• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Labyrinth dan Tali Ariadne

Dalam dokumen BAB 1 PENDAHULUAN - 1a organization theory (Halaman 41-50)

PENGELOLAAN ORGANISASI

4.5 Teori Labyrinth dan Tali Ariadne

Teori rimba manajemen yang dikemukakan oleh Koontz, juga ada kaitannya dengan labirinth dan tali ariadne, baik mengenai definisi manajemen yang beraneka ragam juga dengan fungsi-fungsi manajemen. Ada bebrapa perbedaan dalam merumuskan fungsi manajemn antara kaum praktisi dan teoritisi dengan apa yang dimaksud dengan fungsi manajemen.

Panglaykim berpendapat sebaiknya dalam mempelajari manajemen berpedoman pada tali ariadne agar dapat keluar dari labyrinth atau sarang laba-laba tentang puluhan pedapat mengenai fingsi manajemn. Menurut George Terry terdpat 4 fungsi manajemen yaitu : Palnning, organizing, actuating dan controlling, atau yang biasa disingkat POAC, tetapi dalam penafsiran ada yang menyatakan istilah controlling diganti dengan commanding atau memberi perintah yang dikemukakan oleh Henry Fayol. Demikian juga actuating ada yang digantikan dengan istilah influncing maupun dengan motivating dan directing. Controlling diganti dengan reporting oleh Lutre Gulick.

Robert Tannenbaum dalam karangannya yang berjudul The Manajer Concept; A Rational Synihesis, yang dikutip oleh Koontz menyebutkan adanya 8 sebab yang mengakibatkan adanya beberapa perbedaan dalam penafsiran fingsi manajemen. Ke-8 hal tersebut disebabkan :

A. Kompleksnya dalam pengambangan perusahaan di Amerika Serikat baik dari segi kuantitas maupun kualitas dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat.

B. Tidak adanya persamaan istilah diantara para pengarang dan ahli manajemen dalam menguraikan konsep yang sama.

C. Pemakaian kata-kata tanpa perkalian yang cukup akan arti dan nilainya.

D. Setiap pengarah masih kurang jelas dalam menguraikan fungsi-fungsi manajer.

E. Kurang disisipkan teknik kemahiran, metode diantara fingsi manajer. F. Mencampuradukkan antara pebgertian proses dan fingsi manajemen. G. Deskripsi dari fingsi-fungsi dalam istilah yang sangat subyektif.

H. Mencampuradukkan antara pengertian fungsi dengan kegiatan pekerjaan.

Peter F. Drucker dalam The Practise of Management menyatakan bahwa tugas utama top management tidaklah mudah, karena manajer harus dapat memimpin (manage) :

A. A business, yakni organisasi perusahaan secara keseluruhan B. The managers, yakni para supervisor atau penyelia

C. The workers and work, yakni para buruh dan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Seorang manajer dalam mengelola organisasi sebaiknya memperhatikan unsur-unsur manajemen atau sering dinamakan The Tools of Management yang terdiri dari 6M 2T 1I yaitu:

A. Men (manusia), yang dapat diartikan sebagai sumber daya manusia dan harus diperhatikan sebagai unsur yang terpenting baik mengenai perilakunya, kehlianya, kecakapan, tanggung jawab serta sikap siap dilatih agar dapat mengikuti perkembangan organisasi sesuai dengan semakin majunya ilmu pengetahuan, teknologi dan kebutuhan pelayanan manusia yang semakin kompleks

B. Money (uang) sebagai modal dan merupakan salah satu faktor produksi, baik yang berupa modal tetap, piutang, hutang dan cadangan.

C. Method (prosedur) sebagai tata cara kerja yang terankcam agar jangan terjadi pemborosan waktu, tenaga, uang dan ketepatan kerja.

D. Material (bahan) yang habis digunakan sebagai usaha dalam menghasilkan barang termasuk equipment yaitu alat perlengkapan yang harus dipelihara dengan baik.

E. Machine (mesin) yang digunakan untuk menggerakkan roda produksi untuk menghasilkan barang-barang.

F. Market (pasar), yaitu sebagai usaha untuk dapat enemukan tempat bertemunya produser dan konsumen yang akan membeli barang-barang dari produsen.

G. Technology (teknologi) dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengenali masalah-masalah teknis, konsep, dan hal-hal lain yang sifatnya tangible yang dikembangkan untuk mengatasi masalah teknis dan kemampuan untuk mengeksploitasi konsep dalam cara yang efektif .

H. Time (waktu) sebagai manajemen waktu yang merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio output dengan input. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. I. Information (informasi) dapat didefinisikan sebagai suatu kesimpulan

yang didapatkan dari analisis suatu data yang behubungan dalam mengoperasikan atau menjalankan suatu organisasi.

Selain itu, seorang manajer dapat dikatakan berhasil dalam mengelolah suatu organisasi, menurut George Terry, apabila ia dapat memecahkan beberapa masalah perusahaan atau organisasi yang ia kelolah. Masalah-masalah tersebut adalah sebagai berikut:

A. Masalah financing

Masalah ini dapat berupa pembiayaan dan pembelanjaan, apakah diperlukan pinjaman jangka pendek atau jangka panjang dan bagaimana memperbesar modal kerja (working capital)

B. Masalah cost

Masalah ini menyangkut bagaimana cara menekan keluarnya biaya, misalnya untuk iklan di televisi, surat kabar, upah buruh, transportasi, dan biaya tak terduga lainya.

C. Masalah personnel management, yang menyangkut tentang training (pelatihan karyawan).

D. Masalah eficiency

Masalah ini menyangkut moril karyawan untuk menumbuhkan rasa sense of belonging.

E. Masalah production

Masalah ini menyangkut quality control agar dapat menghasilkan barang yang bermutu baik, sebagai salah satu syarat misalnya untuk barang ekspor.

F. Masalah marketing management

Yakni jenis barang apa yang diminta pasar dan bagaimana mengadakan perluasan pasar.

H. Masalah pricing

Masalah ini menyangkut bagaimana menetapkan harga jual barang yang tepat dan bagaimana dengan tingkat kemampuan konsumen. I. Exception problem

Exception problem merupakan masalah khusus yang biasanya menjadi tanggung jawab top management mengenai penetapan kebijakan gaji, upah, tunjangan khusus untuk staf, intensif untuk manajer.

4.6 Kesimpulan

Pengelolaan organisasi merupakan suatu cara yang dilakukan seorang pengelolah organisasi (manajer) untuk upaya koordinasi berbagai kegiatan agar tercipta organisasi yang efektif dan efisien. Terdapat dua hal yang mendasari dalam pengelolaan organisasi yaitu prinsip pengelolaan dan prinsip pengorganisasian. Banyak tipe pengelolaan organisasi sesuai perkembangan zaman, diantaranya berdasarkan teori klasik, neo klasik, moderen, rimba manajemen, dan Labyrinth dan Tali Ariadne. Menurut teori modern dalam mengelolah organisasi harus memperhatikan efisiensi dan produktifitas suatu organisasi. Namun hal itu dibantah oleh teori neo klasik, yang mengutarakan bahwa dalam mengelolah organisasi tidak cukup hanya memperhatikan efisiensi dan produktivitasnya saja tetapi hubungan antar manusia. Dalam perkembangan zaman muncul teori moderen yang menggabungkan teori klasik dan neo klasik bahwa dalam mengelolah organisasi dibutuhkan keseimbangan antara efisiensi, produktivitas, dan hubungan antar manusia serta lingkungan.

Dalam mengelolah suatu organisasi seorang manajer tidak boleh lepas dari the tools of management yaitu 6M 2T 1I agar organisasi berjalan dengan baik. Selain itu mendiagnostik berbagai masalah yang ada di suatu organisasi sangat penting dilakukan seorang pengelolah organisasi. Berbagai masalah tersebut, misalnya masalah finansial/keuangan, biaya, personnel management, marketing management dan masalah lainnya.

BAB 5 CONCLUSION

The organization is a system of mutual influence between members of groups that work together to achieve certain goals. Characteristic of an organization is the presence of two or more persons, the existence of intent for cooperation, for regulating the relationship, the objectives to be achieved.

Organization theory is a study of organization structure, function, performance and behavior of group or individual in an organization. There are six organization theory : Classical Theory (bureaucracy, administration, and scientific management) , Neo Classical Theory, Behavior Science Theory, Open Theory, Close Theory, And Modern Theory.

Organizational structure consist of activities such as task allocation, coordination, and supervision which are directed toward the achievment of organizational aims. The elements of organizational structure are work specialization, departmentalization, chain of command, span of control, centralization and decentralization, and formalization, after organizational structure was deteremined the importance things to do is determining job description and job specification. Two model of organizational stucture are vertical and horizontal models. Organizational design is the determination of the organizational structure that is most appropriate for the strategy, people, technology, and task of organization. The kinds of organizational design are common organizational design and new design option. Common design

involved by simple structure, the bureaucracy, and matrix structure. New design option involved by virtual organization and boundaryless organization.

The managerial organization is a way that made an effort manajer for coordination of activities in order to create an effective and efficient . There are two things that underlie the management of the management principles and organizing principles. Many types of management in accordance development period, which is based on the Theory of Classical, Neo Classical, Modern, Rimba Manajemen and Labyrinth and Tali Ariadne. In the management, a menajer must be attention to the tools of management that is 6M 2T 1I and also some of the problems facing the organization in order to create a productive , effective, and efficient.

Dalam dokumen BAB 1 PENDAHULUAN - 1a organization theory (Halaman 41-50)

Dokumen terkait