• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI MEDAN KRISTAL

Dalam dokumen anorganik 2 (Halaman 39-53)

Teori medan kristal dikembangkan oleh Bethe (1929) dan Van Vleck (1932) bersamaan dengan teori ikatan Valensi Pauling.

Kelima orbital d dalam ion logam bebas dalam bentuk gas adalah degenerasi. Jika berada dibawah

pengaruh medan ligan maka orbital d itu akan mengalami pemecahan menjadi dua kelompok orbital yaitu orbital d  dan orbital d yang kedua orbital ini sifatnya

non-degenerasi, tetapi masing-masing orbital itu tetap degenerasi.

5/16/2018 SENYAWA KOORDINASI ASTATIRAanorganik 2 - slidepdf.com

Di bawah pengaruh medan ligan astatira, orbital d akan pecah menjadi orbital d dan d yang berbeda

energinya sebesar a atau 10Dq. Energi d < energi d, karenanya elektron akan memasuki d dulu. Energi d 

adalah –0,4a tau –4Dq, energi d adalah +0,6a atau +6Dq 

a a a d  +0,6 -0,4 Ion logam bebas E

5/16/2018 Dalam kompleks [Ti(H2O)6]3+anorganik 2 - slidepdf.com, Ti3+ mempunyai 1 e- dalam orbital d dan akan mengisi d yang rendah energinya.

Elektron tunggal ini menempati Tk. energi –0,4 dari orbital d dan karenaya akan stabil. EPMknya adalah = 0,4 x 243 kJ.Mol-1 = 97 Kj.Mol-1.

Ligan disusun menurut deret spektrokimia sbb :

Besarnya a bertambah dengan : 1. Bertambahnya muatan ion logam 2. Bertambahnya nomor atom

I- < Br- < Cl- < NO3- < F- < OH- < H2O dan OX < EDTA < NH3 dan PY < EN < DIPY < O-PHEN <NO2-,CN

-ligan kuat ligan lemah

5/16/2018 Kompleks astatira dengan danorganik 2 - slidepdf.com1-3 semua

elektronnya akan mengisi d, tetapi untuk d4-10 akan didapat dua kemungkinan.

Misal untuk d4 :

1. Jika ligannya lemah maka 3 masuk ke d  dan 1 masuk ke d  EPMIK = 3x –0,4 a + 1 X 0,6a = -0,6a

2. Jika ligannya kuat maka semua elektron akan masuk ked

  EPMIK = 4 x –0,4a = -1,6a 

Dari kedua kemungkinan ini akan didapat

banyaknya elektron yang tak berpasangan yang berbeda. Jika terdapat banyak elektron yang tak berpasangan

disebut kompleks spin tinggi atau kompleks spin bebas;  jika terdapat sedikit elektron yang tak bepasangan disebut

Jika terdapat elektron yang tak berpasangan maka bersifat paramagnetik; jika tidak terdapat elektron yang tak berpasangan disebut bersifat diamagnetik.

Ion logam pusat Co3+ dengan konfigurasi elektron 4s03d6, dengan ligan lemah misalnya [CoF6]3-, dengan ligan kuat misalnya [Co(NH3)6]3+.

Dengan ligan lemah konfigurasi elektron orbitannya d4 d2 elektron dari d tidak dapat dipindahkan ke d  untuk berpasangan karena energinya kecil. Jadi dalam

orbital 3d ini tidak ada tempat yang kosong sehingga ligan F akan mengisi orbital berikutnya yang kosong, yatu 1

pada 4s, 3 pada 4p, 2 pada 4d kompleks orbital luar atau komplks spin bebas dengan hibridisasi sp3d2.

5/16/2018 Dengan ligan kuat, karena energinya cukup banyakanorganik 2 - slidepdf.com maka elektron dari d dapat dipasangkan dalam orbital d  sehingga ligan NH3 akan mengisi : 2 pada 3d, 1 pada 4s, 3 pada 4p Kompleks orbital dalam atau kompleks spin berpasangan dengan hibridisasi d2sp3.

Kompleks orbital luar lebih reaktif atau labil dan ligan

 – ligannya mudah diganti, sedangkan kompleks obital dalam adalah stabil atau lengai.

Bentuk beraturan atau setangkup diperoleh bila

orbital d : 0,3,6 dan orbital d : 0, 2 dan 4 adalah susunan yang stabil. Ketidaksimetrisan dari d : menyebabkan

perubahan bentuk (distorsi) yang sedikit, tetapi ketidak simetrisan dari d menyebabkan bentul – betul distorsi. Misal dalam konfiguasi elektron d3d1, elektron tunggal dalam orbital d menempati orbital dz2. Jadi pendekatan ligan sepanjang arah sumbu +z

 

dan-5/16/2018 tidak akan sedekat mingkin pada logam pusat seperti padaanorganik 2 - slidepdf.com pendekatan ligan sepanjang sumbu +x dan –x, +y dan –y. Dengan demikian bentuk astatirnya menjadi berubah dan terbentuk 4 ikatan yang pendek dan 2 ikatan yang panjang, AB4B

2.

TABEL SUSUNAN ELEKTRON DALAM SENYAWA KOORDINASI ASTATIRA JML.E- SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN LEMAH SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN KUAT

d1 d1d0 hampir sim.  d1d0 hampir sim. 

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com JML.E- SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN LEMAH SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN KUAT d3 d3d0 simetris d3d0 simetris d 4 d 3 d 1 distorsi   d 4 d 0 hampir sim d5 d3d2 simetris  d5d0 hampir sim 

d6 d4d2 hampir sim. d6d0 simetris 

d7 d5d2 hampir sim. d6d1 distorsi 

d8 d6d2 simetris  d6d2 distorsi (BS) 

d9 d6d3 distorsi  d6d3 distorsi d10 d6d4 simetris d6d4 simetris 

5/16/2018 TOTAL EMK DLM ASTATRA ADALAH :anorganik 2 - slidepdf.com EPMKs = -0,4n + 0,6n 

n dan n masing-masing adalah jumlah. el. yang Mengisi orbital d dan d. EPMK = 0 adalah untuk d0 dan d10 ligan lemah dan kuat, dan untuk d5 lian lemah.

Susunan elektron yag simeis adalah : d0 (ligan kuat atau lemah), d3 (ligan kuat atau lemah), d5 (ligan lemah), d6  (ligan kuat), d8(ligan lemah), d10(ligan kuat atau lemah).

Susunan elektron yg. asimetris adalah: d4(ligan lemah), d7(ligan kuat), d9(ligan kuat atau lemah)

5/16/2018 SENYAWA KOORDINASI BUJUR SANGKAR anorganik 2 - slidepdf.com

Kompleks [Ni(CN)4]2- konfigurasi elektron orbital d adalah d8 atau d6d2. Karena CN- adalah ligan kuat maka pada d terdapat tempat yang kosong yang diisi oleh ligan CN- sehingga hibridisasinya adalah dsp2 dan bentuknya adalah bujur sangkar. Demikian pula untuk [CrCl]2- dengan susunan medan ligan d3d1.

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

PERTEMUAN KE-7

SENYAWA KOORDINASI CATURTITIRA

Suatu caturtira digambarkan sebagai suatu kubus dengan keempat ligannya terdapat pada keempat titik

sudut. Sudut antara d-logam pusat-ligan = 54044’, sedang

sudut antara d

-logam pusat-ligan = 35016’. Sudut yang

lebih kecil menyebabkan energi yang besar energi d > energi d  elektron akan mengisi dulu d. Susunan

medan ligannya dan dj adalah – 0,6 c adalah d1-4 d1-6. Jadi d adalah +0,4c.

Kalau dibandingkan antara caurtira dengan astatira maka besarnya medan ligan hanya 2/3nya dan

pemecahannya pun akan berkurang sebesar 2/3 pula. Jadi

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Perbandingan EPMK dalam kedua lingkungan As. Dan Ca. Adalah sbb :

Untuk d1 d1d0 c = -0,6; c = 4/9 a = 0,27

a m.lemah = -0,4; m.kuat = -0,4.

Kehilangan EPMK bila terbentuk kompleks caturtira dan tidak terbentuk astatira = 0,4 a – 0,27 a = 0,13 a.

Untuk d4 d2d2 c = -1,2 + 0,8 = -0,4; c = 4/9

a = 0,18; a m.lemah = -0,6; a m.kuat = -1,6. Kehilangan EPMK bila terbentuk kompleks caturtirta dan tidak

5/16/2018 SUSUNAN ELEKTRON DLM CATURTIRAanorganik 2 - slidepdf.com

dn KONF. MED. LEMAH KONF. MEDAN. KUAT d1 d1d0 distrosi  d1d0 distrosi

d2 d2d0 simetris  d2d0 simetris

d3 d2d1 hampir sim. d3d0 hampir sim. 

d4 d2d2 hampir sim. d4d0 simetris 

d5 d2d3 simetris  d4d1 hampir sim d6 d3d3 hampir sim.  d4d2 hampir sim  d7 d4d3 simetris  d4d3 simetris

d8 d4d4 hampir sim.  d4d4 hampir sim 

d9 d4d5 hampir sim. d4d5 hampir sim 

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com PERTUKARAN ENERGI 

Energi suatu elektron dalam. orbital bergantung

kepada : gaya tarik muatan inti, elektrostatik antar elektron, dan interaksi antara elektron dg. elektron atau pertukaran  energi (PE).

Jadi PE itu adalah fungsi dari jumlah. pasangan elektron dg. spin paralel :

PE = K x P

K adalah tetapan; P adalah jumlah. pasangan elektron paralel.

P = n(n-1) 2

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

n adalah jml. spin paralel 1,2,3,4,5,6,7 P = 0,1,3,6,10,15,21.

Contoh stabilitas karena pertukaran energi ialah Cu pada keadaan dasar. PE dari konfigurasi yang nyata

3d104s1 ialah 20K, yaitu 2 kelompok dari 5 elektron yg. paralel dlm. orbital d (5 dan 5 ). Kalau konfigurasinya 3d94s2 maka PE = 16K (5 dan 5 ). Kalau

konfigurasinya 3d 9 4s2 maka PE = 16 k (5 dan 4 ) Jadi dg. konf. 3d94s2 terjadi kehilangan energi sebanyak 20K –  16K = 4K karena terjadinya pepindahan elektron dari

orbital 3d ke orbital 4s.

Dalam dokumen anorganik 2 (Halaman 39-53)

Dokumen terkait