• Tidak ada hasil yang ditemukan

anorganik 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "anorganik 2"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

(1)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

KIMIA ANORGANIK II  (KIMIA KOORDINSI)  DESKRIPSI :

Mata kuliah kimia anorganik ini mempelajari sifat  – sifat logam transisi, teori  – teori kimia koordinasi, stabilitas, kinetika dan mekanisme reaksi serta pembuatan senyawa koordinasi.

TUJUAN INSRUKSIONAL UMUM :

Setelah mengikuti mata kuliah ini, mahasiswa akan mampu memahami sifat  – sifat, reaksi  – reaksi, stabilitas, kinetika dan mekanisme reaksi serta pembuatan senyawa

(2)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

 

Kode mata kuliah : DIB 212 Bobot sks : 3(3 – 0)

Diberikan pada : semester IV

Waktu pertemuan : 15 x 3 x 50 menit Prasyarat : Kimia anorganik I

TEKNIK EVALUASI :

1. Tugas atau pekerjaan rumah 2. Kuis

3. Diskusi

4. Ujian tengah semester 5. Ujian akhir semester

(3)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com SKOR NILAI :

1. Tugas/diskusi/kuis : 15% 2. Ujian tengah semester : 40% 3. Ujian akhir semester : 45% SISTEM PENILAIAN :

Patokan acuan pokok (PAP) MATERI :

1. Pendahuluan

2. Kimia logam transisi 3. Tatanama

4. Teori –teori kimia koordinasi 5. Stereokimia

(4)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

 

7. Kinetika dan mekanisme reaksi 8. Pembuatan senyawa koordinasi DAFTAR PUSTAKA :

1. Lee, J.D.1994 Concise Inorganic Chemistry. 4th ed. Chapman & Hall

2. Porterfield, W.W. 1993, Inorganic Chemistry. A unifiedapproach. 2nd ed. academic press, Inc. 3. Jolly, W.L. 1993. Inorganic Chemistry. 3rd ed.

Mc.Graw-Hill, inc

4. Shriver, D.F. P.W. Atkins, and C.H. Langford. 1996.

(5)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

5. Miessler, G.L. and D.A. Tarr, 1991, Inorganic  Chemistry. Prentice Hall International, Inc.

6. Day, M.C. and J. Selbin. 1987. Terjemahan Johanes,H., Kimia Anorganik Teori. Gadjah Mada University Press.

7. Huheey,J.E. 1983. Inorganic Chemistry. Principles of Structure and Reactivity. 3

rd

ed. Harper International Edition, Harper & Row, Publisher.

(6)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

 

PERTEMUAN KE – I BAB 1

PENDAHUKUAN

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS :

Setelah mengikuti pokok bahasan mata kuliah ini, mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan macam – 

macam ligan beserta nama-namanya dengan lengkap. 1.1 PENGERTIAN :

Pemahaman struktur dan perilaku senyawa kimia anorganik berkembang pesat setelah diketemukannya elektron (1897) yang kemudian dikembangkan teori

(7)

Dengan tev dapat ditentukan rumus senyawa yang sederhana, tetapi tidak untuk senyawa yag kompleks.

Garam rangkap dapat dibedakan dengan garam kompleks.

contoh :

garam rangkap : KNaSO4, CaOCl2, garam kompleks:

Senyawa kompleks yang pertama diketemukan ialah kobalamin klorida, CoCl3.6NH3 oleh Tassaert (1798).

senyawa itu mudah dibuat dan berwarna (tabel 1.1). jika dilarutkan dalam air tidak akan melepaskan NH3, bila

ditambah larutan AgNO3 dapat diendapkan macam –  macam kloridanya, 

(8)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com yaitu dari

SENYAWA WARNA Cl- YG.

DIENDAPK.  RUMUS SENYAWA KOMPLEKS CoCl3.6NH3 CoCl3.5NH3 CoCl3.4NH3 CoCl3.4NH3 IrCl3.6NH3 IrCl3.3NH3 PtCl .2NH kuning ungu hijau ungu putih kuning hijau 3 2 1 1 3 0 0 [Co(NH3)6]Cl3 [Co(NH3)5Cl]Cl2 trans[Co(NH3)4Cl2]Cl Cis-[Co(NH3)4Cl2]Cl [Ir(NH3)6] Cl3 [Ir(NH3)3 Cl3]  [Pt(NH ) ][PtCl ] Tabel 1.1 Beberapa kompleks amin logam transisi

CoCl3.6NH3 3Cl-, dari CoCl3.5NH3 2Cl-, dari CoCL3.NH3 1 Cl-.

(9)

PtCl2.2NH3 PtCl2.2NH3 krem krem 0 0 Sis-[Pt(NH3)2Cl] Trans[Pt(NH3)2Cl2] Dari tabel didapat dua jenis Cl- yang terikat. 

Blomstrand (1869) menyatakan bahwa kompleks amin adalah senyawa yang strukturnya seperti rantai pada hidrokarbon. Blomstrand dan Jorgenson (1878)

menggambarkan kobalamin klorida ssb:

Co - NH3 - NH3 - NH3 - NH3 - Cl NH3-Cl

NH3-Cl

(10)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com Co - NH3 - NH3 - NH3 - NH3 - Cl Cl NH3 - Cl (2) CoCl3.5NH3 Co - NH3 - NH3 - NH3 - NH3 - Cl Cl Cl (3) CoCl3.4NH3 Co - NH3 - NH3 - NH3 - Cl Cl Cl (4) CoCl .3NH

(11)

Dalam struktur itu dapat dibedakan dua jenis klorida, yaitu: a. Yang terikat langsung pada atom logam

b. Yang terikat pada molekul amin

Menurut mereka klorida yang terikat pada logam tidak dapat diendapkan.

Alfred Werner (1893) dengan teori koordinasinya mengatakan :

Hampir semua unsur mengandung dua jenis valensi,yaitu valensi pertama atau bilok dan valensi kedua atau B.K.

Untuk senyawa kobalamin klorida :

Bilok Co = +3 atau III dan B.K.nya = 6. Bagian yang

terdapat dalam kurung siku (lingkungan koordinasi) tidak akan berdisosiasi dalam larutan, sedang Cl- yang terdapat

(12)

-5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

di luar kurung siku terendapkan oleh AgNO3.

Ketiga senyawa [Co(NH3)6]Cl3, [Co(NH3)5Cl]Cl2 dan [Co(NH3)4Cl2]Cl masing – masing digambarkan oleh

Werner seperti pada (5), (6), dan (7) :

NH3 NH3 H3N Cl Cl NH3 H3N NH3 Co (5) Cl = BK NH3 Cl H3N Cl Cl Co NH3 NH3 NH3 (6) = bilok Cl H3N NH3 Cl Co NH3 Cl NH3 (7)

(13)

Terbentuknya senyawa koordinasi adalah menurut teori asambasa Lewis:

Ikatan yang terjadi antara ion logam dan atom donor pada ligan didalam senyawa koordinasi adalah ikatan 

kovalen  koordinat dan banyaknya ligan yang terikat pada ion logam disebut bilangan koordinasi.

1.2 LIGAN

Adalah ion atau molekul yang terikat atau terkoordinasi secara langsung kepada ion logam.

A+ + :B [A : B]+ ASAM BASA GARAM

Mn+ + :L [M : L]n+

(14)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Didalam ligan terdapat satu atau lebih atom donor, yaitu atom yang mempunyai pasangan elektron bebas (peb)

yang dapat berikatan dengan ion logam membentuk ikatan kovalen koordinat.

Pembagian ligan adalah sebagai berikut : a. Ditinjau dari peb :

1. Ligan asli peb-nya hanya pada atom donor :

2. Ligan semi peb dalam atom donor dan peb karena kelebihan elektron :

H2N - CH2 - CH2 - NH2

(15)

-3. Ligan semu peb-nya karena kelebihan elektron :

b. Ditinjau dari muatan : 1. Ligan negatif :

2. Ligan netral : 3. Ligan positif :

c. Ditinjau dari jumlah atom donor :

1. Ligan motodentat (mempunyai 1 atom donor) :

2. Ligan polidentat (mempunyai lebih dari 1 atom donor): -OOC - COO -CN-,Cl -NH3 NH3+ H2N -Br-, H2O H N - CH - CH - NH

(16)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

PERTEMUAN KE-2 BAB II

KIMIA LOGAM TRANSISI TUJUAN INSTRUSIONAL KHUSUS :

Setelah mengikuti pokok bahasan mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat menguraikan sifat – sifat logam transisi dengan rinci.

2.1 SIFAT – SIFAT LOGAM TRANSISI :

Logam transisi memiliki orbital d yang belum terisi penuh, kecuali gol. IIB (Zn, Cd, Hg) berisi sepuluh elektron (penuh). Akibat dari sini maka akan memberikan senyawa berwarna, paramagnetik, aktifitas, katalitis, cenderung

(17)

-membentuk senyawa koordinasi. Untuk unsur transisi deret pertama dari Sc ke Cu, nomor atomnya bertambah tetapi elektronnya ditambahkan pada orbital 3d sebelum dalam.

Sifat unsur transisi lainnya ialah : kerapatan yang tinggi, T.L. dan T.D. yang tinggi, panas penggabungan dan panas penguapan yang tinggi dibandingkan dengan unsur golongan IA dan IIA.

Sifat khas dari logam transisi adalah mempunyai

bilok yang berbeda – beda. Bilok yang paling stabil adalah +3 untuk unsur yang paling kiri dan +2 untuk unsur yang paling kanan.

(18)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com 2.2 IKATAN KOVALEN

Beda ikatan kovalen dan ikatan ionik : Ikatan kovalen :

1. Unsur E.N. – E.N.

2. E.V. Dipakai bersama untuk berikatan

3. Ada peb pada atom donor

4. Contoh : N2 

Ikatan ionik :

1. Unsur E.P. – E.N.

2. Kedua unsur mempunyai muatan berlawanan

3. Tidak ada peb 4. Contoh : NaCl

Teori oktet Lewis berguna untuk menerangkan ikatan dalam semua senyawa unsur non-transisi, yang

didasarkan pada stabilitas kulit valensi yang mengandung 8 elektron (s2p6)

(19)

5/16/2018 PERTEMUAN KE-3anorganik 2 - slidepdf.com BAB III

TATA NAMA TUJUAN INSTRUSIONAK KHUSUS :

Setelah mengikuti pokok bahasan mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat menyebutkan tata nama senyawa koordinasi dengan rinci.

Tata nama senyawa koordinasi dipakai berdasarkan badan internasional yang disebut Internasional Union of  Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Badan ini diakui oleh hampir semua negara didunia, kecuali Rusia tidak

menerima sistem ini. Rusia cukup dengan menuliskan rumusnya saja daripada menulis namanya.

(20)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Sistem pemberian nama pada senyawa koordinasi kadang – kadang cukup dengan nama sehari – hari saja (nama trivial), misalnya : K4[Fe(CN)6] adalah kalium

ferosianida. Kadang – kadang diberi nama senyawa itu menurut orang yang menekuninya, misalnya garam

reinecke, garam magnus

hijau,[Pt(NH3)4][PtCl4]; garam zeiss, K[Pt(C2H4)Cl3].

Garis besar tata nama senyawa koordinasi, adalah : 1. Penandaan bilok dengan angka Romawi misal :

(I), (0), (-II).

2. Urutan nama ion kation, lalu anion. Tiap ion satu kata.

3. Kompleks netral disebut dengan satu kata.

(21)

5/16/2018   anorganik 2 - slidepdf.com 4. Nama – nama ligan :

a. Ligan negatif berakhiran – o, misal Cl-, kloro.

b. Ligan positif berakhiran – ium, misal H2N-NH3+,

hidrazinium

c. Ligan netral diberi nama seperti nama molekul normalnya, kecuali NH3, amin; H2O, akua

5. Urutan susunan ligan negatif, netral, positif, untuk masing - masing disusun menurut abjad.

6. Nama

 –

nama ion kompleks

Nama logam disebut setelah menyebut nama ligan. Kation kompleks dan kompleks netral nama

(22)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Anion kompleks nama logamnya berakhiran – at. 7. Awalan pada nama ligan :

a. Ligan sederhana jumlahnya dinyatakan dengan awalan bilangan di-, tri-, tetra-, penta-, dsb masing

 – masing untuk dua, tiga, empat, lima, dsb.

b. ligan kompleks/unik/ruwet dengan bis-, tris-, tetrakis-, pentakis-, dsb. masingjumlahya dinyatakan – masing untuk dua, tiga, empat, lima, dsb.

8. Jembatan penghubung () untuk ligan yang. menghubungkan dua ion logam pada senyawa koordinasi polinuklir.

(23)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

TABEL 3.1 BEBERAPA CONTOH TATANAMA

NO. RUMUS NAMA

1. LiF Litium flourida

2. [Co(NH3)6]Cl3 Heksaminkobal (III) klorida

3. Na3[CoF6] Natrium

heksafluorokobaltat(III) 4. [Co(NH3)3Cl3] Triklorotriaminkobal (III) 5. [Pt(NH3)2(NO2)2] Dinitrodiaminplatinum

(II)

6. [Co(NH3)4(H2O)2]Cl3 Tetramindiakuakobal(III) klorida

(24)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

NO. RUMUS NAMA

7 [Cr(NH3)4(NO2)Br]Cl Bromonitrotetraminkrom (III) klorida

8. K2[PtCl4] Kalium tetrakloplatinat(II) 9. K2[CuCl4] Kalium tetraklorokuprat(II) 10 K[Au(OH)4] Kalium tetrahidroksoaurat

(III)

11 K3[Fe(CN)6] Kalium heksasianoferat(III) 12 Na3[AgF4] Natrium

tetrafluoroargentat(I) 13 K3[Al(C2O4)3] Kalium

tris(oksalato)aluminat(III) 14 [Co(en)3]Cl3 Tris(etilendiamin)kobal(III)

(25)

NO RUMUS NAMA 15 Ion -amindo- -nitroktamindikobal (III) 16 Tri-  -karbonilbis(trikarbo nilferum)(III) 17 {pentaminkrom(III)} -hidrokso-bis-klorida [(NH3)4Co Co(NH3)4]4+ NO2 NH2

[(CO)3Fe(CO)3Fe(CO)3]

(26)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com NO RUMUS NAMA 18 Di- -tiosianatoditiosiana tobis(tripropilfosfin-diplatinum 19 Di- -etantiolatobis(trikar bonilferum)(III) NCS SCN P(C3H7)3 Pt Pt (C3H7)3P SCN SCN

(27)

5/16/2018 PERTEMUAN KE-4anorganik 2 - slidepdf.com BAB IV

TEORI-TEORI KIMIA KOORDINASI TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah mengikuti pokok bahasan mata kuliah ini, mahasiswa akan dapat menunjukan teori – teori kimia koordinasi secara lengkap.

4.1 Teori Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi (TPEKV)

Konsep TPEKV adalah dasar untuk menentukan

bentuk molekul dari unsur nontransisi secara mudah yang ditemukan oleh Sidgwick dan Powell (1940).

Menurut mereka bentuk suatu molekul berhubungan dengan jumlah pasangan elektron pada kulit terluar atom

(28)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Pasangan elektron dalam orbital itu saling 

bertolakan sehingga berorientasi sejauh mungkin baik untuk berikatan maupun tidak dipakai untuk berikatan. Dengan demikian bentuk molekul dan sudut ikatan dapat diperkirakan, seperti terlihat pada tabel 4.1.

JML.PEB. DLM KULIT TERLUAR BENTUK MOLEKUL CONTOH SUDUT IKATAN 2 Linear BeF2 1800  3 Segitiga Datar BCl3 1200  4 Caturtira CH 109028’ 

Tabel 4.1 Perkiraan bentuk molekul menurut teori Sidgwiek -Powel

(29)

JML.PEB. DLM KULIT TERLUAR BENTUK MOLEKUL CONTOH SUDUT IKATAN 5 Trikona dwilimas PCl5 1800;1200; 900  6 Astrarta SF6 1800;900  7 Pancakondwilimas IF7 180 0 ;90 0 ; 720 

Bilangna Koordiansi Mangkus (BKM) ialah total dari  jumlah. Ligan dan peb.

Contoh :

1. H2O BKM = 4 : 0 mempunyai dua ligan (H) 0 mempunyai 2 peb

(30)

5/16/2018 2. BF3 BKM = 3 : B mempunyai 3 ligan (F)anorganik 2 - slidepdf.com B mempunyai 0 peb 3. CH4 BKM = 4 : C mempunyai 4 ligan (H) C mempunyai 0 peb 4. NH3 BKM = 4 : N mempunyai 3 ligan (H) N mempunyai 1 peb

Kestabilan suatu molekul berhubungan dengan BKM ini adalah menurut aturan berikut:

Tolakan pasangan elektron (PE) - PE > tolakan PE –  pasangan ikatan (PI) > tolakan PI - PI

Perkiraan teori TPEKV dari valensi langsung dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut:

(31)

BKM SUS.PE. DAN LIGAN JLM. LIG AN JLM PEB BENTUK MOLEKUL CONTO H

2 Linear 2 0 Linear BeCl2  3 Segitiga 3 2 0 1 Segitiga Bentuk V NO3 -NO2-  4 Caturtira 4 3 2 0 1 2 Caturtira Limas segitiga Bentuk V ClO4 -H3O+ H2O 5 Trikona Dwilimas 5 4 3 2 0 1 2 3 Trikona dwilimas Cat.Tak beraturan Bentuk T Linear PCl5  SF4 ClF3 ICI2- 

(32)

5/16/2018 BKM SUS.PE. anorganik 2 - slidepdf.com DAN LIGAN JLM. LIGAN JLM. PEB BENTUK MOLEKUL CONTOH 6 Astatira 6 5 4 0 1 2 Astatira Limas segiempat Bujur sangkar SF6 BrF5 ICI4- 

Teori TEPKV digunakan untuk meramalkan struktur molekul dan jumlah pasangan elektron dapat dihitung.

JML.PE = ½ {(JML. E.V. atom bebas) – (bilok)} contoh:

1. BCl3 JLM. E.V. =3; bilok = 3 JLM. PE =1/2(3-3)=0 2. H2O JLM. E.V. =6; bilok = 2 JLM. PE =1/2(6-2)=2

(33)

5/16/2018 PERTEMUAN KE-5anorganik 2 - slidepdf.com

4.2 NOMOR ATOM MANGKUS (NAM)

Yang pertama mengembangkan ikatan dalam

senyawa koordinasi adalah Sidgwick yang meluaskan teori oktet Lewis. Ligan merupakan basa Lewis yang dapat

memberikan elektron kepada ion logam sebagai asam Lewis.

Stabilitas suatu senyawa koordinasi dicapai jika

konfigurasi elektron ion logamnya sama seperti konfigurasi gas mulia. Jumlah elektron pada ion logam ditambah

(34)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com Contoh :

Senyawa koodinasi dikatakan stabil bila mempunyai NAM = No. Atom gas mulia  4. Jadi jika aturan NAM tidak

terpenuhi tetapi masih kekurangan atau kelebihan 4 elektron masih dikatakan stabil. Misal NAM Cr3+ dalam

[Cr(NH3)6]3+ = 33; NAM Ni2+ dalam [Ni(NH

3)6]2+ = 38; NAM

Co2+ dalam [CoCl

4]2- = 33.

Jadi sama seperti No. atom Kr.

NAM Co3+ dalam [Co(NO2)6]3- : No.atom Co = 27

Elektron dalam ion Co

3+

= 24 Elektron dalam 6NO2 = 6 x 2 = 12

+  jumlah 36

(35)

5/16/2018 4.3 TEORI IKATAN VALENSIanorganik 2 - slidepdf.com

Orbital terpenting yang turut dalam pembentukan ikatan kimia adalah orbital s dan orbital p. Bila dibentuk lebih dari 4 ikatan maka orbital d akan turut dalam

pembentukan ikatan itu.

Yang pertama sekali berhasil menerapkan teori

ikatan valensi ialah Linus Pauling (1931). Ini berhubungan sekali dengan hibridisasi dan bentuk geometri bukan

seyawa koordinasi.

Contoh : Hibridisasi d2sp3, astatira pada [Cr(CO) 6];

hibridisasi dsp3, trikona dwilimas pada [Fe(CO)

5]; dan

hibridisasi sp3, caturtira pada [Ni(CO)4]. Elektron 4s dalam

keadaan dasar dari atom logam itu harus dipromosikan kepada orbital 3d sehingga akan berikatan dengan ligan yang masuk. Semua elektron dalam 3d ini dipaksakan

(36)

5/16/2018 Diagram pembentukan molekulnya untuk [Cr(CO)anorganik 2 - slidepdf.com

6]

adalah sbb. :

Cr dalam keadaan dasar

3d5 4s1 4p0

Cr dalam keadaan tereksitasi

Cr dalam [Cr(CO)6]

Elektron diberikan oleh enam molekul Co

(37)

5/16/2018 TIV selain dapat menentukan struktur senyawaanorganik 2 - slidepdf.com koordinasi, juga dapat menjelaskan sifat-sifat magnet senyawa itu.

Sifat magnet suatu senyawa :

1. Paramagnetik, yaitu tertarik oleh medan magnet karena adanya elektron yang tak berpasangan.

2. Diamagnetik, yaitu ditolak oleh medan magnet karena elektronnya semua berpasangan.

Momen magnetnya (s) dukur dg. timbangan

magnet (Timbangan Gouy) dan dapat dihitung dg. rumus :

s =

s = Momen magnet; S = jumlah spin = n.s; n = Jumlah. elektron tak berpasangan

(38)

5/16/2018 Contoh : anorganik 2 - slidepdf.com 1. Untuk satu elektron

S = 1 x ½ = ½ ; n = 1; s =

1,73 MB atau s =

2. Untuk dua elektron

S = 2 x ½ =1; n = 2; s

2,83 MB atau s =

(39)

5/16/2018 PERTEMUAN KE-6anorganik 2 - slidepdf.com

4.4 TEORI MEDAN KRISTAL

Teori medan kristal dikembangkan oleh Bethe (1929) dan Van Vleck (1932) bersamaan dengan teori ikatan Valensi Pauling.

Kelima orbital d dalam ion logam bebas dalam bentuk gas adalah degenerasi. Jika berada dibawah

pengaruh medan ligan maka orbital d itu akan mengalami pemecahan menjadi dua kelompok orbital yaitu orbital d  dan orbital d yang kedua orbital ini sifatnya

non-degenerasi, tetapi masing-masing orbital itu tetap degenerasi.

(40)

5/16/2018 SENYAWA KOORDINASI ASTATIRAanorganik 2 - slidepdf.com

Di bawah pengaruh medan ligan astatira, orbital d akan pecah menjadi orbital d dan d yang berbeda

energinya sebesar a atau 10Dq. Energi d < energi d,

karenanya elektron akan memasuki d dulu. Energi d 

adalah –0,4a tau –4Dq, energi d adalah +0,6a atau +6Dq 

aa a d  +0,6 -0,4 Ion logam bebas E

(41)

5/16/2018 Dalam kompleks [Ti(H2O)6]3+anorganik 2 - slidepdf.com, Ti3+ mempunyai 1 e- dalam orbital d dan akan mengisi d yang rendah energinya.

Elektron tunggal ini menempati Tk. energi –0,4 dari orbital d dan karenaya akan stabil. EPMknya adalah = 0,4 x 243 kJ.Mol-1 = 97 Kj.Mol-1.

Ligan disusun menurut deret spektrokimia sbb :

Besarnya a bertambah dengan :

1. Bertambahnya muatan ion logam 2. Bertambahnya nomor atom

I- < Br- < Cl- < NO3- < F- < OH- < H2O dan OX < EDTA < NH3 dan PY < EN < DIPY < O-PHEN <NO2-,CN

-ligan kuat ligan lemah

(42)

5/16/2018 Kompleks astatira dengan danorganik 2 - slidepdf.com1-3 semua

elektronnya akan mengisi d, tetapi untuk d4-10 akan didapat

dua kemungkinan. Misal untuk d4 :

1. Jika ligannya lemah maka 3 masuk ke d  dan 1 masuk ke d  EPMIK = 3x –0,4 a + 1 X 0,6a = -0,6a

2. Jika ligannya kuat maka semua elektron akan masuk ked

  EPMIK = 4 x –0,4a = -1,6a 

Dari kedua kemungkinan ini akan didapat

banyaknya elektron yang tak berpasangan yang berbeda. Jika terdapat banyak elektron yang tak berpasangan

disebut kompleks spin tinggi atau kompleks spin bebas;  jika terdapat sedikit elektron yang tak bepasangan disebut

(43)

Jika terdapat elektron yang tak berpasangan maka bersifat paramagnetik; jika tidak terdapat elektron yang tak berpasangan disebut bersifat diamagnetik.

Ion logam pusat Co3+ dengan konfigurasi elektron

4s03d6, dengan ligan lemah misalnya [CoF

6]3-, dengan

ligan kuat misalnya [Co(NH3)6]3+.

Dengan ligan lemah konfigurasi elektron orbitannya d4 d

2 elektron dari d tidak dapat dipindahkan ke d 

untuk berpasangan karena energinya kecil. Jadi dalam

orbital 3d ini tidak ada tempat yang kosong sehingga ligan F akan mengisi orbital berikutnya yang kosong, yatu 1

pada 4s, 3 pada 4p, 2 pada 4d kompleks orbital luar atau komplks spin bebas dengan hibridisasi sp3d2.

(44)

5/16/2018 Dengan ligan kuat, karena energinya cukup banyakanorganik 2 - slidepdf.com maka elektron dari d dapat dipasangkan dalam orbital d  sehingga ligan NH3 akan mengisi : 2 pada 3d, 1 pada 4s, 3 pada 4p Kompleks orbital dalam atau kompleks spin berpasangan dengan hibridisasi d2sp3.

Kompleks orbital luar lebih reaktif atau labil dan ligan

 – ligannya mudah diganti, sedangkan kompleks obital dalam adalah stabil atau lengai.

Bentuk beraturan atau setangkup diperoleh bila

orbital d : 0,3,6 dan orbital d : 0, 2 dan 4 adalah susunan yang stabil. Ketidaksimetrisan dari d : menyebabkan

perubahan bentuk (distorsi) yang sedikit, tetapi ketidak simetrisan dari d menyebabkan bentul – betul distorsi. Misal dalam konfiguasi elektron d3d

1, elektron tunggal

dalam orbital d menempati orbital dz2. Jadi pendekatan

ligan sepanjang arah sumbu +z

 

(45)

dan-5/16/2018 tidak akan sedekat mingkin pada logam pusat seperti padaanorganik 2 - slidepdf.com pendekatan ligan sepanjang sumbu +x dan –x, +y dan –y. Dengan demikian bentuk astatirnya menjadi berubah dan terbentuk 4 ikatan yang pendek dan 2 ikatan yang panjang, AB4B’

2.

TABEL SUSUNAN ELEKTRON DALAM SENYAWA KOORDINASI ASTATIRA JML.E- SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN LEMAH SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN KUAT d1 d

1d0 hampir sim.  d1d0 hampir sim. 

(46)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com JML.E- SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN LEMAH SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN KUAT d3 d 3d0 simetris d3d0 simetris d 4 d 3 d 1 distorsi   d 4 d 0 hampir sim d5 d

3d2 simetris  d5d0 hampir sim 

d6 d

4d2 hampir sim. d6d0 simetris 

d7 d

5d2 hampir sim. d6d1 distorsi 

d8 d 6d2 simetris  d6d2 distorsi (BS)  d9 d 6d3 distorsi  d6d3 distorsi d10 d 6d4 simetris d6d4 simetris 

(47)

5/16/2018 TOTAL EMK DLM ASTATRA ADALAH :anorganik 2 - slidepdf.com EPMKs = -0,4n + 0,6n 

n dan n masing-masing adalah jumlah. el. yang Mengisi orbital d dan d. EPMK = 0 adalah untuk d0 dan d10 ligan

lemah dan kuat, dan untuk d5 lian lemah.

Susunan elektron yag simeis adalah : d0 (ligan kuat

atau lemah), d3 (ligan kuat atau lemah), d5 (ligan lemah), d6 

(ligan kuat), d8(ligan lemah), d10(ligan kuat atau lemah).

Susunan elektron yg. asimetris adalah: d4(ligan

(48)

5/16/2018 SENYAWA KOORDINASI BUJUR SANGKAR anorganik 2 - slidepdf.com

Kompleks [Ni(CN)4]2- konfigurasi elektron orbital d

adalah d8 atau d

6d2. Karena CN- adalah ligan kuat maka

pada d terdapat tempat yang kosong yang diisi oleh ligan CN- sehingga hibridisasinya adalah dsp2 dan bentuknya

adalah bujur sangkar. Demikian pula untuk [CrCl]2- dengan

susunan medan ligan d3d

(49)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

PERTEMUAN KE-7

SENYAWA KOORDINASI CATURTITIRA

Suatu caturtira digambarkan sebagai suatu kubus dengan keempat ligannya terdapat pada keempat titik

sudut. Sudut antara d-logam pusat-ligan = 54044’, sedang

sudut antara d

-logam pusat-ligan = 35016’. Sudut yang

lebih kecil menyebabkan energi yang besar energi d > energi d  elektron akan mengisi dulu d. Susunan

medan ligannya dan dj adalah – 0,6 c adalah d1-4 d

1-6.

Jadi d adalah +0,4c.

Kalau dibandingkan antara caurtira dengan astatira maka besarnya medan ligan hanya 2/3nya dan

pemecahannya pun akan berkurang sebesar 2/3 pula. Jadi

(50)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Perbandingan EPMK dalam kedua lingkungan As. Dan Ca. Adalah sbb :

Untuk d1 d1d0 c = -0,6; c = 4/9 a = 0,27

a m.lemah = -0,4; m.kuat = -0,4.

Kehilangan EPMK bila terbentuk kompleks caturtira dan tidak terbentuk astatira = 0,4 a – 0,27 a = 0,13 a.

Untuk d4 d2d2 c = -1,2 + 0,8 = -0,4; c = 4/9

a = 0,18; a m.lemah = -0,6; a m.kuat = -1,6. Kehilangan EPMK bila terbentuk kompleks caturtirta dan tidak

(51)

5/16/2018 SUSUNAN ELEKTRON DLM CATURTIRAanorganik 2 - slidepdf.com

dn KONF. MED. LEMAH KONF. MEDAN. KUAT

d1 d

1d0 distrosi  d1d0 distrosi

d2 d

2d0 simetris  d2d0 simetris

d3 d

2d1 hampir sim. d3d0 hampir sim. 

d4 d2d2 hampir sim. d4d0 simetris 

d5 d

2d3 simetris  d4d1 hampir sim

d6 d3d3 hampir sim.  d4d2 hampir sim  d7 d

4d3 simetris  d4d3 simetris

d8 d

4d4 hampir sim.  d4d4 hampir sim 

d9 d

4d5 hampir sim. d4d5 hampir sim 

(52)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com PERTUKARAN ENERGI 

Energi suatu elektron dalam. orbital bergantung

kepada : gaya tarik muatan inti, elektrostatik antar elektron, dan interaksi antara elektron dg. elektron atau pertukaran  energi (PE).

Jadi PE itu adalah fungsi dari jumlah. pasangan elektron dg. spin paralel :

PE = K x P

K adalah tetapan; P adalah jumlah. pasangan elektron paralel.

P = n(n-1) 2

(53)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

n adalah jml. spin paralel 1,2,3,4,5,6,7 P = 0,1,3,6,10,15,21.

Contoh stabilitas karena pertukaran energi ialah Cu pada keadaan dasar. PE dari konfigurasi yang nyata

3d104s1 ialah 20K, yaitu 2 kelompok dari 5 elektron yg.

paralel dlm. orbital d (5 dan 5 ). Kalau konfigurasinya 3d94s2 maka PE = 16K (5 dan 5 ). Kalau

konfigurasinya 3d 9 4s2 maka PE = 16 k (5 dan 4 ) Jadi

dg. konf. 3d94s2 terjadi kehilangan energi sebanyak 20K – 

16K = 4K karena terjadinya pepindahan elektron dari orbital 3d ke orbital 4s.

4.5 TEORI MEDAN LIGAN

Tingkatan energi orbital p dan d dalam atom bebas atau jika berada dibawah medan listrik yang setangkup adalah sama (degenerasi), tetapi dibawah medan listrik

(54)

5/16/2018 yang tidak setangkup maka tingkatan energinya tidak samaanorganik 2 - slidepdf.com (non degenerasi).

Ini berarti bahwa orbital p dan d itu akan terpecah (splitting) dengan urutan energi yang menurun:

(55)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Pemecahan orbital p dan d dalam orbital linear

L L M Px,Py PZ P dz2 dxz,dyz dxy,dx2-y2 d

(56)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

PERTEMUAN KE-8

4.6 TEORI ORBITL MOLEKUL (TOM)

TOM menunjukkan terjadinya pembagian elektron dalam molekul, mula – mula ditentukan kedudukan inti

atom kemudian ditentukan orbital-orbital yang mengelilingi inti atom tsb. Karena tidak mudah membayangkan orbital yang merupakan sebagian dari molekul itu maka diadakan pendekatan yang disebut kombinasi linier orbital atom,

KLOA. Dg. cara ini maka diperkirakan orbital molekul suatu molekul mirip dg. orbital atom yang menyusun

molekul tersebut. Maka dari bentuk orbital atom tsb. dapat digambarkan bentuk orbital molekulnya.

(57)

5/16/2018 Pada KLOA dari dua orbital s terjadilah 2 orbitalanorganik 2 - slidepdf.com molekul, yaitu 1 orbital molekul yang terjadi karena

penambahan orbital atom yang Bertumpangsuh dan I orbital molekul yang terjadi karena pengurangan :

Untuk orbital p juga akan terjadi adanya ikatan dan anti ikatan : X + Y X Y Energi OA OA X Y ikatan OM

(58)
(59)
(60)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Dari gambar tsb terlihat bahwa orbital molekul karena penambahan bagian orbital atom mempunyai

energi yang < orbital asalnya, sedang yang terjadi karena pengurangan mempunyai energi yang > orbital asalnya. Ikatan dan anti ikatan untuk orbital s dan px diberi tanda

masing-masing  dan *, sedang penggabungan py dan pz  masing-masing menghasilkan  ikatan dan * anti ikatan.

Menurut tingkat energinya maka urutan orbital

molekul adalah : 1s < *1s < 2s < *2s < 2px < 2py =

*2pz < *2py = *2pz < *2px 

DIAGRAM ORBITAL MOLEKUL DUA ATOM YG SAMA Misal : molekul H2 

Untuk atom H yg. terpisah elektronnya terdapat dalam orbital 1s, tetapi dalam molekul H2 kedua elektron dari

(61)

-5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

2 atom H akan terdapat dalam ikatan orbital molekul yg. energinya < energi masing-masing orbital atomnya. Maka molekul H2 lebih stabil daripada atom H yang terpisah.

Diagram tingkat energinya sebagai berikut :

*    E OA OM OA 1s 1s 1s 1s H H2 H

(62)

5/16/2018 Konfigurasi elektron molekul Hanorganik 2 - slidepdf.com2 ditulis : H2 ( 1s2 ; * 1s0)

Untuk molekul Li2 :

Konfigurasi elektron ,molekulnya ditulis :

Li2 ( 1s2; * 1s2; 2s2; * 2s0)

Untuk molekl B2 :

Konfigurasi elektron molekulnya :

B2 ( 1s2; * 1s2;  2s2; * 2s2;  2py1;  2pz1) Untuk molekul C2 :

Konfigurasi elektron molekulnya :

C2 ( 1s2; * 1s2; 2s2; * 2s2; 2p

(63)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Untuk molekul B2 dan C2 maka tingkat energinya adalah

 2py =  2pz <  2px, karena molekul B2 bersifat paramagnetik (ditarik oleh medan magnet karena terdapat elektron yang tak berpasangan), sedang molekul C2 bersifat diamagnetik (ditolak oleh medan magnet karena tidak terdapat elektron yang tak

berpasangan).

DIAGRAM ORBITAL MOLEKUL DUA ORBITAL ATOM YANG BERBEDA

Diagram tingkat energi molekul dari suatu molekul XY yang terjadi dari atom X dan atom Y dengan energi X > energi Y adalah sbb:

(64)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com  *   2s 2s c d c 2s 2s xy y x 1s 1s a b a 1s E

(65)

5/16/2018 Orbital atom 1s maupun orbital atom 2s atom X tk.anorganik 2 - slidepdf.com

energinya > tk. energi orbital atom 1s dan 2s atom Y. Unsur yg. bersifat E.N. tk energi orbital atomnya lebih rendah.

Dari molekul XY itu maka Y lebih bersifat E.N. daripada X. Perbedaan tingkat energi orbital atom X dan Y, yaitu b dan d menunjukkan sifat ionik ikatannya. Besar kecilnya energi a dan c merupakan ukuran terhadap kekuatan ikatan

kovalen.

Banyaknya energi yang dibebaskan pada pembentukan molekul XY adalah sbb :

ELEKTRON X ELEKTRON Y ENERGI YG DIBEBAS

1s1 0 a + b

0 1s1 a

(66)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

ELEKTRON X ELEKTRON Y ENERGI YG DIBEBAS

1s1 1s1 2a + b 1s2 0 2a + b 1s2 1s2 0 1s2, 2s1 1s2 c + d 1s2 1s2, 2s1 C 1s2 1s2, 2s1 2c 1s2, 2s1 1s2, 2s2 C 1s2, 2s2 1s2, 2s2 0

Contoh molekul diatomik yg. tidak sejenis : CO dan NO dan ion ditomik yg. tidak sejenis : CN- dan NO-. Jumlah elektron valensi N

2 = CO = CN- yaitu

(67)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Bentuk molekular elektroniknya sama untuk ketiga jenis ini dan mempunyai ikatan rangkap tiga.

Persamaan pembentukanya dapat ditulis sbb : C(2s2, 2p2,) + O(2s2, 2p4) = CO(2s2, *2s2, 2p x2, 2py2, 2pz2) C(2s2, 2p2,) + N(2s2, 2p3) + e = CN-(2s2, *2s2, 2p x2, 2py2, 2pz2)

(68)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com *  *        2py 2pz 2py 2pz 2px 2px 2px 2py 2pz 2px 2py 2pz N NO O

(69)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

U 9

BAB V

STEREOKIMIA

TUJUAN INSRUKSIONAK

Setelah mengkuti mata kuliah pokok bahasan ini, majasisiwa akan dapat menunjukkan struktur-struktur senyawa koordinasi dan isomernya dengan rinci.

5.1 STRUKTUR SENYAWA KOORDINASI

1. SENYAWA KOORDINASI DENGAN B.K. 2 DAN 3. AB2  DAN AB3 

B A B

contoh: [Ag(NH3)2]+, [CuCl2]

(70)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

2. SENYAWA KOORDINASI DG. B.K 4.AB4 Ada dua bentuk, yaitu :

a. Caturtira, contoh : [ZnCl4]2-, [Cd(CN)4]

2-b. Bujur sangkar, contoh : [Ni(CN)4]2- 

A

B B

(71)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

3. SENYAWA KOODINASI DG. B.K.5. AB5 Ada dua bentuk, yaitu:

a. Trikona dwilimas, contoh : [Co(NC-CH

3

)

5

]+

b. Limas segiempat, contoh : [VO(acac)2]

4. SENYAWA KOORDINASI DG. B.K.6. AB6

Berbentuk astatira, yg simetris adalah AB6, sedang yang hampir simetris adalah AB4B2.

5. SENYAWA KOORDINASI DG. B.K. 7. AB7 

(72)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

5.2 ISOMER-ISOMER SENYAWA KOORDINASI 1. ISOMER POLIMERISASI

Isomer yang mempunyai rumus empiris sama tetapi M.R.nya berbeda, contoh :

[Pt(NH3)2Cl2] [Pt(NH3)4] [PtCl4]; [Pt(NH3)4] [Pt(NH3)Cl3]2, dan [Pt(NH3)3Cl]2 [PtCl4].

Isomer polimerisasi juga dapat terjadi karena perbedaan  jumlah inti dalam. kompleks, contoh :

[(NH3)3Co OH Co (NH3)3]3+ dan [Co { Co(NH3)4}3]6+ OH

OH OH

(73)

Terjadi karena penambahan gugusan-gugusan antara ion kompleks dan ion di luarnya.

Contoh : [Co(NH3)5Br]SO4 merah-ungu [Co(NH3)5SO4]Br Merah

Cara membedakannya : Kepada larutannya ditambah larutan BaCl2 dan AgNO3.

Contoh lain : [Pt(NH3)3Br]NO2 dan [Pt(NH3)3NO2]Br; [Co(en)2NO2Cl]SCN, [Co(en)2NO2SCN]Cl dan

[Co(en)2ClSCN]NO2. 3. ISOMER HIDRAT

Senyawa yang mengandung molekul H2O dalam. kedudukan koordinasi.

(74)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Contoh : CrCl3.6H2O mempunyai 3 isomer hidrat a. [Cr(H2O)6]Cl3 - Ungu 

b. [Cr(H2O)5Cl]Cl2.H2O - Hijau muda

c. [Cr(H2O)4Cl2]Cl.2H2O - Hijau tua 4. ISOMER IKATAN

Terjadi karena adanya ligan monodentat yang mempunyai lebih dari satu atom donor yang dapat dipakai untuk

membentuk ikatan koordinat. Ligannya disebut ligan  ambidentat.

Contoh : [(NH3)5Co-NO2]Cl2 dan [(NH3)5Co-ONO]Cl2 Ligan ambidentat contohnya: No2-, SCN-.

(75)

Dijumpai bila baik kation atau anionnya berada dalam koordinasi.

Contoh : [Pt(NH3)4] [PtCl6] dan [Pt(NH3)4Cl2] [PtCl4] [Co(NH3)6] [Cr(C2O4)3] dan [Cr(NH3)6] [Co(C2O4)3]

6. ISOMER KEDUDUKAN

Isomer yang disebabkan pebedaan pembagian ligan antara dua pusat koordinat pada senyawa koordinasi polinuklir.

Contoh :

[(NH3)4Co Co (NH3)2]Cl]SO4, OH

OH

(76)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

7. ISOMER GEOMETRI ATAU STEREOISOMER

Disebabkan perbedaan letak ligan yang sama terhadap atom logam pusat. Dibedakan dalam trans, jika letak

ligan yang sama itu berlawanan; cis, jika letak ligan yang sama itu berdekatan.

Kalau dinyatakan dengan angka maka, untuk :

a. Bujur sangkar trans : 1-3, 2-4; cis : 1-2, 3-4. b. Astatira trans : 1-6, 2-4, 3-5; cis : 1-2,3-4, 5-6.

[Cl(NH3)3Co Co (NH3)3]SO4 OH

(77)

a. Bujur sangkar, [Pt(NH3)2Cl2] [Pt(gly)2].

b. Astatira, [Co(NH3)4Cl2]+, cis(ungu), trans(hijau)

8. ISOMER OPTIK

Isomer optik ada dua macam yaitu bentuk d dan bentuk l. Bila molekulnya tidak simetris, tidak dapat memberikan bayangan cermin, bila simetris dapat memberikan

bayangan cermin dan disebut pasangan enansiomorf. Isomer optik terjadi pada senyawa koordinasi dg. ligan bidentat.

Contoh : [Co(en)2Cl2]+ isomer geometris karena ada

bentuk cis dan trans. Bentuk cis adalah isomer optik dg. bentuk d dan I.

(78)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Jadi [Co(en)2Cl] memberikan 3 isomer : trans, cis dg. bentuk d dan I.

Dalam kompleks polinuklir juga dapat terjadi isomer optik ini, contoh : Cl -Cl -Co3+ N N N N CERMIN SIS Cl -Co3+ N N N N Cl Cl -Co3+ N N N N Cl -TRANS PASANGAN ENANSIOMORF  

(79)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

, ada 2 bentuk optik aktif, yaitu d dan I dan satu bentuk optik

inaktif (bentuk meso).

9. ISOMER LIGAN

Terjadi karena ligannya berisomer, misal 1,3 diaminopropan dan 1,2 diaminipropan :

[(en)2Co Co(en)2]4+ NH2 NO2 H2C CH2 CH2 H2N NH2 H3C CH CH2 H2N NH2

(80)

5/16/2018 BAB VIanorganik 2 - slidepdf.com

STABILITAS SENYAWA KOORDINASI

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah menyelesaikanmata kuliah dgn. pokok bahasan ini, mahasisiwa akan dapat membandingkan tingkat stabilitas senyawa-senyawa koordinasi dengan lengkap.

6.1 PENDAHULUAN

Senyawa dikatakan stabil bila dapat disimpan dalam waktu lama.

(81)

a.Stabilitas termodinamika, berhubungan dengan energi ikatan logam – ligan, tetapan stabilitas, dan potensial redoks.

b.Stabilitas kinetika, terutama dengan ion kompleks yang berhubungan dengan kecepatan dan mekanisme

reaksi (substitusi, isomerisasi, rasemisasi, reaksi elektron, dan reaksi pemindahan gugus).

Contoh : [Fe9H2O)6]3+ dan [Cr(H

2O)6]3+ masing – 

masing mempunyai energi per ikatan hampir sama yaitu 116 kkal mol –1 dan 122 kkal mol –1 stabil secara

termodinamika, tetapi secara kinetika [Fe(H2O)6]3+ adalah

labil karena ligan H2O mudah diganti dan [Cr(H2O)6]3+

(82)

5/16/2018 1. Dilaboratorium kimia analitik pada mengubah suatuanorganik 2 - slidepdf.com endapan menjadi larutan yang stabil, seperti :

2. Pemakaian tiosulfat pada industri fotograpi yang

dengan AgBr dalam film akan membentuk senyawa koordinasi yang larut dan stabil (tiosulfat dipakai pada pencucian film) :

6.2 TETAPAN STABILITAS

Jika ingin mengetahui energi ikatan koordinat harus dipunyai data termodinamika pada reaksi dalam bentuk gas :

AgCl + 2NH3 [Ag(NH3)2]+

(83)

-5/16/2018 Secara umum ditulis :anorganik 2 - slidepdf.com ML(n-1) + L MLn, Hn 

L adalah ligan monodentat n adalah B.K. atom logam M

Hn adalah entalpi

Untuk reaksi yang bertahap didapat harga K1, K2, K3,

…..Kn, tetapan pembentukan ini disebut pula sebagai

tetapan stablitas. Tetapan pembentukan keseluruhannya,

, adalah hasil kali tetapan-tetapan pembentukan. Untuk reaksi : M + nL MLn 

Kn =

[MLn] [ML(n-1)] [L]

(84)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

 

Stabilitas ion kompleks akan bertambah jika : 1. Sifat basa Lewis makin kuat

2. Kesanggupan pembentuk ikatan  dari ligan bertambah

3. Terbentuk cincin khelat dari ligan multidentat yangdisebut efek khelat. Makin besar jumlah cincin khelat makin stabil.

Tetapan stabilitas untuk beberapa kompleks amin. 6.3 SIFAT – SIFAT LIGAN YANG MEMPUNYAI

STABILTAS

K1 x K2 x K3 x ...x Kn

(85)

KOMPLEKS LOGAM JML. CIN-CIN KHE LAT L Mn2+  O Fe2+  G Co2+ Ni2+ Cu2+   -Zn2+ Cd2+  [M(NH3)4] [M(en)2] [M(trien)] 0 2 3 -4,9 4,9 3,7 7,7 7,8 5,3 10,9 14,1 7,8 14,5 14,1 12,6 20,2 20,5 9,1 11,2 12,1 6,9 10,3 10,0 [M(tren)] [M(dien)2] [M(penten)] 3 4 5 5,8 7,0 9,4 8,8 10,4 11,2 12,8 14,1 15,8 14,0 18,9 19,3 18,8 21,3 22,4 14,6 14,4 16,2 12,3 13,8 16,8 Trien : Trietilentetramin H 2 NCH 2 CH 2 NHCH 2 CH 2 NHCH 2 CH 2 NH 2    

(86)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com (H2NCH2CH2)3N Dien : Dietilentriamin H2NCH2CH2NHCH2CH2NH2  Penten : Tetrakis(aminoetil)etilendiamin (H 2 NCH 2 CH 2 ) 2 NCH 2 CH 2 N(CH 2 CH 2 NH 2 ) 2  

(87)

6.4 ATOM LOGAM TRANSISI DAN TEORI MEDAN KRISTAL

Stabilitas senyawa kompleks juga bergantung kepada : 1. Potensial ionosasi

2. EPMK

3. Pasangan elektron 4. Pertukaran energi

5. Kesanggupan orbital d yang kosong untuk menerima ikatan  (L M)

6. Kesangggupan orbital d yang penuh untuk memberikan kembali ikatan  (M L)

 

(88)

5/16/2018 STABILITAS ION KOMPLEKSanorganik 2 - slidepdf.com a. PENGARUH ION PUSAT

1. Besar dan muatan ion

Makin kecil ion logam dan makin besar muatan kation stabil ion kompleks itu.

2. EPMK

Untuk kompleks spin tinggi dari 25 Mn2+ s.d.

30Zn2+ dengan ligan tertentu, makin kaecil jari – jari

makin stabil.

Ion : Mn2+ < Fe2+ < Co2+ < Ni2+ < Cu2+ < Zn2+

(89)

Urutan ini disebut urutan stabilitas natural atau deret  Irving William.

3. Distribusi muatan

Logam dibagi dalam :

(i) logam kelas a atau logam E.P.

(ii) logam kelas b atau logam E.N. seperti Pt, Au, Hg dan Pb.

Logam kelas a dengan ligan yang atom donornya N, O, F stabil.

Logam kelas b dengan ligan yang atom donornya P, S, I stabil.

(90)

5/16/2018 sokongan ikatan kovalen dan perpindahan rapat elektronanorganik 2 - slidepdf.com dari logam ke ligan melalui ikatan .

b. PENGARUH LIGAN

1. Besar dan muatan ion

Makin besar muatan dan makin kecil jari – jari makin stabil.

2. Sifat basa

Makin besar sifat basa makin stabil kompleks yang dibentuk dari logam kelas

Jadi sifat basa ligannya diurut senagai berikut : F - > Cl - > Br - > I - > NH

(91)

Ligan multidentat membentuk kompleks lebih stabil dari ligan monodentat

4. Besarnya lingkaran

Kompleks yang paling stabil terbentuk bila :

(i) Ligan yang membentuk khelat tidak berikatan rangkap untuk gol. 5 atom.

(ii) Ligan yang membentuk khelat berikatan rangkap untuk 6 atom.

5. Ruang

Karena pengaruh ruang maka ligan yang bercabang lebih tidak stabil daripada ligan yang sederhana.

(92)

5/16/2018 Harga K dapat dicari jika kons. mulaanorganik 2 - slidepdf.com  – mula zat yang bereaksi dan zat pada saat kesetimbangan diketahui. Kesukaran penentuan harga K disebabkan :

1. Akan terbentuk pula kompleks lain.

2. Penentuan masing - masing spesi sering mengganggu kesetimbangan

3. Tetapan stabilitas sebenarnya bergantung kepada aktivitas, bukan kepada konsentrasi.

6.7 EFEK KHELAT

Kompleks yang mengandung cincin khelat lebih stabil daripada kompleks dengan ligan sederhana, ini disebut efek khelat. 

(93)

5/16/2018 Kompleks non-khelat : anorganik 2 - slidepdf.com Kompleks khelat : 5,00 2,87 0,74 7,51 6,35 4,32 Ni2+ + 2NH 3 [Ni(NH 3 ) 2 ]2+ [Ni(NH3)2]2+ + 2NH3 [Ni(NH3)4]2+ [Ni(NH 3 ) 4 ]2+ + 2NH 3 [Ni(NH 3 ) 6 ]2+ Ni2+ + en [Nien]2+ [Nien]2+ + en [Ni(en)2]2+ [Ni(en)2]2+ + en [Ni(en)3]2+  

(94)

5/16/2018 BAB VIIanorganik 2 - slidepdf.com

REAKSI KINETIKA DAN MEKANISME REAKSI TUJUAN INSTRUSIONAL KHUSUS

Setelah menyelesaikan mata kuliah dengan pokok bahasan ini, mahasiswa akan dapat menunujukan

hubungan antara laju reaksi senyawa koordinasi dengan perubahan EPMK dengan lengkap.

7.1 KECEPATAN REAKSI

Reaksi akan berjalan cepat jika ada katalis. Unsur

transisi atau senyawanya dapat berfungsi sebagai katalis. Hasil antara yang berupa senyawa koordinasi didapat

karena katalis turut dalam reaaksi.

(95)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com 1.

Co membentuk senyawa koord. H[Co(CO)4]

2.

Senyawa koordinasi yang terjadi [Pd(C2H4)(OH)Cl2] Kecepatan reaksi bergantung kepada mekanisme reaksi yaitu bagaimana reaksi itu berjalan dari pereaksi menjadi hasil reaksi. Jadi kecepatan reaksi adalah

perubahan konsentrasi dari tiap pereaksi atau hasil reaksi per satuan waktu.

CH3-CH=CH2 + CO + H2 CH3-CH2-CH2CHO Co CH2=CH2 + 1/2 O2 CH3-CHO PdCl2 Cu, Cl2  

(96)

5/16/2018 Maka kecepatan reaksinya : R = K.Canorganik 2 - slidepdf.com A 

Bila reaksi berjalan cepat maka K besark, bila berjalan lambat maka kecil.

Kompleks labil adalah kompleks yang ligannya mudah diganti secara cepat; kompleks lengai adalah kompleks yang penggantian ligannya berjalan secara lambat.

Labilitas merupakan sifat kinetika, sedangkan stabilitas merupakan sifat termodinamika.

Suatu reaksi berjalan lambat atau cepat, yaitu dengan membandingkan harga EPMK senyawa

koordinasi dengan yang aktif, jika EPMK senyawa

koordinasi >> EPMK senyawa aktifnya maka senyawa koordinasi tersebut bereaksi lambat. Jadi EPMKnya kecil maka rekasi cepat.

(97)

5/16/2018 kompleks aktif limas segiempat :anorganik 2 - slidepdf.com MX6 MX5 

EPMK KOMPLEKS S.T. ASTATIRA

DAN EPMK KOMPLEKS LIMAS SEGIEMPAT SISTEM EPMK A EPMKLSE PERUB.EPMK

d0  d1, d6 d2, d7 d3, d8  d4, d9 d5, d10  0,00 0,40 0,80 1,20 0,60 0,00 0,00 0,45 0,91 1,00 0,91 0,00 0,00 - 0,05 - 0,11 + 0,20 - 0,30 - 0,00  

(98)

5/16/2018 kompleks bereaksi lambat. Untuk sistem danorganik 2 - slidepdf.com

1, d2, d4, d6, d7 

dan d9 semuanya bereaksi cepat.

Untuk kompleks s.r dan s.t didapat bahwa reaksi untuk kompleks lengai menurun menurut urutan d5 > d4 >

d8  d3 > d6, juga muatan dan besarnya ion logam

menurun menurut urutan 3+ > 4+ > 5+ > 6+, misal: [AlF 6 ]3+ > [SiF 6 ]2- > [PF 6 ]- > [SF 6

], juga makin kecil jari –   jari ion logam atau nomor atom makin lengai, misal :

[Sr(OH2)6]2+ > [Ca(OH

2)6]2+ > [Mg(OH2)6]2+

Unutk senyawa koordinasi caturtira dan bujur sangkar bereaksi lebih cepat daripada senyawa

koordinasi astatira karena pada caturtira dan bujur sangkar cukup ruang untuk subtitusi. Misal senyawa

koordinasi bujur sangkar Ni2+, Pd2+, Pt2 makin besar no.

atom makin lambat reaksinya Ni

2+ > Pd 2+ > Pt 2+  

(99)

7.2 MEKANISME REAKSI

Reaksi senyawa koordinasi dibagi dalam : 1. Reaksi substitusi atau penggantian 2. Reaksi redoks

1. REAKSI SUBTITUSI

Reaksi senyawa substitusi secara umum : [MLnx] + y [MLnY] + X.

Ligan Y mengganti ligan X.

(100)

5/16/2018 a. Proses SN1 (substitusi nukleofilik unimolekular) :anorganik 2 - slidepdf.com

Diikuti dengan :

Disini mula-mula ikatan M – X pecah memberikan kompleks dengan B.K. rendah. Penambahan Y bereaksi cepat memberikan hasil. Proses ini disebut substitusi

nukleofilik unimolekular, yaitu ligan mencari muatan positif dan kecepatan reaksinya ditentukan oleh satu molekul. [MLnK] [MLn] + X K1 lambat [MLn] + Y cepat [MLnY]  

(101)

Diikuti oleh :

Dalam mekanisme ini B.K M bertambah dalam pembentukan kompleks aktif . Proses ini disebut

substitusi nukleofilik bimolekular.

Jadi : Proses SN1 adalah pemutusan ikatan.

Proses SN2 adalah pembentukan ikatan. [MLnX] + Y [MLnXY] K1 lambat [MLnXY] + Y [MLnY] + X cepat  

(102)

5/16/2018 Contoh : anorganik 2 - slidepdf.com

Mekanismenya proses SN1 :

(2) SUBSTITUSI BUJUR SANGKAR

Kompleks dengan B.K < 6 mengikuti proses SN2  [Co(NH3)5X] 2+ + Y -[Co(NH3)5Y] + X

-1. [Co(NH3)5X]2+ + H2O lambat[Co(NH3)5(OH2)]3+ + X

-cepat

2. [Co(NN3)5(OH2)]3+ + Y- [Co(NH3)5Y]2+ + H2O

 

(103)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com Mekanismenya : [Pt(NH3)3Cl]+ + Br- H2O [Pt(NH3)3Br]+ + Cl H 3 N - Pt - Cl H 3 N - Pt---Cl H 3 N - Pt - Br NH3 Br- NH3 Br cepat NH3 NH3 lambat NH3 NH3 H3N - Pt---Cl H3N - Pt - OH2 H3N - Pt---OH2 NH3 H2O NH3 Br- NH 3 Br NH3 cepat NH3 lambat NH3 lambat cepat  

(104)

5/16/2018 Disini terjadi perubahan bilangan oksidasi pada atomanorganik 2 - slidepdf.com  –  atom yang bersangkutan, misal :

Pada reaksi tersebut :

Co(II) ………… reduksi 

Cr(III) ………... oksidasi  Mekanisme reaksi redoks :

1. Transfer elektron, yaitu pemindahan elektron dari satu atom ke atom lain

[Co(NH3)5Cl]2+ + [Cr(H2O)6]2+ + 5H3O+ [Co(H2O)6]2+ + [Cr(H2O)5Cl)2+ + 5NH4+

(105)

5/16/2018 sama lain oleh jembatan atom, molekul atau ion.anorganik 2 - slidepdf.com

Melalui jembatan ini elektron pindah dari satu atom ke atom lain.

Contoh :

1. Transfer elektron

2. Transfer atom

a. [Fe (CN)6]4- + [Fe(CN)6]3- cepat [Fe (CN)6]3- + [Fe(CN)

6]4-b. [Co (NH3)6]3+ + [Co(NH3)6]2+ [Co (NH3)6]2+ + [Co(NH3)6]3+

a. [Co(NH3)5Cl]2+ + [Cr(H2O)6]2+ + 5H3O+  

[Cr(H2O)6]2+ + [Cr(H2O)5Cl]2+ + 5NH4+

 

(106)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Setelah elektron pindah lewat Cl dari Co(III) ke Cr(II) maka Cr(III) akan mengikat Cl lebih kuat.

Kecepatan reaksinya : [Co(NH3)5 - Cl - Cr(H2O)6]4+   [Cr(H2O)6]2+ + [Cr(H2O)5X]2+ + 5NH4+ b. [Co(NH3)5X]2+ + [Cr(H2O)6]2+ + 5H3O+ X = NCS-, N3-, PO43-, C2H3O2-, Br-, SO4 2-C2H3O2- < SO42- < Cl- < Br

(107)

-5/16/2018 BAB VIIIanorganik 2 - slidepdf.com

PEMBENTUKAN DAN REAKSI SENYAWA KOORDINASI

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah menyelesaikan mata kuliah dengan pokok bahasan ini, mahasiswa akan dapat mendesain prosedur sintetis senyawa koordinasi dengan rinci.

1. REAKSI SUBSTITUSI DALAM LARUTAN AIR

Larutan garam logam dalam air direaksikan dengan ligan :

(108)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com

Lalu dikristalkan dalam etanol

b.

2. REAKSI SUBSTITUSI DALAM LARUTAN BUKAN AIR

3. REKSI SUBTITUSI TANPA PELARUT

biru tua

[Co(NH3)5Cl]Cl2 + 3en 100 [Co(en)3]Cl3 + 5NH3

0

c

nila 2 jam  jingga

CrCl3 + 3en [Cr(en)3]Cl3 nila kuning eter NiCl2(s) + 6NH3(1) Ni(NH3)6]Cl2 ungu kuning

(109)

5/16/2018 4. DISOSIASI TERMAL KOMPLEKS PADATanorganik 2 - slidepdf.com

5. REAKSI REDOKS

6. REAKSI KATALIS Katali yang dipakai :

(1) Katalis heterogen atau katalis campur (unsur

dengan unsur, unsur dengan senyawa atau senyawa

1000c

Rh(NH3)5(H2O)]I3 [Rh(NH3)5I]I2 + H2O(g)

tak berwarna kuning

[Co(NH3)6]Cl2 + 4NH4Cl + O2 4[Co(NH3)6]Cl3 + 4NH3 + 2H2O

(110)

5/16/2018 (2). Katalis homogen atau katalis tunggal (unsur atau ionanorganik 2 - slidepdf.com atau senyawa), misal [Pt(NH3)4]2+.

a.

b.

Dengan katalis heterogen :

[Co(H2O)6]Cl2 [Co(NH3)5Cl]Cl2 NH3, H2O, O2, HCl NH4Cl kemerah-merahan nila [Co(H2O)6]Cl2 [Co(NH3)6]Cl3 NH3, H2O, O2, HCl NH4Cl,C kemerah-merahan nila  

(111)

5/16/2018 a. anorganik 2 - slidepdf.com

b.

7. REAKSI SUBSTITUSI TANPA PEMECAHAN IKATAN LOGAM – LIGAN a. trans-[Pt(NH3)4Cl2]2+ + 2Br- [Pt(NH3)4] kuning trans-[Pt(NH3)4Br2]2+ + 2Cr - jingga trans-[Pt(NH3)4Cl2]2+ + 2SCN -trans-[Pt(NH3)4(SCN)2]2+ + 2Cl -kuning  jingga [Pt(NH3)4]2+ [(NH3)5Co-O-CO2]+ + 2H+ [(NH3)5-Co-OH2]3+ +  CO2

kemerah - merahan kemerah - merahan

 

(112)

5/16/2018 anorganik 2 - slidepdf.com c.

d.

8. PEMBENTUKAN CIS-TRANS a. Pembutan

trans-kemerah merahan kemerah - merahan

[(NH3)5Co-NCS] + + 2H + [(NH3)5Co-NH3] 3+  jingga  jingga H2O2 H2O [Cl2Pt(PCl3)2 + 2SbF3 [Cl2Pt(PF3)2] + 2SbCl3 tak berwarna kuning [Pt(NH3)4Cl2]2+ : [Pt(NH3)4]2+ + Cl2 H2O trans-[Pt(NH3)4Cl2]2+ HCl

tak berwarna kuning

(113)

Bila pada reaksi pembuatan kompleks terjadi campuran sis dan trans, pemisahannya adalah dengan :

1. Kristalisasi bertingkat.

2. Kromatografi penukaran ion.

[Pt(NH3)3Cl]+ + Cl2 + HCl kuning [Pt(NH3)4Cl2]2+ kuning [Pt(NH3)3Cl3]+ NH3 kuning

Gambar

TABEL 3.1 BEBERAPA CONTOH TATANAMA
Tabel 4.1 Perkiraan bentuk molekul menurut teori Sidgwiek  -Powel
TABEL SUSUNAN ELEKTRON DALAM SENYAWA KOORDINASI ASTATIRA JML.E - SUSUNAN DLM MEDAN LIGAN LEMAH SUSUNAN DLMMEDAN LIGANKUAT
DIAGRAM ORBITAL MOLEKUL DUA ATOM YG SAMA Misal : molekul H 2  
+3

Referensi

Dokumen terkait

Mahasiswa menjawab semua pertanyaan tentang reaksi kualitatif anorganik yang terdapat dalam diktat petunjuk praktikum.. Yogyakarta, Juni 2013 Dosen Pengampu

Kimia Anorganik II mempelajari konsep-konsep orbital molekul dan geometri kemas rapat dalam padatan, ikatan ionik, metalurgi, sifat, reaksi dan kegunaan logam, oksida dan senyawa

1) Dalam percobaan digunakan metode reaksi setengah-reaksi oksidasi dan setengah-reaksi reduksi. 2) Reaksi redoks (reduksi – oksidasi) adalah reaksi kimia dimana

Agus Salim &amp; Anggiyani REN Kimia Organik Fisik (Kimia-B/4) Amanatie Kimia Koordinasi (Kimia-B/4) Teknologi Nanokimia (Kimia- B &amp; E/7) Kimia Anorganik Logam

mengembangkan desain LKM berbasis pembelajaran aktif-koperatif dalam topik mekanisme reaksi yang dapat meningkatkan penguasaan konsep kinetika kimia dan keterampilan

Jika suatu logam transisi berikatan secara kovalen koordinasi dengan satu atau lebih ligan maka akan membentuk suatu senyawa kompleks, dimana logam transisi tersebut

˗ Sifat khas senyawa karbon ( geometri : ikatan jenuh (C sp 3 ),.. Kimia Dasar Kimia Analisis Kimia Fisik Kimia Anorganik Kimia Organik. konteks kehidupan

Uji UV-visible bertujuan untuk mengidentifikasi isomer cis dan trans kalium oksalato diakuo kromat (III). Salah satu sifat logam transisi yang dapat menyerap