• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3. Teori perdagangan internasional

Teori perdagangan internasional membatu menjelaskan arah serta komposisi perdagangan antara beberapa negara serta bagaimana efeknya terhadap stuktur perekonomian suatu negara. Di samping itu, teori perdagangan internasional dapat menunjukkan adanya keuntungan yang timbul dari adanya perdagangan internasional. Beberapa teori yag menerangkan tentang timbulnya perdagangan internasional pada dasarnya adalah sebagai berikut.

a. Merkantilisme

Merkantilisme adalah filosofi ekonomi abad enam belas yang berpendapat bahwa kekayaan suatu negara diukur berdasarkan atas kepemilikan logam mulia (emas dan perak). Menurut penganut merkantilisme, tujuan negara adalah memperbesar kepemilikan logam mulia dengan meningkatkan ekspor dan mencegah impor.

Aliran merkantilisme yang tumbuh dan berkembang pada abad XVI-XVIII di Eropa Barat, menempatkan kegiatan perdagangan internasional, khususnya ekspor, sebagai pengerak utama yang dipacu melalui peningkatan industri di dalam negeri. Ide pokok merkantilisme adalah sebagai berikut:

commit to user

1) Suatu negara akan kaya atau makmur dan kuat bila ekspor lebih besar dari impor.

2) Surplus yang diperoleh dari selisih (X-M) atau ekspor neto yang positif tersebut ditunjukan dengan semakin banyaknya logam mulia (sebagai alat pembayaran atau uang) yang dimiliki negara.

3) Logam mulia yang melimpah digunakan oleh negara untuk memperluas perdagangan luar negeri dengan kolonisasi (Hady. 2004).

Karena merkantilisme benar – benar menguntungkan anggota – anggota masyarakat tertentu, kebijakan – kebijakan merkantilisme secara politis masih menarik bagi beberapa perusahaan dan pekerjanya. Pendukung modern kebijakan – kebijakan semacam itu, yang biasa disebut noemerkantilis dan proteksionis (Griffin dan pustay.2005).

Menurut (Halwani dan Tjiptoherijanto 1993) menyebutkan bahwa aliran merkantilisme berpendapat bahwa penekanan perdagangan internasional terletak pada kesempatan memperoleh surplus penerimaan dalam neraca transaksi berjalan (current account). Itulah sebabnya kegiatan ekspor merupakan lokomotif utama melalui peningkatan industri dalam negeri, untuk memenuhi kebutuhan impor, sedangkan impor tersebut merupakan saingan yang dapat menurunkan permintaan terhadap produk – produk industri lokal yang dihasilkan di dalam negeri. Merkantilisme berpendapat bahwa kegiatan produksi dalam negeri dan ekspor harus digenjot melalui rangsangan subsidi dan

commit to user

fasilitas dari pemerintah. Sebaliknya, impor harus dibatasi melalui hambatan yang bersifat proteksi, khususnya untuk industri strategis yang memang memerlukan perlindungan, yang dijadikan sarana utama adalah bagaimana mengupayakan surplus perdagangan luar negeri.

b. Teori klasik

1) Keunggulan absolute ( absolute advantage ) oleh Adam Smith.

Teori ini lebih mendasarkan pada besaran ( variabel ) riil bukan moneter sehingga sering di kenal dengan nama teori murni ( pure theory) perdagangan internasional. Murni dalam arti bahwa teori ini memusatkan perhatiannya pada variabel riil seperti misalnya nilai suatu barang di ukur dengan banyaknya tenaga kerja yang dipergunakan untuk menghasilkan barang. Banyaknya tenaga kerja yang di gunakan akan makin tinggi harga barang tersebut ( Nopirin, 1995).

Menurut Adam Smith, perdagangan antara dua negara didasarkan pada keunggulan absolut. Jika sebuah negara lebih efisien daripada (atau memiliki keunggulan absolut terhadap ) negara lain dalam memproduksi sebuah komoditi, namun kurang efisien dibanding (atau memiliki kerugian absolut terhadap ) negara lain dalam memproduksi komoditas lainnya, maka kedua negara tersebut bisa memperoleh keuntungan dengan cara masing – masing melakukan spesialisasi dalam memproduksi komoditi yang memiliki keunggulan absolut, dan menukarnya dengan komoditi

commit to user

lain yang memiliki kerugian absolut. Melalui proses ini , sumber daya dari kedua negara dapat digunakan dengan cara yang paling efisien. Output kedua komoditas yang diproduksi pun akan meningkat. Peningkatan dalam output ini akan mengukur keuntungan dari spesialisasi produksi untuk kedua negara yang melakukan perdagangan ( Salvatore. 1997).

2) Keunggulan komparatif (Comparative Advantage ) oleh J. S Mill

Pada teo ri keun ggu lan abso lut terdapat permasalahan b ila antara dua negara hanya satu negara saja yang mempunyai keunggulan absolut atas semua barang. Perdagangan tidak akan terjadi karena bila d ilaku kan hanya akan menguntun gkan salah satu negara saja. Dalam perkembangan selanjutnya,di sadari bahwa perdagangan yang saling menguntungkan tidak selalu menuntut setiap negara harus memiliki keunggulan absolute di banding dengan mitra dagangnya. Menurut J.S.Mill, jika suatu negara kurang efisien dibanding dengan negara yang lain dalam produksi ke dua komoditi, akan menguntungkan jika negara satu memproduksi dan mengekspor komoditi yang kerugian absolute lebih kecil ( komoditas yang memiliki keunggulan komparatif ) dan mengimpor komoditi yang kerugian absolutnya lebih besar ( komoditi yang memiliki kerugian komparatife ). Teori ini pada dasarnya menyatakan bahwa nilai suatu barang ditentukan oleh banyaknya tenaga kerja yang di arahkan untuk memproduksi barang tersebut. Semakin banyak

commit to user

tenaga kerja yang dicurahkan untuk memproduksi barang semakin mahal barang tersebut ( Nopirin, 1995 )

3)Biaya Relatif ( comparative cost ) oleh David Ricardo

Titik pangkal teori David Ricardo tentang perdagangan internasional adalah teori tentang nilai. Menurut David Ricardo nilai suatu barang tergantung dari banyaknya tenaga kerja yang di curahkan untuk memproduksi barang tersebut ( labor cost value theory ). Perdagangan antara negara akan timbul apabila masing – masing negara memiliki comparative cost yang terkecil.

Pada dasarnya teori comparative cost dengan comparative advantage itu sama, hanya saja pada teori:

a) Comparative advantage untuk sejumlah tertentu tenaga kerja di masing – masing negara outputnya berbeda.

b) Sedangkan comparative cost untuk sejumlah output tertentu, waktu yang di butuhkan berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

Teori – teori klasik tersebut di atas disusun berdasarkan beberapa anggapan antara lain adalah hanya ada 2 negara, 2 barang, keadaan full employment, persaingan sempurna, mobilitas dalam negara yang tinggi dari faktor – faktor produksi tenaga kerja dan capital ( Nopirin. 1995 ).

commit to user c. Teori modern

1) Faktor proporsi ( Hecksher dan Ohlin)

Teori ini menyatakan bahwa perbedaan dalam opportunity cost suatu negara dengan negara lain karena adanya perbedaan dalam jumlah faktor produksi yang dimiliki.

Suatu negara memiliki tenaga kerja lebih banyak dari pada negara lain, sedangkan negara lain memiliki capital lebih banyak dari pada negara tersebut sehingga dapat menyebabkan terjadinya pertukaran.

Pada dasarnya, teori perdagangan Heckscher – Ohlin dilandaskan pada asumsi – asumsi pokok sebagai berikut:

a) Didunia hanya terdapat dua negara saja (negara 1 dan negara 2), dua komoditas (komoditas X dan komoditas Y) dan dua faktor produksi (tenaga kerja dan modal).

b) Kedua negara tersebut memiliki dan mengunakan metode atau tingkat teknologi produksi yang sama persis.

c) Komoditi X secara umum bersifat padat karya atau padat tenaga kerja sedangkan komoditi Y secara umum bersifat padat modal, hal ini berlaku untuk kedua negara.

commit to user

d) Kedua komoditi tersebut sama – sama diproduksikan berdasarkan skala hasil yang konstan dan hal ini sama – sama terjadi di kedua negara.

e) Spesialisasi produksi yang berlangsung di kedua negara sama – sama tidak lengkap atau tidak menyeluruh; artinya masing – masing negara tetap memproduksi kedua jenis komoditi itu secara sekaligus, meskipun dalam komposisi yang berbeda.

f) Selera atau preferensi – preferensi permintaan para konsumen yang ada dikedua negara itu sama.

g) Terdapat kompetisi sempurna dalam pasar produk (tempat perdagangan kedua komoditi) dan juga dalam pasar faktor (tempat bertemunya permintaan dan penawaran atau berbagai faktor produksi, yang dalam teori ini dibatasi pada modal dan pasar tenaga kerja). Pemasok komoditi maupun faktor produksi begitu banyak, sehingga tidak ada yang bisa megatur harga secara sefihak. Harga terbentuk oleh mekanisme pasar.

h) Terdapat mobilitas faktor yang sempurna dalam ruang lingkup masing – masing negara namun tidak ada mobilitas faktor antara negara atau internasional. Seorang pekerja atau sejumlah modal bisa dengan mudah berpindah – pindah dari satu sektor ekonomi atau industri ke sektor lainnya dalam negara yang sama, namun mereka tidak bisa berpindah kenegara lain.

commit to user

i) Sama sekali tidak ada biaya transportasi, tarif atau berbagai bentuk hambatan lainnya yang dapat mengurangi kebebasan arus perdagangan barang yang berlangsung di antara kedua negara tersebut.

j) Semua sumber daya produksi dan faktor produksi yang ada di masing – masing negara dapat dikerahkan secara penuh dalam kegiatan produksi.

k) Perdagangan internasional yang terjadi di antara negara 1 dengan negara 2 sepenuhnya seimbang (jumlah ekspor dan impor kedua negara itu persis sama) (Salvatore.1997).

2) Kesamaan harga faktor produksi (factor price equalization)

Inti dari teori ini adalah bahwa perdagangan bebas cenderung mengakibatkan harga – harga faktor produksi sama di beberapa negara.

3) Teori permintaan dan penawaran

Pada prinsipnya perdagangan antara dua negara itu timbul karena adanya perbedaan di dalam permintaan maupun penawaran. Permintaan itu berbeda karena perbedaan pendapatan dan selera sedangkan perbedaan penawaran di karenakan perbedaan di dalam jumlah dan kualitas faktor – faktor produksi , tingkat teknologi dan eksternalitas.

commit to user

4) Kurva kemungkinan produksi dan indifference ( production possibilities and indifference curves )

Production possibilities curve (ppc) adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi dari pada output yang dapat dihasilkan dengan sejumlah tertentu faktor produksi yang dikerjakan dengan sepenuhnya (full employment).

5) Offer curve.

Offer curve seperti halnya kurva permintaan menunjukan berapa jumlah suatu barang yang ingin di tukar dengan barang lain pada harga tertentu. Harga keseimbangan di tentukan oleh perpotongan antara permintaan dan penawaran.

Dokumen terkait