BAB II: KAJIAN PUSTAKA
2.6 Teori Penggunaan dan Kepuasan (Uses and gratifications)
Teori Uses and gratifications merupakan teori perluasan dari teori kebutuhan dan motivasi. Teori kebutuhan dan motivasi, Abraham Maslow (West dan Turner, 2008: 101) menyatakan bahwa orang secara aktif berusaha untuk memenuhi hierarki kebutuhannya. Hal tersebut seperti penggunaan isi media dalam mendapatkan pemenuhan atas kebutuhan individu atau lebih dikenal dengan uses and gratifications yang merupakan salah satu teori dan pendekatan yang sering digunakan dalam komunikasi massa. Teori dan pendekatan uses and gratifications tidak mencakup keseluruhan proses komunikasi karena teori ini lebih kepada pelaku audience, yang hanya dijelaskan melalui kebutuhan (needs) dan kepentingan (interest) mereka sebagai suatu fenomena mengenai proses penerimaan (pesan media). Pendekatan uses and gratifications ditujukan untuk menggambarkan proses penerimaan dalam komunikasi massa dan menjelaskan penggunaan media oleh individu (Effendy, 2000: 289).
26
Herbert dan Blurmer dan Elihu Katz adalah orang yang memperkenalkan teori ini. Elihu Katz, (Severin, 2011: 354), memulai kajian kepada khalayak mengenai “What ‘Missing The Newspaper’ Means” dengan mewawancarai orang selama terjadinya pemogokan dibagian pengiriman surat kabar pada tahun 1949 dan menghasilkan pembaca harus mencari sumber berita lain, banyak yang mengatakan surat kabar merupakan tempat mencari informasi berbagai persoalan yang ada di dunia, dan tak sedikit yang mencari pelarian, relaksasi, hiburan dan prestise sosial.
Penjelasan mengenai munculnya teori uses and gratifications dapat kita lihat bahwa pengguna media memiliki peran aktif dalam memilih dan menggunakan media tersebut. Pengguna media (Nurudin, 2011: 192) berusaha mencari sumber media yang paling baik di dalam usaha memenuhi kebutuhannya, dengan kata lain teori uses and gratifications mengasumsi bahwa pengguna mempunyai alternatif untuk memuaskan kebutuhannya.
Menurut Humaizy teori uses and gratifications adalah salah satu teori komunikasi yang diusulkan oleh McQuail, Blumler dan Brown yang menjadi perhatian penelitian ini adalah motif penggunaan akun instagram dalam pemenuhan kebutuhan. Pengguna media (instagram) dikenal sebagai dikenal sebagai individu yang aktif dan memiliki tujuan. Mereka bertanggung jawab untuk memilih media untuk memenuhi kebutuhan mereka dan mereka persis tahu kebutuhan mereka dan bagaimana menyelesaikannya. Penggunaan dan teori uses and gratifications menimbulkan pertanyaan dari ‘bagaimana dan mengapa’ adalah media yang digunakan (Katz, Blumer & Gurevitch, 1974; Stafford, Stafford, &
Lawrence, 2004; Adnan & Mavi, 2015).
Janji Imbalan
= Probabilitas Seleksi Upah yang diperlukan
Teori uses and gratifications memandang manusia sebagai konsumen media mempunyai kebebasan dan wewenang dalam memperlakukan media yang ingin mereka gunakan. Khalayak bebas memutuskan bagaimana, lewat media mana, khalayak akan menggunakan media dan bagaimana media itu dapat berdampak pada diri masing-masing individu.
Schramm dan Potter (Nurudin, 2011: 193) dalam bukunya Men, Women, Message and Media pernah menjelaskan dengan formula tentang teori uses and
gratifications dapat digambarkan seperti berikut ini :
Gambar 2.1 Formula Teori Uses and Gratifications (Sumber: Nurudin, 2011: 193)
Janji atau imbalan disini bisa didapatkan dengan segera atau imbalan yang tertunda, imbalan disini artinya pemenuhan kebutuhan khalayak. Upaya yang dilakukan dalam memenuhi kebutuhan bergantung pada tersedia atau tidaknya media serta kemudahannya dalam memanfaatkan media tersebut, dengan begitu kita akan mendapatkan probabilitas seleksi dari penggunaan media massa tersebut.
Pendekatan uses and gratifications memberikan alternatif untuk memandang hubungan antara isi media dan audience, dan pengkategorian isi media menurut fungsinya. Meskipun masih diragukan adanya satu atau beberapa model uses and gratifications, Katz (Effendy, 2000: 290) menggambarkan logika yang mendasari pendekatan mengenai uses and gratifications: (1) kondisi sosial psikologis seseorang akan menyebabkan
28
adanya (2) kebutuhan yang menciptakan, (3) harapan-harapan terhadap (4) media massa atau sumber-sumber lain, yang membawa kepada (5) perbedaan pola penggunaan media (atau keterlibatan dalam aktivitas lainnya) yang akhirnya akan menghasilkan (6) pemenuhan kebutuhan dan (7) konsekuensi lainnya, termasuk yang tidak diharapkan sebelumnya. Sebagai tambahan bagi elemen-elemen dasar tersebut diatas, pendekatan uses and gratifications sering memasukkan unsur motif untuk memuaskan kebutuhan dan alternatif-alternatif fungsional untuk memenuhi kebutuhan.
Uses and gratifications bekerja berdasarkan sebab akibat pada pengguna, dimana terdapat variabel yang menjadi penyebab atau independent variable atau anteseden dan variabel akibat atau dependent variable. Adapun model kerja uses and gratifications (Kriyantono, 2016: 22) seperti berikut :
Gambar 2.2 Model Uses and Gratifications (Sumber: Kriyantono, 2016: 22)
Adapun pengertian dari gambar 2.3, model uses and gratifications yang dikemukakan dalam Kriyantono (2016: 22) sebagai berikut :
1. Anteseden dalam penelitian uses and gratifications terbagi menjadi dua, yaitu :
-Diversi -Hubungan -Kegunaan
- Variabel
a. Variabel individu : terdiri dari data geometris seperti usia, jenis kelamin dan faktor-faktor psikologis komunikan. Contoh variabel individu dalam penelitian ini adalah data-data pengguna mulai dari jenis kelamin pengguna serta usia pengguna dan lainnya.
b. Variabel lingkungan : seperti organisasi, sistem sosial, dan struktur sosial. Para pengguna media yang berasal dari struktur sosial tertentu.
2. Orientasi motif terbagi menjadi empat bagian dengan menyebutkan contoh orientasi motif, yaitu :
a. Orientasi kognitif : seperti kebutuhan informasi, surveillance, atau eksplorasi realitas. Orientasi kogmitif dalam hal ini meliputi motif informasi : pengguna dikatakan memiliki motif informasi apabila mereka : yaitu dapat mengetahui berbagai informasi mengenai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan lingkungan masyarakat di sekitarnya, dapat mengetahui berbagai informasi menegnai peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan keadaan dunia, dapat mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah ataupun pendapat dan dapat memperoleh rasa damai melalui penambahan pengetahuan.
b. Personal diversi : kebutuhan akan pelepasan dari tekanan dan kebutuhan akan hiburan. Bisa bersantai dengan mengisi waktu luang, bisa menyalurkan emosi, bisa mendapatkan hiburan ataupun kesenangan dan dapat melepaskan diri dari permasalahan.
c. Identitas personal : menggunakan isi media untuk memperkuat atau
30
menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan atau situasi orang itu sendiri. Memperoleh nilai lebih sebagai mahasiswa, dapat mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain dalam media dan dapat menemukan penunjang nilai-nilai yang berkaitan dengan pribadi mahasiswa itu sendiri.
d. Integrasi sosial : memperoleh pengetahuan yang berkaitan dengan empati sosial, dapat menjalankan peran sosial sebagai mahasiswa, dapat menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial dengan oranglain, serta adanya keinginan untuk dekat dan dihargai oleh orang lain.
Adapun berbagai situs tidak hanya memiliki satu tema dari tiap artikel.
Situs tersebut cenderung memiliki berbagai macam tema yang dapat memenuhi motif pengguna baik kognitif, diversi, atau identitas personal.
3. Penggunaan media adalah bagaimana pengguna media tersebut melihat penggunaan media massa. Adapun dimensinya sebagai berikut :
a. Hubungan : untuk melihat hubungan pengguna dengan media massa kita dapat melihatnya dari jumlah waktu yang digunakan dalam berbagai media seperti durasi dan frekuensi penggunaan media.
b. Macam isi : yaitu jenis konten dan isi media yang dikonsumsi, apa informasi yang dimuat pada media massa tersebut.
c. Hubungan dengan isi : berbagai hubungan antar individu konsumen media dengan sii media yang dikonsumsi atau media secara keseluruhan.
4. Efek media dapat dikatakan sebagai evaluasi kemampuan media untuk memberi informasi atau pengetahuan untuk tercapainya kepuasan-
kepuasan konsumen media.
2.7 Jejaring Sosial / Social Networking
Teknologi-teknologi web baru memudahkan semua orang untuk membuat dan yang terpenting menyebarluaskan konten mereka sendiri. Post di blog, tweet, atau video di YouTube dapat direproduksi dan dilihat oleh jutaan orang secara gratis. Pemasang iklan tidak harus membayar banyak uang kepada penerbit atau distributor untuk memasang iklannya. Sekarang pemasang iklan dapat membuat konten sendiri yang menarik dan dilihat oleh banyak orang (Zarella, 2010: 2).
Definisi media sosial diperluas dikatakan bahwa media sosial adalah demokratisasi informasi, mengubah orang dari pembaca konten ke penerbit konten. Hal ini merupakan pergeseran mekanisme siaran ke model banyak ke banyak, berakar pada percakapan antara penulis, orang dan teman sebaya. Berdasarkan definisi tersebut diketahui unsur-unsur fundamental dari media sosial yaitu pertama, media sosial melibatkan saluran sosial yang berbeda dan online menjadi saluran utama. Kedua, media sosial berubah dari waktu ke waktu. Artinya, media sosial terus berkembang. Ketiga, media sosial adalah partisipatif. “penonton” dianggap kreatif sehingga dapat memberikan komentar (Evans, 2008: 34).
Media sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a) Pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang saja tetapi juga bisa ke berbagai orang
b) Pesan yang disampaikan bebas tanpa harus melalui Gatekeeper.
32
c) Pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat dibanding media lainnya.
d) Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi.
Kaplan dan Haelein (2010: 59-61) mengklarifikasikan media sosial ke dalam 6 jenis, yakni :
1) Proyek Kolaborasi, merupakan sebuah website yang mengizinkan penggunanya untuk dapat mengubah, menambah, ataupun menghapus konten-konten yang ada di wesbite tersebut. Contohnya : Wikipedia dan Wordpress.
2) Blog dan Microblog, melalui media ini penggunanya lebih bebas dalam mengekspresikan apa yang dirasa dan dipikirkan oleh mereka. Contohnya : Twitter.
3) Konten Masyarakat, merupakan wadah dimana para penggunanya dapat saling berbagi video, e-book, maupun gambar. Contohnya : YouTube, Slideshare.
4) Situs jejaring sosial, media yang mengizinkan penggunanya untuk bisa terhubung dengan cara membuat profil pribadi sehingga dapat terhubung dengan orang lain. Contohnya : Facebook.
5) Virtual Game World, media dimana penggunanya bisa muncul dalam bentuk avatar-avatar yang diinginkan serta berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata. Contohnya : Game online.
6) Virtual Social World, hampir menyerupai virtual game world, virtual sosial world merupakan dunia virtual dimana penggunanya merasa hidup di dunia virtual untuk saling berinteraksi dengan yang lain. Media ini lebih bebas dan lebih mengarah ke kehidupan. Contohnya : Second life.
Jan H. Kietzmann (Liliweri, 2015: 292-293) mengatakan fungsi media sosial ibarat “sarang lebah” yang membentuk kerangka jaringan yang terdiri dari
“blok-blok” yang berhubungan satu sama lain sebagai berikut :
a) Identitiy, identitas sebagai sebuah blok dari media sosial merinci bagaimana para pengguna mengungkapkan identitas dirinya di tengah-tengah koneksi dengan pengguna lain. Beberapa informasi penting tentang identitas adalah nama, usia, jenis kelamin, profesi dan lokasi.
b) Conversation, blok yang berisi aktivitas pengguna berkomunikasi dengan pengguna lain. Banyak situs media sosial dirancang untuk memfasilitasi percakapan antar personal maupun personal dengan kelompok atau komunitas lain. Dalam percakapan inilah para pengguna dapat menemukan kawan baru, membangun harga diri, menyajikan ide-ide baru, atau mendorong diskusi tentang topik yang sedang hangat dibicarakan masyarakat.
c) Sharing, Media sosial membantu para pengguna melakukan “sharing”
yakni distribusi pesan, menerima pesan, dan bertukar pesan. Bahkan, lebih penting dari itu dimana para pengguna melakukan “sharing” atas pesan untuk mendapatkan konten dalam makna bersama. Karena itu, maka istilah “sosial” dalam media sosial selalu disiratkan sebagai pertukaran pesan antara manusia secara online.
d) Presence, Media sosial berfungsi untuk menyadarkan kita tentang kehadiran para pengguna baik sebagai pribadi maupun individu darimana pengguna berasal. Media sosial berfungsi membantu para pengguna agar mereka membuka akses dengan mudah melalui dunia maya dan sepakat
34
untuk berkomunikasi secara langsung. Pesatnya perkembangan teknologi saat ini memunculkan banyak aplikasi baru yang bermunculan di dunia maya, seperti medsos.
Perkembangan media sosial yang pesat ini tidak hanya terjadi pada negara maju saja tetapi juga di negara berkembang seperti Indonesia. Berikut perkembangan media sosial :
1. E-mail (1978)
Awal pertemuan sistem papan buletin yang memungkinkan seseorang dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik atau mengunggah dan mengunduh perangkat lunak. Semua ini dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengan modern.
2. Geocities (1995)
Kelahiran situs Geocities yang menjadi awal berdirinya situs web lain. Situs ini melayani web hosting, yakni layanan penyewaan dan penyimpanan data situs web agar halaman tersebut bisa diakses dari manapun.
3. Sixdegree (1997)
Kemunculan situs jejaring sosial pertama yakni Sixdegree.com 4. Blog (1999)
Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blog. Situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. Para blogger dapat memuat dan membuat berbagai hal termasuk hal pribadi atau untuk mengkritisi pemerintah.
5. Friendster (2002)
Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi populer.
6. Linkedln (2003)
Berdirinya Linkedln berguna untuk bersosialisasi serta mencari pekerjaan.
Selain itu, juga ada My Space yakni jejaring sosial yang berfungsi untuk berbagi karya berupa foto atau musik.
7. Facebook (2004)
Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga saat ini.
Facebook merupakan salah satu jenis jejaring sosial yang memiliki anggota terbanyak.
8. Twitter (2006)
Kemunculan Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang lain.
Pengguna Twitter hanya bisa memperbarui status atau Tweet yang dibatasi hanya 160 karakter.
9. Wiser (2007)
Munculnya Wiser yakni jejaring sosial yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan hari bumi yakni pada 22 April 2007. Situs ini diharapkan bisa menjadi petunjuk online organisasi lingkungan di seluruh dunia, termasuk pergerakan lingkungan yang dilakukan individu maupun kelompok.
10. Instagram (2010)
Munculnya jejaring yang fokus pada aktivitas berbagi foto dan video uamh didirkan pada tahun 2010, masih menjadi trend hingga saat ini.
2.8 Instagram
Instagram adalah salah satu media sosial jenis jejaring sosial yang menghubungkan penggunanya melalui berbagi foto dan video. Pengguna Instagram bebas untuk mengambil foto dari kamera telepon seluler,
36
menerapkan filter, kemudian membagikannya ke sesama pengguna Instagram atau pengguna media sosial lainnya. Instagram didirikan untuk mewujudkan momen bersama teman-teman untuk menjadikan foto dan video yang lebih hidup. Instagram dideskripsikan sebagai penghubung masyarakat di berbagai belahan dunia. Melalui foto dan video yang dibagikan dari berbagai pengguna Instagram di seluruh dunia.
Nama Instagram berasal dari pengertian keseluruhan fungsi aplikasi media sosial ini. Kata “Insta” berasal dari kata “Instan”, seperti pada kamera polaroid yang pada masanya dikenal dengan sebutan “foto instan”. Instagram juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya. Sedangkan, untuk kata “gram” berasal dari kata “telegram”, dimana cara kerja telegram sendiri adalah untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. Sama halnya dengan Instagram yang dapat mengunggah foto ataupun video dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat (Instagram.com).
Tahun 2010 perusahaan Burbn.inc merupakan sebuah perusahaan yang berfokus untuk pengembangan aplikasi telepon genggam. Pada awalnya, mereka hanya fokus untuk HTML5 mobile. Dalam perkembangannya, kedua CEO, Mike Krieger dan Kevin Systrom memutuskan untuk lebih fokus pada satu bagian saja. Setelah mencari ide selama satu minggu akhirnya mereka membuat versi pertama dari Burbn. Awalnya, masih kurang sempurna, tetapi semakin lama semakin baik hasilnya. Mereka memfokuskan pada foto, komentar dan kemampuan untuk menyukai foto-foto yang ada. Itulah akhirnya
yang menjadi Instagram. Instagram pertama kali diluncurkan melalui AppStore pada Apple inc pada tanggal 6 Oktober 2010. Instagram meraih penghargaan
“App of The Year” pada tahun 2011. Pada tanggal 3 April 2012, pengguna android sudah dapat mengunduh aplikasi ini (Instagram.com).
Tanggal 9 April 2012, Facebook mengambil alih Instagram dengan harga mencapai USD 1 miliar. Pusat pengembangan aplikasi Instagram berada di San Fransisco. Setiap harinya, lebih dari 5 juta foto diunggah. Dan, total penggunanya sendiri sudah melebihi angka 150 juta pengguna yang aktif menangkap momen. Instagram memungkinkan penggunanya untuk mengambil foto, mengedit, menerapkan filter digital, dan membagikan foto ataupun video ke jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Foursquare, Tumblr, Flickr, Posterous dan jejaring sosial milik Instagram sendiri. Bentuk aplikasi Instagram adalah foto yang berbentuk persegi, terlihat seperti kamera polaroid dan kodak instamatic, fotonya berbeda dengan foto pada umumnya yang menggunakan rasio 4:3. Foto yang telah diambil melalui aplikasi Instagram dapat disimpan dalam perangkat tersebut.
Sistem sosial di dalam Instagram adalah dengan menjadi pengikut akun pengguna lainnya atau mengikuti (Following) dan juga diikuti atau memiliki pengikut di Instagram (Followers). Dengan demikian, komunikasi antara sesama pengguna Instagram dapat terjalin dengan memberikan tanda suka dan juga mengomentari foto-foto yang telah di unggah oleh pengguna lainnya.
Pengikut (Followers) juga menjadi salah satu unsur yang penting bagi setiap pengguna di Instagram. Begitupun dengan tanda suka (Like) dari para pengikut (Followers) sangat mempengaruhi apakah foto tersebut dapat menjadi sebuah
38
foto yang populer atau tidak. Sebagai media sosial yang mengkhususkan konten pada berbagi foto ataupun video, Instagram juga memiliki peraturan dalam mengunggah foto. Disebutkan dalam www.Instagram.com bahwa konten yang di
unggah tidak boleh mengandung unsur kekerasan, pornografi, mengandung diskriminasi, atau yang bertentangan dengan hukum. Pemilik akun Instagram juga harus bertanggung jawab terhadap foto, teks, data, informasi dan video yang diunggah oleh pemilik akun. Instagram memiliki konten atau fitur diantaranya adalah :
1. Pengikut dan Mengikuti (Followers / Following)
Sistem sosial di dalam Instagram adalah dengan mengikuti akun pengguna lainnya atau memiliki pengikut Instagram (Following dan Followers). Dengan demikian, komunikasi antara sesama pengguna Instagram sendiri dapat terjalin dengan memberikan tanda suka “like” dan juga mengomentari foto-foto ataupun video yang telah diunggah oleh pengguna lainnya. Pengikut (Followers) menjadi salah satu unsur penting, dimana jumlah tanda suka dari para pengikut sangat mempengaruhi apakah foto tersebut dapat menjadi sebuah foto yang populer atau tidak. Untuk menemukan teman-teman yang ada di dalam Instagram juga dapat mencari dengan mengetik nama teman-teman mereka di bar pencarian (Search) ataupun dengan mengkoneksikan (menghubungkan / sinkronasi) dengan daftar teman yang terhubung di jejaring media sosial lainnya seperti Facebook ataupun Twitter.
2. Mengunggah Foto (Upload Foto)
Kegunaan utama dari Instagram adalah sebagai tempat untuk
mengunggah dan berbagi foto-foto kepada pengguna lainnya. Foto yang ingin diunggah dapat diperoleh melalui kamera ataupun foto-foto yang ada di album perangkat komunikasi seperti handphone atau tablet. Dalam mengunggah foto, pengguna instagram juga dapat melakukan Tag (menandai pengguna instagram lainnya). Jadi ketika unggahan foto tersebut berhasil diunggah, pengguna lain dapat melihat tag yang ada di foto tersebut.
3. Judul Foto (Caption)
Setelah foto tersebut disunting maka foto akan dibawa ke halaman selanjutnya, dimana foto tersebut akan diunggah ke dalam Instagram sendiri atau dibagikan ke jejaring media sosial lainnya. Dimana, didalamnya tidak hanya ada pilihan untuk mengunggah pada jejaring sosial atau tidak, tetapi juga untuk memasukkan judul foto, dan menambahkan lokasi foto tersebut. Sebelum mengunggah sebuah foto, para pengguna dapat memasukkan judul untuk menamai foto tersebut sesuai dengan apa yang ada dipikiran para pengguna.
4. Tanda Suka (Like)
Instagram juga memiliki fitur tanda suka (Like) dimana fungsinya sama seperti apa yang ada di Facebook, yakni sebagai penanda bahwa pengguna yang lain menyukai foto yang telah diunggah oleh pengguna yang lain. Berdasarkan dengan durasi waktu dan jumlah suka pada sebuah foto di dalam Instagram, hal itulah yang menjadi faktor khusus yang mempengaruhi apakah foto tersebut popular atau tidak. Namun, dalam hal ini, tentu saja jumlah pengikut juga menjadi salah satu unsur penting. Bila sebuah foto tersebut mensjadi popular, maka secara langsung foto tersebut akan masuk ke halaman popular tersendiri.
5. Berkomentar (Comment)
40
Kegunaan dari Comment dalam fitur instagram adalah pengguna dapat berkomentar pada unggahan foto ataupun video yang diunggah di instagram. Fitur komentar ini selain ada pada unggahan foto ataupun video di instagram juga terdapat pada fitur snapgram. Saat berkomentar, pengguna instagram dapat melakukan mention (menandai pengguna instagram lainnya).
6. Direct Messages (Pesan langsung)
Instagram tidak hanya sekedar aplikasi jejaring foto, saat ini instagram juga mempunyai fitur pesan langsung yang dapat menghubungkan semua pengguna instagram dan memungkinkan untuk melakukan pesan langsung kepada sesama pengguna instagram.
7. Share (berbagi)
Kegunaan dari fitur Share adalah pengguna instagram dapat membagikan suatu unggahan kepada pengguna lainnya. Hal ini memungkinkan kepada setiap pengguna instagram untuk saling bertukar informasi secara instan.
8. Private Account
Private account atau akun bersifat privasi adalah salah satu fitur yang telah lama ada di instagram. Private account berfungsi untuk mengunci sebuah akun instagram dan tak bersifat publik. Jadi pengguna lainnya harus mengikuti (follow) terlebih dahulu untuk dapat melihat unggahan yang ada di sebuah akun instagram yang di private account.
9. Snapgram ; live, type, boomerang, superzoom, focus, rewind and handsfree.
Snapgram adalah fitur terbaru yang ada di instagram. Snapgram merupakan terobosan terbaru yang memungkinkan setiap pengguna instagram untuk melakukan Story (kisah) dimana fitur story ini mempunyai beragam fitur
lainnya seperti ; live, type, boomerang, superzoom, focus, rewind dan handsfree. Berikut adalah penjelasan masing-masing dari fitur snapgram :
1. Live adalah fitur siaran langsung yang ada di story atau snapgram. jadi, live memungkinkan setiap pengguna instagram untuk melakukan siaran langsung yang dapat dilihat oleh pengguna instagram lainnya.
2. Type ataupun ketikan adalah fitur dimana pengguna instagram dapat membagikan tuitan kata-kata di snapgram.
3. Boomerang adalah salah satu fitur snapgram yang populer bagi pengguna instagram. Boomerang merupakan fitur dimana pengguna instagram dapat melakukan gerakan yang berulang-ulang.
4. Superzoom adalah salah satu fitur snapgram dimana penggunanya dapat merekam video yang diperbesar.
5. Focus adalah salah satu fitur snapgram dimana pengguna instagram dapat
5. Focus adalah salah satu fitur snapgram dimana pengguna instagram dapat