BAB V PENUTUP
Bagan 4 Teori S-O-R pada penelitian
Teori S-O-R pada penelitian
Pada bagan diatas menunjukkan bahwa Tayangan Mario Teguh The
Golden Ways berperan sebagai stimulus/perangsang bagi mahasiswa Fakultas
Psikologi USU angkatan 2008-2010 untuk menimbulkan motivasi pengembangan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan diri (pengembangan diri). Tentunya
STIMULUS
Tayangan Mario Teguh The Golden Ways
Organisme: Mahasiswa Fakultas Psikologi USU angkatan 2008-2010 Response Motivasi Pengembangan Diri
berdasarkan penjelasan teori S-O-R sebelumnya, bahwa respon yang dihasilkan bergantung pada masing-masing individu. Hasil yang diperoleh tergantung pada proses yang terjadi pada setiap mahasiswa. Apabila mahasiswa memberikan perhatian penuh kepada tayangan, kemudian menimbulkan pengertian pada dirinya, maka penerimaan akan terjadi pada dirinya terhadap tayangan. Dengan adanya penerimaan pada diri mahasiswa, maka respon ideal yang diharapkan yaitu motivasi pengembangan diri dapat diperoleh. Namun apabila ketiga variabel penting pada sikap menurut Prof. Dr. Mar’at yang telah disebutkan sebelumnya, maka respon ideal tidak akan didapatkan. Mahasiswa tidak akan merasakan peran penting tayangan Mario Teguh The Golden Ways sebagai salah satu faktor menunjang munculnya motivasi pengembangan diri.
Dengan demikian dapat dengan jelas dikatakan bahwa teori S-O-R merupakan teori yang paling relevan digunakan pada penelitian ini. Penelitian ini ingin melihat apakah tayangan Mario Teguh The Golden Ways mampu beperan sebagai stimulus aktif dalam menimbulkan motivasi pengembangan diri pada mahasiswa Fakultas Psikologi USU angkatan 2008-2010.
77 III.1 Metode Penelitian
Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
penelitian korelasional, yaitu metode yang berusaha meneliti sejauhmana variasi pada suatu variabel berhubungan dengan variasi-variasi pada variabel lainnya (Rakhmat, 2007:27). Kelebihan metode korelasional adalah dapat mengukur hubungan diantara berbagai variabel, meramalkan variabel tidak bebas, dan memudahkan untuk membuat pandangan eksperimen. Sedangkan kelemahan metode ini adalah korelasi yang tinggi dapat menunjukkan hubungan sebab akibat.
III.1.1 Populasi dan Sampel
III.1.1.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda, hewan dan tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian (Nawawi, 2001:141).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Psikologi USU angkatan 2008-2010 program S1 yang masih aktif kuliah. Berdasarkan data yang diperoleh dari , BAA USU TA : 2010/2011 jumlah mahasiswa Fakultas Psikologi USU angkatan 2008-2010 adalah 348 jiwa.
Tabel 2
Populasi Mahasiswa Fakultas Psikologi USU
No. Angkatan Jumlah
1. 2008 110
2. 2009 116
3. 2010 122
Jumlah 348
III.1.1.2 Sampel
Sampel merupakan sub bagian dari seperangkat elemen yang dipilih untuk dipelajari (Sarwono, 2006:111). Berdasarkan data yang diperoleh, maka peneliti menggunakan rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dengan tingkat kepercayaan 90%, yakni sebagai berikut:
N
n =
n(d)2 +1 Keterangan : N : Populasi
n : Sampel
Berdasarkan data yang ada, maka penelitian ini memerlukan sampel sebanyak : n = 348 348 (0.1)2 + 1 = 348 4,48 n = 77,67
Jadi, sampel yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah berjumlah 78 orang.
III.2 Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang dipilih adalah teknik pengambilan sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun teknik pengambilan sampel yang dilakukan oleh peneliti adalah:
III.2.1 Sampel Stratifikasi Proporsional (Proportional Stratified
Sampling)
Dalam teknik ini, populasi dikelompokkan ke dalam kelompok atau kategori yang disebut strata dengan tujuan untuk membuat sifat homogen dari populasi yang heterogen (Kriyantono, 2006:151). Populasi yang heterogen dikelompokkan ke dalam subpopulasi berdasarkan karakteristik tertentu sehingga setiap kelompok mempunyai anggota sampel yang relatif homogen. Dalam sampel stratifikasi proporsional ini, jumlah sampel yang diambil dari setiap strata harus proporsional. Oleh karena itu, proportional sampling memungkinkan untuk memberi peluang kepada populasi yang
lebih kecil untuk tetap dipilih menjadi sampel. Rumus pengambilan sampelnya adalah:
n1xn
N =
N
Keterangan : n1 : jumlah jiwa n : jumlah sampel N : populasi
Berdasarkan rumus diatas maka dapat dihitung sampel yang terpilih di setiap angkatan, yaitu:
Tabel 3
Pengambilan Sampel
No Mahasiswa Populasi Penarikan Sampel Sampel 1 Angkatan 2008 110 110X 78 348 25 2 Angkatan 2009 116 116X78 348 26 3 Angkatan 2010 122 122X78 348 27 Jumlah 78
III.2.2 Purposif Sampling
Purposif sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang disesuaikan dengan tujuan penelitian, dimana sampel yang digunakan sesuai dengan kriteria – kriteria tertentu yang di tetapkan berdasarkan tujuan
penelitian (Kriyantono, 2006:154). Kriteria sampel adalah responden angkatan 2008 dan 2009 dan pernah menonton tayangan Mario Teguh The Golden Ways minimal tiga kali atau masuk dalam daftar friend list akun
facebook Mario Teguh. Hal ini dikarenakan dengan menonton tayangan
minimal tiga kali dan masuk dalam daftar friend list akun facebook Mario Teguh, akan memudahkan responden untuk mengetahui tujuan serta maksud dan konsep tayangan yang sebenarnya.
III.2.3 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah : 1. Penelitian Lapangan (Field Research)
Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data yang meliputi kegiatan survei di lokasi penelitian, pengumpulan data dari responden melalui kuesioner.
2. Studi Kepustakaan (Library Research)
Analisis ini dilakukan dengan cara mempelajari dan mengumpulkan data melalui literatur dan sumber bacaan yang relevan dan mendukung penelitian. Dalam hal ini Analisis kepustakaan dilakukan dengan membaca literatur serta tulisan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.
III.2.4 Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah di baca dan dipresentasikan (Singarimbun, 2006 : 263). Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan dianalisis dalam beberapa tahap analisa yaitu :
a. Analisis Tabel Tunggal
Analisis tabel tunggal merupakan suatu analisa yang dilakukan dengan membagi-bagikan variabel penelitian kedalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi. Tabel tunggal merupakan langkah awal dalam menganalisa kolom-kolom yang merupakan sejumlah frekuensi dan persentasi untuk setiap kategori (Singarimbun, 2006 :226).
b. Analisis Tabel Silang
Teknik yang dilakukan untuk menganalisa dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan variabel lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut positif atau negatif (Singarimbun, 2006 : 273).
c. Pengujian hipotesis
Pengujian hipotesis adalah pengujian dan statistik untuk mengetahui data hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Untuk menguji hubungan diantara kedua variabel yang dikorelasikan maka peneliti menggunakan rumus koefisien korelasi tata jenjang oleh Spearman (Spearman’s Rho Rank Order Correlation). Spearman Rho Koefisien
menunjukan hubungan antara variabel X dan Y yang tidak diketahui sebaran datanya.
Rumus koefisien korelasi (Kriyantono,2006:176) adalah : 6 -
∑
d2Rho = 1 -
N (N2 – 1 )
Keterangan : Rs (Rho) : Koefisien korelasi rank order Angka 1 : Angka satu; yaitu bilangan konstan Angka 6 : Angka enam ; yaitu bilangan konstan d : Perbedaan antara pasangan jenjang
∑
: Sigma atau jumlahN : Jumlah individu atau sampel (Kriyantono, 2006 : 174)
Spearman Rho Koefisien adalah metode untuk menganalisis data dan untuk melihat hubungan antara variabel yang sebenarnya dengan skala ordinal. Jika rho < 0, maka hipotesis ditolak
Jika rho > 0, maka hipotesis diterima
Selanjutnya, untuk mengukur kekuatan derajat hubungan, digunakan nilai koefisien korelasi skala Guilford sebagai berikut (Kriyantono, 2006 : 168 ): Kurang dari 0,20: Hubungan rendah sekali; lemah sekali
0,20-0,39 : Hubungan rendah tapi pasti 0,40-0,59 : Hubungan yang cukup berarti 0,60-0,79 : Hubungan yang tinggi; kuat
III.3 Deskripsi Lokasi Penelitian
III.3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Universitas Sumatera Utara, Fakultas Psikologi; yang berada di jalan Dr. T. Mansur 9 Medan 20155, Sumatera Utara. Adapun waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari-April 2011.
III.3.1.1 Sejarah dan Perkembangan Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
Pada tanggal 7 April 1999, Dirjen Dikti Depdikbud menyetujui dibukanya program studi psikologi melalui Surat Keputusan No. 116/DIKTI/Kep/1999 tentang Pembentukan Program Studi Psikologi di Universitas Sumatera Utara. Untuk sementara sebelum mencapai status sebagai fakultas, pengelolaan program studi ini ditempatkan dibawah koordinasi Fakultas Kedokteran USU.
Pada tahun ajaran 1999/2000 PS Psikologi memulai penerimaan mahasiswa angkatan pertama untuk program pendidikan Sarjana Strata 1 melalui seleksi UMPTN. Selanjutnya penerimaan mahasiswa baru berjalan tiap tahun melalui program penerimaan reguler baik melalui sistem UMPTN/SPMB maupun jalur PMP. Jumlah beban SKS untuk program S1 Psikologi 144 – 148 SKS yang terdiri dari mata kuliah wajib 132 SKS dan mata kuliah pilihan minimal 12 SKS. Lulusan pertama sebanyak 12 orang pada tahun 2003.
31 Oktober 1998; Pengajuan Proposal Pembukaan Program Studi Psikologi
Universitas Sumatera Utara kepada Dirjen Dikti Depdikbud.
3 Februari 1999; Pengiriman Proposal pembukaan PS. Psikologi USU
kepada Prof. Dr. Masrun, Ketua Konsorsium Psikologi.
25 Februari 1999; Kunjungan Ketua Konsorsium ke USU dan
merekomendasikan dibukanya Program Studi Psikologi di USU
7 April 1999; Surat Keputusan No. 116/DIKTI/Kep/1999 tentang
Pembentukan PS. Psikologi USU.
19 April 1999; Surat Keputusan Rektor USU No. 588/JO5/SK/KP/1999
tentang pembentukan Tim Persiapan Program Studi Psikologi di Bawah pengelolaan Fakultas Kedokteran USU.
30 April 1999 - 1 Mei 1999; Penyusunan draft kurikulum PS. Psikologi
oleh Tim Persiapan PS Psikologi FK USU dibantu oleh Ibu Hera L Mikarsa, PhD, Ketua Program Profesi Fak. Psikologi UI dan Ibu Bernadette N Setiadi, PhD, Staf Ahli Lembaga Psikologi Terapan Fak. Psikologi UI.
14-19 Juni 1999; Pelatihan PEKERTI (Program Pengembangan
Keterampilan Dasar Teknik Instruksional) untuk dosen PS Psikologi.
30 Juni 1999 ; Lokakarya promosi dan sosialisasi PS Psikologi untuk para
pemimpin universitas, fakultas, lembaga serta unit pelaksana teknis di lingkungan USU dan dari komunitas profesi Psikologi.
12 Agustus 1999; Surat Keputusan Rektor USU mengenai Pengangkatan
Tahun akademik 1999/2000; Penerimaan mahasiswa baru PS. Psikologi
angkatan pertama melalui UMPTN.
12 September 2002; Penandatanganan kesepakatan kerjasama UI-USU
mengenai pembukaan Program Magister Profesi Psikologi USU tahun 2004. Ditandatangani oleh Dekan Fakultas Psikologi UI, Prof. Dr. H. Sarlito Wirawan Sarwono, dan Dekan FK USU, Prof. dr. Sutomo Kasiman, Sp.PD(k).
Tahun akademik 2003/2004; Lulusan pertama PS Psikologi FK USU
(jenjang S1)
28 September 2004; Penandatanganan MOU PP HIMPSI dengan USU
Mengenai penyelenggaraan Program Pendidikan Psikologi Jenjang Magister (P4JM) USU.
28 Januari 2005; Sertifikat Akreditasi Nomor:
07088/Ak-VIII-S1-001/USUCZI/I/2005 dari Badan Akreditasi PS Psikologi FK USU, dengan peringkat B (Baik).
22 Juli 2005; Sertifikasi Izin Pendirian P4JM USU dari Himpunan
Psikologi Indonesia (HIMPSI).
20 Desember 2005; Izin penyelenggaraan Program Pendidikan Psikologi
Jenjang Magister dari DIKTI.
26 Agustus 2006; Peresmian P4JM USU. Perpanjangan kerjasama
penyelenggaraan Program Pendidikan Psikologi Jenjang Magister (P4JM) USU - Fakultas Psikologi UI sampai tahun 2009. Ditandatangani oleh Dekan Fakultas Psikologi UI, Dra. Yati Utoyo Lubis, PhD.
III.3.1.2 Visi, Misi, Tujuan, Fungsi dan Tugas Fakultas Psikologi USU a. Visi
Mewujudkan university for industry melalui pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat di bidang psikologi agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang berkembang.
b. Misi
1. Menyiapkan ilmuwan dan profesional di bidang psikologi yang mampu menerapkan, mengembangkan, dan memperkaya ilmu pengetahuan psikologi, dengan berpegang teguh pada kode etik. 2. Mengembangkan pendidikan psikologi yang berkompeten dalam
bidang industri, sosial, perkembangan, pendidikan dan klinis.
3. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan psikologi dan penerapanannya berdasarkan hasil kajian penelitian psikologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperluas partisipasi pembelajaran ilmu psikologi untuk masyarakat.
c. Tujuan
1. Kompetensi lulusan yang dihasilkan: 1.1Kompetensi lulusan:
a. Memahami pengetahuan dasar psikologi tentang manusia dalam konteksnya.
b. Mampu merancang dan melakukan penelitian di bidang psikologi dengan metode kualitatif atau kuantitatif serta
membuat interpretasi hasil penelitian dan merekomendasikan tindak lanjutnya sesuai dengan kaidah ilmiah.
c. Mampu melakukan pengumpulan data psikologis dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan kuesioner sehingga dapat menginterpretasikan tingkah laku manusia menurut kaidah2 psikologi baik perorangan maupun kelompok.
d. Memahami psikodiagnostik dasar.
e. Mampu melakukan intervensi dalam bidang non klinis.
f. Mampu berkomunikasi dengan efektif baik secara lisan maupun tulisan agar dapat menyumbangkan ilmu pengetahuan psikologi kepada masyarakat melalui kegiatan ceramah, seminar, pelatihan dan konseling non-klinis.
g. Memiliki kemauan untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan tentang teori dan metode psikologi.
h. Memiliki sikap inovatif, peka terhadap perkembangan ilmu dan mampu sebagai problem solver terhadap permasalahan sosial dan budaya yang ada di masyarakat.
i. Mengamalkan kode etik penelitian psikologi dan etika dalam memberikan pelayanan kepada individu maupun kelompok
1.2Kompetensi pendukung:
a. Mampu mengadministrasikan test psikodiagnostik level A dan B serta mampu menginterpretasi hasil test psikodiagnostik level A (berdasarkan ketentuan dari APA). b. Mampu menjalin hubungan interpersonal yang konstruktif. c. Memiliki kemampuan kepemimpinan.
2. Kompetensi lainnya:
a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur dan berbudaya, serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
b. Mampu memanfaatkan dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).
c. Berjiwa wirausaha.
d. Mampu bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan.
III.3.2 METRO TV dan Tayangan Mario Teguh The Golden Ways III.3.2.1 METRO TV
METRO TV adalah televisi berita 24 jam pertama di Indonesia yang mulai mengudara pada tanggal 25 November 2000. METRO TV merupakan salah satu anak perusahaan dari MEDIA GROUP yang di miliki oleh Surya Paloh. Surya Paloh merintis usahanya di bidang pers sejak
mendirikan surat kabar harian PRIORITAS, yang di bredel oleh pemerintah pada tanggal 29 Juni 1987 karena dinilai terlalu berani.
Pada tahun 1989, dia mengambil alih Media Indonesia, yang kini tercatat sebagai surat kabar dengan oplah terbesar setelah Kompas di Indonesia. Oleh karena kemajuan teknologi, Surya Paloh memutuskan untuk membangun sebuah televisi berita mengikuti perkembangan teknologi dari media cetak ke media elektronik. METRO TV bertujuan untuk menyebarkan berita dan informasi ke seluruh pelosok Indonesia. Selain bermuatan berita, METRO TV juga menayangkan beragam program informasi mengenai kemajuan teknologi, kesehatan, pengetahuan umum, seni dan budaya guna mencerdaskan bangsa. METRO TV terdiri dari 70% berita (news), yang ditayangkan dalam 3 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin, ditambah dengan 30% program non berita (non news) yang edukatif.
METRO TV dapat ditangkap secara teresterial di 280 kota yang tersebar di Tanah Air, yang dipancarkan dari 52 transmisi. Mungkin tantangan terbesar bagi perusahaan pada tahap awal adalah kebutuhan untuk membangun infrastruktur, fasilitas dan tim, semua dalam skala waktu pendek dari sembilan bulan. Meskipun ini adalah kerja keras pengalaman yang diperoleh sangat berharga dalam membangun tim yang solid
profesional berpengalaman yang sudah diuji di bawah tantangan kondisi.
Perusahaan ini telah membawa gelombang baru dari gaya hidup dan kualitas program hiburan alternatif untuk melengkapi dominasinya di
sektor berita industri. Ia telah merintis perspektif baru dan program
satu-of-a-kind yang unik sekaligus meningkatkan cara informasi disajikan. produksi
canggih dan bergaya dari METRO TV telah meniupkan kehidupan baru ke dalam industry pertelevisian, bahkan pemirsa paling cerdas memiliki pilihan melihat tidak ada duanya.
Keinginan untuk menjadi yang terbaik drive antusiasme perusahaan dan pendekatan multi-dimensi kebutuhan pemrograman. Ke depan untuk 2006, visi perusahaan adalah memiliki saat itu mencapai peringkat nomor satu untuk kualitas dan pengiriman berita serta tingkat loyalitas yang sangat tinggi dari kedua pemirsa dan pengiklan. Perusahaan juga mengambil tanggung jawab perusahaan terhadap pemegang saham dan karyawan serius. Meskipun konsisten dalam berkendara ke depan untuk mencapai tingkat yang signifikan pertumbuhan, keuntungan, untuk
meningkatkan aset, kesejahteraan dan kualitas hidup karyawan METRO TV tetap penting.
Selain secara ereksterial, siaran METRO TV dapat tangkap melalui televisi kabel diseluruh Indonesia, melalui satelit Palapa 2 ke seluruh Negara – Negara ASEAN, termasuk di Hongkong Cina selatan India, Taiwan, Makau, Papua New Guinea, dan sebagian Australia serta Jepang. METRO TV juga memilii 19 buah mobil satelit untuk dapat menayangkan secara live kejadian – kejadian yang berlangsung setempat. Peralatan tersebut berupa 12 Buah mobil SNG (Satelit News Gathering) dan 7 Buah mobil ENG (Electronic News
Stasiun TV ini pada awalnya memilik dengan yang lain, sebab selain mengudara selama 24 jam setiap hari, stasiun TV ini hanya memusatkan acaranya pada siaran warta berita saja. Tetapi dalam perkembangannya, stasiun ini kemudian juga memasukkan unsur hiburan dalam program-programnya. Metro TV adalah stasiun pertama di Indonesia yang menyiarkan berita dalam dan juga satu-satunya stasiun TV di Indonesia yang tidak menayangkan program sinetron. Metro TV juga menayangkan siaran internasional disaksikan dari seluruh dunia. Stasiun ini dikenal memiliki terbanyak di yakni program talkshow yang membahas teknologi informasi dan telekomunikasi. Metro TV dimilik yang juga memiliki harian
Pada tanggal 20 Mei 2010, MetroTV memperkenalkan logo dan slogan barunya. Logo baru tetap menggunakan lambang burung elang dan warna dasar biru dan kuning, tetapi dengan jenis huru memberikan kesan modern dan futuristik. Penempatan logo juga diubah dari semula di pojok kanan atas menjadi di pojok kanan bawah, berbeda dengan stasiun-stasiun televisi Indonesia lainnya. MetroTV juga mengusung slogan baru dari sebelumnya "Be Smart Be Informed" menjadi "Knowledge to
III.3.2.2 Deskripsi Tayangan Mario Teguh The Golden Ways di Metro TV
Sejak tayang perdananya tanggal 3 Agustus 2008, Mario Teguh The Golden Ways memotivasi setiap orang mendapatkan keinginannya mencapai keberhasilan dalam karir, bisnis dan kehidupannya. Dalam acara ini motivator Mario Teguh memberikan acuan The Golden Ways agar setiap orang dapat memiliki pribadi super yang senantiasa menggunakan cara terbaik untuk tumbuh, untuk menjadi lebih besar, dan untuk hidup dalam kesesuaian yang harmonis dengan alam, dan menjadi pencemerlang bagi kehidupan sesama. The Golden Ways mencoba membawa perubahan, tak hanya bagi kehidupan di masa sekarang, tapi juga di masa depan.
Acara Mario Teguh The Golder Ways ini merupakan sebuah tayangan yang mendidik serta memotivasi masyarakat untuk mau maju dalam kehidupannya. Acara yang selalu tayang setiap hari minggu pukul 19.00 WIB ini sangat berguna untuk membentuk kepribadian masyarakat menjadi lebih optimis dan memandang sesuatu dengan lebih positif. Melalui tayangan Mario Teguh ini, masyarakat Indonesia tidak hanya diberikan pengetahuan tetapi juga diajak untuk merubah paradigma yang sudah ada mengenai pakerjaan dan bagaimana kita seharusnya memandang suatu kejadian. Dalam setiap tema yang disampaikan, Mario Teguh selalu memberikan pandangan yang sedikit berbeda dari kebanyakan orang dan itu merupakan sesuatu yang baru dan layak untuk dicoba.
Disamping itu tayangan ini didukung dengan tata panggung yang menarik serta media pendukung yang digunakan oleh Mario Teguh dalam memberikan motivasinya dan terkadang menggunakan video. Tayangan ini selalu dibuka dan ditutup oleh penampilan bintang tamu seperti penyanyi atau kelompok band.
Tayangan yang dipandu oleh pembawa acara Uli Herdinansyah dan Hilbram Dunar ini dalam setiap episodenya selain menyampaikan sesuatu hal, Mario Teguh juga memberikan kesempatan untuk para penonton di studio serta dirumah untuk mengajukan pertanyaan melalui telepon interaktif pada nomor 021-58304050. Beberapa pertanyaan ada yang berhubungan dengan tema dan ada juga yang tidak terlalu berhubungan. Sejauh ini setiap pertanyaan yang diajukan dijawab dengan jawaban yang sangat bagus dan memuaskan. Sudut pandang yang diberikanpun lebih luas dan dengan menyaksikan tayangan ini, penonton dapat menemukan hal-hal baru yang sangat berguna bagi kehidupan penonton secara pribadi baik itu berhubungan dengan pengembangan kepribadian, bagaimana memandang suatu pekerjaan, maupun bagaimana respon masyarakat terhadap suatu keadaan.
III.3.2.3 Profil Mario Teguh
Mario Teguh (lahir d
adalah seorang motivator dan konsultan asal adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia
menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari bekerja di
Consultant, Exnal Corp. menjabat sebagai
dan Senior Consultan. Beliau juga membentuk komunnitas Mario Teguh Super Club (MTSC).
Pada Tahun 2010, beliau terpilih sebagai satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi 2010 kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia sebagai Motivator dengan Facebook Fans terbesar di dunia. Sebelumnya Beliau membawakan acara bertajuk Business Art di O'Channel. Kemudian namanya semakin dikenal luas oleh acara Mario Teguh Golden Ways di dikenal sebagai salah satu motivator termahal di Indonesia. Di tahun 2003 mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia.
Pengalaman Karir beliau adalah sebagai berikut:
a. Citibank Indonesia (1983–1986) sebagai Head of Sales.
b. BSB Bank (1986–1989) sebagai Manager Business Development.
c. Aspac Bank (1990–1994) sebagai Vice President Marketing &
Organization Development.
d. Exnal Corp Jakarta (1994–sekarang) sebagai CEO, Senior Consultant,
Sementara itu, untuk latar belakang pendidikan beliau adalah sebagai berikut:
1. Jurusan Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975.
2. Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang
3. Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.
4. Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA).
Disamping sebagai seorang motivator handal, Mario Teguh juga merupakan seorang penulis buku. Karya-karyanya antara lain Becoming a
Star yang diterbitkan pada tahun 2006, One Million Second Chance terbit
tahun 2006, Life Changer terbit tahun 2009 dan Leadership Golden Ways terbit pada tahun 2009.
97
IV.1 Pelaksanaan Pengumpulan Data di Lapangan
Pada bagian pengumpulan data di lapangan ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh peneliti. Adapun beberapa tahapan yang dilalui penulis, yaitu sebagai berikut:
IV.1.1 Tahap Awal
Merupakan tahapan awal yang dikerjakan oleh penulis dalam memulai penelitian. Pengurusan surat ijin penelitian ke lokasi penelitian, yaitu Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara merupakan tahap awal yang dilakukan dalam penelitian ini. Setelah ijin penelitian diperoleh, kemudian peneliti menyusun kuesioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang