Teori medan kristal dikembangkan oleh Bethe (1929) dan Van Vleck (1932) bersamaan dengan teori ikatan Valensi Pauling.
Kelima orbital d dalam ion logam bebas dalam bentuk gas adalah degenerasi. Jika berada dibawah
pengaruh medan ligan maka orbital d itu akan mengalami pemecahan menjadi dua kelompok orbital yaitu orbital d dan orbital d yang kedua orbital ini sifatnya
non-degenerasi, tetapi masing-masing orbital itu tetap degenerasi.
5/16/2018 SENYAWA KOORDINASI ASTATIRAanorganik 2 - slidepdf.com
Di bawah pengaruh medan ligan astatira, orbital d akan pecah menjadi orbital d dan d yang berbeda
energinya sebesar a atau 10Dq. Energi d < energi d, karenanya elektron akan memasuki d dulu. Energi d
adalah –0,4a tau –4Dq, energi d adalah +0,6a atau +6Dq
a a a d +0,6 -0,4 Ion logam bebas E
5/16/2018 Dalam kompleks [Ti(H2O)6]3+anorganik 2 - slidepdf.com, Ti3+ mempunyai 1 e- dalam orbital d dan akan mengisi d yang rendah energinya.
Elektron tunggal ini menempati Tk. energi –0,4 dari orbital d dan karenaya akan stabil. EPMknya adalah = 0,4 x 243 kJ.Mol-1 = 97 Kj.Mol-1.
Ligan disusun menurut deret spektrokimia sbb :
Besarnya a bertambah dengan : 1. Bertambahnya muatan ion logam 2. Bertambahnya nomor atom
I- < Br- < Cl- < NO3- < F- < OH- < H2O dan OX < EDTA < NH3 dan PY < EN < DIPY < O-PHEN <NO2-,CN
-ligan kuat ligan lemah
5/16/2018 Kompleks astatira dengan danorganik 2 - slidepdf.com1-3 semua
elektronnya akan mengisi d, tetapi untuk d4-10 akan didapat dua kemungkinan.
Misal untuk d4 :
1. Jika ligannya lemah maka 3 masuk ke d dan 1 masuk ke d EPMIK = 3x –0,4 a + 1 X 0,6a = -0,6a
2. Jika ligannya kuat maka semua elektron akan masuk ked
EPMIK = 4 x –0,4a = -1,6a
Dari kedua kemungkinan ini akan didapat
banyaknya elektron yang tak berpasangan yang berbeda. Jika terdapat banyak elektron yang tak berpasangan
disebut kompleks spin tinggi atau kompleks spin bebas; jika terdapat sedikit elektron yang tak bepasangan disebut
Jika terdapat elektron yang tak berpasangan maka bersifat paramagnetik; jika tidak terdapat elektron yang tak berpasangan disebut bersifat diamagnetik.
Ion logam pusat Co3+ dengan konfigurasi elektron 4s03d6, dengan ligan lemah misalnya [CoF6]3-, dengan ligan kuat misalnya [Co(NH3)6]3+.
Dengan ligan lemah konfigurasi elektron orbitannya d4 d2 elektron dari d tidak dapat dipindahkan ke d untuk berpasangan karena energinya kecil. Jadi dalam
orbital 3d ini tidak ada tempat yang kosong sehingga ligan F akan mengisi orbital berikutnya yang kosong, yatu 1
pada 4s, 3 pada 4p, 2 pada 4d kompleks orbital luar atau komplks spin bebas dengan hibridisasi sp3d2.
5/16/2018 Dengan ligan kuat, karena energinya cukup banyakanorganik 2 - slidepdf.com maka elektron dari d dapat dipasangkan dalam orbital d sehingga ligan NH3 akan mengisi : 2 pada 3d, 1 pada 4s, 3 pada 4p Kompleks orbital dalam atau kompleks spin berpasangan dengan hibridisasi d2sp3.
Kompleks orbital luar lebih reaktif atau labil dan ligan
– ligannya mudah diganti, sedangkan kompleks obital dalam adalah stabil atau lengai.
Bentuk beraturan atau setangkup diperoleh bila
orbital d : 0,3,6 dan orbital d : 0, 2 dan 4 adalah susunan yang stabil. Ketidaksimetrisan dari d : menyebabkan
perubahan bentuk (distorsi) yang sedikit, tetapi ketidak simetrisan dari d menyebabkan bentul – betul distorsi. Misal dalam konfiguasi elektron d3d1, elektron tunggal dalam orbital d menempati orbital dz2. Jadi pendekatan ligan sepanjang arah sumbu +z
dan-5/16/2018 tidak akan sedekat mingkin pada logam pusat seperti padaanorganik 2 - slidepdf.com pendekatan ligan sepanjang sumbu +x dan –x, +y dan –y. Dengan demikian bentuk astatirnya menjadi berubah dan terbentuk 4 ikatan yang pendek dan 2 ikatan yang panjang, AB4B’
2.
TABEL SUSUNAN ELEKTRON DALAM SENYAWA KOORDINASI ASTATIRA JML.E- SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN LEMAH SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN KUAT
d1 d1d0 hampir sim. d1d0 hampir sim.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com JML.E- SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN LEMAH SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN KUAT d3 d3d0 simetris d3d0 simetris d 4 d 3 d 1 distorsi d 4 d 0 hampir sim d5 d3d2 simetris d5d0 hampir sim
d6 d4d2 hampir sim. d6d0 simetris
d7 d5d2 hampir sim. d6d1 distorsi
d8 d6d2 simetris d6d2 distorsi (BS)
d9 d6d3 distorsi d6d3 distorsi d10 d6d4 simetris d6d4 simetris
5/16/2018 TOTAL EMK DLM ASTATRA ADALAH :anorganik 2 - slidepdf.com EPMKs = -0,4n + 0,6n
n dan n masing-masing adalah jumlah. el. yang Mengisi orbital d dan d. EPMK = 0 adalah untuk d0 dan d10 ligan lemah dan kuat, dan untuk d5 lian lemah.
Susunan elektron yag simeis adalah : d0 (ligan kuat atau lemah), d3 (ligan kuat atau lemah), d5 (ligan lemah), d6 (ligan kuat), d8(ligan lemah), d10(ligan kuat atau lemah).
Susunan elektron yg. asimetris adalah: d4(ligan lemah), d7(ligan kuat), d9(ligan kuat atau lemah)
5/16/2018 SENYAWA KOORDINASI BUJUR SANGKAR anorganik 2 - slidepdf.com
Kompleks [Ni(CN)4]2- konfigurasi elektron orbital d adalah d8 atau d6d2. Karena CN- adalah ligan kuat maka pada d terdapat tempat yang kosong yang diisi oleh ligan CN- sehingga hibridisasinya adalah dsp2 dan bentuknya adalah bujur sangkar. Demikian pula untuk [CrCl]2- dengan susunan medan ligan d3d1.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
PERTEMUAN KE-7
SENYAWA KOORDINASI CATURTITIRA
Suatu caturtira digambarkan sebagai suatu kubus dengan keempat ligannya terdapat pada keempat titik
sudut. Sudut antara d-logam pusat-ligan = 54044’, sedang
sudut antara d
-logam pusat-ligan = 35016’. Sudut yang
lebih kecil menyebabkan energi yang besar energi d > energi d elektron akan mengisi dulu d. Susunan
medan ligannya dan dj adalah – 0,6 c adalah d1-4 d1-6. Jadi d adalah +0,4c.
Kalau dibandingkan antara caurtira dengan astatira maka besarnya medan ligan hanya 2/3nya dan
pemecahannya pun akan berkurang sebesar 2/3 pula. Jadi
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Perbandingan EPMK dalam kedua lingkungan As. Dan Ca. Adalah sbb :
Untuk d1 d1d0 c = -0,6; c = 4/9 a = 0,27
a m.lemah = -0,4; m.kuat = -0,4.
Kehilangan EPMK bila terbentuk kompleks caturtira dan tidak terbentuk astatira = 0,4 a – 0,27 a = 0,13 a.
Untuk d4 d2d2 c = -1,2 + 0,8 = -0,4; c = 4/9
a = 0,18; a m.lemah = -0,6; a m.kuat = -1,6. Kehilangan EPMK bila terbentuk kompleks caturtirta dan tidak
5/16/2018 SUSUNAN ELEKTRON DLM CATURTIRAanorganik 2 - slidepdf.com
dn KONF. MED. LEMAH KONF. MEDAN. KUAT d1 d1d0 distrosi d1d0 distrosi
d2 d2d0 simetris d2d0 simetris
d3 d2d1 hampir sim. d3d0 hampir sim.
d4 d2d2 hampir sim. d4d0 simetris
d5 d2d3 simetris d4d1 hampir sim d6 d3d3 hampir sim. d4d2 hampir sim d7 d4d3 simetris d4d3 simetris
d8 d4d4 hampir sim. d4d4 hampir sim
d9 d4d5 hampir sim. d4d5 hampir sim
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com PERTUKARAN ENERGI
Energi suatu elektron dalam. orbital bergantung
kepada : gaya tarik muatan inti, elektrostatik antar elektron, dan interaksi antara elektron dg. elektron atau pertukaran energi (PE).
Jadi PE itu adalah fungsi dari jumlah. pasangan elektron dg. spin paralel :
PE = K x P
K adalah tetapan; P adalah jumlah. pasangan elektron paralel.
P = n(n-1) 2
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
n adalah jml. spin paralel 1,2,3,4,5,6,7 P = 0,1,3,6,10,15,21.
Contoh stabilitas karena pertukaran energi ialah Cu pada keadaan dasar. PE dari konfigurasi yang nyata
3d104s1 ialah 20K, yaitu 2 kelompok dari 5 elektron yg. paralel dlm. orbital d (5 dan 5 ). Kalau konfigurasinya 3d94s2 maka PE = 16K (5 dan 5 ). Kalau
konfigurasinya 3d 9 4s2 maka PE = 16 k (5 dan 4 ) Jadi dg. konf. 3d94s2 terjadi kehilangan energi sebanyak 20K – 16K = 4K karena terjadinya pepindahan elektron dari
orbital 3d ke orbital 4s.