• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Kajian Tentang Motivasi Kerja 1. Pengertian Motivasi

6. Teori Motivasi Kerja Dalam Perspektif Islam

Manusia diturunkan ke dunia dalam rangka menghamba kepada Allah dan/ atau mengemban tugas yang tidak bisa dipisahkan antara yang satu dan yang lain, yaitu sebagai khalifah dan sebagai hamba Allah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Quran, yaitu:

1) Surat adz-Dzariyaat ayat 56:

$tΒuρ àMø)n=yz

£Ågø:$#

}§ΡM}$#uρ āωÎ)

Èβρ߉ç7÷èu‹Ï9

∩∈∉∪

Artinya:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Departemen Agama,1418 H:862)

Ayat di atas mempunyai maksud bahwa sebenarnya Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada-Nya. Ayat tersebut secara tersirat mengajarkan dan mengingatkan manusia mengenai motivasi hidup yang sesungguhnya. Ayat tersebut mengajarkan bahwa seharusnya seseorang bekerja hanya karena semata-mata ingin mendapatkan ridho dari Allah SWT, yang juga merupakan sebagai salah satu wujud nyata dari ibadah selain salat, puasa, dan lain-lain. Jika kita bekerja dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridho-Nya, maka secara tidak langsung kita sudah termotivasi untuk bekerja.

2) Surat al-Ahzab ayat 72:

$‾ΡÎ)

$oΨôÊttã sπtΡ$tΒF{$#

’n?tã ÏN≡uθ≈uΚ¡¡9$#

ÇÚö‘F{$#uρ ÉΑ$t6Éfø9$#uρ

š÷t/r'sù βr&

$pκs]ù=Ïϑøts†

zø)xô©r&uρ

$pκ÷]ÏΒ

$yγn=uΗxquρ ß≈|¡ΡM}$#

(

…çµ‾ΡÎ) tβ%x.

$YΒθè=sß Zωθßγy_

∩∠⊄∪

Artinya:

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

(Departemen Agama,1418 H:680).

Ayat di atas dapat diartikan bahwa amanat adalah tugas-tugas keagamaan yang diberikan kepada manusia; sementara langit, bumi, dan gunung-gunung ti-dak berani mengemban amanat tersebut dikarenakan takut berkhianat. Akan tetapi karena manusia memiliki sifat lupa serta lalai maka ia pun berani untuk mengambilnya. Oleh karena itu, agar amanat bisa dilaksanakan dengan baik se-seorang harus menjalankannya dengan berhati-hati agar tidak lupa serta lalai.

Dari segi ini manusia melaksanakan dua tugas yang tidak bisa dipisahkan, yaitu sebagai khalifah dan sebagai hamba Allah. Sebagai khalifah,

manusia bertugas memakmurkan bumi dan sebagai hamba, manusia bertindak sebagai makhluk yang taat secara total kepada Allah. Jadi manusia pada dasarnya merupakan hamba Allah yang diangkat sebagai khalifah-Nya di bumi, sedangkan pelaksanaan tugas kekhalifahan itu juga dalam rangka penghambaan terhadap-Nya. Dalam dunia industri dan organisasi, manusia mengemban amanat untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai karyawan, yang mana harus dapat dilaksanakan dengan baik. Untuk mencapaian hasil yang baik dalam bekerja, manusia pun harus dapat menumbuhkan motivasi-motivasi yang baik dalam dirinya.

3) Surah Al-Quraysi ayat 3-4 :

(#ρ߉ç6÷èu‹ù=sù

¡>u‘

#x‹≈yδ ÏMøt7ø9$#

∩⊂∪

ü”Ï%©!$#

ΟßγyϑyèôÛr&

8íθã_ ÏiΒ ΝßγoΨtΒ#uuρ ôÏiΒ

¤∃öθyz

∩⊆∪

Artinya:

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah) yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan (Quraisy: 3-4).

Ayat di atas, menyiratkan makna bahwa adanya hubungan timbal balik antara manusia dan Tuhan-Nya. Allah SWT telah memberikan nikmat yang tak terhitung jumlahnya kepada manusia, baik itu yang muslim maupun yang non-muslim, maka seharusnya manusia bersyukur dengan cara menjalankan tugas dan kewajiban sebagai manusia sebaik mungkin. Tugas dan kewajiban manusia

kepada Tuhannya adalah beribadah dari hati, sebagai rasa syukur untuk segala nikmat Allah yang berlimpah ruah. Dalam dunia perusahaan pun terjadi hubungan timbal balik antara karyawan dan perusahaan. Hubungan tersebut akan dapat berjalan dengan baik apabila keduanya telah melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan benar, tanpa merugikan pihak lain. Hubungan yang harmonis ini akan lebih mudah tercapainya jika kedua pihak memiliki kekuatan dari dalam dirinya yang mendorong mereka untuk bekerja dengan baik dan benar. Kekuatan itu adalah motivasi internal.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa agama Islam telah menetapkan pekerjaan bagi seorang muslim sebagai hak sekaligus kewajiban. Dan islam menganjurkan bekerja dan memerintahkan agar pekerjaan dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Islam mengajarkan bahwa setiap pekerjaan dan kenikmatan yang baik dapat berubah menjadi ibadah jika disertai niat tulus untuk menjaga anugerah hidup dan memanfaatkannya, serta menghormati kehendak pemberinya. Jika iman merupakan ruh dan rahasia amal, maka amal merupakan tubuh dan bentuk iman. Memisahkan keduanya akan menghasilkan bentuk kehidupan yang timpang. Orang yang beriman tetapi tidak bekerja, maka ia hidup dalam kehampaan dan kelumpuhan, tidak ada hasil konkret dalam hidupnya, dan tidak ada tanda-tanda keimanannya. Sebaliknya, orang

yang bekerja tanpa iman akan hidup seperti robot dan tidak mampu merasakan eksistensi nilai-nilai dibalik penciptaannya89.

Hal ini juga diungkapkan oleh Latief menurutnya “kalau orang bekerja motivasinya uang, ia hanya akan memperoleh uang itu saja. Sebaliknya kalau motivasi seseorang pekerja adalah kerja keras, keikhlasan dan ibadah, maka ia akan memperoleh semuanya. Dan uang dengan sendirinya akan mengikuti. Berapapun ia mendapatkan uang entah itu banyak atau sedikit pasti tetap bersyukur. Dan rasa bersyukur inilah yang membuat mereka akan terus terpompa semangatnya untuk bekerja dan berkarya terus”90.

Berdasarkan penjelasan di atas bahwa agama Islam kepada seorang muslim untuk tidak bersikap menunggu tanpa usaha. Sedangkan agama Islam itu sendiri mempunyai konsep tentang dunia sebagai ladang akhiratnya, yang memposisikan kepentingan materi bukan sebagai tujuan, namun sebagai sarana merealisasikan kesejahteraan manusia. Karena setiap pekerjaan dan kenikmatan yang baik dapat berubah menjadi ibadah jika disertai niat tulus untuk menjaga anugerah hidup dan memanfaatkannya, serta menghormati kehendak pemberinya.

89 Hamid Abdul Mursi. 1999. SDM Yang Produktif : Pendekatan Al-Qur’an Dan Sains. Gema Insani Press: Jakarta. Hal 107-126

90 Latif A. Yusron&Joni Ariadinata. 2005. “Menabur Motivasi Memancing Inovasi”. JP Books:

Surabaya. Hal 173.

C. Hubungan Pelaksanaan Pengembangan Karier Dengan Motivasi Kerja