BAB IV. SITUASI UPAYA KESEHATAN
B. Tenaga Kesehatan
Peningkatan mutu pelayanan kesehatan dilakukan melalui perbaikan fisik dan penambahan sarana prasarana, penambahan peralatan dan ketenagaan serta pemberian biaya operasinal dan pemeliharaan. Namun dengan semakin tingginya pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan semakin meningkat. Untuk itu dibutuhkan penambahan tenaga kesehatan yang terampil dan siap pakai sesuai dengan karakteristik dan fungsi tenaganya.
Profil Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2014 105 Sampai saat ini kebutuhan tenaga kesehatan masih belum sepenuhnya terpenuhi. Hal tersebut dapat dilihat dari usulan permintaan kebutuhan tenaga kesehatan baik di pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota yang sulit terpenuhi akibat belum tertatanya data-data serta belum siapnya anggaran untuk perekrutan pegawai. Kekurangan lain disebabkan belum bergantinya tenaga kesehatan yang pensiun dan makin kompleksnya masalah-masalah kesehatan yang ditangani oleh tenaga tersebut.
Untuk mencukupi kebutuhan tenaga kesehatan tersebut ditangani dengan membuka penerimaan CPNS baru baik secara swakelola maupun tenaga pusat yang ditempatkan di daerah. Usulan lain dalam mencukupi kekurangan tenaga kesehatan juga dilakukan dengan pengangkatan Dokter tidak tetap, Bidan tidak tetap yang kedepannya mengangkat tenaga lain sebagai pegawai tidak tetap disamping sebagai Pegawai Harian Lepas (HPL). Dalam pengangkatan PTT tersebut dilakukan masa bakti selama 3 (tiga) tahun baik dengan Pemerintah Pusat maupun dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masing-masing kabupaten/ kota.
Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Jepara pada tahun 2014 sebanyak 1.814 orang yang terdiri dari berbagai profesi. Profesi terbesar adalah perawat dengan jumlah 639 orang dan bidan sejumlah 415 orang. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2013 yaitu sebanyak 1.841 orang dari berbagai profesi, jumlah perawat 713 orang dan jumlah bidan 441 orang.
1. Jumlah dan Rasio Tenaga Medis di Sarana Kesehatan a. Dokter Spesialis
Dokter spesialis adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam suatu bidang ilmu kedokteran tertentu. Seorang dokter harus menjalani pendidikan dokter paska sarjana (spesialisi) untuk dapat menjadi dokter spesialis. Pendidikan dokter spesialis merupakan program pendidikan lanjutan dari program pendidikan dokter setelah dokter menyelesaikan wajib kerja sarjananya dan atau langsung setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum dasar.
Profil Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2014 106 Jumlah dokter spesialis di Kabupaten Jepara tahun 2014 berjumlah 39 orang terdiri dari 29 laki-laki dan 10 perempuan. Rasio dokter spesialis per 100.000 penduduk adalah 3,33 (tabel 72). Jumlah dan rasio ini menurun dibanding tahun 2013 (41 dokter dengan rasio 3,53).
Bila mengacu standar WHO, diharapkan rasio per 100.000 penduduk adalah 6 orang. Ini belum memenuhi standar yang ditetapkan.
b. Dokter Umum
Rasio tenaga dokter umum dilihat dari jumlah dokter yang memberikan pelayanan kesehatan di suatu wilayah per jumlah penduduk di wilayah dan pada tahun yang sama dikalikan dengan 100.000.
Dilihat dari perkembangan lima tahun terakhir.
Gambar 5.4
Rasio Dokter Umum di Kabupaten Jepara Tahun 2010 – 2014
Tahun 2014 yaitu jumlah dokter sebanyak 155 dokter terdiri dari 64 laki-laki dan 91 perempuan dengan rasio per 100.000 sebesar 13,24. Jumlah dan rasio ini menurun dibanding tahun 2013 (182 dokter dengan rasio 15,69).
Jika mengacu pada standar WHO rasio yang diminta adalah 40 orang. c. Dokter Gigi
Kedokteran gigi adalah ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan pada gigi dan mulut melalui tindakan tanpa atau
2010 2011 2012 2013 2014 WHO
12,3 12,1 11,56 15,69 13,24
40
Profil Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2014 107 dengan pembedahan. Seseorang yang mempraktekkan ilmu kedokteran gigi disebut sebagai dokter gigi.
Praktek kedokteran gigi umum meliputi
tindakan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif terhadap kondisi gigi dan mulut individu ataupun masyarakat. Tindakan perawatan yang dapat dilakukan oleh seorang dokter gigi umum antara lain penambalan gigi berlubang, pembersihan karang gigi, pencabutan gigi, pembuatan gigi tiruan. Seorang dokter gigi seringkali menggunakan sinar-x dalam menegakkan diagnosa.
Rasio tenaga dokter gigi dilihat dari jumlah dokter gigi yang memberikan pelayanan kesehatan di suatu wilayah per jumlah penduduk di wilayah dan pada tahun yang sama dikalikan dengan 100.000.
Dilihat dari perkembangan lima tahun terakhir.
Gambar 5.5
Rasio Dokter Gigi di Kabupaten Jepara
Tahun 2010 - 2014
Jumlah dokter gigi di Kabupaten Jepara Tahun 2014 sebanyak 18 orang dan semuanya perempuan, dengan rasio per 100.000 penduduk sebesar 1,54. Jumlah dan rasio ini menurun dibanding tahun 2013 (18 dokter dengan rasio 1,54).
Rasio ini masih jauh bila dibandingkan dengan standar WHO yaitu 11 per 100.000 penduduk. Tidak semua puskesmas mempunyai dokter gigi, sehingga ada puskesmas tidak menyelenggarakan poli gigi. Di Kabupaten Jepara, hanya terdapat 9 dokter gigi di Puskesmas dari 21 puskesmas yang
2010 2011 2012 2013 2014 WHO
1,36 1,4 1,31 2,07 1,54
11
Profil Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2014 108 ada. Bahkan Kabupaten Jepara belum memiliki dokter spesialis gigi (tabel 72).
2. Jumlah dan Rasio Tenaga Keperawatan di Sarana Kesehatan a. Perawat
Perawat adalah tenaga profesional di bidang perawatan kesehatan yang terlibat dalam kegiatan perawatan. Perawat bertanggung jawab untuk perawatan, perlindungan, dan pemulihan orang yang terluka atau pasien penderita penyakit akut atau kronis, pemeliharaan kesehatan orang sehat, dan penanganan keadaan darurat yang mengancam nyawa dalam berbagai jenis perawatan kesehatan. Perawat juga dapat terlibat dalam riset medis dan perawatan serta menjalankan beragam fungsi non-klinis yang diperlukan untuk perawatan kesehatan.
Jumlah perawat di Kabupaten Jepara tahun 2014 sebanyak 639 orang yang terdiri dari 226 laki-laki dan 413 perempuan.
Dilihat dari perkembangan lima tahun terakhir.
Gambar 5.6
Rasio Tenaga Keperawatan di Kabupaten Jepara Tahun 2010 – 2014
Rasio tenaga perawat per 100.000 penduduk tahun 2014 sebesar 55 (tabel 73). Jumlah dan rasio ini menurun dibanding tahun 2013 (713 orang dengan rasio 61,46). Rasio ini semakin jauh jika dibandingkan dengan standar WHO sebesar 117,5 per 100.000 penduduk.
2010 2011 2012 2013 2014 WHO
51,22 52 47,94 61,46 55
117,5
Profil Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2014 109 b. Bidan
Tenaga yang tercakup dalam tenaga bidan adalah D-III Kebidanan dan D-1 Kebidanan. Rasio tenaga bidan dilihat dari jumlah bidan yang memberikan pelayanan kesehatan di suatu wilayah per jumlah penduduk di wilayah dan pada tahun yang sama dikalikan dengan 100.000.
Gambar 5.7
Rasio Tenaga Bidan di Kabupaten Jepara Tahun 2010 – 2014
Jumlah keseluruhan tenaga bidan Tahun 2014 di Kabupaten Jepara 415 orang dengan rasio 35,45 per 100.000 (tabel 73). Jumlah dan rasio ini menurun dibanding tahun 2013 (441 orang dengan rasio 38,01). Rasio ini semakin jauh jika dibandingkan dengan standar WHO sebesar 100 per 100.000 penduduk.
c. Perawat Gigi
Jumlah perawat gigi di Kabupaten Jepara tahun 2014 sebanyak 27 orang, terdiri dari 10 orang laki-laki dan 17 orang perempuan. Jumlah perawat gigi di Puskesmas sebanyak 25 orang, hanya Puskesmas Karimunjawa yang belum memiliki perawat gigi. Keberadaan perawat gigi di setiap puskesmas menjadi tenaga utama di poli gigi.
3. Jumlah dan Rasio Tenaga Kefarmasian di Sarana Kesehatan
Apoteker adalah seseorang yang mempunyai keahlian dan kewenangan di bidang kefarmasian baik di apotek, rumah sakit, industri, pendidikan, dan bidang lain yang masih berkaitan dengan bidang kefarmasian. Pendidikan
2010 2011 2012 2013 2014 WHO
35,18 36 35,58 38,01 35,45
100
Profil Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2014 110 apoteker dimulai dari pendidikan sarjana, kurang lebih empat tahun, ditambah satu tahun untuk pendidikan profesi apoteker.
Tenaga kefarmasian terdiri dari Apoteker, S-1 Farmasi, D-III Farmasi, dan Asisten Apoteker. Jumlah tenaga kefarmasian di Kabupaten Jepara Tahun 2014 sebanyak 170 orang, terdiri dari apoteker 89 orang dan S-1 Farmasi, D-III Farmasi dan Asisten Apoteker sebanyak 81 orang (tabel 74).
Dilihat dari perkembangan lima tahun terakhir.
Gambar 5.8
Rasio Tenaga Kefarmasian di Kabupaten Jepara Tahun 2010 – 2014
Rasio per 100.000 penduduk tenaga kefarmasian di Kabupaten Jepara Tahun 2014 sebesar 14,52. Jumlah dan rasio ini menurun dibandingkan tahun 2013 (175 orang dengan rasio 15,08), meski demikian telah memenuhi standart WHO sebesar 10.
4. Jumlah dan Rasio Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan di Sarana Kesehatan
a. Kesehatan Masyarakat
Tenaga kesehatan masyarakat terdiri dari S-1 kesehatan masyarakat dan D-III kesehatan masyarakat. Rasio tenaga kesehatan masyarakat dilihat dari jumlah tenaga kesehatan masyarakat yang memberikan pelayanan kesehatan di suatu wilayah per jumlah penduduk di wilayah, pada tahun yang sama dikalikan dengan 100.000.
2010 2011 2012 2013 2014 WHO
6,47
14 14,37 15,08 14,52
10
Profil Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2014 111 Jumlah tenaga kesehatan masyarakat di Kabupaten Jepara Tahun 2014 tenaga kesehatan masyarakat sebanyak 13 orang. Rasio per 100.000 penduduk sebesar 1,11 yang tersebar di puskesmas dan rumah sakit (tabel 75). Jumlah dan rasio ini menurun dibandingkan tahun 2013 (15 orang dengan rasio 1,29). Rasio ini semakin jauh jika dibandingkan dengan standar WHO yaitu 40 per 100.000 penduduk.
b. Kesehatan Lingkungan
Tenaga kesehatan lingkungan terdiri dari D-III dan D-I Kesehatan Lingkungan. Tahun 2014 jumlah tenaga kesehatan lingkungan sebanyak 27 orang yang terdiri dari 12 orang laki-laki dan 11 orang perempuan dengan rasio per 100.000 penduduk sebesar 2,31. Jumlah dan rasio ini meningkat dibandingkan tahun 2013 (18 orang dengan rasio 1,55). Akan tetapi rasio ini masih jauh jika dibandingkan dengan standar WHO yaitu 40 per 100.000 penduduk (tabel 75).
5. Jumlah dan Rasio Tenaga Gizi di Sarana Kesehatan
Tenaga Gizi terdiri dari D-IV/ S-1 Gizi, D-III Gizi dan D-1 Gizi. Jumlah tenaga Gizi di Kabupaten Jepara sebanyak 40 orang, terdiri dari 8 orang laki-laki dan 32 orang perempuan (tabel 76).
Gambar 5.9
Rasio Tenaga Gizi di Kabupaten Jepara Tahun 2010 – 2014
Rasio per jumlah penduduk 100.000 tenaga gizi tahun 2014 sebesar 3,42. Jumlah dan rasio ini menurun dibandingkan tahun 2013 (50 orang dengan rasio 4,57). Salah satu penyebab utama berkurangnya jumlah ini
2010 2011 2012 2013 2014 WHO
3,37 3,2 3,5 4,57 3,42
22
Profil Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2014 112 karena perbedaan definisi tenaga gizi di RSI Sultan Hadirin, pada tahun 2013 jumlah tenaga gizi 14 orang pada tahun 2014 hanya 3 orang. Rasio ini semakin jauh jika dibandingkan dengan standar WHO sebesar 22 per 100.000 penduduk.
6. Jumlah dan Rasio Tenaga Keterapian Fisik di Fasilitas Kesehatan
Tenaga Keterapian Fisik meliputi Tenaga Fisoterapi, Terapi Okupasi, Terapi Wicara dan Akupunktur. Tenaga Keterapian Fisik di Kabupaten Jepara tahun 2014 sejumlah 13 orang, dengan perincian: 11 tenaga Fisoterapis, 1 tenaga Terapi Okupasi, 1 tenaga Terapi Wicara. Di Jepara belum ada tenaga akupuntur. Rasio tenaga Keterapian Fisik per 100.000 penduduk sebesar 1,11 meliputi rasio per 100.000 penduduk bagi Fisoterapis 0,93, Terapi Okupasi 0,08, dan Terapi Wicara 0,08 (tabel 77).
7. Jumlah dan Rasio Tenaga Keteknisian Medis di Fasilitas Kesehatan
Tenaga Teknisian Medis meliputi Tenaga Radiografer, Radioterapis, Teknisi Elektromedis, Tekniker Gigi, Analis Kesehatan, Refraksionis Optisien, Ortetik Prostetik, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Teknisi Transfusi darah,teknisi Kardiovaskuler. Tenaga Keteknisian Medis di Kabupaten Jepara tahun2014 sejumlah 137 orang, dengan perincian : 27 tenaga Radiografer, 6 tenaga Teknisi Elektromedis, 69 tenaga Analis Kesehatan, 1 tenaga Refraksionis Optisien, 1 tenagaOrtetik Prostetik, dan 33 tenaga Rekam Medis dan Informasi Kesehatan. Rasio tenaga Keteknisian Medis per 100.000 penduduk sebesar 11,70. Kabupaten Jepara belum memiliki tenaga Radiografer, tenaga tekniker gigi, tenaga tranfusi darah dan teknisi kardiovaskuler (tabel 78).
8. Tenaga Kesehatan Lainnya di Fasilitas Kesehatan
Tenaga kesehatan selain tenaga Medis, tenaga Keperawatan, tenaga Kefarmasian, tenaga Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan, tenaga Gizi, tenaga Keterapian Fisik serta tenaga Teknisi Medis masih ada tenaga kesehatan lainnya misalnya tenaga jamu dan obat tradisional (lulusan D-III Jamu) serta tenaga kesehatan lain yang belum didefinisikan secara rinci.
Profil Kesehatan Kabupaten Jepara Tahun 2014 113 Di Kabupaten Jepara, terdapat 26 tenaga kesehatan lainnya, terdiri dari 7 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. Tenaga ini berada di rumah sakit dan Dinas Kesehatan, dengan rincian 3 orang di RSU RA Kartini, 8 orang di RS Siti Khatijah, 2 orang di RSU dr. Rehata dan 13 orang di Dinas Kesehatan Kabupaten (tabel 79).
9. Tenaga Non Kesehatan di Fasilitas Kesehatan
Sumber Daya Manusia Kesehatan meliputi tenaga kesehatan dan tenaga bukan kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan atau tenaga kesehatan tetapi tidak melakukan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan. Tenaga tersebut meliputi pejabat struktural, staf penunjang administrasi, staf penunjang teknologi, staf penunjang perencanaan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan juru. Jumlah tenaga non kesehatan di Kabupaten Jepara sebanyak 510 orang dengan jumlah terbanyak bekerja di RS sebanyak 343 (tabel 80).