• Tidak ada hasil yang ditemukan

URAIAN TEORITIS 2.1Kerangka Teori

2.1.1 Teori SOR

Berdasarkan uraian-uraian diatas maka teori yang mendekati penelitian ini adalah Teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response). Teori ini menjelaskan bahwa tingkah laku sosial dapat dimengerti mengenai suatu analisis dari stimulus yang diberikan dan dapat mempengaruhi reaksi yang spesifik dan didukung oleh hukuman maupun penghargaan sesuai dengan reaksi yang terjadi. Dalam arti lain, menurut Effendy efek yang ditimbulkan dari teori S-O-R adalah reaksi yang bersifat khusus terhadap stimulus khusus, sehingga seseorang dapat mengharapkan dan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan (Effendy ,2007:254).

Dari teori yang dipaparkan sebelumnya, bahwa prinsip belajar yang sederhana, dimana efek merupakan reaksi terhadap stimuli tertentu. Dengan demikian, khalayak dapat mengharapkan dan memperkirakan suatu ikatan yang erat antar pesan-pesan media dan reaksi audien.

Dari hasil uraian diatas, maka proses komunikasi dalam teori S-O-R ini digambarkan sebagai berikut:

Stimulus

Gambar 2.1

Teori S-O-R (Effendy, 2007: 255)

Bagan diatas menunjukkan bahwa perubahan sikap bergantung pada apa yang dialami individu. Stimulus yang di sampaikan ke organism mendapatkan perhatian, pengertian, penerimaan . setelah khalayak mendapat organism maka muncullah response atau perubahan sikap dari khalayak yang menontonnya.

Dikaitkan dengan Film Habibie Ainun terhadap sikap Mahasiswa FISIP USU, gambar diatas menunjukkan bahwa:

a. Pesan (Stimulus), stimulus atau pesan yang dimaksud adalah pesan dalam Film Habibie Ainun yang tayang diBioskop pada tanggal 20 Desember 2012 b. Komunikan (Organism), yang menjadi sasaran khalayak dalam penelitian

ini adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU.

c. Efek (Response), berupa perubahan sikap melalui tahap-tahap antara lain: - Pengetahuan Film komunikan bertambah setelah menonton Film

Habibie Ainun

- Timbulnya perasaan suka atau keinginan untuk menonton Film Habibie Ainun

- Tindakan Komunikan yang diwujudkan dengan menonton Film Habibie Ainun secara berulang-ulang.

Organism • Perhatian • Pengertian • Penerimaan Response (Perubahan Sikap)

Perubahan sikap dalam penelitian ini adalah perubahan sikap maupun respon mahasiswa fisip USU yang memberikan pengaruh positif dari pesan film Habibie Ainun karena mahasiswa fisip sering menceritakan dan meniru gaya khas bicara Habibie dan mahasiswa merasa semakin tahu sosok tokoh politik bapak Habibie dan ibu Ainun setelah menonton Film Habibie Ainun yang tayang di Bioskop pada saat itu. Pesan dalam film Habibie Ainun memberikan kesan berbeda dibandingkan dengan film Bioskop yang lainnya.

2.1.2 Komunikasi

Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama dalam arti maksudnya adalah sama makna. Menurut ahli sosiologi, ahli psikologi, dan ahli politik di Amerika Serikat, Carl I. Hovland yang mengatakan bahwa, ilmu komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. Dalam defenisi khusus Carl I Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah proses mengubah perilaku orang lain. Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan oleh seorang komunikator kepada audiens.

Untuk memahami pengertian komunikasi diatas, para ahli komunikasi sering menambahkan paradigma yang dikemukakan oleh seorang ahli komunikasi juga yaitu Harold Laswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik dalam menjelaskan komunikasi adalah: Who, Says What, In which channel, To whom, With what effect yang dapat diterjemahkan antara lain:

a. Komunikator (Communicator, source, sender) b. Pesan (message)

c. Media ( channel, media)

d. Komunikan (communicant, communicate, receiver, recipient) e. Efek (effect, impact, influence)

Berdasarkan paradigma Lasswell dapat ditarik kesimpulan bahwa proses penyampaian pesan dari komunikator dapat disampaikan melalui media dan diterima oleh komunikan atau pendengar sehingga menimbulkan efek atau

perubahan sikap dari setiap orang yang menerima pesan dari komunikator. Proses komunikasi menurut Lasswell merupakan proses yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan sangat sering dijumpai pada setiap interaksi seseorang melalui sebuah media komunikasi.

Komunikasi terjadi apabila komunikator menyampaikan pesan kepada komunikan dan pesan yang disampaikan melalui media dapat memberikan pengaruh perubahan sikap seseorang baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif, dalam arti bahwa komunikasi dapat memberikan dampak perubahan sikap seseorang baik individu maupun per kelompok. (Effendy,2005:10)

Proses komunikasi dalam pengertiannya mengatakan bahwa proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan media dan pesan dari komunikator memberikan dampak perubahan sikap terhadap komunikan atau pendengar maupun penonton yang menerima pesan komunikator.

Komunikasi adalah proses pernyataan antarmanusia. Yang dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya. Dalam “bahasa” komunikasi pernyataan dinamakan pesan (message). Orang yang menyampaikan pesan disebut komunikator sedangkan orang yang menerima pesan pernyataan diberi nama komunikan (audience). Untuk lebih jelasnya, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan. Jika dianalisis pesan komunikasi terdiri dari dua aspek, pertama isi pesan (the content of the message), kedua lambang (symbol). Konkretnya isi pesan itu adalah pikiran atau perasaan, lambang adalah bahasa (Effendy, 2003:28).

Sebuah defenisi singkat dibuat oleh Harold D. Laswell, bahwa cara yang tepat untuk menerangkan suatu tindakan suatu tindakan komunikasi adalah dengan menjawab pertanyaan: siapa yang menyampaikan (komunikator), apa yang disampaikan (pesan), melalui saluran apa (media), kepada siapa (komunikan) dan apa pengaruhnya (efek). Komunikasi, menurut Carl I. Hovland adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegas asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap.

Dalam hal ini ada upaya dari komunikator selaku penyampaian pesan untuk mempengaruhi sikap dan pendapat dari komunikan atau sasaran komunikasi. H.A.W Widjaja, berpendapat bahwa komunikasi merupakan suatu hubungan dimana terdapat tukar-menukar pendapat atau informasi diantara pihak-pihak yang berkomunikasi.

Komunikasi juga diartikan sebagai suatu hubungan kontak antar manusia baik secara individu maupun kelompok (Effendy, 2006:12). Komunikasi dapat diartikan sebagai hubungan untuk menyampaikan informasi kepada pendengar individu maupun khalayak untuk memberikan pengaruh positif kepada yang mendengar dan melihatnya.

2.1.3 Pesan

Pesan (message) terdiri dari dua aspek, yakni isi atau isi pesan ( the content of message) dan lambang (symbol) untuk mengekspresikannya. Lambang utama pada media radio adalah bahasa lisan; pada surat kabar bahasa tulisan; ada juga gambar; pada film dan televisi lambang utama adalah gambar. Pesan yang disiarkan media massa bersifat umum, karena memang untuk kepentingan umum. Penataan pesan bergantung pada sifat media yang berbeda satu sama lainnya. pesan yang memiliki daya pikat dan daya tarik yang kuat akan mendapat respon bagi khalayak yang melihat dan menyaksikannya yang pada akhirnya dapat mengubah sikap, pandangan dan perilaku khalayak yang telah melihat isi pesan tersebut. pesan dapat dikaitkan dalam makna cerita dalam sebuah pesan dari komunikator yang dapat menarik perhatian komunikan atau khalayak sehingga komunikan merasa semakin suka dan pada sebuah film harus memiliki kualitas nilai seni yang dapat menarik perhatian penonton atau komunikan (Effendy ,2003:312)

Pada awalnya manusia berkomunikasi hanya dengan mimik dan gerak-gerik serta suara yang relatif tanpa makna, kecuali untuk mempertegas mimik dan gerak-gerik. Pesan disampaikan komunikator kepada komunikan untuk mewujudkan motif komunikasi seperti apa yang ia pikir dan rasakan karena itu, pesan kita defenisikan sebagai segala sesuatu, verbal maupun non verbal, yang disampaikan komunikator kepada komunikan untuk mewujudkan motif

komunikasinya. Komunikasi juga dapat dilihat dari gerakan bahasa tubuh yang memiliki makna dan pesan yang berbeda-beda. Dan berkaitan dengan proses berkomunikasi antara komunikator kepada komunikan.

Selain bentuk pesan, pemahaman atas makna dan penyajian pesan juga penting untuk dikaji. Makna pesan terkait dengan makna denotatif, yakni makna formal yang biasanya tertera sebagaimana dikamus, sedangkan makna konotatif terkait dengan konotasi dari lambang komunikasi yang digunakan. selain itu, cara penyajian dan tehnik penyajian pesan juga merupakan sesuatu yang mutlak diperhatikan agar komunikasi berlangsung efektif. Makna komunikasi dapat dibedakan dalam dua bagian antara makna baku dan makna yang biasa dilakukan sehari-hari dengan menggunakan gerakan atau bahasa tubuh sehingga komunikasi tidak selamanya bermakna formal. Karenanya, ketiga dimensi inilah yang akan kita kaji lebih jauh dibagian 6 (Vardiansyah, 2004:23).

Gambar 2.2

Skema Pesan (Vardiansyah, 2004:23) Dari gambar diatas dapat dijelaskan:

1. Bentuk pesan adalah pesan dapat digambarkan dalam sebuah lambang komunikasi untuk dapat memperjelas dan semakin mudah dipahami lambang-lambang komunikasi, lambang komunikasi terdiri dari nonverbal (Suara, mimik, gerak-gerik) setiap gerakan tubuh mengandung makna pesan yang berbeda-beda.

Makna Pesan Penyajian Pesan Pesan Bentuk Pesan Lambang Komunikasi Denotatif Konotatif Cara Penyajian Struktur Penyajian Non Verbal Verbal Suara Mimik Gerak Gerik Lisan Tulisan

2. Makna pesan adalah makna pesan digunakan untuk mengetahui isi dari pesan yang disampaikan, makan pesan terbagi dua yaitu : denotatif (makna yang terdapat didalam kamus) sedangkan konotatif (makna yang menggunakan lambang-lambang komunikasi). Sehingga makna pesan dapat dibedakan antara makna baku atau formal dan makna gerakan tubuh atau lambang-lambang komunikasi.

3. Penyajian pesan adalah cara komunikator untuk menyampaikan pesan sehingga khalayak dapat mengerti pesan yang disampaikan. Penyajian pesan terbagi dua antara lain cara penyajian dan struktur penyajian. Cara penyajian penting untuk mengetahui setip pesan yang disampaikan dan benar-benar sistematis.

Dokumen terkait