• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN

F. Kerangka Teori

F.2 Teori Politik Pembangunan

Dalam proses penyelenggaraan pembangunan, pemerintah harus mempertimbangkan hal-hal yang yang paling signifikan guna tercapainya target pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti sistem budaya masyarakat, kondisi ekonomi bahkan kondisi geografis. Tujuan utama pembangunan ialah memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Di negara-negara miskin dan berkembang, indikasi keberhasilan pembangunan diukur dari meningkatnya kegiatan industrialisasi dan pengembangan teknologi atau disebut dengan modernisasi. Tantangan dasar yang biasanya dihadapi dalam pembangunan sebuah negara yaitu bagaimana meningkatkan kualitas kesehatan, meningkatkan kebutuhan nutrisi, meningkatkan ketersediaan pangan, dan meningkatkan pendidikan.

Pembangunan tidak hanya berbicara soal bangunan fisik tetapi pembangunan mencakup semua mulai dari SDM, SDA, dan pengembangan daerah disemua bidang. Arti penting politik pembangunan sebagai satu konsep diperlukan untuk menjelaskan bagaimana cara-cara (politik) atau strategi-strategi yang dapat dilakukan oleh negara, institusi ataupun partai politik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa politik pembangunan bukan saja mengenai cara atau strategi yang hendak dicapai dalam pembangunan tetapi juga pemikiran atau ideologi yang termasuk dalam pembangunan dari strategi dan cara yang dijalankan.

Stigma tentang Pembangunan tidak hanya fokus pada ekonomi namun pada politik itu sendiri, karena pembangunan juga dimaknai sebagai sebuah proses dalam demokrasi yang menekankan peran institusi dan partai politik.

Hubungan politik dan pembangunan dapat difahami sebagai proses tahap demi tahap menuju modernitas, modernitas itu tercermin dalam bentuk kemajuan teknologi dan ekonomi. Dapat dilihat betul bahwa pemerintah sebagai subyek utama pembangunan memiliki kewenangan besar dalam melihat pembangunan secara luas. Contoh kecil jika mau melihat pembangunan berjalan bisa dilihat dari setiap kepala daerah, setiap calon kepala daerah wajib memiliki visi pembangunan pada saat dia menjabat sebagat sebagai wakil rakyat karena itulah yang menjadi tolak ukur pembangunan dapat berjalan.

Dalam menjalankan pembangunan, diperlukan sebuah politik pembangunan yang merupakan sebuah konsep yang jelas agar sesuai dengan tujuan utama dari visi pembangunan yaitu mensejahterakan masyarakat. Politik pembangunan sebagai konsep diperlukan untuk menjelaskan bagaimana cara-cara (politik) atau strategi-strategi/aliran tertentu yang digunakan dalam konteks pembangunan mencapai sasarannya.20

Dalam menjalankan politik pembangunan, terdapat variabel-variabel yang menentukan bagaimana politik pembangunan dilakukan. Variabel-varibel tersebut adalah:21

1. Adanya Aktor-aktor Pembangunan

Aktor-aktor pembangunan adalah syarat mutlak dari politik pem- bangunan. Aktor-aktor pembangunan adalah mereka yang mengambil peran sentral dan menentukan dalam proses pembangunan. Mereka ini bisa merupakan individu, kelompok, atau negara. Sebagai aktor pembangunan mereka memiliki naluri dan kepentingan politik dalam pembangunan melalui cara atau strategi tertentu untuk mencapai tujuan.

20 Warjio, Ph.D. 2016. Politik Pembangunan: Paradoks,Teori, Aktor, dan Ideologi.Jakarta.Kencana.hal.140.

21 Ibid.hal.141-142.

Dalam politik pembangunan, terdapat empat aktor yaitu:22 1. Negara

Studi-studi tentang negara memfokuskan bahwa negara aktor selalu mempertimbangkan pertimbangan politik dalam proses pemba ngunan dan menekankan peran negara yang diwakili oleh para biro kratnya, sebagai aktor utama pembangunan. Ada tiga konstruksi negara dalam pembangunan: Menegaskan bahwa negara merupakan bagian yang integral dari reproduksi masyarakat dalam arti reproduksi hubungan hubung an sosial (produksi) dan reproduksi hubungan-hubungan politik. Hubungan negara dan masyarakat (negara dan kelas-kelas sosial) ditentukan oleh hukum hukum dinamis dari roduksi materiel, dalam hal ini, dari produksi kapitalis. fungsi-fungsi yang dijalankan aparat birokrasi negara tidak terutama ditentukan menurut afiliasi kelas anggota-anggotanya, melainkan oleh sifat dari hubungan negara dengan kelas sosial, terutama dominan dalam masyarakat pascakolonial.

2. Swasta

Dalam pemahaman swasta sebagai aktor dalam pembangunan diasumsikan sebagai pengusaha dan koorporasi dalam proses pembangunan. Para aktor ini dibayangkan melakukan alokasi sumber daya dan keputusan ekonomi lain berdasarkan pertimbangan pasar, yaitu mengikuti dinamika kekuatan permintaan pasar. Dengan kekuatan ekonomi, kemandirian yang dimilikinya, para pengusaha memainkan peran penting dalam pembangunan. Mereka bukan saja mampu memengaruhi pemerintah atau negara dalam urusan perumusan dan ke bijakan pembangunan, para pengusaha ini juga mampu menggerakkan masyarakat sipil, di samping tentu saja seperangkat kekuatan pasar yang dimilikinya.

22 Ibid.hal.216.

3. Masyarakat Sipil (LSM)

Kebijakan dan proses yang memengaruhi pembangunan menjadi salah satu alasan penting keterlibatan LSM dan pembangunan. LSM memandang bahwa pendekatan pembangunan ini adalah strategi dan kebijakan pertumbuhan ekonomi yang memberi perhatian khusus kepada tingkat tabungan dan investasi serta intensitas model dengan teknologi modern. Sebagai sebuah lembaga mandiri, LSM melihat negara sebagai pelaksana pembangunan bukan saja harus diawasi tetapi juga LSM perlu merasa terlibat langsung dalam pembangunan sehingga proses pembangunan yang dilaksanakan oleh negara tidak terjebak pada terpinggirnya hak-hak rakyat dalam pembangunan dan juga pada efek perusakan lingkungan.

4. Individu

Aktor politik individu adalah semua masyarakat yang hadir dan berpartisipasi dalam pembangunan.

2. Adanya kekuasaan

Adanya kekuasaan menjadi syarat penting dalam pembangunan. Tanpa kekuasaan sulit bagi individu, kelompok atau negara mengintervensi pembangunan. Dengan kekuasaan tujuan pembangunan dapat dilaksanakan.

Kekuasaan adalah apa yang dimiliki oleh aktor pemba- ngunan untuk merealisasikan tujuan dari pembangunan itu baik dalam bentuk hard power maupun soft power.

3. Adanya Sistem

Adanya sistem diperlukan dalam pembangunan. Hal ini disebabkan sistem dapat menggerakkan sebuah pola yang dikehendaki dalam pembangunan. Sebuah sistem atau lebih akan memengaruhi bagaimana pembangunan dijalankan dan mencapai tujuan. Sistem ini dapat dibentuk secara internasional atau juga bersifat nasional atau lokal. Sistem adalah mekanisme yang dimiliki oleh aktor

pembangunan realisasikan tujuan pembangunan. Mekanisme terjadi tuk secara secara struktural dan memiliki hubungan atau keterkaitan antara satu titik tertentu dan titik yang lainnya. Sistem yang dmaksudkan di sini berupa sistem internasional, nasional, maupun adat. Setiap sistem memiliki ciri tersendiri bagaimana pembangunan dijalankan dan bagaimana pembangunan mencapai tujuannya.

4. Adanya ideologi

Ideologi menjadi syarat mutlak dalam politik pembangunan. Ideologi menggerakkan pembangunan karena di dalamnya terkandung semangat ataupun cita-cita. Ideologi adalah semangat yang menjadi penggerak aktor pembangunan untuk meraih tujuan. Ideologilah yang menjadi roh dari semua aktivitas yang dilakukan oleh aktor pemba ngunan dalam mencapai tujuannya.

5. Intervensi Asing

Intervensi asing adalah syarat sentral dari bekerjanya politik pembangunan. Intervensi asing adalah sesuatu intervensi yang berasal dari satu kelompok, sistem ataupun negara tertentu yang berfungsi untuk mengendalikan.

Intervensi asing atau pengaruh asing adalah aktor pembangunan yang berasal dari

"luar" yang mendukung rencana pembangunan yang dimainkan oleh aktor pembangunan dari “dalam" dan memiliki tujuan-tujuan tertentu. Mereka memiliki hubungan khusus dan kepentingan yang saling menguntungkan dan di satu sisi mungkin ada ketergantungan. Mereka bisa individu, lembaga, ataupun negara.

Kelima variabel ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dan saling memengaruhi bekerjanya politik pembangunan. Poros dari variabel ini adalah intervensi asing. Intervensi asing inilah yang mengendalikan aktor, ideologi, sistem, dan kekuasaan dari dijalankannya politik pembangunan. Memahami kelima variabel dalam politik pembangun- an ini tidak bisa dilakukan hanya berfokus pada salah satu variabel atau beberapa variabel tetapi harus menyeluruh dan saling mengkoneksikan. Pemahaman yang menyeluruh terhadap seluruh

variabel politik pembangunan akan mudah memahami bagaimana politik pembangunan dijalankan.

Dokumen terkait