5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
KIMIA ANORGANIK II (KIMIA KOORDINSI) DESKRIPSI :
Mata kuliah kimia anorganik ini mempelajari sifat – sifat logam transisi, teori – teori kimia koordinasi, stabilitas, kinetika dan mekanisme reaksi serta pembuatan senyawa koordinasi.
TUJUAN INSRUKSIONAL UMUM :
Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa akan mampu memahami sifat – sifat, reaksi – reaksi, stabilitas, kinetika dan mekanisme reaksi serta pembuatan senyawa
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Kode mata kuliah : DIB 212 Bobot sks : 3(3 – 0)
Diberikan pada : semester IV
Waktu pertemuan : 15 x 3 x 50 menit Prasyarat : Kimia anorganik I
TEKNIK EVALUASI :
1. Tugas atau pekerjaan rumah 2. Kuis
3. Diskusi
4. Ujian tengah semester 5. Ujian akhir semester
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com SKOR NILAI :
1. Tugas/diskusi/kuis : 15% 2. Ujian tengah semester : 40% 3. Ujian akhir semester : 45% SISTEM PENILAIAN :
Patokan acuan pokok (PAP) MATERI :
1. Pendahuluan
2. Kimia logam transisi 3. Tatanama
4. Teori –teori kimia koordinasi 5. Stereokimia
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
7. Kinetika dan mekanisme reaksi 8. Pembuatan senyawa koordinasi DAFTAR PUSTAKA :
1. Lee, J.D.1994 Concise Inorganic Chemistry. 4th ed. Chapman & Hall
2. Porterfield, W.W. 1993, Inorganic Chemistry. A unifiedapproach. 2nd ed. academic press, Inc. 3. Jolly, W.L. 1993. Inorganic Chemistry. 3rd ed.
Mc.Graw-Hill, inc
4. Shriver, D.F. P.W. Atkins, and C.H. Langford. 1996.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
5. Miessler, G.L. and D.A. Tarr, 1991, Inorganic Chemistry. Prentice Hall International, Inc.
6. Day, M.C. and J. Selbin. 1987. Terjemahan Johanes,H., Kimia Anorganik Teori. Gadjah Mada University Press.
7. Huheey,J.E. 1983. Inorganic Chemistry. Principles of Structure and Reactivity. 3
rd
ed. Harper International Edition, Harper & Row, Publisher.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
PERTEMUAN KE – I BAB 1
PENDAHUKUAN
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS :
Setelah mengikuti pokok bahasan mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan macam –
macam ligan beserta nama-namanya dengan lengkap. 1.1 PENGERTIAN :
Pemahaman struktur dan perilaku senyawa kimia anorganik berkembang pesat setelah diketemukannya elektron (1897) yang kemudian dikembangkan teori
Dengan tev dapat ditentukan rumus senyawa yang sederhana, tetapi tidak untuk senyawa yag kompleks.
Garam rangkap dapat dibedakan dengan garam kompleks.
contoh :
garam rangkap : KNaSO4, CaOCl2, garam kompleks:
Senyawa kompleks yang pertama diketemukan ialah kobalamin klorida, CoCl3.6NH3 oleh Tassaert (1798).
senyawa itu mudah dibuat dan berwarna (tabel 1.1). jika dilarutkan dalam air tidak akan melepaskan NH3, bila
ditambah larutan AgNO3 dapat diendapkan macam – macam kloridanya,
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com yaitu dari
SENYAWA WARNA Cl- YG.
DIENDAPK. RUMUS SENYAWA KOMPLEKS CoCl3.6NH3 CoCl3.5NH3 CoCl3.4NH3 CoCl3.4NH3 IrCl3.6NH3 IrCl3.3NH3 PtCl .2NH kuning ungu hijau ungu putih kuning hijau 3 2 1 1 3 0 0 [Co(NH3)6]Cl3 [Co(NH3)5Cl]Cl2 trans[Co(NH3)4Cl2]Cl Cis-[Co(NH3)4Cl2]Cl [Ir(NH3)6] Cl3 [Ir(NH3)3 Cl3] [Pt(NH ) ][PtCl ] Tabel 1.1 Beberapa kompleks amin logam transisi
CoCl3.6NH3 3Cl-, dari CoCl3.5NH3 2Cl-, dari CoCL3.NH3 1 Cl-.
PtCl2.2NH3 PtCl2.2NH3 krem krem 0 0 Sis-[Pt(NH3)2Cl] Trans[Pt(NH3)2Cl2] Dari tabel didapat dua jenis Cl- yang terikat.
Blomstrand (1869) menyatakan bahwa kompleks amin adalah senyawa yang strukturnya seperti rantai pada hidrokarbon. Blomstrand dan Jorgenson (1878)
menggambarkan kobalamin klorida ssb:
Co - NH3 - NH3 - NH3 - NH3 - Cl NH3-Cl
NH3-Cl
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com Co - NH3 - NH3 - NH3 - NH3 - Cl Cl NH3 - Cl (2) CoCl3.5NH3 Co - NH3 - NH3 - NH3 - NH3 - Cl Cl Cl (3) CoCl3.4NH3 Co - NH3 - NH3 - NH3 - Cl Cl Cl (4) CoCl .3NH
Dalam struktur itu dapat dibedakan dua jenis klorida, yaitu: a. Yang terikat langsung pada atom logam
b. Yang terikat pada molekul amin
Menurut mereka klorida yang terikat pada logam tidak dapat diendapkan.
Alfred Werner (1893) dengan teori koordinasinya mengatakan :
Hampir semua unsur mengandung dua jenis valensi,yaitu valensi pertama atau bilok dan valensi kedua atau B.K.
Untuk senyawa kobalamin klorida :
Bilok Co = +3 atau III dan B.K.nya = 6. Bagian yang
terdapat dalam kurung siku (lingkungan koordinasi) tidak akan berdisosiasi dalam larutan, sedang Cl- yang terdapat
-5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
di luar kurung siku terendapkan oleh AgNO3.
Ketiga senyawa [Co(NH3)6]Cl3, [Co(NH3)5Cl]Cl2 dan [Co(NH3)4Cl2]Cl masing – masing digambarkan oleh
Werner seperti pada (5), (6), dan (7) :
NH3 NH3 H3N Cl Cl NH3 H3N NH3 Co (5) Cl = BK NH3 Cl H3N Cl Cl Co NH3 NH3 NH3 (6) = bilok Cl H3N NH3 Cl Co NH3 Cl NH3 (7)
Terbentuknya senyawa koordinasi adalah menurut teori asambasa Lewis:
Ikatan yang terjadi antara ion logam dan atom donor pada ligan didalam senyawa koordinasi adalah ikatan
kovalen koordinat dan banyaknya ligan yang terikat pada ion logam disebut bilangan koordinasi.
1.2 LIGAN
Adalah ion atau molekul yang terikat atau terkoordinasi secara langsung kepada ion logam.
A+ + :B [A : B]+ ASAM BASA GARAM
Mn+ + :L [M : L]n+
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Didalam ligan terdapat satu atau lebih atom donor, yaitu atom yang mempunyai pasangan elektron bebas (peb)
yang dapat berikatan dengan ion logam membentuk ikatan kovalen koordinat.
Pembagian ligan adalah sebagai berikut : a. Ditinjau dari peb :
1. Ligan asli peb-nya hanya pada atom donor :
2. Ligan semi peb dalam atom donor dan peb karena kelebihan elektron :
H2N - CH2 - CH2 - NH2
-3. Ligan semu peb-nya karena kelebihan elektron :
b. Ditinjau dari muatan : 1. Ligan negatif :
2. Ligan netral : 3. Ligan positif :
c. Ditinjau dari jumlah atom donor :
1. Ligan motodentat (mempunyai 1 atom donor) :
2. Ligan polidentat (mempunyai lebih dari 1 atom donor): -OOC - COO -CN-,Cl -NH3 NH3+ H2N -Br-, H2O H N - CH - CH - NH
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
PERTEMUAN KE-2 BAB II
KIMIA LOGAM TRANSISI TUJUAN INSTRUSIONAL KHUSUS :
Setelah mengikuti pokok bahasan mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat menguraikan sifat – sifat logam transisi dengan rinci.
2.1 SIFAT – SIFAT LOGAM TRANSISI :
Logam transisi memiliki orbital d yang belum terisi penuh, kecuali gol. IIB (Zn, Cd, Hg) berisi sepuluh elektron (penuh). Akibat dari sini maka akan memberikan senyawa berwarna, paramagnetik, aktifitas, katalitis, cenderung
-membentuk senyawa koordinasi. Untuk unsur transisi deret pertama dari Sc ke Cu, nomor atomnya bertambah tetapi elektronnya ditambahkan pada orbital 3d sebelum dalam.
Sifat unsur transisi lainnya ialah : kerapatan yang tinggi, T.L. dan T.D. yang tinggi, panas penggabungan dan panas penguapan yang tinggi dibandingkan dengan unsur golongan IA dan IIA.
Sifat khas dari logam transisi adalah mempunyai
bilok yang berbeda – beda. Bilok yang paling stabil adalah +3 untuk unsur yang paling kiri dan +2 untuk unsur yang paling kanan.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com 2.2 IKATAN KOVALEN
Beda ikatan kovalen dan ikatan ionik : Ikatan kovalen :
1. Unsur E.N. – E.N.
2. E.V. Dipakai bersama untuk berikatan
3. Ada peb pada atom donor
4. Contoh : N2
Ikatan ionik :
1. Unsur E.P. – E.N.
2. Kedua unsur mempunyai muatan berlawanan
3. Tidak ada peb 4. Contoh : NaCl
Teori oktet Lewis berguna untuk menerangkan ikatan dalam semua senyawa unsur non-transisi, yang
didasarkan pada stabilitas kulit valensi yang mengandung 8 elektron (s2p6)
5/16/2018 PERTEMUAN KE-3anorganik 2 - slidepdf.com BAB III
TATA NAMA TUJUAN INSTRUSIONAK KHUSUS :
Setelah mengikuti pokok bahasan mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat menyebutkan tata nama senyawa koordinasi dengan rinci.
Tata nama senyawa koordinasi dipakai berdasarkan badan internasional yang disebut Internasional Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Badan ini diakui oleh hampir semua negara didunia, kecuali Rusia tidak
menerima sistem ini. Rusia cukup dengan menuliskan rumusnya saja daripada menulis namanya.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Sistem pemberian nama pada senyawa koordinasi kadang – kadang cukup dengan nama sehari – hari saja (nama trivial), misalnya : K4[Fe(CN)6] adalah kalium
ferosianida. Kadang – kadang diberi nama senyawa itu menurut orang yang menekuninya, misalnya garam
reinecke, garam magnus
hijau,[Pt(NH3)4][PtCl4]; garam zeiss, K[Pt(C2H4)Cl3].
Garis besar tata nama senyawa koordinasi, adalah : 1. Penandaan bilok dengan angka Romawi misal :
(I), (0), (-II).
2. Urutan nama ion kation, lalu anion. Tiap ion satu kata.
3. Kompleks netral disebut dengan satu kata.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com 4. Nama – nama ligan :
a. Ligan negatif berakhiran – o, misal Cl-, kloro.
b. Ligan positif berakhiran – ium, misal H2N-NH3+,
hidrazinium
c. Ligan netral diberi nama seperti nama molekul normalnya, kecuali NH3, amin; H2O, akua
5. Urutan susunan ligan negatif, netral, positif, untuk masing - masing disusun menurut abjad.
6. Nama
–
nama ion kompleks
Nama logam disebut setelah menyebut nama ligan. Kation kompleks dan kompleks netral nama
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Anion kompleks nama logamnya berakhiran – at. 7. Awalan pada nama ligan :
a. Ligan sederhana jumlahnya dinyatakan dengan awalan bilangan di-, tri-, tetra-, penta-, dsb masing
– masing untuk dua, tiga, empat, lima, dsb.
b. ligan kompleks/unik/ruwet dengan bis-, tris-, tetrakis-, pentakis-, dsb. masingjumlahya dinyatakan – masing untuk dua, tiga, empat, lima, dsb.
8. Jembatan penghubung () untuk ligan yang. menghubungkan dua ion logam pada senyawa koordinasi polinuklir.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
TABEL 3.1 BEBERAPA CONTOH TATANAMA
NO. RUMUS NAMA
1. LiF Litium flourida
2. [Co(NH3)6]Cl3 Heksaminkobal (III) klorida
3. Na3[CoF6] Natrium
heksafluorokobaltat(III) 4. [Co(NH3)3Cl3] Triklorotriaminkobal (III) 5. [Pt(NH3)2(NO2)2] Dinitrodiaminplatinum
(II)
6. [Co(NH3)4(H2O)2]Cl3 Tetramindiakuakobal(III) klorida
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
NO. RUMUS NAMA
7 [Cr(NH3)4(NO2)Br]Cl Bromonitrotetraminkrom (III) klorida
8. K2[PtCl4] Kalium tetrakloplatinat(II) 9. K2[CuCl4] Kalium tetraklorokuprat(II) 10 K[Au(OH)4] Kalium tetrahidroksoaurat
(III)
11 K3[Fe(CN)6] Kalium heksasianoferat(III) 12 Na3[AgF4] Natrium
tetrafluoroargentat(I) 13 K3[Al(C2O4)3] Kalium
tris(oksalato)aluminat(III) 14 [Co(en)3]Cl3 Tris(etilendiamin)kobal(III)
NO RUMUS NAMA 15 Ion -amindo- -nitroktamindikobal (III) 16 Tri- -karbonilbis(trikarbo nilferum)(III) 17 {pentaminkrom(III)} -hidrokso-bis-klorida [(NH3)4Co Co(NH3)4]4+ NO2 NH2
[(CO)3Fe(CO)3Fe(CO)3]
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com NO RUMUS NAMA 18 Di- -tiosianatoditiosiana tobis(tripropilfosfin-diplatinum 19 Di- -etantiolatobis(trikar bonilferum)(III) NCS SCN P(C3H7)3 Pt Pt (C3H7)3P SCN SCN
5/16/2018 PERTEMUAN KE-4anorganik 2 - slidepdf.com BAB IV
TEORI-TEORI KIMIA KOORDINASI TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti pokok bahasan mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat menunjukan teori – teori kimia koordinasi secara lengkap.
4.1 Teori Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi (TPEKV)
Konsep TPEKV adalah dasar untuk menentukan
bentuk molekul dari unsur nontransisi secara mudah yang ditemukan oleh Sidgwick dan Powell (1940).
Menurut mereka bentuk suatu molekul berhubungan dengan jumlah pasangan elektron pada kulit terluar atom
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Pasangan elektron dalam orbital itu saling
bertolakan sehingga berorientasi sejauh mungkin baik untuk berikatan maupun tidak dipakai untuk berikatan. Dengan demikian bentuk molekul dan sudut ikatan dapat diperkirakan, seperti terlihat pada tabel 4.1.
JML.PEB. DLM KULIT TERLUAR BENTUK MOLEKUL CONTOH SUDUT IKATAN 2 Linear BeF2 1800 3 Segitiga Datar BCl3 1200 4 Caturtira CH 109028’
Tabel 4.1 Perkiraan bentuk molekul menurut teori Sidgwiek -Powel
JML.PEB. DLM KULIT TERLUAR BENTUK MOLEKUL CONTOH SUDUT IKATAN 5 Trikona dwilimas PCl5 1800;1200; 900 6 Astrarta SF6 1800;900 7 Pancakondwilimas IF7 180 0 ;90 0 ; 720
Bilangna Koordiansi Mangkus (BKM) ialah total dari jumlah. Ligan dan peb.
Contoh :
1. H2O BKM = 4 : 0 mempunyai dua ligan (H) 0 mempunyai 2 peb
5/16/2018 2. BF3 BKM = 3 : B mempunyai 3 ligan (F)anorganik 2 - slidepdf.com B mempunyai 0 peb 3. CH4 BKM = 4 : C mempunyai 4 ligan (H) C mempunyai 0 peb 4. NH3 BKM = 4 : N mempunyai 3 ligan (H) N mempunyai 1 peb
Kestabilan suatu molekul berhubungan dengan BKM ini adalah menurut aturan berikut:
Tolakan pasangan elektron (PE) - PE > tolakan PE – pasangan ikatan (PI) > tolakan PI - PI
Perkiraan teori TPEKV dari valensi langsung dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut:
BKM SUS.PE. DAN LIGAN JLM. LIG AN JLM PEB BENTUK MOLEKUL CONTO H
2 Linear 2 0 Linear BeCl2 3 Segitiga 3 2 0 1 Segitiga Bentuk V NO3 -NO2- 4 Caturtira 4 3 2 0 1 2 Caturtira Limas segitiga Bentuk V ClO4 -H3O+ H2O 5 Trikona Dwilimas 5 4 3 2 0 1 2 3 Trikona dwilimas Cat.Tak beraturan Bentuk T Linear PCl5 SF4 ClF3 ICI2-
5/16/2018 BKM SUS.PE. anorganik 2 - slidepdf.com DAN LIGAN JLM. LIGAN JLM. PEB BENTUK MOLEKUL CONTOH 6 Astatira 6 5 4 0 1 2 Astatira Limas segiempat Bujur sangkar SF6 BrF5 ICI4-
Teori TEPKV digunakan untuk meramalkan struktur molekul dan jumlah pasangan elektron dapat dihitung.
JML.PE = ½ {(JML. E.V. atom bebas) – (bilok)} contoh:
1. BCl3 JLM. E.V. =3; bilok = 3 JLM. PE =1/2(3-3)=0 2. H2O JLM. E.V. =6; bilok = 2 JLM. PE =1/2(6-2)=2
5/16/2018 PERTEMUAN KE-5anorganik 2 - slidepdf.com
4.2 NOMOR ATOM MANGKUS (NAM)
Yang pertama mengembangkan ikatan dalam
senyawa koordinasi adalah Sidgwick yang meluaskan teori oktet Lewis. Ligan merupakan basa Lewis yang dapat
memberikan elektron kepada ion logam sebagai asam Lewis.
Stabilitas suatu senyawa koordinasi dicapai jika
konfigurasi elektron ion logamnya sama seperti konfigurasi gas mulia. Jumlah elektron pada ion logam ditambah
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com Contoh :
Senyawa koodinasi dikatakan stabil bila mempunyai NAM = No. Atom gas mulia 4. Jadi jika aturan NAM tidak
terpenuhi tetapi masih kekurangan atau kelebihan 4 elektron masih dikatakan stabil. Misal NAM Cr3+ dalam
[Cr(NH3)6]3+ = 33; NAM Ni2+ dalam [Ni(NH
3)6]2+ = 38; NAM
Co2+ dalam [CoCl
4]2- = 33.
Jadi sama seperti No. atom Kr.
NAM Co3+ dalam [Co(NO2)6]3- : No.atom Co = 27
Elektron dalam ion Co
3+
= 24 Elektron dalam 6NO2 = 6 x 2 = 12
+ jumlah 36
5/16/2018 4.3 TEORI IKATAN VALENSIanorganik 2 - slidepdf.com
Orbital terpenting yang turut dalam pembentukan ikatan kimia adalah orbital s dan orbital p. Bila dibentuk lebih dari 4 ikatan maka orbital d akan turut dalam
pembentukan ikatan itu.
Yang pertama sekali berhasil menerapkan teori
ikatan valensi ialah Linus Pauling (1931). Ini berhubungan sekali dengan hibridisasi dan bentuk geometri bukan
seyawa koordinasi.
Contoh : Hibridisasi d2sp3, astatira pada [Cr(CO) 6];
hibridisasi dsp3, trikona dwilimas pada [Fe(CO)
5]; dan
hibridisasi sp3, caturtira pada [Ni(CO)4]. Elektron 4s dalam
keadaan dasar dari atom logam itu harus dipromosikan kepada orbital 3d sehingga akan berikatan dengan ligan yang masuk. Semua elektron dalam 3d ini dipaksakan
5/16/2018 Diagram pembentukan molekulnya untuk [Cr(CO)anorganik 2 - slidepdf.com
6]
adalah sbb. :
Cr dalam keadaan dasar
3d5 4s1 4p0
Cr dalam keadaan tereksitasi
Cr dalam [Cr(CO)6]
Elektron diberikan oleh enam molekul Co
5/16/2018 TIV selain dapat menentukan struktur senyawaanorganik 2 - slidepdf.com koordinasi, juga dapat menjelaskan sifat-sifat magnet senyawa itu.
Sifat magnet suatu senyawa :
1. Paramagnetik, yaitu tertarik oleh medan magnet karena adanya elektron yang tak berpasangan.
2. Diamagnetik, yaitu ditolak oleh medan magnet karena elektronnya semua berpasangan.
Momen magnetnya (s) dukur dg. timbangan
magnet (Timbangan Gouy) dan dapat dihitung dg. rumus :
s =
s = Momen magnet; S = jumlah spin = n.s; n = Jumlah. elektron tak berpasangan
5/16/2018 Contoh : anorganik 2 - slidepdf.com 1. Untuk satu elektron
S = 1 x ½ = ½ ; n = 1; s =
1,73 MB atau s =
2. Untuk dua elektron
S = 2 x ½ =1; n = 2; s =
2,83 MB atau s =
5/16/2018 PERTEMUAN KE-6anorganik 2 - slidepdf.com
4.4 TEORI MEDAN KRISTAL
Teori medan kristal dikembangkan oleh Bethe (1929) dan Van Vleck (1932) bersamaan dengan teori ikatan Valensi Pauling.
Kelima orbital d dalam ion logam bebas dalam bentuk gas adalah degenerasi. Jika berada dibawah
pengaruh medan ligan maka orbital d itu akan mengalami pemecahan menjadi dua kelompok orbital yaitu orbital d dan orbital d yang kedua orbital ini sifatnya
non-degenerasi, tetapi masing-masing orbital itu tetap degenerasi.
5/16/2018 SENYAWA KOORDINASI ASTATIRAanorganik 2 - slidepdf.com
Di bawah pengaruh medan ligan astatira, orbital d akan pecah menjadi orbital d dan d yang berbeda
energinya sebesar a atau 10Dq. Energi d < energi d,
karenanya elektron akan memasuki d dulu. Energi d
adalah –0,4a tau –4Dq, energi d adalah +0,6a atau +6Dq
a a a d +0,6 -0,4 Ion logam bebas E
5/16/2018 Dalam kompleks [Ti(H2O)6]3+anorganik 2 - slidepdf.com, Ti3+ mempunyai 1 e- dalam orbital d dan akan mengisi d yang rendah energinya.
Elektron tunggal ini menempati Tk. energi –0,4 dari orbital d dan karenaya akan stabil. EPMknya adalah = 0,4 x 243 kJ.Mol-1 = 97 Kj.Mol-1.
Ligan disusun menurut deret spektrokimia sbb :
Besarnya a bertambah dengan :
1. Bertambahnya muatan ion logam 2. Bertambahnya nomor atom
I- < Br- < Cl- < NO3- < F- < OH- < H2O dan OX < EDTA < NH3 dan PY < EN < DIPY < O-PHEN <NO2-,CN
-ligan kuat ligan lemah
5/16/2018 Kompleks astatira dengan danorganik 2 - slidepdf.com1-3 semua
elektronnya akan mengisi d, tetapi untuk d4-10 akan didapat
dua kemungkinan. Misal untuk d4 :
1. Jika ligannya lemah maka 3 masuk ke d dan 1 masuk ke d EPMIK = 3x –0,4 a + 1 X 0,6a = -0,6a
2. Jika ligannya kuat maka semua elektron akan masuk ked
EPMIK = 4 x –0,4a = -1,6a
Dari kedua kemungkinan ini akan didapat
banyaknya elektron yang tak berpasangan yang berbeda. Jika terdapat banyak elektron yang tak berpasangan
disebut kompleks spin tinggi atau kompleks spin bebas; jika terdapat sedikit elektron yang tak bepasangan disebut
Jika terdapat elektron yang tak berpasangan maka bersifat paramagnetik; jika tidak terdapat elektron yang tak berpasangan disebut bersifat diamagnetik.
Ion logam pusat Co3+ dengan konfigurasi elektron
4s03d6, dengan ligan lemah misalnya [CoF
6]3-, dengan
ligan kuat misalnya [Co(NH3)6]3+.
Dengan ligan lemah konfigurasi elektron orbitannya d4 d
2 elektron dari d tidak dapat dipindahkan ke d
untuk berpasangan karena energinya kecil. Jadi dalam
orbital 3d ini tidak ada tempat yang kosong sehingga ligan F akan mengisi orbital berikutnya yang kosong, yatu 1
pada 4s, 3 pada 4p, 2 pada 4d kompleks orbital luar atau komplks spin bebas dengan hibridisasi sp3d2.
5/16/2018 Dengan ligan kuat, karena energinya cukup banyakanorganik 2 - slidepdf.com maka elektron dari d dapat dipasangkan dalam orbital d sehingga ligan NH3 akan mengisi : 2 pada 3d, 1 pada 4s, 3 pada 4p Kompleks orbital dalam atau kompleks spin berpasangan dengan hibridisasi d2sp3.
Kompleks orbital luar lebih reaktif atau labil dan ligan
– ligannya mudah diganti, sedangkan kompleks obital dalam adalah stabil atau lengai.
Bentuk beraturan atau setangkup diperoleh bila
orbital d : 0,3,6 dan orbital d : 0, 2 dan 4 adalah susunan yang stabil. Ketidaksimetrisan dari d : menyebabkan
perubahan bentuk (distorsi) yang sedikit, tetapi ketidak simetrisan dari d menyebabkan bentul – betul distorsi. Misal dalam konfiguasi elektron d3d
1, elektron tunggal
dalam orbital d menempati orbital dz2. Jadi pendekatan
ligan sepanjang arah sumbu +z
dan-5/16/2018 tidak akan sedekat mingkin pada logam pusat seperti padaanorganik 2 - slidepdf.com pendekatan ligan sepanjang sumbu +x dan –x, +y dan –y. Dengan demikian bentuk astatirnya menjadi berubah dan terbentuk 4 ikatan yang pendek dan 2 ikatan yang panjang, AB4B’
2.
TABEL SUSUNAN ELEKTRON DALAM SENYAWA KOORDINASI ASTATIRA JML.E- SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN LEMAH SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN KUAT d1 d
1d0 hampir sim. d1d0 hampir sim.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com JML.E- SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN LEMAH SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN KUAT d3 d 3d0 simetris d3d0 simetris d 4 d 3 d 1 distorsi d 4 d 0 hampir sim d5 d
3d2 simetris d5d0 hampir sim
d6 d
4d2 hampir sim. d6d0 simetris
d7 d
5d2 hampir sim. d6d1 distorsi
d8 d 6d2 simetris d6d2 distorsi (BS) d9 d 6d3 distorsi d6d3 distorsi d10 d 6d4 simetris d6d4 simetris
5/16/2018 TOTAL EMK DLM ASTATRA ADALAH :anorganik 2 - slidepdf.com EPMKs = -0,4n + 0,6n
n dan n masing-masing adalah jumlah. el. yang Mengisi orbital d dan d. EPMK = 0 adalah untuk d0 dan d10 ligan
lemah dan kuat, dan untuk d5 lian lemah.
Susunan elektron yag simeis adalah : d0 (ligan kuat
atau lemah), d3 (ligan kuat atau lemah), d5 (ligan lemah), d6
(ligan kuat), d8(ligan lemah), d10(ligan kuat atau lemah).
Susunan elektron yg. asimetris adalah: d4(ligan
5/16/2018 SENYAWA KOORDINASI BUJUR SANGKAR anorganik 2 - slidepdf.com
Kompleks [Ni(CN)4]2- konfigurasi elektron orbital d
adalah d8 atau d
6d2. Karena CN- adalah ligan kuat maka
pada d terdapat tempat yang kosong yang diisi oleh ligan CN- sehingga hibridisasinya adalah dsp2 dan bentuknya
adalah bujur sangkar. Demikian pula untuk [CrCl]2- dengan
susunan medan ligan d3d
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
PERTEMUAN KE-7
SENYAWA KOORDINASI CATURTITIRA
Suatu caturtira digambarkan sebagai suatu kubus dengan keempat ligannya terdapat pada keempat titik
sudut. Sudut antara d-logam pusat-ligan = 54044’, sedang
sudut antara d
-logam pusat-ligan = 35016’. Sudut yang
lebih kecil menyebabkan energi yang besar energi d > energi d elektron akan mengisi dulu d. Susunan
medan ligannya dan dj adalah – 0,6 c adalah d1-4 d
1-6.
Jadi d adalah +0,4c.
Kalau dibandingkan antara caurtira dengan astatira maka besarnya medan ligan hanya 2/3nya dan
pemecahannya pun akan berkurang sebesar 2/3 pula. Jadi
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Perbandingan EPMK dalam kedua lingkungan As. Dan Ca. Adalah sbb :
Untuk d1 d1d0 c = -0,6; c = 4/9 a = 0,27
a m.lemah = -0,4; m.kuat = -0,4.
Kehilangan EPMK bila terbentuk kompleks caturtira dan tidak terbentuk astatira = 0,4 a – 0,27 a = 0,13 a.
Untuk d4 d2d2 c = -1,2 + 0,8 = -0,4; c = 4/9
a = 0,18; a m.lemah = -0,6; a m.kuat = -1,6. Kehilangan EPMK bila terbentuk kompleks caturtirta dan tidak
5/16/2018 SUSUNAN ELEKTRON DLM CATURTIRAanorganik 2 - slidepdf.com
dn KONF. MED. LEMAH KONF. MEDAN. KUAT
d1 d
1d0 distrosi d1d0 distrosi
d2 d
2d0 simetris d2d0 simetris
d3 d
2d1 hampir sim. d3d0 hampir sim.
d4 d2d2 hampir sim. d4d0 simetris
d5 d
2d3 simetris d4d1 hampir sim
d6 d3d3 hampir sim. d4d2 hampir sim d7 d
4d3 simetris d4d3 simetris
d8 d
4d4 hampir sim. d4d4 hampir sim
d9 d
4d5 hampir sim. d4d5 hampir sim
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com PERTUKARAN ENERGI
Energi suatu elektron dalam. orbital bergantung
kepada : gaya tarik muatan inti, elektrostatik antar elektron, dan interaksi antara elektron dg. elektron atau pertukaran energi (PE).
Jadi PE itu adalah fungsi dari jumlah. pasangan elektron dg. spin paralel :
PE = K x P
K adalah tetapan; P adalah jumlah. pasangan elektron paralel.
P = n(n-1) 2
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
n adalah jml. spin paralel 1,2,3,4,5,6,7 P = 0,1,3,6,10,15,21.
Contoh stabilitas karena pertukaran energi ialah Cu pada keadaan dasar. PE dari konfigurasi yang nyata
3d104s1 ialah 20K, yaitu 2 kelompok dari 5 elektron yg.
paralel dlm. orbital d (5 dan 5 ). Kalau konfigurasinya 3d94s2 maka PE = 16K (5 dan 5 ). Kalau
konfigurasinya 3d 9 4s2 maka PE = 16 k (5 dan 4 ) Jadi
dg. konf. 3d94s2 terjadi kehilangan energi sebanyak 20K –
16K = 4K karena terjadinya pepindahan elektron dari orbital 3d ke orbital 4s.
4.5 TEORI MEDAN LIGAN
Tingkatan energi orbital p dan d dalam atom bebas atau jika berada dibawah medan listrik yang setangkup adalah sama (degenerasi), tetapi dibawah medan listrik
5/16/2018 yang tidak setangkup maka tingkatan energinya tidak samaanorganik 2 - slidepdf.com (non degenerasi).
Ini berarti bahwa orbital p dan d itu akan terpecah (splitting) dengan urutan energi yang menurun:
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Pemecahan orbital p dan d dalam orbital linear
L L M Px,Py PZ P dz2 dxz,dyz dxy,dx2-y2 d
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
PERTEMUAN KE-8
4.6 TEORI ORBITL MOLEKUL (TOM)
TOM menunjukkan terjadinya pembagian elektron dalam molekul, mula – mula ditentukan kedudukan inti
atom kemudian ditentukan orbital-orbital yang mengelilingi inti atom tsb. Karena tidak mudah membayangkan orbital yang merupakan sebagian dari molekul itu maka diadakan pendekatan yang disebut kombinasi linier orbital atom,
KLOA. Dg. cara ini maka diperkirakan orbital molekul suatu molekul mirip dg. orbital atom yang menyusun
molekul tersebut. Maka dari bentuk orbital atom tsb. dapat digambarkan bentuk orbital molekulnya.
5/16/2018 Pada KLOA dari dua orbital s terjadilah 2 orbitalanorganik 2 - slidepdf.com molekul, yaitu 1 orbital molekul yang terjadi karena
penambahan orbital atom yang Bertumpangsuh dan I orbital molekul yang terjadi karena pengurangan :
Untuk orbital p juga akan terjadi adanya ikatan dan anti ikatan : X + Y X Y Energi OA OA X Y ikatan OM
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Dari gambar tsb terlihat bahwa orbital molekul karena penambahan bagian orbital atom mempunyai
energi yang < orbital asalnya, sedang yang terjadi karena pengurangan mempunyai energi yang > orbital asalnya. Ikatan dan anti ikatan untuk orbital s dan px diberi tanda
masing-masing dan *, sedang penggabungan py dan pz masing-masing menghasilkan ikatan dan * anti ikatan.
Menurut tingkat energinya maka urutan orbital
molekul adalah : 1s < *1s < 2s < *2s < 2px < 2py =
*2pz < *2py = *2pz < *2px
DIAGRAM ORBITAL MOLEKUL DUA ATOM YG SAMA Misal : molekul H2
Untuk atom H yg. terpisah elektronnya terdapat dalam orbital 1s, tetapi dalam molekul H2 kedua elektron dari
-5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
2 atom H akan terdapat dalam ikatan orbital molekul yg. energinya < energi masing-masing orbital atomnya. Maka molekul H2 lebih stabil daripada atom H yang terpisah.
Diagram tingkat energinya sebagai berikut :
* E OA OM OA 1s 1s 1s 1s H H2 H
5/16/2018 Konfigurasi elektron molekul Hanorganik 2 - slidepdf.com2 ditulis : H2 ( 1s2 ; * 1s0)
Untuk molekul Li2 :
Konfigurasi elektron ,molekulnya ditulis :
Li2 ( 1s2; * 1s2; 2s2; * 2s0)
Untuk molekl B2 :
Konfigurasi elektron molekulnya :
B2 ( 1s2; * 1s2; 2s2; * 2s2; 2py1; 2pz1) Untuk molekul C2 :
Konfigurasi elektron molekulnya :
C2 ( 1s2; * 1s2; 2s2; * 2s2; 2p
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Untuk molekul B2 dan C2 maka tingkat energinya adalah
2py = 2pz < 2px, karena molekul B2 bersifat paramagnetik (ditarik oleh medan magnet karena terdapat elektron yang tak berpasangan), sedang molekul C2 bersifat diamagnetik (ditolak oleh medan magnet karena tidak terdapat elektron yang tak
berpasangan).
DIAGRAM ORBITAL MOLEKUL DUA ORBITAL ATOM YANG BERBEDA
Diagram tingkat energi molekul dari suatu molekul XY yang terjadi dari atom X dan atom Y dengan energi X > energi Y adalah sbb:
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com * 2s 2s c d c 2s 2s xy y x 1s 1s a b a 1s E
5/16/2018 Orbital atom 1s maupun orbital atom 2s atom X tk.anorganik 2 - slidepdf.com
energinya > tk. energi orbital atom 1s dan 2s atom Y. Unsur yg. bersifat E.N. tk energi orbital atomnya lebih rendah.
Dari molekul XY itu maka Y lebih bersifat E.N. daripada X. Perbedaan tingkat energi orbital atom X dan Y, yaitu b dan d menunjukkan sifat ionik ikatannya. Besar kecilnya energi a dan c merupakan ukuran terhadap kekuatan ikatan
kovalen.
Banyaknya energi yang dibebaskan pada pembentukan molekul XY adalah sbb :
ELEKTRON X ELEKTRON Y ENERGI YG DIBEBAS
1s1 0 a + b
0 1s1 a
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
ELEKTRON X ELEKTRON Y ENERGI YG DIBEBAS
1s1 1s1 2a + b 1s2 0 2a + b 1s2 1s2 0 1s2, 2s1 1s2 c + d 1s2 1s2, 2s1 C 1s2 1s2, 2s1 2c 1s2, 2s1 1s2, 2s2 C 1s2, 2s2 1s2, 2s2 0
Contoh molekul diatomik yg. tidak sejenis : CO dan NO dan ion ditomik yg. tidak sejenis : CN- dan NO-. Jumlah elektron valensi N
2 = CO = CN- yaitu
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Bentuk molekular elektroniknya sama untuk ketiga jenis ini dan mempunyai ikatan rangkap tiga.
Persamaan pembentukanya dapat ditulis sbb : C(2s2, 2p2,) + O(2s2, 2p4) = CO(2s2, *2s2, 2p x2, 2py2, 2pz2) C(2s2, 2p2,) + N(2s2, 2p3) + e = CN-(2s2, *2s2, 2p x2, 2py2, 2pz2)
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com * * 2py 2pz 2py 2pz 2px 2px 2px 2py 2pz 2px 2py 2pz N NO O
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
U 9
BAB V
STEREOKIMIA
TUJUAN INSRUKSIONAK
Setelah mengkuti mata kuliah pokok bahasan ini, majasisiwa akan dapat menunjukkan struktur-struktur senyawa koordinasi dan isomernya dengan rinci.
5.1 STRUKTUR SENYAWA KOORDINASI
1. SENYAWA KOORDINASI DENGAN B.K. 2 DAN 3. AB2 DAN AB3
B A B
contoh: [Ag(NH3)2]+, [CuCl2]
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
2. SENYAWA KOORDINASI DG. B.K 4.AB4 Ada dua bentuk, yaitu :
a. Caturtira, contoh : [ZnCl4]2-, [Cd(CN)4]
2-b. Bujur sangkar, contoh : [Ni(CN)4]2-
A
B B
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
3. SENYAWA KOODINASI DG. B.K.5. AB5 Ada dua bentuk, yaitu:
a. Trikona dwilimas, contoh : [Co(NC-CH
3
)
5
]+
b. Limas segiempat, contoh : [VO(acac)2]
4. SENYAWA KOORDINASI DG. B.K.6. AB6
Berbentuk astatira, yg simetris adalah AB6, sedang yang hampir simetris adalah AB4B2.
5. SENYAWA KOORDINASI DG. B.K. 7. AB7
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
5.2 ISOMER-ISOMER SENYAWA KOORDINASI 1. ISOMER POLIMERISASI
Isomer yang mempunyai rumus empiris sama tetapi M.R.nya berbeda, contoh :
[Pt(NH3)2Cl2] [Pt(NH3)4] [PtCl4]; [Pt(NH3)4] [Pt(NH3)Cl3]2, dan [Pt(NH3)3Cl]2 [PtCl4].
Isomer polimerisasi juga dapat terjadi karena perbedaan jumlah inti dalam. kompleks, contoh :
[(NH3)3Co OH Co (NH3)3]3+ dan [Co { Co(NH3)4}3]6+ OH
OH OH
Terjadi karena penambahan gugusan-gugusan antara ion kompleks dan ion di luarnya.
Contoh : [Co(NH3)5Br]SO4 merah-ungu [Co(NH3)5SO4]Br Merah
Cara membedakannya : Kepada larutannya ditambah larutan BaCl2 dan AgNO3.
Contoh lain : [Pt(NH3)3Br]NO2 dan [Pt(NH3)3NO2]Br; [Co(en)2NO2Cl]SCN, [Co(en)2NO2SCN]Cl dan
[Co(en)2ClSCN]NO2. 3. ISOMER HIDRAT
Senyawa yang mengandung molekul H2O dalam. kedudukan koordinasi.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Contoh : CrCl3.6H2O mempunyai 3 isomer hidrat a. [Cr(H2O)6]Cl3 - Ungu
b. [Cr(H2O)5Cl]Cl2.H2O - Hijau muda
c. [Cr(H2O)4Cl2]Cl.2H2O - Hijau tua 4. ISOMER IKATAN
Terjadi karena adanya ligan monodentat yang mempunyai lebih dari satu atom donor yang dapat dipakai untuk
membentuk ikatan koordinat. Ligannya disebut ligan ambidentat.
Contoh : [(NH3)5Co-NO2]Cl2 dan [(NH3)5Co-ONO]Cl2 Ligan ambidentat contohnya: No2-, SCN-.
Dijumpai bila baik kation atau anionnya berada dalam koordinasi.
Contoh : [Pt(NH3)4] [PtCl6] dan [Pt(NH3)4Cl2] [PtCl4] [Co(NH3)6] [Cr(C2O4)3] dan [Cr(NH3)6] [Co(C2O4)3]
6. ISOMER KEDUDUKAN
Isomer yang disebabkan pebedaan pembagian ligan antara dua pusat koordinat pada senyawa koordinasi polinuklir.
Contoh :
[(NH3)4Co Co (NH3)2]Cl]SO4, OH
OH
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
7. ISOMER GEOMETRI ATAU STEREOISOMER
Disebabkan perbedaan letak ligan yang sama terhadap atom logam pusat. Dibedakan dalam trans, jika letak
ligan yang sama itu berlawanan; cis, jika letak ligan yang sama itu berdekatan.
Kalau dinyatakan dengan angka maka, untuk :
a. Bujur sangkar trans : 1-3, 2-4; cis : 1-2, 3-4. b. Astatira trans : 1-6, 2-4, 3-5; cis : 1-2,3-4, 5-6.
[Cl(NH3)3Co Co (NH3)3]SO4 OH
a. Bujur sangkar, [Pt(NH3)2Cl2] [Pt(gly)2].
b. Astatira, [Co(NH3)4Cl2]+, cis(ungu), trans(hijau)
8. ISOMER OPTIK
Isomer optik ada dua macam yaitu bentuk d dan bentuk l. Bila molekulnya tidak simetris, tidak dapat memberikan bayangan cermin, bila simetris dapat memberikan
bayangan cermin dan disebut pasangan enansiomorf. Isomer optik terjadi pada senyawa koordinasi dg. ligan bidentat.
Contoh : [Co(en)2Cl2]+ isomer geometris karena ada
bentuk cis dan trans. Bentuk cis adalah isomer optik dg. bentuk d dan I.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Jadi [Co(en)2Cl] memberikan 3 isomer : trans, cis dg. bentuk d dan I.
Dalam kompleks polinuklir juga dapat terjadi isomer optik ini, contoh : Cl -Cl -Co3+ N N N N CERMIN SIS Cl -Co3+ N N N N Cl Cl -Co3+ N N N N Cl -TRANS PASANGAN ENANSIOMORF
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
, ada 2 bentuk optik aktif, yaitu d dan I dan satu bentuk optik
inaktif (bentuk meso).
9. ISOMER LIGAN
Terjadi karena ligannya berisomer, misal 1,3 diaminopropan dan 1,2 diaminipropan :
[(en)2Co Co(en)2]4+ NH2 NO2 H2C CH2 CH2 H2N NH2 H3C CH CH2 H2N NH2
5/16/2018 BAB VIanorganik 2 - slidepdf.com
STABILITAS SENYAWA KOORDINASI
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah menyelesaikanmata kuliah dgn. pokok bahasan ini, mahasisiwa akan dapat membandingkan tingkat stabilitas senyawa-senyawa koordinasi dengan lengkap.
6.1 PENDAHULUAN
Senyawa dikatakan stabil bila dapat disimpan dalam waktu lama.
a.Stabilitas termodinamika, berhubungan dengan energi ikatan logam – ligan, tetapan stabilitas, dan potensial redoks.
b.Stabilitas kinetika, terutama dengan ion kompleks yang berhubungan dengan kecepatan dan mekanisme
reaksi (substitusi, isomerisasi, rasemisasi, reaksi elektron, dan reaksi pemindahan gugus).
Contoh : [Fe9H2O)6]3+ dan [Cr(H
2O)6]3+ masing –
masing mempunyai energi per ikatan hampir sama yaitu 116 kkal mol –1 dan 122 kkal mol –1 stabil secara
termodinamika, tetapi secara kinetika [Fe(H2O)6]3+ adalah
labil karena ligan H2O mudah diganti dan [Cr(H2O)6]3+
5/16/2018 1. Dilaboratorium kimia analitik pada mengubah suatuanorganik 2 - slidepdf.com endapan menjadi larutan yang stabil, seperti :
2. Pemakaian tiosulfat pada industri fotograpi yang
dengan AgBr dalam film akan membentuk senyawa koordinasi yang larut dan stabil (tiosulfat dipakai pada pencucian film) :
6.2 TETAPAN STABILITAS
Jika ingin mengetahui energi ikatan koordinat harus dipunyai data termodinamika pada reaksi dalam bentuk gas :
AgCl + 2NH3 [Ag(NH3)2]+
-5/16/2018 Secara umum ditulis :anorganik 2 - slidepdf.com ML(n-1) + L MLn, Hn
L adalah ligan monodentat n adalah B.K. atom logam M
Hn adalah entalpi
Untuk reaksi yang bertahap didapat harga K1, K2, K3,
…..Kn, tetapan pembentukan ini disebut pula sebagai
tetapan stablitas. Tetapan pembentukan keseluruhannya,
, adalah hasil kali tetapan-tetapan pembentukan. Untuk reaksi : M + nL MLn
Kn =
[MLn] [ML(n-1)] [L]
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Stabilitas ion kompleks akan bertambah jika : 1. Sifat basa Lewis makin kuat
2. Kesanggupan pembentuk ikatan dari ligan bertambah
3. Terbentuk cincin khelat dari ligan multidentat yangdisebut efek khelat. Makin besar jumlah cincin khelat makin stabil.
Tetapan stabilitas untuk beberapa kompleks amin. 6.3 SIFAT – SIFAT LIGAN YANG MEMPUNYAI
STABILTAS
K1 x K2 x K3 x ...x Kn
KOMPLEKS LOGAM JML. CIN-CIN KHE LAT L Mn2+ O Fe2+ G Co2+ Ni2+ Cu2+ -Zn2+ Cd2+ [M(NH3)4] [M(en)2] [M(trien)] 0 2 3 -4,9 4,9 3,7 7,7 7,8 5,3 10,9 14,1 7,8 14,5 14,1 12,6 20,2 20,5 9,1 11,2 12,1 6,9 10,3 10,0 [M(tren)] [M(dien)2] [M(penten)] 3 4 5 5,8 7,0 9,4 8,8 10,4 11,2 12,8 14,1 15,8 14,0 18,9 19,3 18,8 21,3 22,4 14,6 14,4 16,2 12,3 13,8 16,8 Trien : Trietilentetramin H 2 NCH 2 CH 2 NHCH 2 CH 2 NHCH 2 CH 2 NH 2
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com (H2NCH2CH2)3N Dien : Dietilentriamin H2NCH2CH2NHCH2CH2NH2 Penten : Tetrakis(aminoetil)etilendiamin (H 2 NCH 2 CH 2 ) 2 NCH 2 CH 2 N(CH 2 CH 2 NH 2 ) 2
6.4 ATOM LOGAM TRANSISI DAN TEORI MEDAN KRISTAL
Stabilitas senyawa kompleks juga bergantung kepada : 1. Potensial ionosasi
2. EPMK
3. Pasangan elektron 4. Pertukaran energi
5. Kesanggupan orbital d yang kosong untuk menerima ikatan (L M)
6. Kesangggupan orbital d yang penuh untuk memberikan kembali ikatan (M L)
5/16/2018 STABILITAS ION KOMPLEKSanorganik 2 - slidepdf.com a. PENGARUH ION PUSAT
1. Besar dan muatan ion
Makin kecil ion logam dan makin besar muatan kation stabil ion kompleks itu.
2. EPMK
Untuk kompleks spin tinggi dari 25 Mn2+ s.d.
30Zn2+ dengan ligan tertentu, makin kaecil jari – jari
makin stabil.
Ion : Mn2+ < Fe2+ < Co2+ < Ni2+ < Cu2+ < Zn2+
Urutan ini disebut urutan stabilitas natural atau deret Irving William.
3. Distribusi muatan
Logam dibagi dalam :
(i) logam kelas a atau logam E.P.
(ii) logam kelas b atau logam E.N. seperti Pt, Au, Hg dan Pb.
Logam kelas a dengan ligan yang atom donornya N, O, F stabil.
Logam kelas b dengan ligan yang atom donornya P, S, I stabil.
5/16/2018 sokongan ikatan kovalen dan perpindahan rapat elektronanorganik 2 - slidepdf.com dari logam ke ligan melalui ikatan .
b. PENGARUH LIGAN
1. Besar dan muatan ion
Makin besar muatan dan makin kecil jari – jari makin stabil.
2. Sifat basa
Makin besar sifat basa makin stabil kompleks yang dibentuk dari logam kelas
Jadi sifat basa ligannya diurut senagai berikut : F - > Cl - > Br - > I - > NH
Ligan multidentat membentuk kompleks lebih stabil dari ligan monodentat
4. Besarnya lingkaran
Kompleks yang paling stabil terbentuk bila :
(i) Ligan yang membentuk khelat tidak berikatan rangkap untuk gol. 5 atom.
(ii) Ligan yang membentuk khelat berikatan rangkap untuk 6 atom.
5. Ruang
Karena pengaruh ruang maka ligan yang bercabang lebih tidak stabil daripada ligan yang sederhana.
5/16/2018 Harga K dapat dicari jika kons. mulaanorganik 2 - slidepdf.com – mula zat yang bereaksi dan zat pada saat kesetimbangan diketahui. Kesukaran penentuan harga K disebabkan :
1. Akan terbentuk pula kompleks lain.
2. Penentuan masing - masing spesi sering mengganggu kesetimbangan
3. Tetapan stabilitas sebenarnya bergantung kepada aktivitas, bukan kepada konsentrasi.
6.7 EFEK KHELAT
Kompleks yang mengandung cincin khelat lebih stabil daripada kompleks dengan ligan sederhana, ini disebut efek khelat.
5/16/2018 Kompleks non-khelat : anorganik 2 - slidepdf.com Kompleks khelat : 5,00 2,87 0,74 7,51 6,35 4,32 Ni2+ + 2NH 3 [Ni(NH 3 ) 2 ]2+ [Ni(NH3)2]2+ + 2NH3 [Ni(NH3)4]2+ [Ni(NH 3 ) 4 ]2+ + 2NH 3 [Ni(NH 3 ) 6 ]2+ Ni2+ + en [Nien]2+ [Nien]2+ + en [Ni(en)2]2+ [Ni(en)2]2+ + en [Ni(en)3]2+
5/16/2018 BAB VIIanorganik 2 - slidepdf.com
REAKSI KINETIKA DAN MEKANISME REAKSI TUJUAN INSTRUSIONAL KHUSUS
Setelah menyelesaikan mata kuliah dengan pokok bahasan ini, mahasiswa akan dapat menunujukan
hubungan antara laju reaksi senyawa koordinasi dengan perubahan EPMK dengan lengkap.
7.1 KECEPATAN REAKSI
Reaksi akan berjalan cepat jika ada katalis. Unsur
transisi atau senyawanya dapat berfungsi sebagai katalis. Hasil antara yang berupa senyawa koordinasi didapat
karena katalis turut dalam reaaksi.
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com 1.
Co membentuk senyawa koord. H[Co(CO)4]
2.
Senyawa koordinasi yang terjadi [Pd(C2H4)(OH)Cl2] Kecepatan reaksi bergantung kepada mekanisme reaksi yaitu bagaimana reaksi itu berjalan dari pereaksi menjadi hasil reaksi. Jadi kecepatan reaksi adalah
perubahan konsentrasi dari tiap pereaksi atau hasil reaksi per satuan waktu.
CH3-CH=CH2 + CO + H2 CH3-CH2-CH2CHO Co CH2=CH2 + 1/2 O2 CH3-CHO PdCl2 Cu, Cl2
5/16/2018 Maka kecepatan reaksinya : R = K.Canorganik 2 - slidepdf.com A
Bila reaksi berjalan cepat maka K besark, bila berjalan lambat maka kecil.
Kompleks labil adalah kompleks yang ligannya mudah diganti secara cepat; kompleks lengai adalah kompleks yang penggantian ligannya berjalan secara lambat.
Labilitas merupakan sifat kinetika, sedangkan stabilitas merupakan sifat termodinamika.
Suatu reaksi berjalan lambat atau cepat, yaitu dengan membandingkan harga EPMK senyawa
koordinasi dengan yang aktif, jika EPMK senyawa
koordinasi >> EPMK senyawa aktifnya maka senyawa koordinasi tersebut bereaksi lambat. Jadi EPMKnya kecil maka rekasi cepat.
5/16/2018 kompleks aktif limas segiempat :anorganik 2 - slidepdf.com MX6 MX5
EPMK KOMPLEKS S.T. ASTATIRA
DAN EPMK KOMPLEKS LIMAS SEGIEMPAT SISTEM EPMK A EPMKLSE PERUB.EPMK
d0 d1, d6 d2, d7 d3, d8 d4, d9 d5, d10 0,00 0,40 0,80 1,20 0,60 0,00 0,00 0,45 0,91 1,00 0,91 0,00 0,00 - 0,05 - 0,11 + 0,20 - 0,30 - 0,00
5/16/2018 kompleks bereaksi lambat. Untuk sistem danorganik 2 - slidepdf.com
1, d2, d4, d6, d7
dan d9 semuanya bereaksi cepat.
Untuk kompleks s.r dan s.t didapat bahwa reaksi untuk kompleks lengai menurun menurut urutan d5 > d4 >
d8 d3 > d6, juga muatan dan besarnya ion logam
menurun menurut urutan 3+ > 4+ > 5+ > 6+, misal: [AlF 6 ]3+ > [SiF 6 ]2- > [PF 6 ]- > [SF 6
], juga makin kecil jari – jari ion logam atau nomor atom makin lengai, misal :
[Sr(OH2)6]2+ > [Ca(OH
2)6]2+ > [Mg(OH2)6]2+
Unutk senyawa koordinasi caturtira dan bujur sangkar bereaksi lebih cepat daripada senyawa
koordinasi astatira karena pada caturtira dan bujur sangkar cukup ruang untuk subtitusi. Misal senyawa
koordinasi bujur sangkar Ni2+, Pd2+, Pt2 makin besar no.
atom makin lambat reaksinya Ni
2+ > Pd 2+ > Pt 2+
7.2 MEKANISME REAKSI
Reaksi senyawa koordinasi dibagi dalam : 1. Reaksi substitusi atau penggantian 2. Reaksi redoks
1. REAKSI SUBTITUSI
Reaksi senyawa substitusi secara umum : [MLnx] + y [MLnY] + X.
Ligan Y mengganti ligan X.
5/16/2018 a. Proses SN1 (substitusi nukleofilik unimolekular) :anorganik 2 - slidepdf.com
Diikuti dengan :
Disini mula-mula ikatan M – X pecah memberikan kompleks dengan B.K. rendah. Penambahan Y bereaksi cepat memberikan hasil. Proses ini disebut substitusi
nukleofilik unimolekular, yaitu ligan mencari muatan positif dan kecepatan reaksinya ditentukan oleh satu molekul. [MLnK] [MLn] + X K1 lambat [MLn] + Y cepat [MLnY]
Diikuti oleh :
Dalam mekanisme ini B.K M bertambah dalam pembentukan kompleks aktif . Proses ini disebut
substitusi nukleofilik bimolekular.
Jadi : Proses SN1 adalah pemutusan ikatan.
Proses SN2 adalah pembentukan ikatan. [MLnX] + Y [MLnXY] K1 lambat [MLnXY] + Y [MLnY] + X cepat
5/16/2018 Contoh : anorganik 2 - slidepdf.com
Mekanismenya proses SN1 :
(2) SUBSTITUSI BUJUR SANGKAR
Kompleks dengan B.K < 6 mengikuti proses SN2 [Co(NH3)5X] 2+ + Y -[Co(NH3)5Y] + X
-1. [Co(NH3)5X]2+ + H2O lambat[Co(NH3)5(OH2)]3+ + X
-cepat
2. [Co(NN3)5(OH2)]3+ + Y- [Co(NH3)5Y]2+ + H2O
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com Mekanismenya : [Pt(NH3)3Cl]+ + Br- H2O [Pt(NH3)3Br]+ + Cl H 3 N - Pt - Cl H 3 N - Pt---Cl H 3 N - Pt - Br NH3 Br- NH3 Br cepat NH3 NH3 lambat NH3 NH3 H3N - Pt---Cl H3N - Pt - OH2 H3N - Pt---OH2 NH3 H2O NH3 Br- NH 3 Br NH3 cepat NH3 lambat NH3 lambat cepat
5/16/2018 Disini terjadi perubahan bilangan oksidasi pada atomanorganik 2 - slidepdf.com – atom yang bersangkutan, misal :
Pada reaksi tersebut :
Co(II) ………… reduksi
Cr(III) ………... oksidasi Mekanisme reaksi redoks :
1. Transfer elektron, yaitu pemindahan elektron dari satu atom ke atom lain
[Co(NH3)5Cl]2+ + [Cr(H2O)6]2+ + 5H3O+ [Co(H2O)6]2+ + [Cr(H2O)5Cl)2+ + 5NH4+
5/16/2018 sama lain oleh jembatan atom, molekul atau ion.anorganik 2 - slidepdf.com
Melalui jembatan ini elektron pindah dari satu atom ke atom lain.
Contoh :
1. Transfer elektron
2. Transfer atom
a. [Fe (CN)6]4- + [Fe(CN)6]3- cepat [Fe (CN)6]3- + [Fe(CN)
6]4-b. [Co (NH3)6]3+ + [Co(NH3)6]2+ [Co (NH3)6]2+ + [Co(NH3)6]3+
a. [Co(NH3)5Cl]2+ + [Cr(H2O)6]2+ + 5H3O+
[Cr(H2O)6]2+ + [Cr(H2O)5Cl]2+ + 5NH4+
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Setelah elektron pindah lewat Cl dari Co(III) ke Cr(II) maka Cr(III) akan mengikat Cl lebih kuat.
Kecepatan reaksinya : [Co(NH3)5 - Cl - Cr(H2O)6]4+ [Cr(H2O)6]2+ + [Cr(H2O)5X]2+ + 5NH4+ b. [Co(NH3)5X]2+ + [Cr(H2O)6]2+ + 5H3O+ X = NCS-, N3-, PO43-, C2H3O2-, Br-, SO4 2-C2H3O2- < SO42- < Cl- < Br
-5/16/2018 BAB VIIIanorganik 2 - slidepdf.com
PEMBENTUKAN DAN REAKSI SENYAWA KOORDINASI
TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah menyelesaikan mata kuliah dengan pokok bahasan ini, mahasiswa akan dapat mendesain prosedur sintetis senyawa koordinasi dengan rinci.
1. REAKSI SUBSTITUSI DALAM LARUTAN AIR
Larutan garam logam dalam air direaksikan dengan ligan :
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com
Lalu dikristalkan dalam etanol
b.
2. REAKSI SUBSTITUSI DALAM LARUTAN BUKAN AIR
3. REKSI SUBTITUSI TANPA PELARUT
biru tua
[Co(NH3)5Cl]Cl2 + 3en 100 [Co(en)3]Cl3 + 5NH3
0
c
nila 2 jam jingga
CrCl3 + 3en [Cr(en)3]Cl3 nila kuning eter NiCl2(s) + 6NH3(1) Ni(NH3)6]Cl2 ungu kuning
5/16/2018 4. DISOSIASI TERMAL KOMPLEKS PADATanorganik 2 - slidepdf.com
5. REAKSI REDOKS
6. REAKSI KATALIS Katali yang dipakai :
(1) Katalis heterogen atau katalis campur (unsur
dengan unsur, unsur dengan senyawa atau senyawa
1000c
Rh(NH3)5(H2O)]I3 [Rh(NH3)5I]I2 + H2O(g)
tak berwarna kuning
[Co(NH3)6]Cl2 + 4NH4Cl + O2 4[Co(NH3)6]Cl3 + 4NH3 + 2H2O
5/16/2018 (2). Katalis homogen atau katalis tunggal (unsur atau ionanorganik 2 - slidepdf.com atau senyawa), misal [Pt(NH3)4]2+.
a.
b.
Dengan katalis heterogen :
[Co(H2O)6]Cl2 [Co(NH3)5Cl]Cl2 NH3, H2O, O2, HCl NH4Cl kemerah-merahan nila [Co(H2O)6]Cl2 [Co(NH3)6]Cl3 NH3, H2O, O2, HCl NH4Cl,C kemerah-merahan nila
5/16/2018 a. anorganik 2 - slidepdf.com
b.
7. REAKSI SUBSTITUSI TANPA PEMECAHAN IKATAN LOGAM – LIGAN a. trans-[Pt(NH3)4Cl2]2+ + 2Br- [Pt(NH3)4] kuning trans-[Pt(NH3)4Br2]2+ + 2Cr - jingga trans-[Pt(NH3)4Cl2]2+ + 2SCN -trans-[Pt(NH3)4(SCN)2]2+ + 2Cl -kuning jingga [Pt(NH3)4]2+ [(NH3)5Co-O-CO2]+ + 2H+ [(NH3)5-Co-OH2]3+ + CO2
kemerah - merahan kemerah - merahan
5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com c.
d.
8. PEMBENTUKAN CIS-TRANS a. Pembutan
trans-kemerah merahan kemerah - merahan
[(NH3)5Co-NCS] + + 2H + [(NH3)5Co-NH3] 3+ jingga jingga H2O2 H2O [Cl2Pt(PCl3)2 + 2SbF3 [Cl2Pt(PF3)2] + 2SbCl3 tak berwarna kuning [Pt(NH3)4Cl2]2+ : [Pt(NH3)4]2+ + Cl2 H2O trans-[Pt(NH3)4Cl2]2+ HCl
tak berwarna kuning
Bila pada reaksi pembuatan kompleks terjadi campuran sis dan trans, pemisahannya adalah dengan :
1. Kristalisasi bertingkat.
2. Kromatografi penukaran ion.
[Pt(NH3)3Cl]+ + Cl2 + HCl kuning [Pt(NH3)4Cl2]2+ kuning [Pt(NH3)3Cl3]+ NH3 kuning