigi 1 1 2

4 Perawat 17 58 75

5 Bidan 25 25

3. Rasio Tenaga Kesehatan

Rasio tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk merupakan indikator untuk mengukur ketersediaan tenaga kesehatan untuk mencapai target pembangunan kesehatan tertentu. Berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor 54 Tahun 2013 tentang Rencana Pengembangan Tenaga Kesehatan Tahun 2011 – 2025, target rasio tenaga kesehatan terhadap jumlah penduduk pada tahun 2019 di antaranya rasio dokter umum 45 per 100.000 penduduk, rasio dokter gigi 13 per 100.000 penduduk,rasio perawat 180 per 100.000 penduduk, dan rasio bidan 120 per 100.000 penduduk.

Tabel 2.8 Rasio Tenaga Kesehatan di Kabupaten Nunukan

No Jenis Ketenagaan Rasio Target Nasional

1 Dokter umum 22/100.000 45/100.000

2 Rasio dokter gigi 8/100.000 13/100.000

3 Rasio bidan 61/100.000 120/100.000

4 Rasio perawat 94/100.000 180/100.000

Tabel 2.8 diketahui bahwa rasio tenaga kesehatan di Kabupaten Nunukan belum memenuhi target ideal terhadap jumlah penduduk. Data tersebut hanya dihitung tenaga kesehatan yang berstatus PNS, jika ditambah dengan tenaga THL maka akan mempengaruhi nilai rasio. THL merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah untuk pemenuhan tenaga kesehatan di Kabupaten Nunukan.

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kab. Nunukan 2016-2021

58

Dalam dokumen DINAS KESEHATAN PERIODE (Halaman 45-59)

Dokumen terkait